MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN KEBOCORAN MIKRO RESIN KOMPOSIT UNIVERSAL SINGLE SHADE VS RESIN KOMPOSIT BULKFILL PADA RESTORASI KELAS V Annisa Miftaqul Rizki. Bebbi Arisya Kesumaputri. Danica Anastasia. Martha Mozartha*. Listia Eka Merdekawati Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya *Email: marthamozartha@fk. Abstrak Latar belakang: Restorasi kelas V menyajikan tantangan bagi klinis karena tingginya risiko kebocoran mikro pada daerah servikal sekaligus adanya tuntutan estetika. Resin komposit single-shade merupakan material yang relatif baru di pasaran dan diklaim dapat menyamai semua warna gigi. Resin komposit bulk-fill diketahui menunjukkan stress penyusutan polimerisasi yang lebih rendah dan aplikasi yang lebih mudah. Tujuan: Mengetahui perbandingan kebocoran mikro resin komposit single-shade dengan resin komposit bulk-fill pada restorasi kelas V. Metode: Penelitian eksperimental dengan sampel 20 gigi premolar rahang atas, dibagi menjadi dua kelompok . , dan dipreparasi kavitas kelas V dengan ukuran 3x3x3 mm. Kelompok A ditumpat dengan resin komposit single-shade, kelompok B ditumpat dengan resin komposit bulk-fill. Sampel dimasukkan ke inkubator dengan suhu 37AC selama 24 jam, kemudian dilakukan proses thermocycling manual pada suhu 5AC dan 55AC sebanyak 100x. Gigi direndam dalam metilen biru selama 24 jam. Sampel dipotong dengan menggunakan separating disc dalam arah bukal ke palatal, dan kebocoran mikro diamati dengan stereomikroskop perbesaran 40x. Hasil: Nilai skor rata-rata kebocoran mikro resin komposit single-shade lebih tinggi dibandingkan resin komposit bulk-fill. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut . <0,. Simpulan: Resin komposit single-shade memiliki kebocoran mikro yang lebih besar dibandingkan dengan resin komposit bulk-fill. Kata kunci: Kavitas kelas V, kebocoran mikro, resin komposit bulk-fill, resin komposit singleshade Abstract Introduction: Restoring class V cavities is challenging for dentists due to the increased risk of microleakage in the cervical area and the importance of achieving precise aesthetics. Singleshade composite resin are relatively new and claim to match all dental shades seamlessly. Bulk-fill composites have shown to reduce stress from polymerization shrinkage and make material application simpler. Objective: To compare the microleakage between universal single-shade and bulk-filled composite resin in class V restorations. Methods: An experimental study was conducted with a sample of 20 upper premolar teeth, divided into two groups . , and prepared with Class V cavities measuring 3x3x3 mm. Group A was restored with single-shade composite resin, while group B was restored with bulk-fill composite resin. The samples were placed in an incubator at 37AC for 24 hours, followed by manual thermocycling process at temperatures of 5AC and 55AC for 100 cycles. The teeth were immersed in methylene blue for 24 hours. Samples were sectioned using a separating disc from buccal to palatal direction, and microleakage was observed with a stereomicroscope at 40x Results: The average microleakage score of single-shade composite resin was higher than bulk-fill composite resin. Data were analyzed using the Mann-Whitney test, showing a significant difference between the two groups . <0. Conclusion: Single-shade composite resin exhibits greater microleakage compared to bulk-fill composite resin. Keywords: Bulk-fill composite resin. class V cavities. single-shade composite MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 PENDAHULUAN Material restorasi resin komposit terbentuknya celah yang lebih kecil antara perkembangan yang sangat pesat selama permukaan resin dan filler, mengurangi