Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 DAYA TARIK PURA PARAHYANGAN JAGATKARTA SEBAGAI WISATA BUDAYA DI KABUPATEN BOGOR Aditya Sugih Setiawan1. Rima Pratiwi Batubara2 Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor1,2 aditsugih21@gmail. Abstract As one of the tourist attractions in Bogor Regency. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta is the largest temple in West Java and the second largest in Indonesia after Besakih Temple in Bali. The lack of tourist attractions and promotions is considered to be the thing that causes tourism activities in the area to be not optimal. The study was conducted with a quantitative approach to assess tourist attractiveness in terms of something to see, something to do, and something to buy. The aspect of something to see achieves a tourist response, which is 81. The something-to-do aspect is 79. and the something-to-buy aspect is 47. All three aspects get good marks so the tourist attraction of Pura Parahyangan Agung Jagatkarta is not problematic in terms of tourist attractions Keywords: Tourist attraction. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta. Tourism. PENDAHULUAN wisata kepada wisatawa. Kabupaten bogor Pariwisata merupakan aktivitas yang Provinsi Jawa Pada Barat. Kabupaten Bogor masuk kedalam 10 besar ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Kegiatan dengan kunjungan wisatawan di indonesia mengacu pada indeks pariwisata indonesia berbagai pihak diantaranya pihak yang berada Kementerian Pariwisata (Saudale, 2. di daerah pariwisata, pihak pendatang atau (Middelton, 1. dalam (Setiawan & wisatawan, serta pihak ketiga yaitu pihak yang Batubara, 2. menjelaskan bahwa daya tarik wisata terdiri dari daya tarik wisata alam, daya Ketiga pihak tersebut saling tarik wisata bangunan, daya tarik wisata budaya bersinergi dengan tujuan meningkatkan roda dan daya tarik wisata sosial. Adapun menurut Secara Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009, daya tarik wisata adalah sebagai terdiri dari tiga segi, yaitu segi ekonomi . umber devisa, pajak-paja. , segi . enciptaan keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan kebudayaan . emperkenalkan budaya tempat hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 tujuan kunjungan wisata. Adapun daya tarik 2. dengan judul AuKomodifikasi keunikan wisata budaya yang ada di Kabupaten Bogor Kampung Adat Cireundeu Sebagai Obyek diantaranya Kampung Urug. Prasasti Ciaruten. Wisata BudayaAy hasil penelitian tersebut Kepurbakalaan Budaya menyatakan bahwa Keberadaan kampung adat Sindang Barang. Situ Pemakaman Arca Domas. Cireundeu tidak lepas dari pengaruh pariwisata, serta Pura Parahyangan Agung Jagatkarta. Sementara membuat daya tarik tersendiri untuk orang perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan Komodifikasi pun berlangsung di untuk memperluas pandangan hidup seseorang Cireundeu, baik dalam prosesi upacara 1 Sura dengan jalan mengadakan kunjungan ke tempat maupun olahan singkong. Komodifikasi ini lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan terjadi mulai dari proses produksi, proses rakyat, kebiasaan dan adat istiadat mereka, cara distribusi, dan proses konsumsi. Sementara itu hidup mereka, kebudayaan dan seni mereka (Pendit, 1. dalam (Priyanto & Safitri. Yuliantoro, & Fikri, 2. dengan judul Adapun (Nafila, 2. dalam (Prasodjo. AuEksistensi Kelenteng Hoo Ann Kiong sebagai 2. menerangkan bahwa pariwisata budaya Objek Wisata Budaya di Kabupaten