Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 Aplikasi kalsium karbonat (CaCo. pada interval waktu berbeda terhadap pertumbuhan lobster air tawar (Cherax quadricarinatu. Application of calcium carbonate (CaCo. at different time intervals on the growth of freshwater lobster (Cherax quadricarinatu. YP Hastuti1. W Nurussalam1*. N Hutomo1. E Supriyono1. D Lesmana2 Departemen Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB University. Jalan Raya Dramaga Kampus IPB, 16680. Jawa Barat. Indonesia Program Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian. Universitas Djuanda. Jl Tol Ciawi No. Ciawi. Bogor, 16720. Jawa Barat. Indonesia *email: wildan0501@apps. Abstrak Salah satu komoditas krustasea yang mulai dikembangkan melalui budidaya adalah lobster air tawar. Selain memiliki nilai gizi yang tinggi, lobster air tawar secara bisnis juga memiliki nilai jual atau harga yang stabil sepanjang tahun. Lobster air tawar salah satu komoditas krustasea yang tidak mudah stress dan tidak mudah terserang penyakit. Ketersediaan kalsium sangat penting untuk pertumbuhan lobster terutama bagian pembentukan cangkangnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penambahan kalsium karbonat dengan interval waktu berbeda dengan penambahan kapur CaCO3 150 mg/L. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2020 di Laboratorium Lingkungan Akuakultur. Institut Pertanian Bogor. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan K . K-, interval waktu penambahan CaCO3 lima hari sekali, sepuluh hari sekali dan 15 hari sekali. Akuarium yang digunakan berukuran 100 x 50 x 51 cm dengan tinggi air 21 cm. Lobster yang digunakan memiliki panjang 1,8 Hasil Penelitian setelah diuji secara statistik menunjukkan pada akuarium A1 . enambahan CaCO3 setiap 5 har. mengalami kenaikan panjang 0. 67 cm dan bobot 0. 67 g. B1 . enambahan CaCO3 setiap 10 har. mengalami kenaikan panjang 0. 87 cm dan bobot 0. 78 g. Cl . enambahan CaCO3 setiap 15 har. mengalami kenaikan panjang 0. 97 cm dan bobot 0. 98 gr. K 1 mengalami kenaikan panjang 1. 05 cm dan bobot 1. 06 g. K1 mengalami kenaikan panjang 0. 46 cm dan bobot 0. 45 g. Kata kunci: CaCO3. Cherax quadricarinatus, kalsium, moulting, pertumbuhan Abstract Freshwater lobsters are one of the crustacean commodities that have started to be developed through Besides having high nutritional value, freshwater lobsters have a stable sales value or price throughout the year. Freshwater lobster is a crustacean commodity that is not easily stressed or easily attacked by disease. The availability of calcium is essential for lobster growth, especially the formation of its shell. This research aims to determine the effectiveness of adding calcium carbonate at different time intervals by adding 150 mg/L CaCO3 lime. The study was conducted from June to July 2020 at the Aquaculture Environmental Laboratory. Bogor Agricultural Institute. The research used a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and three replications. The treatment used was K and K-, and the time interval for adding CaCO3 was once every five days, once every ten days, and once every 15 days. The aquarium measures 100 x 50 x 51 cm with a water height of 21 cm. The lobster used measures 1. 5 cm. The research results after statistical testing showed that aquarium A1 . ddition of CaCO3 every five day. experienced an increase in length of 0. 