http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Artikel Penelitian Relationship Level of Knowledge About Covid-19 With Physical Distancing Program Compliance in Adolescents Risnah1. Sri Astia Haris2 Wahdaniah3. Rasmawati4. Aisyah Arsyad5. Muhammad Irwan6 Abstrak Coronavirus 2019 (Covid-. adalah penyakit yang menjadi pandemic hampir di seluruh dunia. Infeksi Covid-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang, atau berat. Covid-19 bisa menular dari manusia melalui kontak erat dan droplet, tidak melalui udara. World Health Organitation merekomendasikan untuk menerapkan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan physical distancing. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid19 program physical distancing pada remajaPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, data diperoleh dari google form yang diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan 46% responden memiliki pengetahuan yang baik, 52,1% memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik, dan 1,9% responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang buruk tentang Covid-19. Adapun responden yang menerapkan physical distancing yaitu sebanyak 86% responden dan yang tidak menerapkan sebanyak 14%. Dari perhitungan tabulasi silang antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan kepatuhan program physical distancing menggunakan spss dengan uji chi-square didapatkan hasil p-value 0,000 dengan taraf signifikan 0,05. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Covid-19 dengan kepatuhan program physical distancing. Kata kunci: Pengetahuan. Covid-19. Physical Distancing Abstract Coronavirus 2019 (Covid-. is a disease that has become a worldwide pandemic. Covid-19 infection can cause mild, moderate, or severe symptoms. Covid-19 can be transmitted from humans through close contact and droplets, not through the air. The World Health Organization recommends implementing 3M, namely washing hands, wearing masks, and physical distancing. To find out the relationship between the level of knowledge about the Covid-19 physical distancing program in adolescents. This research is a quantitative study with a cross sectional design, with a sampling technique using a total sampling technique, data obtained from a google form filled out by respondents. The results showed that 46% of respondents had good knowledge, 52. 1% had a fairly good level of knowledge, and 1. of respondents had a poor level of knowledge about Covid-19. The respondents who implemented physical distancing were as many as 86% of respondents and those who did not apply as many as 14%. From the cross tabulation calculation between the level of knowledge about Covid-19 and compliance with the physical distancing program using SPSS with the chi-square test, the p-value is 0. 000 with a significant level of 0. There is a significant relationship between knowledge about Covid-19 and compliance with physical distancing programs. Keywords: Knowledge. Covid-19. Physical Distancing Submited : 9 Maret 2022 Revised : 30 Maret 2022 Affiliasi penulis : 1,2,3,4 Jurusan Keperawatan Fak. Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar, 5. Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Jurusan Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Sulawesi Barat Korespondensi : AuRisnahAyUIN Alauddin risnah@uin-alauddin. Telp: 6281342783846 PENDAHULUAN Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-. atau yang lebih dikenal dengan sebutan virus corona merupakan virus yang saat ini tengah ramai di perbincangkan di kalangan masyarakat pertama kalid dilaporkan pada tanggal 31 Desember 2019. Virus ini menyerang system pernapasan yang mengakibatkan gangguan-gangguan seperti gangguan pada system pernapasan ringan, infeksi paru-paru . Data dari website WHO tanggal Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 5 April 2022 21 Januari 2021 tercatat jumlah kasus yang terkonfirmasi Covid-19 ialah 95. 