JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 GAMBAR MOTEKAR (MODERNISASI WAYANG DALAM ARUS GLOBALISASI) Irpan Riana1. Yuda Syah Putra2 . Muhamad Ridwan3 1Politeknik Negeri Media Kreatif 2Politeknik Negeri Media Kreatif 3Politeknik Negeri Media Kreatif Email: irpan_riana@polimedia. id, 2 yudasputra@polimedia. 3muhridwan@polimedia. ABSTRACT In the current era of globalization, many arts have disappeared or are no longer performed. Many humanists and artists feel anxious about this matter. With the emergence of new arts that also adapt to the current era without eliminating traditional values, it can still be felt in the art of Motekar images. The research conducted by the author is a descriptive analysis of Motekar's image in the current era of The author has been collecting data and facts about Motekar's pictures, either directly or The conclusion is that Motekar's image as a new art that adapts to the current globalization continues to strive to exist by maintaining noble values even with modernized visuals. Keyword: Wayang. Gambar Motekar. Globalization ABSTRAK Dalam era globalisasi saat ini tidak sedikit kesenian yang punah atau tidak lagi dipertunjukan. Keresahan-keresahan akan hal tersebut banyak dirasakan oleh para budayawan maupun Dengan munculnya kesenian baru yang turut beradaptasi dengan era saat ini dengan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisinya masih dapat dirasakan pada kesenian gambar Motekar. Penelitian yang dilakukan penulis merupakan analisis deskriptif terhadap gambar Motekar di era globalisasi saat ini. Pengumpulan data dan fakta mengenai gambar Motekar telah penulis lakukan baik langsung maupun tidak langsung. Dengan manghasilkan kesimpulan bahwa gambar Motekar sebagai kesenian baru yang beradaptasi terhadap arus globalisasi saat ini terus berupaya eksis dengan mempertahankan nilai luhur meskipun dengan visual yang dimodernisasi. Kata kunci: Wayang. Gambar Motekar. Globalisasi PENDAHULUAN Indonesia. Dalam arus globalisasi saat Pertunjukan wayang, merupakan ini pertunjukan wayang masih bertahan salah satu seni pertunjukan yang ada di Daya tahannya JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 Motekar. Wayang Kakupi dan Wayang leluhur bangsa Indonesia tersebut, telah Tavip. memiliki perbedaan yang jauh dengan dideklarasikan oleh UNESCO sebagai wayang lainnya yang sudah bisa kita kenal (Wayang Kulit dan Wayang Deklarasi tersebut berdampak kepada Gole. ditinjau dari media, unsur-unsur pertunjukan maupun pertunjukannya. Ketiga jenis wayang tersebut Gambar Motekar diciptakan oleh di Indonesia. Dampak Herry Dim. Karya ini pertama kali dieksplorasi pada tahun 1998 oleh pencipta, bersama anak-anak kecil di wayang di Indonesia. Fenomena ini bisa lingkungan sekitar rumah. Penemuan sengajaan, pencipta bersama anak-anak melestarikan dan mengembangkan seni sedang bermain di atas layar OHP. Pada pertunjukan wayang Indonesia. awalnya karya ini berbentuk kecil. Seiring dengan perkembangan Indonesia turut berkembang. Saat ini ukurannya sekitar lima sampai dengan enam cm. Karya ini terbuat dari botol media wayang yang ada memiliki diwarnai dengan menggunakan spidol. ragam bentuk baik terbuat dari kulit. Untuk memainkannya menggunakan OHP Di Bandung misalnya, terjadi memproyeksikan gambar ke layar. Hasil wayang yang luar biasa sebagai jenis menghasilkan bayangan berwarna pada wayang baru. Diantara banyak jenis saat di proyeksikan ke layar. wayang modern baru terdapat Gambar JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 Karya