JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 10 No 2 Agustus 2023 Analisis Risiko Kerja dengan Metode Fisiologi pada Pekerja Bongkar Muat Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Dika Ardhya Perdana Hutabarat1. Dewiyana1. Meri Andriani1* Program Studi Teknik Industri. Universitas Samudra Kota Langsa. Jl. Prof. Dr. Syarief Thayeb. Meurandeh, 24416 *E-mail: meri_tind@unsam. ABSTRAK PT Perkebunan Nusantara I merupakan perusahaan pengolahan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Tamiang. Kendala pada kegiatan ini adalah postur kerja membungkuk dengan menarik beban berat sehingga menimbulkan kelelahan dan resiko kecelakaan kerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko pekerjaan pekerja bongkar muat ditinjau dari aspek fisiologis dan memberikan saran perbaikan sistem kerja berdasarkan 4 bagian yaitu manusia, metode, peralatan, dan Metode yang digunakan adalah Cardiovascular Load. Energy Consumption, dan Fishbone Diagram. Hasil dan pembahasan, persentase rata-rata %CVL pada pagi dan sore hari adalah 59% (Improvement Require. dan 64,9% (Work in Short Tim. , serta rata-rata energi yang dikeluarkan pada pagi . ebelum kerj. , pagi . esudah kerj. , siang . ebelum kerj. dan sore . ebelum kerj. adalah 3,703634 Kkal/menit (Ringa. , 8,17547 Kkal/menit (Bera. , 3,442116 Kkal/menit (Ringa. dan 8,70456 Kkal/menit (Bera. dan diagram tulang ikan menggambarkan penyebab manusia, metode, peralatan dan aspek lingkungan. Kesimpulannya, tingkat kelelahan pekerja berdasarkan rata-rata keseluruhan %CVL dan konsumsi energi sebesar 61,95% (Pekerjaan dalam Waktu Singka. dan 8,44046 (Bera. Kkal/menit dan usulan perbaikan sistem kerja berupa penyediaan alur waktu kerja, pemberian himbauan, petunjuk, dan pedoman Standar Operasional Prosedur dan Alat Pelindung Diri yang wajib digunakan, pemberian atap di tempat kerja dan penggunaan alat pindahan buah sawit yang disesuaikan dengan postur tubuh pekerja. Kata kunci: Cardiovascular Load. Ergonomi. Diagram fishbone. Fisiologi. Konsumsi Energi. ABSTRACT PT Perkebunan Nusantara I is a palm oil processing company in Aceh Tamiang Regency. The problem with this activity is the work posture of bending over by pulling heavy loads, causing fatigue and risking work accidents. The study aimed to determine the level of occupational risk of loading and unloading workers in terms of physiological aspects and to provide suggestions for improving the work system based on 4 parts, namely humans, methods, equipment, and environment. The methods used are Cardiovascular Load. Energy Consumption, and fishbone diagram. Results and discussion, the average percentage of %CVL in the morning and afternoon was 59% (Improvement Require. and 9% (Work in Short Tim. , and the average energy expended in the morning . efore wor. , morning . fter wor. , afternoon . efore wor. and evening . efore wor. 703634 Kcal/minute (Ligh. , 8. 17547 Kcal/min (Heav. , 3. 442116 Kcal/min (Ligh. 70456 Kcal/min (Heav. and a fishbone diagram illustrating the causes of human, method, equipment and environmental aspects. conclusion, the level of worker fatigue is based on the overall average %CVL and energy consumption 95% (Work in a Short Tim. 44046 (Heav. Kcal/min and proposed improvements to the work system in the form of providing a flow of working time, giving appeals, instructions, and guidelines for Standard Operating Procedure and Personal Protective Equipment that must be used, providing a roof in the workplace and the use of palm fruit moving equipment that is adjusted to the posture of workers. Keywords: Cardiovascular Load. Ergonomics. Energy Consumption. Fishbone diagram. Physiology. DOI: /10. 