Margareta Evika M: Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Siswa Implementasi Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Beriman Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia pada Siswa Kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 Magareta Evika Maharani Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Modern Ngawi Email: retamargareta31@gmail. Arum Dwi Rahmawati Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Modern Ngawi Email: arum. dr21@gmail. Aulia Fajar Khasanah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar STKIP Modern Ngawi Email: aulia. fajar83@gmail. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menjelaskan pelaksanaan kebijakan, masalah yang dihadapi guru, dan cara menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif kebijakan sekolah lima hari dalam menanamkan nilai-nilai agama dan moral pada siswa kelas IV di SDN Karangtengah Prandon 2. Data primer yang diperoleh dari observasi dan wawancara peneliti di SDN Karangtengah Prandon 2 digunakan untuk penelitian ini. Dalam kegiatan analisis data terdiri dari tiga alur kegiatan yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. SDN Karangtengah Prandon 2 telah menjalankan program lima hari sekolah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan. Tujuan utama program ini adalah untuk membentuk siswa yang religius dan berakhlak baik. Untuk mencapai tujuan ini, guru di sekolah tersebut menekankan iman, takwa, dan akhlak mulia, yang merupakan komponen pertama dari siswa Pancasila. Sebelum pelajaran dimulai, program digunakan untuk menanamkan karakter, termasuk menghafal juz 30 dan membaca asmaul husna dan solat duha. Pembiasaan pembiasaan dilakukan untuk membuat siswa SDN Karangtengah Prandon 2 memahami agama dan dapat menerapkan nilai agama di mana pun mereka Implementasi menghadapi beberapa tantangan, tetapi tantangan tersebut dapat diatasi. Kata Kunci: Pendidikan. Pembelajaran. Lima Hari Sekolah. Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2017Ay Penyelenggaraan Pendidikan merupakan turunan dari AuPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017. Ay Artinya. Perda Jatim ini dibuat dengan mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan aturan yang lebih tinggi tingkatnya. Sesuai dengan AuPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 dan Peraturan Daerah Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2017,Ay Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi mengeluarkan Juknis pada tanggal 26 Desember 2022 untuk menetapkan pedoman untuk pelaksanaan Lima Hari PENDAHULUAN AuPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017Ay menyatakan berapa lama dan seberapa intens kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Tujuan dari kebijakan lima hari sekolah, yang menetapkan 40 jam per minggu atau 8 jam per hari, adalah untuk meningkatkan proses pembelajaran dan pengajaran. Dengan durasi yang lebih panjang dalam satu hari, diharapkan pengawasan guru terhadap peserta didik dapat ditingkatkan, sehingga efektivitas pembelajaran dapat mencapai tingkat yang AuPeraturan Daerah Provinsi Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 01 Tahun 2024, 15 - 31 Sekolah. Sekolah yang mengadopsi kebijakan Lima Hari Sekolah harus mengikuti panduan ini. Situasi seperti ini dianggap cocok untuk membentuk karakter siswa dan mengembangkan bakat mereka dengan bantuan, pengawasan, dan pengawasan sekolah (Subroto, 2. Namun, beda halnya dengan daerah lain seperti di daerah Magetan, daerah Magetan tidak menerapkan lima hari sekolah, karena dinilai tidak cocok diterapkan di Kabupaten Magetan hal ini dilontarkan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Magetan Suwata melalui Kepala Seksi (Kas. Kurikulum Pendidikan Dasar Bidang Pendidikan Dasar. Aviv Ika Prasetyowati dengan alasan Kurikulum Full Day Schol dinilai tidak cocok diterapkan di Kabupaten Magetan setelah menerima usulan dan khsususnya orangtua walimurid karena pembelajaran seharian penuh. AuPermendikbud 23 Tahun 2017Ay tidak memaksakan seluruh satuan pendidikan menerapkan lima hari sekolah. Nurhadi berpendapat bahwa sistem lima hari sekolah tidak sesuai dengan istilah full day AuAyPermendikbud Nomor 23 Tahun 2017Aymenetapkan standar hari sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan Selain itu, lima hari sekolah tidak berarti siswa harus terus belajar di dalam kelas. Dengan bimbingan dan pembinaan guru, berbagai aktivitas belajar lainnya juga dilakukan untuk mencapai tujuan akademik. AuSebaiknya kita tidak terjebak dalam perdebatan tentang lima atau enam hari sekolah, tetapi kembali pada semangat untuk penguatan karakter siswa. Ay (Astuti, 2. Penerapan kebijakan lima hari sekolah membutuhkan penyesuaian dalam manajemen sekolah. Untuk memberikan pendidikan yang terbaik dalam sistem lima hari sekolah, mempertimbangkan berbagai elemen. Kebijakan sebelumnya telah ditetapkan sebelum kebijakan baru yang dibuat oleh Dalam konteks kebijakan ini, implementasi adalah cara nyata untuk menerapkan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan (Astuti, 2. Agar kebijakan Lima Hari Sekolah (LHS) dapat pendidikan harus mempersiapkan diri dengan cermat (Susanto, 2. Seiring dengan adanya kebijakan pasti juga ada pembaharuan, seperti halnya kurikulum merdeka yang terikat dengan profil pelajar Pancasila, yang di dalamnya terdapat pendidikan karakter. Penerapan kebijakan lima hari sekolah sejalan dengan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini, yang sebelumnya dikenal sebagai kurikulum prototipe dan juga disebut sebagai kurikulum paradigma baru atau Kurikulum 2022, lahir pada tahun tersebut sebagai penyempurnaan dari Kurikulum 2013. Penyesuaian ini dibuat untuk lebih sesuai dengan masyarakat dan siswa setelah pandemi (Mulyasa, 2. Adanya Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka pembentukan karakter saat ini. Kerjasama antara Profil Pelajar Pancasila dan pendidikan karakter diharapkan mampu menciptakan panduan lengkap untuk mengembangkan karakter siswa. Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila (Herwani, 2. Profil Pelajar Pancasila adalah gambaran sifat dan kemampuan yang Margareta Evika M: Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Siswa diharapkan siswa miliki yang didasarkan nilai-nilai Pancasila (Kemendikbud, 2022. Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk menjadi pedoman dalam pembentukan karakter Indonesia (Kemendikbud, 2022. Profil Pelajar Pancasila mengembangkan siswa Indonesia menjadi individu yang memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat, menguasai berbagai kompetensi, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki iman, taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia adalah beberapa aspek profil ini (Suleman & Luneto, 2. Kebijakan lima hari sekolah tidak hanya mengubah struktur waktu belajar siswa tetapi juga menuntut inovasi dalam metode pengajaran dan penanaman nilainilai karakter. Mengingat salah satu tujuan utama pendidikan di Indonesia adalah pembentukan karakter yang kuat dan nilai-nilai Pancasila, penelitian ini menjadi penting untuk mengevaluasi sejauh mana kebijakan ini mampu mewujudkan tujuan tersebut. Karena sifat-sifat ini merupakan fondasi utama yang diharapkan dapat membentuk pribadi siswa yang tangguh dan berbudi pekerti luhur, fokus pada sifat beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia sangat penting. Selain itu, penelitian ini juga penting untuk keberhasilan dalam penerapan program penanaman karakter di kelas IV, khususnya melalui kegiatan seperti Tadaruz Al-Qur'an dan hafalan surat pendek Juz 30. Penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan kebijakan lima hari sekolah di satuan pendidikan menunjukkan bahwa kebijakan tersebut memperkuat pendidikan Kebijakan lima hari sekolah di SMK Negeri 1 Yogyakarta sejalan dengan visi sekolah untuk menghasilkan siswa Ada tiga cara berbeda untuk menerapkan pendidikan karakter dalam kebijakan ini: pendidikan karakter berbasis kelas, pendidikan karakter berbasis budaya. Penelitian oleh (Astuti, 2. berjudul "Implementasi Kebijakan Lima Hari Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Siswa SMK Negeri 1 Yogyakarta" memberikan penjelasan tentang bagaimana kebijakan lima hari sekolah membantu meningkatkan pendidikan karakter di SMK Negeri 1 Yogyakarta dan bagaimana kebijakan ini membantu menjalankan pendidikan karakter. Menurut penelitian yang dilakukan di SDN Karangtengah Prandon 2 menunjukkan bahwa penerapan kebijakan lima hari sekolah meningkatkan pendidikan karakter Salah satu keunggulan utama adalah pendekatan holistik yang mengintegrasikan berbagai elemen pendidikan karakter baik di dalam kelas, lingkungan sekolah, maupun dalam interaksi dengan masyarakat Pendekatan berbasis kelas menerapkan prinsip moral dan etika dalam kegiatan belajar sehari-hari. Selain itu, lingkungan sekolah di SDN Karangtengah Prandon 2 didesain untuk menciptakan budaya sekolah yang positif, di mana nilainilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerjasama ditegakkan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah. Program-program yang melibatkan partisipasi aktif orang tua dan komunitas juga meningkatkan interaksi dengan masyarakat, sehingga pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 01 Tahun 2024, 15 - 31 Maha Esa dan Berakhlak MuliaAy. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian yang berjudul: AuImplemantasi Kebijakan Lima Hari Sekolah Dalam Menanamkan Karakter Beriman. Bertaqwa. Kepadda Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia Pada Siswa Kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2Ay. Penelitian terdahulu yang relevan Pembentukan Karakter Beriman Bertaqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia dengan Penelitian dengan judul AuAnalisis Pembentukan Karakter Religius peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas 3 Madinah SDI Al Azhar 17 BintaroAy yang dilakukan (Nisa, 2. Studi ini menemukan bahwa siswa di kelas 3 Madinah di SDI Al Azhar 17 Bintaro mengembangkan karakter religius melalui berbagai kegiatan. Antara kegiatan tersebut termasuk mengucapkan salam kepada guru, berdoa sebelum dan sesudah pelajaran, membaca surat-surat dalam Al-Quran, melaksanakan sholawat dan ikrar setelah berdoa, berbicara dengan baik tanpa menyakiti orang lain, mengucapkan kalimat tauhid, mendoakan teman yang sakit dan tidak hadir ke sekolah, membersihkan tempat duduk dan ruang kelas, menabung, dan membantu guru Berdasarkan uraian penelitian di atas, dapat dijelaskan bahwa penelitian di SDN Karangtengah Prandon 2 berfokus pada metode evaluasi yang komprehensif dan Penelitian ini tidak hanya berhenti pada tahap implementasi, tetapi juga mencakup evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas program pendidikan karakter yang diterapkan. Dengan terstruktur, seperti observasi, wawancara, dan angket, penelitian ini mampu mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan serta memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa. Pada penelitian ini, peneliti mengambil judul AuImplemantasi Kebijakan Lima Hari Sekolah Dalam Menanamkan Karakter Beriman. Bertaqwa. Kepada Tuhan Yang METODE AuPenelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berlandaskan pada kualitatif deskriptif digunakan untuk menyelidiki kondisi objek yang bersifat Peneliti berfungsi sebagai instrumen utama dalam penelitian iniAy(Ahyar, 2. AuTujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang bagaimanaAykebijakan lima hari