Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Mei, 2023, pp. Mewujudkan Lingkungan Sekolah Tanpa Plastik di SMA Srijaya Negara Palembang Ade Wulandari1. Anisa Aprilia2. Annisa Salsabila3. Anwar Haqiem4. Diva Ananta Pratiwi5. Dwi Puspita Sari6. Sofia7 Universitas Sriwijaya E-mail: 1adewulan250@gmail. com, 2anisaprilia550@gmail. salsabilaa82@gmail. com, 4anwarhaqiem@gmail. divaanantap@gmail. com, 6dwipuspitasari0694@gmail. sofia@fkip. Article History: Received: Mei, 2023 Revised: Mei, 2023 Accepted: Mei, 2023 Abstract: Penelitian ini dilakukan di SMA Srijaya Negara Palembang dengan Populasi dalam proyek ini adalah siswa KIR SMA Srijaya Negara yang berjumlah 43 siswa. Sampel dalam proyek ini berjumlah 20 siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode penelitian dilakukan secara survei. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu Siswa SMA Srijaya Negara Palembang sudah memiliki karakter peduli lingkungan dengan nilai ratarata 85,6 dengan kategori sangat baik, sedangkan untuk penerapan prinsip go green dengan skor ratarata 87 dengan kategori sangat baik. Dengan penerapan prinsip go green membuat lingkungan sekolah menjadi bersih dan bebas sampah plastik. Keywords: Lingkungan. Limbah Plastik. Sekolah Pendahuluan Dilansir dalam Nationalgeographic. id, memperkirakan sekitar 1,3 miliar ton plastik akan memenuhi Bumi pada tahun 2040. Pemerintah Indonesia saat ini tengah fokus mengatasi pengelolaan sampah plastik. Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pernah menyebut Indonesia sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar ke-2 di dunia. Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) memaparkan, total konsumsi plastik di Indonesia adalah 5,76 juta ton per tahun dengan rata-rata konsumsi per kapita sebesar 19,8 kg (Windarto & Martini, 2. Terjadinya kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan merupakan wujud merosotnya kesadaran dan kepedulian masyarakat sehingga berdampak pada pengrusakan lingkungan. Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang menjadi penghasil sampah terbesar selain pasar, rumah tangga, industri dan perkantoran (Windarto & Martini, 2. Di lingkungan sekolah ditemukanya masih banyak peserta didik yang menyepelekan permasalahan tentang sampah plastik, dan kurang menyadari bahaya yang ditimbulkan. Vol. No. Mei, 2023, pp. Sampah yang dihasilkan sekolah adalah jenis sampah basah berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan dan daun pisang pembungkus makanan. Sedangkan Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik dan sedikit logam. Sifat sampah plastik sulit terurai membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun bahkan dapat mencapai 100 tahun (Purwaningrum, 2. Sampah plastik saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah, jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi (Ifrani et al. , 2. Sekolah sebagai lembaga tumpuan utama, diharapkan program-program pengembangan sekolah lebih berwawasan lingkungan sehingga dapat membentuk karakter peserta didik. proses pembelajaran mengarah pada upaya pembentukan perilaku peserta didik yang peduli lingkungan, dan aspek lingkungan sekolah dijadikan wahana pembiasaan perilaku peduli lingkungan sehari-hari. Lingkungan sekolah digunakan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik. Salah satu parameter sekolah yang baik adalah berwawasan. SMA Srijaya Negara adalah salah satu SMA yang berada di tengah kota Palembang, berdasarkan hasil wawancara bersama pak Firman. Pd selaku Waka Kesiswaan didapatkan diketahui sekolah tersebut menghasilkan banyak sampah plastik perharinya yang hampir tidak dapat ditanggulangi oleh pihak kebersihan sekolah, dan juga berdasarkan hasil observasi masih banyak ditemukannya tumpukan sampah plastik di dalam lingkungan sekolah (Lesmana et al. , 2. Peduli lingkungan itu sendiri merupakan salah satu sikap dan tindakan yang selalu mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi (Wahyuni, 2. Kepedulian setiap individu