MerantiAy merupakan salah satu jenis pariwisata yang hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelenteng menjadikan budaya sebagai daya tarik utama. Hoo Ann Kiong atau dikenal sebagai Vihara Majusi. Kampung (Ratnasari. Salah satu daya tarik wisata budaya yang Sejahtera Pura bersejarah sekaligus sebagai Cagar Budaya Parahyangan Agung Jagatkarta. Adapun Pura yang ada di kota Selatpanjang Kabupaten Parahyangan Agung Jagatkarta memiliki arti Meranti. Keberadaan bangunan ini membawa "alam dewata suci sempurna" atau sering disebuthanya PuraJagatkarta adalah pura agama khususnya sebagai Objek wisata. Dilihat dari Hindu. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta ini terletak di Ciapus. Kabupaten Bogor. Saat ini Klenteng Hoo Ann Kiong menjadi sasaran bagi Pura Parahyangan Agung Jagatkarta adalah wisatawan maupun warga Tionghoa untuk pura terbesar di Jawa Barat dan terbesar ke-2 di Indonesia setelah Pura Besakih di Bali. Pura ini keagamaan, baik yang berasal dari daerah lokal dianggap sebagai tempat persemayaman prabu maupun mancanegara. Kabupaten Bogor Sakti Kabupaten Tahun Baru Meranti Imlek, siliwangi serta para . leluhur pakuan Mengacu paparan sebelumnya maka Pura Daya tarik wisata terlihat dari Parahyangan Agung Jagatkarta saat ini kurang penelitian terdahulu oleh (Sanusi & Sidik, atraksi wisata yang bisa dinikmati wisatawan. Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Adapun promosi terhadap Pura Parahyangan filsafat positivisme untuk meneliti populasi Jagatkarta atau sampel tertentu dan pengambilan sampel Oleh karena itu peneliti tertarik untuk secara random dengan pengumpulan data mengagkat judul AuDaya Tarik Wisata Pura menggunakan instrumen, analisis data bersifat Agung Jagatkarta sebagai Wisata Budaya di Adapun Lain pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan penelitian ini adalah Mengetahui daya tarik menggunakan observasi, kuisioner serta studi wisata di Pura Parahyangan Jagatkarta sebagai Sementara itu sumber data primer wisata budaya. yang digunakan yaitu observasi serta kuisioner. Kabupaten BogorAy. kemudian sumber data sekunder menggunakan METODE studi literatur. Pada penelitian ini variabel yang Pada penelitian ini penulis bermaksud mendapatkan gambaran mendalam terkait daya (Bagyono, 2. dalam (Parjiati. Sarwono, & Sarbini. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta sebagai wisata budaya. Adapun something to see . esuatu untuk diliha. Pura something to do . esuatu untuk dikerjaka. , dan Parahyangan Jagatkarta yang terletak di jalan something to buy . esuatu untuk dibel. raya ciapus kecamatan tamansari Kabupaten Sementara itu jumlah ukuran sampel yang Bogor. Gambar 1 layak dalam suatu penelitian berkisar diantara 30 hingga 500 sampel (Sugiyono, 2. dalam (Susilowati & Handayani, 2. Oleh karena itu jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Adapun menurut (Sugiyono, 2. dalam Metode analisis deskriptif adalah metode statistik yang digunakan untuk menganalisis menggambarkan data yang telah terkumpul Gambar 1. Pura Parahyangan Jagatkarta Sementara Menurut (Sugiyono Lestari, menerangkan bahwa pendekatan kuantitatif membuat kesimpulan yang berlaku umum atau Sementara itu skala pengukuran penelitian yang digunakan dengan skala likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, merupakan penelitian yang berlandaskan pada Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 di dominasi oleh usia 31-40 tahun sebesar 52%, sekelompok orang tentang fenomena