67 cm. Weight of 0. 67 g. B1 . ddition of CaCO3 every ten day. experienced an increase in length of 0. 87 cm and weight of 0. 78 g. C1 . ddition of CaCO3 every 15 day. experienced an increase in length of 0. 97 cm and weight 98 g. K 1 experienced an increase in length of 1. 05 cm and weight of 1. 06 gr. K-1 experienced an increase in length of 0. 46 cm and weight of 0. 45 g. Keywords: CaCO3, calcium. Cherax quadricarinatus, growth, moulting Hastuti. Nurussalam. Hutomo. Supriyono. , & Lesmana. Aplikasi kalsium karbonat (CaCo. pada interval waktu berbeda terhadap pertumbuhan lobster air tawar (Cherax quadricarinatu. Jurnal Mina Sains, 10. : 1-10. 2 Hastuti et al. Pendahuluan Lobster air tawar Cherax quadricarinatus merupakan salah satu komoditas krustasea air tawar dengan bentuk tubuh unik. Lobster ini memiliki warna tubuh yang khas yaitu capit yang berwarna merah. Lobster tawar memiliki kelebihan yaitu tidak mudah stres dan sulit terserang penyakit. (Ernawati & Chrisbiyantoro Saat ini permintaan lobster air tawar C. quadricarinatus meningkat pesat. Lobster air tawar bisa dibudidayakan dan kandungan gizi tinggi, struktur daging gurih dan . Selain itu lobster air tawar juga memiliki pertumbuhan yang cepat serta tahan terhadap penyakit. Permintaan pasar lobster air tawar yang meningkat bahkan sampai luar Kebutuhan pasar Eropa dan Asia Tenggara mencapai 1589 ton pada tahun 2004 Bahkan permintaan lobster ini di Korea dapat mencapai 500 kg per bulan dan Malaysia mencapai 1000 kg per bulan (Hermawati, 2. Pemeliharaan lobster tawar minimal dilakukan selama empat bulan untuk mencapai ukuran konsumsi. Sistem pembenihan lobster capit merah dapat dilakukan secara in-door atau out-door. Investasi yang relatif kecil dapat dilakukan dengan sistem in-door sedangkan sistem out-door dapat dilakukan pada wilayah yang memiliki kualitas air yang baik (Junaidi Pemberian pakan yang cukup, kualitas air yang baik, serta kebutuhan oksigen dan faktor lainnya terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang cepat (Syaharuddin Pemeliharaan lobster air tawar perlu memperhatikan kualitas air yang digunakan. Kualitas air masa pemeliharaan dapat mempengaruhi terhadap pertumbuhan lobster air tawar C. Suhu yang tepat dalam pemeliharaan untuk C. yaitu berkisar 24-31AC, derajat keasaman . H) berkisar 6-8, kandungan amoniak maksimal 1. ppm serta tingkat kekeruhan pada angka 30-40 cm (Tumembouw, 2. Lobster air tawar saat ini sudah bisa dilakukan teknik pembenihan dan Pembenihan lobster air tawar telah dikembangkan di Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Tatelu Sulawesi Utara (Lengka et al. CaCo3 terhadap pertumbuhan C. PT. Santosa Farm di Sumatera Utara sudah memproduksi secara besar-besaran modengan model tambak (Hermawati 2. Selain kedua wilayah tersebut di wilayah Sukabumi juga telah memproduksi lobster air Lobster air tawar sama halnya dengan krustasea lain, pada masa pertumbuhannya Semakin banyaknya dan frekuensi lobster melakukan moulting maka pertumbuhannya semakin baik. Lobster yang mengkonsumsi mineral berlebih akan menyimpannya dalam jaringan tubuh membuat lobster tumbuh lebih baik (Arsono et Salah satu jenis mineral yang dapat diambil dari lingkungan dan diperlukan untuk proses moulting