Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Pembibitan Tanaman Kopi Robusta (Coffea S. Di Pt Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang (Income And Feasibility Analysis Of Robusta Coffee (Coffea S. Seeding At Pt Jateng Agro Berdikari (Perserod. Tlogo Plantation Unit Tuntang District. Semarang Regenc. Trimanto*) Karyadi **) dan Sulistyowati**) *) Alumus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang **) Staf Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang Email : trimanto48449@gmail. msikaryadi@gmail. watisulis379@gmail. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang pada bulan Januari-Juni 2023. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usaha pembibitan tanaman kopi Robusta dan kelayakan usaha pembibitan tanaman Kopi Robusta di PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo. Hasil dari penelitian usaha pembibitan kopi mendapatkan biaya produksi sebesar Rp. 043, pendapatan kotor Rp. 600, dan pendapatan bersih Rp 17. Untuk penghitungan kelayakan digunakan parameter RCR. ROI. BEP Produksi. BEP harga. Kesimpulannya adalah Perkebunan Tlogo merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertanian yang salah satunya bergerak dalam usaha pembibitan kopi. Dalam menjalankan usaha pembibitan kopi diperlukan ketekunan agar mendapatkan hasil maksimal. Kegiatan usaha pembibitan kopi layak untuk diusahakan, terbukti dari hasil analisis usaha yang telah dihitung menunjukkan bahwa R/C sebesar 1,5. Sesuai dengan kriteria kelayakan R/C lebih dari 1 maka layak diusahakan. Kata kunci : analisis,usaha tani, kopi robusta. ABSTRACT This research was conducted at PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Tlogo Plantation Unit. Tuntang District. Semarang Regency in January-June 2023. The purpose of this study was to determine the income of the Robusta coffee plant nursery business and the feasibility of the Robusta coffee plant nursery business at PT Jateng Agro Berdikari ( Perserod. Tlogo Plantation Unit. The results of the coffee nursery business research found a production cost of Rp. 31,536,043, gross income Rp. 49,062,600, and a net income of IDR 17,526,557. For feasibility calculations, the parameters RCR. ROI, production BEP, price BEP are used. The conclusion is that Tlogo Plantation is a company engaged in agriculture, one of which is engaged in the coffee nursery business. running a coffee nursery business, perseverance is needed to get maximum results. The coffee nursery business activity is feasible, as evidenced by the results of the calculated business analysis showing that the R/C is 1. In accordance with the eligibility criteria for R/C of more than 1, it is feasible to work on it. Keywords: analysis, farming, robusta coffee . Vol. No. 1 Maret 2024 PENDAHULUAN Kopi (Coffea S. adalah salah satu komoditas unggulan dalam salah satu sub sektor perkebunan. Kopi memiliki peluang pasar yang baik di dalam maupun luar negeri. Biji kopi bermutu dihasilkan dari tanaman kopi yang baik kualitasnya (Edvan et al. , 2. Ada 4 jenis kopi yang terkenal diindonesia, yaitu kopi Arabika, kopi Robusta, kopi Excelsia, dan kopi Liberika. Dari keempat jenis kopi tersebut yang paling diminati masyarakat adalah kopi Dalam hal perkopian di Indonesia, kopi rakyat memegang peranan yang penting, mengingat sebagian besar produksi kopi merupakan kopi rakyat. Namun demikian kondisi pengelolaan usaha tani pada kopi rakyat relatif masih kurang baik dibanding kondisi perkebunan milik Negara. Saat ini peningkatan produksi kopi di Indonesia masih terhambat oleh rendahnya mutu biji kopi yang di hasilkan sehingga mempengaruhi mutu biji kopi yang dihasikan sehingga mempengaruhi pengembangan produksi ahir kopi. Hal ini disebabkan, karena penanganan pasca panen yang tidak tepat antara lain proses fermentasi, pencucian, sortasi, pengeringan dan penyangraian. Selain itu spesifikasi alat dan mesin yang digunakan juga dapat mempengaruhi setiap tahapan pengolahan biji kopi. Kopi Robusta merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber pendapatan untuk Perusahaan. Kopi Robusta juga merupakan sumber penghasilan masyarakat sekitar PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo. Kopi Robusta merupakan jenis kopi yang ditemukan pada tahun 1898 yang tumbuh liar di Kongo. Afrika Barat. Sekitar 26 persen dari dunia perdagangan