sosial Sementara itu baik usia dengan rentang 41-50 (Sugiyono, 2. dalam (Iswidyamarsha & tahun dan 51-60 tahun hanya sedikit sebanyak Dewantara, 2. Nilai untuk setiap jawaban yang diberikan responden adalah sebagai Tabel 1 Parahyangan Agung Jagatkarta dikunjungi oleh Kondisi Pura kelompok dewasa. Hal tersebut juga bisa Tabel 1. Bobot skala likert Bobot Skor Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju (KS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) HASIL DAN PEMBAHASAN diartikan bahwa kelompok usia 31-40 tahun lebih menyukai keindahan alam serta budaya Pura Parahyangan Agung Jagatkarta. Sementara itu demografi berdasarkan jenis kelamin terdapat pada Tabel 3. Tabel 3. Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin Jumlah Prosentase Perempuan Laki-laki Demografi Responden (Sumber Penelitian, 2. Demografi dalam penelitian ini meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan serta Adapun demografi berdasarkan usia terdapat pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui responden yang digunakan dalam penelitian ini paling banyak adalah 52% laki-laki sedangkan jenis Tabel 2. Usia Responden Usia Jumlah Prosentase < 20 Tahun 21-30 Tahun 31-40 Tahun 41-50 Tahun 51-60 Tahun > 60 Tahun (Sumber Penelitian, 2. Berdasarkan Tabel 2 demografi berdasarkan usia kunjungan ke Pura Parahyangan Jagatkarta Hal tersebut dapat dipahami mengingat lokasi Pura Parahyangan Agung Jagatkarta akses saat memasuki kawasan tersebut sedikit menanjak. Hal ini tentu saja lebih disukai oleh laki-laki dibandingkan perempuan yang lebih menyukai kondisi jalan tersebut. Adapun demografi berdasarkan pendidikan terdapat pada Tabel 4. Tabel 4. Pendidikan Responden Pendidikan Jumlah Prosentase SMP SMA Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Diploma Pekerjaan Jumlah Prosentase Sarjana ASN/TNI/POLRI Pascasarjana Pegawai Swasta Wiraswasta Pelajar/Mahasiswa 20 Lainnya (Sumber Penelitian, 2. Berdasarkan Tabel berdasarkan jenjang pendidkan maka, jenjang Pendidikan (Sumber Penelitian, 2. Berdasarkan Tabel 5 mengenai demografi jenis Sementara itu jenjang pendidkan pascasarjana pekerjaan responden wiraswasta sebanyak 32% hanya ada 4%. Hal tersebut dapat dipahami tidak terlalu mendominasi. Hal tersebut terlihat informasi terkait keberadaan Pura Parahyangan Agung Jagatkarta bisa diterima dengan baik pelajar/mahasiswa dan lainnya masing-masing oleh jenjang Pendidikan sarjana baik dari Oleh karena itu terlihat bahwa berbagai media masa maupun media sosial. Selain itu jenis pekerjaan menyukai berkunjung ke lokasi pada responden dengan pendidikan sarjana Pura Parahyangan Agung Jagatkarta. lebih memahami dan memaknai terkait nilai- Something to See nilai budaya yang ada di Pura Parahyangan Something to see ialah obyek wisata Jagatkarta. Adapun sebanyak 16% jenjang harus memiliki sesuatu yang bisa dinikmati Pendidikan oleh tingkat SMA. Hal ini tidak secara visual oleh wisatawan. Oleh karena itu mengherankan karena minat remaja terhadap suatu obyek wisata perlu memiliki daya tarik khusus sehingga mampu menarik wisatawan dibandingkan dengan wisata tematik. Sementara itu demografi berdasarkan pekerjaan terdapat pada Tabel 5. Tabel 5. Pekerjaan Responden untuk hadir mengunjungi obyek tersebut. Adapun variabel something to see pada Pura Parahyangan Jagatkarta sebagai berikut. Tabel Tabel 6. Tabulasi Variabel Something to See Indikator STS TS Pemandangan alam di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta bersih, indah