A Revised: 15 Desember 2020 tersebut, terus di eksplorasi oleh Herry bayangan yang dihasilkan dari gambar tersebut berwarna. Dim dan dibantu oleh M. Tavip dalam A Accepted: 26 Desember 2020 Gambar Motekar ini pertama kali dipentaskan dalam acara pentas kaul Hasil dari eksplorasi tersebut, dapat untuk Kalam . utra Eep Saefulloh Fata. di Studio Pohaci pada bulan Juni Pada tahun 2002 Gambar Motekar Wayang Kulit. Beberapa penemuan pernah dipentaskan di Ds. Curug Kel. yang dihasilkan dari eksplorasi tersebut Jelekong Baleendah, di Komunitas Seni adalah tidak nampaknya titik cahaya Kampung pada layar, karena menggunakan jenis Universitas Widyatama dalam rangka lampu dan layar khusus dan beberapa acara Pentas Ider Si Acung, diteruskan di CCL Bandung dengan lakon Si Acung di Alam Jelemun. Pertunjukan gambar di film. Cidadap Ledeng, selanjutnya Gambar Motekar pernah Sebelum Motekar Teater Gambar bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Bandung dalam acara apresiasi Kelangkang seni budaya sunda bagi siswa SD dari diberikan oleh Iyus Rusiana. Penamaan Gambar Motekar diberikan oleh Arthur Kotamadya Nalan menjelang pertunjukan untuk Kesenian Rumentang Siang. Kosambi apresiasi anak-anak di GK. Rumentang pada tahun 2002 dengan lakon yang Siang. Kosambi Bandung pada tahun sama dan pada tahun 2003 di GK. Motekar Padepokan Seni Bandung dengan lakon tersebut karena didasari dari bentuk Si Acung di Alam Jelemun. Selanjutnya Penamaan Herry Gambar Dim berbentuk gambar dan hasil refleksi Bandung Al-Mizan Gedung Majalengka tahun 2007. Gambar Motekar pernah di JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 workshopkan kepada para santri di A Accepted: 26 Desember 2020 Pertunjukan menampilkan lakon Si Acung Jeung tersebut merupakan sebagai bentuk Kiara di Leuweung Dangiang. Gambar kesenian wayang yang dihasilkan dari unsur-unsur perkembangan zaman saat ini. Arus Pembahasan globalisasi yang semakin deras banyak pertunjukan tersebut, termasuk juga ke mempengeruhi sector kesenian yang dalam biografi singkat pencipta, latar belakang terciptanya ketiga bentuk jenis Berdasarkan paparan di atas pembahasan ini akan pertunjukannya yang meliputi: unsur pengaruh-pengaruh unsur-unsur yang menyangkut media, fungsi serta Penelitian ini penulis bentuk dalam pertunjukan saat ini. Dengan Gambar Motekar terhadap kehidupan wayang Motekar METODE PENELITIAN dengan Teknik obesrvasi. Teknik ini jenis wayang modern yang berada di Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertunjukan dari mendapatkan gambaran secara rinci Gambar Motekar. Kemudian metode wawancara yang dilakukan oleh penulis Motekar. kepada semua informan adalah dengan dua teknik yaitu teknik wawancara Perkembangan Gambar JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 Wawancara A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 observasi, hasil catatan wawancara, hasil dokumentasi dan studi pustaka. merupakan metode wawancara dimana Data dipilah-pilah, daftar pertanyaan atau isian sebagai catatan sesuai dengan hari, tanggal dan penuntun selama proses wawancara. waktu/jam. Sedangkan termasuk teknik pengumpulan data yang diterapkan. Dalam proses analisis data-data ini ada beberapa tahapan kerja yang dilakukan oleh penulis. pertanyaan-pertanyaan Dengan Adapun Data tahapan-tahapan terstruktur ini setiap informan diberi analisis data adalah sebagai berikut: pertanyaan yang sama, dan pengumpul Reduksi Data data mencatatnya. Pengumpulan data Proses yang dilakukan oleh penulis yaitu pengumpulan dengan cara menelaah