Proper:Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 1 . 2023 eISSN 2988-506X Respon Pemberian Pupuk Kompos Diperkaya Trichoderma harzianum Dan Mikoriza arbuscular Pada Tanah Salin Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung Response of Application of Compost Fertilizer Enriched with Trichoderma Harzianum and Arbuscular Mycorrhiza in Saline Soils on the Growth and Yield of Maize Sinta Enriyani1*. Rahmad D1. Muhammad Yusuf2 Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Indonesia Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Indonesia *Corresponden Author Email: sintaenriyani0900@gmail. ABSTRAK Tanah salin merupakan salah satu masalah paling serius yang dihadapi dalam budidaya tanaman yang Pemanfaatan mikroorganisme Trichoderma harzianum yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung dan Mikoriza Arbuscular yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan kualitas tanaman yang berada di lahan salin. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos yang diperkaya Trichoderma harzianum dan Mikoriza Arbuscular terhadap pertumbuhan dan produksi jagung pada tanah salin. Metode penelitian menggunakan pola faktorial dengan rancangan Rangcangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian dengan perlakuan, pemberian pupuk kompos. Trichoderma harzianum dan Mikoriza Arbuscular pada tanaman jagung memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman . jumlah daun . , diameter batang . , jumlah biji . , biomassa . , berat buah jagung . , berat tongkol . , berat akar . Panjang akar . , dan tingkat infeksi Mikoriza . %). Kombinasi antara aplikasi pupuk kompos,Trichoderma harzianum dan Mikoriza Arbuscular menunjukkan hasil yang sangat tinggi terhadap semua parameter yang diukur dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Kata kunci: Tanah salin. Jagung. Kompos. Mikoriza arbuscular,. ABSTRACT Saline soils are one of the most serious problems encountered in sustainable crop cultivation. Utilization of Trichoderma harzianum microorganism which plays a role in the growth and development of corn plants and Arbuscular Mycorrhiza which can increase the growth and quality of plants in saline soils. The research objective was to determine the effect of compost enriched with Trichoderma harzianum and Arbuscular Mycorrhiza on the growth and Yield of maize in saline soils. The research method used factorial pattern with a Completely Randomized Block design (CRBD). The results of the study with treatment, application of compost. Trichoderma harzianum and Arbuscular Mycorrhiza on corn plants had a significant effect on plant height . , number of leaves . , stem diameter . , number of seeds . , biomass . , fruit weight of corn . , cob weight . , root weight . , root length . , and mycorrhizal infection rate . %). The combination of the application of compost. Trichoderma harzianum and Arbuscular Mycorrhiza showed very high results for all parameters measured compared to no treatment. Keywords: Saline Land. Corn. Compost. Arbuscular mycorrhizae. PENDAHULUAN Jagung merupakan komoditas strategis setelah komoditas padi, yakni selain dikonsumsi sebagai bahan pangan langsung dan pakan ternak, juga digunakan sebagai bahan baku industri lainnya, seperti bahan bakar alternatif . iofuel polymer minyak jagung dan lainnya (Widowati,2. Jagung merupakan bahan pangan pengganti padi karena tidak hanya mengandung Tanah salin kompos Trichoderma sp dan Mikoriza Arbuskular. karbohidrat juga sebagai sumber vitamin A. B, dan mineral seperti Ca. P, dan Fe (Tangendjaja dan Wina, 2. Produksi jagung sangat dipengaruhi lingkungan tumbuh yang sesuai. Setiap jenis jagung memiliki perbedaan linkungan tumbuh yang berbeda. Menurut Amzeri . , bahwa produksi maksimal dari jagung dapat diperoleh jika lingkungan tumbuh sesuai dengan kebutuhan tanaman yaitu suhu, kelembaban, cahaya, dan air serta hormon pada tanaman. Tanah salin merupakan salah satu masalah paling