24853/jisi. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi PENDAHULUAN Penerapan diperhatikan karena kurangnya perhatian terhadap penerapan ergonomi di tempat kerja bisa menyebabkan kelelahan (Agustina et al. dan risiko kerja. Risiko kerja pada aspek ergonomis adalah suatu kondisi atau situasi yang dibuat secara sengaja atau tidak sengaja yang berkontribusi munculnya kondisi yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomi, sehingga berpotensi bahaya pada kesehatan (Nasution et al. , 2. dan kenyamanan pada saat bekerja maupun setelah bekerja (Purbasari, 2. Aktivitas pekerjaan selalu menyebabkan tekanan fisik otot yang berat, aktivitas pengangkatan berulang, aktivitas kerja yang berulang-ulang, postur statis dan postur tubuh janggal, dapat berpotensi munculnya cedera atau nyeri pinggang, kelainan dan gangguan pada sistem otot-rangka (MSD. (Andriani et , 2. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Seumantoh merupakan badan usaha milik negara yang tergabung pada PT. Perkebunan Nusantar I (Perser. yang berorientasi dibidang pengolahan kelapa sawir. Pabrik ini didirikan pada tahun 1978 yang terletak di Kecamataan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Pabrik ini mulai beroperasi pada tahun 1980 dengan kapasitas 30 ton/jam. Berdasarkan data yang diperoleh dari perushaan, pada tahun 1984 PKS ini menambah beberapa instalasi guna menaikkan kapasitas produksi menjadi 45 ton/jam dikarenakan produksi yang terus meningkat setiap tahunnya. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Seumantoh terdapat bagian penerimaan buah sortasi yang berisi aktivitas bongkar muat tandan buah segar (TBS) dari kendaraan pengangkut seperti truk ke lantai stasiun penerimaan buah untuk dilakukan penyortiran Pekerja bongkar muat ini bekerja dengan posisi berdiri dan membungkuk dengan menarik beban yang berat, jenis pekerjaan ini apabila dibiarkan akan menimbulkan kelelahan ditambah lagi postur kerja pekerja yang berbeda, sehingga konsentrasi pekerja akan menurun dan kinerja juga memungkinkan ikut Pada kegiatan bongkar muat TBS yang dilakukan secara manual di PKS Tanjung Seumantoh menyebabkan beberapa keluhan otot rangka P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X yang dapat menimbulkan rasa nyeri dan akhirnya lambat laun akan menurunkan produktivitas kerja pekerja di PKS ini. Data keluhan musculoskeletal disorders yang dialami para pekerja bongkar muat berdasarkan hasil kuisioner nordic body map dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Rekapitulasi Nordic Body Map Gambar 1 menguraikan hasil observasi awal dengan kuisioner Nordic Body Map pada 15 pekerja bongkar muat, adapun tingkat keluhan nyeri yang dialami oleh 15 pekerja bongkar muat TBS terdapat 4 keluhan tertinggi yang dialami oleh pekerja yaitu 13 pekerja mengalami nyeri bagian pinggang, 10 pekerja mengalami nyeri pada bagian bahu kiri, 11 pekerja mengalami nyeri pada bahu kanan dan 7 orang mengalami nyeri pada bagian