CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 FEBRUARI 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 209-223 UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER SISWA DI MAN 1 PADANG LAWAS UTARA Nursyahdia Harahap Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: Nursyahdia@gmail. Abstract. The purpose of this study was to determine the condition of career maturity of class X students, the efforts of guidance and counseling teachers in increasing the career maturity of class X students, development of career maturity of class X students at MAN 1 Padang Lawas Utara. This research method uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and Data were obtained from the BK teacher. BK coordinator/Vice Head of Student Affairs, and 4 students of class X. The results of the study stated that . Shows that the conditions of career maturity of class X students are different, there is evidence that 15 students . boys and 8 girl. have problems with career maturity, do not get support from their parents, do not know their abilities, do not care about careers and do not understand career information, . Guidance and counseling teachers' efforts in increasing the career maturity of class X students by implementing group guidance services, individual counseling services, . Developing career maturity of class X students with group guidance, providing support to students, complete the facilities, provide training according to the potential needs of students. Based on the research findings above, it can be concluded that the career maturity of class X students can be improved through career guidance, group guidance services, individual counseling services carried out by BK teachers at MAN 1 Padang Lawas Utara. Keywords: Guidance and Counseling. Career Maturity. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kematangan karier siswa kelas X, upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X, pengembangan kematangan karier siswa kelas X di MAN 1 Padang Lawas Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diperoleh dari guru BK, koordinator BK/Wakasek Kesiswaan, dan 4 siswa kelas X. Hasil penelitian menyatakan bahwa . Menunjukkan bahwa kondisi kematangan karier siswa kelas X berbeda Ae beda, adanya bukti 15 siswa . laki Ae laki dan 8 perempua. mengalami masalah pada kematangan karier tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya, tidak peduli dengan karier dan kurang memahami informasi karier, . Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa kelas X dengan menerapkan layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu, . Mengembangkan kematangan karier siswa kelas X dengan bimbingan kelompok, memberikan dukungan kepada siswa, melengkapi failitas, memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan potensi yang dimilki siswa. Berdasarkan pada temuan penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kematangan Received November 30, 2022. Revised Desember 02, 2022. Januari 22, 2023 * Nursyahdia Harahap. Nursyahdia@gmail. UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER SISWA DI MAN 1 PADANG LAWAS UTARA karier siswa kelas X dapat ditingkatkan melalui bimbingan karier, layanan bimbingan kelompok, layanan konseling individu yang dilakukan oleh guru BK MAN 1 Padang Lawas Utara. Kata kunci : Bimbingan dan Konseling. Kematangan Karier. PENDAHULUAN Bimbingan konseling merupakan komponen pendidikan yang sangat penting. Karena bimbingan dan konseling merupakan kegiatan pendampingan yang diberikan kepada siswa di sekolah dalam rangka peningkatan kualit as pendidikan. Proses pembelajaran membentuk perbedaan individu selama transfer materi. Selain itu, konsep Bimbingan Konseling selanjutnya jika dilihat dari rumusan pendidikan nasional indonesia, adalah upaya sadar yang bertujuan untuk mengembangkan kepribadian dan potensi . akat, minar, dan kemampua. Hal ini melibatkan perilaku, sikap mental, akademik dan keterampilan. Tingkat kepribadian dan kemampuan merupakan gambaran utuh dari setiap individu (Yusuf dkk, 2021: . Rendahnya kematangan karier dapat menyebabkan kesalahan dalam mengambil keputusan karier bagi siswa SMA. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian waktu, finansial dan kegagalan belajar karena kurang motivasi untuk belajar. Dalam menentukan pilihan karier, dibutuhkan informasi yang dapat membantu siswa dalam pengambilan pilihan karier yang tepat. Informasi tersebut dapat diperoleh dari pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah khususnya pelayanan bimbingan karier (Hasibuan. Irawan, 2020: Memilih karier yang tepat dan sesuai dengan preferensi individu adalah penting ketika memastikan kesejahteraan diri. Upaya membantu setiap individu untuk introspeksi dan meningkatkan kesadaran tentang karier dan peluang yang tersedia sebelum membuat pilihan karier harus diintensifkan. Oleh karena itu, perencanaan yang matang sangat penting, terutama dari usia 15 hingga 18 tahun karena pada saat itu rentang usia siswa berada pada tahap di mana mereka mengeksplorasi karier. Karena itu, layanan bimbingan dan konseling di sekolah harus berperan penting dalam membantu siswa untuk meningkatkan kematangan karier (Ismail. Abdullah dkk, 2018: . CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 FEBRUARI 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 209-223 Berdasarkan observasi dan wawancara dilakukan oleh peneliti terhadap guru Bimbingan dan Konseling di Madrasah Aliyah Negeri 1 Padang Lawas Utara, sesuai keterangan wawancara dari guru Bimbingan dan Konseling ada sebanyak 152 siswa kelas X, tapi yang diperoleh informasi ada 15 siswa di kelas X yang memiliki kemampuan belajar yang baik, 3 siswa memiliki masalah tidak mendapatkan dukungan orang tua untuk melanjutkan studi sebab membantu orang tua melanjutkan usaha keluarga lebih baik, ada 4 siswa dari kelas X IPA 2 yang lambat memahami kemampuan / kelebihan yang dimilikinya. Sedangkan di kelas X IPS 1, ada 5 siswa yang tidak ingin melanjutkan studi / mengembangkan kemampuan yang dimilikinya karena terhalang oleh keuangan orang tua yang tidak mendukung/ rendahnya penghasilan orang tua, dan ada 3 siswa dari kelas X IPS 2 yang tidak peduli terhadap karier di masa depan / hanya mengikuti teman Ae teman di sekolah. Berdasarkan keterangan diatas, guru Bimbingan dan Konseling sudah berupaya meningkatkan kematangan karier pada siswa berada pada kategori yang rendah ataupun tinggi dengan memberikan layanan informasi tentang karier, bimbingan kelompok dan konseling individu. Dukungan keluarga paling tinggi yang diberikan adalah dukungan penghargaan, selanjutnya dukungan informasi dan yang paling rendah adalah dukungan Maka dari itu menunjukkan bahwa terdapat peran dukungan keluarga terhadap kematangan karier sehingga semakin tinggi dukungan keluarga, semakin tinggi pula kematangan karier pada siswa. Berdasarkan wawancara, observasi secara langsung dengan guru bimbingan dan konseling di sekolah masih banyak siswa yang mempunyai masalah dalam menentukan kariernya yang terkendala seperti orang tua atau keluarga tidak mendukung, keuangan tidak mendukung, lingkungan pergaulan. Adanya siswa mempunyai prestasi tapi tidak bisa tersalurkan karena kendala dari keluarga dan adanya siswa yang biasa saja yang di dukung keluarga dalam segi aspek apapun tapi siswa tersebut tidak memperhatikan atau tidak peduli akan kariernya. UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER SISWA DI MAN 1 PADANG LAWAS UTARA KAJIAN TEORI Konsep Dasar Guru Bimbingan dan Konseling Pengertian Guru Bimbingan dan Konseling Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 dan Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 peran guru adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, pengarah ataupun pelatih, penilaian dan pengevaluasi dari peserta didik. Secara garis besar, guru berperan sebagai pendidik dan pembimbing (Syafaruddin dkk, 2017: . Guru Bimbingan dan Konseling adalah guru yang memiliki tugas, tanggung jawab dan hak secara penuh dalam kegiatan bimbingan dan konseling terhadap sejumlah peserta didik. Guru Bimbingan Konseling juga merupakan unsur utama pelaksanaan bimbingan di sekolah. Adapun peran guru bimbingan dan konseling sebagai konselor bagi siswa ialah memberpemahaman terhadap kemampuan yang dimiliki siswa sendiri supaya meningkat dan bisa memecahkan berbagai masalah secara individual. Konselor dan guru merupakan sebuah tim yang sangat dibutuhkan agar siswa yang mempunyai masalah dapat terbantu, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih baik lagi dan mampu menciptakan suasana yang kondusif pada proses belajar mengajar berlangsung. Peran Guru Bimbingan dan Konseling Peran konselor dapat dilihat dari tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Syafaruddin dkk . 