ISSN: 2988-2850 Volume 2. Nomor 1, januari 2024 DOI XX-XX Urgensi Psikologi Komunikasi dalam Layanan Konseling Individu Muhammad Faizin . Institut Attanwir Bojonegoro. Indonesia Email: 1 faizinmuhammad94@gmail. Abstract This research focuses on the urgency of communication psychology in individual counseling services implemented by Guidance and Counseling (BK) teachers at MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro with the aim of overcoming problems experienced by students. The main objectives of this service also include understanding the role of teachers in the school environment and collecting data related to certain problems to find solutions to various types of problems in schools. Based on research results, students experience problems, do not complete assignments, are often late, or are not even active in learning activities and prefer tasks that are more enjoyable than those they should be doing. The communication strategy carried out by counselors or guidance counselors is first, changing students' opinions (To Change the Opinio. or providing the transfer of certain points of knowledge so that students are motivated to expand their knowledge, so that in turn, it is hoped that they will consciously change their opinions about something. things that are considered wrong. Second, changing the student's attitude (How to Change the Attitud. or the mental process that leads to a change from opinion to attitude, which will later become real in the form of behavior within a certain period of time. Communication activities at this stage are very important because when attitudes have changed there is also a process to arrive at the realization of behavior. Keyword : Communication Psychology. Individual Counseling Services Abstrak Penelitian ini berfokus tentang urgensi psikologi komunikasi dalam layanan konseling individu yang diterapkan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro dengan tujuan mengatasi permasalahan yang dialami oleh peserta Tujuan utama layanan ini juga mencakup pemahaman peran guru dalam lingkungan sekolah dan pengumpulan data terkait masalah tertentu untuk mencari solusi dari berbagai jenis permasalahan di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, peserta didik mengalami masalah, tidak menyelesaikan tugas, sering terlambat, atau bahkan tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran serta lebih memilih tugas yang lebih menyenangkan dari pada yang seharusnya Strategi komunikasi yang dilakukan oleh konselor atau guru BK adalah pertama, mengubah opini peserta didik (To Change the Opinio. atau memberikan transfer pokok-pokok pengetahuan tertentu agar peserta didik termotivasi untuk memperluas pengetahuannya, sehingga pada gilirannya, diharapkan secara sadar mereka mengubah opininya terhadap sesuatu hal yang dianggap salah. Kedua, mengubah sikap peserta didik (How to Change the Attitud. atau proses mental yang menuju pada perubahan dari opini ke sikap, yang nantinya akan menjadi nyata dalam wujud perilaku dalam rentang waktu tertentu. Kegiatan komunikasi pada tahap ini menjadi sangat penting karena bila sikap sudah berubah di dalamnya sekaligus terjadi proses untuk sampai kepada perwujudan perilaku. Kata Kunci : Psikologi Komunikasi. Layanan Konseling Individu Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Pendahuluan Mengarahkan perkembangan kepribadian manusia ke arah yang benar merupakan suatu tujuan utama pendidikan, karena apabila dikembangkan dengan baik maka manusia dapat menggapai arah hidupnya atau dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan yaitu mengembangkan budi pekerti yang baik pada diri manusia (Faqih, 2. Pendidikan merupakan suatu pandangan yang harus dipusatkan sebagai suatu karya untuk mencapai salah satu tujuan umum, khususnya eksistensi keilmuan negara dan Salah satu penyelenggaraan pendidikan yang diperlukan oleh sekolah adalah pengarahan dan bimbingan. Administrasi yang dapat diberikan oleh guru dan pemandu adalah administrasi pengarahan individu. Bantuan ini diberikan kepada setiap peserta Namun, dalam pengujian di masa depan, pencipta akan fokus pada penggunaan nasihat individu