EFFECTIVENESS OF USING THE SCREEN TIME-PARENTAL CONTROL APPLICATION IN USING GADGETS IN GROUP B STUDENTS AT RA RAUDLATUL MUBTADIIN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENGGUNAAN APLIKASI SCREEN TIME-PARENTAL CONTROL DALAM PENGGUNAAN GADGET PADA SISWAKELOMPOK B DI RA RAUDLATUL MUBTADIIN LuluAo Mukarromah1 Universitas Islam Madura. Pamekasan Pamekasan. Madura. JawaTimur mukarromahl66@gmail. com, 081946195997 Musayyadah2 Universitas Islam Madura. Pamekasan Pamekasan. Madura. JawaTimur musayyadah92@gmail. com, 087850487073 Norma Gupita3 Universitas Islam Madura. Pamekasan Pamekasan. Madura. JawaTimur normagupita25@gmail. Abstract : The influence that arises from the use of gadgets in early childhood depends on how parents behave in supervising and directing them. Good parenting patterns are needed in accompanying children to use gadgets so that they suit their function and avoid the negative impacts they cause. In this study, researchers had the idea to implement the use of the Screen Time-Parental Control application to help parents monitor their children when using gadgets. The aim of this research is to find out what influence the Parental Control application has in supervising and limiting children who are negatively impacted by gadget use, for example gadget addiction and keeping them away from negative content that is not appropriate for their age. Data was obtained through questionnaires and in-depth interviews with parents of RA Raudlatul Mubtadiin students in Toket Village. In this research, researchers used quantitative research methods, with research subjects being group B students and their parents. The research results show that when using gadgets for children, good assistance and care from parents is needed and the application of the Screen Time-Parental Control application can help parents supervise children at RA Raudlatul Mubtadiin in using gadgets. Keyword : Gadget. Screen Time-Parental Control Application. Abstrak : Pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan gadget pada anak usia dini tergantung pada bagaimana perilaku orang tua dalam mengawasi serta mengarahkan. Diperlukan pola pengasuhan yang baik dalam menemani anak menggunakan gadget agar sesuai dengan fungsinya dan terhindar dari dampak negatif yang ditimbulkan. Pada penelitian ini, peneliti mempunyai ide untuk melakukan penerapan penggunaan aplikasi IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Screen Time-Parental Control guna membantu orang tua dalam mengawasi anak dalam menggunakan gadget. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh yang ditimbulkan aplikasi Parental Control tersebut dalam mengawasi serta membatasi anak terkena dampak negatif dari penggunaan gadget, misalnya seperti kecanduan gadget serta dijauhkan dari konten negatif yang tidak sesuai dengan usianya. Data diperoleh melalui angket dan wawancara mendalam terhadap orang tua siswa RA Raudlatul Mubtadiin Desa Toket. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan subjek penelitian siswa kelompok B berserta orang tuanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam penggunaan gadget pada anak diperlukan pendampingan dan pengasuhan yang baik dari orang tua dan penerapan penggunaan aplikasi Screen Time-Parental Control ini dapat membantu orang tua dalam mengawasi anak di RA Raudlatul Mubtadiin dalam menggunakan gadget. Kata Kunci : Gadget. Aplikasi Screen Time-Parental Control. PENDAHULUAN Masa anak merupakan masa awal kehidupan manusia (Santrock, 2. Pada usia ini terjadi perkembangan yang sangat kompleks sehingga pada usia ini dianggap menjadi dasar perkembangan manusia ke tahap-tahap selanjutnya. Pendidikan anak usia dini merupakan dasar bagi pendidikan anak berikutnya, dari anak usia 3 tahun sampai memasuki usia emasnya . olden ag. penting bagi orang tua untuk memberikan penanaman karakter yang baik serta perlu rangsangan dari orang lain untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Menurut NAYCE anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-8 tahun. Tumbuh kembang anak usia dini berkaitan dengan pemberian nutrisi, pendidikan, latar belakang orang tua, tingkat kesejahteraan keluarga, lingkungan tempat tinggal anak, serta faktor lainnya. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kualitas tumbuh kembang anak usia dini adalah teknologi. Kemajuan bidang teknologi di negara Indonesia sebagai dampak dari lajunya arus globalisasi. Sehingga beberapa perusahaan besar memproduksi beraneka ragam jenis gadget dari berbagai merk dan tipe yang tersebar di seluruh wilayah Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak akan mengakibatkan kecanduan pada anak-anak baik itu di rumah, sekolah ataupun di lingkungan rumah dan juga akan malas bermain dengan teman sebayanya, sehingga sebagian anak cenderung merasa asik sendiri dan menikmati sajian game dan video yang terhubung internet dibandingkan bermain dengan teman-teman sebayanya. Kemudahan dalam mengakses informasi yang ditawarkan oleh gadget membuat anak-anak cenderung kesulitan dalam memilih konten atau hal-hal yang memang untuk anak-anak atau untuk orang dewasa. Memberikan gadget IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan pada anak tanpa adanya pengawasan dari orang dewasa atau orangtua akan cenderung menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, peran orang tua terhadap anak-anaknya harus selalu dijalankan. Jangan sampai orang tua mengandalkan gadget untuk menemani anak, dan orang tua mengabaikan anak atau membiarkan anak agar tidak merepotkan orang tua. Orang tua memiliki peran dalam Pendidikan anak untuk menjadikan Generasi muda berkedudukan. Setelah sebuah keluarga terbentuk, anggota keluarga yang ada didalamnya memiliki tugas masing-masing. Suatu pekerjaan yang harus dilakukan dalam kehidupan keluarga inilah yang disebut fungsi. Namun yang peneliti temukan di RA Raudlatul Mubtadiin masih banyak orang tua yang acuh terhadap tumbuh kembang anak, masih banyak orang tua yang menganggap bahwa perkembangan anak akan terjamin jika mereka sudah dimasukan kedalam lembaga pendidikan dan dicukupkan pada pengawasan guru anak di sekolah, tanpa mereka sadari bahwa orang tua juga memiliki peran penting terhadap kemajuan tumbuh kembang anak. Bahkan juga banyak ditemukan orang tua dengan senang hati membiarkan anak menggunakan gadget tanpa menggunakan metode screen time didalamnya, mereka berfikir dengan memperbolehkan anak menggunakan gadget akan sedikit mengurangi beban karena anak tidak lagi mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan oleh orang tua. Orang tua berkewajiban untuk mendampingi anak dalam penggunaan gadget (Nurhidayah et al. , 2. Lebih lanjut, jika ingin memberikan gadget pada anak, sebaiknya orang tua melakukannya pada saat anak sudah berusia di atas 6 tahun, karena pada saat itu perkembangan anatomi otak anak sudah 95% dari otak dewasa. Untuk anak dibawah usia 6 tahun boleh saja di perkenalkan dengan gadget akan tetapi hanya memperkenalkan bentuk, warna, atau suara yang dihasilkannya, hal ini digunakan untuk merangsang kemampuan visual dan pendengaran anakAy. Orang tua memiliki kewajiban untuk mengontrol dan selain itu mengawasi setiap bentuk informasi yang diterima oleh anak melalui handphone. Selain itu orang tua juga ikut berinteraksi saat anak bermain gadget dengan memberikan penjelasan yang baik dan tepat (Kartika. Modeling penggunaan gadget yang tepat dari orang tua sangat dibutuhkan untuk kepentingan optimalisasi nilai guna gadget pada anak (I. Sari et al. , 2. Proses pengawasan dan pendampingan penggunaan gadget oleh anak disebut dengan istilah Digital parenting. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Dari paparan fenomena diatas peneliti mempunyai ide untuk menerapkan aplikasi Parental Control sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memberi pengawasan pada anak saat menggunakan gadget, dan juga orang tua harus mampu mengelola mekanisme koping dan control diri dengan baik, memiliki kepekaan terhadap dampak positif serta negatifnya dalam penggunaan gadget pada anak usia pra sekolah. Orang tua harus memiliki kemampuan dalam menggunakan aplikasi parental control untuk memberi batasan terhadap situs-situs yang akan di akses anak. Aplikasi parental control bermanfaat untuk menyeleksi, membatasi, serta mengawasi aplikasi apa saja yang boleh di akses anak. Adapun salah satu aplikasi parental control yaitu aplikasi screen time yang dikhususkan untuk pengguna android. METODE PENELITIAN Jenis dan Rancangan Penilitian Penelitian ini menggunakan jenis Penelitan Kuantitatif dengan metode Eksperimen. Muhammad Ramdhan . alam Metode Penelitian, 2. mengemukakan bahwa Metode dalam penelitian berkenaan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu dari gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain dengan perlakuan berbeda. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua serta siswa siswa kelompok B di RA Raudlatul Mubtadiin. Dari populasi tersebut diambil sampel siswa beserta orang tuanya. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Ae April 2023 dan Penelitian ini dilakukan di RA Raudlatul Mubtadiin pada tahun 2023. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini instrument penelitian sebagai berikut: Instrumen Perlakuan Angket Angket sama dengan kuesioner yaitu suatu alat riset atau survei yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis, bertujuan mendapatkan tanggapan dari kelompok IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan orang terpilih melalui wawancara pribadi, atau bisa juga disebut sebagai daftar Teks Wawancara Wawancara adalah percakapan dua orang atau lebih yang berlangsung antara narasumber dan pewawancara dengan tujuan mengumpulkan data-data berupa Validasi Instrumen Perangkat pembelajaran diuji validitas sebelum digunakan dalam penelitian. Uji validitas yang digunakan adalah validitas isi dengan meminta pendapat para ahli. Ahli yang menjadi validator terdiri dari 2 ahli yang merupakan dosen pendidikan PGPAUD. Instrument Pengukuran Angket Teks Wawancara Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari dua data, yaitu data hasil penyebaran angket dan data dari hasil wawancara. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian di bagi menjadi dua tahap yaitu : Uji Prasyarat Analisis Data Uji Normalitas Uji normalitas merupakan pengujian terhadap normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Dalam penelitian ini melakukan uji normalitas menggunakan rumus Shapiro-Wilk dengan bantuan SPSSversi 25. 0 For Windows. Kriteria penelitian, jika diperoleh nilai signifikansi p > 0,05 maka data dinyatakan normal. Jika diperoleh nilai signifikan p< 0,05 maka data dikatakan tidak berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengatahui pengaruh penggunaan aplikasi Screen Time-Parental Control bersifat homogen atau tidaknya. Rumus yang digunakan adalah uji Levene Statistic. Menggunakan bantuan SPSS versi 25. 0 For Windows. Kriteria pengujian diperoleh apabila nilai signifikan p> 0,05 maka data yang di uji signifikan sehingga data dikatakan homogen. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan B. Pengujian Hipotesis Setelah prasyarat analisis terpenuhi dari uji normalitas dan uji homogenitas, langkah selanjutnya adalah pengujian hipotesis dengan menggunakan UjiANACOVA. Dengan bantuan SPSS versi 25. 0 For Windows. Pengujian ini dilakukan untuk mengatahui apakah ada pengaruh dari penerapan aplikasi screen time-parental control terhadap penggunaan gadget pada anakusia 3-6 tahun. Kriteria pengujian yaitu apabila nilai sig > 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, yang berarti tidak ada pengaruh atau perbedaan terhadap respon. Apabila nilai sig < 0,05 maka H0 ditolak H1 diterima, yang berarti ada pengaruh atau perbedaan terhadap responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Normalitas Kedua sampel dapat diketahui berdistribusi normal atau tidaknya yaitu dengan melakukan uji normalitas. Hasil uji normalitas pada penelitian terdapat pada Tabel 1. Tabel 1 Hasil Uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statisti hasil_sebel Shapiro-Wilk Statisti Sig. Sig. ,165 ,156 ,942 ,263 ,157 ,200* ,947 ,320 hasil_sesu This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Hasil uji normalitas pada Tabel 1 menunjukkan hasil dari angket sebelum dan sesudah melakukan penerapan lebih besar dari sig 0,05. berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi screen time Ae parental control dalam penggunaan gadget pada siswa kelompok B di RA Raudlatul Mubtadiin data uji IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan normalitas pada angket berdistribusi normal. Uji Homogenitas Dalam pengujian homogenitas, yang diuji adalah hasil dari angket sebelum dan sesudah melakukan penerapan. Uji homogenitas data yang di lakukan menggunakan uji Levene Statistic pada taraf signifikan a = 0,05 kriteria pengujian ialah jika diperoleh nilai signifikasi p > 0,05 maka signifikan data yang diuji berasal dari