buku-buku, catatan, artikel, foto, video berserakan dari file pengumpulan data yang berhubungan dengan apa yang Proses ini merupakan bagian dikaji pada ketiga jenis wayang yaitu dari proses analisis, dari proses analisis Gambar Motekar. Proses pengumpulan inilah penulis mengkoreksi mana data mengunjungi beberapa perpustakaan Proses yang dilakukan pada yang ada baik di kampus STSI Bandung dimana tempat pencipa bekerja maupun menuliskan kembali apa yang telah perpustakaan di luar kampus. Tahap didapat dalam semua proses pencarian JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 beberapa sumber maupun menganalisis banyak sekali, berasal dari dari data berbentuk audio visual. catatan lapangan, gambar, foto, video. Penyajian Data dokumen berupa laporan, biografi dan Bagian ini merupakan proses lain-lain. Data-data itulah yang akan penyajian data sebagai suatu informasi yang akan memberikan peneliti, sebagai petunjuk untuk mendapatkan temuan penulis membuat kesimpulan. Tahap ini tentunya berupa penyajian data yang dituangan pada PEMBAHASAN Bandung adalah salah satu kota bab i, yang disajikan dalam metode narasi dan bila perlu akan dijadikan sebuah bagan atau table, agar dapat lebih mudah dipahami. Masyarakat kota Bandung yang toleran Penarikan Kesimpulan terhadap ide-ide baru dan menghargai Proses penarikan kesimpulan ini sebagai bagaian penulis mencari makna utama Bandung dalam pengembangan menyeluruh, dari berbagai proporsi Bandung Selain Penarikan kesimpulan ini sangat potensial untuk mensinergikan awal membuat kesimpulan menjadi bersifat umum yang kemudian akan dtelaah kembali, pemerintah dan media dalam rangka sehingga menjadi tulisan sebagi laporan menciptakan kultur ekonomi kreatif. penelitian sebagai akhir bagian proses Perkembangan ekonomi kreatif di kota Bandung Adapun yang cukup memuaskan. dianalisis adalah data yang jumlahnya JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 Menurut catatan di salah satu A Accepted: 26 Desember 2020 lokal yang berpotensi yang luar biasa. media elektronik mengatakan bahwa Aktivitas Keunikan yang dimiliki Kota Bandung, sebagian besar bersumber dari sektor dibandingkan kota-kota besar lainnya di perdagangan, hotel dan restoran yang Indonesia, kontribusinya mencapai 36,4% dari nilai PDRB Kota Bandung pada tahun 2011 Masyarakat Kota Bandung adalah sebesar Rp. 51,3 trilyun. Secara yang terbuka dan toleran membuat umum, sektor ekonomi Kota Bandung karakter mereka lebih dinamis dalam terbagi menjadi 3 sektor, yaitu sektor Secara Kota Bandung budaya, terjadi akulturasi antar budaya Kontribusi ekonomi kreatif Sunda dengan berbagai budaya yang terhadap PDRB Kota Bandung sebesar masuk ke Kota Bandung melalui warga 11% dari tahun 2011 (Bappeda Kota pendatang dan melalui berbagai ragam Bandung, 2. dan memiliki tren yang teknologi informasi berlangsung dengan membaik menggeser potensi lainnya. cepat, menghasilkan sebuah produk Ekonomi kreatif berbasis inovasi dan budaya kontemporer kota Bandung kreativitas, meliputi fashion, desain dan musik yang sebagian besar dikelola oleh lingkungan yang sejuk dan ukuran kota generasi muda berusia 15-25 tahun Selain memungkinkan warga Kota Bandung Walaupun tanpa dukungan Pemerintah, untuk dapat bergerak dan berinteraksi dengan lebih leluasa. pesat dan ditingkat global tidak resisten Kreativitas Masyarakat Bandung dengan krisis keuangan global. Sejauh Kreativitas Kota ini,subsektor industri kreatif yang dapat Bandung mendukung berkembangnya Bandung ekonomi kreatif sebagai sektor ekonomi diantaranya yaitu