880 jiwa dengan kasus kematian sebesar 2. 1 Menurut Kemenkes RI. Coronavirus Disease-2019 (Covid-. sebuah virus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, berupa pada tubuh manusia dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pernafasan mulai dari yang ringan . hingga pada penyakit yang lebih serius. Infeksi Covid-19 ini memiliki gejalagejala yang berbeda tiap-tiap individu ada yang mengalami gejala berat, sedang dan Demam tinggi . uhu>38 oC), batuk dan kesulitan bernafas merupakan gejala Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 klinis utama yang biasa terjadi. Pada kasus berat gejala yang terjadi biasa berupa syokseptik bahkan sampai perdarahan. Sedangkan gejala ringan yang biasa terjadi yaitu demam bahkan tidak menimbulkan gejala apapun (Orang Tanpa Gejal. Pada tanggal 2 Maret 2020, kasus Covid-19 pertama kali terkonfirmasi di Indonesia dengan 2 jumlah kasus yang terindetifikasi yaitu 1 dari warga negara Indonesia dan satunya dari warga negara Jepang. Data Kemenkes RI pada tanggal 20 Januari 2021 kasus yang terkonfirmasi Covid-19 yaitu berjumlah 939. 948 orang dengan kasus kematian 26. 857 orang. Kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Sulawesi Selatan yaitu 43. 016 kasus dengan kasus kematian berjumlah 698 jiwa. 3 Bisa dilihat kasus yang terkonfirmasi terkena Covid-19 semakin hari terjadi peningkatan mengeluarkan beberapa kebijakan sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19 diantaranya jaga jarak (Physical distancin. Bekerja dar rumah . ork from hom. hingga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besa. Kebijakan pemerintah ini sejalan dengan model dan teori keperawatan oleh Rufaidah. Dasar keperawatan oleh Rufaidah ini berfokus kepada pencegahan penyakit atau disebut dengan preventive care. Sehingga dengan Ae pemerintah untuk mencegah diri terpapar Covid-19, yang salah satu diantaranya dengan penerapan physical distancing sehari-hari. Angka kejadian Covid-19 di Kabupaten Sidenreng Rappang kelonjakan yang cukup drastis. Kelonjakan itu dibuktikan dengan adanya penutupan Rumah Sakit Arifin NuAomang pada tanggal 13 Ae 28 Desember 2020 karena adanya pegawai sebanyak 68 orang mulai dari dokter, perawat hingga petugas kebersihan yang hasil pemeriksaannya dinyatakan positif Covid-19. Selain itu. Pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Sidenreng Rappang juga telah mengeluarkan surat Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman perkumpulan seperti pernikahan, hajatan, dan acara yang mengharuskan adanya Data terakhir yang penulis dapatkan dari website resmi Kominfo Sidrap kasus yang terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sidenreng Rappang pada tanggal 21 Januari 2021 sebanyak 731 dengan jumlah kasus kematian yaitu 14 5 Kebiasaan remaja yang tidak menerapkan Physical Distancing adalah salah satu penyebab peningkatan Covid-19. Hal ini dipengaruhi karena pada tahap usia ini mereka mencari teman sebaya sebagai bentuk pencarian jati diri sehingga Remaja umumnya memiliki perkembangan sosial yang bergantung dengan teman sebayanya, karena menganggap berbagi masalah dengan teman lebih baik daripada bercerita Organisasi kesehatan dunia mengatakan penyebaran Covid-19 baru karena adanya orang yang positif Covid-19 tetapi tidak memiliki gejala apapun atau biasa kita sebut sebagai orang tanpa gejala (OTG). OTG lebih sering terjadi dikalangan remaja dengan rentang usia 15 25 tahun. Beberapa penelitian mengatakan bahwa kurangnya pengetahuan remaja tentang bahaya Covid-19 adalah salah satu alasan mengapa masih banyak remaja yang Physical Distancing. Berdasarkan penjelasan diatas