serius yang dihadapi dalam budidaya tanaman yang berkelanjutan. Salinitas tidak hanya membuat tanaman stres tetapi juga menghadirkan kendala berat pada budidaya tanaman sehingga usaha untuk memahami strategi adaptasi tanaman adalah hal yang penting untuk memperluas produksi pertanian pada tanah salin (Ismail et al. , 2. Kendala dalam pemanfaatan tanah salin untuk budidaya tanaman adalah tingginya kadar garam terlarut utamanya NaCl. Munns . , menyatakan salinitas menurunkan kemampuan tanaman menyerap air sehingga menyebabkan penurunan kecepatan pertumbuhan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut diperlukan cara pengendalian yang aman dan lebih ramah lingkungan dengan menggunakan agens hayati berupa jamur Trichoderma spp. Mikoriza arbuscular . Kedua agens hayati ini mampu menekan perkembangan penyakit, memberikan ketahanan tanaman terhadap patogen, mampu beradaptasi dengan lingkungan, dan meningkatkan pertumbuhan tanaman (Santoso et al. , 2. Penggunaan varietas yang diduga mampu mengatasi cekaman salinitas tidak cukup bagi keberhasilan pemanfaatan lahan salin untuk budidaya jagung namun diperlukan rekayasa kesuburan tanah yang di antaranya memanfaatkan mikroba efektif yang mampu membantu tanaman mengatasi cekaman salinitas sekaligus membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman. Salah satu cara manipulasi lahan secara biologi adalah pemanfaatan mikroorganisme. Trichoderma sp. isolate tertentu adalah salah satu jenis fungi agensia biofertilizer yang diduga mampu membantu tanaman dalam mengatasi cekaman salinitas. Hal ini sesuai dengan penelitian bahwa kompos Trichoderma yang dikombinasikan dengan mikoriza dapat mempercepat pertumbuhan tanaman, perkembangan akar dan meningkatkan unsur hara phospor (P). Mekanisme melalui interaksi hifa langsung, kemudian konidia Trichoderma diintroduksikan ke tanah, akan tumbuh kecambah konidia di sekitar perakaran tanaman. Penggunaan lahan marginal terutama didaerah pantai yang memiliki kandungan salinitas tinggi belum optimal dikalangan petani, dimana diketahui bahwa lahan pantai mempunyai potensi untuk budidaya tanaman karena mempunyai kelebihan yaitu kandungan tanah tidak masam sehingga mengurangi penggunaan kapur, pengolahan lahan lebih mudah dibandingkan dengan tanah Ultisol dan belum tercemar. Namun, kelemahan dari lahan pantai adalah tingkat salinitas yang cukup tinggi. Untuk mengurangi tingkat salinitas dan meningkatkan produktivitas hasil yang berkelanjutan penggunaan pupuk kompos. Trichoderma harzianum. dan Mikoriza Arbuscular. untuk menguji sejauh mana respon pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. METODE Penelitian ini di susun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 . perlakuan masing-masing yaitu. tanah salin tanpa ada perlakuan sebagai kontrol. Tanah salin ditambahkan pupuk kompos dengan perbandingan 3:1. Tanah salin ditambahkan pupuk kompos dengan perbandingan 3:1 dan Trichoderma harzianum 2 gram / polybag. Tanah salin ditambahkan pupuk kompos dengan perbandingan 3:1 dan Mikoriza Arbuscular 2 gram/polybag. Tanah salin ditambahkan pupuk kompos dengan perbandingan 3:1. Trichoderma harzianum 2 gram/polybag dan Mikoriza Arbuscular 2 gram/polybag. Percobaan ini terdiri dari lima kombinasi perlakuan di Enriyani et al. mana setiap perlakuan terdiri dari dua unit, kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga terdapat sebanyak 30 unit percobaan. Adapun kombinasi percobaan sebagi berikut. Data hasil penelitian diuji dengan menggunakan Analisis sidik ragam dan jika berpengaruh nyata atau sangat nyata maka data diuji lanjut dengan uji jarak Beda Nyata Terkecil (BNT). HASIL DAN PEMBAHASAN Berat buah jagung dan Sidik ragam menunjukkan bahwa pada umur 8 MST, penggunaan pupuk kompos. harizianum dan Mikoriza Arbuscular berpengaruh sangat nyata. menurut Tarigan . menyatakan bahwa nitrogen merupakan komponen utama dalam proses sintesa protein. Apabila proses sintesa protein berlangsung