leher atas. Berdasarkan data tersebut, dapat dilihat bahwa pekerja mendapat beban kerja yang berlebih ketika melakukan pekerjaan bongkar muat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sehingga menimbulkan gejala gangguan muscoluskeletal disorder (MSD. Postur pekerja yang dilakukan oleh pekerja bongkar muat TBS adalah dengan postur membungkuk, terdapat pada Gambar 2. Gambar 2. Aktivitas Bongkar Muat TBS Gambar 2 merupakan postur kerja yang membungkuk dengan jarak antara posisi tegak dari tulang punggung sebesar 74o. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Gambar 2 menunjukkan bahwa postur kerja yang membungkuk memiliki keluhan dan risiko yang tinggi sehingga dapat menimbulkan (Andriani & Anwar, 2. dan keluhan akibat kerja (Ahmad Afandy & Asep Endih Nurhidayat, 2. Dibutuhkan penelitian degan metode fisiologi kerja berdasarkan data denyut nadi pekerja dan data keluhan pekerja berdasarkan 4 aspek yang dinamakan dengan sistem kerja, yaitu manusia, metode, peralatan dan lingkungan (Andrian & Hasan, 2. Tujuan dari penelitian untuk menentukan tingkat risiko pekerja bongkar muat TBS dari aspek fisiologis dan menentukan usulan perbaikan sistem kerja para pekerja dengan 4 faktor yang mempengaruhiya yaitu manusia, metode, lingkungan dan peralatan. TINJAUAN PUSTAKA Ergonomi berasal dari kata Yunani yaitu ergon . dan nomos . , sehingga ergonomi adalah ilmu, teknologi dan seni untuk menyerasikan alat, cara kerja dan lingkungan pada kemampuan, kebolehan dan batasan manusia sehingga diperoleh kondisi kerja dan lingkungan yang sehat, aman dan nyaman dan efisien sehingga tercapai produktivitas yang setinggi Ae tingginya (Andriani et al. , 2. Ergonomi merupakan dari istilah bahasa latin Ergon yang berarti AuKerjaAy lalu kata Nomos yang berarti Auhukum alamAy yang ditarik kesimpulan yaitu tubuh yang berada dalam suatu tempat atau lingkungannya, aspek-aspek ini dalam bentuk tubuh, fisik manusia, kejiwaan serta teknik, engineering atau perancangan (Nurmianto et , 2. Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Kelelahan secara luas digambarkan sebagai Auperasaan lelah, lelah, atau kekurangan energiAy (Kuku et al. Kelelahan menurut (Ningsih, 2. terbagi atas : Kelelahan otot merupakan keadaan tremor atau nyeri pada otot. Kelelahan umum dapat ditandai dengan menurunnya tingkat kemauan dalam bekerja yang dapat disebabkan karena karena monoton, intensitas kerja fisik, keadaan lingkungan sekitar yang tidak Volume 10 No 2 Agustus 2023 kondusif, penyebab mental, status kesehatan serta keadaan gizi pekerja. Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi organ tubuh manusia yang dipengaruhi oleh tekanan pada otot (Mail, 2. Fisiologi kerja merupakan salah satu cabang ilmu ergonomi yang fokus terhadap pengukuran energi yang dikeluarkan atau energi yang dikonsumsi oleh manusia. Energi yang dikonsumsi dikeluarkan terjadi karena adanya proses metabolisme yang terjadi di dalam otot yang ditunjang oleh sistem cardiovascular dan sistem pernafasan yang terdapat di dalam tubuh (Rahayu, 2. Cardiovascular Load (CVL), yaitu suatu pengukuran untuk mengetahui klarifikasi beban kerja berdasarkan kenaikan denyut nadi kerja dan membandingkan dengan denyut nadi (Annisa & Farihah, 2. Ada pula metode yang digunakan yaitu pengukuran konsumsi energi. Dalam penentuan konsumsi energi