adhesi bakteri serta dapat mengurangi Awalnya komposit hanya digunakan untuk restorasi kebocoran mikro. Dunn K dkk. menyatakan bahwa resin komposit universal single shade baik digunakan untuk merestorasi kavitas kelas 4 Kavitas kelas V melibatkan sepertiga Sebagai servikal di permukaan fasial ataupun sewarna gigi, pemilihan warna yang tepat lingual gigi anterior maupun gigi posterior. menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk Morfologinya kompleks dengan batas para klinisi dalam menggunakan resin koronal berada di email dan batas gingiva komposit konvensional sebagai bahan berada di sementum atau dentin sehingga restorasi gigi. menjadi tantangan tersendiri bagi para Seiring Masalah utama yang sering ditemui pada universal single shade yang memiliki restorasi kavitas kelas V adalah terjadinya kebocoran mikro. klinisi ketika merestorasi kavitas ini. mengandung pigmen seperti halnya resin Kebocoran mikro adalah suatu komposit konvensional. Sifat optik yang celah yang timbul karena adanya ikatan didapatkan resin komposit ini diperoleh yang kurang baik antara material restorasi dengan menggunakan teknologi smart dengan dinding kavitas gigi, yang akan chromatic yang mampu menangkap warna menyebabkan bakteri, sisa makanan, serta faktor kariogenik lainnya dapat masuk ke mengontrol ukuran dari partikel fillernya. celah tersebut. 7 Kebocoran mikro dapat Kandungan filler dengan bentuk seragam terjadi karena adanya penyusutan resin yang dimilikinya memberikan hasil akhir komposit selama proses polimerisasi. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Penyusutan yang terjadi menyebabkan Penelitian ini adalah penelitian true putusnya ikatan antara bahan restorasi experimental dengan rancangan posttest dengan dinding kavitas gigi sehingga only control group design, dilaksanakan di terbentuk celah kecil di antaranya. Laboratorium Bagian Kedokteran Gigi Kebocoran mikro pada restorasi Universitas Sriwijaya untuk persiapan kavitas kelas V juga dapat diminimalisir dengan menggunakan resin komposit bulk Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya untuk fill restorasi yang mampu menumpat memasukkan sampel ke dalam inkubator kavitas gigi hingga kedalaman 4 mm dan proses thermocycling serta UPTD dengan satu kali proses penyinaran. Laboratorium Khamverdi Z. dalam penelitiannya Sumatera Selatan untuk meneliti nilai menyatakan tingkat kebocoran mikro resin kebocoran mikro dari resin komposit universal single shade dan resin komposit Ini Teknik Lingkungan Kimia Provinsi bulk fill. Sampel pada penelitian ini adalah penelitian Kapoor dkk tentang pengaruh gigi premolar rahang atas yang telah teknik penumpatan komposit terhadap memenuhi kriteria inklusi, yaitu foramen pembentukan celah pada tepi tumpatan, apikal tertutup sempurna serta bebas dari karies dan restorasi. Besar sampel pada penelitian ini ditentukan dengan rumus Laboratorium marginal yang lebih baik dan pembentukan Lemmeshow. Berdasarkan celah lebih rendah dibandingkan dengan tersebut jumlah sampel yang didapatkan resin komposit konvensional. 9 Penelitian Sampel dibulatkan menjadi 10 ini dilakukan membandingkan kebocoran mikro antara resin komposit universal sampel berjumlah 20 sampel. Pembagian single shade sampel adalah sebagai berikut: METODE dengan resin komposit bulkfill pada Kelompok A direstorasi dengan resin restorasi kelas V. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 (OmnichromaA. Tokuyama Dental. Japa. Kavitas yang telah dipreparasi Kelompok B direstorasi dengan resin dietsa menggunakan asam fosfat 37% komposit bulk fill (X-tra baseA. Voco, (Ultra EtchA. Ultradent. South Jordan USA) German. selama 15 detik, lalu dibilas dengan air dan Gigi dibersihkan dan disimpan di dikeringkan selama 10 detik. Kemudian, dalam aquadest selama 24 jam pada suhu bonding agent (Single bond2A, 3M ESPE, ruang, kemudian ditanam ke dalam balok USA) diaplikasikan ke kavitas dengan malam hingga ke bagian servikal. Kavitas menggunakan microbrush selama 15 detik kelas V di sepertiga servikal gigi pada lalu disinar selama 10 detik. Pengaplikasian permukaan fasial dengan ukuran 3 y 3 mm bahan resin komposit ke kavitas gigi seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1, dilakukan menggunakan instrumen plastis dipreparasi menggunakan diamond bur lalu disinar menggunakan light curing unit (DiatechA. Scissdertal. Switzerlan. hingga (D-luxA. Diadent. South Kore. sesuai kedalaman 3 mm seperti yang ditunjukkan petunjuk pabrik yaitu dengan intensitas pada Gambar 2. 900 mW/cm2 untuk kelompok A selama 10 detik dan untuk kelompok B selama 20 Spesimen dimasukkan ke dalam inkubator dengan suhu 37AC selama 24 Selanjutnya dilakukan thermocycling sebanyak 100 kali pada suhu 5AC dan 55AC Gambar 1. Outline Kavitas Kelas V dengan waktu perendaman 20 detik. Apeks gigi ditutup menggunakan wax agar zat warna tidak berpenetrasi melalui ujung akar, dan seluruh permukaan gigi dilapisi cat kuku kecuali pada daerah restorasi. Sampel direndam dalam larutan methylene blue 1% selama 24 jam di dalam tabung, dibersihkan dengan aseton, dibilas dengan Gambar 2. Kedalaman Kavitas kelas V aquadest, lalu dikeringkan. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Selanjutnya, dengan uji Kappa untuk menyatakan dengan menggunakan separating disc pada konsistensi nilai pengukuran anatara dua akar hingga batas servikal serta pada Data kemudian dilakukan uji pertengahan restorasi dari arah bukal ke normalitas dengan uji Shapiro-Wilk untuk Sampel dipendam pada wax yang mengetahui distribusi data. Selanjutnya, berbentuk setengah lingkaran dengan data dianalisis dengan uji statistik Mann diameter 1 cm untuk diamati kebocoran Whitney untuk melihat ada tidaknya mikro pada margin gingiva kavitas gigi di M3CA, kebocoran mikro resin komposit universal Heerburg. Switzerlan. dengan perbesaran single shade dengan resin komposit bulk fill Nilai kebocoran mikro ditentukan pada restorasi kelas V. dengan skor yang sesuai dengan kriteria HASIL (Wild skoring Silveira de Araujo dkk. yaitu : Skor Kebocoran mikro restorasi kelas V 0 = tidak ada kebocoran mikro. Skor 1 = resin komposit universal single shade dapat penetrasi dye mencapai setengah dinding dilihat pada Gambar 3A dan resin komposit kavitas. Skor 2 = penetrasi dye lebih dari bulk fill pada Gambar 3B. Hasil kebocoran setengah dinding kavitas. Skor 3 = mikro resin komposit universal single shade penetrasi hingga ke dinding aksial. 10 Data dan resin komposit bulk fill dapat dilihat yang diperoleh dicatat dan dianalisis pada tabel 1. Gambar 3. Penetrasi methylene blue pada restorasi kelas V (A) resin komposit universal single shade, (B) resin komposit bulkfilled MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Berdasarkan data pada Tabel 1, terlihat . aitu 4,. lebih besar dibandingkan bahwa nilai rata-rata kebocoran mikro dengan resin komposit bulk fill . resin komposit universal single shade. Tabel 1. Hasil Uji Kebocoran Mikro Resin Komposit Tabel 2. Hasil Uji Kappa Nilai Kebocoran Mikro Data Kappa didapatkan nilai koefisien sebesar menyatakan konsistensi pengukuran yang 0,919 . 