terhadap kondisi dan kualitas lingkungan akan sangat menentukan keberlanjutan kehidupan manusia secara layak. Semua individu harus sadar bahwa keseimbangan ekosistem sebagaimana yang seharusnya ada akan mampu menjanjikan suatu kondisi lingkungan yang layak huni dan nyaman (Anwar et al. , 2. Penanaman nilai-nilai kehidupan terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui pendidikan. Sikap peduli lingkungan dapat diartikan sebagai upaya-upaya untuk melestarikan, mencegah dan memperbaiki lingkungan alam. Salah satu implementasi Vol. No. Mei, 2023, pp. penanaman sikap peduli lingkungan dengan penerapan prinsip go green. Prinsip go menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui proses pembelajaran dan pembiasaan menjadi penting dan strategis. Karakter go green merupakan watak dan perilaku cinta lingkungan yang dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran yang terintegrasi dengan alam secara nyata (Sartiyono, 2. Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilakukan penelitian terkait penerapan prinsip go green dengan tujuan Mewujudkan Lingkungan Sekolah Tanpa Plastik di SMA Srijaya Negara Palembang. Metode Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitian deskriptif adalah perhitungan suatu objek penelitian yang memiliki fungsi untuk menjelaskan atau upaya memberikan gambaran atau penjelasan melalui data sampel ataupun populasi dengan apa adanya tanpa adanya analisis serta membuat suatu kesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiyono, 2. Metode penelitian dilakukan secara survei. Penelitian survei menurut saya adalah suatu penelitian yang dilakukan oleh peneliti tanpa adanya perlakuan khusus atau suatu perubahan pada variabel- variabel yang akan diteliti (Siregar, 2. Proyek ini dilakukan di SMA Srijaya Negara Palembang yang berlokasi di Jl. Ogan Bukit lama. Kec. Ilir Barat I Kota Palembang. Pelaksanaan proyek dilakukan pada Bulan Maret-April 2023. Populasi merupakan bagan wilayah penelitian yang terdiri dari objek serta subjek yang telah ditetapkan oleh pelaksana proyek sesuai kualitas dan karakteristik, untuk dipelajari atau sebagai upaya untuk mendapatkan kesimpulan (Sugiyono, 2. Populasi dalam proyek ini adalah siswa KIR SMA Srijaya Negara yang berjumlah 43 siswa. (Riduwan, 2. mengatakan bahwa sampel adalah bagian dari populasi. Sampel dalam proyek ini adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh Sampel dalam proyek ini berjumlah 20 siswa. Tabel 1. Jumlah Sampel Yang Diambil di SMA Srijaya Negara Palembang Siswa Laki-laki Perempuan Jumlah 20 siswa Vol. No. Mei, 2023, pp. Hasil dan Pembahasan Karakter Peduli Lingkungan Angket karakter peduli lingkungan yang digunakan pada proyek ini adalah angket tertutup, dengan pengambilan data menggunakan angket dilakukan sebanyak satu kali. Angket karakter peduli lingkungan dibagikan kepada 20 orang responden yang terdiri dari 3 indikator yaitu indikator pertama tentang memiliki kesadaran dan rasa syukur atas peran keberadaan atmosfer bumi yang terdiri dari 4 pernyataan, indikator kedua yang membahas tentang memiliki rasa ingin tahu, kritis, dan peduli lingkungan yang terdiri dari 9 pernyataan, dan indikator ketiga yang membahas tentang kebijakan dalam penggunaan bahan-bahan yang menghasilkan sampah plastik dan menjaga keseimbangan ekosistem yang terdiri dari 10 pernyataan. Kemudian dilakukan analisis data dari jawaban angket yang telah diisi oleh responden untuk mendapatkan persentasenya disesuaikan dengan kriteria yang telah dimodifikasi dari (Narut & Nardi, 2. , data didukung oleh data observasi, dan juga Maka berikutnya, karakter peduli lingkungan siswa SMA Srijaya Negara Palembang dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini. Tabel 2. Hasil Angket Karakter Peduli Lingkungan Siswa SMA Srijaya Negara Palembang Angket No Indikator Memiliki kesadaran dan rasa syukur atas peran keberadaan atmosfer Memiliki rasa ingin tahu, kritis, dan peduli lingkungan kebijaksana dalam penggunaan bahan-bahan yang