tentang pengetahuan serta kesadaran remaja untuk mematuhi program Physical Distancing karena itu peneliti mengambil judul Hubungan tingkat pengetahuan Covid-19 program Physical Distancing pada remaja. Lokasi penelitian dilakukan di SMAN 1 Sidenreng Rappang karena SMA ini adalah salah satu sekolah terfavorit di Kabupaten Sidenreng Rappang. Seperti diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sidenreng Rappang, setiap tahunnya calon siswa yang mendaftar di sekolah ini selalu meningkat, ini menandakan bahwa SMAN 1 Sidenreng Rappang memiliki daya tarik yang Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 METODE Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross Cross Sectional merupakan sebuah desain penelitian yang mempelajari . dengan akibat . dengan pengumpulan data yang dilakukan dalam satu waktu secara serentak. Penelitian berlokasi di SMAN 1 Sidenreng Rappang, yang dimulai sejak 7 Juni Ae 26 Juni 2021. Seluruh remaja yang bersekolah di SMAN 1 Sidenreng Rappang dijadikan Penelitian menggunakan total sampling kuota yakni seluruh anggota populasi dijadikan sampel dengan dibatasi waktu tertentu serta memenuhi kriteri inklusi yang ditentukan peneliti yaitu responden adalah siswa yang sedang menjalani studi di SMAN 1 Sidenreng Rappang, responden yang bersedia menjadi sampel dan mau bekerja sama saat penelitian, responden yang mempunyai smartphone, responden mengisi kuesioner google form selama rentang waktu penelitian, serta criteria ekslusinya yaitu responden yang tidak memiliki jaringan internet pada saat dilakukan penelitian, responden yang tidak memiliki kouta internet pada saat dilakukan Pengumpulan data menggunakan pertanyaan tertutup yang terdiri dari bagian A mengenai tingkat pengetahuan remaja tentang Covid-19 menggunakan skala guttman dengan pilihan jawaban salah dan benar, bagian B adalah kuesioner tentang physical distancing menggunakan skala guttman dengan pilihan jawabanya dan Dimana kuesioner dalam bentuk google form yang dikirim digrup WhatsApp yang terdiri dari perwakilan tiap kelas di SMAN 1 Sidenreng Rappang tanpa memperhatikan jenis kelamin, usia, agama serta menghargai dan menghormati responden. Setelah data terkumpul dilakukan penyuntingan untuk kuesioner google form yang telah terisi, kemudian data dikelompokkan sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Kemudian untuk mempermudah pengelolahan data yakni dengan melakukan pengkodean pada daftar pernyataan yang telah di isi yakni setiap keluhan/jawaban dari siswa. Setelah Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dimasukkan kedalam tabel yang disesuaikan dengan tujuan penelitian serta untuk memudahkan penganalisaan data. Proses memasukkan data dan pengelolahan data mempergunakan aplikasi perangkat lunak computer berupa program SPSS. Pada penelitian ini mempergunakan dua cara dalam menganalisis data, yakni analisis data univariat dan bivariat. Analisis univariat digunakan untuk melihat frekuensi tingkat Covid-19 kepatuhan physical distancing pada remaja di SMAN 1 Sidenreng Rappang Berdasarkan karakteristik responden berupa usia, jenis kelamin, dan agama. Analisis dilaksanakan untuk melihat hubungan antara variable independen . engetahuan tentang Covid-. epatuhan physical distancin. dengan mempergunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan . =0,. HASIL Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh karakteristik responden sebagai berikut : Tabel 1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan usia, jeniskelamin, dan agama Variabel Frekuensi Persen (%) Usia 15 tahun 16,5 % 16 tahun 46,5 % 17 tahun 30,6% 18 tahun 6,4 % JenisKelamin Laki-Laki 25,8 % Perempuan 74,2 % Agama Islam Jumlah Tabel responden yang berpatisipasi dalam penelitian ini adalah usia 15 Ae 18 tahun, dengan responden mayoritas