Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UMKM BRANGKAL KETELA AuBERKAH ALAMIAy DESA PRAYUNGAN. PONOROGO BERBASIS FAKTOR PRODUKSI Mohammad Zen Nasrudin Fajri1*. Ahmad Suminto2 Program Studi Ekonomi Islam. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Universitas Darussalam Gontor. Ponorogo. Indonesia *Korespondensi: mzennasrudin@unida. Abstrak Terdapat sejumlah 39. 650 unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh wilayah Ponorogo. Jumlah tersebut selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya sehingga mampu mendorong ekonomi di Ponorogo tumbuh sampai 5,5% pada 2022. Dengan demikian, penting adanya program-program peningkatan kualitas UMKM baik oleh pemerintah maupun pihka-pihak yang lain. Diantara UMKM di Ponorogo yang perlu ditingkatkan adalah usaha brangkal ketela AuBerkah AlamiAy yang dimiliki oleh keluarga Ibu Umi Hasanah di Desa Prayungan. Kecamatan Sawoo. Ponorogo. Berdasarkan faktor-faktor produksi, kendala yang dihadapi oleh mitra ini diantaranya adalah . faktor modal, keterbatasan modal berupa peralatan yang dimliki oleh mitra dan . faktor bahan baku, keterbatasan bahan baku ketela karena faktor cuaca, . faktor tenaga kerja berupa keterbatasan jumlah tenaga kerja. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas mitra melalui faktor produksi. Untuk mencapai tujuan tersebut, mitra diberikan pelatihan pemasaran digital, tambahan alat produksi dan penyuluhan tentang peningkatan produktivitas berbasis faktor produksi. Target dan dari kegiatan ini telah tercapai yaitu peningkatan produktivitas melalui efisiensi waktu produksi dimana mitra dapat meningkatkan produktivitasnya dari mampu menghasilkan 25 kg brangkal dalam waktu 3 hari menjadi 25kg-30kg dalam waktu 2 hari saja. Kata kunci: Alat Produksi. UMKM. Berkah Alami. Brangkal Ketela Abstract There are 39,650 micro, small and medium enterprise (MSME) units spread throughout the Ponorogo This number always increases every year so that it can encourage the economy in Ponorogo to grow to 5. 5% in 2022. Based on this data, it is important to have programs to improve the quality of MSMEs both by the government and other parties. Among the MSMEs in Ponorogo that need to be improved is the "Berkah Alami" cassava chip business owned by Mrs. Umi Hasanah's family in Prayungan Village. Sawoo District. Ponorogo. Based on production factors, the obstacles faced by this partner include . capital factors, limited capital in the form of equipment owned by partners and . raw material factors, limited cassava raw materials due to weather factors, . labor factors in the form of limited number of workers. Based on this, this activity aims to increase partner productivity through production factors. To achieve this goal, partners are provided with digital marketing training, additional production equipment and counseling on increasing productivity based on production factors. The target of this activity has been achieved, namely increasing productivity through efficient production time where partners can increase their productivity from producing 25 kg of product in 3 days to 25 kg30 kg in just 2 days. Keywords: Production Equipment. MSMEs. Berkah Alami. Cassava Chip Submit: Juni 2024 Diterima: Agustus 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Sebutan UMKM merujuk pada kegiatan usaha yang dibentuk oleh warga negara, baik berupa usaha pribadi ataupun badan usaha. Usaha mikro, (UMKM) merupakan bagian yang cukup besar dalam perekonomian negara, karena sangat berperan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Keberadaan UMKM pertumbuhan ekonomi negara serta dapat bermanfaat dan mendistribusikan pendapatan masyarakat (Aliyah, 2. Kemajuan ditandai dengan kemandirian finansial Salah kemandirian finansial adalah banyaknya warga negara yang memiliki usaha. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi suatu negara. Pemerintah Indonesia Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mendukung UMKM yang menggunakan sistem perdagangan e-commerce melakukan pemasaran (Umarudin et al. Dengan adanya UMKM bisa Kesejahteraan masyarakat yang bisa dilihat dari standar hidup masyarakat. Menurut Badan Pusat Statistik ada delapan indikator yang dapat digunakan guna Vol. 8 No. November 2024 masyarakat, yaitu pemasukan, makanan, kesehatan, fasilitas memperoleh layanan kesehatan, fasilitas anak di jenjang (Aliyah, 2. UMKM menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang selama ini menjadi penunjang ekonomi negara Indonesia dan kekuatan ekonomi Pada saat ekonomi dunia dan perekonomian Indonesia mengalami resesi, justru pelaku UMKM tidak sedikit pun tidak terkena dampak negatif resesi ekonomi tersebut. Bahkan sebagian besar pelaku UMKM tetap dapat mengembangkan usahanya dalam Pelaku UMKM dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan penerimaan pada sektor pajak negara, selain ditunjang oleh industri skala besar, juga ditunjang secara signifikan oleh kelompokkelompok (Mohamad & Debby, 2. Oleh sebab itu, peran UMKM memiliki arti yang begitu penting bagi suatu daerah terutama sebagai salah satu Kegiatan UMKM merupakan salah satu cara agar produk kreatif daerah dapat dikenal dan memberikan peluang bisnis bagi pelaku usaha di Selain itu, peran pelaku UMKM meningkatkan pendapatan per-kapita maupun meningkatkan perekonomian suatu daerah, sehingga pelaku UMKM Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. November 2024 kekuatan usaha perdagangan dan jasa yang digerakkan langsung oleh masyarakat. Resiliensi . AuAoPelaku UMKM di Ponorogo sangat banyak dengan iklim usaha yang baik. Kami berupaya mengembangkan dan mendorong untuk merambah ke dunia digital pemasarannya lebih luas,Ay dituntut mampu untuk ikut serta dalam negaranya terutama dalam melakukan pengembangan dalam pertumbuhan ekonomi (Halim, 2. Provinsi Jawa Timur memiliki peran yang cukup penting dalam pertumbuhan pariwisata dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya adalah Kabupaten Ponorogo di Jawa Timur. Menurut Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Salah satu UMKM di Kabupaten Ponorogo adalah UMKM yang bergerak di sektor pangan adalah UMKM Berkah Alami AuBrangkal KetelaAy merupakan industri rumah tangga milik Bu Umi yang beralamat di Desa Prayungan. Kecamatan Sawoo. Kabupaten Ponorogo. Jawa Timur. Berkah Alami AuBrangkal KetelaAy tergolong UMKM dengan skala usaha mikro dan kecil. Berkah Alami AuBrangkal KetelaAy sendiri berdiri sejak 2016 dan bergerak di sektor pangan, yaitu produksi makanan. Brangkal adalah olahan makanan yang diproduksi dari bahan ketela atau singkong kemudian diolah menjadi keripik atau Usaha tersebut berpotensi untuk dikembangkan karena bahan dasarnya berupa ketela atau singkong. Dalam observasi di UMKM Berkah Alami AuBrangkal KetelaAy Desa Prayungan. Kecamatan Sawoo. Kabupaten Ponorogo beberapa permasalahan yang dinilai Permasalahan pertama adalah alat produksi yang kurang keterbatasan bahan baku karena cuaca Jatim Newsroom - Jumlah pelaku UMKM terus bertambah dari tahun ke tahun. Tanpa kecuali saat pandemi Covid-19 mendera. Badan Pusat Statistik (BPS) mendata jumlah UMKM di Kabupaten Ponorogo pada tahun 2019 mencapai 31. 328 dan naik 025 pada tahun 2020 Jumlah UMKM kembali naik 387 pada tahun 2021. Hingga data ini dirilis, jumlah UMKM di Kabupaten Ponorogo per tahun 2022 adalah 39. Bupati Ponorogo Sugiri dan Wakil Bupati Lisdyarita memberikan perhatian penuh terhadap usaha ekonomi produktif di lapisan masyarakat tingkat bawah itu. Apalagi. UMKM terbukti memiliki resiliensi atau kemampuan bertahan dalam menghadapi situasi yang sulit. Bahkan. Bupati Sugiri dan Wabup Lisdyarita UMKM Hebat mempersiapkannya memasuki era Pasangan kepala daerah itu menyadari potensi dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) yang tidak menentu. Kedua masalah utama tersebut masuk dalam kategori faktor-faktor produksi yang perlu (Rajunas. Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya analisis lebih lanjut untuk upaya produktivitas UMKM tersebut berbasis faktor-faktor produksi dengan upayaupaya strategis berupa solusi yang ditawarkan atas permasalahan tersebut. Pelaku ekonomi bisa melakukan kerja sama dengan pihak lain dan melakukan terobosan agar produknya sampai kepada konsumen dengan cepat dan luas. Di sisi lain, suatu produk yang unggul tentu tidak dapat dihasilkan hanya oleh satu orang, namun juga dihasilkan dari dan melalui kolaborasi banyak pihak (Suminto & Maharani. Dengan kata lain, seseorang tidak dapat menghasilkan satu produk unggul karena seseorang tidak mungkin ahli dalam segala bidang. Kolaborasi dari beberapa orang atau unit kerja menjadi sangat penting (Palenti et al. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan produktivitas UMKM Brangkal Ketela AuBerkah AlamiAy dengan harapan output riil dari kegiatan ini dapat meningkatan produktivitas dengan memaksimalkan faktor-faktor produksi. Oleh sebab itu, peningkatan produktivitas UMKM Brangkal Ketela AuBerkah AlamiAy dalam Vol. 8 No. November 2024 penyuluhan tentang peningkatan tenaga kerja dan bahan baku sebagai faktor METODE PELAKSANAAN Lokasi Penelitian Lokasi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat produk UMKM Berkah Alami AuBrangkal KetelaAy adalah Desa Prayungan. Kecamatan Sawoo. Kabupaten Ponorogo. Jawa Timur. Untuk penulisan artikel ini, data dan informasi yang diperlukan diperoleh secara langsung dari lapangan melalui observasi, interviu, observasi. FGD, (Suminto Maharani, 2. Desa Prayungan berbatasan dengan Desa Kori di sebelah utara. Desa Tugurejo di sebelah selatan. Desa Sawoo di sebelah timur, dan Desa Besuki di sebelah barat. Desa Prayungan memiliki luas sawah 82,00 ha, luas tanah kering 1. 126,00 ha, luas tanah fasilitas umum 24,00 ha. Secara keseluruhan Desa Prayungan memiliki 00 ha (Penyusun, 2. Secara Desa Prayungan memiliki curah hujan sebesar 650,00 mm, dengan jumlah bulan hujan rata-rata 5 bulan serta rata-rata 30,00 EE. Desa Prayungan termasuk desa yang bersuhu rendah. Jarak Desa Prayungan dengan ibukota kabupaten adalah 21 kilometer dan Desa Prayungan memiliki komoditas unggul berdasarkan luas Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) panen dan nilai produksi berupa kacang kedelai. Dengan komoditas unggulan berdasarkan jumlah produksi berupa telur serta komoditas unggulan berdasarkan populasi dan jumlah ternak berupa burung puyuh. Desa juga memiliki produksi buah-buahan berupa buah melon sebanyak 20,00 ton menjadikan Desa Prayungan sebagai desa produksi pangan yang lumayan cukup (Penyusun, 2. Visi Desa Prayungan AuTerwujudnya masyarakat yang aman, sejahtera, didasari semangat persatuan dan kesatuan, religius, kegotongroyongan melestarikan adat-istiadat dan budaya yang menuju masyarakat madani dengan ditopang oleh perekonomian rakyat yang tangguh dan kuat serta pengelolaan tata pemerintahan yang baikAy. Adapun misinya adalah AuPengembangan ekonomi berbasis Meningkatkan kualitas Sumber Daya Alam (SDA). Meningkatkan pelayanan masyarakat. Meningkatkan sarana dan prasarana Pembinaan umat di bidang religius untuk mencapai peningkatan keimanan dan ketahanan masyarakat. Pembinaan masyarakat di bidang trantib sadarkum dan nilai-nilai bernegaraAy. Vol. 8 No. November 2024 masyarakat menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). PAR merupakan metode penyadaran masyarakat mengenai potensi dan masalah yang ada serta mendorong masyarakat dalam kegiatan perubahan yang akan dilaksanakan. Secara umum, tahapan PAR terangkum ke dalam siklus yang dimulai dari tahap observasi, refleksi, dilanjutkan dengan rencana aksi dan tahap tindakan atau pelaksanaan program. Siklus tersebut tidak berhenti hingga pada tahap tindakan, namun berlanjut ke tahap evaluasi yang kemudian akan kembali ke refleksi, perencanaan program lanjutan, dan pelaksanaan program hingga terjadi perubahan sosial sebagai tujuan bersama (Qomar et al. Alasan bahwa pelaksanaan masyarakat menggunakan pendekatan PAR adalah sebagai strategi yang dilakukan untuk mencapai kondisi yang