508 Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer https://ojs. stmik-banjarbaru. id/index. php/progresif/index Jl. Ahmad Yani. 33,5 - Kampus STMIK Banjarbaru Loktabat - Banjarbaru (Tlp. , e-mail: puslit. stmikbjb@gmail. e-ISSN: 2685-0877 Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Berbasis Algoritma Weighted Product DOI: http://dx. org/10. 35889/progresif. Creative Commons License 4. 0 (CC BY Ae NC) Yulia Yudihartanti1*. Adriel2. Taufiq3. Eka Chandra Kirana4 1,3,4 Sistem Informasi. STMIK Banjarbaru. Banjarbaru. Indonesia 2Teknik Informatika. STMIK Banjarbaru. Banjarbaru. Indonesia *e-mail Corresponding Author: yuliaydh@gmail. Abstract The performance assessment of contract workers at DPPKUKM Kapuas Regency is important to improve agency performance. However, the problem is that the contract extension process only relies on competency tests from the Kapuas Regency government. DPPKUKM has not used a computer system for performance assessment, and in some cases, contract workers get the same competency test results. The impact is that DPPKUKM has difficulty in assessing and selecting contract workers who should get contract extensions. This study proposes a Decision Support System (DSS) to help DPPKUKM assess the performance of contract workers. In this study, the DPPKUKM uses the Weighted Product (WP) method to assess the performance of DPPKUKM contract workers with the criteria assessed being Work Discipline. Compliance with Rules, and Ability to Work. The results of the performance test show that after using the system, there is no data on the same contract worker performance values. The assessment system has proven to be able to better differentiate the performance and contribution of each contract Keywords: Performance Assessment. Contract Renewal. Contract Workers. Weighted Product Abstrak Penilaian kinerja tenaga kontrak di DPPKUKM Kabupaten Kapuas penting untuk meningkatkan kinerja instansi. Namun, masalahnya adalah proses perpanjangan kontrak hanya mengandalkan uji kompetensi dari pemerintah Kabupaten Kapuas. DPPKUKM belum menggunakan sistem komputer untuk penilaian kinerja, dan dalam beberapa kasus, tenaga kontrak mendapatkan hasil uji kompetensi yang sama Dampaknya adalah DPPKUKM kesulitan dalam menilai dan memilih tenaga kontrak yang seharusnya mendapatkan perpanjangan Penelitian ini mengusulkan Sistem Penunjang Keputusan (SPK) untuk membantu DPPKUKM menilai kinerja tenaga kontrak. Dalam penelitian ini. SPK untuk menilai kinerja tenaga kontrak DPPKUKM menggunakan metode Weighted Product (WP) dengan kriteria yang dinilai adalah Disiplin Kerja. Kepatuhan Terhadap Aturan. Kemampuan Bekerja. Hasil pengujian performa menunjukkan bahwa setelah menggunakan sistem, tidak ada data nilai kinerja tenaga kontrak yang sama. Sistem penilaian terbukti mampu membedakan kinerja dan kontribusi masing-masing tenaga kontrak dengan lebih baik. Kata kunci: Penilaian Kinerja. Perpanjangan Kontrak. Tenaga kontrak. Weighted Product Pendahuluan Penilaian kinerja tenaga kontrak merupakan salah satu instrumen utama dalam mengukur kontribusi, efisiensi, dan kedisiplinan pegawai tidak tetap di lingkungan instansi pemerintahan, termasuk pada Dinas Perdagangan. Perindustrian. Koperasi, dan UKM. Kegiatan ini menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan strategis seperti perpanjangan kontrak untuk tenaga kontrak pada dinas ini. Namun, dalam praktiknya Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak a. Yulia Yudihartanti Progresif e-ISSN: 2685-0877 ditemukan terjadinya nilai akhir yang sama antar beberapa tenaga kontrak, meskipun mereka memiliki karakteristik dan kualitas kerja yang berbeda. Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kabupaten Kapuas merupakan salah satu instansi pemerintah yang mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan di bidang Perdagangan, bidang Perindustrian, bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Dalam melaksanakan tugasnya. DPPKUKM harus memiliki mekanisme yang tepat dan efektif dalam menilai kinerja pegawai terutama tenaga kontrak . Hasil wawancara menunjukkan bahwa DPPKUKM menghadapi kendala dalam penilaian kinerja tenaga kontrak. Proses perpanjangan kontrak saat ini dilakukan berdasarkan uji kompetensi yang diselenggarakan pemerintah Kabupaten Kapuas. Masalahnya, prosedur perpanjangan kontrak hanya mengandalkan hasil dari uji kompetensi ini, sementara penilaian kinerja dari DPPKUKM sendiri belum dilakukan secara komputerisasi. Dalam kasus di mana beberapa tenaga kontrak kadang bisa mendapatkan nilai yang sama dari hasil uji kompetensi. Dampak dari situasi ini adalah DPPKUKM kesulitan dalam menetapkan prioritas karena adanya hasil penilaian yang sama. Untuk mengatasi masalah penilaian kinerja tenaga kontrak yang dialami DPPKUKM saat ini solusinya adalah dengan menerapkan sistem penunjang keputusan (SPK). Dengan menggunakan SPK, penilaian kinerja tenaga kontrak akan menjadi lebih efisien dan terstruktur. Dengan demikian, penilaian kinerja tenaga kontrak akan menjadi lebih komprehensif dan akurat, menghasilkan nilai yang tidak sama lagi antar tekon memungkinkan DPPKUKM untuk membuat keputusan perpanjangan kontrak yang lebih baik. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan metode Weighted Product sebagai metode SPK. Penelitian yang dilakukan oleh Irfan Ardhiyanto. Veronica Lusiana, dan Novita Mariana . , dengan judul AuImplementasi Metode (WP) Weighted Product Pada Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Terbaik Di Pandanaran Hotel SemarangAy menggunakan 6 kriteria penilaian yaitu kedisiplinan, kualitas kerja, kerjasama tim, kejujuran, kemampuan bahasa Inggris, tanggung jawab dan metode penilaian menggunakan Weighted Product (WP). Hasil rekomendasi sistem pendukung keputusan penilaian karyawan terbaik di Pandanaran Hotel Semarang menghasilan rekomendasi karyawan terbaik yang mempunyai nilai WP tertinggi dan jika ada nilai WP yang sama, penilaian didasarkan pada nilai kualitas kerja, masa kerja, nilai tanggung jawab, nilai kejujuran, nilai kedisiplinan, nilai kerjasama tim, nilai kemampuan bahasa Inggris . Metode WP (Weighted Produc. merupakan salah satu metode yang digunakan dalam Sistem Penunjang Keputusan untuk menilai alternatif berdasarkan prioritas atribut dan bobot yang diberikan. Metode ini sangat sesuai untuk digunakan dalam penilaian kinerja tekon, karena selain dapat memperhitungkan sejumlah kriteria yang dianggap penting, juga mampu menghitung nilai kriteria dan memberikan peringkat kepada tenaga kontrak. Sistem penunjang keputusan ini akan membantu DPPKUKM menilai kinerja tenaga kontrak secara efisien dan terstruktur, serta memudahkan pengambilan keputusan untuk tenaga kontrak yang akan direkomendasikan untuk perpanjangan kontrak. Tinjauan Pustaka Penelitian yang dilakukan Darly Poncie . dengan judul AuImplementasi Metode Weighted Product Pada Sistem Penilaian Kinerja KaryawanAy, kriteria yang digunakan adalah prestasi kerja, absensi . idak hadi. , kedisiplinan, kebersihan/kerapian, kejujuran, komunikasi, kerjasama dan tanggung jawab. Hasil dari penelitian ini adalah Sistem yang telah dibangun dapat melakukan proses seleksi kinerja karyawan dengan mempertimbangkan beberapa aspek kriteria penilaian . Penelitian yang dilakukan oleh Nur Ainun . dengan judul AuSistem Pendukung Keputusan Menentukan Perpanjangan Kontrak Karyawan Berdasarkan Penilaian Kinerja Pada PT. Indomas Makmur Jaya Menggunakan Metode VIKORAy Terdapat 5 kriteria dalam pengambilan keputusan penilaian kinerja karyawan yaitu attitude, nilai kehadiran, kemampuan berjualan, aktif/loyalitas, dan umur. Hasil akhir penelitian ini, program yang dibuat dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam menentukan perpanjangan kontrak karyawan berdasarkan penilaian kinerja pada PT. Indomas Makmur Jaya . Penelitian yang dilakukan oleh M. Baliansyah Putra Husaini. Ardianto Pranata, dan Ita Mariami . dengan judul AuSistem Pendukung Keputusan Untuk Menetukan Perpanjangan Kontrak Kerja Karyawan Menggunakan Metode Elimination and Choice Translation Reality Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak a. Yulia Yudihartanti 510 e-ISSN: 2685-0877 (ELECTRE) Pada PT. Bengkel Bangun ServiceAy Terdapat 4 kriteria dalam pengambilan keputusan penilaian kinerja karyawan yaitu tanggung jawab, keahlian, keaktifan dan etika. Dengan hasil akhir penelitian mengemukakan bahwa sistem yang telah dibangun dapat melakukan proses seleksi kinerja karyawan dengan