populasi yang bervarian homogen, sehingga data dikatakan homogen. Hasil uji homogenitas terdapat pada Tabel 2. Tabel 2 Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic hasilang Based on Mean Based on Sig. ,003 ,959 ,003 ,959 ,003 1 37,47 ,959 Median Based on Median and with adjusted df Based on ,003 ,959 trimmed mean Berdasarkan Tabel 2 data nilai sig lebih besar dari pada 0,05 penggunaan aplikasi screen time Ae parental control dalam penggunaan gadget pada siswa kelompok B di RA Raudlatul Mubtadiin varian data dari hasil angket adalah homogen, asumsi homogenitas Uji Hipotesis Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas dan homogenitas diatas, dapat diketahui bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga data tersebut dapat dilakukan uji hipotesis menggunakan uji ANACOVA pada taraf sig a = 0,05 dan H0 di tolak bila nilai lebih kecil dari a = 0,05 setelah didapat hasil perhitungan uji ANACOVA, hasil uji hipotesis dengan ANACOVA terhadap hasil penerapan penggunaan aplikasi Screen Time - Parental Control terdapat pada Tabel 3. Tabel 3 Uji Hipotesis IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable:Hasil_data Type i Partial Sum of Source Mean Squares Square Eta Sig. Squared Corrected 255,025 1 255,025 12,22 1 156375, 7493. Model Intercept perlakuan 255,025 ,001 ,243 ,000 ,995 ,001 ,243 1 255,025 12,22 Error 792,950 Total 20,867 Corrected 1047,97 Total R Squared = ,243 (Adjusted R Squared = ,. Uji hipotesis pada Tabel 3 menunjukkan nilai sig untuk penerapan penggunaan aplikasi Screen Time - Parental Control sebesar 0,001. Hipotesis pada penelitian ini menyatakan ada pengaruh dari penggunaan aplikasi screen time Ae parental control dalam penggunaan gadget pada siswa kelompok B di RA Raudlatul Mubtadiin . Hasil dari uji anacova dari data hasil angket pada penelitian ini menunjukkan variabel tersebut memberikan pengaruh terhadap penggunaan gadget pada anak. Pengaruh penerapan aplikasi Screen Time - Parental Control ditunjukkan dengai nilai hasil uji ANACOVA dan hasil pairwise comparisons sebesar 0,000 yang menujukkan bahwa p <0,05. Hal ini menunjukkan ada pengaruh penerapan aplikasi Screen Time - Parental Control dalam penggunaan gadget pada siswa kelompok B di RA Raudlatul Mubtadiin Desa Toket. Hasil Angket Sebelum dan Sesudah Penerapan Angket Sebelum Angket Sesudah IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Nama Nilai Nama Nilai 1 Badriyah 55 Badriyah 2 Eka Kurnia Diana 65 Eka Kurnia Diana 3 Raodeh 63 Raodeh 4 Harideh 52 Harideh 5 Sunniyah 53 Sunniyah 6 St Jumiatis Sofa 61 St Jumiatis Sofa 7 Khoiriyah 58 Khoiriyah 8 Isti'anah 60 Isti'anah 9 Fadilah 58 Fadilah 10 Nurwati 58 Nurwati 11 Kinanah 72 Kinanah 12 Wulandari 59 Wulandari 13 Hilyatuz Zulfa 57 Hilyatuz Zulfa 14 St Maghfiroh 68 St Maghfiroh 15 Qurrotul Aini 61 Qurrotul Aini 16 Fauziyatuz Zahroh 58 Fauziyatuz Zahroh 17 Kurniawati 62 Kurniawati 18 Mudeh 59 Mudeh 19 Hotimah 61 Hotimah 20 Atmi 60 Atmi Pembahasan Hasil dari uji anacova dari data hasil angket pada penelitian ini menunjukkan variabel tersebut memberikan pengaruh terhadap penggunaan gadget pada anak. Pengaruh penerapan aplikasi Screen Time - Parental Control ditunjukkan dengai nilai hasil uji ANACOVA dan hasil pairwise comparisons sebesar 0,000 yang menujukkan bahwa p <0,05. Hal ini menunjukkan ada pengaruh penerapan aplikasi Screen Time - Parental Control dalam penggunaan gadget pada anak usia 3-6 tahun di RA Raudlatul Mubtadiin Desa Toket. Dari pemaparan tabel diatas, setelah melalui proses penyesuaian terhadap orang tua IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan serta anak dalam penerapan penggunaan aplikasi Screen Time - Parental Control ini sudah banyak memberikan hasil yang positif terhadap keduanya, sehingga memberikan sedikit kelegaan serta dapat meringankan kekhawatiran orang tua dalam penggunaan gadget pada anak, serta anak juga lebih aman dalam berselancar di dunia maya. Dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan aplikasi screen time - parental control terdapat beberapa tahapan - tahapan untuk melakukan penelitian, tahapan yang pertama dalam penelitian ini adalah tahap Perencanaan penelitian Dalam perencanaan penelitian ini pertama penelitian membuat surat izin penelitian terlebih dahulu dari lembaga intansi di Universitas Islam Madura Pamekasan kemudian melakukan