P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Representasi Kepemimpinan Emergen: Perilaku dan Strategi Tokoh Thomas dalam Film Maze Runner . Linda Octavia Trisukma Ayu, 2Diva Arlinda Dwi Ariyani 3Erindah Dimisqiyani. Amaliyah, 5Gagas Gayuh Aji, 6Rizqy Amalia Sinulingga Manajemen Perkantoran Digital. Fakultas Vokasi. Universitas Airlangga. Surabaya. Indonesia Corresponding author : amaliyah@vokasi. E-mail: linda. trisukma-2023@vokasi. ABSTRAK Kepemimpinan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas organisasi selama krisis penuh ketidakpastian, di mana pemimpin emergen sering muncul melalui pengakuan sosial daripada otoritas formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kepemimpinan emergen tokoh Thomas dalam film Maze Runner . , dengan fokus pada legitimasi melalui tindakan nyata, prinsip adaptif, kecerdasan emosional, dan pengelolaan konflik di situasi krisis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melalui observasi berulang terhadap enam adegan kunci film dan studi pustaka literatur relevan. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan emergen Thomas terwujud dalam keberanian, pengambilan inisiatif penyelamatan, pengakuan dari kelompok, pengendalian emosi tim, strategi adaptif, serta kepemimpinan pelarian dari Maze. Legitimasi ini didasarkan pada kontribusi nyata terhadap keselamatan dan solidaritas tim. Temuan ini memperkuat teori kepemimpinan emergen dengan penekanan pada kecerdasan emosional dalam Penelitian ini memberikan relevansi praktis bagi pengembangan kepemimpinan partisipatif yang selaras dengan Tujuan 16 SDGs, khususnya keadilan, perdamaian, dan institusi tangguh. Kata Kunci: Kepemimpinan Emergen. Kepemimpinan Adaptif. Krisis. Maze Runner. Kecerdasan Emosional. SDGs. ABSTRACT Leadership plays a crucial role in maintaining organizational stability during crises filled with uncertainty, where emergent leaders often arise through social recognition rather than formal This study aims to analyze the representation of emergent leadership by the character Thomas in the film Maze Runner . , focusing on legitimacy through concrete actions, adaptive principles, emotional intelligence, and conflict management in crisis situations. A qualitative descriptive method was employed, involving repeated observations of six key scenes from the film and a literature review of relevant sources. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Thomas's emergent leadership manifests in courage, rescue initiatives, group recognition, team emotional control, adaptive strategies, and leading the escape from the Maze. This legitimacy is based on tangible contributions to team safety and solidarity. These elements reinforce emergent leadership theories with an emphasis on emotional intelligence in crises. This research provides practical relevance for developing participatory leadership aligned with SDG Goal 16, particularly peace, justice, and resilient institutions. Keywords: Emergent Leadership. Adaptive Leadership. Crisis. Maze Runner. Emotional Intelligence. SDGs. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENDAHULUAN Kepemimpinan memainkan peran sangat penting dalam menjaga eksistensi dan stabilitas organisasi, terutama saat Di mana setiap keputusan kelompok secara keseluruhan. Efektivitas seorang pemimpin tidak semata berasal dari otoritas formal, melainkan dari kemampuan untuk memengaruhi dan mengarahkan tim menuju visi yang sama (Northouse, 2. Pemimpin sejati adalah sosok yang melalui tindakan, keyakinan, dan komunikasinya bisa semangat dalam kelompok (Salas-Vallina et al. , 2. Hal ini menunjukkan tidak hanya melalui perintah, tetapi juga melalui contoh yang menginspirasi perilaku positif di antara anggota tim. Dalam kondisi krisis yang penuh ketidakpastian, pemimpin juga perlu keputusan