dan nyaman Pemandangan struktur dan bentuk bangunan Pura Parahyangan Jagatkarta yang unik Ada atraksi kebudayan di daya tarik wisata Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Capaian tanggapan wisatawan (Sumber Penelitian, 2. Skor % Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Berdasarkan Tabel 6 terkait variabel daya tarik kerap ada di Pura Parahyangan Jagatkarta yaitu Something to see menunjukan pada seperti upacara siwa ratri atau upacara untuk mengucapkan rasa syukur terhadap Sang 83,2%. Hyang. Upacara tersebut tentu saja menjadi indikator pemandangan struktur dan bentuk salah satu daya tarik yang bisa dilihat oleh dari Pura Parahyangan Jagatkarta memperoleh Gambar 2. prosenrase 78,4 % dan atraksi kebuadayaan memperoleh prosentase sebesar 83,2%. Mengacu pada data tersebut wisatawan yang datang ke Pura Parahyangan Jagatkarta lebih di dominasi melihat kondisi alam serta atraksi kebuadayaan yang ada di obyek Kondisi tersebut dapat dimaklumi Pura Parahyangan Jagatkarta pemandangan yang masih asri. Para wisatawan yang datang tentunya juga akan merasa aman, nyaman dan tenang dengan letak obyek Gambar 1 Gambar 2. Upacara siwaratri Something to Do Something to do merupakan bagian dari obyek wisata yang harus dimiliki sehingga wisatawan yang hadir bisa melakukan aktivitas yang berkait dengan obyek wisata tersebut. Biasanya wisatawan akan melakukan sesuatu yang berguna sehingga membuat mereka merasa senang, bahagia serta tenang. Adapun salah satu syarat daya tarik yaitu something to do di Pura Parahyangan Jagatkarta terdapat pada Tabel 7. Gambar 1. Pura Parahyangan Jagatkarta Sementara itu wisatawan yang hadir ke obyek tersebut menikmati atraksi kebudayaan yang Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Tabel 7. Tabulasi Variabel Something to Do Indikator STS Bersantai di kawasan daya tarik wisata Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Berfoto / Swafoto di kawasan dayatarik wisata Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Melakukan ritual keagamaan di kawasan dayatarik wisata Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Capaian tanggapan wisatawan (Sumber Penelitian, 2. SS Skor % . 224 120 396 79,2 Berdasarkan data pada tabel 7 terkait syarat khususnya dari berbagai daerah diluar bogor daya tarik yaitu something to do menunjukan yang cukup sering secara rombongan datang ke Pura Parahyangan Jagatkarta. Gambar 3 prosesntase sebesar 79,2 %. Selain itu pada indikator berswafoto di Pura Parahyangan Jagatkarta memperoleh prosentase sebesar 80,8 Sementara itu pada indikator melakukan sebesar 79,2 %. Berdasarkan data tersebut wisatawan yang mendatangi Pura Parahyangan Jagatkarta lebih banyak melakukan aktivitas sekedar Hal dikarenakan keunikan tiga buah bangunan pura yang ada. Selain itu juga sebagian orang yang datang begitu tertarik terhadap pura yang ada di Jagatkarta Something to Buy Something to buy pada suatu obyek Tentunya wisata dapat diartikan sebagai sesuatu fasilitas yang bisa dinikmati oleh wisatwan dalam hal Pura Parahyangan ini membeli sesuatu barang. Pada dasarnya Jagatkarta merupakan pura terbesar di jawa barang yang ada di obyek wisata dibeli bisa beripa makanan, minuman atau cinderamata wisatawan salah satunya melakukan ritual sebagai bentuk olhe-oleh sehingga memberikan Hal ini sering dijumpai wisatawan kenangan bagi wisatawan yang berkunjung. Adapun Gambar 3. Wisatawan Pura Parahyangan Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Oleh karena itu