sekolah diterapkan untuk membangun karakter yangAuberiman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia diAySDN Karangtengah Prandon 2, khususnya di kelas IV. AyPenelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data secara langsung di lokasi. Ay AuData primer dan sekunder adalah sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan hasil wawancara dan observasi yangAy didapatkan SDN Karangtengah Prandon 2 mengenai topik penelitian sebagai data primer. Sementara itu. Ausumber data sekunder dalam penelitian ini adalah profilAy SDN Karangtengah Prandon 2, foto kegiatan siswa-siswi, bahan bacaan siswa, data kelas dan dokumentasi selama penelitian. AuDalam penelitian kualitatif, validitas data dinilai melalui empat aspek utama: ketergantungan, dan konfirmabilitas. Untuk Margareta Evika M: Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Siswa menganalisis data yang bersifat nonnumerik ini, para peneliti mengadopsi pendekatan analisis data kualitatif. Proses analisis data terdiri dari tiga tahap: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Ay lima hari sekolah di SDN Karangtengah Prandon 2. Kebijakan lima hari sekolah yang tertuang dalam AuAyPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017Aymewajibkan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan selama lima hari dalam satu pekan. Setiap harinya, siswa mengikuti proses pembelajaran selama delapan jam. Sementara itu berdasarkan hasil wawancara terkait dengan kebijakan lima hari sekolah dilakukan oleh peneliti pada tanggal 20 Mei 2024 dengan kepala sekolah SDN Karangtengah Prandon 2, diperoleh informasi bahwa: AuPelaksanaan pembelajaran susuai dengan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2017, 40 jam pelajaran dalam satu minggu atau dapat dibilang 8 jam pembelajaran dalam satu hari atau dapat dibilang lima hari sekolah, lima hari sekolah di SDN Karangtengah Prandon 2 sudah berjalan sejak tahun 2022 sebelum saya menjabat sebagai kepala sekolah disini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Paparan Data Penelitian ini dilakukan di SDN Karangtengah Prandon 2, melibatkan 3 siswa kelas IV sebagai sampel. Data wawancara dengan siswa, kepala sekolah, dan guru kelas IV, serta dokumentasi. Hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk temuan-temuan yang diperoleh. Paparan data ini, peneliti akan memaparkan beberapa hal atau persoalan data berupa hasil yang sudah peneliti peroleh dan beberapa temuan yang peneliti temukan pada saat melaksanakan penelitian di SDN Karangtengah Prandon 2 dengan jumlah siswa kelas IV sebanyak 16 siswa dan 3 siswa, kepala sekolah, guru kelas IV yang menjadi sumber data, dengan AuImplementasi Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Beriman. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia di SDN Karangtengah Prandon 2Ay dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dapat dipaparkan hasil penelitian yang telah di dapat di SDN Karangtengah Prandon 2 Dusun Joho. Desa Karangtengah Prandon. Kecamatan Ngawi. Kabupaten Ngawi. Pelaksanaan Kebijakan Lima Hari Sekolah Berdasarkan hasil observasi di SDN Karangtengah Prandon 2 pada tanggal 20 dan 21 Mei 2024 khususnya pada kebijakan Gambar 1 Wawancara Kepala Sekolah SDN Karangtengah Prandon 2 Berdasakan hasil wawancara dengan kepala sekolah terkait kebijakan lima hari sekolah di SDN Karangtengah Prandon 2 peneliti melakukan konfirmasi dengan guru kelas IV pada 21 Mei 2024 dan mendapat informasi bahwa: AuPelaksanaan pembelajaaran di SDN Karangtengah Prandon 2, 8 jam perhari dalam satu minggu 40 JP Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 01 Tahun 2024, 15 - 31 khusus kelas IV-VI, kalau untuk kelas I-i 7 jam sehari, hal ini sejalan dengan peraturan yang berlakuAy. Karangtengah Prandon 2 melaksanakan kebijakan lima hari sekolah sesuai dengan Pendidikan Kebudayaan RI No. 23 Tahun 2017 Pasal . ayat 1 yang berbunyi AuHari Sekolah dilaksanakan 8 jam dalam 1 hari atau 40 jam selama 5 hari dalam 1 Minggu. Ay Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi peneliti. SDN Karangtengah Prandon 2 menerapkan kurikulum merdeka selama 2 tahun, sejak tahun 2022. Sementara itu berdasarkan hasil wawancara terkait dengan kurikulum merdeka dilakukan oleh peneliti pada tanggal 20 Mei 2024 dengan kepala sekolah SDN Karangtengah Prandon 2, diperoleh informasi bahwa: AuKurikulum Merdeka untuk kelas I. II. IV. V, kelas i dan VI masih kurikulum K-13 tetapi mulai Juli 2024 kelas i dan VI sudah Kurikulum Merdeka, karena oleh pemerintah penerapan kurikulum Merdeka dibuat pertahap setiap tahun dimulai kelas I dan IV, kemudian II dan V, lalu yang terakhir i dan VI. Ay Gambar 2 Wawancara guru kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas IV. SDN Karangtengah Prandon menerapkan kebijakan lima hari sekolah. Selain melakukan wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas IV peneliti juga melakukan dengan 3 orang siswa kelas IV pada 21 Mei 2024. Hasil wawancara yang sudah dilakukan oleh peneliti dengan NC peneliti mendapat informasi bahwa: Au8 jam, mulai jam 07. 