strategis dan tanggap terhadap perubahan, sambil menjaga semangat dan produktivitas tim tetap terjaga di tengah tekanan besar. Fenomena ini terlihat pada penelitian yang menunjukkan bahwa manajer dengan kepribadian adaptif yang memiliki self-efficacy dan motivasi tinggi organisasi tetap stabil dalam masa krisis (Bajaba et al. , 2. Oleh karena itu, pemahaman mengenai berbagai bentuk kepemimpinan, khususnya yang muncul dalam kondisi darurat, menjadi sangat penting untuk dipelajari dan dipraktikkan di berbagai bidang kehidupan. Kemajuan teknologi, perubahan sosial cepat, dan arus informasi yang deras menuntut pemimpin untuk tidak hanya visioner, tapi juga responsif. Dalam era digital, kepemimpinan adaptif yang mampu meredam kepanikan, menjaga komunikasi efektif, dan mempertahankan fokus tim menjadi sangat krusial (Uhl-Bien, 2. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Dalam kemampuan ini semakin krusial karena pemimpin harus mampu mengelola informasi yang tidak stabil, meredam kepanikan, dan menjaga kesejahteraan psikologis tim tetap terjaga di tengah tekanan berat. Studi terkini menunjukkan bahwa adaptive leaders dengan empati dan visi jangka panjang mampu mempertahankan motivasi dan kohesi tim selama masa krisis (Sott & Bender, 2. Krisis tidak selalu mengikuti pola yang sudah ada, terkadang hal baru muncul tanpa panduan baku. Dalam konteks tersebut muncul fenomena kepemimpinan emergen, yaitu pemimpin yang muncul secara organik di dalam kelompok tanpa jabatan formal. Individu yang berani bertindak, memiliki visi, dan peduli terhadap kesejahteraan tim seringkali memperoleh legitimasi dari anggota kelompok (Zaccaro et al. , 2. Kepemimpinan menggarisbawahi bahwa kepercayaan sosial bisa melebihi struktur formal dalam Fenomena menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu berakar tetapi pada jabatan formal, kemampuan adaptasi, dan ketangguhan dalam merespons situasi mendesak (Houghton et al. , 2. Kepemimpinan umumnya muncul saat kelompok dihadapkan pada krisis. Figur yang menstabilkan emosi kelompok biasanya dipilih sebagai pemimpin emergen (Bajaba et al. , 2. Individu dengan kecerdasan emosional dan keterikatan terhadap kelompok juga akan lebih mudah memengaruhi motivasi dan kinerja tim (Syzbilir, 2. Kemampuan mental dan emosional adalah hal yang tangguh untuk kepemimpinan emergen di tengah tekanan (Salas-Vallina et al. , 2. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Film sebagai media visual dan kepemimpinan dalam bentuk yang kaya secara kontekstual. Karakter dalam film seringkali menggambarkan dinamika sosial, konflik, dan dilema moral, sehingga dapat menjadi bahan kajian relevan (Toni, 2. Seperti film Maze Runner . memperlihatkan kelompok remaja (Glader. dalam situasi ekstrem, terkurung di Glade yang dikelilingi labirin atau disebut Maze yang berbahaya karena terdapat makhluk bernama Griever yang mengancam nyawa para Gladers. tengah tekanan itu. Thomas muncul sebagai pemimpin emergen yang mampu menggerakkan kelompoknya. Thomas kepemimpinan lewat 4 . momen, yaitu inisiatif menyelamatkan teman sesama Glade, pengakuan dari kelompok terhadap peran kepemimpinannya, dan memimpin pelarian dari Maze. Momenmomen terbentuk melalui tindakan konkret, bukan melalui otoritas formal. Penelitian Ghofur et al. pada film Menolak Diam menegaskan bahwa konflik internal dan pengakuan sosial tokoh film sering kepemimpinan dalam naratif sebuah film. Representasi Thomas juga relevan jika dikaitkan dengan tujuan pembangunan global, khususnya Sustainable Development Goals (SDG. Tokoh Thomas mencerminkan kepemimpinan inklusif memelihara empati, dan mendorong Nilai-nilai ini selaras dengan tujuan 16 SDGs, yaitu perdamaian, keadilan, dan kelembagaan kuat. Sebuah studi dalam konteks organisasi di Indonesia juga menunjukkan bahwa kepemimpinan