untuk mengalahkan apa yang terjadi pada peserta didik yang tidak tertarik untuk belajar. Dengan mendapat layanaan konseling individual diharapkan peserta didik tidak mengulangi pelanggaran yang dilakukannya. layanan pengarahan individu adalah jenis layanan bimbingan yang diberikan oleh konselor kepada klien untuk membantu menyelesaikan masalah individu yang dihadapi oleh klien tersebut. Prayitno dan Erman Amti mengemukakan bahwa pemberian nasihat tunggal terjadi melalui korespondensi tatap muka atau hubungan antara pembimbing dan klien . eserta didi. , yang mengkaji berbagai permasalahan yang dilihat oleh klien . eserta didi. (Prayitno dan Amti, 2. Burrhus Frederic Skinner menemukan bahwa permasalahan tingkah laku pada dasarnya merupakan bagian dari hasil tingkah laku yang sebenarnya, sehingga apabila suatu cara berperilaku menghasilkan sesuatu yang menarik, maka cara berperilaku tersebut dapat mengulangi kecenderungannya. Namun bertentangan dengan norma, apabila tanda suatu perbuatan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan . , maka cara berperilakunya cenderung tidak diulangi (Faridy. Prayitno . mengungkapkan terkait konsultasi tatap muka atau konseling individual merujuk pada layanan konsultasi yang diberikan konselor kepada klien dengan tujuan mengatasi permasalahan. Selain itu, konseling individual mencerminkan salah satu aspek pelayanan yaitu bimbingan dan konseling yang dilakukan melalui pertemuan tatap muka antara konsultan dan klien. Konseling adalah elemen inti dari pelayanan bimbingan yang holistik. Ini mengindikasikan bahwa dengan penyediaan pelayanan bimbingan dan konseling yang komprehensif, masalah yang dihadapi oleh klien dapat diatasi secara efisien (Amalia, 2. Proses konseling juga melibatkan pembinaan kemandirian siswa. Siswa diajak untuk mengambil tanggung jawab atas keputusan dan tindakan mereka sendiri. Konselor berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengidentifikasi solusi dan membuat keputusan yang tepat. Dengan demikian, pendekatan bimbingan konseling memberikan ruang bagi pengembangan pribadi dan akademis siswa, dengan fokus pada pembinaan hubungan interpersonal yang positif, penerimaan diri, dan arah menuju penyesuaian diri yang lebih baik. Selain landasan komunikasi di atas, landasan psikologis pendidikan juga memberikan peran penting dalam proses pendidikan yang membahas berbagai Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi informasi tentang kehidupan manusia pada umumnya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi manusia pada setiap tahapan usia perkembangan tertentu untuk mengenali dan menyikapi manusia sesuai dengan tahapan usia perkembangannya yang bertujuan untuk memudahkan proses pendidikan. Kajian psikologi yang erat hubungannya dengan pendidikan adalah yang berkaitan dengan kecerdasan, berpikir, dan belajar (Tirtarahardja, 2. Sedangkan menurut Pidarta . landasan psikologis pendidikan merupakan suatu landasan dalam proses pendidikan yang membahas berbagai informasi tentang kehidupan manusia pada umumnya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi manusia pada setiap tahapan usia perkembangan tertentu untuk mengenali dan menyikapi manusia sesuai dengan tahapan usia perkembangannya yang bertujuan untuk memudahkan proses pendidikan. Dengan demikian, psikologis pendidikan merupakan salah satu landasan yang penting dalam pelaksanan pendidikan karena keberhasilan pendidik dalam menjalankan tugasnya sangat dipengaruhi oleh pemahamannya tentang peserta didik. Oleh karena itu, pendidik harus mengetahui apa yang harus dilakukan kepada peserta didik dalam setiap tahap perkembangan yang berbeda mulai dari bayi hingga dewasa. Penelitian ini berfokus tentang urgensi psikologi komunikasi dalam layanan konseling individu yang diterapkan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro dengan tujuan mengatasi prokrastinasi akademik yang dialami oleh peserta didik. Tujuan utama layanan ini juga mencakup pemahaman peran guru dalam lingkungan sekolah dan pengumpulan data terkait masalah tertentu untuk mencari solusi bagi berbagai jenis permasalahan di sekolah ini. Berdasarkan hasil observasi