adalah berumur 16 tahun. Jika dilihat dari aspek jenis kelamin, maka responden yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak responden yang berjenis kelamin laki-laki dan semua responden beragama Islam. Tabel 2 menjelaskan bahwa jika ditinjau mempunyai tingkat pengetahuan baik paling tinggi tentang Covid-19 ialah responden yang berusia 16 tahun. Jika ditinjau dari segi jenis kelamin, responden yang berjenis kelamin perempuan lebih cenderung mempunyai pengetahuan yang Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 baik tentang Covid-19 distancing dalam kehidupan sehari-hari. Tabel 2 Karakteristik Responden berdasarkan tingkat Pengetahuan tentang Covid-19 pada Remaja Variabel Frekuensi Baik CukupBaik Kurang Usia 15 tahun 16 tahun 17 tahun 18 tahun JenisKelamin Laki-laki Perempuan Tabel 5 Hubungan Pengetahuan tentang Covid-19 dengan Kepatuhan Physical Distancing Physical Total Distancing Tot PMener TidakM Value apkan enerap 148Pengetahuan Baik 223 0,000 CukupBaik 201 Kurang Total 359 Tabel 5 menunjukkan bahwa hasil tabulasi silang antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan kepatuhan program 484 physical distancing pada remaja dengan menggunakan uji statistic chi-square Tabel 3 Karakteristik Responden berdasarkan tingkat diperoleh hasil p-value sebesar 0,000 Kepatuhan Program Physical Distancing pada Remaja dengan taraf signifikan < 0,05. Nilai p-value Variabel Frekuensi Total Menerapkan TidakMenera . lebih kecil dari nilai . sehingga disimpulkan bahwa dalam penelitian ini Usia terdapat hubungan yang signifikan antara 15 tahun pengetahuan tentang Covid-19 dengan 16 tahun kepatuhan program physical distancing 17 tahun 18 tahun pada remaja. Agama Islam JenisKelam Laki-laki Perempuan Agama Islam Dari tabel 3 memperlihatkan bahwa responden yang berusia 16 tahun lebih cenderung menerapkan physical distancing dan jika ditinjau dari jenis kelamin perempuan lebih cenderung menerapkan physical distancing daripada responden yang berjenis kelamin laki-laki. Tabel 4 Analisis Univariat Variabel Frekuensi Persen (%) 52,1 % 1,9 % Tingkat Pengetahuan tentang Covid-19 Baik CukupBaik Kurang Tingkat Kepatuhan Program Physical Distancing Menerapkan TidakMenerapkan Total Dari tabel 4 diperoleh hasil bahwa menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan tentang Covid-19 pada remaja di SMAN 1 Sidenreng Rappang cenderung memiliki tingkat pengetahuan cukup baik dan mayoritas responden menerapkan physical Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman PEMBAHASAN Menurut Hurlock dalam J. W . batasan usia remaja dibagi menjadi 3 fase diantaranya: . Fase pertama disebut dengan remaja awal dengan rentang usia 12 Ae 15 tahun, . Fase kedua dinamakan remaja madya dengan rentang usia berkisar 15 -18 tahun, dan . Fase ketiga yaitu remaja akhir dengan rentang usia berkisar 18 Ae 21 tahun. 8 Pada penelitian ini responden yang terlibat adalah kelompok remaja madya yaitu rentang usia berkisar 15 Ae 18 tahun. Pada penelitian ini karena responden terbanyak adalah usia 16 tahun, maka responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik tertinggi ialah responden dengan usia 16 tahun dengan jumlah tingkat pengetahuan baik sebanyak 93 responden. Selain itu, dalam penelitian ini usia responden tidak terlalu terpaut jauh sehingga usia tidak terlalu mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Hal ini sesuai dengan penelitian Wulandari et al . bahwa usia tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat pengetahuan seseorang karena usia bukan penghambat untuk memperoleh informasi serta pengetahuan tentang apapun khususnya pengetahuan tentang Covid-19 karena kategori usia yang Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 berbeda memungkinkan seseorang untuk memiliki keaktifan informasi yang sama. Hanya