Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial Adi Ihsan Syukri Amri*1. Mukti Hadianto2. Febby Nanda Utami3. Zammi Syabrina. *1,3,4, Universitas Jambi . Universitas Adiwangsa Jambi2 E-mail: adi_ikhsan@unja. id*1, muktihadianto86@gmail. febbynandautami@unja. id3, zamizami2320@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan content marketing terhadap keputusan pembelian konsumen pada online shop di media sosial, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan secara acak kepada responden dan melalui link Google Form yang dibagikan melalui WhatsApp. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Cochran sehingga diperoleh sebanyak 96 responden yang pernah melakukan pembelian produk pada online shop di media sosial. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi, uji asumsi klasik, serta uji-t dan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk dan content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada online shop di media sosial, baik secara parsial maupun simultan. Kata kunci: Kualitas Produk. Content Marketing. Keputusan Pembelian. Online Shop ABSTRACT This study aims to analyze the effect of product quality and content marketing on consumersAo purchasing decisions in online shops on social media, both partially and simultaneously. This research employs a quantitative approach, with data collected through questionnaires distributed randomly to respondents and via a Google Form link shared through WhatsApp. The sample size was determined using the Cochran formula, resulting in 96 respondents who had previously purchased products from online shops on social media. The data analysis techniques used in this study include multiple linear regression analysis, the coefficient of determination (RA), classical assumption tests, as well as t-tests and F-tests. The results indicate that product quality and content marketing have a positive and significant effect on consumersAo purchasing decisions in online shops on social media, both partially and simultaneously. Keyword: Product Quality. Content Marketing. Purchasing Decisions. Online Shop. PENDAHULUAN Berdasarkan hasil survei yang Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2024 telah mencapai 221 juta jiwa, meningkat sekitar 6 juta jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan bahwa tingkat penetrasi internet di Indonesia semakin tinggi dan berdampak pada perubahan gaya JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial hidup masyarakat, khususnya dalam aktivitas berbelanja. Masyarakat kini pembelian secara daring karena dukungan berbagai platform digital, sehingga pola belanja konvensional pergeseran menuju sistem berbasis Perubahan melalui media sosial atau social Laporan We Are Social pada Januari 2024 menyebutkan Indonesia peringkat ke-9 dalam daftar 10 pengguna internet yang sering berbelanja online tertinggi dengan 59,3% (Databoks. id, 2. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran dan transaksi oleh berbagai online Media sosial tidak hanya komunikasi, tetapi juga berkembang menjadi media pemasaran yang efektif karena memungkinkan pelaku kepercayaan melalui konten yang Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, online shop di media sosial perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar mampu memengaruhi keputusan pembelian Keputusan pembelian merupakan suatu keputusan final yang dimiliki seorang konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa dengan berbagai pertimbanganpertimbangan tertentu (Fadillah. Dalam konteks belanja online melalui media sosial, keputusan pembelian dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kualitas produk dan content marketing. Kualitas produk merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian Dalam pembelian secara online, konsumen tidak dapat melihat maupun mencoba produk secara langsung sehingga kualitas produk sebelum melakukan pembelian. Menurut Zeithaml . , kualitas produk dapat didefinisikan sebagai kemampuan produk tersebut dalam memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen (Saputra et al. , 2. Kualitas menggambarkan sejauh mana suatu produk mampu memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen, baik dari segi fungsi, daya tahan, desain, maupun kesesuaian produk dengan informasi yang disampaikan oleh Apabila konsumen menilai bahwa produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik dan