Eko Agung Syaputra, et al COMPACT: SPATIAL DEVELOPMENT JOURNAL P-ISSN: 2963-1122 | E-ISSN: 2961-8797 | Volume: 02 | Nomor: 01 | Tahun 2023 Efektivitas Visualisasi 3D dan Augmentend Reality Bagi Optimalisasi Media Informasi dan Promosi Mebel Kayu Jepara di Pasar Online Eko Agung Syaputra1,*. Widya Sartika2. Olivia Febrianti Ngabito3 Desain Komunikasi Visual. Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan Desain Komunikasi Visual. Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan Desain Komunikasi Visual. Institut Teknologi Kalimantan. Balikpapan *Corresponding author: eko. agung@lecturer. Diterima 01 Agustus 2. Disetujui 15 Maret 2023 | Diterbitkan 28 April 2023 - Dipresentasekan Pada Seminar Compact 19/10/2022 Abstrak Jepara merupakan salah satu sentra industri mebel kayu Indonesia yang telah dikenal hingga mancanegara. Industri mebel kayu Jepara terus berkembang dari waktu ke waktu dan memiliki peranan penting dalam perekonomian daerah. Semakin berkembangnya produk mebel di tanah air, baik yanglokal maupun impor, mengakibatkan industri mebel Jepara dituntut untuk mampu bersaing dalam persaingan global yang tidak Menurut hasil survey, suatu produk mebel dipilih oleh konsumen berdasarkan pengamatan atas beberapa hal, yaitu kualitas bahan, ukuran, bentuk, warna, dan kesesuaian mebel dengan ruangan calon Namun, proses pengamatan tersebut masih terbatas ketika membeli mebel kayu di pasar online, karena mayoritas masih menampilkan produk dalam bentuk 2D saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas visualisasi 3D dan Augmented Reality (AR) untuk optimalisasi media informasi dan promosi produk mebel kayu Jepara di pasar online. Penelitian ini membandingkan evaluasi efektivitas AR dan visual 3D dengan visual 2D, terhadap kepercayaan pelanggan untuk membeli produk mebel serta kepuasan pelanggan terhadap produk yang telah dibeli. Visualisasi 3D dengan QR Code yang dipindai oleh kamera smartphone digunakan untuk melihat produk mebel secara detail dari berbagai sisi, yaitu detail bahan, bentuk, warna, sambungan, dsb. Sedangkan teknologi AR digunakan untuk melihat visual 3D mebel ke dalam ruangan dunia nyata sehingga calon pembeli memperoleh pengalaman simulasi penempatan produk mebel di lokasi yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggan memiliki tingkat kepercayaan 3 kali lebih tinggi untuk membeli produk yang divisualisasikan menggunakan AR dibandingkan produk yang hanya menggunakan visual 2D. Selain itu. AR dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang detail produk mebel yang ditampilkan. Sehingga disimpulkan bahwa penggunaan visual 3D melalui AR mampu mengatasi banyak keterbatasan dalam membeli mebel di pasar online. Penelitian ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pembangunan ekonomi nasional melalui optimalisasi produk daerah yang berdaya saing global. Selain itu, implementasi penelitian ini dapat diadopsi oleh produk daerah lain. Kata-kunci : Augmented Reality. Jepara. Mebel Kayu. Pasar Online. Visualisasi 3D Compact: Spatial Development Journal. Vol. No. 01, 2023 Eko Agung Syaputra, et al The Effectiveness Of 3D Visualization and AugmentedReality For Information Media Optimization and Promotion Of Jepara Wood Furniture In The Online Market Abstract Jepara is one of the centers of wood furniture industry in Indonesia and internationally famous. JeparaAos wood furniture industry has grown over time and has an important role in the regional's economy. Jepara's wood furniture industry is also required to be able to compete in the global competition. Before deciding to buy wooden furniture products, consumers need a direct experience to see the material, size, shape, color, and the suitability of the furniture with the room. However, this experience still cannot be fulfilled when buying wooden furniture in the online marketplace, mostly just displaying products by 2D form. This research aims to determine the effectiveness of 3D visualization