syarat something to buy dalam Puara Parahyangan Jagatkarta sebagai berikut. Tabel 8. Tabulasi Variabel Something to Buy Indikator STS Membeli kuliner di kawasan daya tarik wisata Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Membeli cinderamata di kawasan daya tarik wisata Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Capaian tanggapan wisatawan (Sumber Penelitian, 2. Skor Berdasarkan Tabel 8 terkait variabel daya tarik Namun demikian dengan cinderamata yang ada khususnya something to buy menunjukan bahwa membeli kuliner di kawasan Pura Jagatkarta baik berupa gantungan kunci, udeng Parahyangan Agung Jagatkarta mendapatkan . kat kepala khas umat hind. tidak terlalu prosentase sebesar 74,4%. Sementara itu untuk banyak ditemukan. Hal ini dikarenakan Pura membeli cinderamata yang ada di Pura Parahyangan Jagatkarta selain sebagai obyek Parahyngan Agung Jagatkarta memperoleh wisata juga sebagai tempat beribadah umat prosentase sebesar 21,2 %. hindu khususnya. Oleh karena itu tentu sangat Secara umum wisatawan yang datang Pura Parahyangan Agung kesana selain ingin menikamti keindahan alam ditemukan di obyek tersebut. Hal tersebut bisa di Pura Parahyangan Jagatkarta, juga penasaran menjadi tantangan sendiri bagi obyek wisata dengan kuliner khas sekitar obyek tersebut. Pura Parahyngan Jagatkarta untuk mencoba Salah satu kuliner yang dicari wisatawan Pura Parahyngan Jagatkarta yaitu nasi kecombrang. Jenis nasi kecombrng ini hanya terdiri dari tumisan waluh terlupakan selain moment yanh didapatkan saat dalam bahasa sunda, oseng tempe serta tahu berkunjung ke obyek tersebut. kenang-kenangan Gambar 4. Nasi Kecombrang KESIMPULAN Demografi wisatawan yang berkunjung Pura Parahyangan Agung Jagatkarta didominasi oleh usia 31-40 tahun, dengan profil jenis kelamin laki-laki lebih mendominasi dibandingkan perempuan. Adapun jenjang pendidikan wisatawan yang berkunjung ke Pura Parahyangan Agung Jagatkarta yaitu sarjana Jurnal Sabbhata Yatra Jurnal Pariwisata dan Budaya Volume 4 Nomor 2 Desember 2023 Prasodjo. Pengembangan Pariwisata Pada variabel daya tarik yaitu Budaya Perspektif aspek something to see mencapai tanggapan Publik. Jurnal Office, 7-12. Pelayanan wisatawan yaitu dengan prosentase sebesar Priyanto, & Safitri. Pengembangan 81,6 %. Secara umum capaian tanggapan potensi Desa Wisata Berbasis Budaya wisatawan terhadap variabel daya tarik yaitu Tinjauan Terhadap Desa Wisata di Jawa aspek something to do yaitu dengan prosentase Tengah. Jurnal Vokasi Indonesia, 76-84. sebesar 79,9 %. Capaian tanggapan wisatawan Ratnasari. Yuliantoro, & Fikri. terhadap variabel daya tarik aspek something to Eksistensi Kelenteng Hoo Ann Kiong buy yaitu dengan prosentase sebesar 47,8 %. Berdasarkan hasil tersebut daya tarik wisata Kabupaten Meranti. Innovative : Research Pura Parahyangan Agung Jagatkarta tergolong & Learning in Primary Education, 393- baik khususnya pada aspek something to see dan something to do. Adapun aspek something Sanusi. Objek Wisata Sidik. Budaya . to buy bisa ditingkatkan sebagai bentuk Komodifikasi Keunikan Kampung Adat menarik minat wisatawan ke obyek tersebut. Cireudeu Sebagai Obyek Wisata Budaya. Penelitian Linimasa : Jurnal Ilmu Komunikasi, 76-82. mengetahui masalah belum adanya pusat Saudale, . Desember com/megapolitan. Selas. Retrieved mencari pernak pernik khas bali yang ada di Pura Parahyangan Jagatkarta. https://w. com/megapolitan/4 03262/kabupaten-bogor-masuk-top-10indeks-pariwisata-indonesia DAFTAR PUSTAKA