mempertimbangkan beberapa aspek kriteria penilaian. Perpanjangan kontrak kerja merupakan suatu bagian dari pengukuran penilaian kinerja karyawan terhadap efektifitas dalam bekerja. Pengukuran kinerja ditentukan oleh analisa, parameter dan kriteria yang memiliki pengaruh terhadap kebijakan yang akan diambil oleh pengambil keputusan. Analisa dan penilaian kinerja karyawan kontrak dengan sebuah model multi criteria decision making menggunakan indikator penilaian kriteria dapat meningkatkan efektifitas kinerja dan keuntungan bagi perusahaan, serta mengurangi resiko . PNS dan tenaga honorer mempunyai peranan penting bagi masyarakat dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang maksimal, terkhusus di instansi Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang. Didalam proses mewujudkan pelayanan tersebut. Dinas Pendidikan menganalisis kinerja dari tenaga honorer itu. Adapun cakupan yang akan dianalisis diantaranya yaitu, kehadiran, disiplin kerja, kerjasama, pelayanan publik dan beserta faktor pendukung Dalam penelitian ini penulis menggunakan Sistem Pendukung Keputusan Analisis Kinerja Tenaga Honorer pada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dengan menerapkan metode Weighted Product (WP). Dala m penelitian ini juga penulis melakukan perangkingan terhadap sampel tenaga honorer melalui kriteria yang tertera untuk menentukan tenaga honorer yang berhak diperpanjang masa kerjanya . Guru honorer memiliki fasilitas yang lebih sedikit dari guru tetap serta instansi tidak bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai tunjangan kepada guru honorer. Maka dari itu melakukan pemilihan guru honorer terbaik dalam meningkatkan semangat guru honorer yang bertujuan agar dapat meningkatkan kinerjanya serta dapat menjadi informasi tentang promosi Berdasarkan adanya kendala tersebut maka salah satu aspek yang paling mendukung untuk mengatasi masalah tersebut dengan adanya sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu pengambilan keputusan khususnya dalam menentukan guru honorer terbaik. Dalam penelitian ini akan digunakan metode weighted product agar dapat memilih guru honorer terbaik dengan baik. Sistem pendukung keputusan penentuan guru terbaik menggunakan metode Weighted Product memiliki nilai persentase sebesar 91% sehingga sistem ini dapat diimplementasikan . Kinerja tenaga honor panitia pengawas divisi staf penanganan pelanggaran penyelesaian sengketa sangat vital dalam memastikan efektivitas dan keadilan dalam menangani pelanggaran serta penyelesaian sengketa di dalam organisasi. Permasalahan utama dalam penilaian kinerja tenaga honor panitia pengawas meliputi subjektivitas dalam penilaian, dan kurangnya transparansi dalam proses penilaian. SPK penilaian kinerja tenaga honor panitia pengawas dengan menggunakan kombinasi LLSW dan MABAC adalah untuk mengembangkan pendekatan yang holistik dan efektif dalam mengevaluasi kinerja tenaga honorer dalam panitia pengawas. Penelitian ini untuk meningkatkan objektivitas dan keadilan dalam penilaian kinerja, serta memungkinkan pengambil keputusan untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi dan tepat dalam manajemen tenaga honorer di panitia pengawas Proses ini menggabungkan pendekatan statistik (LLSW) untuk menentukan bobot atribut dan analisis perbandingan multi-atribut (MABAC) untuk memperoleh peringkat alternatif yang akhir . Masalah yang dialami dalam penelitian ini yaitu tentang proses Pemilihan Pegawai Honorer. Didalam instansi Kelurahan Medan Sinembah tentunya ada Pegawai Honorer, dan untuk mewujudkan semuanya itu tidaklah mudah dikarenakan masih adanya proses seleksi dalam pengangkatan Pegawai Honorer. Pemilihan Pegawai Honorer selama ini hanya melihat dari Pendidikan saja, padahal dalam proses Pemilihan Pegawai Honorer harus memakai beberapa kriteria. Adapun yang menjadi kriteria dalam penelitian ini yaitu Pendidikan. Usia. Tinggi Badan. Jarak Dari Rumah. Pengalaman Kerja. Karakter dan Nilai Test. Sistem Pendukung Keputusan adalah solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Metode ini dipilih karena mampu memilih keputusan terbaik dari sejumlah alternatif . Tenaga Kontrak adalah pegawai yang memiliki status kepegawaian tidak tetap, sehingga perlu dilakukan evaluasi