mereka, maka kemungkinan besar konsumen akan memilih produk tersebut untuk dibeli (Kotler & Keller. Sebaliknya, apabila kualitas produk dianggap kurang baik atau tidak sesuai dengan harapan konsumen, maka hal tersebut dapat menimbulkan keraguan bahkan mengurangi minat konsumen untuk melakukan pembelian. Dengan kualitas produk yang bagus serta terpercaya, menjadikan konsumen tidak lagi ragu guna membeli suatu produk dengan kualitas yang tentunya baik juga (Anggraini et al. , 2. Oleh karena itu, online shop perlu menjaga JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial keputusan pembelian. Selain kualitas produk, content marketing juga menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keputusan Menurut Pulizzi dalam Muzakkii & Hidayat . content marketing adalah berfokus pada membuat dan berharga, relevan, dan konsisten untuk menarik dan mempertahankan audiens yang jelas pada akhirnya, pelanggan yang menguntungkan. Content marketing berfungsi sebagai sarana komunikasi antara pelaku usaha dan konsumen dalam menyampaikan informasi produk secara menarik, relevan, dan bernilai. Melalui konten yang informatif dan memperoleh gambaran yang lebih mempertimbangkan dan mengambil keputusan pembelian. Content disampaikan dengan baik dapat mempelajari lebih lanjut tentang produk, dan memberikan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan pembelian. (Irawan et al. Penyajian konten yang menarik menumbuhkan ketertarikan serta konsumen terhadap produk yang Oleh karena itu, content marketing tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai media komunikasi untuk . memperluas jangkauan informasi mengenai produk. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat di media sosial, marketing menjadi dua faktor penting yang dapat memengaruhi keputusan Kualitas marketing berperan dalam menarik perhatian dan memberikan informasi konsumen melakukan pembelian. METODE PENELITIAN Menurut Sujarweni . populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dapat berupa orang, benda, atau peristiwa yang ingin diteliti oleh Populasi masyarakat Kota Jambi yang pernah membeli produk online shop di media sosial, di mana jumlah populasinya tidak diketahui. Sampel adalah bagian dari sejumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang digunakan untuk (Sujarweni. Pengambilan sampel dari populasi ini konsumen online yang beragam. Bila populasi besar, peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena terbatasnya dana, tenaga dan menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu (Sujarweni, 2. Karena jumlah populasi tidak JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial diketahui maka jumlah sampel dicari dengan rumus Cochran (Sugiyono, 2. adalah sebagai berikut: ycu= ycs 2 ycyyc Keterangan: n = Jumlah sampel yang diperlukan Z2 = Harga daalam kurve nomal untuk simpanan 5%, dengan nilai =1,96 p = Peluang Benar 50% = 0,5 q = Peluang Salah 50% = 0,5 e = Tingkat Kesalahan Sampel . ampling erro. , dalam penelitian ini menggunakan Tingkat digunakan adalah 95% dimana nilai Z sebesar 1,96 dan tingkat error maksimum sebesar 10%. Jumlah ukuran sampel dalam penelitian ini sebagai berikut. ycu= . 2 = 96,04 = 96 Berdasarkan tersebut, maka jumlah sampel minimal yang harus digunakan dalam penelitian adalah 96 respoden. Untuk lebih memberikan arahan atau lebih memfokuskan pemilihan sampai yang dapat mewakili jumlah populasi, mak digunakan teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Purposive sampling adalah teknik pertimbangan tertentu (Sugiyono. Kriteria penelitian ini adalah responden yang sering membeli produk online shop di media sosial. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket atau kuesioner. Penyebaran kuesioner akan dilakukan dengan dua cara, yaitu menyerahkan lembaran kuesioner secara langsung ke responden dan menyebarkan link google form kuesioner ke responden melalui WhatsApp. Sedangkan sekunder diperoleh dari situs website, artikel serta jurnal-jurnal yang berkaitan dengan variabelvariabel penelitian. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah berupa koefisien determinasi, uji-F dan uji-t, menggunakan aplikasi SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik. Uji Normalitas. Uji sebaiknya dilakukan sebelum data diolah berdasarkan model-model penelitian (Sujarweni, 2. Uji normalitas dalam penelitian ini KolmogorovAeSmirnov menggunakan program SPSS. Jika Sig > 0,05 maka data variabel independent dan dependen tersebut berdistribusi normal, dan jika Sig < 0,05, maka data variabel independen & dependen tersebut tidak berdistribusi normal. Untuk mengetahui apakah data dari variabel independen serta variabel dependen berdistribusikan normal dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Hasil uji Normalitas dikatakan Normal jika nilai Signifikansi > 0,05. JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial Berdasarkan tabel 1 diatas dapat dijelaskan bahwa variabel kualitas produk, content marketing dan signifikansi sebesar 0,099, 0,072 dan 0,150 dimana lebih besar dari 0,05. Dikarenakan memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka data variabel kualitas produk, content marketing dan keputusan terdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas. Uji bertujuan untuk menguji apakah residual satu pengamatan dengan pengamatan lainnya (Ghozali, 2. Cara tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model dapat dilihat dari pola gambar Scatterplot, regresi yang tidak terjadi heteroskedastisitas jika titik-titik data menyebar di atas dan di bawah atau disekitar angka 0, titiktitik data tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja, penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk kemudian menyempit dan melebar kembali dan penyebaran titik-titik data tidak berpola (Sujarweni, 2. Gambar 1. Pola Gambar Scatterplot Melihat melalui program SPSS terlihat bahwa gambar diagram distribusi skor diatas tidak menunjukkan adanya pola tertentu, artinya model yang akan digunakan akan lolos dari hipotesis lama yang khas heterogenitas dan layak digunakan penelitian . idak terjadi heteroskedastisita. Uji Multikolinearitas. Untuk mengetahui terjadi atau tidak terjadinya multikolinieritas antar variabel independen dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Influence Facto. Jika VIF yang dihasilkan diantara 110, maka tidak terjadi multikolinieritas (Sujarweni, 2. Hasil perhitungannya dengan menggunakan program SPSS dan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa nilai VIF dari variabel bebas terhadap variable terikat hasil uji asumsi klasik dengan menggunakan program SPSS masih diantara 1-10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinieritas antara variabel bebas . terhadap variabel terikat dalam penelitian ini. Jika variabel independen (X) yang digunakan dalam analisis regresi hanya terdapat dua jenis, maka otomatis hasil dari tolerance dan VIF akan bernilai sama karena . id, 2. Uji Autokorelasi. JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial Menguji autokorelasi dalam mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel pengganggu pada periode tertentu dengan variabel Untuk mendeteksi autokorelasi dapat dilihat dari nilai Durbin Watson dengan menggunakan program SPSS. Nilai Durbin Watson dibandingkan dengan tabel Durbin Watson . l dan d. Dengan kirteria jika du < d hitung < 4-du maka tidak (Sujarweni. Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = 1X1 2X Keterangan: Y = Keputusan Pembelian. = konstanta. 1 = koefisien regresi kualitas 2 = koefisien regresi content X1 = kualitas produk. X2 = content marketing Hasil analisis regresi linier berganda dalam penelitian ini selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah berikut ini: Tabel 4. Hasil Olah Data Regresi Berganda Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai Durbin Watson dalam penelitian ini adalah 1,741. Nilai Durbin Watson dapat dilihat dari tabel Durbin Watson . , . dimana k = jumlah variabel independent dan n = jumlah responden sehingga k = 5 dan n = 96, sehingga dapat diperoleh nilai dL = 625 dan nilai dU = 1. 710, dengan kriteria dU < d hitung < 4-dU, maka nilai autokorelasinya 1,710 < 1,741 < 2,290 sehingga bisa dikatakan bahwa penelitian ini tidak terjadi Hasil Analisis Data. Hasil Analisis Regresi Berganda. Analisis regresi linier berganda ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menjelaskan besaran pengaruh dari variabel kualitas produk (X. dan content marketing (X. terhadap variabel terikat, yaitu keputusan pembelian (Y). Adapun persamaan Berdasarkan tabel 4 diatas, dapat dibuat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 2,131 0,745X1 0,183X2 Persamaan regresi diatas mempunyai arti sebagai berikut: Nilai konstanta () = 2,131 artinya, apabila variabel kualitas produk (X. dan content marketing (X. nilainya adalah 0 . atau variabel-variabel