adalah kalsium (C. Menurut Datta . , mikro nutrien kalsium berperan utama atas pembentukan tulang, pembentukan jaringan lunak, proses regulasi, dan menjaga keseimbangan asam-basa Kalsium memiliki peran dalam perairan untuk pengerasan kulit lobster. Pertumbuhan lobster dapat berlangsung secara optimal, apabila kalsium yang masuk ke tubuhnya memenuhi konsentrasi yang dibutuhkan. Kalsium yang terdapat di hemolim hanya memenuhi 10% dari kebutuhan kalsium tubuh, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan kalsium sepenuhnya (Maidun 2. Kalsium dibutuhkan oleh ikan untuk pembentukan tulang dan jaringan tubuh yang umumnya diberikan melalui penambahan kapur pada meda (Hastuti et al. Penelitian Arsono et al. menggunakan kalsium karbonat dalam memelihara lobster air tawar, akan tetapi pertumbuhannya tidak berbeda nyata dan salah satu penyebabnya yaitu karena ketersediaan kalsium yang kecil. Oleh sebab itu, diperlukan uji optimasi penambahan kalsium berbeda dengan interval waktu berbeda terhadap pertumbuhan C. Metode pemeliharaan dengan interval waktu berbeda dapat diaplikasikan pada sistem resirkulasi. Selain pengelolaan air lebih akan lebih baik, aplikasi penambahan kalsium ini diharapkan dapat menambah input mineral untuk biota. Sistem resirkulasi memiliki kelebihan tidak Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 perlu melakukan pergantian air, tetapi memiliki kekurangan yaitu berkurangnya kandungan ion yang berada di perairan yang disebabkan oleh organisme yang menyerap ion di perairan untuk pertumbuhan mereka (Nurussalam et al. Penambahan mineral dengan interval waktu berbeda dapat meningkatkan ion di perairan sehingga kadar ion menjadi stabil dan pertumbuhan organisme perairan tidak Tujuan penelitian adalah mengukur kinerja produksi lobster air tawar setelah diberi kalsium karbonat dengan interval waktu yang Metode Persiapan wadah Wadah yang digunakan yaitu akuarium dengan dimensi 100 x 50 x 51 cm3 sebanyak 15 buah dengan ketinggian air masing-masing 21 Air yang digunakan yaitu air yang berasal dari sekitar lokasi peneitian. Akuarium yang sudah dicuci didiamkan selama satu hari dan dibiarkan selama 24 jam. Suplai oksigen berasal dari aerasi yang ditempatkan di satu titik tiap Shelter lobster dibuat menggunakan dua pipa U yang digabung menjadi satu dan 10 shelter setiap akuarium. Penebaran biota uji Biota uji yang digunakan yaitu benih lobster air tawar berumur 3 minggu dengan panjang A1. 8 cm dan berat A 0. 16 gram yang diperoleh dari daerah Tanggerang. Lobster ditebar sebanyak sepuluh ekor setiap akuarium. Jumlah losbster yang ditebar adalah 10 ekor/akuarium. Penelitian dilakukan selama 30 Pakan yang digunakan yaitu pakan alami berupa cacing sutra. Pemberian pakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari pada pagi pukul 08. WIB dan sore pukul 17. 00 WIB dengan metode sekenyangnya . d satiatio. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan setiap perlakuan menggunakan tiga Perlakuan dan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 1. Tabel 1 Perlakuan dan rancangan yang digunakan dalam penelitian Kontrol : Penggunaan CaCO3 150 mg/L pada hari pertama saja Kontrol : Tanpa penambahan CaCO3 Perlakuan A : Penambahan CaCO3 150 mg/L selang 5 hari Perlakuan B : Penambahan CaCO3 150 mg/L selang 10 hari Perlakuan C : Penambahan CaCO3 150 mg/L selang 15 hari Lobster dipelihara terlebih dahulu selama dua minggu untuk diadaptasikan terhadap lingkungan dan pakan. Lobster yang sudah diadaptasikan kemudian diberi perlakuan. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Sebelum dipelihara pada wadah perlakuan lobster ditimbang terlebih dahulu panjang dan bobot awalnya. Pengambilan data Pengukuran panjang dan berat lobster dilakukan setiap sepuluh hari sekali. diukur dengan penggaris, dan beratnya diukur dengan timbangan digital. Sampling dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan lobster. Pengukuran parameter kualitas air dilakukan setiap hari. Sampel air yang diuji yaitu suhu, pH, oksigen terlarut. Parameter produksi yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup dan perubahan bobot harian. Analisis kualitas air Kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, dan Dissolved oxygen (DO). Kualitas air diukur dengan menggunakan alat digital dan diukur secara rutin pada pagi, siang sore hari selama pemeliharaan. Analisis data Analisis data menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel 2013 dan studi Rangkaian analisis data dan pembahasan dilakukan secara kuantitatif dan CaCo3 terhadap pertumbuhan C. 4 Hastuti et al. Hasil dan pembahasan Pertumbuhan Panjang Pertumbuhan panjang . Pertumbuhan Panjang pada perlakuan tanpa kapur . ontrol -) pada awal pemeliharaan 61A0. 08 cm dan pada akhir pemeliharaan 24A0. 34 cm. Perlakuan pemberian CaCo3 hanya pada hari 0 . ontrol ) pada awal pemeliharaan adalah 2. 61A0. 08 cm dan pada akhir penelitian 3. 50A0. 06 cm. Pertumbuhan panjang perlakuan selang 5 hari (A) pada awal 61A0. 08 cm dan pada akhir 3. 29A0. 09 cm, perlakuan selang 10 hari (B) pada awal 61A0. 08 cm dan pada akhir 3. 41A0. 04 cm, perlakuan selang 15 hari (C) pada awal 61A0. 08 cm dan pada akhir 45A0. 11 cm. Pertambahan berdasarkan perlakuan dan interval waktu disajikan Gambar 1. 4,00 3,50 3,00 2,50 2,00 1,50 1,00 0,50 0,00 5 hari 10 hari 15 hari Tanpa Hanya di kapur hari 0 Interval waktu aplikasi CaCO3 Gambar 1 Pertumbuhan panjang lobster air tawar C. A . hari sekal. B . hari sekal. C . hari sekal. D . anpa kapu. , dan E . anya di hari . Hasil dari penelitian menunjukkan perbedaan pertumbuhan panjang antara yang diberi kapur dengan tidak diberi kapur, kalsium meningkat pada sepuluh hari pertama, hal ini dipengaruhi konsentrasi kapur yang semakin tinggi menghasilkan ketersediaan kalsium. Proses pertumbuhan lobster dibutuhkan mineral kalsium yang dapat mencukupi dari makanan dan lingkungan. Kalsium dapat mempengaruhi pertumbuhan, menurut Syahril et al. Kalsium membantu dalam pembentukan tulang, gigi, kulit, sisik, dan otot, memelihara ketegaran tubuh, dan berfungsi sebagai "intracellular regulator" . embantu mengatur aktivitas otot jantung, otot rangka, dan jaringan lainny. , mengentalkan darah, dan membantu penyerapan vitamin B12 dan menjaga keseimbangan osmotik di lingkungan. Pertumbuhan bobot Pertumbuhan bobot perlakuan 5 hari pada 37A0. 02 gram dan pada akhir 1. 08A0. gram, perlakuan 10 hari pada awal 0. 37A0. gram dan pada akhir 1. 17A0. 05 gram, perlakuan 15 hari pada awal 0. 37A0. 02 gram dan pada 26A0. 14 gram, perlakuan tanpa kapur pada awal 0. 37A0. 02 gram dan pada akhir 05A0. 31 gram, serta perlakuan hanya di hari 0 pada awal 0. 