7: . mengatakan bahwa tanggung jawab seorang konselor atau guru bimbingan dan konseling ialah membantu kepala sekolah beserta stafnya dalam menyelenggarakan kesejahteraan sekolah. Peran guru bimbingan dan konseling dalam memberikan konseling di salah satu sekolah ditunjukan dengan memberikan saran kepada setiap individu yang memiliki masalah dalam menentukan jurusan ataupun pendidikan di perguruan tinggi. Dalam hal ini kesulitan yang dialami siswa pada umumnya berkaitan dengan pertentangan keinginan siswa dengan orang tua atau karena masalah ekonomi CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 FEBRUARI 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 209-223 Pembimbing dalam bimbingan dan konseling antara lain: Memahami klien yang hendak dilayani, seperti menghargai, dan menjungjung nilai-nilai kemanusiaan, individualitas, kebebasan memilih, dan megedepankan guna konseling. Menguasai landasan teoritik bimbingan dan konseling yaitu: Menguasai ilmu pendidikan dan landasan keilmuannya . Menerapkan prinsip-prinsip pendidikan dan proses pembelajaran . Menguasai landasan budaya dalam praktis pendidikan . Menguasai cara pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan Menyelenggarakan bimbingan dan konseling yang memandirikan: Merancarang program bimbingan dan konseling dan menganalisis kebutuhan . Menilai proses dan hasil bimbingan dan konseling . Melakukan penyesuaian proses layanan bimbingan dan konseling . Menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi layanan bimbingan dan Tugas Guru Bimbingan dan Konseling Guru bimbingan dan konseling merupakan tugas profesional, sehingga secara formal mereka telah disiapkan oleh lembaga pendidikan yang berwenang mereka didik untuk menguasai sebuah kompetensi yang diperlukan bagi pekerjaan bimbingan dan konseling dengan begitu dapat dikatakan bahwa guru bimbingan dan konseling memang secara sengaja dibentuk dan disiapkan untuk menjadi tenaga profesional dalam bimbingan dan konseling. Keberhasilan tugas-tugas pembimbing sangat dipengaruhi oleh kemampuan yang dimiliki konselor harus diperhatikan asas-asas yang mendasari tugastugas pembimbing (Sumarto, 2017: . UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER SISWA DI MAN 1 PADANG LAWAS UTARA Tugas utama Guru Bimbingan dan Konseling adalah membantu siswa untuk mengentaskan masalah-masalah pribadi siswa yang berhubungan dengan pendidikan dan pelajaran (Sisrianti dkk, 2013: . Demikian Guru Bimbingan dan Konseling harus memiliki kompetensi akademik dan profesional sebagai suatu keutuhan, seperti yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 empat aspek yang harus dimiliki oleh konselor, diantaranya kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional dan kompetensi kepribadian (Sisrianti dkk, 2013: 32-. Kematangan Karier Pengertian Kematangan Karier (Pratama. Suharnan, 2014: . Kematangan karier adalah kesesuaian antara perilaku karier yang diharapkan pada usia tertentu disetiap tahapnya. Dalam kesesuaian perilaku individu terhadap rangsangan dari lingkungan yang berkaitan dengan karier yaitu dengan rangkaian sikap dan kompetensi individu yang berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang yang rangkaian aktivitas pendidikannya dan kerja yang berkelanjutan, dengan karier seorang individu melibatkan rangkaian pilihan dari berbagai macam kesempatan yang diharapkan dapat sesuai pada usia-usia tertentu yang berkaitan dengan proses tahap perkembangan karier kedepannya. Karier merupakan sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan dan pekerjaan yang dijalani oleh seseorang. Karier juga memiliki makna sebagai jalannya peristiwa kehidupan, sekuensi okupasi, dan peranan kehidupan lainnya yang keseluruhannya menyatakan tanggung jawab seseorang kepada pekerjaan dalam pola pengembangan dirinya. Perubahan-perubahan yang