peneliti, di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro, ketika terdapat peserta didik yang mengalami masalah, seperti tidak menyelesaikan tugas, sering terlambat, atau bahkan tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran, tanggung jawab kasus biasanya diserahkan kepada guru BK. Guru BK kemudian melanjutkan dengan melakukan konseling individu sebagai tindak lanjut terhadap masalah tersebut. Bagi peserta didik SMP/MTs, masalah prokrastinasi akademik tergambar ketika mereka mengalami kesulitan dalam memulai dan menyelesaikan tugas, sering mengalami keterlambatan, cenderung berlebihan dalam persiapan, gagal memenuhi tenggat waktu tugas, serta cenderung lebih memilih tugas yang lebih menyenangkan daripada yang seharusnya dilakukan. Apabila peserta didik di jenjang SMP/MTs menghadapi tantangan dalam memulai dan menyelesaikan tugas, kerap datang terlambat, terlibat dalam persiapan berlebihan, gagal mematuhi batas waktu tugas, dan cenderung memilih tugas yang lebih menyenangkan ketimbang yang seharusnya dikerjakan, ini mencerminkan tanda-tanda khas dari prokrastinasi akademik. Salah satu referensi mengenai prokrastinasi akademik yang dikutip oleh Ferrari adalah bahwa prokrastinasi akademik disebabkan oleh keyakinan peserta didik yang tidak rasional (Ferrari, 2. Keyakinan yang tidak rasional ini dapat disebabkan karena kesalahan persepsi terhadap tugas di sekolah. Beliau mendorong peserta didik untuk memandang pekerjaannya sebagai hal yang sulit Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi dan tidak menyenangkan, rasa takut yang berlebihan akan kegagalan, peserta didik enggan menyelesaikan tugas sekolahnya karena takut akan mendapat hukuman jika tidak menyelesaikannya. melawan kemampuan negatif mereka. Akibatnya, seseorang menunda-nunda mengerjakan tugas. Disamping itu, faktor penyebab prokrastinasi akademik mencakup unsur-unsur internal dan eksternal. Faktor internal merujuk pada faktor-faktor yang berada dalam individu itu sendiri, seperti kondisi fisik peserta didik. Sementara itu, faktor eksternal melibatkan elemen-elemen yang berada di luar individu dan memiliki dampak pada prokrastinasi, contohnya lingkungan sekitarnya dan pola pengasuhan yang diterapkan oleh orangtua. Fenomena prokrastinasi ini juga terjadi pada beberapa peserta didik di berbagai sekolah menengah pertama yang berada di wilayah Kecamatan Sumberrejo. Salah satunya termasuk peserta didik-peserta didik dari MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro. Seperti halnya peserta didik-peserta didik lainnya, peserta didik ini juga memiliki beragam aktivitas di dalam dan di luar lingkungan sekolah. Oleh karena itu, diharapkan bahwa peserta didik dapat mengemban tanggung jawab dalam menyelesaikan segala tugas yang diberikan, termasuk tugas-tugas akademik. Namun, sebagian peserta didik cenderung menunda-nunda dalam mengerjakan tugastugas tersebut. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan waktu yang dialami oleh beberapa peserta didik, sehingga mereka belum dapat mengalokasikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam peran mereka sebagai peserta didik. Peserta didik dianggap tengah terlibat dalam prokrastinasi akademik apabila perilaku mereka sesuai dengan kriteria yang telah dikelompokkan berdasarkan pandangan Ferrary dan rekannya ke dalam beberapa aspek, di antaranya: . Penundaan pelaksanaan tugas-tugas akademik, . Keterlambatan dalam menjalankan tugas akademik, . Kesenjangan antara rencana dan pencapaian waktu aktual, . Melakukan kegiatan lain yang lebih menarik daripada melaksanakan tugas yang harus diselesaikan (Sardiman, 2. Berdasarkan hasil dari wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang mengalami prokrastinasi akademik di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro, mengalami perilaku penundaan dalam belajar karena beberapa Penyebab utama meliputi lupa, kurangnya motivasi, dan kurangnya pengawasan dari orang tua ketika mereka berada di rumah. Karena alasan tersebut, para peserta didik cenderung menunda pekerjaan sekolah dan memilih kegiatan yang lebih menyenangkan seperti bermain dengan ponsel. Dampak dari perilaku ini jelas menghambat perkembangan pembelajaran dan pencapaian akademik para peserta didik di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, upaya untuk mengatasi masalah ini melibatkan pendekatan psikologi komunikasi dalam konseling individu yang akan dijalankan oleh guru Bimbingan Konseling (BK). Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Metode Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian lapangan, yang dikenal dengan field research. Jenis penelitian ini ialah mendeskripsikan suatu gambaran tertentu yang sesuai dengan hasil penelitian di lapangan. Metode menggunakan pendekatann kualitatif deskriptif, sebab peneliti ingin mendiskripsikan dan menggambarkan bagaimana sebenarnya layanan konseling Individu dengan pendekatan psikologi komunikasi dalam mengatasi permasalahan atau prokrastinasi peserta didik Di MTS Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro. Pemilihan jenis penelitian ini juga disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan peneliti mengenai pelaksanaan konseling individu dengan pendekatan psikologi komunikasi di sekolah tersebut sebagai solusi terhadap permasalahan atau prokrastinasi akademik peserta didik. Selain itu, penelitian ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang relevan dan mengaitkannya dengan konteks yang ada. Proses observasi menggunakan observasi terbimbing untuk mengungkap kebenaran tentang layanan konseling individual dengan pendekatan psikologi komunikasi dalam mengatasi permasalahan atau prokrastinasi peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan petunjuk wawancara disertai pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi yang ingin diselidiki. Wawancara dilakukan secara mendalam agar data yang dikumpulkan lebih jelas dan lengkap pada saat proses wawancara. Peneliti mencatat tanggapan responden dengan menggunakan alat tulis. Selain itu, peneliti juga menggunakan alat telepon seluler untuk mencatat jawaban yang diberikan responden untuk memudahkan peneliti mencatat hasil penelitian. Adapun data hasil wawancara yeng telah diperoleh dari responden melalui wawancara di sekolah yang nantinya akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Selanjutnya, peneliti akan membahas tentang hasil penelitian mengenai layanan konseling individu dengan pendekatan psikologi komunikasi dalam mengatasi permasalahan peserta didik di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik dokumentasi untuk memperoleh data, berupa data gambar dan foto, documen-dokumen seperti catatan layanan konseling individu yang peneliti lakukan selama proses penelitian di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro. Peneliti dalam tahap analisis data dan hasil penelitian kualitatif terutama berfokus pada makna daripada generalisasi (Hardiansyah, 2. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan subyek atau obyek penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Dalam pendekatan deskritpif, data yang dikumpulkan dapat berupa kata-kata maupun gambar yang dapat diperoleh dari catatan lapangan, foto, videotape, catatan, memo, dll (Putri, 2. Peneliti harus menganalisis data yang diperoleh sejauh mungkin agar mendapatkan makna yang sebanr-benarnya Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang lebih dalam mengenai informasi yang tersembunyi di balik fakta-fakta yang jelas dan nyata, serta sebagai representasi nilai-nilai yang mendasari data yang tampak. Peneliti dalam studi ini menerapkan pendekatan penelitian yang tidak melibatkan analisis statistik atau metode pengukuran kuantitatif lainnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan tentang layanan konseling individu dengan pendekatan psikologi komunikasi dalam Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi mengatasi permasalahan atau prokrastinasi peserta didik Di MTS Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro. Hasil dan Pembahasan Penelitian yang dilaksanakan di MTs Islamiyah Banjarjo ini diawali dengan melakukan observasi mengenai fenomena yang terjadi terhadap objek penelitian. Pada saat melakukan proses observasi, peneliti menemukan sejumlah data bahwa ada 4 peserta didik yang terindikasi mengalami permasalahan