musik, fashion, seni. JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 desain, arsitektur. IT dan makanan antar budaya Sunda dengan berbagai . budaya yang masuk ke Kota Bandung Kesenian Bandung Perkembangannya menghasilkan sebuah produk budaya Bandung sekarang ini selain terkenal kontemporer kota Bandung yang khas. dengan sebutan kota wisata kuliner dan Dalam perkembangannya saat ini, jenis belanja, ternyata kota Bandung juga kesenian di Bandung terdapat banyak disebut kota wisata seni dan budaya. jenis kesenian yang diciptakan atau Kekukuhan Bandung diadopsi dari kesenian di daerah lain dan budaya asing oleh masyarakat apresiasi dari para seniman, budayawan Bandung. atau pejabat publik. Mereka sangat Perkembangan Kesenian Wayang di Bandung Kesenian pertunjukan wayang yang Bandung populer di Bandung adalah Wayang Golek. Wayang Golek kesenian tradisional dari Jawa Barat . Mereka inilah yang tetap yaitu kesenian yang menampilkan dan membawakan alur sebuah cerita yang nilai-nilai peninggalan para leluhur terdahulu. Adanya Wayang Golek perkembangan kesenian di Bandung boneka yang terbuat dari kayu yang masyarakat Bandung. Dari situlah maka cerita pawayangan serta dimainkan oleh kesenian yang sekarang ada di Bandung nyanyian serta iringan musik tradisional Secara Dalang kesenian di Bandung terjadi akulturasi JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 Jawa Barat A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 Dalam cacatan sejarah, kemunculan Wayang Golek di Bandung diprakarsai Wayang Golek Dalem pertunjukan rakyat memiliki fungsi Koesoemah Karangayar . (Wiranta jabatannya . Pada waktu itu Dalem Karanganyar mengundang Ki Hal Dalang Dipa Gunapermana dan Ki demikian dapat dilihat dari beberapa Rumyang kegiatan di masyarakat, misalnya ketika Ujungberung untuk membuat wayang dari kayu dan mengajar para calon . esta Cibiru Dalang di Bandung. pernikahan dan lain-lain, adakalanya Dari sekian banyak murid Ki Dapa diiringi dengan pertunjukan Wayang Gunapermana itu ada seorang murid Golek. yang menonjol bernama Mama Anting. mengadakan ruwatan guna menolak Mama Anting diharuskan menyajikan bala, baik secara komunal maupun Wayang Golek menggunakan bahasa Sunda Secara pertunjukan Wayang Golek. penonton saat itu sangat positif. Pertunjukan Wayang Golek tidak Salah seorang murid Mama Anting hanya berperan sebagai sarana hiburan. yang amat menonjol ialah Ki Dalang Di dalamnya juga terkandung nilai-nilai Brajanata putra camat Kendal. Leles, yang bisa dipetik bagi kehidupan. Nilai Kabupaten Garut, yang dapat dikatakan dalang intelek pada saat itu. Dia satu- dengan hal-hal spiritual atau religi, satunya dalang yang berizasah Holland Inlandse Kuweekschool (HIS). Pola persoalan-persoalan etika kehidupan, pertunjukan wayang yang dilakukan bahkan politik. oleh Mama Anting, dilakukan pula oleh JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 Ki Dalang Brajanata dan menjadi pola penampilan para raksasa, antara lain garapan pada dalang sekarang. Selain itu Brajanata telah mempersertakan kerupuk, muntah mi, pecah kepala seorang ronggeng atau biduanita Ny. Arwat di dalam pertunjukan wayang Awalnya pergelaran wayang itu tanpa dilengkapi suara ronggeng. Sunarya itu menjadi bahan pembicaraan pun telah memasukan bahasa melayu para penonton. Tidak sedikit anggota (Indonesi. khusus untuk dialog Buta Cakil. pertunjukan itu. Pada tahun 1944 Dalang Rachmat Umar Partasuanda Yaitu Asep Kelebihan Peristiwa Ade Kosasih Pada tahun 1978 adik Dalang Ade Golek Pergelaran sebagai Pa Ata