kopi Robusta terdiri dari biji. Saat ini kopi jenis Robusta terutama dibudidayakan di Afrika Barat dan Asia Tenggara. Tanaman kopi Robusta merupakan tanaman yang tumbuh pada ketinggian rendah . dan sangat mudah untuk mengembangkan kopi Robusta khususnya di PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo. Dari perkembangan usaha pembibitan kopi Robusta yang cukup pesat khususnya di PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo perlu didukung dengan kesiapan tanaman kopi yang cocok untuk kondisi di PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo agar mampu menghasilkan biji kopi dengan mutu seperti yang dipersyaratkan oleh Standart Nasional Indonesia. Adanya jaminan mutu yang pasti ketersediaan jumlah yang cukup dan pasokan yang tepat waktu serta keberlanjutan merupakan beberapa persyaratan yang dibutuhkan agar biji kopi PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo dapat dipasarkan pada tingkat yang lebih menguntungkan. Di kebun PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo juga harus memperhatikan dan menerapkan prinsipAeprinsip cara pembibitan yang baik dan benar (Good Agricultural Practices / GAP). Penerapan GAP menjadi jaminan bagi konsumen, bahwa produk yang dipasarkan diperoleh dari hasil serangkaian proses yang efisien, produktif dan ramah lingkungan. Dengan demikian PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo akan mendapatkan nilai tambah untuk peningkatan harga dan jaminan pasar yang memadai. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode diskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti suatu objek. Trimanto*) Karyadi **) dan Sulistyowati**) : Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Pembibitan Tanaman Kopi Robusta (Coffea S. suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang dengan tujuan untuk membuat dekripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Arikunto. Karena metode tersebut sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui seberapa besar pendapatan dan kelayakan usaha pembibitan tanaman kopi Robusta di PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo. Kecamatan Tuntang. Kabupaten Semarang. METODE ANALISIS DATA Metode analisis data yang digunakan yaitu perhitungan penerimaan, pendapatan. RCR. BEP . arga dan Biaya Produksi Biaya produksi adalah akumulasi biaya yang dibutuhkan dalam proses Secara matematis TC = TFC TVC Dimana: TC =Total biaya produksi (Total Cos. TFC =Total biaya tetap (Total Fixed Cos. TVC =Total tidak tetap ( Total Variable Cos. Penerimaan (Revenu. TR = Q x P Dimana: TR ( Total Revenu. = Penerimaan Q (Quantiti. = Jumlah Produksi P (Pric. = Harga Dimana: = Pendapatan (Incom. = Penerimaan (Total Revenu. = Total Biaya produksi (Total Cos. RCR (Revenue Cost Rati. Dengan kriteria uji RCR > 1 = Usahatani tidak layak untuk diusahakan. RCR = 1 = Berarti usahatani tidak mengalami kerugian maupun keuntungan. RCR > 1 = Usahatani layak untuk BEP (Break Even Poin. BEP Produksi Dengan kriteria uji : Apabila jumlah produksi lebih besar dari (BEP produks. maka usahatani tersebut layak untuk diusahakan. BEP Harga Dengan kriteria uji : Apabila harga satuan dipasar lebih besar dari (BEP harg. maka usahatani tersebut layak untuk ROI (Return of Investmen. Pendapatan (Incom. I = TR Ae TC . Vol. No. 1 Maret 2024 HASIL DAN PEMBAHASAAN Analisis Biaya Usahatani Pembibitan Kopi Robusta Tabel 1. Data biaya tetap dan biaya tidak tetap usahatani pembibitan tanaman kopi robusta di PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo rata Ae rata selama 5 tahun terakhir. Luas lahan 1 ha, perusahaan mengeluarkan rata-rata total biaya produksi sebesar Rp. 043,-. Biaya tersebut terdiri dari biaya tetap terdiri dari biaya pajak sebesar Rp. 429,-, listrik Rp. 600,- penyusutan peralatan Rp. 529,- dan biaya tidak tetap yang terdiri dari biaya pupuk Rp. 700,biaya pestisida Rp. 000,- biaya tenaga kerja Rp. 800,- biaya paranet Rp. 000,- biaya bambu Rp. 000,- biaya polibeg Rp. 000,biaya biji kopi Rp. 000,- biaya pasir Rp. 000,- . Total biaya tidak tetap adalah Rp. 500,- . Total biaya produksi rata-rata per 5 tahun yang dikeluarkan PT. Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo untuk luas lahan 1 Ha Usahatani pembibitan kopi robusta adalah sebesar Rp. 043,- . Rata-rata hasil produksi pembibitan kopi robusta dalam 5 tahun/Ha sebesar 5. 