diperoleh adalah sebesar 2,131. Koefisien regresi variabel kualitas produk (X. adalah 0,745 berarah positif, artinya setiap peningkatan pada variabel kualitas produk JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial sebesar 1 poin dan variabel lainnya tetap, maka minat beli sebesar 0,745 poin. Koefisien regresi variabel content marketing (X. adalah 0,183 berarah positif, artinya setiap peningkatan pada variabel content marketing sebesar 1 poin dan variabel lainnya tetap, maka minat beli akan mengalami kenaikan sebesar 0,183 poin. Hasil Uji-t Uji-t mengetahui apakah masing-masing dari variabel kualitas produk (X. dan content marketing (X. secara sendiri-sendiri mempunyai pengaruh yang cukup signifikan atau tidak (Y). Apabila signifikansi < 0,05 maka variabel bebas (X) mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap variabel terikat (Y). Sedangkan apabila nilai signifikansi > 0,05 maka variabel bebas (X) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) (Ghozali, 2. Hasil pengujian uji-t dapat dilihat pada tabel dibawah berikut ini: Tabel 5. Hasil Uji-t Berdasarkan Tabel 5 diatas, dapat dilihat bahwa: Nilai signifikansi dari variabel kualitas produk adalah sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil daripada taraf signifikansi () yaitu 0,05 . ilai signifikansi = 0,000 < 0,. Karena nilai signifikansi signifikansi 0,05 . ,000 < 0,. , maka dapat diambil keputusan bahwa menolak H0 dan menerima Ha, artinya variabel kualitas produk mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Nilai signifikansi dari variabel content marketing adalah sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil daripada taraf signifikansi () yaitu 0,05 . ilai signifikansi = 0,001 < 0,. Karena nilai signifikansi signifikansi 0,05 . ,001 < 0,. , maka dapat diambil keputusan bahwa menolak H0 dan menerima Ha, artinya variabel content marketing mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Hasil Uji-F . ecara simulta. Uji-F mengetahui besarnya pengaruh bersama-sama kualitas produk (X. dan content marketing (X. secara signifikan pembelian (Y). Apabila nilai signifikansi < 0,05 maka variabel bebas (X) mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat (Y). Sedangkan jika nilai signifikansi > 0,05 maka variabel bebas (X) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) (Ghozali. Perhitungan statistik dalam uji F . ji secara simulta. dalam penelitian ini dengan menggunakan bantuan program SPSS. Hasil pengujian uji-F dapat dilihat pada tabel dibawah berikut: Tabel 6. Hasil Uji-f JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial Pada signifikansinya adalah sebesar 0,000 lebih kecil daripada taraf signifikansi () 0,05 . ilai signifikansi = 0,000 < 0,. Karena nilai signifikansi lebih kecil daripada taraf signifikansi 0,05 . ,000 < 0,. , maka dapat diambil Kesimpulan bahwa variabel kualitas produk (X. dan variabel content marketing (X. secara simultan mempunyai pengaruh yang cukup pembelian (Y). Hasil Uji Koefisien Determinasi. Ghozali . menjelaskan bahwa uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model . ariabel independe. dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai koefisien determinasi dapat dilihat nilai R Square (RA) pada hasil analisis Semakin mendekati angka 1, maka semakin besar kemampuan menjelaskan variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai mendekati 0, independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat kecil, sehingga sebagian besar variasi dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil koefesien determinasi pada variabel independent terhadap variabel dependen dapat dilihat hasilnya pada tabel berikut: Tabel 7. Hasil Olah Data Koefisien Determinasi Berdasarkan tabel 7 diatas, dapat dilihat bahwa nilai R = 0,916 artinya terdapat hubungan positif dan kuat antara kualitas produk dan mempunyai korelasi sebesar 91,6%, sisanya sebesar 8,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Kemudian, nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,839 hal ini berarti seluruh variabel bebas yakni kualitas produk (X. dan content marketing (X. mempunyai kontribusi secara bersama-sama sebesar 83,6% terhadap variabel minat beli (Y). Sisanya sebesar 16,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Hasil SPSS menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk online shop di media sosial. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji-t dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , sehingga kualitas produk secara parsial berpengaruh terhadap Hasil penelitian ini juga sejalan dengan menyatakan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh positif dan Kualitas produk menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam melakukan pembelian secara Konsumen memilih produk yang memiliki kualitas baik, sesuai deskripsi, dan mampu memenuhi harapan mereka. Dalam pembelian online, konsumen JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial tidak dapat melihat produk secara pembelian lebih dipengaruhi oleh persepsi terhadap kualitas produk. Dengan demikian, semakin baik kualitas produk yang ditawarkan, melakukan keputusan pembelian. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menjaga kualitas produk agar dapat Pengaruh Content Marketing terhadap Keputusan Pembelian Hasil SPSS marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk online shop di media sosial. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji-t dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 . ,001 < 0,. , sehingga content marketing secara keputusan pembelian. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya yang marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Content marketing menjadi salah satu faktor penting dalam memengaruhi keputusan konsumen karena mampu menarik perhatian, memberikan informasi produk secara jelas, serta membangun minat dan kepercayaan konsumen. Melalui konten seperti foto, video, ulasan, dan informasi produk yang menarik serta informatif, konsumen dapat memahami produk pembelian dilakukan secara online. Dengan demikian, semakin dilakukan oleh online shop di media sosial, maka semakin besar pula melakukan keputusan pembelian. Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing Keputusan Pembelian Hasil SPSS menunjukkan bahwa kualitas produk dan content marketing secara keputusan pembelian produk online shop di media sosial. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji-F dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , sehingga kedua variabel bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan menyatakan bahwa kualitas produk dan content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Kualitas produk dan content marketing menjadi dua faktor penting konsumen dalam membeli produk secara online. Kualitas produk yang kepercayaan konsumen, sedangkan content marketing yang menarik dan informatif membantu konsumen memahami produk dengan lebih jelas sebelum melakukan pembelian. Dengan demikian, kombinasi kualitas produk yang baik dan content marketing yang efektif dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada online shop di media Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memperhatikan kedua aspek tersebut secara bersamaan agar mampu menarik dan meyakinkan JUMANJI (JURNAL MANAJEMEN JAMBI) VOL 09 NO 01 MEI 2026 e-ISSN: 2622-8289 Pengaruh Kualitas Produk dan Content Marketing dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Produk Online Shop di Media Sosial KESIMPULAN Kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada online shop di media sosial. Produk dengan deskripsi, serta mampu memenuhi meningkatkan kepercayaan dan mendorong keputusan pembelian. Content marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada online shop di media sosial. Content marketing yang menarik, informatif, dan konsumen memahami produk ketertarikan dan kepercayaan untuk melakukan pembelian. Kualitas produk dan content berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada online shop di media sosial. Kombinasi kualitas produk yang baik dan content marketing yang efektif mampu meningkatkan minat serta keputusan pembelian konsumen. SARAN Bagi pelaku usaha online shop di media sosial, disarankan untuk kualitas produk agar sesuai dengan deskripsi serta mampu memenuhi kebutuhan konsumen sehingga dapat meningkatkan Pelaku meningkatkan strategi content marketing dengan menyajikan konten yang menarik, informatif, relevan, kreatif, dan konsisten agar mampu menarik perhatian produk secara jelas kepada Bagi disarankan untuk menambahkan kepercayaan konsumen, promosi, dan kualitas pelayanan agar hasil Penelitian disarankan untuk memperluas objek penelitian atau jumlah memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktorfaktor keputusan pembelian pada online shop di media sosial. DAFTAR PUSTAKA