andAugmented Reality (AR) for optimization of information media and promotion of JeparaAos wood furniture products in the online Marketplace. This study has compared the evaluation of AR and 2D visualization effectiveness on customerAos confidence to buy furniture products and customer satisfaction of the products that have been purchased. The products implementation using 3D visualization with QR Code scanned by smartphone camera. Customers can see product objects in detail from all sides, and perceive3D visuals of furniture into the real world by AR technology. The results show that customers have 3 times higher confidence level to buy products that are visualized using AR than products that use 2D visuals only. Furthermore, it has been found that AR can provide a better understanding of the shape, size, color and details of the displayed furniture products. Finally, it was concluded that using 3D visuals through AR was able to solve many limitations of buying furniture in the online marketplace. This research can be a solution to improve national economic development through optimizing regional products with global competitiveness. Moreover, the implementation of this research can be adopted by another regionsAos Keywords : Augmented Reality. Jepara. Wood Furniture. Online Marketplace, 3D Visualization Compact: Spatial Development Journal. Vol. No. 01, 2023 Eko Agung Syaputra, et al Pendahuluan Belanja online di marketplace telah menjadi salah satu budaya baru untuk membeli beberapa produk. marketplace, kita tidak hanya bisa membeli beberapa pakaian, kosmetik, gadget, tetapi kita juga bisa membeli perabot rumah tangga. Toko mebel online adalah pilihan terbaik untuk menghemat tenaga dan waktu. Selain itu, berbelanja mebel secara online juga dapat memudahkan produsen dan penjual untuk memperluas jangkauan pasar (Alvian & Prabawani, 2. Namun saat ini berbelanja mebel secara online memiliki resiko yang tinggi karena keterbatasan informasi mengenai detail produk dan kesesuaian dengan ruangan pelanggan (European Commission. Directorate General for Justice and Consumers. et al. , 2. Berdasarkan penelitian AuChanging Consumer ProsperityAy Nielsen tentang pembelian produk premium. Nielsen menemukan bahwa jumlah pelanggan produk lokal Indonesia di marketplace adalah 58%. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah: kualitas premium 56%. kinerja 51%. desain 43%. pengalaman 42%. dan merek 42%. Faktor lain yang paling berpengaruh untuk produk baru adalah rekomendasi dari pelanggan lain 46% (Nielsen. Namun mebel merupakan salah satu produk yang membutuhkan pengalaman langsung untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan pelanggan (Nielsen, 2. , sehingga rekomendasi pelanggan lain saja tidak Sebelum pelanggan memutuskan untuk membeli mebel, mereka membutuhkan pengalaman langsung untuk melihat bahan produk, ukuran,kenyamanan, dan kesesuaian dengan kamar pelanggan. Namun pengalaman tersebut tidak dapat dipenuhi ketika berbelanja mebel secara online di marketplace, karena di marketplace kebanyakan hanyamenampilkan produk dalam visualisasi 2D (Lakshmi, 2. Media informasi dan promosi dengan teknologi visualisasi 3D dan Augmented Reality akan lebih menarik dan inovatif, sehingga dapat menghasilkan Komunikasi WOM (Word of Mout. yang akan mendorong pelanggan untuk memberikan review terbaik dan merekomendasikan produk kepada rekan-rekannya. Teknologi ini akan lebih banyak mengeluarkan biayapromosi, tetapi akan memberikan pengalaman khusus saat berbelanja, dan meningkatkan nilai produk (Mandasari. , & Wardana. , 2. Jepara merupakan salah satu pusat industri mebel kayu Indonesia dan terkenal di dunia. Industri mebel kayu Jepara berkembang dari waktu ke waktu dan memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Dan kini, mereka dituntut untuk mampu bersaing dalam persaingan global (Hamid, 2. Berdasarkan hasil survei, suatu mebel dipilih oleh pelanggan berdasarkan pengamatan tentang: kualitas bahan, ukuran, desain, warna, dan kesesuaian dengan ruangan pelanggan (Hananto. et al. , 2. Namun proses pengamatan terbatas saat berbelanja mebel secara online, karena sebagian besar online marketplace hanya menampilkan produk dengan visualisasi 2D (Maulana, 2. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang visualisasi 3D dan Augmented Reality (AR) sebagai optimalisasi media informasi dan promosi mebel kayu Jepara di pasar online. Selain itu, dengan detail representasi produk dan visual interaktif yang diberikan, diharapkan mampu beimplikasi pada peningkatan penjualan perusahaan industri dan secara otomatis laba perusahaan industri akan meningkat, serta akan berdampak pula pada peningkatan ekomoni wilayah (Surahman. et al. , 2. Implementasi produk ini menggunakan visualisasi 3D dengan scan QR code oleh smartphone karena lebih mudah dan mobile (BPS, 2017 ) . Penelitian ini difokuskan pada produk mebel kayu dengan desain modern, karena memungkinkan dibuat untuk visualisasi 3D. Sedangkan mebel gaya desain tradisional dengan ukiran membutuhkan metode yang berbeda menggunakan pemindai 3D (Eddy Supriyatna Marizar et al 2. Berikut ini adalah perbedaan aspekantara mebel kayu modern dan mebel kayu tradisional: Tabel 1. Komparasi Gaya Desain Modern dan Tradisional Gaya Modern Dirancang Bentuk mengikuti fungsi Desain sederhana dan praktis Desain kebutuhan pasar desainaer professional Gaya Tradisional Dirancang oleh seniman dan Desain eksklusif Dilengkapi ukuran/dekorasi Desain kehendak raja/bangsawan Sumber: Marizar, 2019 Metode Metode pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam tiga taha-pan utama. pra pelaksanaan. pasca pelaksanaan. Tiga tahapan tersebut dilakukan dengan menggunakan design sprint untuk membuat solusi Compact: Spatial Development Journal. Vol. No. 01, 2023 Eko Agung Syaputra, et al yang efektif dan sesuai dengan target pengguna (Kowitz. B, et al. , 2. Sedangkan dalam teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode purposive sampling yang diuji secara langsung kepada calon user. Populasi dalam penelitian ini adalah calon pembeli mebel kayu Jepara dengan gaya dekorasi rumah modern. Gambar 1. Roadmap Aktivitas Penelitian Tahapan Pertama: Understanding Tahapan pertama design sprint merupakan tahapan sinkronisasi persepsi tentang pengembangan produk Pada tahapan ini akan mengumpulkan beberapa data untuk studi literatur, observasi, dan wawancara Studi literatur, sumber referensi diperoleh dengan mengetahui hasil peneltian yang telah dilakukan peneliti sebelumnya. Sumber literatur yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku, artikel jurnal ilmiah tesis, lembaga pemerintah, lembaga akademisi, yayasan, dan situs komersial. Observasi, akan dilakukan secara partisipatif, dimana penulis mengamati aktivitas online marketplace produk mebel kayu Jepara. Wawancara terstruktur, akan dilakukan untuk mendapatkan beberapa data secara kuantitatif yang melibatkan seluruh proses industri mebel kayu. Tahapan ini bertujuan untuk mendapatkan banyak ide sebagai alternatif inovasi, dan strategi pemasaran serta branding terbaik. Tahapan kedua: Diverge Tahapan kedua memuat pengumpulan ide malalui sketsa untuk memberikan pemahaman bagi produsen tentang implementasi ide tersebut. Proses ini menggunakan sticky notes yang ditempel pada papan ide. Tahapan ketiga: Decide Tahapan selanjutnya adalah tim peneliti dan produsen akan berdiskusi untuk menentukan desainterbaik yang akan dikembangkan untuk membuat skema tahapan terbaik yang akan dikembangkan untuk membuat visualisasi 3 dimensi dan Augmented Reality. Tahapan keempat: Prototyping Pembuatan prototype dengan visualisasi 3 Dimensi. Tim peneliti membuat tester produk sederhana untuk produk demonstrasi pada tahap selanjutnya. Compact: Spatial Development Journal. Vol. No. 01, 2023 Eko Agung Syaputra, et al Gambar 2. Proses Visualisasi 3D dan Rendering Prototype dibuat berdasarkan storyboard/desain servis yang selah direncanakan