37A0. 02 gram dan pada akhir 27A0. 12 gram (Gambar . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pertumbuhan bobot antara yang diberi kapur dengan tidak diberi kapur, kalsium meningkat pada sepuluh hari pertama, hal ini juga dipengaruhi konsentrasi kapur yang semakin tinggi menghasilkan ketersediaan kalsium. Peningkatan panjang atau berat dalam kurun waktu tertentu menandakan proses pertumbuhan (Santi et al. Oleh karena itu, peningkatan panjang lobster selalu diikuti oleh peningkatan beratnya. Menurut Hastuti et al. , pertumbuhan adalah pertumbuhan dalam panjang atau bobot. Faktor internal, seperti daya tahan terhadap penyakit dan genetik, dan faktor eksternal, seperti lingkungan tempat hidup dan makanan, juga mempengaruhi pertumbuhan. Kalsium adalah mineral esensial bagi krustase untuk proses osmoregulasi tubuh, pembentukan tulang, dan pembentukan kerangka luar pada krustasea, kekurangan kalsium dapat menyebabkan gastrolisasi sehingga moulting tidak sempurna (Suprihadi et al. Dengan menambah kapur, dapat memenuhi kebutuhan kalsium. Proses pengerasan kulit memerlukan kalsium dengan jumlah yang cukup tinggi. Semakin banyak kalsium yang diserap semakin cepat proses pengerasan kulit. Kebutuhan kalsium tidak dapat dipenuhi dari dalam tubuhnya yang tersimpan di dalam hemolimf. 1,60 1,40 1,20 1,00 0,80 0,60 0,40 0,20 0,00 5 hari 10 hari 15 hari Tanpa Hanya kapur di hari 0 Laju Pertumbuhan Spesifik (%/Har. Pertumbuahn Bobot Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 15,00 10,00 5,00 0,00 Interval waktu aplikasi CaCO3 5 hari 10 hari 15 hari Tanpa Hanya kapur di hari Interval waktu aplikasi CaCO3 Laju Pertumbuhan Spesifik (Survival Growth Rat. Laju pertumbuhan spesifik perlakuan 5 77A0. 28%/hari, perlakuan 10 hari 60A0. 40%/hari, 31A1. 47%/hari, perlakuan tanpa kapur 21A2. 51%/hari, dan perlakuan hanya di hari ke-0 yaitu 12. 40A1. 34 %/hari (Gambar . Pada penelitian laju pertumbuhan dan laju pertumbuhan spesifik dalam 10 hari menunjukkan perbedaan yang signifikan antara perlakuan selang 15 hari dan penambahan kapur hanya hari 0 yang diberi kapur dan tanpa penambahan kapur tidak diberi kapur. Hasil penelitian pada perlakuan selang 15 hari dan penambahan kapur hanya hari 0 memiliki laju pertumbuhan dengan nilai terbaik 0,09 gram, sedangkan perlakuan tanpa penambahan kapur tidak diberi kapur hanya 0,07 gram. Menurut penelitian Heriadi et al. Semakin rendah dosis kalsium karbonat, semakin sedikit lobster yang moulting. Ketersediaan kalsium yang memadai akan mempercepat molting dan Nafsu makan lobster akan meningkat setelah moulting untuk memenuhi nafsu makan yang menurun sebelum molting, sehingga pertumbuhannya akan meningkat. Tetapi jika keberadaan kalsium kurang maka pembentukan kulit yang baru akan lebih lama sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan. Pada perlakuan selang 5 hari yang diberi kapur setiap 5 hari sekali pertumbuhannya lebih rendah dibanding perlakuan selang 10 hari, selang 15 hari, dan perlakuan yang diberi kapur pada hari 0 saja. Gambar 3 Laju pertumbuhan spesifik lobster air tawar C. A . hari sekal. B . hari sekal. C . hari sekal. D . anpa kapu. , dan E . anya di hari . Laju Pertumbuhan Harian (Growth Rat. Laju pertumbuhan harian perlakuan 5 hari 07A0. 00 gram/hari, perlakuan 10 hari 08A0. 