berkelanjutan . ustainable leadershi. berdampak positif terhadap kinerja organisasi (Wijaya et al. , 2. Meskipun kajian kepemimpinan emergen telah cukup luas, beberapa representasinya lewat film masih sangatlah terbatas. Sebagian besar literatur menyoroti organisasi formal atau figur dalam dunia nyata, bukan karakter dalam bentuk fiksi. Padahal, film bisa kepemimpinan melalui visual, narasi, dan emosi yang tidak mudah ditangkap lewat observasi lapangan. Studi Zalsabila et al. tentang representasi pemimpin perempuan dalam film The Post menjadi contoh bahwa film dapat dijadikan medium kritik dan refleksi sosial. Berdasarkan penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji secara mendalam perilaku dan strategi kepemimpinan emergen yang ditunjukkan oleh tokoh Thomas dalam Maze Runner. Fokus penelitian diarahkan pada tantangan yang dihadapi kelompok Gladers serta implikasi kepemimpinan Thomas terhadap dinamika kelompok dalam situasi krisis (Houghton et al. Harapannya, penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur tentang kepemimpinan emergen, tetapi juga menghadirkan perspektif praktis yang bermanfaat bagi pemimpin di dunia nyata. Kajian ini diharapkan dapat memberi wawasan praktis tentang kepemimpinan adaptif, partisipatif, dan tangguh dalam menghadapi situasi penuh ketidakpastian. LANDASAN TEORI Manajemen Kepemimpinan Fungsi Kepemimpinan sangat berkaitan dengan fungsi manajemen, terutama dalam aspek leading. Fungsi ini meliputi memberi arahan, memotivasi, dan mengoordinasikan anggota tim untuk bekerja menuju tujuan bersama. Dalam penelitian Studi Deskriptif Fungsi Manajemen Leading oleh Christifano Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. , ditemukan bahwa direktur perusahaan perlu menerapkan prinsip kepemimpinan dalam manajemen leading agar mampu membangun kepercayaan, memotivasi karyawan, dan menjaga kolaborasi tim. Dalam konteks krisis, integrasi antara kepemimpinan dan fungsi leading menjadi krusial agar arah strategis tetap jelas dan kondisi emosional kelompok tetap stabil. Kepemimpinan merupakan proses memengaruhi orang lain untuk mencapai Efektivitas kepemimpinan tidak hanya bergantung pada otoritas formal, melainkan juga pada kemampuan pemimpin memberi arah, (Northouse, 2. Dalam konteks semakin dipandang sebagai fungsi dinamis yang menekankan kolaborasi, komunikasi terbuka, dan partisipasi anggota (Salas-Vallina et al. , 2. Oleh karena itu, kepemimpinan yang efektif menjadi elemen fundamental bagi keberlangsungan organisasi di tengah perubahan yang cepat. Kepemimpinan Emergen Kepemimpinan emergen merujuk pada legitimasi memimpin yang muncul secara alami dari individu dalam kelompok, tanpa dasar jabatan formal. Pengakuan ini biasanya diberikan kepada anggota yang berani mengambil inisiatif, menawarkan solusi strategis, dan menunjukkan kontribusi nyata dalam kondisi kritis (Zaccaro et al. , 2. Studi kontemporer menemukan bahwa individu dengan kepribadian adaptif dan selfefficacy tinggi lebih mudah diakui sebagai pemimpin emergen, terutama saat krisis (Bajaba et al. , 2. Fenomena ini menegaskan bahwa kepemimpinan dapat lahir dari kemampuan personal dan situasional, bukan hanya struktur Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Kepemimpinan Adaptif Kepemimpinan adaptif adalah kapasitas pemimpin untuk menyesuaikan strategi, perilaku, dan pendekatannya dengan situasi yang kompleks dan penuh Model ini menekankan pada fleksibilitas, keberanian mencoba solusi baru, serta kesediaan belajar dari pengalaman (Uhl-Bien, 2. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa pemimpin adaptif selama pandemi berhasil menjaga motivasi tim, mempertahankan kohesi, dan meredam kepanikan meskipun kondisi eksternal sangat tidak stabil (Sott & Bender, 2. Dengan demikian, kepemimpinan adaptif menjadi kunci untuk menghadapi tantangan global maupun lokal yang penuh disrupsi. Kecerdasan Emosional dalam Kepemimpinan Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali emosi diri, memahami emosi orang lain, serta mengelola respons emosional secara Dalam keterampilan ini penting untuk menjaga mengurangi konflik destruktif (SalamehAyanian et al. , 2. Pemimpin dengan kecerdasan emosional tinggi mampu membangun solidaritas tim, menciptakan iklim kerja positif, dan memotivasi anggota untuk tetap produktif dalam situasi penuh tekanan. Oleh karena itu, kecerdasan emosional dapat dianggap kepemimpinan adaptif maupun emergen. METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami representasi kepemimpinan emergen dalam film The Maze Runner . Pendekatan ini dipilih karena P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. cocok untuk menelaah makna dan interpretasi atas fenomena sosial yang muncul dalam narasi film (Chughtai et al. Objek penelitian adalah tokoh Thomas dalam Maze Runner yang dipilih karena secara eksplisit menampilkan dinamika kepemimpinan emergen dalam situasi krisis. Data primer penelitian ini berupa adegan-adegan Maze Runner yang relevan dengan kategori kepemimpinan emergen, adaptif, kecerdasan emosional, dan kepemimpinan krisis. Adegan dipilih melalui proses pemutaran berulang dan pencatatan aspek visual, dialog, serta ekspresi karakter. Sebagai data sekunder, peneliti memanfaatkan literatur akademik berupa artikel jurnal dan buku yang membahas teori kepemimpinan, teori adaptif, dan kecerdasan emosional sebagai basis pembanding teoritis (Bajaba et al. , 2. Teknik mengombinasikan dokumentasi film serta observasi visual terhadap adegan. Metode dokumentasi digunakan untuk mencatat konteks adegan, jalannya dialog, gerak tubuh, dan hubungan antar karakter. Pendekatan dokumentasi ini sejalan dengan panduan metode kualitatif yang menyebutkan bahwa dokumentasi dan studi dokumen adalah metode penting di penelitian kualitatif (Busetto et al. , 2. Analisis data mengikuti model interaktif Miles & Huberman yang bertahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam reduksi data, peneliti menyaring adegan dan dialog yang paling relevan dengan kerangka penelitian, menyederhanakan teks dan fitur visual menjadi kategori Pada fase penyajian data, hasil reduksi disusun dalam bentuk narasi deskriptif yang menghubungkan tematema yang muncul secara sistematis. Tahap kesimpulan yang dilakukan dengan menafsirkan temuan berdasarkan teori Penarikan pengumpulan data hingga akhir penelitian agar interpretasi lebih valid. Pendekatan sistematis dan triangulasi data dianggap penting oleh peneliti agar hasil dapat mencerminkan realitas yang makro dan (Chughtai et al. , 2. Dengan metodologi ini, penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang emergen direpresentasikan dalam film dan kepemimpinan di dunia nyata. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Inisiatif Awal Thomas dalam Menyelamatkan Anggota Gambar 1. Thomas menyelamatkan Alby di Maze (Menit 00:35:. Dialog Minho: AuKita harus pergi sekarang!!Ay Thomas: AuTidak, tidak! Sedikit lagi lalu kita ikat. Minho tetaplah bersamaku. Sedikit lagi hampir selesaiAy Minho: AuMaaf. Anak Baru. Ay Thomas: AuApa? Minho!Ay Dalam adegan ini Thomas berlari masuk ke dalam Maze saat dinding mulai menutup untuk menolong Alby yang Ia mengikat Alby dengan tanaman rambat agar tersembunyi dari Griever dan berusaha menahan makhluk Minho meninggalkannya karena waktu yang sempit. Thomas tetap bertahan sampai Griever terjepit dan mati saat dinding Maze menutup. Adegan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. ditutup dengan Thomas membawa Alby keluar dari Maze dalam kondisi masih Pengakuan Kelompok terhadap Tindakan Thomas Gambar 3. Thomas memimpin keluar dari Maze (Menit 01:28:. Gambar 2. Pertemuan