saja semakin dewasa seseorang maka semakin baik pula pola tangkap serta daya fikir yang dimilikinya, sehingga dalam mengelola pengetahuan yang didapatkan akan semakin Begitupun dengan penerapan program physical distancing, karena responden terbanyak adalah usia 16 tahun maka yang menerapkan physical distancing terbanyak ialah responden dengan usia 16 tahun dengan jumlah reponden yang menerapkan Sehingga bisa dikatakan bahwa usia tidak mempengaruhi seseorang untuk menerapkan physical distancing, hal ini sesuai juga dengan hasil penelitian Rochmah . yang menyatakan jika usia tidak mempengaruhi seseorang untuk berperilaku hidup sehat. 10 Namun berbeda dengan hasil penelitian Pertiwi dan Budiono . yang menyatakan bahwa usia physical distancing. 11 Menurut Iskirayanti dalam Prihanti et al . usia bias menggambarkan dari kematangan fisik, psikis maupun social sehingga mendorong untuk hidup sehat. 12 Beda halnya dengan Rahman menjamin seseorang untuk bertindak hidup sehat, pada usia berapapun apabila memiliki motivasi yang kuat dalam diri untuk berperilaku hidup sehat dalam hal ini perilaku physical distancing maka perilaku itu akan muncul. 13 Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa responden lebih dominan yang berjenis kelamin perempuan. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk di Sidenreng Rappang Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan pada tahun 2020 jumlah penduduk di Kabupaten Sidenreng Rappang sebanyak 914 jiwa yang terdiri dari penduduk lakilaki sebanyak 147. 468 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 153. 446 jiwa. Berdasarkan jenis kelamin, responden berjenis kelamin perempuan cenderung memiliki tingkat pengetahuan tentang Covid19 yang baik . atau 48,1%) dibandingkan dengan responden yang berjenis kelamin laki-laki karena responden perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Jadi bisa dikatakan bahwa tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan seseorang karena semua masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi terkait Covid-19. Hanya saja peneliti beramsusi, jika dilihat dalam kehidupan sehari-hari remaja yang berjenis kelamin perempuan cenderung lebih aktif untuk mencari informasi tentang Covid-19 jika dibandingkan dengan remaja yang berjenis kelamin laki-laki. Sehingga ini pengetahuan responden yang berjenis kelamin perempuan lebih baik jika dibandingkan dengan responden jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan tingkat kepatuhan physical distancing, karena responden perempuan lebih banyak maka pada penelitian ini di dapatkan bahwa kepatuhan terhadap physical distancing lebih banyak juga pada perempuan yaitu sebanyak 317 responden. Pada penelitian Syadidurrahmah et al . yang berjenis kelamin perempuan . ,1%) memiliki perilaku physical distancing yang baik daripada responden yang berjenis kelamin laki-laki . ,8%). 15 Menurut Aube . dalam penelitian Wiranti et al . perempuan memiliki sifat lembut serta tanggung jawab atas kesejahteraan dirinya dan orang-orang disekitarnya, hal ini berbeda dengan laki-laki yang mempunyai sifat lebih agresif, kasar serta lebih berani mengambil resiko. Sehingga dari perbedaan sifat ini perempuan lebih bersikap hati-hati dan menerapkan perilaku hidup sehat serta merasa takut melakukan pelanggaran aturan yang ada, hal ini berbeda dengan laki-laki mengambil resiko seperti resiko tertular Covid-19. Dalam responden sebanyak 484 responden dan semua responden beragama Islam. Melihat kondisi lingkungan di SMAN 1 Sidenreng Rappang, maka peneliti beramsumsi bahwa Islam Hal ini dikarenakan SMAN 1 Sidenreng Rappang yang berstatus sekolah umum, tetapi dalam menjalankan aktifitas sekolah selalu menerapkan aturan-aturan yang berbasis Islam. Selain itu, banyak kegiatan-kegiatan keagamaan yang sering