mengenai kualitas kinerjanya untuk menentukan keberlanjutan perpanjangan kontrak. Adapaun 6 kriteria penilaian yang dijadikan sebagai acuan penilaian dalam penilaian kinerja tenaga kontrak yaitu Sasaran Kinerja Individu. Orientasi Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 508-519 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Pelayanan. Integritas. Komitmen. Disiplin, dan Kerjasama. Penilaian kinerja tenaga kontrak di SETDA Kotim sudah terkomputerisasi, namun masih belum adanya metode yang diterapkan dalam penilaian kinerja tenaga kontrak, sehingga menyebabkan penilaian kinerja tenaga kontrak menjadi tidak terstruktur. Dari permasalahan tersebut, diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan untuk dapat membantu proses penilaian kinerja tenaga kontrak. Peneliti melakukan analisis perbandingan antara metode SAW dan metode WP, yang diharapkan dapat menentukan metode yang tepat untuk diterapkan dalam penilaian kinerja tenaga kontrak, serta dapat membantu bagian kepegawaian dalam memproses penilaian kinerja tenaga kontrak. Berdasarkan hasil akhir perhitungan, metode SAW dan metode WP dapat diterapkan dalam penilaian kinerja tenga kontrak dan menghasilkan urutan perangkingan yang sama. nilai deviasi lebih tinggi dibandingkan metode Simple Addative Weighting (SAW), dengan perbandingan nilai deviasi yaitu metode WP = 228679,4811, sedangkan metode SAW = 227926,7694. Jadi, metode Weighted Product (WP) dapat direkomendasikan dalam penilaian kinerja tenaga kontrak di Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur . Proses pengangkatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap pada PT. Sumber Mas Indah Plywood didasarkan pada beberapa kriteria yang masih bersifat subjektif dan akan menimbulkan masalah karena keterlibatan preferensi atasan. Karena itu, perusahaan membutuhkan suatu sistem yang dapat membantu memberikan rekomendasi karyawan kontrak untuk diangkat menjadi karyawan tetap. Metode yang digunakan pada penilitian ini adalah TOPSIS, kriteria penilaian yang digunakan pada penelitian ini yaitu: absensi, kinerja, kedisiplinan, loyalitas, pelanggaran, masa kerja dan pendidikan terakhir. Perbandingan dengan beberapa metode dengan model yang sama yakni SAW dan WP, mendapatkan hasil bahwa metode TOPSIS dapat menghasilkan nilai preferensi dan juga urutan peringkat yang lebih bervariasi atau tidak adanya nilai yang sama. Berdasarkan hasil pengujian disimpulkan bahwa hasil keputusan pengangkatan karyawan tetap dengan metode TOPSIS dan hasil evaluasi penilian HRD menghasilkan 27 hasil yang sesuai dengan keinginan HRD, sehingga nilai akurasi dari perhitungan TOPSIS terhadap evaluasi HRD sebesar 54% . Sistem kontrak kerja terjadi pada semua jenis industri dengan waktu yang tidak hal itu yang membuat seluruh karyawan atau lapisan masyarakat dalam memastikan bagaimana kelangsungan kontrak kerjanya disebuah perusahaan industri. sebab itu penulis penggambilan keputusan meggunakan multi kriteria dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Karna metode SAW akan melakukan perangkingan terhadap atribut dengan bobot yang berbeda-beda sehingga hasilnya akan semakin optimal, sehingga hasil penelitian bisa merekomendasikan bahwasannya sistem pendukung keputusan (SPK) sangat efektif untuk menentukan alternatif yang terbaik . Proses penilaian kinerja tenaga honorer yang tidak adil dapat membawa efek buruk terhadap tenaga honorer itu sendiri. Dalam proses penilaian tenaga honorer, dibutuhkan sistem yang efesien untuk melihat hasil kinerja tenaga honorer tersebut, maka diperlukan sebuah Sistem Pendukung Keputusan. Adapun metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah metode Weighted Product (WP) dan Complex Proportional Assessment (COPRAS) menerapkan pembobotan Rank Order Centroid (ROC) dengan menggunakan kedua metode ini maka diharapkan dapat memberikan hasil yang efektif dalam penilaian tenaga honorer . Adapun perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada penentuan kriteria penilaian yang digunakan dan metode yang digunakan. dalam penelitian ini, fokus penentuan kriteria penilaian ditekankan pada disiplin kerja, kepatuhan terhadap aturan, dan kemampuan bekerja. Kriteria pertama, disiplin kerja memiliki sub kriteria