berkaitan dengan karir akan mudah dilampaui dengan adanya kematangan karier pada diri individu. Faktor-Faktor Kematangan Karier Faktor internal kepribadian yang juga mempengaruhi kematangan karier salah satunya adalah konsep diri. Adapun pengetahuan tentang diri ataupun konsep diriyang dimiliki oleh individu merupakan penentu dari kematangan karier. Ia menjelaskan bahwa bidang karier seseorang adalah gambaran dari konsep diri yang dimilikinya. Faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi kematangan karier adalah pengaruh keluarga. Keluarga merupakan lingkungan terdekat untuk membesarkan, mendewasakan, dan di CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 FEBRUARI 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 209-223 dalamnya anak mendapatkan pendidikan pertama kali. Individu yang mendapatkan dukungan sosial dari keluarga akan mempunyai pikiran yang lebih positif terhadap situasi yang sulit sehingga mampumencapai kematangan karier yang tinggi. Sehingga dalam dukungan sosial yang di dapatkan individu dari keluarganya akan meningkatkan kematangan kariernya (Hendrianti. Herio,2019: . Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan dan kematangan karir adalah dukungan orang tua. Adapun dukungan orang tua digambarkan sebagai adanya pemberian pujian secara lisan, ataupun langsung, banyaknya waktu yang disediakan untuk anak, pemberian kasih sayang, adanya perhatian untuk anak. Dengan demikian perilaku yang membentuk dukungan orang tua antara bantuan instrumenta, pembelajaran dari individu lain dan ransangan emosional (Widyayastuti, 2013: . METODE PENELITIAN Penelitian skripsi ini penulis menggunakan metode pendekatan deskriptif Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, kejadian yang terjadi saat sekarang. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Dalam penelitian ini peneliti mencari tahu, menganalisis dan memahami tentang bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karir siswa di MAN 1 Padang Lawas Utara. Sehingga sangat penting dalam menerima fakta melalui pengamatan di lapangan, memahami fenomena yang terjadi dalam kegiatan, dengan menggunakan wawancara dan observasi terhadap informan penelitian. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dalam melakukan suatu penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah untuk mendapatkan data. Jadi tanpa mengetahui teknik pengumpulan data peneliti tidak akan mendapatkan data secara maksimal. Dengan demikian pengumpulan data sangat perlu dipahami oleh peneliti. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER SISWA DI MAN 1 PADANG LAWAS UTARA HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Kematangan Karier Siswa MAN 1 Padang Lawas Utara Remaja SMA/MA/SMK yang merupakan sekolah lanjutan tingkat atas adalah individu yang sudah dianggap dewasa dan bisa lebih siap untuk menghadapi dunia kerja ataupun karier. Akan tetapi, berhubungan dengan layanan bimbingan konseling, siswa MAN 1 Padang Lawas Utara belum semua mendapatkan layanan secara optimal termasuk bimbingan karier, terutama siswa kelas X hal tersebut dikarenakan kurangnya waktu yang bisa di masuki oleh guru Bimbingan dan Konseling dalam layanan bimbingan konseling yang berakibat ketidaksiapan dalam pemahaman karier secara optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kematangan karier siswa kelas X berbeda Ae Dengan adanya bukti 15 siswa . laki Ae laki dan 8 perempua. yang mengalami masalah pada kematangan karier tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya/tidak peduli dengan karier dan kurang memahami informasi karier. Guru Bimbingan dan Konseling menjelaskan dengan demikian pemahaman siswa terhadap informasi karier menjadi kunci dari kematangan karier siswa sehingga dapat mengambil keputusan karier, menyadari kemampuan yang dimiliki serta mencapai hasil yang baik. Kemampuan siswa tersebut tentu saja berbeda-beda bagi setiap individu. Begitu juga dengan siswa MAN 1 Padang Lawas Utara yang setiap siswa memiliki kematangan karier yang berbeda-beda. Sebagian siswa tidak menyadari kemampuan yang Keterangan tersebut didukung dengan pendapat Badrul dan Daniati . pentingnya informasi kematangan karier, pilihan karier, memikirkan mengenai keputusan studi lanjut yang akan diambil lebih awal, sehingga mencapai hasil yang baik dan ada waktu yang peserta didik gunakan untuk benar-benar memikirkan masa depan . Menurut Takke dan Ghani . 