Vol. No. Januari-Juni 2025, 47-52. Homepage: https://ejurnal. id/jbd Produktivitas Penangkapan Ikan Air Tawar Dengan Alat Tangkap Bubu Dasar di Sungai Tommo Kabupaten Mamuju Wayan Kantun2, dan Arnold Demallulu3 1,2,3 Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Email: irsandilulung@gmail. ABSTRACT Bubu is a traditional fishing tool for catching freshwater fish in areas around rivers, lakes and swamps. Catches using traps tend to decrease. In connection with this, this research aims to analyze the productivity of traps using different baits. This research was conducted from May to June 2023 in Tommo Village. Mamuju Regency. This research is classified as a type of experimental research with the design used in this research being a Randomized Block Design with three groups and four different bait treatments, namely no bait, fine bran, corn and sweet potatoes. Determination of sampling stations was carried out by purposive sampling according to the conditions of the research site. The results showed that the composition of fish species caught with 287 bran baits, 41 sweet potato baits and 76 corn baits. Distribution of catch weight using bran bait 0. 193 A 0. 140 g, sweet potato bait 0. 167 A 0. 166 g and corn 0. 209 A 0. 150 g. Productivity based on overall catch for bran, sweet potato and corn bait respectively 71. 15 and 18. Based on the catch rate, the productivity obtained with bran bait was 1. 844 g/trip, sweet potato bait 0. 228 g/trip and corn bait 0. 531 g/trip. The highest productivity by station was obtained by using bran feed at station i. The best productivity was using bran bait while the highest weight was using corn bait. Keywords: bottom trap fishing gear, fresh water, fishing, productivity PENDAHULUAN Perairan umum di Kabupaten Mamuju dengan luas mencapai 4. 548 Ha terdiri dari perairan rawa, danau, dan sungai. Beberapa sungai yang ada antara lain adalah Sungai Lumu. Sungai Campaloga. Sungai Tommo. Sungai Salu Manu. Sungai Rante Mario. Sungai Kanan, dan Sungai Salumanu, (Andriyani, 2018. Badan Pusat Statistik, 2020. Rahman, 2. Sungai Tommo adalah sungai yang terdapat di Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, (Rahman. Berdasarkan hasil observasi di lapangan bahwa di sepanjang aliran Sungai Tommo Provinsi Sulawesi Barat terdapat aktivitas Masyarakat, seperti pemukiman penduduk, persawahan dan areal perkebunan. Selain, itu Sungai Tommo merupakan salah satu sarana penerangan melalui pembangkit listrik tenaga air dan juga dimanfaatkan oleh masyarakat petani nelayan untuk usaha atau aktivitas penangkapan ikan. Berbagai aktivitas penangkapan ikan telah dilakukan oleh para nelayan yang tinggal kawasan sungai ini. Alat tangkap yang digunakan umumnya dirancang sendiri berdasarkan pengalaman terutama alat tangkap bubu. Alat tangkap bubu ini dioperasikan di dasar perairan, (Afriyansih et al. Husni et al. , 2. Aktivitas penangkapan ikan yang dilakukan merupakan usaha sampingan sedangkan usaha utama adalah sebagai petani, (Badan Pusat Statistik, 2. Bubu merupakan salah satu alat penangkapan yang dikategorikan sebagai alat tangkap perangkap dan merupakan alat tangkap yang bersifat pasif dan menetap di dasar perairan yang bertujuan menangkap ikan demersal, (Afriyansih et al. , 2024. Husni et al. , 2. Alat tangkap bubu juga biasanya mendapatkan hasil tangkapan ikan memiliki nilai ekonomis tinggi dan bisa dijadikan sebagai komoditas ekspor. Penggunaan alat dibandingkan dengan alat tangkap yang lain. E ISSN: 3032-3177 48 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 47-52 Homepage: https://ejurnal. id/jbd (Afriyansih et al. , 2. Penggunaan alat tangkap bubu masih sangat sederhana dan masih tradisional baik dilihat dari sisi penggunaan bahan baku pembuatan alat tangkap tersebut maupun sistem pengoperasiannya masih serba sederhana serta ramah lingkungan. Sapika et al . menjelaskan bahwa penggunaan alat tangkap bubu dalam penangkapan ikan air tawar cukup selektif dibandingkan penggunaan alat tangkap lainnya. Disamping itu juga penggunaan alat tangkap ini secara baik dan benar akan sangat mendukung pengembangan perikanan teradisional, dimana dengan alat tangkap yang selektif