baik akan berkorelasi positif terhadap peningkatan ukuran buah baik dalam hal panjang dan ukuran berat buahnya. dan Menurut Purba . , menjelaskan bahwa pengaplikasian pupuk yang mengandung unsur hara nitrogen pada tanaman dapat meningkatkan berat buah, sedangkan unsur pospor merupakan factor yang penting dalam pembentukan bunga, pengisihan buah, dan pembesaran buah, dimana dimana pemberian unsur pasfor cenderung dapat menungkatkan hasil buah. Tabel 1. Rata-rata Berat buah jagung . Jagung Pada Umur 2-8 MST Umur 8 MST Rata-rata Perlakuan 88 cd 34 bc NP BNT0,05 Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT A=0,05 Beberapa spesies Trichoderma dapat membantu meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah dengan cara menghasilkan enzim yang memecah senyawa organik kompleks, seperti lignin dan kitin, menjadi bentuk yang lebih sederhana yang dapat digunakan oleh tanaman. Hal ini dapat meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tanaman dan mengoptimalkan kesehatan tanah. Tanaman jagung yang menggunakan pupuk kompos. harizianum dan Mikoriza arbuscular menghasilkan rata-rata berat buah jagung tertinggi sampai umur 8 MST yaitu 163. gram, sedangkan tanaman jagung yang tidak menggunakan penggunaan pupuk kompos. harizianum dan Mikoriza Arbuscular menghasilkan rata-rata berat buah jagung terendah yaitu 38 gram. Menurut Effendi . pembentukan buah sangat dipengaruhi oleh unsur hara Sedangkan menurut Tarigan . menyatakan bahwa nitrogen merupakan komponen utama dalam proses sintesa protein. Apabila proses sintesa protein berlangsung baik akan berkorelasi positif terhadap peningkatan ukuran buah baik dalam hal panjang dan ukuran berat Sidik ragam Berat Tongkol jagung menunjukkan bahwa pada umur 8 MST, penggunaan pupuk kompos. harizianum dan Mikoriza Arbuscular berpengaruh sangat nyata. Tanah salin kompos Trichoderma sp dan Mikoriza Arbuskular. Tabel 4. Umur Rata-rata Berat Tongkol . Jagung Pada Umur 2-8 MST Perlakuan 8 MST Rata-rata 83 bc 59 bc 50 ab NP BNT0,05 Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT A=0,05 Tanaman jagung yang menggunakan pupuk kompos. harizianum dan Mikoriza arbuscular menghasilkan rata-rata berat tongkol jagung tertinggi sampai umur 8 MST yaitu 20,00 gram, sedangkan tanaman jagung yang tidak menggunakan penggunaan pupuk kompos, harizianum dan Mikoriza Arbuscular menghasilkan rata-rata berat akar jagung terendah yaitu 6,08 gram. Aplikasi T. mampu menghasilkan enzim-enzim pengurai yang dapat menguraikan bahan organik. Penguraian ini melepaskan hara yang terikat dalam senyawa kompleks menjadi tersedia bagi tanaman (Pratama, 2. Lebih lanjut Trautman dan Olynciw . menegaskan bahwa T. harzianum menghasilkan enzim selulase yang dapat memisahkan selulosa yang ada pada bahan organik menjadi ligniselulose, kemudian merombaknya menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Meningkatnya kandungan unsur hara pada perlakuan biokompos mengakibatkan penimbunan asimilat untuk membentuk biomassa tongkol semakin tinggi sehingga ukuran tongkolpun menjadi lebih besar. Tabel 4. Umur Rata-rata Jumlah biji jagung . Jagung Pada Umur 2-8 MST Perlakuan 8 MST Rata-rata 33 cd NP BNT0,05 Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT A=0,05 Tanaman jagung yang menggunakan pupuk kompos. harizianum dan Mikoriza arbuscular menghasilkan rata-rata jumlah biji jagung tertinggi sampai umur 8 MST yaitu 387,83 butir, sedangkan tanaman jagung yang tidak menggunakan penggunaan pupuk kompos. harizianum dan Mikoriza arbuscular menghasilkan rata-rata berat buah jagung terendah yaitu 86. Kebutuhan tanaman pada fase produksi akan terpenuhi dengan mudah bila pertumbuhan vegetatif tanaman maksimal. Pada fase produksi terjadi penumpukan cadangan makanan pada buah. Dengan pertumbuhan yang maksimal maka fotosintat dan cadangan makanan yang dihasilkan juga akan lebih banyak. Selain itu, pada tanah setelah pemberian kompos dengan stimulator Trichoderma, kandungan unsur hara