menciptakan Wayang Modern. Sunandar Asep Sunarya Sunandar Sunarya trik-trik Sunda yang dilakukan oleh empat menarikan dan memerangkan wayang. Dalang. Bentuk tokoh wayang yang sudah ada Antara tahun 1970 sampai dengan Wayang diubahnya dengan hingga wayang tidak Golek lagi kaku, namun menjadi lebih hidup. mengalami kemakmuran, setelah A. Beberapa trik yang diciptakan oleh Sunarya Asep Sunandar Sunarya antara lain Namun pada tahun 1975 putra Sunarya yang bernama Ade Kosasih kepalanya bisa bergoyang, telinga dapat Sunarya muncul dengan kreasinya yaitu dimainkan, matanya bisa digerakan ke membuat wayang dari bahan baru, kiri dan kekanan ke atas dan ke bawah. yaitu dari karet. Pembuatan wayang Perkembangan kesenian wayang di karet itu merupakan rekaan dalam Bandung tidak hanya sampai disitu saja. JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 Pada 1990-an A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 Arthur. Nalan. Wayang wayang mulai mengalami perubahan Keroncong yang di pimpin oleh Asep bukan hanya pada bentuk sajian garap Budiman. Wayang Golek Rampak 40 lakon, tetapi telah merambah pada hal- Dalang pimpinan hal tampilan atau fisik wayang dan fisik (SMKN 10 Bandun. Gambar Motekar yang diprakarsai oleh Selanjutnya Herry Dim, 2000-an Wayang Kakufi yang diprakarsai oleh keresahan dan kegelisahan sebagian Arthur. Nalan. Wayang Tavip yang besar dalang sangat terasa menghimpit diprakarsai oleh M. Tavip. Tantan Sugandi Semua untuk mendalang hampir tidak ada disebutkan di atas, merupakan suatu pada hal hidup ini harus dilanjutkan. Maka muncul gebrakan-gebrakan yang pertunjukannya maupun media wayang berkepanjangan, yaitu memunculkan dan gaya pedalangan. Berkembangnya bukan saja garapan fisik perangkat jenis wayang tersebut diilhami oleh kesenian wayang, tetapi dengan teknik pementasan wayang tingkat dengan menggunakan unsur teknologi. Semua keresahan dan kegelisahan maka timbulnya banyak kelompok- kelompok kesenian wayang modern di Bandung. Gambar Motekar diantaranya adalah kelompok kesenian Pojok Cepot Kemunculan Bandung saat ini telah banyak jenisnya pimpinan Riswa Darusman. Tewaisun seperti yang telah diuraikan di bab (Teater Wayang Sund. yang di pimpin Munculnya jenis wayang JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 baru merupakan hasil dari eksplorasi A Accepted: 26 Desember 2020 Berbagai seniman wayang untuk menampilkan Pada tahun 1975 ikut bergabung pertunjukan wayang yang lebih inovatif dengan Bengkel Pelukis Jakarta, dan dan mampu untuk di terima oleh diteruskan bergabung dengan Sanggar Wayang Garajas pada tahun 1976. Kemudian tersebut yang terbuat dari media plastik Herry Dim kembali ke Bandung pada tahun 1978, dan pada tahun 1983 Gambar Motekar seniman-seniman Kelompok Seniman Bandung. Dalam catatannya pada era 1990-an diantaranya International Exhibition of Asian Artists (Bandun. Biennale Yogyakarta. Festival Istiqlal d. Biennale Jakarta. Gambar 1. Gambar Motekar dengan tokoh Si Acung (Sumber : Herry Dim. Herry Dim lahir di Bandung pada tanggal 19 Mei 1955, adalah seorang mempelajari beberapa seni etnik, basis menggambar, seni grafis, dan melukis secara otodidak. Kegiatan melukisnya dimulai sejak kecil dan mulai aktif melukis sejak lulus SMA. Contemporary Indonesian Art Countries Exhibition. Contemporary Artists (Jakart. Rites to the Earth yang Biografi Singkat Pencipta Non-Aligned "Ruwatan Bumi". Exhibition International Asian Artists (Kualalumpu. International Exhibition of Asian Artists (Fukuok. Container Art Across Oceans (Copenhage. , 6 