akan memperkecil hasil tangkapan dan target, (Setiawan, 2. Produksi hasil tangkapan bubu sangat bergantung pada kondisi perairan serta penggunaan umpan. Umpan biasanya digunakan untuk menarik perhatian ikan melalui indera penciuman, penglihatan, perasa, dan Ikan biasanya tertarik pada umpan dengan cara yang berbeda-beda, biasa karena lelehan dari data umpan itu atau pun tubuh ikan yang segar dan masih bercahaya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Soamole et al . bahwa penggunaan jenis umpan yang berbeda . mpan an-organik dan organi. dalam penangkapan di Perairan Pulau Ternate tidak memberikan perbedaan yang signifikan, tetapi jika dilihat dari produktivitas penangkapan maka pergunaan umpan an-organik memiliki produktivitas yang tinggi jika di bandingkan dengan umpan organik. Pada penelitian ini peneliti lebih fokus pada perbedaan hasil tangkapan bubu dengan beberapa perlakuan umpan yang berbeda dalam melakukan penangkapan ikan air tawar. Sungai Tommo merupakan tempat utama masyarakat melakukan penangkapan ikan baik untuk konsumsi dalam keluarga maupun untuk di jual. Masyarakat biasa melakukan penangkapan dengan menggunakan berbagai macam alat tangkap seperti bubu, pancing, jaring insang, dan jala. pengukuran panjang dan penimbangan bobot ikan untuk memperoleh data distribusi ukuran dan laju tangkap serta menghitung jumlah untuk memperoleh data produktivitas. Data yang telah dicatat sesuai peruntukannya, kemudian diolah sesuai variabel penelitian untuk mencapai tujuan. Pada pengolahan data ini membutuhkan berbagai formula sesuai varibel yang diteliti untuk menjawab setiap tujuan penelitian yang telah di tetapkan. Semua variabel dalam penelitian ini diolah datanya sesuai peruntukannya, yakni: Komposisi jenis Menurut Omar (Mirnawati, 2. bahwa komposisi jenis hasil tangkapan dihitung waktu hauling, dengan menggunakan perhitungan sebagai ycyeU = Ket: Kj = Komposisi jenis ikan (%) Jumlah hasil tangkapan dari setiap jenis ikan . Total jumlah hasil tangkapan . Distribusi ukuran ikan pada penelitian ini hanya fokus pada ukuran keseluruhan hasil berdasarkan jenisnya. Perhitungan laju tangkap . atch rat. menggunakan rumus Sparre & Venema . , yaitu : yaycaycyc ycycaycuyciycoycaycy = . coyci/ycy. Produktivitas bubu dihitung berdasarkan keseluruhan hasil tangkapan kemudian dipisahkan berdasarkan jenis umpan dan stasiun pemasangan bubu. Perhitungan untuk menguji, apakah ada perbedaan komposisi jenis, distribusi ukuran dan prodisktivitas berdasarkan jenis umpan dan stasiun di pergunakan uji Chhi Square Wibowo . , seperti formula berikut: II. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Tommo. Kecamatan Tommo. Kabupaten Mamuju. Provinsi Sulawesi Barat. Teknik pengumpulan data, yaitu berupa Bubu 30 unit. Timbangan. GPS. Tali Sementara bahan penilitian berupa Dedak Halus. Jagung. Ubi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan yang tertangkap untuk memperoleh data komposisi, mengukur melalui ya 100 . 49 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 47-52 Homepage: https://ejurnal. id/jbd Ket: Chi Square Frekuensi Observasi Frekuensi Ekspektas i. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini semuanya berasal dari bubu yang diberikan umpan, sementara bubu yang tidak diberikan umpan tidak memperoleh hasil Hasil yang dipaparkan berupa komposisi jenis ikan tertangkap, distribusi ukuran, laju tangkap serta produktifitas berdasarkan jenis Komposisi hasil tangkapan ikan terbanyak adalah ikan nila berjumlah 174 ekor . ,63%) dan terendah adalah ikan betok sebanyak tujuh ekor . ,44%). Tingginya hasil tangkapan ikan nila dengan menggunakan umpan dedak diduga berhubungan dengan aroma dan rasa. Aroma dan rasa yang kuat dari umpan dedak dapat menarik perhatian ikan nila. Bau dedak yang khas sehingga mudah tercium oleh ikan dan membuatnya lebih tertarik untuk mendekat dan memakan umpan dari Kemungkinan lain berkaitan dengan kebiasaan makan ikan nila. Ikan nila pada habitat aslinya adalah pemakan segala (Omnivor. dan sering mengonsumsi bahan organik yang ditemukan dilingkungan sekitarnya termasuk memakan umpan dedak. Hal ini yang membuat dedak menjadi umpan yang sesuai dengan