Urecol Journal. Part B: Economics and Business Vol. 5 No. eISSN: 2797-1902 The Application of Wise Family Financial Management to Improve Household Welfare Ainin Zakiroh1. Ersha Karima Lahmadini2. Hana Salsabila3. Wildan Purnama4. Nuniek Nizmah Fajriyah5 . Sigit Adi Setiawan6. Slamet7. 1,3 Department of Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Indonesia 2 ,4 Department of Manajemen. Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Indonesia 5 Department of Keperawatan. Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Indonesia 6 Department of Manajemen. Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Indonesia 7 Department of Farmasi. Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Indonesia nu niek_pkj@yahoo. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 07/08/2025 Revised: 03/09/2025 Accepted: 02/11/2025 Abstract Wise management of family finances is an important factor in maintaining economic stability and household welfare, especially in times of economic uncertainty. Kwagean Village. Wonopringgo Sub-district. Pekalongan District, is an area where many families rely on small businesses and the informal sector such as convection. However, financial management challenges often make it difficult for families to prioritize their needs and cope with daily economic pressures. Therefore, education and assistance on effective financial management is needed. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of families in Kwagean Village. Wonopringgo Subdistrict. Pekalongan in conducting wise family financial management so as to improve the welfare and economic resilience of families facing dynamic economic situations. This community service is carried out through interactive counseling methods and hands-on training that actively involves residents. The community service activities were carried out in one of the residents' houses for one day with participants from various families and youth groups. The facilitators were KKN students from Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan using a communicative and easy-to-understand approach, and providing real examples according to local conditions. Participants understood how to manage finances in a more planned manner, live frugally, as well as Keywords: household budget. kwagean village. financial literacy. family financial Penerapan Manajemen Keuangan Keluarga yang Bijak untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rumah Tangga Abstrak Pengelolaan keuangan keluarga yang bijak merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kestabilan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga, terutama di masa ketidakpastian ekonomi. Desa Kwagean. Kecamatan Wonopringgo. Kabupaten Pekalongan, adalah wilayah dengan banyak keluarga yang menggantungkan penghasilan dari usaha kecil dan sektor informal seperti konveksi. Namun, tantangan pengelolaan memprioritaskan kebutuhan dan mengatasi tekanan ekonomi sehari-hari. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan mengenai manajemen keuangan yang efektif sangat Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 5 No. Arjun et al keterampilan keluarga di Desa Kwagean Kecamatan Wonopringgo Pekalongan dalam melakukan manajemen keuangan keluarga yang bijak sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi keluarga menghadapi situasi ekonomi yang Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode penyuluhan interaktif dan pelatihan praktik langsung yang melibatkan warga secara aktif. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di salah satu rumah warga selama satu hari dengan peserta dari berbagai keluarga dan kelompok pemuda. Fasilitator adalah mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan dengan menggunakan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami, serta memberikan contoh nyata sesuai kondisi Peserta memahami cara mengatur keuangan secara lebih terencana, hidup hemat, serta menghindari perilaku konsumtif dan FOMO. Edukasi dan pelatihan manajemen keuangan keluarga yang bijak di Desa Kwagean kecamatan Wonopringgo Pekalongan efektif meningkatkan literasi keuangan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Disarankan untuk melanjutkan program pendampingan dan sosialisasi manajemen keuangan dengan mekanisme monitoring dan evaluasi oleh pemerintah desa setempat. Kata kunci: anggaran rumah tangga. desa kwagean. literasi keuangan. keuangan keluarga Pendahuluan Salah satu tantangan utama yang masih dihadapi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, adalah rendahnya kemampuan dalam mengelola keuangan keluarga secara efektif. Desa Kwagean di Kecamatan Wonopringgo. Kabupaten Pekalongan, merupakan salah satu contoh nyata, di mana sekitar 80% penduduknya bergantung pada sektor konveksi. Meskipun sektor ini menjadi sumber penghasilan utama, sifat penghasilannya yang tidak tetap membuat banyak keluarga mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan rumah tangga, terutama dalam membuat prioritas kebutuhan, menabung, atau menyiapkan dana darurat. Kondisi ini diperparah dengan minimnya akses informasi keuangan dan rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya mencapai 49,68%. , dan cenderung lebih rendah di desa-desa seperti Kwagean. Berbagai program edukasi literasi keuangan telah dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga pendidikan melalui pelatihan, penyuluhan, dan kampanye digital. Beberapa studi terdahulu menunjukkan bahwa edukasi keuangan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengatur keuangan keluarga. Chanif dan Pandowo . menunjukkan bahwa penyuluhan manajemen keuangan keluarga secara signifikan meningkatkan pengetahuan peserta dari kategori AucukupAy menjadi AubaikAy dkk. menemukan bahwa edukasi keuangan mendorong keluarga untuk lebih bijak membelanjakan uang, mengatur utang, dan menabung. Namun demikian, kebanyakan kegiatan tersebut masih bersifat umum dan belum menyentuh konteks lokal seperti kondisi ekonomi masyarakat konveksi. Selain itu, pendekatan edukasi yang digunakan sering kali belum disesuaikan dengan latar belakang budaya dan tingkat pendidikan masyarakat desa, sehingga efektivitasnya belum optimal . Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 5 No. Arjun et al Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan Masyarakat Desa Kwagean Kecamatan Wonopringgo Pekalongan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menerapkan manajemen keuangan keluarga yang bijak. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dirancang dengan pendekatan berbasis lokal dan partisipatif, yaitu dengan memberikan edukasi manajemen keuangan secara langsung melalui penyuluhan dan praktik sederhana yang sesuai dengan kondisi warga Desa Kwagean Kecamatan Wonopringgo Pekalongan. Materi yang diberikan meliputi cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, membuat anggaran keluarga, mengelola kebutuhan rumah tangga, dan menyusun skala prioritas pengeluaran. Kegiatan dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) dengan metode penyampaian yang komunikatif dan aplikatif, menggunakan contoh nyata kehidupan sehari-hari masyarakat konveksi. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi perubahan perilaku yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi dan keterampilan manajemen keuangan keluarga masyarakat Desa Kwagean, agar mampu membuat perencanaan keuangan yang lebih bijak dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pembentukan kebiasaan finansial yang sehat di tingkat rumah tangga. Literatur Review Manajemen keuangan keluarga Manajemen keuangan keluarga didefinisikan sebagai serangkaian tindakan berupa perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pengendalian sumber-sumber keuangan keluarga guna tercapainya pemenuhan kebutuhan secara optimal serta menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi keluarga. Dengan demikian, aspek penganggaran, pengeluaran, menabung, dan investasi menjadi bagian penting. Dalam prakteknya, manajemen keuangan keluarga yang baik merupakan kunci ketahanan finansial keluarga. Manajemen keuangan adalah kunci di balik ketahanan finansial keluarga. Sebaliknya, jika pengelolaan keuangan tidak dilakukan dengan baik, maka keuangan keluarga dapat menimbulkan stres dan krisis finansial. Hasil studi pendahuluan dalam beberapa program pengabdian masyarakat menunjukkan banyak keluarga belum menerapkan manajemen keuangan yang sistematis. Dalam satu kasus, 100% keluarga responden melaporkan pengeluaran lebih besar daripada pendapatan serta kesulitan menabung, bahkan Aubelum pernah mendapatkan informasi tentang pengelolaan keuangan keluargaAy dan sangat tertarik belajar mengelola keuangan agar lebih