biasanya digunakan suatu bentuk hubungan energi dengan kecepatan denyut jantung (Ruslani & Nurfajriah, 2. Klasifikasi beban kerja berdasarkan peningkatan denyut nadi kerja menggunakan (%CVL) (Dessy Nurvitarini. Arif Rahman, 2. %CVL= 100 x . enyut nadi kerja-denyut nadi istiraha. denyut nadi maksimum-denyut nadi istirahat Dimana menurut (Ervil & Fadli, 2. , rumus denyut maksimum adalah : Laki- laki -> Denyut Nadi Maksimum = 220 Ae umur Perempuan -> Denyut Nadi Maksimum = 200 Ae umur Dari hasil perhitungan %CVL tersebut kemudian dibandingkan dengan klasifikasi yang telah ditetapkan sebagai berikut : <30% = Tidak terjadi kelelahan 30 - <60% = Diperlukan perbaikan 60 - <80% = Kerja dalam waktu 80 - <100% = Diperlukan tindakan >100% = Tidak boleh beraktivitas Konsumsi energi merupakan parameter utama dalam penentuan tingkat beban kerja Konsumsi energi pada waktu kerja dapat ditentukan dengan cara tidak langsung . engukuran tekanan darah, aliran darah. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi komposisi kimia dalam darah, temperatur tubuh, tingkat penguapan dan jumlah udara yang dikeluarkan paru-par. , dan dapat diukur dengan cara pengukuran denyut nadi (Dessy Nurvitarini. Arif Rahman, 2. Y = 1,80411Ae0,0229038X 4,71733 x10-4(X. Menurut Suhardi, . , sistem kerja adalah suatu sistem dimana komponenkomponen dalam pekerjaan seperti manusia, metode, mesin, peralatan dan lingkungan kerja . ebisingan, pencahayaan, temperature, getaran dan bau-bauan akan berinteraksi. METODE PENELITIAN Data yang digunakan pada penelitian adalah data denyut jantung pekerja bongkar muat TBS di PKS Tj. Seumantoh sebanyak 14 orang menggunakan alat Automatic Blood Pressure Blood dan wawancara terhadap pekerja mengenai keluhan yang dinilai dari 4 aspek yaitu manusia, metode, peralatan dan Data diolah menggunakan metode cardiovascular load dan konsumsi energi untuk mengetahui tingkat kelelahan pekerja tersebut dan memberikan usulan perbaikan sistem kerja berdasarkan keluhan 4 aspek manusia, metode, peralatan dan lingkungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil dari penelitian ini adalah data denyut jantung pekerja bongkar muat TBS P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X sebanyak 14 orang dan data keluhan Data keluhan pekerja pada penelitian berdasarkan 4 aspek manusia, metode, peralatan dan lingkungan disimpulkan pada uraian berikut: Manusia Pekerja merasa jenuh menunggu Masalah: Pekerja merasa jenuh Metode Tenaga kerja dianggap kurang berhati hati-hati saat melakukan pekerjaan dan tidak adanya SOP (Standart Operating Procedur. dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang mumpuni. Masalah : Tidak adanya prosedur yang sesuai mengenai pekerjaan tersebut serta SOP dan APD yang digunakan kecelakaan kerja. Lingkungan Masalah : Tempat kerja panas Peralatan Masalah : Alat pemindah buah sawit yang tidak sesuai dengan postur tubuh . erlalu pendek atau terlalu panjan. Pembahasan Pengolahan data pertama yaitu menggunakan persamaan cardio vascular load terhadap pekerja dengan rekapitulasi yang dapat dilihat pada Tabel 1 dan Tabel Tabel 1. Hasil Rekapitulasi %CVL Pagi Usia %CVL Klasifikasi Tindakan Pagi Sumawardi Diperlukan Perbaikan Marno Diperlukan Perbaikan Kardi Kerja Dalam Waktu Singkat Bambang Kerja Dalam Waktu Singkat Imam Diperlukan Perbaikan Supardi