Indonesian Painters di Darga & Lansberg Gallery. Paris, 1998, "Senirupa Ritus - Ritus Senirupa" . JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 "Senirupa A Revised: 15 Desember 2020 Sastra" . A Accepted: 26 Desember 2020 Motekar merupakan seni pertunjukkan "Menyongsong Millenium ke-3" . , bayang-bayang "Instalasi 10 Biografi" . Karya Seni Rupanya yang paling ketika dimainkan. Beda halnya dengan terakhir selain yang dalam bentuk seni pertunjukkan bayang-bayang yang lukisan adalah Gambar Motekar. Selain telah ada sebelumnya yaitu Wayang kegiatan melukis. Herry Dim pernah Kulit, bayangan silhuet. AumetateaterAy Seni pertunjukkan Gambar Motekar mengerjakannya bersama Harry Roesli Kelangkang, dan Teater Payung Hitam. Mengerjakan pertunjukkan Wayang yang telah ada, pula artistik untuk seni pertunjukan seperti Wayang Golek dan Wayang . rama, tari, musi. , seni grafis, desain Kulit. Selain itu Gambar Motekar yang grafis, seni instalasi, dan menulis esei seni dan kebudayaan di berbagai media seperti di Pikiran Rakyat. Republika. Kelosan Kompas. Gatra. Matra. Horison, dll. merupakan permainan ketika Herry Kumpulan Dim . masa kecil. Lahirnya "Jawinul: Gambar Motekar, merupakan suatu Jalan-jalan Rimba Kebudayaan" . Gambar Gambar Toong dengan sejumlah anak. Ketika itu Herry Seni Pertunjukkan Gambar Motekar Teater (Wayan. Indonesia. Seni pertunjukkan Gambar Dim berkeinginan untuk menciptakan Akhirnya pada tahun 1998 suatu kebetulan dan JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 ketidaksengajaan itu terjadi gambar dan Gambar bayang-bayang dapat dihasilkan dari Motekar ketika itu, karena memainkan penemuan tersebut. gambar di atas OHP dalang harus tetap Sejak saat itu Herry Dim melibatkan kontrol terhadap proyeksi gambar yang Yana dan Deni, sebagai mahasiswa Seni dihasilkan dilayar sekaligus konsentarsi Rupa STSI Bandung dalam melakukan pada plot atau alur cerita. Apabila percobaan-percobaan gambar terlalu di angkat, gambar akan membesar dan bayangan yang tampak maupun pertunjukan. Hasil percobaan di layar akan menjadi blur atau pecah. dan eksplorasi tersebut menghasilkan Eksplorasi selanjutnya Herry Dim suatu bentuk wayang dengan tokoh bersama M. Tavip mencoba membuat utama Si Acung. Pertunjukkan pertama Gambar Motekar dengan ukuran besar, ukuran disamakan dengan Wayang Kulit. Dalam eksplorasi tersebut Heryy pada saat acara khitanan Kalam anak Dim dan M. Tavip menemukan banyak dari Eef Saefulloh Fatah di Studio Pohaci pada tanggal 30 Juni 2011. dihasilkan dari gambar hancur. Hal Gambar Motekar pertunjukan uji coba Pertunjukkan Bayang-bayang dari gambar Gambar Motekar yang pada saai itu menggunakan OHP sebagai alat dalam percobaan ini OHP sudah tidak Gambar di buat dari bahan fiber berbagai lampu dicoba untuk dapat mengahasilkan bayangan yang lebih disesuaikan dengan layar OHP dan Akhirnya M. Tavip menemukan menggunakan layar yang terbuat dari lampu yang cocok untuk menghasilkan kain Blacu. Kesulitan teknis didapatkan A20 Cm, bayangan berwarna di gambar pada Eksplorasi JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 dengan menggunakan lampu senter Widyatama Bandung dengan lakon Si yang telah diubahnya. Kendala tetap Acung di Alam Jelemun. Pertunjukkan selanjutnya Herry Dim dihasilkan sedikit redup, yang hanya Parawisata Kota Bandung lewat Sis Secara kebetulan lampu yang Triadi dan Arthur S. Nalan untuk Motekar ditemukan. Lampu motor yang SD. digunakakan telah ditemukan Herry Dim dan M. Tavip. Bayangan yang bahasa Sunda untuk anak-anak Sekolah SD se Kota Bandung