disiplin, cukup disiplin, kurang disipin, dan tidak disiplin. Kriteria kedua, kepatuhan terhadap aturan memiliki sub kriteria, patuh, cukup patuh, kurang patuh, dan tidak patuh. Kriteria ketiga, kemampuan bekerja memiliki sub kriteria mampu, cukup mampu, kurang mampu, dan tidak mampu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Weighted Product. Metodologi 1 Weighted Product Adapun algoritma penyelesaian menggunakan metode Weighted Product ini adalah sebagai berikut: Langkah 1: Mendefinisikan terlebih dahulu kriteria-kriteria yang akan di jadikan sebagai tolak ukur penyelesaian masalah. Langkah 2: Menormalisasi setiap nilai alternatif . ilai Langkah 3: Menghitung nilai bobot prefensi pada setiap alternatif. Langkah 4: Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak a. Yulia Yudihartanti e-ISSN: 2685-0877 Melakukan perangkingan. Adapun rumus yang digunakan pada metode Weighted Product Normalisasi bobot mengunakan rumus Keterangan : wj = bobot atribut Ocwj = penjumlahan bobot atribut Menentukan nilai vektor Si menggunakan rumus Keterangan : Si = nilai alternatif ke i Wj = bobot yang sudah diperbaiki Xij = nilai atribut ke i Kriteria benefit atau keuntungan, bobot yang dipangkatkan bernilai positif. Kriteria cost atau biaya, bobot yang dipangkatkan bernilai negatif. Menghitung nilai prefensi Vi untuk setiap alternatif menggunakan rumus Keterangan : Vi = nilai bobot prefensi pada setiap alternatif Si = nilai Vektor Si setiap alternative OcSi = penjumlahan nilai Vektor Si setiap alternatif 2 Data Data yang digunakan dalam penelitian ini ada 18 data tenaga kontrak dilengkapi dengan tugas pokok, nilai dan ranking dari hasil penilaian yang telah dilakukan. Hasil Uji Kompetensi hanya menampilkan nilai dan rangking tekon saja dan tidak mencakup hasil kinerja tekon selama mereka bekerja pada masa kontrak sebelumnya. Tabel 1. Hasil Uji Kompetensi Tenaga Kontrak Tekon 1 Tugas Pokok Nilai Ranking Penjaga Kantor/Security Tekon 2 Penjaga Kantor/Security Tekon 3 Penjaga Kantor/Security Tekon 4 Penjaga Kantor/Security Tekon 5 Penjaga Kantor/Security Tekon 6 Petugas Administrasi Tekon 7 Petugas Administrasi Tekon 8 Petugas Administrasi Tekon 9 Petugas Administrasi Tekon 10 Petugas Administrasi Tekon 11 Petugas Administrasi Tekon 12 Petugas Administrasi Tekon 13 Petugas Administrasi Tekon 14 Petugas Administrasi Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 508-519 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Tenaga Kontrak Tekon 15 Tugas Pokok Nilai Ranking Petugas Kebersihan Tekon 16 Petugas Kebersihan Tekon 17 Petugas Kebersihan Tekon 18 Sopir Data sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil uji kompetensi yang didalamnya berisi data nilai yang sama. Berikut datanya : Tabel 2. Data Hasil Uji Kompetensi yang memiliki kesamaan nilai . No Nama Tugas Pokok Nilai Tekon 15 Petugas Kebersihan Tekon 16 Petugas Kebersihan Tekon 4 Penjaga Kantor /Security 120 Tekon 5 Penjaga Kantor /Security 120 Bobot Kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja adalah Kode Kriteria Tabel 3. Bobot Kriteria Nama Kriteria Kode Bobot Disiplin Kerja Kepatuhan Tehadap Aturan Kemampuan Bekerja Bobot Penilaian kinerja tenaga kontrak didasarkan pada tiga kriteria utama: disiplin kerja, kepatuhan terhadap aturan, dan kemampuan bekerja. Mekanisme penilaian telah diperbarui untuk meningkatkan objektivitas penilaian. Tabel 4. Komponen Penilaian Kriteria Disiplin Kerja Kepatuh Komponen Penilaian Disiplin Cukup Disiplin Kurang Disiplin Tidak Disiplin Patuh Cukup Patuh Kurang Patuh Tidak Patuh Mampu Cukup Mampu Kemamp Bekerja Kurang Mampu Tidak Mampu Penjelasan Nilai Selalu hadir dalam 1 bulan sesuai hari kerja Hadir dalam 18-21 hari kerja Hadir dalam 14 -17 hari kerja Hadir kurang dari 14 hari kerja Tidak melanggar aturan yang berlaku Sesekali melanggar beberapa aturan dengan tingkat yang masih dapat diterima. Seringkali melanggar aturan yang berlaku Tidak mematuhi aturan yang berlaku Menyelesaikan tugas dengan sangat baik dan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan dalam pekerjaan mereka. Menyelesaikan tugas dengan tingkat kualitas yang memadai, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan atau peningkatan Tidak sepenuhnya mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan dalam pekerjaan mereka. Tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan dalam pekerjaan mereka. Tahapan proses selanjutnya adalah melakukan penilaian pada setiap alternatif dan kriteria berdasarkan sub kriteria penilaian yang telah diperbarui. Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak a. Yulia Yudihartanti e-ISSN: 2685-0877 Tabel 5. Nilai Alternatif Disiplin Kerja Kode Alternatif Tekon Kepatuhan Terhadap Aturan Komponen Nilai Penilaian Nilai Komponen Penilaian Tekon 13 Kurang Disiplin Tekon 9 Cukup Disiplin Tekon 7 Tidak Disiplin Tekon 11 Tekon 10 Kemampuan Bekerja Nilai Komponen Penilaian Cukup Mampu Cukup Patuh Kurang Mampu Cukup Patuh Mampu Cukup Disiplin Kurang Patuh Tidak Mampu Kurang Disiplin Tidak Patuh Mampu Tekon 12 Cukup Disiplin Cukup Patuh Mampu Tekon 8 Disiplin Cukup Patuh Mampu Tekon 6 Kurang Disiplin Kurang Patuh Cukup Mampu Tekon 14 Kurang Disiplin Tidak Patuh Cukup Mampu A10 Tekon 18 Tidak Disiplin Kurang Patuh Kurang Mampu A11 Tekon 16 Disiplin Cukup Patuh Cukup Mampu A12 Tekon 15 Kurang Disiplin Kurang Patuh Kurang Mampu A13 Tekon 17 Cukup Disiplin Kurang Patuh Kurang Mampu A14 Tekon 4 Tidak Disiplin Tidak Patuh Kurang Mampu A15 Tekon 2 Cukup Disiplin Tidak Patuh Tidak Mampu A16 Tekon 1 Tidak Disiplin Cukup Patuh Kurang Mampu A17 Tekon 3 Tidak Disiplin Tidak Patuh CukupMampu A18 Tekon 5 Tidak Disiplin Kurang Patuh Tidak Mampu Cukup Patuh 3 Teknik Analisis Data Teknik analisis data dilakukan untuk memperoleh peringkat atau rangking dari setiap Pada tahap ini, digunakan nilai-nilai alternatif yang telah dihasilkan dari penilaian kinerja tenaga kontrak berdasarkan sub kriteria. Normalisasi Bobot dilakukan dengan cara menghitung nilai bobot masing-masing kriteria . dibagi dengan nilai jumlah keseluruhan bobot kriteria . , berikut hasilnya : Menghitung vektor nilai (S. dengan memangkatkan setiap bobot kriteria yang telah diperbaiki pada nilai alternatif setiap kriteria, kemudian hasilnya akan dijumlahkan. Hasil perhitungannya sebagai berikut: 3,57 Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 508-519 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Menghitung nilai vektor Vi yaitu nilai vektor Si setiap alternatif dibagi dengan jumlah total nilai vektor S. Kemudian mengurutkan nilai terbesar ke nilai terkecil dari nilai vektor Vi pada setiap alternatif, hasil akhir perangkingan sebagai berikut: Tabel 6. Rangking Tenaga Kontrak . Nilai Kode Alternatif Tekon Disiplin Kerja Kepatuhan Terhadap Aturan Kemampuan Bekerja Tekon 8 A11 Tekon 16 Tekon 12 Tekon 9 Tekon 13 A13 Tekon 17 Tekon 6 Tekon 7 Tekon 10 A12 Tekon 15 Tekon 11 Tekon 14 A16 Tekon 1 A15 Tekon 2 A10 Tekon 18 A17 Tekon 3 A14 Tekon 4 A18 Tekon 5 Rank Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Halaman Interface Data Kriteria Halaman Data Kriteria digunakan oleh admin untuk menambah kriteria ke dalam sistem. Admin bisa mengelola data kriteria yang digunakan dalam penilaian. Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak a. Yulia Yudihartanti e-ISSN: 2685-0877 Gambar 1. Interface Data Kriteria Halaman Interface Data Sub Kriteria Gambar 2. Interface Data Sub Kriteria Halaman Data Sub Kriteria digunakan oleh admin untuk menambah sub kriteria ke dalam sistem. Admin bisa mengelola data sub kriteria yang digunakan dalam mengukur sejauh mana kriteria tekon. Halaman Interface Data Nilai Tekon Gambar 3. Interface Data Nilai Tekon Halaman Data Nilai tekon digunakan oleh admin untuk menambah nilai tekon ke dalam sistem. Admin bisa mengelola nilai tekon sesuai dengan kriteria, dan sub kriteria yang Data ini akan dihitung menggunakan metode Weighed Product. Halaman Penilaian Gambar 5. Interface Penilaian Halaman Penilaian digunakan untuk melihat sistem menilai menggunakan metode Weighted Product. Di halaman ini admin bisa merekap hasil penilaian dan data hasil penilaian tersebut dapat didokumentasikan. Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 508-519 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Halaman Kontrak Gambar 6. Interface Kontrak Halaman Kontrak digunakan untuk melihat sistem merekomendasikan tenaga kontrak yang berhak mendapatkan perpanjangan kontrak dan admin bisa merekapnya. 