630 bibit dengan harga jual rata-rata Rp. 800,-. Rata-rata pendapatan kotor yang diterima PT. Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo dalam 5 tahun adalah sebesar Rp. 600,-. Dari tabel di atas menunjukkan rata-rata pendapatan bersih dalam 5 tahun/Ha yang diterima PT. Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo sebesar Rp 557,-. Trimanto*) Karyadi **) dan Sulistyowati**) : Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Pembibitan Tanaman Kopi Robusta (Coffea S. Analisis Kelayakan Tabel 2. Data Analisis Kelayakan usahatani pembibitan tanaman kopi robusta di PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo rata-rata selama 5 tahun terakhir. Revenue Cost Ratio (RCR) RCR merupakan angka pembanding pendapatan kotor dengan total biaya produksi, sekaligus menunjukkan tingkat efisiensi pendapatan suatu usaha pembibitan kopi robusta. Semakin besar nilai RCR . maka semakin menguntungkan usaha pembibitan kopi robusta Berdasarkan tabel diatas diperoleh rata- rata RCR yang diperoleh adalah 1,54 usahatani pembibitan kopi robusta di PT. Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo layak untuk BEP (Break Even Poin. BEP merupakan titik impas, yaitu kondisi usaha saat itu tidak mendapat keuntungan maupun kerugian Dengan demikian dapat digunakan untuk mengambil keputusan dalam menentukan suatu usahatani dalam kategori layak atau tidak untuk Bedasarkan tabel diatas dapat diketahui hasil titik impas usaha pembibitan kopi robusta diperoleh rata-rata BEP produksi satuan batang 686 batang/Ha yang artinya produksi minimal yang harus dicapai sesuai harga dipasar agar mencapai titik impas, sedangkan dari hasil perhitungan analisis usahatani pembibitan kopi robusta diperoleh rata-rata BEP produksi sebesar 5. batang/ha. yang artinya produksi riil jauh lebih besar dari BEP produksi, sehingga usahatani pembibitan kopi robusta layak untuk diusahakan. Rata-rata BEP harga dalam usahatani pembibitan kopi robusta di PT. Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo sebesar Rp 768,- yang artinya harga terendah yang harus dicapai perusahaan agar mengalami titik impas. Sedangkan dari perhitungan analisis usahatani pembibitan kopi robusta di PT. Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo diperoleh rata-rata BEP harga yaitu Rp8. 800,- . artinya produksi riil jauh lebih besar dari BEP harga, sehingga usahatani pembibitan kopi robusta layak untuk diusahakan karena BEP(R. lebih rendah dari harga satuan bibit kopi. ROI (Return On Investmen. ROI digunakan untuk mengetahui total biaya produksi yang dikeluarkan dan kapan akan kembali, besar kecilnya ROI ditentukan oleh tingkat perputaran modal dan pendapatan yang dicapai. Dalam menghitung ROI, perlu diperhatikan bahwa perhitungan tersebut didasarkan atas pendapatan dibagi dengan biaya produksi. Hal itu dikarenakan pengukuran ROI adalah . Vol. No. 1 Maret 2024 untuk mengetahui tingkat pendapatan yang diperoleh dari modal yang Besarnya ROI usahatani pembibitan kopi robusta di PT. Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo diperoleh adalah 154% yang artinya apabila perusahaan mengeluarkan biaya investasi sebesar Rp 100,- akan mendapatkan keuntugan sebesar Rp 51 yang telah diinvestasikan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan tentang analisis pendapatan dan kelayakan usaha tani pembibitan tanaman kopi robusta di PT Jateng Agro Berdikari (Perserod. Unit Perkebunan Tlogo. Kecamatan Tuntang. Kabupaten Semarang diperoleh data sebagai keterampilan ahli dalam teknik pengendalian terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta. Anonim. No Title. Statistik Perkebunan Indonesia 20152017. Direktorat Jenderal Perkebunan. Jakarta Anonim. Pedoman Pengelolaan B u d i d a y a Ta n a m a n K o p i Arabika. Perkebunan Nusantara XII. Surabaya. Edvan. Edison. , & Same. Pengaruh jenis dan lama penyangraian pada mutu kopi robusta (Coffea robust. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 31Ae40. R a t a - r a t a b i a y a p r o d u k s i pembibitan kopi robusta ratarata selama 5 tahun terakhir sebesar Rp. penerimaan sebesar Rp. 600, dan pendapatan sebesar Rp. Najiyati. Kopi: Budi Daya & Penanganan Pascapanen. Penebar Swadaya. Jakarta. Nilai R/C = 1,54. BEP(R. Rp. BEP(Q) 3. 686 bibit, dan ROI = 154%. maka, layak Panggabean. Buku Pintar Kopi. In Agromedia Pustaka. Jakarta. Saran