efisien. Fakta ini mengindikasikan pentingnya pengetahuan dan praktik manajemen keuangan keluarga di kalangan masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah. Literasi Keuangan dan Pengaruhnya terhadap Pengambilan Keputusan Literasi keuangan merujuk pada pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memungkinkan individu memahami konsep keuangan dasar, seperti menabung, investasi, pengelolaan utang, dan perencanaan keuangan pribadi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan, literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 5 No. Arjun et al keuangan demi kesejahteraan. Sejalan dengan itu, beberapa peneliti menyatakan bahwa literasi keuangan sangat penting bagi masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah, untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih baik dan menghindari kesulitan finansial. Dengan meningkatkan pemahaman terhadap produk dan prinsip keuangan, individu dapat merencanakan anggaran dengan lebih bijak, memilih instrumen tabungan atau investasi yang tepat, serta mengelola utang secara sehat. Sejumlah penelitian empiris menunjukkan literasi keuangan berpengaruh positif terhadap pengelolaan keuangan keluarga. Menemukan bahwa literasi keuangan memiliki efek positif dan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan keluarga pada pelaku usaha mikro di Batang Hari. Hasil serupa juga dilaporkan oleh studi di Desa Kesiut. Bali, dimana literasi keuangan secara signifikan meningkatkan pengelolaan keuangan keluarga. Artinya, semakin baik pemahaman literasi keuangan seseorang, semakin baik pula kemampuan mereka mengelola keuangan keluarga. Selain itu, survei nasional OJK mencatat bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa masih lebih rendah dibandingkan perkotaan. , yang menunjukkan bahwa literasi keuangan mempengaruhi cara masyarakat membuat keputusan finansial berdasarkan akses dan pemahaman Dengan kata lain, peningkatan literasi keuangan pada masyarakat berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas keputusan-keputusan keuangan dalam keluarga dan Literasi Keuangan dan Pengaruhnya terhadap Pengambilan Keputusan Edukasi keuangan atau literasi keuangan melalui pelatihan dan penyuluhan telah terbukti meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan masyarakat, khususnya di kalangan keluarga berpenghasilan rendah dan komunitas desa. Program-program pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi keuangan umumnya menyampaikan materi praktis seperti perencanaan anggaran keluarga, pentingnya menabung, pengelolaan utang, investasi, dan pemanfaatan produk keuangan formal . ank, koperasi, dsb. Misalnya, di Kelurahan Bedahan. Depok, program literasi keuangan diikuti oleh sekitar 30 warga . bu rumah tangga, pedagang kecil, buruh harian, pekerja informa. yang mayoritas berpenghasilan rendah. Hasil evaluasi pasca-program menunjukkan bahwa sekitar 85% peserta mengaku memahami pengelolaan keuangan keluarga lebih baik dan menyadari pentingnya menabung setelah mendapatkan edukasi tersebut. Peran edukasi tersebut sangat penting karena banyak masyarakat berpenghasilan rendah kekurangan akses dan informasi tentang pengelolaan keuangan yang tepat. Kajian pengabdian di Desa Muara Penimbung Ulu mengungkap bahwa kurangnya literasi keuangan menyebabkan tingginya perilaku konsumtif di kalangan pengrajin desa tersebut. Oleh karena itu, program pengabdian ditujukan memberikan edukasi literasi keuangan untuk mengurangi kebiasaan konsumtif dan meningkatkan kesadaran pengelolaan keuangan yang lebih baik. Hasilnya, terjadi peningkatan pemahaman para peserta: pengrajin yang sebelumnya belum paham keuangan kini mampu mengaplikasikan prinsipprinsip literasi keuangan secara baik. Demikian pula, pelatihan manajemen keuangan keluarga di Desa Sebetung Menyala. Kalimantan Barat, berhasil menambah pengetahuan peserta dan meningkatkan kesadaran mereka dalam mengatur pengeluaran sehari-hari secara lebih tertib. Secara keseluruhan, literatur menunjukkan bahwa edukasi keuangan komprehensif . elalui ceramah, diskusi, simulasi, dan modul latiha. berperan signifikan dalam memperbaiki perilaku finansial masyarakat, mendorong budaya menabung, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di lingkungan desa dan sektor informal. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 5 No. Arjun et al Metode Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah (UMPP) di Desa Kwagean dalam kurun waktu satu hari. Metode yang digunakan adalah penyuluhan . dan praktik langsung di lapangan. Sebelum pelaksanaan, dilakukan survei dan wawancara kepada warga untuk memetakan kondisi literasi keuangan, kebiasaan pengelolaan pendapatan/ pengeluaran, serta tantangan yang dihadapi oleh keluarga desa. Data ini digunakan untuk merancang materi sesuai kebutuhan nyata masyarakat Materi pelatihan disampaikan secara partisipatif dan komunikatif, melibatkan dialog dua arah antara mahasiswa . dengan peserta . asyarakat Peserta diajak aktif menyusun anggaran keluarga sederhana berdasarkan pendapatan dan rencana pengeluaran, serta berdiskusi dalam kelompok kecil. Pendekatan yang digunakan mengutamakan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh nyata seharihari, agar mudah dipahami oleh warga desa. Hasil dan Pembahasan Pemahaman dasar tentang penyusunan anggaran Setelah kegiatan, peserta berhasil memahami langkah-langkah dasar menyusun pengeluaran menurut kategori . isalnya kebutuhan pokok, pendidikan, dan tabunga. , serta membuat skala prioritas pengeluaran. Pada saat kegiatan peserta antusias mengikuti kegiatan (Gambar. Peserta juga belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga dapat lebih selektif dalam berbelanja. Misalnya, mereka diajak untuk mempertimbangkan terlebih dahulu kebutuhan pokok . eperti pangan, pendidikan anak, dan kesehata. sebelum memutuskan pengeluaran sekunder atau tersier. Selain itu, fasilitator mengingatkan bahaya perilaku konsumtif dan fenomena FOMO . ear of missing ou. yaitu kecenderungan membeli barang hanya karena takut ketinggalan tren yang dapat membuat keluarga boros. Kemampuan Membedakan Kebutuhan dan Keinginan Hasil ini konsisten dengan yang disampaikan Chanif & Pandowo . bahwa setelah penyuluhan, pengetahuan masyarakat tentang manajemen keuangan keluarga meningkat signifikan. (Gambar. Chanif & Pandowo . menyampaikan bahwa peserta lebih dari 62,3% pada kategori pengetahuan cukup meningkat menjadi 94,34% dalam kategori pengetahuan baik pasca pelatihan. Demikian pula. Budiantoro dkk. menemukan bahwa pelatihan literasi keuangan membuat peserta menjadi lebih bijak mengelola keuangan harian Ae Aupeserta menjadi lebih bijak dalam membelanjakan uang secara bijak, membayar cicilan utang, dan menabungAy. Literatur juga mengingatkan bahwa gaya hidup konsumtif yang semakin mudah terpengaruh promosi belanja dan kemudahan kredit dapat menjebak keluarga dalam lingkaran utang. Oleh karena itu, latihan pengelolaan keuangan . isalnya pencatatan kas dan pembagian pos anggara. sangat penting untuk mencegah kebiasaan konsumtif tersebut. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 5 No. Arjun et al Gambar 1. Pemaparan materi Gambar 2. Hasil diskusi Kesimpulan Kegiatan penyuluhan dan praktik manajemen keuangan keluarga di Desa Kwagean terbukti meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan keluarga. Peserta kini lebih memahami pentingnya menyusun anggaran yang realistis sesuai pendapatan, membedakan kebutuhan versus keinginan, serta menabung untuk kebutuhan masa depan. Untuk menjaga keberlanjutan manfaat kegiatan ini, disarankan agar pemerintah desa setempat dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMPP melakukan pendampingan lanjutan. Pendampingan berkala . elalui mengaplikasikan ilmu yang diperoleh agar terus menerus mengelola keuangan keluarga secara bijak dan berkelanjutan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Kwagean Kecamatan Wonopringgo kabupaten Pekalongan atas dukungan dan kerjasamanya yang sangat baik selama pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini. Kami juga menyampaikan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 5 No. Arjun et al apresiasi yang tulus kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Pekalongan (UMPP), atas terselenggaranya KKN UMPP Periode XII. sehingga kegiatan ini dapat terlaksana secara optimal dan Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Pekalongan yang senantiasa memberikan dukungan moral dan kebijakan strategis dalam meningkatkan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada Masyarakat. serta kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) atas bimbingan ilmiah dan pendampingan teknis selama program KKN. Referensi