Diperlukan Perbaikan Jamil Diperlukan Perbaikan Fahmi Diperlukan Perbaikan Aulia Dharma 31 Diperlukan Perbaikan Supri Kerja Dalam Waktu Singkat Syahrial Kerja Dalam Waktu Singkat Sardi Diperlukan Perbaikan Ali Kerja Dalam Waktu Singkat Sasi Kerja Dalam Waktu Singkat Nama JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Rata Ae Rata Tabel 1 menunjukkan bahwasan didapatkan hasil rata-rata pekerja yang melakukan aktivitas bongkar muat tandan buah segar kelapa sawit pada pagi hari Audiperlukan perbaikanAy serta persentase tertinggi didapat pada responden bernama Volume 10 No 2 Agustus 2023 Diperlukan Perbaikan Bambang dengan persentase 78,6% dengan klasifikasi Audiperlukan tindakan segeraAy dan persentase terendah didapat pada responden yang bernama Imam pada pekerjaan di pagi hari dengan persentase 38,9% dengan klasifikasi Audiperlukan perbaikanAy. Tabel 2. Hasil Rekapitulasi %CVL Sore Nama Usia %CVL Klasifikasi Tindakan Sore Sumawardi Kerja Dalam Waktu Singkat Marno Diperlukan Perbaikan Kardi Diperlukan Perbaikan Bambang Diperlukan Tindakan Segera Imam Diperlukan Perbaikan Supardi Diperlukan Perbaikan Jamil Kerja Dalam Waktu Singkat Fahmi Kerja Dalam Waktu Singkat Aulia Dharma Diperlukan Perbaikan Supri Kerja Dalam Waktu Singkat Syahrial Diperlukan Tindakan Segera Sardi Kerja Dalam Waktu Singkat Ali Kerja Dalam Waktu Singkat Sasi Diperlukan Tindakan Segera Rata Ae Rata 64,9% Kerja Dalam Waktu Singkat Tabel didapatkan hasil rata-rata pekerja yang melakukan aktivitas bongkar muat tandan buah segar kelapa sawit pada sore hari sebesar 64,9% dengan klasifikasi Aukerja dalam waktu singkatAy serta persentase tertinggi didapat pada responden bernama Sasi dengan persentase 84,6% dengan klasifikasi Audiperlukan tindakan segeraAy dan persentase terendah didapat pada responden yang bernama Marno dengan persentase 38,2 % dengan klasifikasi Audiperlukan perbaikanAy. Pada tahap sekanjutnya dilakukan pengolahan data menggunakan persamaan konsumsi energi yang dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 4. Tabel 5 dan Tabel 6. Tabel 3. Hasil Rekapitulasi Energi yang Dikeluarkan (Y) Nama Usia Y Pagi I Tindakan (Kkal/meni. Sumawardi 3,885639 Ringan Marno 3,689709 Ringan Kardi 2,788151 Ringan Bambang 2,512336 Ringan Imam 3,952837 Ringan Supardi 2,692439 Ringan Jamil 2,788151 Ringan Fahmi 4,449634 Ringan Aulia Dharma 3,441676 Ringan JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Nama Usia Supri Syahrial Sardi Ali Sasi Rata - Rata Tabel 3. menunjukkan bahwa jumlah energi yang dikeluarkan didapatkan hasil rata-rata pekerja yang melakukan aktivitas bongkar muat tandan buah segar kelapa sawit pada pagi hari I . ebelum bekerj. sebesar 3,703634 Kkal/menit dengan level tindakan AuringanAy dengan energi yang dikeluarkan terbanyak didapat pada Y Pagi I (Kkal/meni. 5,939393 3,952837 3,502269 3,952837 4,302975 3,703634 Tindakan Sedang Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan responden bernama Fahmi dengan jumlah 4,449634 Kkal/menit dengan level tindakan AuringanAy dan energi yang dikeluarkan terendah didapat pada responden yang bernama Bambang dengan jumlah 2,512336 Kkal/menit dengan level tindakan AuringanAy. Tabel 4. Hasil Rekapitulasi Energi yang Dikeluarkan (Y) Nama Usia Y Pagi II Tindakan (Kkal/meni. Sumawardi 7,953198 Berat Marno 7,520246 Berat Kardi 8,175335 