prokrastinasi akademik. Teknik yang dibutuhkan dalam proses pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh peneliti kepada guru BK dan peserta didik di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro. Peneliti mengajuan beberapa pertanyaan kepada guru Bimbingan dan Konseling untuk mengetahui bagaimana layanan konseling individu dengan pendekatan psikologi komunikasi dalam mengatasi permasalahan atau prokrastinasi peserta didik di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro. Hasil wawancara peneliti terkait layanan konseling dengan pendekatan psikologi komunikasi dalam mengatasi permasalahan atau prokrastinasi peserta didik di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro, yang diungkapkan oleh guru bimbingan dan konseling bahwa AuDari proses penerapan layanan konseling individu dengan teknik punishmen pada peserta didik yang mengalami prokrastinasi peserta didik ini dengan langkah kita mengumpulkan setiap peserta didik dengan mengajak berbicara dengan kepala dingin, kemudian memberikan peringatan kepada anak, kemudian kita memberikan waktu kepada peserta didik, karena manusia itu komplek kita harus memahami sisi spiritual, sosial dan budaya. Ay (Wawancara, 21 September 2. Dari sejumlah wawancara selain di atas, peneliti menyimpulkan bahwa layanan konseling individu di MTs Islamiyah Banjarjo, tidak langsung dipanggil ke BK ataupun akan tetapi melakukan pendekatan terlebih dahulu, berbicara dengan kepala dingin kemudian diberi peringatan dan dicari latar belakanganya terlebih dahulu. Hasil wawancara dengan peserta didik di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro, dalam hal ini subjek yang diteliti oleh peneliti ada . peserta didik yang terindikasi mengalami prokrastinasi akademik, . tiga laki-laki dan . Tabel 1. 1 Peserta Pidik yang Mengalami Permasalahan Akademik No. Nama Kelas Jenis Kelamin MFY IX In Vi Reg IX In IX In Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Pertanyaan yang telah diajukan oleh peneliti kepada peserta didik, bahwasanya peserta didik berinisial BS menjawab AuPeserta didik tersebut pernah mengumpulan tugas melebihi batas waktu karena sulitnya tugas yang diberikan oleh guru, dan penyebab peserta didik ini melebihi deadline, karena bermain dan terkadang lupa terkait deadline Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi yang diberikan oleh guru. Peserta didik juga merasa bersalah ketika mengumpulkan tugas melebihi batas waktu yang diberikan oleh guru. Peserta didik BS ini juga sering tidak mengerjakan tugas karena lebih asik bermain dengan teman sampai lupa bahwa dia mempunyai tugas, peserta didik ini juga merasa cemas ketika sengaja tidak mengerjakan tugas dan bahkan merasa bersalah dengan sengaja tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, jadi tugasnya suka terbengkali bahkan kadang sengaja tidak dikerjakan. Pertanyaan yang telah diajukan oleh peneliti kepada peserta didik, bahwasanya peserta didik berinisial FR menjawab. FR juga sering terlambat untuk mengerjakan tugas penyebabnya karena malas dan lebih asik bermain smart phone, merasa cemas akan tugas yang belum selesai di kerjakan, peserta didik langsung mengerjakannya, dia merasa bersalah dan takut terkena hukuman sehingga memikirkan akibat dari terlambatnya mengerjakan tugas. Peserta didik berinisial FR sering dengan sengaja tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru karena malas dan sulit, orang tuanya pun tidak pernah bertanya akan tugas anaknya, diapun merasa cemas dan takut kalau dapat hukuman dari guru, peserta didik juga memikirkan konsekuensi akibat tidak mengerjakan tugas. Pertanyaan yang telah diajukan oleh peneliti kepada peserta didik berinisial FU dengan hasil jawaban FU pernah terlambat dalam mengerjakan tugas penyebabnya lupa kalau mempunyai tugas yang harus dikerjakan, dan terkadang merasa sulit akan tugas yang diberikan oleh guru, bahkan ketika orang tua bertanya bilangnya tidak ada tugas, dan merasa cemas ketika belum mengerjakan sehingga menyontek kepada temanya, karna hal tersebut dia juga merasa bersalah. Peserta didik berinisial FU juga pernah tidak mengerjakan tugas yang di berikan guru dengan sengaja, karena