3: . AuIndividuals increasingly gain career maturtity through their span as part of their developmentof all agesAy artinya setiap orang meningkatkan kematangan karir melalui jangka hidup mereka sebagai bagian dari proses pertumbuhan mereka. Peserta didik yang tidak diarahkan akan mengalami ketidakpastian dalam menentukan keputusan karier yang berpengaruh terhadap keselarasan hidupnya. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 FEBRUARI 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 209-223 Kesulitan yang dihadapi peserta didik ketika memutusakan pilihan karier dapat menjadi peserta didik menyerahkana tanggung jawab pengambilan keputusan pada kedua orang tua atau menunda dan menghindar dari tugas pengambilan keputusan kariernya yang dapat mengakibatkan pengambilan keputusan tidak optimal. Penjelasan diatas di dukung juga menurut Marpaung dan Yulandri . 6: . menyebutkkan tahun-tahun sekolah lanjutan dikonseptualiasikan sebagai suatu masa dimana peserta didik sudah dapat menetapkan suatu pilihan karir yang bijaksana dan memulai persiapan yang tepat untuknya. Berdasarkan fakta yang dijelaskan oleh Ibu Yestianti. Pd, selaku guru Bimbingan dan Konseling di MAN 1 Padang Lawas Utara bahwa siswa memiliki permasalahan dalam kematangan karier yaitu belum dapat mempersiapkan dan merencanakan karier mereka dengan baik. Permasalahan kematangan karier dapat menyebabkan kesalahan mengambil keputusan karier bagi siswa di SMA/SMK/MA. Pada kenyataannya, ada terdapat siswa Madrasah Aliyah yang melanjutkan studi di perguruan tinggi memilih jurusan pendidikan tanpa mempertimbangkan kemampuan, bakat, minat, dan kepribadian. Mereka tersebut cenderung mengikuti pilihan orang tua, teman, dengan dasar popularitas pekerjaan atau identitas pekerjaan yang disarankan orang tua. Individu yang tidak memiliki kematangan karier dapat mengakibatkan kerugian waktu, finansial, dan kegagalan belajar dapat terjadi, ini mereka tidak termotivasi untuk belajar. Kematangan karier merupakan salah satu tugas perkembangan yang penting bagi remaja atau dapat mempengaruhi keseluruhan masa depan seseorang, maka apabila remaja berhasil menyelesaikan tugas dapat membuatnya bahagia serta sebaliknya apabila seseorang gagal, hal ini dapat membuat tidak bahagia, timbul penolakan dari masyarakat, serta remaja kurang dapat menyesuaikan diri karena cenderung menolak diri atas kegagalan yang dialami. Menurut Ginzberg . alam Julian, 2013: . teori proses pemilihan karier adalah tidak hanya terjadi sekali saja melainkan mengalami suatu proses perkembangan yang meliputi jangka waktu. Yang dimulai dari umur sekitar 11 tahun dan berakhir sesudah usia 17 tahun atau awal masa dewasa. UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER SISWA DI MAN 1 PADANG LAWAS UTARA Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Kematangan Karier Siswa MAN 1 Padang Lawas Utara Tugas konselor di sekolah adalah melaksanakan bimbingan dan konseling dengan satu guru BK mengasuh sebanyak . Akan tetapi, di MAN 1 Padang Lawas Utara hanya memiliki 1 guru BK sehingga mengasuh semua siswa sebanyak 432 siswa. Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dilaksanakan dengan berpedoman kepada ketentuan yang telah ditetapkan, yaitu pelayanan bimbingan dan konseling pola 17 plus yang terdiri dari enam bidang bimbingan yaitu bidang pribadi, sosial, belajar, karier, berkeluarga dan keberagamaan. Sepuluh jenis layanan yaitu orientasi, informasi, penempatan / penyaluran, pembelajaran, penguasaan konten, konseling perorangan, konseling kelompok, bimbingan kelompok, konsultasi dan mediasi. Enam kegiatan pendukung yaitu instrumentasi bimbingan konseling, himpunan data, konfrensi kasus, kunjungan rumah, alih tangan kasus dan tampilan pustaka. Menurut Badrul dan Daniati . 