di Glade setelah penyelamatan Alby (Menit 00:43:. Dialog Newt: AuMinho! Kau di sana bersamanya. Apa pendapatmu? Minho: AuMenurutku, sepanjang kita di Belum pernah ada yang membunuh Grievers. Saat aku kabur, dia tetap disana untuk menolong Alby. Aku tak tahu apakah dia berani atau bodoh. Tapi apapun itu kita butuh lebih banyak. Menurutku angkat dia jadi pelariAy Gally: AuPelari? Apa? Minho jangan cepat untuk memutuskanAy Chuck: AuThomas! Thomas! Thomas!Ay Setelah kejadian di Maze, anggota Glade mengadakan pertemuan untuk membahas tindakan Thomas. Minho menceritakan kronologi penyelamatan dan menyebut bahwa Thomas berhasil mengalahkan Griever, sementara Gally menyatakan keberatan terhadap tindakan Sejumlah anggota menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap Thomas, bahkan ada usulan untuk Pertemuan berakhir dengan suasana perdebatan antara pendukung dan penentang tindakan Thomas. 3 Memimpin Pelarian Keluar dari Maze Dialog Thomas: AuTempat kita bukan di sini, tempat ini bukan rumah kita, kita ditaruh di sini, kita terjebak di sini. Setidaknya, di labirin kita punya pilihan. Kita bisa keluar dari sini. Aku yakin itu. Gally, sudah Ikutlah dengan kami. Ay Gally: AuSemoga berhasil melawan Griever. Ay Thomas: AuSemuanya, lewat Cepatlah, kita hampir sampai!Ay Di adegan klimaks. Thomas berkumpul dengan kelompok dan meninggalkan Glade dan mencari jalan Ia bergerak di barisan depan saat kelompok menyusuri jalur menuju pintu keluar, sementara anggota lain mengisi posisi di belakang dan tengah. Kamera menyorot gerak kolektif kelompok yang mengikuti Thomas menuju lorong-lorong Adegan rombongan tiba di area yang mengarah ke fasilitas WCKD. Kepemimpinan Thomas dalam Menghadapi Serangan Griever saat Pelarian Gambar 4. Thomas menenangkan Gladers saat serangan Griever (Menit 01:30:. Dialog Chuck: AuItu Griever?Ay Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Thomas: AuYa. Ay Minho: Aubawa ini. Chuck. Tetap di belakang kami. Ay Theressa: AuTak apa. Tetaplah bersamaku. Ay Thomas: AuBegitu lewat, tabung itu akan aktif dan pintu akan terbuka. Tetap berdekatan, tetap bersama-sama kita akan Kita keluar sekarang atau mati Siap?Ay Semua tim: AuBaik. Ay Saat sekelompok Griever menyerang dan kepanikan mulai muncul di antara Gladers. Thomas memberi instruksi singkat agar semua tetap berdekatan dan menjelaskan langkah-langkah untuk melewati rangkaian tabung yang akan membuka pintu. Anggota mengikuti arahan dan bergerak secara berkelompok melewati jalur yang ditunjukkan, sampai akhirnya mencapai ruangan yang mengarah keluar. Adegan berakhir saat kelompok berhasil melewati rintangan dan pintu masuk ke fasilitas WCKD Pembahasan Pembahasan ini mengaitkan temuan hasil observasi adegan Maze Runner dengan kerangka teoritis yang diuraikan sebelumnya, dengan fokus pada Thomas merefleksikan konsep kepemimpinan emergen, kepemimpinan adaptif, fungsi pengarahan dalam manajemen, serta peran kecerdasan emosional dalam menjaga kohesi kelompok pada situasi Representasi ini selaras dengan pendahuluan yang menekankan legitimasi kepemimpinan melalui tindakan nyata di tengah ketidakpastian, observasi adegan kunci menunjukkan konsistensi temuan terhadap literatur untuk menilai implikasi praktis bagi kepemimpinan krisis. Dengan menautkan bukti visual dari adegan dengan landasan teori, pembahasan ini menegaskan bahwa dinamika Thomas memberikan wawasan bagi organisasi yang menghadapi (Northouse, 2. Inisiatif awal Thomas dalam Alby Maze merepresentasikan fondasi kepemimpinan emergen yang muncul secara organik di tengah krisis, kajian pendahuluan menekankan bahwa pemimpin sejati membangkitkan kepercayaan melalui tindakan nyata daripada otoritas formal. Tindakan berani Thomas, seperti mengikat Alby dan bertahan melawan Griever meskipun ditinggalkan Minho, mencerminkan kepemimpinan adaptif yang menekankan fleksibilitas dan keberanian dalam situasi tidak pasti (UhlBien, 2. Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang menunjukkan kontribusi konkret terhadap keselamatan tim menjadi legitimasi utama bagi pemimpin emergen (Zaccaro et al. , 2. Pengakuan kelompok terhadap tindakan Thomas setelah penyelamatan Alby menegaskan dinamika sosial dalam kepemimpinan emergen, di mana dukungan dari Minho dan Chuck Gally, menggarisbawahi bahwa kepercayaan sosial melebihi struktur formal saat krisis. Dialog Glade melalui pengakuan kolektif, yang didukung landasan teori bahwa pemimpin emergen memperoleh pengaruh melalui inisiatif dan kohesi tim (Bajaba et al. Temuan ini memperkuat bahwa dalam organisasi informal seperti Gladers, kepemimpinan bergantung pada kemampuan membangun solidaritas, ketika diamati dalam observasi adegan yang menunjukkan antusiasme kelompok. Kepemimpinan Thomas dalam memimpin pelarian keluar dari Maze dan Griever menunjukkan integrasi visi strategis, motivasi kolektif, serta kecerdasan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. emosional, selaras dengan pendahuluan bahwa pemimpin harus menjaga stabilitas Sebagai figur di barisan depan yang menenangkan tim dengan instruksi seperti "Tetap berdekatan, kita Thomas merepresentasikan fungsi leading dalam manajemen, di mana arahan dan koordinasi mendorong tujuan bersama (Christifano, 2. Hasil observasi adegan klimaks ini mengonfirmasi bahwa kepemimpinan adaptif memungkinkan kelompok menghadapi disrupsi dengan resiliensi, di mana pengelolaan emosi mengurangi konflik dan memperkuat kepercayaan (Salameh-Ayanian et al. Secara keseluruhan, representasi kepemimpinan Thomas mengintegrasikan elemen adaptif, emergen, dan emosional dari pendahuluan dan landasan teori, dengan hasil enam adegan kunci yang menegaskan legitimasi lahir dari tindakan konkret di krisis. Fenomena ini relevan dengan Sustainable Development Goals, khususnya Goal 16 tentang perdamaian menunjukkan kepemimpinan partisipatif membangun keadilan dan solidaritas (Wijaya et al. , 2. Implikasi penelitian ini memberikan insight praktis untuk mengembangkan keterampilan adaptif dalam menghadapi ketidakpastian global. KESIMPULAN Penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan emergen Thomas dalam Maze Runner muncul melalui inisiatif, keberanian, dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi situasi krisis. Adegan kunci menunjukkan tokoh Thomas mendapat legitimasi dari kelompok bukan karena otoritas formal, tetapi melalui tindakan nyata seperti menyelamatkan menenangkan tim, serta memimpin pelarian dari Maze. Hasil ini menegaskan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 bahwa pemimpin dapat lahir secara spontan ketika mampu memberi arah, menciptakan solidaritas di tengah Temuan ini memperkuat teori kepemimpinan emergen dan adaptif yang menekankan pentingnya pengaruh sosial, kecerdasan emosional, serta fleksibilitas strategi dalam menghadapi Penelitian ini juga memiliki relevansi praktis dengan tujuan SDGs nomor 16 tentang perdamaian, keadilan, dan institusi yang tangguh, karena Thomas menunjukkan kepemimpinan inklusif yang mendorong kebersamaan. Dengan memberikan kontribusi pada kajian kepemimpinan melalui media film sekaligus menawarkan refleksi bagi praktik kepemimpinan di dunia nyata. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Amaliyah. , selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan berharga sepanjang penyusunan penelitian ini. Terima kasih juga disampaikan kepada kakak tingkat yang berbagi saran, keluarga yang memberikan dukungan moral, serta teman-teman yang membersamai proses Peneliti mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap keberhasilan penelitian. Semoga segala bantuan ini menjadi berkah bagi kita semua. DAFTAR PUSTAKA