pola makan ikan nila. Demikian halnya dengan tekstrur dedak yang halus dan mudah larut dalam air sehingga menciptakan partikel-partikel kecil yang bisa menarik ikan nila untuk terus mencari makanan di sekitar umpan. Sari et al . memperoleh 15 jenis ikan yang tertangkap pada alat tangkap bubu yaitu ikan libem, bulat, ketambak, kerapu macan, jebung, injell kambing, ekor kuning, layar kuning, ketarap, timun-timun, talang, kacang-kacang, manggali, kakap merah, kerapu sunu. Perbedaan komposisi jenis hasil tangkapan dengan penelitian ini disebabkan lokasi pemasangan alat tangkap yang berbeda, jenis umpan yang dipergunakan, jenis bubu dan waktu pemasangan serta pengangkatan yang tidak sama. E ISSN: 3032-3177 Hasil tangkapan dengan menggunakan umpan dari ubi didominasi ikan nila sebesar 48,78% dan paling sedikit pada tangkapan udang sebesar 2,44%. Dominasi ikan nila pada hasil tangkapan dengan menggunakan umpan ubi diduga ubi memiliki rasa manis alami sehingga dapat menarik perhatian ikan nila. Rasa manis ini mungkin lebih menarik dibandingkan dengan umpan yang tidak memiliki rasa yang kuat. Ubi juga mengandung karbohidrat tinggi yang menyediakan energi cepat, dapat menjadi sumber makanan yang baik bagi ikan nila. Ubi juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan ikan Ubi setelah direndam memliki tekstrur yang lembut dan mudah dikonsumsi oleh ikan nila. Tekstur ini cocok dengan preferensi makan ikan nila yang sering memakan makanan yang lebih Ikan nila sebagai ikan omnivora yang memakan jenis makanan dari tumbuhan dan Ubi sebagai sumber makanan dari tumbuhan sesuai dengan variasi makanan ikan nila. Ikan nila pada habitat aslinya sebagai pemakan segala yang menyebabkannya memakan berbagai macam bahan organik termasuk sisa-sisa Ubi sebagai bahan makanan yang berbasis tumbuhan, sesuai dengan pola makan ikan Tingkah laku ikan terhadap alat tangkap yang diberi umpan seperti dedak halus pada bubu dasar yang digunakan dalam penelitian ini, sangat dipengaruhi oleh umpan itu sendiri selama proses tertangkapnya ikan. Ketika ikan menyadari atau terangsang dengan kehadiran umpan, maka ikan akan berupaya mencari sumber rangsangan dan menemukan sumber rangsangan itu. Respon selanjutnya adalah menemukan umpan, menmakan umpan dengan kemudian respon diakhiri dengan masuk ke bubu dan ikan tertangkap atau menolak masuk ke bubu sehingga ikan tidak tertangkap. Jeksen et al . menyatakan bahwa ikan akan tertarik kepada umpan melalui isyarat kimia terlebih dahulu ketika umpan belum dapat dideteksi oleh organ penglihatan sehingga organ penciuman yang lebih dominan berperan. Selanjutnya. Zalzati & Martasuganda . mengungkapkan bahwa pelacakan makanan merupakan fungsi penciuman yang utama pada ikan atau mencari obyek yang dapat dimakan di antara material dasar dan tumbuhan. Bakari & Baruadi . mengungkapkan bahwa banyaknya ikan yang tertangkap oleh alat tangkap bubu dipengaruhi oleh penggunaan umpan ikan itu Hal ini karena umpan mengeluarkan bau E ISSN: 3032-3177 50 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 47-52 Homepage: https://ejurnal. id/jbd yang dapat memikat ikan untuk mendekati alat Bau yang dikeluarkan dari umpan dideteksi oleh indra penciuman ikan yang Berdasarkan ukuran panjang dan bobot hasil menggunakan umpan jagung dengan ukuran panjang 10,69 A 1,99 cm dan ukuran berat 0,209 A 0,150 g. Keberhasilan umpan jagung dalam memperoleh hasil tangkapan yang lebih panjang dan bobot yang lebih berat dibanding umpan lainnya diduga berkaitan dengan preferensi umpan, kondisi lingkungan dan dimensi alat tangkap yang dipergunakan pada penelitian ini, yakni bubu. Menurut Setiyowati . Sebaran ukuran ikan tertangkap sangat dipengaruhi oleh alat tangkap yang digunakan dan bervariasinya ukuran ikan yang tertangkap juga disebabkan oleh sifat biologi ikan yang terkait dengan tingkah laku bergerombol ikan, yang umumnya akan bergerombol dengan ukuran yang sama dan jenis yang sama. Ikan yang bergerombol merupakan sekumpulan individu dengan ukuran, siklus biologi dan kemampuan biologi yang sama, dipersatukan oleh kerjasama yang saling menguntungkan dan menunjukkan kemampuan dalam melakukan koordinasi ketika berenang dalam suatu kelompok, (Kantun et al. , 2. Selain itu. Kantun et al . menyatakan bahwa metode penangkapan yang berhubungan dengan perbedaan waktu penang kapan, waktu makan ikan, jenis umpan dan berkontribusi terhadap ukuran ikan yang Produktivitas bubu berdasarkan laju tangkap setiap stasiun di peroleh hasil bahwa pada stasiun I sampai i didominasi laju tangkap dengan menggunakan umpan dedak berkisar 0. 