observasi ke Sekolah yang akan diadakannya penelitian, untuk mendapatkan informasi tentang keadaan orang tua dan anak yang akan diteliti. Tahap Persiapan Penelitian. Tahapan yang kedua dalam tahap ini peneliti menghubungi Kepala Sekolah yang akan di jadikan sebagai tempat penelitian ini untuk menentukan subjek penelitian dan waktu penelitian, mempersiapkan materi, media, atau bahan ajar yang diperlukan, membuat bentuk instrumen, uji coba instrument. Tahapan yang ke tiga yaitu tahap Pelaksanaan Penelitian. Pada tahap pelaksanaan terbagi menjadi empat tahapan. Pertama, melakukan pelatihan terhadap orang tua dalam penggunaan aplikasi screen time - parental control secara mandiri. Kedua, orang tua menerapkan aplikasi screen time - parental control kepada anak untuk mengetahui keefektivitasan aplikasi tersebut. Ketiga, menyerbankan angket kepada orang tua yang memiliki anak yang berisi pertanyaan seputar aplikasi screen time - parnetal control serta pengaruhnya terhadap anak. Keempat, melakukan wawancara kepada orang tua. Lembaga RA Raudlatul Mubtadiin berlokasi di Dusun Dalubang Desa Toket Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Didirikan dibawah naungan Yayasan Islam Bani Toha yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar. Hal ini disebabkan karena banyaknya masyarakat yang memiliki mindset tentang minimnya pendidikan formal yang didapat oleh anak usia dini, sehingga masyarakat sekitar bukan hanya memahami ilmu agama saja, melainkan juga dapat memahami, berkompetisi dan mengikuti zaman dengan ilmu umum, untuk mencapai suatu harapan bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Pada tanggal 10 Maret 1999 RA Raudlatul Mubtadiin resmi didirikan yang berada dibawah naungan Kementrian Agama Kabupaten Pamekasan dengan fasilitas sarana 50% dari Yayasan dan 50% dari swadaya masyarakat sekitar dengan jumlah anak didik waktu IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan itu 11 anak, yang mana sampai sekarang terus mengalami perkembangan yang baik, dengan jumlah anak didik 21 anak dengan fasilitas yang memadai. Pada bab ini, peneliti akan membahas terkait hasil penelitian dengan menggunakan metode penelitian yang telah peneliti pilih pada bab sebelumnya, yaitu penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode penyebaran dan wawancara sebagai metode utama dalam pengumpulan data serta metode dokumentasi yang menjadi penguat sebagai bukti fisik dari proses penelitian. Penelitian ini dilakukan pada orang tua dan siswa di RA Raudlatul Mubtadiin yang beralamatkan di Dusun Dalubang Desa Toket Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini dimulai pada bulan Februari 2023. Penelitian ini difokuskan pada orang tua serta siswa kelompok B dengan jumlah sebanyak 20 anak, 9 anak perempuan dan 11 anak laki-laki. Dengan jumlah tenaga pendidik 3 orang, sebagai guru kelas dan guru Sebagai suatu lembaga pendidikan anak usia dini. RA Raudlatul Mubtadiin tentunya juga menanamkan perilaku-perilaku sosial dan nilai-nilai kemandirian pada anak sejak usia dini. Hal ini sesuai dengan visi RA Raudlatul Mubtadiin AuMembentuk generasi riang gembira berkarakter QurAoaniAy. Beberapa perilaku - perilaku sosial sudah tampak pada sebagian anak di RA Raudlatul Mubtadiin diantaranya, anak mandiri, ceria dan saling menyapa serta bermain bersama. Proses pembelajaran di RA Raudlatul Mubtadiin, tentunya diarahkan untuk dapat menunjang dan membantu dengan seutuhnya 6 aspek perkembangan anak, salah satunya aspek perkembangan sosial emosional anak. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, anak masih dibimbing untuk membaca doa-doa harian dan surat-surat pendek. Kemudian anak diajarkan untuk saling berinteraksi, mengenal nama teman-temannya serta dilatih untuk dapat mandiri dalam melakukan kegiatan yang telah diberikan oleh guru. RA Raudlatul Mubtadiin aktif selama 6 hari dalam 1 minggu, dimulai dari hari senin-sabtu, pukul 06. 