00, tetapi masuk hari Senin- Jum`at. Ay GA siswa kelas VI saat diwawancarai AuPukul 07. liburnya dua hari, hari Sabtu dan Minggu. Ay H siswa kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 saat diwawancarai peneliti: AuSampai sore, pulang pukul 15. tetapi masuknya 5 hari dalam satu mingguAy. Gambar 4 Pelaksanaan IKM pada Situs Kemendikbud Berdasakan hasil wawancara dengan kepala sekolah terkait kurikulum merdeka di SDN Karangtengah Prandon 2 peneliti melakukan konfirmasi dengan guru kelas IV pada 21 Mei 2024 dan mendapat informasi bahwa: Gambar 3 Wawancara dengan siswa kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 Berdasarkan wawancara dan dokumentasi SDN Margareta Evika M: Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Siswa AuIya, kurikulum merdeka. Kelas IV sudah 2 tahun ini menerapkan kurikulum MerdekaAy. yaitu iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Sementara itu hasil wawancara terkait profil pelajar Pancasila, dilakukan oleh peneliti pada tanggal 20 Mei 2024 dengan kepala sekolah SDN Karangtengah Prandon 2, diperoleh informasi bahwa : AuUntuk profil pelajar Pancasila, saya mengimplementasikan karakter dimensi pertama yaitu beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Saya mengimpelemtasikan karakter ini karena saya ingin siswa siswi SDN Karangtengah Prandon 2 dapat memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan sehariIndikator penilaian karakter beriman bertaqwa kepada Tuhan YME sesuai dengan elemen akhlak beragama, pribadi, kepada manusia, kepada alam. Ay Berdasarkan hasil wawancara dengan SDN Karangtengah Prandon 2, di mana kepala sekolah dan guru kelas IV, menerapkan kurikulum bebas. Peneliti juga mewawancarai tiga siswa kelas IV pada 21 Mei 2024 selain kepala sekolah dan guru kelas IV. Hasil wawancara yang sudah dilakukan oleh peneliti dengan NC peneliti mendapat informasi bahwa: AuIya tau, kurikulum merdekaAy. GA siswa kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 saat diwawancarai peneliti: AuKurikulum Merdeka. Ay H siswa kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 saat diwawancarai peneliti: AuKurikulum Merdeka, sebelumnya kurikulum K13. Ay Berdasarkan wawancara dan dokumentasi SDN Karangtengah Prandon 2 menerapkan kurikulum merdeka hal ini dibuktikan dengan adanya dokumentasi modul ajar dan pelaksanaan IKM pada situs Kemendikbud. Berdasarkan kepala sekolah terkait profil pelajar Pancasila peneliti melakukan konfirmasi dengan guru kelas IV pada 21 Mei 2024 dan mendapat informasi bahwa: AuProfil pelajar Pancasila dimensi pertama yaitu Karakter Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Untuk program yang dijalankan guna bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia di SDN Karangtengah Prandon 2 diantarnya pembacaan Asmaul Husna dan Solat Duha pembelajaran, tadarus Al-Qur`an saat menunggu waktu solat zuhur, hafalan surat surat pendek Juz 30 untuk kelas IV (An- Naas sampai An Nash. Ay Profil Pelajar Pancasila Profil Pelajar Pancasila adalah representasi dari tujuan pendidikan Ini berfungsi sebagai acuan utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan dan sebagai panduan bagi pendidik dalam mengembangkan karakter dan kompetensi siswa mereka. Agar profil ini efektif, semua pihak terkait harus memahaminya dengan Profil ini harus disajikan dengan cara yang sederhana dan mudah diingat, sehingga dapat diterapkan secara praktis oleh pendidik dan siswa dalam aktivitas sehari-hari (Kemendikbud, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDN Karangtengah Prandon 2 menerapkan dimensi pertama profil pelajar Pancasila. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 01 Tahun 2024, 15 - 31 pembiasaan pembiasaan seperti yang sudah kakak lihat hari ini, seperti solat duha, pembacaan asmaul husna, mengaji, hafalan surat pendek Ay H siswa kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2: AuBeriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, seuai denga napa yang sudah kakak lihat satu hari ini. Hafalan surat pendek juz 30, solat duha dan Asmal Husna. Ay Kendala yang Dialami Guru dalam Pelaksanaan Kebijakan Lima Hari Sekolah Di SDN Karangtengah Prandon 2, menghadapi beberapa masalah dalam menerapkan kebijakan lima hari sekolah dalam menanamkan karakter beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia di kelas IV. Pada tanggal 20 Mei 2024, peneliti menemukan bahwa siswa mulai jenuh untuk mengikuti pelajaran di dalam kelas saat jam menunjukkan pukul 13. Dalam wawancara mengenai tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan kebijakan lima hari sekolah untuk penanaman karakter beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia di kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2, diperoleh informasi dari kepala sekolah bahwa: AuAda, kendalanya untuk kebijakan lima hari sekolah, anak Ae anak cenderung pasif saat jam sudah menunjukkan pukul 13. 00 setelah saya amati ternyata anak anak sudah mulai capek dan jenuh/bosan begitu pula dengan guru yang mengajar sudah tidak terlalu fokus dikarenakan jam mengajar yang padat. Ay Gambar 5 Kegiatan Tadarus al Qur'an. BTQ, dan Shalat Dhuha SDN Karangtengah Prandon 2 menerapkan profil pelajar Pancasila berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas IV. Pada 21 Mei 2024, peneliti mewawancarai tiga siswa kelas IV selain kepala sekolah dan guru kelas IV. Dari wawancara yang dilakukan, peneliti memperoleh informasi sebagai AuSaya, kurang tau profil pelajar Pancasila, tapi jika profil pelajar Pancasila berhubungan dengan karakter, di SDN Karangtengah Prandon berhubungan dengan agama. Berupa pembiasaan pagi solat duha dan pembacaan asmaul husna, hafalan Ay GA siswa kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2: AuBeriman. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, diterapkan dengan Margareta Evika M: Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Siswa Setelah mewawancarai kepala sekolah, peneliti melakukan verifikasi informasi dengan guru kelas IV: AuTentu saja ada diantaranya pendidik maupun siswa mengalami kejenuhan, padatnya waktu di sekolah pencermatan dan fokus guru berkurang dalam menerangkan Ay kendala yang dialami guru SDN Karangtengah Prandon 2 diantaranya dengan menggunakan media pembelajaran interaktif dan membuat jam khusus untuk mencegah kejenuhan. Kepala Sekolah SDN Karangtengah Prandon 2 memberikan pandangan mengenai usaha para guru dalam kebijakan lima hari sekolah. Fokusnya adalah pada upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia pada siswa kelas IV. AuUntuk kebijakan lima hari sekolah saya menganjurkan wali kelas berupa LCD proyektor, sound system, dan laptop jika dirasa siswa Serta mengalihkan jam mata Pelajaran menjadi P5 dan di hari Jum`at diadakan jalan sehat selama 2 minggu sekali. Ay Selain mewawancarai kepala sekolah dan guru kelas IV, peneliti juga melakukan wawancara dengan tiga siswa kelas IV pada 21 Mei 2024. Dari wawancara yang dilakukan dengan NC, peneliti memperoleh informasi sebagai berikut: AuTeman teman kalau siang sudah mulai ramai sendiri dan selama di sekolah rasanya sangat lama. Ay GA siswa kelas IV saat diwawancarai AuTeman teman bicara sendiri saat guru menenrangkan materi dan guru menerangkan materi. Ay H siswa kelas IV saat diwawancarai AuTeman teman saat menjelang jam kepulangan sudah tidak bisa kondusif dan terkadang fokus guru dalam menerangkan materi berkurang. Ay Gambar 6 Jalan Sehat SDN karangtengah Prandon 2 Menurut data yang dikumpulkan dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, guru di SDN Karangtengah Prandon 2 menghadapi masalah dalam mengajarkan siswa beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia. Faktorfaktor tersebut termasuk siswa yang jenuh, jadwal sekolah yang padat, dan kurangnya perhatian guru. Setelah melakukan wawancara dengan kepala sekolah, peneliti kemudian mengonfirmasi informasi tersebut dengan guru kelas IV: AuSaya biasanya memanfaatkan penggunaan media untuk mencegah kejenuhan dan membuat jam khusus untuk mencegah kejenuhan berupa P5 dan biasanya hari Jum`at ada jalan sehat. Ay Solusi yang Dilakukan untuk Mengatasi Kendala Pelaksanaan Kebijakan Lima Hari Sekolah Berdasarkan observasi, wawancara peneliti sudah ada solusi dari beberapa Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 01 Tahun 2024, 15 - 31 Berakhlak Mulia di SDN Karangtengah Prandon 2, khususnya di kelas IV sudah dapat tertangani. Temuan Penelitian Setelah melakukan penelitian dengan wawancara, dan dokumentasi, peneliti menemukan bahwa siswa kelas IV di SDN Karangtengah Prandon 2 memiliki karakter yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Hasilnya adalah sebagai berikut. Tabel 1 Hasil Temuan Penelitian Gambar 7 Pembelajaran Menggunakan Proyektor Gambar 8 Hasil Kerajinan P5 Selain mewawancarai kepala sekolah dan guru kelas IV, peneliti juga mewawancarai tiga siswa kelas IV pada 21 Mei 2024. Berdasarkan temuan wawancara dengan NC, peneliti menemukan informasi AuGuru Proyektor materi pembelajaran dan juga diakhir Pelajaran guru mengajak seluruh siswa untuk membuat Atau bisanya disebut P5. Ay GA siswa kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2: AuGuru menggunakan media digital untuk menerangkan materi dan juga membuat hasil karya P5. Hari jum`at ada jalan sehat. Ay H siswa kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2: AuGuru di jam Pelajaran terakhir biasanya melakukan P5 dan menerangkan P5 melalui Proyektor. Ay Berdasarkan observasi, wawancara dan penanaman karakter beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Fokus Temuan Penelitian Pelaksanaan Peraturan Kebijakan Menteri Lima Hari Pendidikan Sekolah untuk Menumbuhkan Kebudayaan Karakter Republik Beriman. Indonesia No. Bertaqwa, dan 23 Tahun 2017 Berakhlak Pasal 2 Ayat 1 Mulia di Kelas IV SDN bahwa "Hari Karangtengah Sekolah Prandon 2. selama 8 jam per hari atau total 40 jam dalam lima hari dalam satu Kebijakan lima hari sekolah Penggunaan modul ajar. Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pelaksanaan Salah Satu Dimensi Profil Pelajar Margareta Evika M: Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Siswa Pancasila (Beriman. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Es. Kendala yang dialami guru lima hari sekolah dalam Karakter Beriman Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia di kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 Solusi yang dilakukan guru Pelaksanaan kebijakan Lima Hari Sekolah Dalam Menanamkan Karakter Beriman Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia di kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 Di kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2, ada masalah yang dihadapi oleh guru selama kebiajakan lima hari sekolah bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Di antara masalah tersebut adalah bahwa guru dan siswa kejenuhan, dan waktu yang dihabiskan di sekolah menjadi lebih sedikit. Fokus dan pencerahan guru Metode yang digunakan guru di kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 untuk tantangan dalam kebijakan Lima Hari Sekolah Dalam Menanamkan Karakter Beriman Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia adalah sebagai berikut: Menggunakan media untuk Membuat waktu khusus untuk Pembahasan Pelaksanaan Kebijakan Lima Hari Sekolah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbu. Nomor 23 Tahun 2017 menetapkan kebijakan ini. Kebijakan ini tidak berarti bahwa siswa harus belajar terus menerus di kelas. sebaliknya, itu melibatkan berbagai aktivitas belajar yang dilakukan dengan bimbingan dan pembinaan guru. Tujuan kebijakan ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menguatkan Pelaksanaan lima hari sekolah di kelas IV SDN Karangtengah Prandon 2 dimulai sejak 2 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2022. Dengan penerapan kebijakan ini, siswa akan memiliki waktu yang cukup di hari sabtu dan minggu untuk membangun karakter mereka dengan berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan keluarga. Hasil penelitian mengenai pelaksanaan kebijakan lima hari sekolah di SDN Karangtengah Prandon 2 menjelaskan bahwa sekolah ini telah mengadopsi Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 01 Tahun 2024, 15 - 31 sepenuhnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 23 Tahun 2017. Berdasarkan observasi, ditemukan bahwa kegiatan belajar mengajar dilaksanakan selama 8 jam sehari selama lima hari dalam seminggu, yang totalnya mencapai 40 jam pembelajaran per minggu. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah untuk mengikuti peraturan pemerintah yang Selain hasil observasi, hasil temuan penelitian ini juga didapatkan dari hasil wawancara dengan guru kelas IV yang penyesuaian jadwal untuk kelas yang lebih rendah, yaitu kelas I-i yang hanya memiliki 7 jam pembelajaran per hari. Namun, kelas IV hingga VI tetap menjalankan 8 jam pembelajaran sesuai Hasil wawancara dengan siswa kelas IV juga mendukung temuan bahwa jam belajar berlangsung dari pukul 07. 00 setiap hari Senin hingga Jumat. Oleh karena itu. SDN Karangtengah Prandon 2 telah menjalankan kebijakan lima hari sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan adaptasi yang bijaksana untuk memenuhi kebutuhan perkembangan siswa di berbagai tingkatan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Susanto, 2. yang menjelaskan bahwa kebijakan sekolah lima hari diharapkan dapat memperbaiki moral di sekolah Indonesia dan menangani masalah global. Namun, kebijakan ini juga memiliki dampak negatif hilangnya madrasah diniyah . , yang merupakan bagian penting dari pendidikan Orang tua juga khawatir tentang konsekuensi kebijakan ini, terutama karena siswa dapat mengalami kelelahan fisik dan mental sebagai akibat dari kelelahan di sekolah dan kebutuhan konsentrasi yang tinggi selama kelas, yang diperparah oleh kekurangan daya tahan tubuh anak. SDN Karangtengah Prandon 2 telah berhasil menciptakan suasana belajar yang mendukung penuh tercapainya tujuan kebijakan lima hari sekolah. Sekolah ini berfokus pada pengembangan generasi berkualitas melalui proses pembelajaran yang melibatkan aktif seluruh komponen Dengan menerapkan jam belajar yang sesuai peraturan, sekolah memungkinkan siswa untuk memiliki waktu lebih untuk belajar dan berinteraksi dengan keluarga serta komunitas di luar jam sekolah. Metode ini sejalan dengan ide Ki Hajar Dewantara tentang "tri pusat pendidikan", di mana pendidikan di sekolah, rumah, dan masyarakat bekerja sama untuk mendukung perkembangan Dengan SDN Karangtengah Prandon 2 tidak hanya mematuhi peraturan pemerintah, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan jangka panjang dalam membentuk generasi yang unggul dan berdaya saing. Kendala yang Dialami Guru dalam Pelaksanaan Kebiajakan Lima Hari Sekolah Pelaksanaan kebijakan lima hari sekolah menghadirkan beberapa kendala menyesuaikan diri dengan jadwal dan tuntutan baru. Salah satu kendala utama adalah beban kerja yang meningkat. Dengan durasi pembelajaran yang lebih panjang setiap harinya, guru dituntut untuk menjaga energi dan fokus mereka lebih Hal ini dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental, yang dapat memengaruhi kualitas pendidikan. Selain itu, persiapan Margareta Evika M: Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Siswa materi pembelajaran menjadi lebih kompleks dan memakan waktu lebih lama, karena guru harus memastikan bahwa materi yang disampaikan tetap menarik dan efektif dalam rentang waktu yang lebih Tantangan ini semakin diperburuk oleh kurangnya dukungan dan pelatihan yang memadai bagi guru untuk menyesuaikan diri dengan perubahan jadwal ini. Penyesuaian terhadap dinamika dan kebutuhan siswa juga merupakan masalah. Siswa mungkin lelah dan tidak fokus karena waktu belajar yang lebih lama. Guru harus lebih kreatif dalam mengelola kelas dan mempertahankan perhatian siswa. Hal ini menambah beban bagi guru untuk terus mencari metode pengajaran yang inovatif dan interaktif. Selain itu, guru juga harus menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan kegiatan ekstrakurikuler dan administrasi sekolah, yang harus diintegrasikan ke dalam jadwal yang sudah padat. Semua hambatan ini menunjukkan bahwa pemerintah dan lembaga pendidikan harus membantu memberikan pelatihan, sumber daya, dan waktu bagi guru untuk beradaptasi dengan kebijakan lima hari sekolah dengan sukses. Hasil penelitian di SDN Karangtengah Prandon 2 menunjukkan adanya kendala signifikan dalam pelaksanaan kebijakan lima hari sekolah, khususnya dalam upaya penanaman karakter beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia pada siswa kelas IV. Kendala utama yang teridentifikasi adalah kejenuhan siswa yang mulai terasa sekitar Pada waktu ini, siswa terlihat pasif dan mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan serta kebosanan. Observasi ini diperkuat oleh pernyataan kepala sekolah yang mengakui bahwa siswa dan guru sama-sama mengalami penurunan fokus dan semangat mengajar setelah jam Guru mengakui bahwa padatnya jadwal mengajar dan panjangnya durasi berada di sekolah menyebabkan mereka kesulitan untuk tetap fokus dan efektif dalam menyampaikan materi. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kualitas menanamkan nilai-nilai karakter yang Guru merasa kesulitan untuk mempertahankan antusiasme dan perhatian siswa, yang semakin menurun seiring berjalannya hari sekolah. Kemudian, siswa mengungkapkan bahwa banyak di antara mereka merasa waktu di sekolah terasa sangat lama dan Siswa mengamati bahwa teman-temannya sering berbicara sendiri dan tidak kondusif menjelang jam pulang sekolah, yang menandakan bahwa perhatian mereka sudah mulai terpecah. Kondisi ini diperburuk dengan fakta bahwa guru juga mengalami kelelahan, yang berakibat pada menurunnya kualitas penyampaian materi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Ningsih & Hidayat, 2. yang menjelaskan bahwa dipengaruhi oleh sekolah penuh hari dengan efek positif dan negatif. Karena intensitas hubungan yang lebih tinggi, yang membantu meningkatkan keterampilan sosial siswa dalam lingkungan sekolah, siswa lebih mudah bersosialisasi dengan teman dan guru. Namun, dampak negatifnya adalah siswa tidak memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat di sekitar mereka, yang dapat mengurangi peluang mereka untuk membangun hubungan sosial yang sehat di luar lingkungan sekolah. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 01 Tahun 2024, 15 - 31 Kebijakan lima hari sekolah yang diterapkan di SDN Karangtengah Prandon 2 memiliki dampak yang beragam, baik positif maupun negatif. Dampak positif dari kebijakan ini termasuk peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dan peluang pengembangan diri yang lebih besar bagi siswa. Dengan lebih banyak waktu yang dihabiskan di sekolah, siswa memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berinteraksi dengan pendidik dan teman-teman meningkatkan pengalaman belajar mereka. Selain itu, pengawasan terhadap murid menjadi lebih intensif, memungkinkan guru untuk lebih mengenali kebutuhan dan potensi masing-masing siswa serta memberikan bimbingan yang lebih tepat. Namun, penelitian menunjukkan bahwa dampak negatif dari kebijakan lima hari sekolah ini cukup signifikan, terutama terkait dengan beban kerja dan kesehatan mental guru. Guru mengalami peningkatan stres dan kelelahan akibat jadwal yang padat dan waktu mengajar yang panjang. Penurunan fokus dan semangat mengajar yang dialami guru setelah jam 13. menunjukkan risiko terhadap kesehatan mental mereka, seperti potensi mengalami Kejenuhan yang dirasakan baik oleh guru maupun siswa menunjukkan penyesuaian untuk mengurangi beban dan menjaga kesejahteraan semua pihak yang dan masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, guru memiliki peran penting dalam menciptakan solusi yang efektif. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Guru dapat memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran untuk membuat suasana kelas lebih menarik dan tidak monoton. Dengan demikian, siswa dapat tetap fokus dan termotivasi meskipun menjalani waktu belajar yang lebih panjang. Selain itu, integrasi kegiatan ekstrakurikuler dalam jadwal harian juga dapat membantu mengurangi kejenuhan siswa, memberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak dari kegiatan akademik, serta mengembangkan bakat dan minat mereka. Dengan mengadakan pertemuan rutin atau diskusi kelompok, guru dapat mendengarkan masukan dan keluhan dari orang tua serta memberikan penjelasan mengenai manfaat dan tujuan dari kebijakan lima hari sekolah. Langkah ini penting untuk membangun dukungan dan pengertian bersama, sehingga orang tua lebih kooperatif dalam anak-anak menyesuaikan diri dengan kebijakan baru. Hasil penelitian yang telah dilakukan di SDN Karangtengah Prandon 2 kebijakan lima hari sekolah menghadapi beberapa kendala, namun para guru berhasil mengatasinya dengan berbagai solusi kreatif. Observasi dan wawancara mengungkapkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif, seperti LCD proyektor, sound system, dan laptop, efektif dalam mencegah kejenuhan siswa. Selain itu, guru juga mengalokasikan waktu Program Penguatan Pendidikan Karakter (P. dan mengadakan kegiatan jalan sehat setiap dua minggu Solusi yang Dilakukan Guru untuk Mengatasi Kendala Pelaksanaan Kebijakan Lima Hari Sekolah Kebijakan lima hari sekolah yang diterapkan di beberapa daerah sering kali menghadapi berbagai kendala, seperti kelelahan siswa, keterbatasan sarana prasarana, serta resistensi dari orang tua Margareta Evika M: Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Siswa sekali pada hari Jumat. Pendekatan ini tidak hanya membantu menjaga konsentrasi siswa tetapi juga meningkatkan minat belajar mereka. Dari wawancara dengan kepala sekolah dan guru kelas IV, terungkap bahwa penggunaan fasilitas sekolah secara optimal dan pengalihan jam mata pelajaran ke kegiatan P5 merupakan strategi yang telah terbukti efektif. Kegiatan seperti membuat kerajinan tangan dan materi pembelajaran yang disampaikan melalui proyektor memberi variasi dalam metode pengajaran, sehingga siswa tetap antusias dan terlibat. Kebijakan ini juga didukung oleh aktivitas fisik seperti jalan sehat yang menambah elemen rekreasi sekaligus mendukung kesehatan fisik dan mental siswa. Hasil lain juga menunjukan bahwa metode-metode menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif. Siswa mengapresiasi penggunaan media digital dan kegiatan kreatif seperti P5, yang tidak hanya mengurangi kejenuhan tetapi juga memperkuat karakter mereka dalam aspek iman, taqwa, dan akhlak mulia. Secara keseluruhan, upaya yang dilakukan guruguru di SDN Karangtengah Prandon 2 menunjukkan hasil yang positif dalam penanaman karakter dan peningkatan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan lima hari sekolah dapat teratasi dengan baik. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Amelia & Ramadan, 2. yang mana pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa sekolah telah menerapkan pendidikan karakter dalam budaya mereka dengan menekankan lima nilai utama: religius, integritas, mandiri, gotong royong, dan nasionalisme. Nilainilai ini diterapkan dalam berbagai kegiatan di sekolah, baik sebelum, selama, maupun setelah kelas. Meskipun demikian, pelaksanaan pendidikan karakter ini menghadapi beberapa hambatan, termasuk tantangan dari guru, sekolah, dan siswa. Untuk mengatasi hambatan tersebut dan mencapai tujuan pendidikan karakter yang meningkatkan kualitas guru dan institusi melalui berbagai pelatihan khusus. Salah satu strategi utama yang digunakan adalah penggunaan media penggunaan perangkat teknologi, yang membantu menjaga minat dan konsentrasi siswa selama proses pembelajaran. Dengan memanfaatkan teknologi, guru dapat menyajikan materi pembelajaran secara lebih menarik dan dinamis, sehingga siswa lebih terlibat dalam proses belajar dan memiliki pengalaman yang lebih positif. Selanjutnya, pengalihan jam mata pelajaran menjadi Program Penguatan Pendidikan Karakter (P. serta kegiatan jalan sehat yang diadakan secara berkala memberikan variasi dalam rutinitas sekolah dan membantu mengurangi kejenuhan siswa. Tujuan program P5 adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang sifat yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Program ini juga memberi mereka keterampilan kreatif dan sosial mereka. Dengan demikian, solusi yang diterapkan oleh guru di SDN Karangtengah Prandon 2 tidak hanya memungkinkan pelaksanaan kebijakan lima hari sekolah tanpa risiko yang signifikan bagi siswa, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter mereka. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 01 Tahun 2024, 15 - 31 ditiru untuk guru yang membutuhkan dengan adanya pelaksanaan kebijakan lima hari sekolah dan keyakinan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi Siswa Diharapkan siswa memilik semangat yang tinggi dan lebih fokus lagi dalam melaksanakan lima hari sekolah. Bagi peneliti Diharapkan penelitian ini akan berfungsi sebagai referensi dan menambah pengetahuan tentang pelaksanaan lima hari sekolah serta menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. PENUTUP Simpulan Kebijakan lima hari sekolah sering menghadapi kendala seperti kelelahan siswa, keterbatasan sarana prasarana, serta resistensi dari orang tua dan masyarakat. Guru berperan penting dalam mengatasi hal ini dengan mengatur kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan memanfaatkan teknologi digital. Hal ini membantu siswa tetap fokus dan termotivasi meskipun waktu belajar lebih Selain itu, integrasi kegiatan ekstrakurikuler dan Program Penguatan Pendidikan Karakter (P. dalam jadwal harian dapat mengurangi kejenuhan siswa serta mengembangkan bakat dan minat Hasil penelitian di SDN Karangtengah Prandon penggunaan media pembelajaran interaktif, seperti proyektor dan laptop, efektif dalam mencegah kejenuhan siswa. Guru juga mengalokasikan waktu khusus untuk kegiatan seperti membuat kerajinan tangan dan jalan sehat. Metode ini menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif, serta mendukung kesehatan fisik dan mental siswa. Pendekatan kreatif ini berhasil mengatasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan lima hari sekolah dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta pembentukan karakter Saran Peneliti harus melibatkan pihak-pihak berikut dalam penelitian mereka dan memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan: Bagi guru Diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran program yang dapat DAFTAR PUSTAKA Afandi. Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori. Konsep dan Indikato. Zanafa Publishing. Ahyar. Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. CV. Pustaka Ilmu Group. Artini. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Umkmdi Kabupaten Tabanan. Ganec Swara, 13. , 71Ae77. Astuti. Implementasi Kebijakan Lima Hari Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Siswa SMK Negeri 1 Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga. Nisa. Analisis Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik Kelas 3 Madinah Sdi Azhar Bintaro (Bachelor's thesis. Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Syarif Hidayatulla. Aswad. , & E. Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi oleh Ibu-Ibu di Kelurahan Tamansari Kota Bandung. Jurnal Integrasi Kesehatan Dan Sains, 1. , 107Ae113. Margareta Evika M: Kebijakan Lima Hari Sekolah dalam Menanamkan Karakter Siswa Clara. , & Wardani. Sosiologi Keluarga. UNJ Press. Subroto. Evaluasi Penyelenggaraan Lima Hari Sekolah. Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 7. , 13Ae Herwani. Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembentukan pendidikan karakter bagi siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), 9. , 112Ae126. Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Kemendikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa. Kemendikbud. Dimensi. Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Badan Standar. Kurikulum dan Asesmen Pendidikan. Suleman. , & Luneto. Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Limboto. PEKERTI: Jurnal Pendidikan Islam & Budi Pekerti, 5. , 13Ae22. Kemendikbud. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. Susanto. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Prenadamedia Group. Suwandi, . Tantangan Mewujudkan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang Efektif di Era Revolusi Industri 4. Jurnal Universitas Sebelas Maret, 1. , 1Ae20. Mufid. Upaya Guru Dalam Pembentukan Karakter Beriman Bertaqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia. Siswa Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha Di MI Hidayatul Ulum Ringinrejo Kediri. IAIN Kediri. Susanto. Eri. Analisis Dampak Kebijakan Pembelajaran Lima Hari Sekolah Pada Pendidikan Dasar. Jurnal Pendidikan: SEROJA. Vol. No. 4: 324-329. Mulyasa. Implementasi Kurikulum Merdeka. Bumi Aksara. Musbikin. Pendidikan Karakter Disiplin. Perpustakaan Nasional RI: Nusa Media. Ningsih. Taufik Hidayat. Dampak Pelaksanaan Full day school Terhadap Perkembangan Sosial Anak Sekolah Dasar. JURNAL BASICEDU. Vol. 6 No. 3: 4582-4590. Prasetyo, . Memahami Masyarakat dan Perspektifnya. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1. , 163Ae175. Amelia. Mitha. Zaka H. Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Budaya Sekolah di Sekolah Dasar. JURNAL BASICEDU. Vol. No. 6: 5548-5555. Rindang. , & Sujarwo. Implementasi Kebijakan Lima Hari Sekolah Sebagai Sarana