590 sampai 0,641 g/trip. Ini memperlihatkan bahwa stasiun i memberikan laju tertinggi dibanding stasiun lainnya untuk umpan dedak. Sedangkan laju tangkap terendah diperoleh pada umpan ubi dengan laju berkisar 0,025 sampai 0,106 g/trip dan pola ini sama dengan pola laju tangkap dengan menggunakan umpan jagung. Pola yang diperlihatkan dari laju tangkap ini bahwa umpan dedak memiliki laju terbaik pada stasiun i, sedangkan umpan jagung dan ubi laju tangkap tertinggi terjadi pada stasiun I. Kondisi terjadi diduga berkaitan dengan preferensi ikan target terhadap umpan dan kondisi lingkungan. Sementara produktivitas berdasarkan jenis umpan diperoleh 71,04% hasil tangkapan dengan menggunakan umpan dedak 10,15% dengan menggunakan umpan ubi dan 18,81% dengan Hasil memperlihatkan bahwa umpan dedak merupakan umpan yang laing disukai pada penelitian ini. Demikian halnya dengan hasil tangkapan bubu berdasarkan stasiun diperoleh pola yang sama berdasarkan jenis umpan, yakni pada semua stasiun diperoleh hasil tangkapan umpan dedak berkisar 21,78-27,23% dan terendah menggunakan umpan ubi berkisar 1,49-5,20%. Keberhasilan penangkapan menggunakan bubu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain konstruksi bubu, lama perendaman dan umpan, (Tinambunan et al. , 2. Jeksen et al . mengungkapkan bahwa keberhasilan operasi penangkapan ikan, khususnya untuk alat tangkap pasif seperti bubu sangat ditentukan oleh umpan yang tepat. Berdasarkan hasil uji non parametrik Chisquare yang dilakukan pada selang kepercayaan 95% pada tiga jenis umpan diperoleh hasil bahwa XHitung < XTabel (Ho diterim. atau p > 0,05 untuk seluruh variabel yang diteliti yakni komposisi hasil tangkapan, distribusi ukuran dan produktivitas yang memperlihatkan bahwa penggunaan jenis umpan yang dipergunakan berdasarkan stasiun menunjukkan hasil yang tidak berbeda, atau perbedaan jenis umpan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap seluruh variabel yang di Hal ini memberikan informasi bahwa secara statistik semua jenis umpan yang dipergunakan pada penelitian ini dapat dipakai sebagai alternatif dalam melakukan penangkapan ikan air tawar. Namun memperhatikan umpan yang paling banyak memperoleh hasil berdasarkan stasiun dengan mendapatkan bahan baku umpan dan menghemat biaya operasional. IV. KESIMPULAN Hasil penggunaan umpan dalam alat tangkap bubu berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan ikan, di mana bubu yang diberi umpan menghasilkan tangkapan, sedangkan yang tanpa umpan tidak memperoleh hasil. Dari tiga jenis umpan yang digunakan, dedak menunjukkan produktivitas tertinggi dengan hasil tangkapan mencapai 71,04%, diikuti oleh jagung sebesar 18,81% dan ubi sebesar 10,15%. Komposisi hasil 51 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 47-52 Homepage: https://ejurnal. id/jbd tangkapan didominasi oleh ikan nila sebanyak 60,63%, sementara jenis ikan lainnya tertangkap dalam jumlah yang lebih sedikit, di mana keberhasilan umpan dedak diduga terkait dengan aroma dan teksturnya yang sesuai dengan pola makan ikan nila sebagai omnivora. Distribusi ukuran dan bobot ikan tertinggi diperoleh dengan umpan jagung, dengan rata-rata panjang ikan 10,69 A 1,99 cm dan berat 0,209 A 0,150 g, yang menunjukkan bahwa umpan jagung menarik ikan dengan ukuran lebih besar dibandingkan umpan Analisis statistik menggunakan uji Chisquare menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam komposisi hasil tangkapan, distribusi ukuran, dan produktivitas antar jenis umpan, sehingga semua jenis umpan dapat digunakan sebagai alternatif dalam penangkapan ikan air tawar. Namun, pemilihan mempertimbangkan efektivitasnya berdasarkan lokasi, preferensi ikan, serta ketersediaan dan biaya umpan guna meningkatkan efisiensi operasional DAFTAR PUSTAKA