6: . penyebab rendahnya kematangan karier siswa yang ditunjukkan dengan rendahnya siswa yang merencanakan karier, rendahnya siswa yang mencari informasi karier, kurangnya pengetahuan tentang membut keputusan karier, kurangnya pengetahuan tentang dunia kerja, kurangnya pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai dan rendahnya realisasi keputusan karier siswa. Padahal kematangan karier merupakan kompetensi inti yang harus dimiliki oleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa dengan cara dibutuhkan suatu pengembangan model dalam layanan bimbingan dan konseling, khususnya layanan bimbingan kelompok dan layanan informasi untuk meningkatkan kematangan karier siswa MAN 1 Padang Lawas Utara. Diharapkan siswa mampu merencanakan pilihan karier, mengetahui tentang kelompok pekerjaan yang disukai dan keterampilan untuk menentukan pilihan karier dan mampu mengeksplorasi karier serta realisasi keputusan Salah satu upaya untuk meningkatkan kematangan karier dapat dilakukan melalui layanan informasi yakni di awal pembahasan sesuai jam masuk guru BK, sangat dibutuhkan dalam usaha untuk membekali para siswa dengan pengetahuan tentang data dan fakta dibidang pendidikan sekolah, bidang pekerjaan dan bidang perkembangan pribadi-sosial, supaya mereka dengan belajar tentang lingkungan hidupnya lebih mampu mengatur dan merencanakan kehidupannya sendiri. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 FEBRUARI 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 209-223 Bimbingan kelompok dilakukan setiap semester sesuai jam masuk guru BK, yaitu 1 jam pelajaran . , dibentuk 2-4 kelompok yang di mempunyai ketua kelompok masing-masing, menumbuhkan rasa percaya dirinya. Memberikan layanan klasikal kepada seluruh kelas dan dilakukan setiap semester sesuai jam masuk guru BK, dilakukan dengan ceramah, menonton video, memberi nasihat, tanya jawab. Sedangkan untuk bimbingan pribadi hanya diberikan kepada siswa yang sangat bermasalah saja, memberikan nasehat, lalu dibawa ke ruang BK. Keterangan tersebut di pertegas juga oleh Bapak Sontang Ritonga. Ag mewakili sebagai Wakasek Kesiswaan, upaya yang dilakukan guru BK dalam meningkatkan kematangan karier siswa, diantaranya: mereka memberikan layanan klasikal kepada siswa kelas X seperti, semangat dan motivasi kepada siswa, memberikan layanan-layanan yang dapat memfokuskan dan membangkitkan semangat siswa dalam mengasah kemampuan yang dimiliki siswa, melakukan konseling kelompok agar peserta didik bisa terbuka, dapat membuat pilihan karier, dapat mengambil keputusan karier sendiri, dan dapat mengetahui minat yang dimilikinya dan mendisiplinkan siswa sehingga di kemudian hari karier mereka akan lebih baik. Sebelumnya Guru BK hanya fokus memberikan layanan bimbingan kelompok, layanan klasikal dan individu. Akan tetapi sekarang, guru BK membuat perubahan membutuhkan kerjasama dengan guru lain seperti wali kelas, kepala sekolah dan siswa serta peran dukungan orang tua dari pihak kelurga, agar upaya dalam meningkatkan kematangan karier siswa tersebut berjalan dengan efektif. Menurut peneliti setelah di lakukan atau diterapkan layanan bimbingan kelompok, konseling individu, layanan informasi dan kerjasama dengan orang tua siswa. Hal tersebut sejalan dengan (Manrihu, 1998: . memilih sekolah lanjutan yang akan dimasuki dan memilih jurusan-jurusan di SMA/SMK merupakan hal yang penting bagi peserta didik SMP, walaupun alternatif- alternatif yang tersedia bagi peserta didik SMP tidak terlalu banyak, tetap perlu dilakukan perencanaan untuk mengembangkan kematangan karier peserta didik. UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER SISWA DI MAN 1 PADANG LAWAS UTARA Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan, upaya guru bimbingan dan konseling lakukan dalam penanganan peserta didik yang kurang memiliki kematangan karier yaitu adalah guru bimbingan dan konseling membantu peserta didik yang kurang memiliki kematangan karier dengan melakukan bimbingan kelompok agar peserta didik dalam memilih karier sesuai dengan bakat dan minat, dapat mengambil keputusan karier dengan sendiri. Guru Mengembangkan Kematangan Karier Siswa MAN 1 Padang Lawas Utara Guna mengembangkan kematangan karier peserta didik, sudah seharusnya peserta didik mulai mempersiapkan pilihan kariernya sejak dini. Dalam kematangan karier ini, individu harus dapat memilih karier dan memikirkan berbagai alternatif sekolah lanjutan tetapi