00 gram/hari, perlakuan 15 hari 09A0. 02 gram/hari, perlakuan tanpa kapur 07A0. 03 gram/hari, dan perlakuan hanya di hari 0 yaitu 0. 09A0. 01 gram/hari (Gambar . Nasir & Khalil . mengemukakan Pertambahan atau perubahan ukuran dalam suatu waktu tertentu, baik dalam bobot maupun panjang, disebut pertumbuhan. Kadar kalsium yang rendah dapat menghambat pembentukan cangkang, sedangkan kadar kalsium yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan crustacea (Zufadhillah et al. Kondisi tubuh yang hiperionik atau hipoionik dapat menyulitkan keseimbangan ion kalsium tubuh dengan lingkungan, yang menghasilkan peningkatan moulting, yang menghambat pertumbuhan. Laju Pertumbuhan . ram/har. Gambar 2 Pertumbuhan bobot lobster air tawar A . hari sekal. B . hari sekal. C . hari sekal. D . anpa kapu. , dan E . anya di hari . 0,12 0,10 0,08 0,06 0,04 0,02 0,00 5 hari 10 hari 15 hari Tanpa Hanya kapur di hari 0 Interval waktu aplikasi CaCO3 Gambar 4 Laju pertumbuhan lobster air tawar C. Quadricarinatus. A . hari sekal. B . hari CaCo3 terhadap pertumbuhan C. C . hari sekal. D . anpa kapu. , dan E . anya di hari . Kelangsungan Hidup (Survival Rat. hari sekal. C . hari sekal. D . anpa kapu. , dan E . anya di hari . Kelangsungan hidup (SR) suatu populasi ikan merupakan nilai persentase jumlah ikan dalam suatu wadah selama waktu pemeliharaan Kelangsungan hidup perlakuan 5 hari 00A0. 00A0. 00A0. 00A0. 00%, dan perlakuan hanya di hari 0 00A0. 00% (Gambar . Kelangsungan hidup dari hasil penelitian menunjukkan keberhasilan dalam suatu proses produksi. Peningkatan padat penebaran berpengaruh nyata . <0. terhadap nilai kelangsungan hidup. Kelangsungan hidup pada penilitian pemberian kapur meningkatkan kalsium dan ketahanan hidup lobster air tawar dengan nilai rata-rata kelangsungan hidup perlakuan selang 5 hari 00A0. 00%, perlakuan selang 10 hari 00A0. 00%, perlakuan selang 15 hari 00A0. 00%, perlakuan tanpa penambahan 00A0. penambahan kapur hanya hari 0 yaitu 00A0. 00 %. Syazili . mengatakan kelangsungan hidup ikan dipengaruhi faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik yaitu umur, kepadatan, parasit dan kemampuan adaptasi, sedangkan faktor abiotik ketersediaan pakan dan kualitas media hidup. Kualitas media yang baik dengan berlimpahnya kapur pada media pelihara dapat menpercepat proses moulting sehingga kemungkinan terjadinya cannibal Kualitas air Kelangsungan hidup (%) 6 Hastuti et al. 120,00 100,00 80,00 60,00 40,00 20,00 0,00 5 hari 10 hari 15 hari Tanpa Hanya kapur di hari 0 Interval waktu aplikasi CaCO3 Gambar 5 Kelangsungan hidup laju lobster air tawar C. A . hari sekal. B Nilai pH pada perlakuan A. B dan C dengan penambahan CaCO3 150 mg/L pada 5, 10, dan 15 hari berkisar antara 8. 1 dengan 2AC. Nilai DO tertinggi pada perlakuan C . hari sekal. dengan nilai 6. mg/L. Sedangkan pada perlakuan D pH berkisar 1 dengan suhu 26. 1 dan nilai oksigen terlarut 6. 3- 7. 7 mg/L. Pada perlakuan E nilai pH 8. 1 dengan suhu 26. 0AC dan nilai DO adalah 6. 0 mg/L. Tabel 2 Hasil pengukuran parameter kualitas air selama penelitian. Perlakuan Suhu (AC) DO . g/L) 8,0 - 8,1 26,7 - 27,0 5,9 - 6,6 8,0 - 8,1 26,5 - 26,9 6,2 - 7,1 8,0 - 8,1 26,7 - 27,2 6,4 - 8,0 7,9 - 8,1 26,6 - 27,1 6,3 - 7,7 26,6 - 27,0 6,2 - 7,0 Optimal 7Ae8 CortesJacinto et al. 24 - 30 4,7 Ae 5,6 Hadijah Lengka et al. Referensi