masih cukup banyak untuk pembentukan buah dan biji . ase Enriyani et al. reproduktif tanama. Hal ini dapat dilihat dari kandungan hara tanah pada Tabel 4. Novizan . menyatakan pada fase produksi ini membutuhkan unsur N karena pada fase ini kebutuhan hormone dan enzim cukup besar. Untuk merangsang pembentukan bunga, buah dan biji serta membuat biji menjadi lebih besar maka tanaman memerlukan unsur P dan untuk meningkatkan translokasi gula pada pembentukan pati dan protein . adangan makana. tanaman memerlukan unsur K. Semua unsur tersebut dapat terpenuhi dengan adanya penambahan kompos. Tabel 4. 8 Rata-rata Berat akar . Jagung Pada Umur 2-8 MST Perlakuan Umur 8 MST Rata-rata NP BNT0,05 Keterangan : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berarti tidak berbeda nyata pada taraf uji BNT A=0,05 Tanaman jagung yang menggunakan pupuk kompos. harizianum dan Mikoriza arbuscular menghasilkan rata-rata berat akar jagung tertinggi sampai umur 8 MST yaitu 138. gram, sedangkan tanaman jagung yang tidak menggunakan penggunaan pupuk kompos. harizianum dan Mikoriza Arbuscular menghasilkan rata-rata berat akar jagung terendah yaitu 14,22 gram. Kompos Trichoderma dapat dikombinasikan dengan Mikoriza Arbuscular karena dapat mempercepat pertumbuhan tanaman, perkembangan akar dan meningkatkan unsur hara P. Mekanisme melalui interaksi hifa langsung, kemudian konidia Trichoderma diintroduksikan ke tanah, akan tumbuh kecambah konidia di sekitar perakaran tanaman. Trichoderma salah satu jamur yang mampu menguraikan unsur hara N. P, dan S dan unsur hara lain yang bersenyawa dengan Al. Fe. Mn sehingga unsur hara dimanfaatkan oleh pertumbuhan tanaman. Adanya Mikoriza , maka akan membantu penyerapan unsur hara P. Disamping itu, aktivitas Mikoriza dapat memproduksi asamasam organik maupun enzim fosfatase yang dapat mengubah unsur P yang berada di zona labil sehingga bisa diserap oleh akar tanaman. Menurut Novizan dalam Anom . , menyatakan bahwa rasio C/N rendah lebih mudah terurai bahan komposnya sehingga unsur hara lebih tersedia. Pemberian kompos Trichoderma dapat meningkatkan kandungan unsur hara juga mampu memperbaiki struktur tanah, membuat agregat atau butiran tanah menjadi besar atau mampu menahan air sehingga aerasi di dalamnya menjadi lancar dan dapat meningkatkan perkembangan akar. besar atau mampu menahan air sehingga aerasi di dalamnya menjadi lancar dan dapat meningkatkan perkembangan akar. Kompos Trichoderma memudahkan pertumbuhan organ tanaman dan meningkatkan aktivitas biologis mikroorganisme tanah yang menguntungkan. Hal tersebut terkait dengan fungsi P pada tanaman. Penggunaan P pada tanaman berpengaruh pada jaringan miselium Mikoriza kemungkinan besar sebagai perpanjangan sistem perakaran sehingga kontak perakaran dengan tanah lebih besar dan berperan dalam reaksi-reaksi metabolisme dalam tanaman. Pengaruh Tanah salin kompos Trichoderma sp dan Mikoriza Arbuskular. Kombinasi Kompos dan MVA 115 (Sutanto, 2. Biomassa tanaman kedelai disebablan efektifitas kompos Trichoderma dan Mikoriza dalam meningkatkan pertumbuhan. KESIMPULAN Pemberian pupuk kompos. Trichoderma harzianum dan Mikoriza Arbuscular pada tanaman jagung memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman . , jumlah daun . , diameter batang . , jumlah biji . , biomassa . , berat buah jagung . , berat tongkol . , berat akar . Panjang akar . , dan tingkat infeksi Mikoriza . %). Kombinasi antara aplikasi pupuk kompos,Trichoderma harzianum dan Mikoriza Arbuscular menunjukkan hasil yang sangat tinggi terhadap semua parameter yang diukur dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukka bahwa kompos Trichoderma yang dikombinasikan dengan mikoriza dapat mempercepat pertumbuhan tanaman, perkembangan akar dan meningkatkan unsur hara phospor (P). Mekanisme melalui interaksi hifa langsung, kemudian konidia Trichoderma diintroduksikan ke tanah, akan tumbuh kecambah konidia di sekitar perakaran tanaman. DAFTAR PUSTAKA