diharapkan. PAR merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif yang melibatkan tindakan peneliti dan anggota masyarakat atau organisasi yang berusaha untuk memperbaiki situasi (Palenti et al. , 2. Secara teknis, tahapan dalam pelaksanaan program pendampingan dijelaskan dalam skema atau bagan berikut ini: Tahap Persiapan Tahap ini berisi kegiatan Froum Group Discussion (FGD) yang dilakukan dengan mitra. FGD Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dilakukan untuk mengetahui kendalakendala yang dialami dalam usaha yang dimiliki mitra serta kemungkinan solusi yang bisa dilakukan untuk kendala tersebut. Tahap Pelaksanaan Langkah-langkah dilakukan pada tahapan ini adalah sebagai berikut: Pelatihan . nterpreneusrhip skil. dari segi pemasaran berbasis Pembelian alat-alat produksi yang dibutuhkan oleh mitra untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh mitra. Alat-alat tersebut memiliki spesifikasi tertentu yang tidak mudah didapatkan di tempat Penyuluhan ketenagakerjaan. SDM dan bahan baku. Tahap Evaluasi Pada pelaksanaan evaluasi terhadap pengabdian yang dilakukan. Hal ini dilakukan dengan mengukur tingkat ketercapaian tujuan dan target yang telah ditetapkan. Vol. 8 No. November 2024 FGD tersebut ditemukan beberapa akar masalah yang menyebabkan tingkat produktivitas usaha brangkal ketela ini kurang maksimal. Berdasarkan analisis faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh mitra dari segi modal, bahan baku, tenaga kerja, dan tata kelola usaha ditemukan beberapa permasalahan sebagai berikut: Dari Segi Modal Peralatan yang dimiliki untuk melakukan produksi masih Kompor produksi yang jumlahnya hanya satu, sehingga produksi seperti mengukus dan menggoreng ketela tidak bisa dilakukan pada waktu bersamaan. Hal ini menyebabkan waktu produksi memakan waktu lebih Selain itu, dandang yang ketela juga hanya mampu memuat 50 kg ketela, sehingga perlu waktu yang cukup lama untuk mengukus bahan baku ketela yang mencapai 200 kg sekali datang. Dari Segi Bahan Baku Ketela sebagai bahan baku utama pada tahun 2023 ini sangat sedikit, dikarenakan musim kemarau panjang, sehingga bahan baku utama ketela yang tersedia sangat Padahal pada tahuntahun sebelumnya bahan baku Mengingat adanya perubahan iklim global, maka kejadian ini HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahapan persiapan telah dilakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra PkM. Dalam Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) perlu diantisipasi di tahun-tahun Dari Segi Tenaga Kerja Jumlah tenaga kerja pada UMKM ini sudah cukup, namun tenaga kerja yang ada belum terjadwal secara rutin karena hanya sebatas anggota keluarga. Dari Segi Tata Kelola Usaha Dari ditemukan bahwa pemasaran menggunakan alat yang modern dan berbasis tekonologi. Dalam terdapat tiga kegiatan yang telah berdasarkan analisis kendala pada faktor-faktor Kegiatankegiatan tersebut adalah pelatihan pemasaran digital, pembelian dan penyerahan bantuan tambahan alat-alat produksi kepada mitra dan penyuluhan tentang ketenagakerjaan serta informasi ketersediaan bahan baku. Pemasaran digital dimulai dengan pemasaran menggunakan media online sehingga peningkatan produktivitas Penyuluhan merupakan komponen dari proses Penyuluhan adalah proses perubahan perilaku di kalangan masyarakat agar mereka tahu, mau, dan mampu melakukan perubahan demi tercapainya peningkatan produksi. Vol. 8 No. November 2024 pendapatan, atau keuntungan dan perbaikan kesejahteraan (Suminto et , 2. Pada tahap ini diberi pelatihan cara membuat iklan produk yang menarik di media sosial sekaligus cara upload iklan tersebut melalui WhatsApp. Facebook dan juga Instagram. Selanjutnya algoritma iklan di Facebook sehingga produk dapat dilihat banyak orang serta penggunaan WhatsApp Business untuk penyimpanan display atau iklan per Target dari pelatihan ini adalah mitra sudah memulai melakukan pemasaran digital. Dengan memahami masing-masing menyesuaikan platform mana yang representatif