menghasilkan sampah plastik dan menjaga keseimbangan ekosistem Jumlah Rata-rata Persentase Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Lebih lanjut gambaran karakter peduli lingkungan SMA Srijaya Negara Palembang dapat dilihat pada gambar berikut ini: Vol. No. Mei, 2023, pp. Gambar 1. Hasil karakter peduli lingkungan siswa SMA Srijaya Negara Palembang Angket Prinsip Go Green Angket penerapan prinsip go green yang digunakan pada proyek ini adalah angket tertutup, dengan pengambilan data dengan menggunakan angket dilakukan sebanyak satu kali. Angket prinsip go green dibagikan kepada 20 orang responden. Konsep Prinsip go green yang terdiri dari 3 yaitu Reduce (Penguranga. yang terdiri dari 6 pernyataan. Reduce (Menggunakan Kembal. yang terdiri dari 6 pernyataan , dan Recycle (Mendaur Ulan. yang terdiri dari 5 pernyataan. Kemudian dilakukan analisis data dari jawaban angket yang telah diisi oleh responden untuk mendapatkan persentasenya disesuaikan dengan kriteria yang telah dimodifikasi dari (Narut & Nardi, 2. , data didukung oleh data observasi, dan juga wawancara. Maka berikutnya, prinsip go green siswa SMA Srijaya Negara Palembang dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini: Tabel 3. Prinsip Go Green Siswa SMA Srijaya Negara Palembang Pernyataan Kegiatan Reduce . Kegiatan Reuse . emakai Recyle . endaur ulan. Jumlah Rata-rata Angket Persentase Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Lebih lanjut gambaran pinsip go green siswa SMA Srijaya Negara Palembang dapat dilihat pada gambar berikut ini: Vol. No. Mei, 2023, pp. Gambar 2. Prinsip Go Green siswa SMA Srijaya Negara Palembang Implementasi Prinsip Go Green Go Green adalah bentuk upaya untuk mengkonversi bahan pengemas produk ke bahan yang lebih mudah diuraikan lingkungan. Go Green memiliki empat prinsip umum yaitu Reduce. Reuse. Recycle dan Replace (Anonymous, 2. Setelah melakukan sosialisasi mengenai dampak yang begitu besar dari sampah plastik, dan sosialisasi mengenai prinsip-prinsip go green, kemudian diimplementasikan prinsip oleh siswa dengan didampingi guru KIR dan Mahasiswa PPG Prajabatan. Siswa bersama dengan mahasiswa PPG Prajab membersihkan dan mengumpulkan berbagai jenis sampah organik dan anorganik yang terdapat di lingkungan sekolah, yang selanjutnya sampah-sampah tersebut di pilah sampah yang dapat di daur ulang. Berdasarkan implementasi prinsip go green bagian Reuse didapatkan hasil para siswa membawa botol air minum sendiri dari rumah sebagai upaya untuk menggunakan barang-barang yang fungsinya bisa sekali dipakai Berdasarkan hasil implementasi prinsip go green yaitu Recycle . endaur ulan. di SMA Srijaya Negara Palembang didapatkan hasil yaitu siswa-siswa KIR dapat membuat berbagai produk daur ulang dari sampah plastic yaitu vas bunga gantung, kotak pensil, tempat wadah spidol yang terbuat dari sampah botol bekas air minum, kemudian tutup gelas dan juga tatakan gelas yang terbuat dari tutup botol minuman, kemudian berbagai jenis tas yang dihasilkan yaitu tas yang dianyam dari plastik bekas minuman, dan juga tas yang terbuat dari sampah kardus, pipet beserta kantong plastik, dan juga bingkai foto yang terbuat dari kardus dan pipet bekas. Karakter Peduli Lingkungan Angket karakter peduli lingkungan yang digunakan pada proyek ini adalah Vol. No. Mei, 2023, pp. angket tertutup, dengan pengambilan data menggunakan angket dilakukan sebanyak satu kali. Angket karakter peduli lingkungan dibagikan kepada 20 orang responden yang terdiri dari 3 indikator yaitu indikator pertama tentang memiliki kesadaran dan rasa syukur atas peran keberadaan atmosfer bumi yang terdiri dari 4 pernyataan, indikator kedua yang membahas tentang memiliki rasa ingin tahu, kritis, dan peduli lingkungan yang terdiri dari 9 pernyataan, dan indikator ketiga yang membahas tentang kebijakan dalam penggunaan bahan-bahan yang menghasilkan sampah plastik dan menjaga keseimbangan ekosistem yang terdiri dari 10 pernyataan. Kemudian dilakukan analisis data dari jawaban angket