Berat Bambang 9,10162 Berat Imam 7,10239 Sedang Supardi 5,939393 Sedang Jamil 7,000284 Sedang Fahmi 9,464545 Berat Aulia Dharma 6,699629 Sedang Supri 11,27046 Sangat Berat Syahrial 9,464545 Berat Sardi 6,899122 Sedang Ali 8,401245 Berat Sasi 9,464545 Berat Rata - Rata 8,17547 Berat Tabel 4. menunjukkan bahwa jumlah energi yang dikeluarkan didapatkan hasil rata-rata pekerja yang melakukan aktivitas bongkar muat tandan buah segar kelapa sawit pada pagi hari II . esudah bekerj. sebesar 8,17547 Kkal/menit dengan level tindakan AuberatAy, dengan energi yang dikeluarkan terbanyak didapat pada responden bernama Supri dengan jumlah 11,27046 Kkal/menit dengan level tindakan Ausangat beratAy dan energi yang dikeluarkan terendah didapat pada responden yang bernama Supardi dengan jumlah 5,939393 Kkal/menit dengan level tindakan AusedangAy. Tabel 5. Hasil Rekapitulasi Energi yang Dikeluarkan (Y) Nama Usia Y Sore I Tindakan (Kkal/meni. Sumawardi 3,626285 Ringan Marno 3,754075 Ringan JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 10 No 2 Agustus 2023 Nama Usia Kardi Bambang Imam Supardi Jamil Fahmi Aulia Dharma Supri Syahrial Sardi Ali Sasi Rata - Rata Tabel 5. menunjukkan bahwa jumlah energi yang dikeluarkan didapatkan hasil rata-rata pekerja yang melakukan aktivitas bongkar muat tandan buah segar kelapa sawit pada sore hari I . ebelum bekerj. sebesar 3,552116 Kkal/menit dengan level tindakan AuringanAy, dengan energi yang dikeluarkan terbanyak didapat pada Y Sore I (Kkal/meni. 2,887637 2,788151 3,502269 2,788151 2,990897 3,819386 3,689709 4,912256 3,754075 3,754075 3,441676 4,020977 3,552116 Tindakan Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan Ringan responden bernama Supri dengan jumlah 4,912256 Kkal/menit dengan level tindakan AuringanAy dan energi yang dikeluarkan terendah didapat pada responden yang bernama Bambang dan Supardi dengan jumlah 2,788151 Kkal/menit dengan level tindakan AuringanAy. Tabel 6. Hasil Rekapitulasi Energi yang Dikeluarkan (Y) Nama Usia Y Sore II Tindakan (Kkal/meni. Sumawardi 8,175335 Berat Marno 6,503909 Sedang Kardi 6,601297 Sedang Bambang 10,08829 Sangat Berat Imam 7,953198 Berat Supardi 6,503909 Sedang Jamil 8,747187 Berat Fahmi 9,961652 Berat Aulia Dharma 7,000284 Sedang 10 Supri 11,40653 Sangat Berat 11 M. Syahrial 10,34439 Sangat Berat 12 Sardi 8,63093 Berat 13 Ali 9,342626 Berat 14 Sasi 10,60426 Sangat Berat Rata - Rata 8,70456 Berat Tabel 6. menunjukkan bahwa jumlah energi yang dikeluarkan didapatkan hasil rata-rata pekerja yang melakukan aktivitas bongkar muat tandan buah segar kelapa sawit pada sore hari II . esudah bekerj. sebesar 8,70546 Kkal/menit dengan level tindakan AuberatAy, dengan energi yang dikeluarkan terbanyak didapat pada responden bernama Supri dengan jumlah 11,40653 Kkal/menit dengan level tindakan Ausangat beratAy dan energi yang dikeluarkan terendah didapat pada responden yang bernama Supardi dan Marno 6,503909 Kkal/menit dengan level tindakan AusedangAy. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Website: http://jurnal. id/index. php/jisi P-ISSN: 2355-2085 E-ISSN: 2550-083X Pengolahan data selanjutnya adalah menganilisis keluhan pekerja dengan Pekerja lama diagram fishbone yang dapat dilihat pada Gambar Pekerja tidak Disiplin Tidak ada Prosedur Kerja Pekerja kurang hati-hati Postur Janggal Sistem Kerja yang Kurang Ergonomi Alat tidak Ergonomis Lokasi pekerjaan Tidak memiliki atap Gambar 3. Diagram Fishbone Sebab Akibat Setelah dilakukan identifikasi faktorfaktor yang menyebabkan beban kerja pada pekerja yang melakukan aktivitas bongkar muat TBS melalui fishbone Tahap memberikan usulan perbaikan sistem kerja dari factor-faktor tersebut. Faktorfaktor yang mempengaruhi pekerja berupa, manusia, metode, lingkungan, dan Perbaikan yang dilakukan pada tahap ini yaitu, faktor : Manusia Pekerja merasa jenuh menunggu Masalah : Gliran kerja yang tidak Solusi : Memperbaiki alur waktu bekerja yang dilihat dari jalur masuknya truk pengangkut TBS Metode Tenaga kerja dianggap kurang berhatihati saat melakukan pekerjaan dan tidak adanya Standard Operation Procedure (SOP) dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai Masalah : Tidak adanya prosedur yang sesuai mengenai pekerjaan tersebut serta SOP dan APD yang digunakan sehingga dapat menyebabkan kecelakaan kerja Solusi : Pemberian himbauan dan instruksi secara lisan dan tertulis serta panduan melakukan pekerjaan tersebut dan penggunaan APD sesuai dengan aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerj. dan melakukan pengawasan terhadap pekerja selama pekerjaan Lingkungan Masalah : Tempat kerja panas Solusi : Pemberian penutup/atap diarea stasiun penerimaan buah. Peralatan Masalah : Alat pemindah buah sawit yang digunakan tidak sesuai dengan postur tubuh. Solusi : Alat pemindah sawit yang digunakan disesuaikan panjangnya dengan postur tubuh pekerja. Pengolahan data selanjutnya, yaitu memberikan usulan Standard Operation Procedure (SOP) stasiun penerimaan buah yang dapat dilihat pada Gambar 4. JISI: JURNAL INTEGRASI SISTEM INDUSTRI Volume 10 No 2 Agustus 2023 Gambar 4. Usulan Standard Operation Procedure (SOP) Stasiun Penerimaan Buah KESIMPULAN Tingkat risiko kerja pada pekerja bongkar muat TBS di PKS Tanjung Seumantoh dilihat dari rata-rata persentase cardiovascular load dan jumlah energi yang dikeluarkan pekerja, pada persentase cardiovascular load pada pagi hari terdapat 8 orang yang berada pada level Audiperlukan perbaikanAy dan 6 orang berada pada level Aukerja dalam waktu singkatAy sedangkan pada sore hari terdapat 5 orang berada pada level Audiperlukan perbaikanAy, 6 orang berada pada level Aukerja dalam waktu singkatAy dan 3 orang berada pada level Audiperlukan tindakan segeraAy. Energi yang dikeluarkan pekerja disaat selesai bekerja di pagi hari terdapat 5 orang pada level AusedangAy, 8 orang pada level AuberatAy dan 1 orang pada level Ausangat beratAy, sedangkan pada sore hari terdapat 4 orang dengan level AusedangAy, 6 orang pada level Ausangat beratAy dan 4 orang dengan level Ausangat beratAy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, risiko kerja setelah melakukan pekerjaan bongkar muat TBS berada di level Berat sehingga memerlukan Tindakan Perbaikan. Usulan perbaikan sistem kerja para pekerja bongkar muat tandan buah segar (TBS) berdasarkan 4 aspek yaitu manusia, metode, lingkungan serta peralatan berupa memberikan alur waktu bekerja, pemberian himbauan dan instruksi serta panduan SOP dan APD yang harus digunakan, memberikan penutup atau atap di tempat pekerjaan berlangsung dan penggunaan alat pemindah buah sawit yang disesuaikan dengan postur tubuh pekerja. DAFTAR PUSTAKA