selama satu bulan lampu-lampu di GK. Rumentang Siang Kosambi yang lainnya, lampu motor tersebut Bandung. Pada saat itulah penamaan dinyalakan dengan menggunakan accu Teater Kelangkang berubah menjadi mobil 16 Volt. Lampu tersebut akhirnya Gambar Motekar merupakan sebutan nama dari seni pertunjukan Gambar Gambar pertunjukkan Gambar Motekar. Pada Herry anak-anak dari Dinas Acara Berwarna yang diberikan oleh Arthur S. Dim Nalan. Pertunjukan Gambar Motekar mendapatkan hibah seni dari Yayasan Kelola. Hibah dari Yayasan Kelola Jelemun tersebut dipertunjukan tiga kali tersebut digunakan oleh Herry Dim penonton 300-400 orang anak-anak SD. ciptaanya di tiga tempat. Pertunjukkan Teater Kelangkang Pada Alam rata-rata Curug. Kel. diselenggarakan di Padepokan Seni atas Baleendah, di Komunitas Seni Kampung undangan Dinas Pariwisata dengan Cidadap Ledeng dan di Universitas Desa Motekar Gambar Acung Lakon JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 dalam pertunjukan Gambar Motekar. Acung Namun alat-alat tersebut dimainkan Lakon oleh orang dewasa dan tentunya sudah berdasarkan naskah Kalpataru karya Layar yang digunakan pada saat Saini KM yang digarap kembali oleh ini sudah berbeda dengan pertunjukkan Arthur. Nalan dan Herry Dim. Leuweung Dalam Kiara Dangiang. digunakan terbuat dari bahan plastik mika tebal. sebagai backsaund mengunakan alat- Musik alat musik seperti kecrek, dan alat-alat pukul yang dapat menghasilkan nada merupakan musik instrument dari alat musik yang digunakan seperti Suling, diprakarsai oleh Dodong Kodir. Namun Kecapi. Kendang. Bass, dan Simbal. alat-alat Gambar Motekar Musik menggunakan laras pelog. Fungsi musik dalam pertunjukkan ini adalah sebagai pertunjukkan tersebut maka jadilah penguatan suasana yang dibutuhkan lagu AuBentang-bentangAy dan AuHoi Hoi dalam adegan, serta untuk memberikan Hei HeiAy lagu tersebut dibuat oleh Ine rasa tertentu tehadap karakter tokoh Arini, yang ditampilkan. instrument-instrumen Dodong Kodir, diaransir ulang komposisi untuk band Beberapa oleh Ibrahim Adi Surya dan belakangan sesuaikan dengan lagu yang dibawakan dikembangkan oleh Riswa Darusman oleh grup penyanyi. Nyanyian yang dikembalikan menjadi pola salendro. dibawakan oleh anak-anak dibawakan Selain alat-alat musik yang dipakai dengan laras Salendro. tersebut, alat musik seperti kecapi. Dialog dan Monolog suling, gitar dan bass elektrik di pakai JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 Dialog A Revised: 15 Desember 2020 Gambar Motekar Sunda anak-anak. Hal tersebut A Accepted: 26 Desember 2020 bayangan kecil maupun merenggang bayangan yang lebih besar disesuaikan dengan kebutuhan ungkapannya. Lakon apresiasi bahasa sunda untuk anak-anak Lakon Gambar sekolah dasar. Dialog antara tokoh satu Motekar, proses awalnya diwujudkan dengan yang lainnya dibuat sesuai dalam sebuah teks lakon atau naskah, yang merupakan orientasi utama dalam kadang-kadang disisipi oleh dialog-dialog improfisasi. Dalam penggarapan gerak wayang, dialog, tata lampu dan musik pertunjukan. Lakon Si dapat dibedakan menjadi dua yaitu Acung monolog dan dialog. Fungsinya dalam Dangiang pertunjukkan adalah untuk membahas diadaptasi dari naskah Kalpataru karya Jeung Kiara Leweung Saini K. Lakon ini kemudian digarap kembali oleh Athur S. Nalan dan Herry wayang yang sedang tampil. Dim berdasarkan kepentingan untuk Gerak Wayang pertunjukkan Gambar Motekar. Gerak wayang berfungsi sebagai gerak-gerik Unsur Pendukung Penonton Dari gerak wayang ini akan Gambar Motekar khusus untuk anak- memperlihatkan