dilakukan misalnya pengajian tiap minggu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan masih banyak kegiatan-kegiatan Dalam memberikan pembelajaran pun guru selalu menekankan siswa untuk Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 terus mencari ilmu pengetahuan, karena dimata Allah SWT orang-orang yang berilmu maka lebih tinggi derajatnya daripada orang yang beramal saleh. Inilah yang mungkin menjadi salah satu yang mendorong siswa untuk mencari informasi dan percaya adanya Covid-19. Menurut D. H . Pengetahuan adalah hasil dari tahu yang membuat suatu keadaan nyata kedalam jiwa hingga tidak ada keraguan terhadapnya. Menurut Notoatmodjo . salah satu faktor yang memberikan pengaruh terhadap pengetahuan seseorang ialah media massa atau informasi. Informasi diperoleh secara mempengaruhi dan menambah tingkat pengetahuan seseorang. 18 Selain itu, handphone, televisi, surat kabar dan masih banyak media lainnya. Melihat situasi saat ini kasus Covid-19 semakin meningkat setiap harinya, dan didorong oleh rasa keinginan tahunya yang tinggi yang melatarbelakangi remaja untuk mencari informasi tentang wabah yang saat ini menjadi fenomena dunia. Informasi tentang Covid-19 diberikan baik di media cetak maupun di media social sehingga remaja dapat dengan mudah memperoleh informasi tentang Covid-19, sejalan dengan penelitian yang dilakukan di dapatkan data bahwa tingkat pengetahuan tentang Covid-19 di SMAN 1 Sidenreng Rappang dikategorikan cukup baik. Seperti yang diungkapkan dalam penelitian Saputra dan Simbolon . pengetahuan yang harus dimiliki seorang remaja dengan baik dan benar untuk menambah pengetahuan tentang Covid-19 ialah definisi, etiologi, penularan, manifestasi Penelitian yang dilaksanakan oleh Azlan et al . di Malaysia bahwa menunjukkan sebagian besar responden mengetahui gejala Covid-19. 20 Walaupun tidak semua orang yang terkena Covid-19 bergejala seperti itu, tetapi gejala umum dan gejala awal yang sering terjadi ialah demam, rasa Dari segitatalaksana, responden mengetahui langkah-langkah Covid-19 dengan penerapan 3M . encuci tangan, memakai masker, dan menjaga Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Nidaa . bahwa hampir Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman 91% responden mengetahui pencegahan Covid-19 tersebut. Menurut Audria . dalam penelitian Mujiburrahman et al . perilaku yang baik dapat dijadikan usaha seseorang untuk melakukan upaya pencegahan terhadap penularan Covid-19. 22 Perilaku yang sehat juga dipengaruhi oleh beberapa factor dimana salah satu yang menjadi factor ialah Terkait dengan pencegahan Covid-19, pada penelitian ini diperoleh data bahwa 416 . %) responden yang melaksanakan pencegahan Covid-19 yaitu dengan menerapkan physical distancing di dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa dilihat dari data hasil kuesioner yang dibagikan didapatkan bahwa hampir 86% responden yang menerapkan physical distancing pada saat melaksanakan aktivitas seperti ibadah, social budaya . engajian, tahlilan, resepsi, selamatan/tasyakuran, dl. , saatkumpulkumpul/nongkrong. Pemerintah sudah mensosialisasikan berbagai kebijakan sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Ini bisa dilihat banyaknya informasi dan penyuluhan Covid-19 wawasan masyarakat tentang Covid-19. Pemerintah juga telah menganjurkan masyarakat agar tetap menerapkan 3M . encuci tangan, memakai masker, dan menjaga jara. sebagai bentuk pencegahan agar tidak terpapar Covid-19. Hal ini sejalan teori dan model keperawatan yang diperkenalkan oleh Rufaidah perawat muslim pertama di dunia. Teori yang diperkenalkan Rufaidah merupakan teori dan model keperawatan yang hingga saat ini Rufaidah perawatan dengan model preventif care atau pencegahan terhadap suatu penyakit dan menjelaskan bahwa betapa pentingnya