yang telah diisi oleh responden untuk mendapatkan persentasenya disesuaikan dengan kriteria yang telah dimodifikasi dari (Narut & Nardi, 2. , data didukung oleh data observasi, dan juga Maka berikutnya, karakter peduli lingkungan siswa SMA Srijaya Negara Palembang dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini. Tabel 4. Hasil Angket Karakter Peduli Lingkungan Siswa SMA Srijaya Negara Palembang Indikator Memiliki kesadaran dan rasa syukur atas peran keberadaan atmosfer bumi Memiliki rasa ingin tahu, kritis, dan peduli lingkungan Kebijaksanaan dalam penggunaan bahan-bahan keseimbangan ekosistem Jumlah Rata-rata Angket Persentase Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Lebih lanjut gambaran karakter peduli lingkungan SMA Srijaya Negara Palembang dapat dilihat pada gambar berikut ini: Vol. No. Mei, 2023, pp. Gambar 3. Hasil karakter peduli lingkungan siswa SMA Srijaya Negara Palembang Angket Prinsip Go Green Angket penerapan prinsip go green yang digunakan pada proyek ini adalah angket tertutup, dengan pengambilan data dengan menggunakan angket dilakukan sebanyak satu kali. Angket prinsip go green dibagikan kepada 20 orang responden. Konsep Prinsip go green yang terdiri dari 3 yaitu Reduce (Penguranga. yang terdiri dari 6 pernyataan. Reuse (Menggunakan Kembal. yan terdiri dari 6 pernyataan , dan Recycle (Mendaur Ulan. yang terdiri dari 5 pernyataan. Kemudian dilakukan analisis data dari jawaban angket yang telah diisi oleh responden untuk mendapatkan persentasenya disesuaikan dengan kriteria yang telah dimodifikasi dari (Narut & Nardi, 2. , data didukung oleh data observasi, dan juga wawancara. Maka berikutnya, prinsip go green siswa SMA Srijaya Negara Palembang dapat dilihat pada Tabel di bawah ini: Tabel 5. Prinsip Go Green Siswa SMA Srijaya Negara Palembang Pernyataan Angket Persentase Kategori Kegiatan Reduce . Sangat Baik Kegiatan Reuse. emakai kembal. Sangat Baik Recycle . endaur ulan. Sangat Baik Jumlah Rata-rata Sangat Baik Vol. No. Mei, 2023, pp. Lebih lanjut gambaran pinsip go green siswa SMA Srijaya Negara Palembang dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 4. Prinsip Go Green siswa SMA Srijaya Negara Palembang Implementasi Prinsip Go Green Go Green adalah bentuk upaya untuk mengkonversi bahan pengemas produk ke bahan yang lebih mudah diuraikan lingkungan. Go Green memiliki empat prinsip umum yaitu Reduce. Reuse. Recycle dan Replace (Anonymous, 2. Setelah melakukan sosialisasi mengenai dampak yang begitu besar dari sampah plastik, dan sosialisasi mengenai prinsip go green, kemudian diimplementasikan prinsip oleh siswa dengan didampingi guru KIR dan Mahasiswa PPG Prajabatan. Gambar 5. Pengumpulan Sampah di Lingkungan Sekolah Siswa bersama dengan mahasiswa PPG Prajab membersihkan mengumpulkan berbagai jenis sampah organik dan anorganik yang terdapat di lingkungan sekolahan, yang selanjutnya sampah-sampah tersebut di pilah sampah yang dapat di daur ulang. Vol. No. Mei, 2023, pp. Gambar 6. Pemilahan Dan Pembersihan Sampah yang Akan Didaur Ulang Gambar 7. Proses Pembuatan Produk dari Sampah Plastik Gambar 8. Implementasi Prinsip Go Green Berdasarkan implementasi prinsip go green bagian Reuse didapatkan hasil para siswa membawa botol air minum sendiri dari rumah sebagai upaya untuk menggunakan barang-barang yang fungsinya bisa sekali dipakai Berdasarkan hasil implementasi prinsip go green yaitu Recycle . endaur ulan. di SMA Srijaya Negara Palembang didapatkan hasil yaitu siswa-siswa KIR dapat membuat berbagai produk daur ulang dari sampah plastik yaitu vas bunga gantung, kotak pensil, tempat wadah spidol yang terbuat dari sampah botol bekas air minum, kemudian tutup gelas dan juga tatakan gelas yang terbuat dari tutup botol minuman, kemudian berbagai jenis tas yang dihasil yaitu tas yang dianyam dari plastic bekas minuman, dan juga tas yang terbuat dari sampah kardus, pipet beserta kantong plastik, dan juga bingkai foto yang Vol. No. Mei, 2023, pp. terbuat dari kardus dan pipet bekas. Diskusi