sebelumnya. Implementasi pebuatan Augmented Reality adalah dilakukan dalam 4 tahapan diantaranya. Membuat database gambar, warna, tekstur, dan ukuran mebel untuk sampel penelitian. Membuat material visualisai dan rendering 3D menggunakan 3D Sketchup. Mengunggah hasil visualisasi 3 dimensi ke platform 3D warehouse. Memindai QR code pada 3 warehouse menggunakan google lens pada smartphone dan objek 3 dimensi siap diterapkan ke ruangan yang diinginkan. Tahapan Kelima: Validate Tahapan terakhir adalah memberikan kuesioner kepada calon pelanggan untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka tentang informasi produk mebel kayu yang diterapkan dengan visualisasi 3 dimensi dan Augmented Reality. Gambar 3. Percobaan Fitur Augmented Reality Hasil dan Pembahasan Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh Augmented Reality untuk pengoptimalan informasi dan media promosi mebel kayu Jepara di pasar online. Peneliti menggunakan visualisasi 3D salah satu mebel kayu Jepara untuk sampel penelitian ini. Pada tahap terakhir prototipe iterasi telah dicoba digunakan oleh beberapa orang dalam sesi validasi. Pengguna target pada langkah pengujian ini memiliki persona yang sesuai dengan rencana produk yang dirangkum dalam tabel di bawah ini: Tabel 2. Pernyataan untuk Uji Penggunaan oleh Koresponden Pernyataan Visualisasi produk secara 3D dapat ditampilkan dengan baik Tampilan halaman di browser tetap lancer saat model 3D ditampilkan Visual 3D dapat dicermati sesuai cara navigasi yang disediakan Visual 3D nampak proporsional dan wajar Visual 3D lebih memberikan gambaran pada produk mebel yang Visual Produk yang dilihat secara 3D terlihat mewakili mebel aslinya Visual 3D memiliki ukuran sesuai dengan produk aslinya Visual 3D memiliki warna sesuai dengan produk aslinya Visual 3D memiliki tekstur sesuai dengan produk aslinya Compact: Spatial Development Journal. Vol. No. 01, 2023 Eko Agung Syaputra, et al Pernyataan Produk dengan visual 3D lebih meyakinkan dibandingkan visual 2D Koresponden ini diminta untuk memberikan jawaban sesuai pilihan yang disediakan, yaitu Ausangat tidak setujuAy. Autidak setujuAy. Autidak tahuAy. AusetujuAy. Ausangat setujuAy. Skor untuk stiap koresponden tersebur secara berurutan yaitu mulai dari terendah 1 sampai dengan 5 sebagai skor koresponden tertinggi. Tabel 3. Hasil Pernyataan untuk Uji Penggunaan Oleh Koresponden Koresponden Pernyataan Total Total Hasil uji dihitung menggunakan skala linkert. Jumlah skor 1. 632 dengan keseluruhan tester sejumlah 35 orang dan terdapat 10 pertanyaan. Dimisalkan skor terendah adalah AuaAy, jumlah koresponden adalah AukAy, jumlah pernyataan adalah AupAy, serta AumnAy adalah jumlah skor minimal. AumlAy adalah jumah skor maksimal. AumdAy adalah medium. Auk1Ay adalah kuartil a, dan Auk3Ay adalah kuartil 3, maka. =kxpxb = 35 x 10 x 1 = 350 =t p a = 35 x 10 x 5 = 1. Compact: Spatial Development Journal. Vol. No. 01, 2023 Eko Agung Syaputra, et al = . l m. / 2 = . / 2 = 1. = . n m. / 2 = . / 2 = 700 = . l m. / 2 = . / 2 = 1. Hasil dari perhitungan mulai skala digunakan untuk mengetahui posisi jumlah skor. Posisi skor pada skala diperlihatkan dalam Gambar 4. Gambar 4. Posisi Jumlah Skor Uji Fitur dalam Skala Likert Total skor Ausangat setujuAy adalah 1. 632, sehingga disimpulkan bahwa visualisasi 3D dapat membantu pelanggan untuk memberikan representasi terbaik dari produk mebel kayu dan mereka lebih percaya diri untuk memutuskan membeli produk tersebut. Hasil uji prototype dapat digunakan untuk bahan pertimbangan subjek penelitian sebagai upaya untuk mempromosikan produk mebel kayu secara online, untuk mempermudah pengguna fitur, dan untuk membuat mockup produk dalam suatu ruangan. Selain itu pengunjung sebagai penguji juga mengaku sangat mengapresiasi fitur visualisasi 3D dan pengalaman saat menggunakannya. Mereka puas karena visualisasi 3D dapat menampilkan detail produk dari berbagai sisi dan menunjukkan kondisi produk saat diletakkan di dalam ruangan. Hal