45 - 09. Visi RA Raudlatul Mubtadiin AuMembentuk generasi riang gembira berkarakter QurAoaniAy. Misi RA Raudlatul Mubtadiin Meningkatkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Menumbuhkembangkan anak untuk menyayangi ciptaan Allah. Membiasakan berdoAoa sebelum dan sesudah kegiatan. Membiasakan untuk berperilaku sopan dan santun. Meningkatkan pembelajaran di bidang akademik, seni, dan budaya islam. Membiasakan beperilaku hidup sehat dan bersih. Tujuan RA Raudlatul Mubtadiin Mengenalkan pada anak tentang adanya Allah dan mengenal ciptaan-NYA sejak dini. Menyiapkan anak agar memilki nilai moral, sikap, dan budi pekerti yang baik. Menyiapkan anak agar memiliki keterampilan hidup untuk membentuk kemandirian Memberikan pengasuhan dan pembimbingan yang memungkinkan anak tumbuh sehat dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangan serta potensinya. Mengembangkan anak secara Mengembangkan pelayanan agar anak merasa bebas dan aman secara psikologis sehingga anak senang belajar sambil bermain. Efektivitas Penggunaan Aplikasi Screen Time - Parental Control Dalam Pengunaan Gadget Pada Siswa Kelompok B Di RA Raudlatul Mubtadiin Dari hasil penelitian yang sudah dicantumkan di table pada uji anacova dengan nilai sig ,001 yang artinya nilai sudah lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari penggunaan aplikasi Screen time - Parental Control ini terhadap penggunaan gadget pada anak. Hal ini sesuai dengan teori (Rudi Hermawan, 2. bahwa kontrol ini dibuat untuk membantu orang tua dalam membatasi konten yang tidak seharusnya diakses oleh anakanak yang berusia di bawah umur 17 tahun. Gadget merupakan media komunikasi yang sangat praktis dibawa kemana saja baik dikalangan anak-anak maupun orang dewasa. Penggunaan gadget terhadap anak usia dini merupakan sesuatu yang mempunyai dampak bagi para penggunanya, baik itu dampak positif ataupun negatif, penggunaan gadget sendiripun bagi anak usia dini tidak lepas dari bagaimana cara parenting dari para orang tua baik ayanh maupun ibunya dalam mengasuh, mengawasi, membimbing, serta membatasi anaknya. Tak jarang ada orang tua IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan yang membebaskan anaknya untuk bermain gadget, namun ada juga orang tua yang memberikan batasan waktu pada anak dalam menggunakan gadget dan lain sebagainya. Orang tua mempunyai peran penting dalam mengasuh dan memberi batasan dalam penggunaan gadget bagi anaknya, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anaknya. Dalam studi yang dilakukan oleh Shin . peran orang tua yang disebutnya sebagai parental mediation atau mediasi orang tua adalah strategi yang mengatur penggunaan perangkat digital dan memaksimalkan manfaat, serta meminimalkan risiko pada anak. Studi terdahulu menunjukkan bahwa mediasi orang tua aktif dapat mengurangi pengaruh perangkat digital pada anak-anak (Purnama et al. , 2. Peran orang tua dapat berupa strategi dan treat mendalam membina dan mengontrol perilaku dalam aktivitas penggunaan perangkat digital pada saat screen time. Bulan februari tahun 2023 peneliti memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Screen Time - Parental Control pada orang tua siswa RA Raudlatul Mubtadiin, kemudian peneliti memberikan waktu satu bulan kepada orang tua untuk dapat mencoba dan merealisasikannya dirumah. Pada pertengahan bulan maret tahun 2023 peneliti kemudian melakukan wawancara terhadap 20 orang tua siswa RA Raudlatul Mubtadiin guna mengetahui hasil dari penerapan aplikasi Screen Time - Parental Control yang dilakukan orang tua selama kurang lebih dalam waktu satu bulan. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan orang tua siswa RA Raudlatul Mubtadiin, selain mendapatkan hasil yang positif peneliti juga menemukan beberapa permasalahan yang terjadi selama proses kegiatan penerapan aplikasi screen time parental control tersebut. Pada beberapa permasalahan yang ada diantaranya adalah tidak sedikit orang tua yang belum memahami bagaimana cara mengoperasikan aplikasi pada gadget khusunya aplikasi Parental Control, sehingga dibutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam mempelajari penggunaan aplikasi tersebut. Ausaya punya hp itu biasanya Cuma liat wa, menelepon, liat tiktok pun jarang, karena saya dak tau gimana cara pakainya dek. Kadang anak saya malah lebih tau menggunakan aplikasinya dari pada saya. Jadi untuk mempelajari aplikasi parental control ini mungkin saya butuh waktu agak lama dek, ya kurang lebih satu mingguan lahAy . asil wawancara dengan Ibu Nurwati. Selasa 14 Maret 2. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Tidak hanya itu saja, selama masa penerapan ada beberapa anak yang tidak memberikan respon postif terhadap penggunaan aplikasi Parental Control ini, dibutuhkan waktu agar anak merasa nyaman dalam berbagai management Parental Control yang sudah orang tua lakukan. Auanak saya sebenarnya biasa-biasa aja pada hp, tidak sering menggunakan hp tapi kalau ingin menggunakan hp itu harus dikasih, karena kalau tidak anak saya akan merengek sampai dikasih. Jadi saat saya ingin menggunakan aplikasi ini ya harus menunggu anak saya menggunakan hp terlebih dahulu. Setelah anak saya ingin menggunakan hp saya barulah saya mensetting di hp bapaknya, pada awalnya anak saya merasa tidak nyaman menggunakan hp saya karena beberapa aplikasinya saya blok sehingga anak saya tidak bisa membukanya, namun saya selalu memberi pengertian kalau mungkin aplikasinya sedang rusak atau belum bisa dibuka, sehingga setelah beberapa kali melakukan penerapan akhirnya anak saya jadi mengurangi menggunakan hp dan lebih bermain dengan temannyaAy . asil wawancara dengan Ibu Harideh. Senin 13 Maret Dari beberapa pemaparan hasil wawancara diatas, setelah melalui proses penyesuaian terhadap orang tua serta anak dalam penerapan penggunaan aplikasi Screen Time - Parental Control ini sudah banyak memberikan hasil yang positif terhadap keduanya, sehingga memberikan sedikit kelegaan serta dapat meringankan kekhawatiran orang tua dalam penggunaan gadget pada anak, serta anak juga lebih aman dalam berselancar di dunia maya. Tutorial Penggunaan Aplikasi Screen Time-Parental Control Aplikasi screen time merupakan aplikasi mobile yang berjalan pada platform Android dan Iphone Operating System (IOS), aplikasi ini berfungsi sebagai pengawasan dan pembatasan penggunaan smartphone pada anak-anak. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Gambar 1. Aplikasi screen time bisa di unduh dari google play store Aplikasi Screen Time ini memiliki banyak Fitur yang sangat baik sekali, antara lain Gambar 2. Dashboard aplikasi screen time memiliki banyak fitur. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Fitur Children. Terdapat banyak sub pengaturan antara lain : Daily Limit, batasan limit perhari yang akan diberikan kepada anak. App Blocker, membatasi aplikasi yang diijinkan dimainkan oleh anak. App Log, menampilkan app history yang telah dimainkan oleh anak. Web History, melihat aktifitas web yang telah dibuka oleh anak. Fitur Task Creation Fitur ini berisi penugasan-penugasan kepada anak-anak untuk melakukan sesuatu yang baik bila penugasan telah dikerjakanakan mendapat reward tambahan bonus waktu bermain. Bonus tambahan waktu mempunyai empat pilihan: 10, 15, 20, 30 menit. Bila anak telah melaksanakan tugas anak bisa mengirim laporan ke orang tua untuk di review oleh orang tua apakah layak mendapatkan reward bonus. Laporan penugasan bisa dilampirkan foto pelaksanaan tugas. Gambar 3. Fitur Pemberian Penugasan untuk dilaksanakan Anak Fitur Task Review Merupakan fitur penilaian terhadap pelaksanaan tugas yang telah selesai dikerjakan oleh anak, laporan pengerjaan tugas bisa dimintakan lampiran foto sebagai bukti telah dilaksanakan tugas yang diberikan. Dari fitur ini orang tua berhak memberikan reward bonus sesuai dengan ketetapan setiap tugas. Dan bonus tambahan waktu bermain menjadi suatu keasikan tersendiri bagi anak-anak, mereka menjadi semangat untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban yang dibuat oleh orang tua melalui fitur pembuatan tugas. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Gambar 4. Fitur review penugasan dengan bukti foto terlampir Fitur Parent Dalam fitur ini orang tua bisa melibatkan keduanya . yah dan bund. untuk memantau dan mengontrol dengan melakukan register tambahan untuk supporting parent. Setelah supporting parent melakukan registrasi secara lengkap, maka user baru sudah bisa melakukan parental control. Gambar 5. Fitur Parent, kolaborasi kedua orang tua bersama mengawasi. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan Draf dan Hasil Wawancara Dengan Orang Tua Nama Ibu : Nurwati Nama Anak : Indina Nuwaffilin Apakah anak ibu sering menggunakan gadget? Kalau dibilang sering tidak terlalu dek, paling habis pulang sekolah atau pulang ngaji malam, karena kalo siang anak saya biasanya bermain dengan teman-temannya. Apa reaksi jika anak ingin menggunakan gadget tapi tidak ibu berikan? Pasti nangis dia dek, tapi kalo ada temennya dia pasti memilih ikut bermain dengan Kalau malam ya pasti dikasi sampai dia tidur. Apa perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan screen time? Pada awalnya saya biasa-biasa saja kalau anak saya pegang gadget dek karena biasanya anak saya kalau gak main game ya menonton youtube, tapi setelah saya mencoba mendampingi beberapa kali sambil belajar saya jadi tau ada beberapa video yang tidak sesuai dengan umurnya, biasanya iklan yang muncul itu dek. Apa tanggapan ibu terhadap penggunaan aplikasi screen time-parental control ini? saya punya hp itu biasanya Cuma liat wa, menelepon, liat tiktok pun jarang, karena saya dak tau gimana cara pakainya dek. Kadang anak saya malah lebih tau menggunakan aplikasinya dari pada saya. Jadi untuk mempelajari aplikasi parental control ini mungkin saya butuh waktu agak lama dek, ya kurang lebih satu mingguan lah. Tapi Alhamdulillah kebelakangnya saya sedikit ada kemajuan ya walaupun kadang masih minta ajarin ke suami. Apakah aplikasi parental control ini sesuai dengan kebutuhan? Kalau dibilang sesuai dengan kebutuhan sih tidak terlalu ya dek, seperti yang saya bilang tadi kalau anak saya biasanya cuma main game sama buka aplikasi youtube, mungkin bahayanya ga terlalu banyak, kalau tiktok itu banyak yang tidak sesuai dengan Tapi aplikasi ini juga sedikit membantu kalo misalnya tiba-tiba anak saya lama main gadgetnya. IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan SIMPULAN dan SARAN Kemajuan teknologi yang begitu pesat telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas kesehariannya terutama dalam mengakses informasi dengan cepat. Tentunya kemajuan teknologi tersebut harus disikapi secara bijak dan tepat agar memberikan manfaat bagi keluarga terutama dalam mendidik anak. Kemajuan teknologi modern yang begitu pesat telah menciptakan produk-produk teknologi digital baru seperti smartphone, komputer, dan berbagai jaringan sosial maya yang semuanya terkoneksi menggunakan Internet, menawarkan aneka jenis hiburan bagi tiap orang tua, kaum muda, dan juga anak-anak. Namun tentunya alat-alat itu tidak bertanggung jawab atas apa yang diakibatkannya. Mendidik anak di era informasi ini memiliki tantangan tersendiri. Kalau orang tua tidak pandai mengantisipasinya serta tidak peka terhadap bahaya yang ditimbulkan, anakanak bukan menjadi ahli dalam menggunakan teknologi informasi tapi jadi korbannya. Bermain gadget tidak selalu membawa dampak buruk. Asal digunakan dengan tepat dan sesuai usia anak, gadget bisa bermanfaat. Di antaranya sebagai media belajar interaktif, serta sarana mengasah kreativitas. Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan . he golden ag. yang merupakan masa di mana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Pada usia 0-2 tahun masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu sekarang dan ruang yang dekat saja. Komunikasi yang berkualitas pada anak usia dini akan membuat mereka mampu mengetahui benar dan salah, memudahkan dalam mengetahui akar persoalan, serta memberikan kepentingan yang terbaik untuk anak. Menimbang dampak negatif serta positif mengenalkan teknologi digital pada anak, pada akhirnya memang tergantung pada kesiapan orang tua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat menggunakan gadget. Anak usia dini memiliki tantangan tersendiri mengingat pada periode inilah anak mengalami proses pembentukan karakter dasar, apapun yang terjadi pada masa ini akan berdampak pada anak dan akan terbawa sepanjang masa usia selanjutnya. Namun seiring dengan teknologi yang sudah diperkenalkan pada anak sejak usia dini sehingga menjaga keamanan anak menjadi hal utama yang harus para orang tua pikirkan. Adapun saran yang dapat diberikan oleh peneliti, yaitu : Kepada orang tua untuk tetap melakukan pendampingan serta pengedukasian terhadap dampak positif serta negatif IDEALITA | Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan dari penggunaan gadget pada anak usia dini, hal ini dapat membantu dalam memberikan gambaran bahaya yang dapat ditimbilkan dari penggunaan gadget pada anak. Jadilah orang tua yang bijaksana serta orang tua yang bisa mengikuti perkembangan zaman yang lebih baik, setiap anak mempunyai hak yang harus mereka dapatkan dari orang tuanya yaitu dengan mendampingi, mengawasi, serta menemani anak dalam menggunakan gadget untuk meminimalisir terjadinya kecanduan menggunakan gadget pada anak. DAFTAR PUSTAKA