9%) yang berarti bahwa terdapat konsistensi pengukuran antara kedua Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat hasil uji Nilai signifikansi yang diperoleh Kappa MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 pada uji kappa sebesar 0,000 atau dengan persamaan persepsi antara pengamat 1 kata lain p<0,05 yang berarti bahwa adanya dan pengamat 2. Tabel 3. Hasil Uji Statistik Mann Whitney Selanjutnya dengan uji Saphiro-Wilk dan didapatkan dibandingkan dengan resin komposit bulk nilai p < 0,05 yang menunjukkan bahwa Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kebocoran mikro karena adanya dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. penyusutan yang terjadi saat proses Tabel 3 menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang Penyusutan saat polimerisasi signifikan antara kebocoran mikro restorasi kelas V resin komposit universal single internal pada material dan celah antara shade dengan resin komposit bulk fill. bahan restorasi dengan dinding kavitas. PEMBAHASAN Stress polimerisasi dianggap sebagai salah Pada penelitian ini dilakukan restorasi dengan dinding kavitas tidak pengaplikasian dua jenis resin komposit cukup kuat untuk menahan stress ini, maka akan menyebabkan hilangnya retensi dari Kebocoran evaluasi dan penilaian terhadap kebocoran Jika Campos peranan penting dalam keberhasilan suatu mengemukakan bahwa semakin besar elastisitas bahan restorasi dalam kavitas, bahwa kebocoran mikro kavitas kelas V maka pengurangan tekanan penyusutan yang terbentuk pada resin komposit polimerisasi akan semakin besar. Penelitian MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Resin komposit universal single akan menyebabkan ikatan yang terbentuk shade mengandung persentase filler yang antara bahan restorasi dengan permukaan sedikit lebih besar dibandingkan resin komposit bulk fill . iller loading 79wt% vs menghasilkan celah pada margin restorasi, 75wt%). Semakin tinggi filler loading pada kebocoran mikro akan semakin meningkat. modulus elastisitas menjadi lebih besar. Hal ini dapat diminimalisir menggunakan Modulus elastisitas yang rendah lebih resin komposit yang matriks organiknya efektif untuk mengurangi stress saat terdiri dari monomer-monomer dengan 13 Resin komposit bulk fill berat molekul yang lebih besar. memiliki modulus elastisitas yang lebih Perbedaan kecil jika dibandingkan dengan resin yang signifikan antara resin komposit komposit universal single shade, maka resin komposit bulk fill dapat lebih efektif komposit bulk fill dapat dipengaruhi oleh komposisi dari matriks organik. Bajabaa sehingga penyusutan saat polimerisasi menyatakan bahwa resin komposit akan berkurang dan kebocoran mikro universal single shade menunjukkan nilai 11,13,14 Selain kebocoran mikro pada area servikal yang penyusutan saat polimerisasi, kavitas kelas lebih besar dibandingkan dengan resin V mempunyai faktor konfigurasi . -facto. komposit konvensional lainnya. Hal ini yang besar. C-factor merupakan rasio dapat disebabkan oleh karakteristik tipe perbandingan antara daerah yang terikat monomer dan filler yang terkandung di dan daerah yang tidak terikat dengan 1 Matriks organik resin komposit bahan restorasi. Kavitas kelas V memiliki 5 universal single shade terdiri dari monomer permukaan yang terikat dengan bahan UDMA dan TEGDMA, sedangkan resin restorasi dan 1 permukaan saja yang tidak komposit bulk fill memiliki matriks organik terikat dengan bahan restorasi. Semakin berupa monomer BIS-GMA,UDMA dan TEGDMA. Bis-GMA dan UDMA memiliki terbentuk akan semakin besar. Tekanan ini berat molekul 31 partikel yang tinggi c-factor single shade dengan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 terjadinya penyusutan saat polimerisasi . olymerization shrinkag. dan kebocoran KESIMPULAN Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kebocoran mikro yang signifikan antara resin komposit universal single shade dengan resin komposit bulk fill rata-rata kebocoran mikro resin komposit universal single shade lebih besar dibandingkan resin komposit bulk fill pada restorasi kelas V. DAFTAR PUSTAKA