dan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini dokumentasi pelatihan digitalisasi pemasaran dalam upaya jangkauan pemasaran produk: Gambar 1. Pelatihan Pemasaran Berbasis Digital Kegiatan pengadaan alat-alat produksi yang dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk mempercepat proses produksi, sebagai upaya dan strategi peningkatan Berikut ini adalah dimanfaatkan oleh mitra PkM guna meningkatkan produktivitas: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Satu set kompor gas besar Kompor gas yang dibeli adalah kompor gas tungku besar yang digunakan untuk memasak dalam jumlah dan skala besar. Kompor yang baru tersebut digunakan sementara kompor gas yang lama digunakan untuk mengukus ketela. Sehingga terdapat 2 kompor gas besar untuk memproses produksi. Dengan demikian, waktu produksi bisa lebih hemat waktu, cepat dan jumlah produk yang dihasilkan juga bisa lebih banyak. Dandang kukus Dandang kukus ini terbuat dari bahan baku stainless dengan diameter 53 cm. adapun dandang kukus yang lama ukurannya adalah 45 cm, jadi dandang yang baru secara ukuran lebih besar dari dandang yang lama. Harapannya dengan dandang kukus ukuran besar tersebut, kapasitas yang diproduksi dalam sekali kukus lebih banyak dari dandang yang lama yang hanya berdiameter 45 Mesin sealer kecil Mesin sealer ini digunakan pada proses packaging atau Dengan adanya tambahan ini diharapkan proses pengemasan produk lebih cepat dan mudah. Vol. 8 No. November 2024 Gambar 2. Penyerahan Tambahan Alat Produksi Kegiatan penyuluhan tentang 2 faktor produksi produktivitas, yaitu tenaga kerja/SDM dan bahan baku produksi. Pada kesempatan ini, ditekankan perlunya tenaga kerja yang terjadwal rutin dan berdisiplin sehingga produksi bisa Selain itu, penambahan jumlah tenaga kerja juga dianjurkan untuk dilakukan mengingat tenaga kerja yang ada belum cukup apabila ingin meningkatkan produksinya. Selain itu juga dianjurkan ada tambahan SDM khusus menangani pemasaran berbasis Sementara itu dari segi bahan baku, disampaikan beberapa alternatif bahan baku sebagai pengganti ketela atau singkong kayu seperti ubi jalar, ubi talas, dan sejenisnya sebagai bentuk solusi dari keterbatasan bahan ketela pada tahun ini. Hal ini juga merupakan upaya diversifikasi produk untuk menarik minta konsumen dengan menghadirkan produk bahan baku lain. Gambar 3. Penyuluhan tentang Peningkatan Produktivitas Berbasis Faktor Produksi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Setelah melakukan monitoring dan alat-alat produksi tersebut memberikan beberapa perubahan dalam rangka pengingkatan produktivitas, yaitu: . Dandang yang lama hanya mampu mengukus 30 kg ketela sekali pakai, namun dandang yang baru mampu mengukus sampai 40 kg ketela. Bila diukur dari hasil penambahan alat, mitra mampu menghasilkan maksimal 25 kg brangkal dalam waktu 3 hari sedangkan setelahnya, mitra mampu menghasilkan 25-30 kg brangkal dalam waktu 2 hari Hal ini menunjukkan penambahan meningkatkan produktivitas melalui efisisnesi waktu produksi. Sementara itu, target dari kegiatan pelatihan pemasaran digital, usulan penambahan SDM yang terjadwal rutin dan penggantian bahan baku untuk membuahkan hasil karena kendala keterbatasan bahan baku. Bahan baku alterantif yang diusulkan juga belum bisa diterapkan karena tekstur yang berbeda dan proses pengolahannya lebih sulit bila akan dibuat menjadi Vol. 8 No. November 2024 produksi serta. Hal ini sesuai dengan tujuan kegiatan yang diperuntukkan untuk meningkatkan produktivitas berbasis faktor-faktor produksi. Hasil dari penambahan modal tersebut efisiensi waktu produksi dimana mitra dapat meningkatkan produktivitas dari 25kg dalam waktu 3 hari menjadi 25kg30kg dalam waktu 2 hari saja. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Darussalam Gontor yang telah memberikan kesempatan dan pendanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Tidak lupa juga ucapan terimakasih kepada Ibu Umi Hasanah dan keluarga yang menjadi mitra dalam kegiatan kali ini. REFERENSI