lebih memilih kegiatan lain yang lebih seru contohnya seperti bermain dan merasa susah akan tugas yang diberikan oleh guru, merasa bersalah ketika tidak mengerjakan dan memilih aktivitas lain, akan tetapi peserta didik juga memikirkan akibat dari sengaja tidak mengerjakan Hasil pertanyaan kepada peserta didik berinisial MFY, bahwa peserta didik berinisial MFY tersebut sering menunda tugas karena malas akan tetapi tidak semua pelajaran dia tunda hanya pelajaran yang dia tidak suka, peserta didik kadang kala juga merasa cemas, kadang juga tidak merasa cemas tergantung pelajaran apa yang ia pelajari, dan merasa bersalah ketika menunda tugas, tapi masih memikirkan akibat dari menunda Peserta didik juga pernah terlambat untuk mengejakan tugas karena malas, tapi ketika pelajaran yang di sukai dia langsung mengerjakannya sedangkang yang tidak disukainya dia merasa malas, tapi anaknya juga merasa bersalah dan memikirkan akibat dari apa yang dia lakukan tersebut. (Hasil wawancara BS. FR. FU. MFY. Oktober 2. Peneliti menyimpulkan bahwa layanan konseling individu dengan pendekatan psikologi komunikasi dalam mengatasi permasalahan atau prokrastinasi peserta didik di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro yang diungkapkan oleh guru bimbingan dan konseling bahwa, tidak langsung dipanggil ke BK, akan tetapi melakukan pendekatan Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi terlebih dahulu, berbicara dengan kepala dingin kemudian diberi peringatan dan dicari latar belakanganya terlebih dahulu. Setelah tahap perencanaan dianggap sudah matang, maka tahapan selanjutnya yaitu tahap proses penerapan layanan konseling individu dengan pendekatan psikologi komunikasi dalam mengatasi permasalahan peserta didik Di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro. Strategi Psikologi Komunikasi dalam Layanan Konseling Individu Mengubah Opini Peserta Didik (To Change the Opinio. Implementasinya yaitu guru BK memberikan transfer pokok-pokok pengetahuan tertentu agar peserta didik termotivasi untuk memperluas pengetahuannya, sehingga pada gilirannya, diharapkan secara sadar mereka mengubah opininya terhadap sesuatu hal yang dianggap salah atau sudah Auout of dateAy. Pada tahapan ini komunikasi belum begitu sulit dan hampir semua pengajar dapat melakukannya. Guru BK memiliki peranan penting untuk memberikan motivasi kepada siswa yang mempunyai masalah serta membuka jalan lewat solusi-solusi yang diberikan. Diharapkan siswa bisa fokus pada dunia Pendidikan dan mampu menjadikan permasalahan prokrastinasi sebagai motivasi untuk sukses. Guru BK melakukan proses pelaksanaan layanan konseling individu dengan penggalian data permasalahan dari peserta didik sebagai langkah awal, sehingga guru BK dengan mudah membantu peserta didik dalam menyelesaikan terkait seringnya penundaan tugas pekerjaan yang dilakukan oleh peserta didik tersebut. Dalam kegiatan ini guru BK memberikan beberapa konsekuensi awal berupa, menghafalkan surat Al-Mulk ataupun surat-surat pendek. Peserta didik yang telah menyetujui dan bersedia melakukan hal tersebut maka tugas guru BK selanjutnya adalah melihat perkembangan peserta didik tersebut, dan kegiatan ini disebut kegiatan evaluasi. Guru BK di sini juga memberikan motivasi dan pemahaman kepada peserta didik terkait maksud dan tujuan kenapa mendapat konsekuensi tersebut. Hal ini diharapkan agar peserta didik melaksanakan konsekuensi bukan atas dasar keterpaksaan, namun dilandasi dengan kesadaran diri. Setelah peserta didik berinisial MFY mengikuti layanan konseling individu MFY merasa ada perubahan dalam dirinya untuk semangat dalam belajar karena mendapat solusi dan motivasi-motivasi di dapat dari guru BK. Selanjutnya peserta didik harus menerima konsekuensi dari perjanjian kontrak yang diberikan ketika melakukan konseling individu. Akan tetapi dari hukuman yang diberikan guru BK. MFY merasa bahwa setelah dia menghafal surat Al-Mulk ada perubahan dari dirinya, yang awalnya jarang mengumpulkan tugas bahkan sering telat saat masuk sekolah, sampai MFY merasa apakah ini barokahnya dari saya menghafalkan surat All-Mulk. Sama seperti apa yang dirasakan oleh peserta didik yang berinisial BS dan FU, akan tetapi peserta didik BS. FU terkadang juga masih lupa ketika ada tugas dari guru namun tidak sering seperti dulu yang hampir seluruh mata pelajaran selalu dilanggar. Mengubah Sikap Peserta Didik (How to Change the Attitud. Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi Pada tahapan ini guru BK berusaha melanjutkan perubahan opini tersebut menjadi perubahan sikap. Memang sikap itu abstrak tidak bisa dilihat oleh orang lain, hanya dirinya dan Tuhan Yang Maha Melihat yang tahu, namun yang pasti akan terjadi proses mental yang menuju pada perubahan dari opini ke sikap, yang nantinya akan menjadi nyata dalam wujud perilaku dalam rentang waktu tertentu. Kegiatan komunikasi pada tahap ini menjadi sangat penting karena bila sikap sudah berubah di dalamnya sekaligus terjadi proses untuk sampai kepada perwujudan perilaku. Hasil wawancara yang peneiliti lakukan bahwa peserta didik setelah menerima layanan konseling individu yang dilakukan oleh guru BK, namun ia tetap terkesan selalu membantah dan perilakunya masih belum bisa berubah maka guru BK akan menindak lanjuti dengan memanggil orang tua dari peserta didik tersebut. Guru BK juga minta bantuan kepada wali kelas dan mengatakan bahwa apabila kelonggaran waktu tidak digunakan dengan baik maka peserta didik harus menerima setiap konsekuensinya. Sedangkan dari guru mata pelajaran juga mengatakan bahwa peserta didik setelah mendapatkan layanan konseling individu yang dilakukan oleh guru BK tidak ada perubahan terkait permasalahan akademik, dan apabila peserta didik masih mengulangi lagi secara terus menerus akan ditindak lanjuti lagi. Peserta didik kalau masih mengulangi lagi bisa dilaporkan ke BK dan langsung ambil tindakan ke kepala dan nanti bila sudah masuk yang agak berat bisa dipanggil wali muridnya. Peserta didik sudah diperingatkan dan ketika masih melanggar lagi ini hukumannya, terpaksa akan dilaporan ke kepala madrasah. Nanti kepala madrasah kebijakanya bagaimana, mungkin bisa jadi di skors bisa jadi diserahkan ke orang tuannya. Selain itu, setelah diperingatkan masih kembali lagi melakukan pelanggaran yang diberikan maka akan diberikan surat panggilan orang tua serta pemberitahuan kepada orang tua atau bisa dikatakan dengan home visit ke rumah peserta didik. Ketika sudah panggilan orang tua kemudian home visit namun tingkahlaku peserta didik tersebut ternyata masih dilakukan, maka nantinya akan dilimpahkan kepada pimpinan ataupun kepala madrasah yang nantinya akan memberikan keputusan yang lebih lanjut. Hal ini dilakukan oleh pihak sekolah bukanlah semata bentuk hukuman dan ancaman, namun lebih kepada menjaga jalinan komunikasi dan membangun persepsi, atensi, serta kesadaran kedua belah pihak antara individu peserta didik dan pihak lembaga sekolah. Guru BK. Guru kelas maupun wali kelas berorientasi dengan lebih banyak mengedepankan motivasi dan nasehat efektif, guna terbentuk kedekatan emosianal antara lembaga dan orang tua wali peserta didik tetap terjaga dengan baik. Simpulan Peserta didik di MTs Islamiyah Banjarjo Sumberrejo Bojonegoro mengalami masalah berupa tidak menyelesaikan tugas, sering terlambat, atau bahkan tidak aktif dalam kegiatan pembelajaran serta lebih memilih tugas yang lebih menyenangkan dari pada yang seharusnya dilakukan. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh konselor atau guru BK adalah pertama, mengubah opini peserta didik (To Change the Opinio. atau memberikan transfer pokok-pokok pengetahuan tertentu agar peserta didik termotivasi untuk memperluas pengetahuannya, sehingga pada gilirannya, diharapkan secara sadar mereka mengubah opininya terhadap sesuatu hal yang dianggap salah. Kedua, mengubah sikap peserta didik (How to Change the Attitud. atau proses mental yang menuju pada perubahan dari opini ke sikap, yang nantinya akan menjadi nyata dalam Psikologi Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Psycho Aksara Jurnal Psikologi wujud perilaku dalam rentang waktu tertentu. Kegiatan komunikasi pada tahap ini menjadi sangat penting karena bila sikap sudah berubah di dalamnya sekaligus terjadi proses untuk sampai kepada perwujudan perilaku. Referensi