ini dapat memberikan representasi produk yang lebih lengkap dibandingkan dengan visualisasi 2D pada pengujian ini. Koresponden lebih tertatik menggunakan visualisasi 3D untuk melihat gambar produk. Pada uji lanjut penelitian ini, perbandingan tingkat pemahaman kesesuaian produk ditunjukkan pada Tabel 4. Tabel 4. Gaya Desain Mebel Variabel uji Size details Color details Texture details Represent product Total 2D Visuals 3D Visuals Koresponden diminta untuk memberikan penilaian terhadap produk yang ditampilkan melalui visualisasi 2D dan visualisasi 3D. Variabel yang diuji dalah detail ukuran, detail warna, detail tekstur, dan representasi produk. Skor toral untuk visualisasi 2D adalah 7,9 dan untuk visualisasi 3D adalah 23,7. Disimpulkan bahwa koresponden 3 kali lebih percaya untuk membeli produk yang ditampilkan dengan visulisasi 3D dan Augmented Reality daripada produk yang ditampilkan dengan visualisasi 2D. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian ini, penerapan teknologi visualisasi 3D dan Augmented Reality sebagai media informasi dan promosi produk mebel kayu di pasar online sangat baik untuk diterapkan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh beberapa koresponden terhadap akses ke prototype, skor total adalah Ausangat setujuAy. Kemudian pada uji pemahaman dan uji keyakinan, didapatkan hasil bahwa koresponden 3 kali lebih percaya untuk membeli produk yang ditampilkan dengan visualisasi 3D dan Augmented Reality dibandingkan produk yang ditampilkan dengan visualisasi 2D. Selanjutnya Augmented Reality dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bentuk produk. Ukuranproduk, warna produk, dan detail produk. Kedekatan antara elemen virtual dan ruang fisik merupakan komponen penting dari penelitian ini. Akhirnya disimpulkan bahwa visualisasi 3D dengan fitur Augmented Reality dapat menembus keterbatasan toko mebel online. Hasil dari studi ini diharapkan Compact: Spatial Development Journal. Vol. No. 01, 2023 Eko Agung Syaputra, et al mampu memperluas pengetahuan dan tanggapan calon konsumen terhadap teknologi visual interaktif dan memungkinkan industri menerapkan teknologi ini untuk memasarkan produknya, baik produk mebel maupun produk sejenis yang memiliki karakteristik penyelesianan yang sama. Implikasi Koresponden menunjukan bahwa 3 kali lebih yakin dalam membeli produk yang ditampilkandengan visualisasi 3D dan Augmented Reality dari pada produk yang ditampilkan dengan visualisasi 2D, sehingga hal ini juga dangat beimplikasi pada peningkatan penjualan perusahaan industri dan secara otomatis laba perusahaan industri akan meningkat, serta akan berdampak pula pada peningkatan ekomoni wilayah. Saran Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, dan simpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat diberikan adalah, sebagai berikut. sebaiknya pihak industri, akademisi, pemerintahan saling berkolaborasi dalam mewujudkan ekonomi berbasis digital dengan memanfaatkan visualisasi 3D dan Augmented Reality, dalam menyediakan pelatihan, dan peberdayaan masyarakat untuk mendapatkan sumber daya yang mahir dalam menciptakan visual 3D. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan penelitian ini adalah visualisasi produk secara 3D hanya dilakukan pada mebel gaya modern yang identik dengan minim ornamen. Sedangkan permintaan pasar terhadap mebel kayu dengan gaya tradisional juga tinggi, sehingga kedepannya untuk mendapatkan hasil visualisasi 3D untuk gaya mebel tradisional bisa menggunakan metode scan 3D. Ucapan Terimakasih Terima kasih kepada Institut Teknologi Kalimantan yang telah mendukung penelitian ini Semua konsep desain dan hasil kesimpulan kuesioner yang disajikan dalam makalah ini merupakan bagian dari penelitian yang berjudul AuImplementasi Teknologi Visual Konfigurasi Objek 3D dan Augmented Reality (AR) sebagai Optimalisasi Informasi Media dan Promosi Produk Mebel Kayu di Marketplace (Studi Kasus Produk Mebel Jepar. " Daftar Pustaka/Referensi