Teori Rufaidah penyuluhan kesehatan, dimana dalam penelitian ini penyuluhan yang dimaksud Covid-19 kemudian akan menambah pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 sehingga bisa mendorong seseorang untuk melakukan pencegahan terhadap suatu penyakit Covid19 yaitu salah satunya dengan penerapan physical distancing. Hasil mempergunakan uji statistik Chi-Square Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 5 No 1. Juni 2022 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 dengan taraf signifikan 0,05 diperoleh hasil p-value sebesar 0,00, sebab nilai p-value < 0,05 berarti hipotesis diterima bahwa ada pengetahuan tentang Covid-19 dengan kepatuhan physical distancing pada remaja di SMAN 1 Sidenreng Rappang. Dalam pengetahuan yang baik tergambar pada menerapkan physical distancing terbukti dari 223 responden yang mempunyai tingkat menerapkan physical distancing sebanyak 211 responden. Responden dengan tingkat pengetahuan yang cukup baik sebanyak 252 responden kemudian menerapkan physical distancing sebanyak 201 responden. Hal ini pengetahuan responden tentang Covid-19 maka responden akan melakukan physical sebagai upaya penyebaran Covid-19. Hasil ini sejsuai dengan penelitian Zulhafandi & Ariyanti . bahwa pengetahuan tentang Covid19 yang baik akan mendorong seseorang untuk menerapkan physical distancing dalam kehidupan sehari-hari. 24 Menurut Notoatmodjo, pengetahuan yang dimiliki seseorang maka alan semakin baik pula kemampuan analisanya terhadap suatu material atau Pengetahuan selanjutnya menjadi landasan seseorang untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan Sanifah . , dia merupakan kunci dasar utama seseorang dalam menentukan sikap yang akan diambil Semakin pengetahuan yang diperoleh akan semakin Sebaliknya, jika pengetahuan rendah atau kurang maka akan terbentuk sikap yang negatif, dan dari pengalaman yang diperoleh juga mempengaruhi sikap seseorang terhadap suatu objek tertentu. Namun hal ini berbeda dengan hasil penelitian Pertiwi & Budiono . yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid19 dengan penerapan physical distancing. Penelitian yang lain juga mendukung hasil penelitian ini yakni penelitian yang dilakukan oleh Syadidurrahmah et al . bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Covid-19 distancing mahasiswa di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal yang juga bisa dilihat dari penelitian ini, bahwa dari 223 responden yang mempunyai pengetahuan baik tentang Covid-19 ternyata masih ada sekitar 12 responden yang tidak menerapkan physical Selain itu, dilihat dari data meskipun tingkat pengetahuannya kurang tetapi sekitar 4 dari 9 responden menerapkan physical distancing. Peneliti beramsumsi hal ini terjadi mungkin karena pada era pandemic berbagai informasi tentang Covid-19 dapat diakses melalui media online maupun offline sehingga hal ini pengetahuan yang baik terkait Covid-19. Adapun terkait dengan tidak menerapkan physical distancing, pengetahuan yang baik tanpa dibarengi kesadaran itu tidak cukup untuk mendorong seseorang untuk bertindak lebih baik. Selain itu, responden pada penelitian ini adalah remaja yang mana pada Seperti yang dikemukakan oleh Marwoko . remaja pada usia madya lebih senang bersama teman sebayanya daripada berkumpul dengan Perubahan merupakan perubahan sosial yang biasa terjadi pada remaja. Ada banyak cara untuk mencegah penularan Covid-19 selain physical distancing. Dengan melakukan pembatasan atau menjaga jarak dengan orang lain maka akan mengurangi penyebaran Covid-19 dan hal ini tentu saja dipengaruhi oleh aspek pengetahuan serta kesadaran dari tiap orang untuk menerapkan physical distancing. SIMPULAN Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Covid-19 dengan kepatuhan program physical distancing. DAFTAR PUSTAKA