bayangan pada kelir yang menjadi pusat perhatian penonton. Hal tersebut karena di sesuaikan Gerak wayang memiliki sinergi kuat dengan tujuan penyelenggaraan acara dengan tata lampu dan peraga wayang. yaitu untuk apresiasi bahasa sunda Bayangan wayang dibuat bebas, artinya untuk anak-anak sekolah dasar. Setiap anak-anak JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 kali pertunjukkan biasanya penonton wayang fiber yang pertama muncul yang menyaksikan pertunjukan Gambar Motekar ini berjumlah 200 bahkan prinsip dasar sumber cahaya, benda dalam beberapa pertunjukan sampai melebihi 400 orang. Herry Tempat pertunjukkan dari Gambar Motekar Moteka. Dim terinspirasi dari jenis wayang kulit dan dipertunjukkan dimana saja. Namun permainan masa kecilnya yaitu Gambar Toong. Kesenian wayang baru ini diberi selenggarakan oleh Dinas Pariwisata nama Gambar Motekar oleh Arthur S. maka tempat pertunjukkan di sesuaikan Nalan. (Gambar dengan tempat yang sudah di sediakan. Wayang jenis baru ini kemudian Tempat pertunjukkan Gambar Motekar dikembangkan dengan proses kreatif ini berada di GK. Padepokan seni Arthur S. Nalan sehingga menjadi dengan panggung Procenium, dengan bentuk pertunjukan baru. Pertunjukan panggung yang mengahadap langsung kepada penonton. Gambar Motekar Wayang Golek KESIMPULAN (Wayang Wayang Fibe. Kulit sehingga lahirlah bentuk pertunjukan Dalam era globalisasi saat ini bentuk kesenian wayang dapat kita lihat Wayang Kakufi. pengaruhnya seperti gambar Motekar Meski dalam era globalisasi saat dengan menggunakan media fiber yang ini gambar Motekar sebagai kesenian yang berangkat dari seni tradisional kesenian wayang baru yang ada di Indonesia khususnya di Bandung. Jenis dalam dalam pertunjukkan Gambar JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 Motekar anak-anak A Revised: 15 Desember 2020 . ebuah nyanyian yang dilantunkan oleh dalang yang menceritakan tentang lakon yang dibawaka. dan penancapan wayang gunungan, yang selanjutnya tokoh-tokoh wayang kepada penonton dan masuk ke babak cerita yang dibawakan secara linear oleh dalang. Dalam akhir cerita dilakukan dengan penancapan wayang gunungan dan narasi dalang yang Sebagai Bambang. Pertumbuhan dan Perkembangan Seni Pertunjukan Wayang. Surakarta: Citra Etnika A Accepted: 26 Desember 2020 Badan Pusat Statistik Kota Bandung. Data Sosial Ekonomi Masyarakat Kota Bandung Tahun 2011 (Publikasi Hasil SUSEDA Bandung: Badan Pusat Statistik Kota Bandung Esa Hari Akbar. Silhoutte Full ColorAy. Bandung: STSI Bandung. Gorys Keraf. Komposisi Sebuah Kemahiran Bahasa. Jakarta: P. Nusa Indah. Herry Dim. Gambar Motekar (Teater Bayang-Bayang Kontemporer Dalam Sebuah Catata. Panggung Edisi XXVi. Bandung: STSI Press. Ismunandar. Wayang Asal-Usul dan Jenisnya. Semarang: Dahar Prize. dibawakan oleh sekelompok anak-anak. Lexy DAFTAR PUSTAKA Amir Mertosedono. Sejarah Wayang. Semarang: Dahar Prize. Arthur. Nalan. Wayang Kakufi Menerobos Kaki Langit Peradaban Bangsa. Bandung: Yayasan Rancage. Moeloeng. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya. Nawawi. Metode Penelitian Bidang Sosial. Jogjakarta: UGM Press. Tavip. AuWayang Tavip Membangun Potensi pada AnakanakAy. Surakarta: Isi Surakarta. JURNAL PUBLIPRENEUR : POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Desember 2020 hal. A Submitted: 5 Desember 2020 A Revised: 15 Desember 2020 A Accepted: 26 Desember 2020 Rochmawati. Latar Belakang Sosial Ekonomi Budaya Kota Bandung dan Makasar. Jakarta: LIPI Press. Sangaribun Effendi. Metodologi Penelitian Jakarta: PT. Pustaka