2 Pengujian Uji Performa Dalam pengujian Pretest, data awal, atau data sebelum menggunakan sistem, dikumpulkan untuk melihat nilai kinerja antar tekon yang mungkin ada kesamaan. Setelah sistem diimplementasikan, pengujian Posttest dilakukan untuk mengumpulkan data kinerja setelah implementasi. Perbandingan hasil antara Pretest dan Posttest memberikan gambaran perubahan kinerja tekon setelah sistem diterapkan. Perbandingannya sebagai berikut: Tabel 7. Perbandingan Pretest dan Posttest Tenaga Kontrak Tekon 1 Tekon 2 Tekon 3 Tekon 4 Tekon 5 Tekon 6 Tekon 7 Tekon 8 Tekon 9 Tekon 10 Tekon 11 Tekon 12 Tekon 13 Tekon 14 Tekon 15 Tekon 16 Tekon 17 Tekon 18 Manual Sistem 0,0487 0,0462 0,0431 0,0396 0,0350 0,0568 0,0573 0,0819 0,0643 0,0542 0,0522 0,0749 0,0624 0,0507 0,0525 0,0766 0,0589 0,0447 Keterangan Tidak lagi sama Tidak lagi sama Tidak lagi sama Tidak lagi sama Hasil perbandingan di atas menunjukan setelah menggunakan sistem, data nilai tekon tidak ada data yang sama. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem penilaian mampu membedakan kinerja dan kontribusi masing-masing tenaga kontrak dengan lebih baik. Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak a. Yulia Yudihartanti 518 e-ISSN: 2685-0877 3 Pembahasan Hasil pengujian model penilaian kinerja tenaga kontrak Dinas Perdagangan. Perindustrian. Koperasi dan UKM berbasis algoritma Weighted Product (WP) menunjukkan bahwa model ini secara signifikan mampu mengatasi permasalahan utama yang diidentifikasi, yaitu: adanya kesamaan nilai akhir antar beberapa tenaga kontrak, yang menyulitkan pimpinan dalam menentukan prioritas pegawai terbaik untuk perpanjangan kontrak. Berdasarkan hasil pengolahan dan simulasi data: Model WP memberikan hasil skor preferensi yang lebih variatif dan proporsional, meskipun input awal kriteria dari beberapa pegawai terlihat serupa. Tidak ditemukan lagi nilai akhir yang benar-benar identik antar pegawai pada pengujian akhir, ini membuktikan bahwa WP mampu membedakan tingkat kontribusi kinerja secara lebih sensitif, berkat pendekatan perkalian berbobot. Perankingan menjadi lebih jelas dan akurat, sehingga pimpinan dapat dengan mudah menentukan siapa yang layak diprioritaskan, siapa yang perlu pembinaan, dan siapa yang berada pada kategori bawah. Model ini juga memungkinkan simulasi skenario penilaian dengan bobot yang dapat disesuaikan dengan kebijakan instansi, tanpa harus mengubah struktur metode secara Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kajian dalam bidang penilaian kinerja berbasis sistem pendukung keputusan (Decision Support Syste. , khususnya yang memanfaatkan metode Weighted Product (WP) untuk lingkungan instansi pemerintahan dalam rangka memberikan solusi permasalahan adanya kesamaan nilai akhir antar beberapa tenaga kontrak, yang menyulitkan pimpinan dalam menentukan prioritas pegawai terbaik untuk perpanjangan kontrak. Beberapa penelitian terdahulu yang relevan berkaitan dengan performa algoritma WP dalam penentuan prioritas penelitian yang dilakukan Darly Poncie . dengan judul AuImplementasi Metode Weighted Product Pada Sistem Penilaian Kinerja KaryawanAy, kriteria yang digunakan adalah prestasi kerja, absensi . idak hadi. , kedisiplinan, kebersihan/kerapian, kejujuran, komunikasi, kerjasama dan tanggung jawab. Hasil dari penelitian ini adalah Sistem yang telah dibangun dapat melakukan proses seleksi kinerja karyawan dengan mempertimbangkan beberapa aspek kriteria penilaian. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Sistem Pendukung Keputusan Analisis Kinerja Tenaga Honorer pada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dengan menerapkan metode Weighted Product (WP). Dalam penelitian ini juga penulis melakukan perangkingan terhadap sampel tenaga honorer melalui kriteria yang tertera untuk menentukan tenaga honorer yang berhak diperpanjang masa kerjanya . Simpulan Sistem penunjang keputusan penilaian kinerja tenaga kontrak ini memungkinkan admin atau pengguna untuk mengelola data pengguna sistem, data tenaga kontrak, kriteria penilaian dan nilai tenaga kontrak. Dengan sistem ini, penilaian kinerja dapat dilakukan secara sistematis, memberikan rekomendasi perpanjangan kontrak secara efisien, dan menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan penilaian kinerja tenaga kontrak. Hasil pengujian pretest dan posttest menunjukkan bahwa setelah menggunakan sistem, tidak ada data nilai kinerja tenaga kontrak yang sama. Sistem penilaian terbukti mampu membedakan kinerja dan kontribusi masing-masing tenaga kontrak dengan lebih baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem ini diterima dengan baik oleh pengguna dan berhasil mengatasi permasalahan penilaian kinerja tenaga kontrak di DPPKUKM. Daftar Referensi . Ardhiyanto, . Lusiana dan N. Mariana. AuImplementasi Metode (WP) Weighted Product Pada Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Karyawan Terbaik Di Pandanaran Hotel SemarangAy, in Proceeding SINTAK. Semarang, pp. 101-105, 27 November 2019. Poncie. AuImplementasi Metode Weighted Product Pada Sistem Penilaian Kinerja Karyawan,Ay Universitas Teknologi Yogyakarta. Yogyakarta, 2020. Ainun. AuSistem Pendukung Keputusan Menentukan Perpanjangan Kontrak Karyawan Berdasarkan Penilaian Kinerja Pada PT. Indomas Makmur Jaya Menggunakan Metode Progresif: Vol. No. Agustus 2025: 508-519 Progresif e-ISSN: 2685-0877 Vikor,Ay Jurnal Pelita Informatika. Vol. 8 No. 1, pp. 63-71, 2019. Husaini. Pranata and I. Mariami, "Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menetukan Perpanjangan Kontrak Kerja Karyawan Menggunakan Motode Elimination and Choice Translation Reality (ELECTRE) Pada PT. Bengkel Bangun Service," Jurnal CyberTech,Vol. 4 No. 5, pp. 1-12, 2021, https://doi. org/10. 53513/jct. B and H. Rowa, "Perancangan SPK Dalam Penentuan Kelayakan Perpanjangan Kontrak Kerja Karyawan PT. WBL Devisi Operasional Menggunakan Metode Profile Matching," Jurnal Sistem Informasi dan Komputer Terapan Indonesia (JSIKTI). Vol. 3 No. 2, pp. 20-30, 2020. Singarimbun. Mesran. Sarwandi. Siagian and B. Purba, "Sistem Pendukung Keputusananalisa Kinerja Tenaga Honorer Menerapkan Metode Wppada Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang," JITEKH,Vol. 9 No. 2, pp. 90-96, 2021 Faulah. Irawati. Alwi. ,"Sistem Pendukung Keputusan Guru Honorer Terbaik Menggunakan Metode Weighted ProductAy. Buletin Sistem informasi dan Teknologi Islam (BUSITI) Vol. 4 No. 4, pp. 382-389, 2023. , https://doi. org/10. 33096/busiti. Mahendra. Setiawansyah. AuSistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Tenaga Honor Panitia Pengawas Menggunakan Kombinasi Logarithmic Least Square Weighting dan MABACAy. JoSYC. Vol. 5 No. 3, pp. 636-647, 2024. DOI 10. 47065/josyc. Munthe. Ketrin, dkk. AuSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pegawai Honorer Kelurahan Medan Sinembah Menerapakan Metode ROC dan MOORAAy. Bulletin of Informatics and Data Science. Vol. 1 No. 1, pp. 20-29, 2022. Yusuf. Bachtiar. AuAnalisis Perbandingan Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Metode SAW dan WP Dalam Penilaian Kinerja Tenaga KontrakAy. JSON. Vol. No. 1, pp. 37Oe49, 2022. DOI 10. 30865/json. Bachtiar. AuSistem Pendukung Keputusan Pengangkatan Karyawan Kontrak Menjadi Karyawan Tetap Dengan Menggunakan Metode Topsis(Studi kasus: PT. Sumber Mas Indah Plywoo. Ay. INDEXIA. Vol. No. 14-27, DOI: http://dx. org/10. 30587/indexia. Purba. , dkk. AuPenerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Dalam Rekomendasi Perpanjangan Kontrak Kerja Pada PT PDAM Tirtanadi Cabang Medan KotaAy, in Seminar Nasional Sains dan Teknologi Informasi (SENSASI), pp. : 222 Ae 227, 2021 http://prosiding. seminar-id. com/index. php/sensasi/issue/archive. Laila. , dkk. AuSistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Tenaga Honorer Menerapkan Metode Weighted Product (WP) dan Complex Proportional Assessment (COPRAS) dengan Kombinasi Pembobotan Rank Order Centroid (ROC)Ay. Bulletin of Informatics and Data Science. Vol. 2 No. 1, pp. 19Oe29,2023,. Amrullah. SPK Pengelompokan Kemampuan Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Stmik Banjarbaru Menggunakan Metode WP. Jutisi,Vol. 7 No. 1, pp. 21-32, DOI : 10. 35889/jutisi. Tondang. , dkk. AuSistem Pendukung Keputusan Perpanjangan Kontrak Kerja Tenaga Kerja Pada Pt. Adipa Karya Dengan Menggunakan Metode Weighted Product Berbasis WebAy. Methosisfo : Jurnal Ilmiah Sistem Informasi. Vol. No. 2, pp. 13-21, 2023. Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak a. Yulia Yudihartanti