belum mengambil keputusan karier. Peserta didik yang memiliki kematangan karir akan membuat keputusan dalam pemilihan kariernya dengan mempertimbangkan nilainilai kehidupan, minat, bakat, sifat kepribadian sehingga remaja dapat memutuskan pilihan kariernya dengan baik. Remaja harus mengembangkan sikap positif terhadap ekspektasi dan perencanaan karier, belajar menjadi perbadi yang mandiri dan mampu mengumpulkan informasi karier serta belajar bagaimana membuat keputusan karier. Mengingat bahwa para siswa kelas X memiliki tingkat kematangan karier yang bervariasi dan kesulitan yang mereka alami pun beragam, sehingga kegiatan konseling yang selama ini dilakukan guru bimbingan dan konseling tergolong kurang efektif. Menurut Marpaung dan Yulandari . 6: . Kematangan karier terdiri dari proses perkembangan yang berkelanjutan dan menyajikan karakteristik yang diidentifikasikan secara spesifik serta merupakan sifat-sifat penting untuk pengembangan Kematangan karier yang tinggi meliputi pengetahuan akan diri, pengetahuan tentang pekerjaan, kemampuan memilih suatu pekerjaan dan kemampuan menentukan langkah-langkah menuju karir yang diharapkan. Kurangnya kemampuan individu dalam hal tersebut mengindikasikan kematangan karir yang rendah. Rendahnya kematangan karier dapat menyebabkan kesalahan dalam mengambil keputusan karir bagi siswa yang dapat mengakibatkan kerugian waktu, finansial, dan kegagalan belajar karena kurang motivasi untuk belajar. CENDEKIA - VOLUME 3. NO. FEBRUARI 2023 CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial. Bahasa dan Pendidikan Vol. No. 1 FEBRUARI 2023 e-ISSN: 2961-7588. p-ISSN: 2962-3561. Hal 209-223 Hasil wawancara dengan Guru BK menyatakan bahwa mengembangkan kematangan karier dapat dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok, memberikan dukungan kepada siswa, melengkapi failitas, memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan potensi yang dimilki siswa. Keberhasilan masa depan karier siswa, melalui pengumpulan informasi yang mencakup diri, penggunaan kemampuan dan melakukan Dalam hal konsultasi dapat dilakukan dengan orang tua maupun guru mata pelajaran terutama guru bimbingan dan konseling. Perkembangan siswa Namun, dukungan/kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan mengingat salah satu faktor kematangan juga terdapat dukungan dari keluarga. Pemenuhan kebutuhan sekolah berkaitan dengan kematangan karier masa depan siswa, hal ini dapat terjadi bila ada dukungan dari orang tua. Adapun uraian penjelasan diatas di dukung oleh pendapat Zunker . alam Rizka, 2008: . kematangan karier merupakan tahapan perkembangan individu yang saling berkesinambungan dalam proses pengembangan karier. Pengembangan karier akan memberikan pengaruh individu dalam keputusan karier. Berdasarkan penjelasan diatas bahwa individu yang dapat dikatakan matang secara baik kariernya ialah individu yang siap untuk mmengambil keputusan yang tepat dalam perkembangan karier. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan sebagai Kondisi kematangan karier siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Padang Lawas Utara terdapat 15 siswa . laki-laki dan 8 perempua. yang mengalami masalah pada kematangan karier tidak mendapatkan dukungan dari orang tua, tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya/tidak peduli dengan karier. Siswa/i tersebut berada di kelas yang berbeda, ada di jurusan IPA dan IPS. Upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kematangan karier siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Padang Lawas Utara adalah dengan memberikan bimbingan kelompok, konseling individu, memberikan layanan-layanan yang dibutuhkan sesuai dengan permasalahan yang di hadapi siswa. UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER SISWA DI MAN 1 PADANG LAWAS UTARA Mengembangkan kematangan karier siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Padang Lawas Utara adalah dengan dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok, memberikan dukungan kepada siswa, melengkapi failitas, memberikan pelatihan yang sesuai kebutuhan potensi yang dimilki siswa mengikut sertakan mereka dalam ajang perlombaan agar mengasah kemampuan yang dimilki. Saran