Arabic Language Learning. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Volume. Number. July 2023 Hlm : 162-167 https://ejournal. id/index. php/bhinneka/index Arabic Language Learning At The Tarbiyah Faculty Of PAI Product Institute Of Islamic Religion Al-Khoziny Sidoarjo Muchammad Nur Huda1 1Institut Agama Islam Al Khoziny Sidoarjo. Indonesia e-mail:*muhwahbah2010@gmail. Abstract Arabic language learning is carried out over two semesters, namely odd semester and even semester, which is divided into five study classes adjusted to the student's language competency classification. All Arabic lecturers have formulated different learning strategies, by adapting the characteristics and competencies of their students in each class. At the end of the semester, to measure the results of Arabic language learning that has been carried out, a final semester exam is carried out using the term UAS. In the process of learning Arabic using the book Al - Arabiyyah li al - Talabah 1 for odd semesters and volume 2 for even semesters, both lecturers and students will definitely find factors that support and hinder the teaching and learning process. Based on the research results, supporting and inhibiting factors in the implementation of the book Al - Arabiyyah li al - Talabah volume 1 for odd semesters and volume 2 for even semesters were concluded in three categories, namely Lecturer Factors. Student Factors and Facilities and Infrastructure Factors. Keywords: Arabic Language Learning Abstrak Pembelajaran Bahasa Arab ini dilaksanakan selama dua semester dalam yaitu semester gasal dan semester genap yang terbagi dalam lima kelas belajar yang disesuaikan dengan klasifikasi kompetensi bahasa yang dimiliki mahasiswa. Semua Dosen bahasa Arab telah melakukan formulasi strategi pembelajaran yang berbeda-beda, dengan menyesuaikan karakteristik dan kompetensi mahasiswa mereka dimasing-masing kelas. Di akhir semester untuk mengukur hasil pembelajaran Bahasa Arab yang telah dilaksanakan, maka dilaksanakan ujian akhir semester yang menggunakan istilah UAS. Dalam proses pembelajaran Bahasa Arab yang menggunakan kitab Al - Arabiyyah li al - Talabah 1 untuk semester gasal dan jilid 2 untuk semester genap, baik para Dosen maupun mahasiswa pasti mendapati faktor yang mendukung dan yang menghambat dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hasil penelitian faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kitab Al - Arabiyyah li al - Talabah jilid 1 untuk semester gasal dan jilid 2 untuk semester genap ini disimpulkan dalam tiga kategori, yaitu Faktor Dosen. Faktor Mahasiswa dan Faktor Sarana dan Prasarana. Kata kunci : Pembelajaran Bahasa Arab BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muchammad Nur Huda Arabic Language Learning. Pendahuluan Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang belakangan ini banyak ditekuni oleh masyarakat untuk di pelajari dan di telaah, baik yang berorientasi pada pendekatan normatif dan spiritualis dengan berkeyakinan bahwa bahasa arab merupakan bahasa agama karena al-Quran diturunkan dengan bahasa arab, maupun melalui pendekatan edukatif dan komsumtif, yang beranggapan bahwa bahasa arab merupakan bahasa yang patut dikaji secara mendalam untuk mengetahui kajian histories dan estetikannya (Taufik, 2. Pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, idealnya memungkinkan para peserta didik menguasai empat keterampilan berbahasa . aharat al-istimaAo, maharat al-kalam, maharat al-qiraAoah, dan maharat al-kitaba. secara fungsional dan proporsional (Madkur, 2. Untuk mencapai empat keterampilan itu, tentu saja bukanlah semudah membalik telapak Sebagaimana yang lazim diketahui, permasalahan yang dihadapi negara-negara non-Arab dalam pembelajaran bahasa Arab cukup banyak (Salqani, 1. , salah satunya adalah kurang tersedianya bahan ajar yang baik. Bahan ajar yang baik dibutuhkan dalam proses pembelajaran karena ia ikut menentukan berhasil-tidaknya mahasiswa dalam mencapai kompetensi kebahasaan yang dibutuhkannya. Kalau kita mau menelisik secara historis perjalanan pengajaran bahasa Arab sebelumnya akan terlihat bahwa sebelum sistem pengajaran bahasa bersentuhan dengan metode pengajaran bahasa modern, maka bahasa Arab diajarkan dengan cara yang sangat sederhana dan bertumpu pada metode terjemah dengan mengandalkan bukubuku agama yang tertulis dalam bahasa Arab. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui bahasa Arab itu sangat lama dan panjang. Sistem penjenjangan pada waktu itu belum dikenal, bahkan pengajarannya masih bersifat khalaqah . on classica. Setelah melalui beberapa fase dan abad, akhirnya pengajaran bahasa Arab memasuki era modern, yakni mulai bersentuhan dengan sistem pengajaran yang ada di Eropa, terutama setelah pemikir-pemikir Barat yang khusus melakukan kajian-kajian ketimuran mulai mencurahakan pemikirannya terhadap Islam, tentu saja dengan beragam motif mempelajarinya, maka usaha-usaha untuk mempermudah dalam mempelajari bahasa Arab dan mengajarkannya sebagai foreign language, mulai Bahan ajar adalah berbagai bahan . aik itu informasi, alat, maupun tek. yang disusun secara sistematis yang mencerminkan kompetensi yang akan dikuasai dan dimiliki oleh peserta didik dan digunakan dalam proses belajar mengajar dan bertujuan untuk suatu perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran (Prastowo, 2. Dengan demikian bahan ajar hendaknya dirancang dan ditulis sesuai dengan kaidah pembelajaran, yakni disesuaikan materi pembelajaran, disusun berdasarkan kebutuhan pembelajaran dan menarik untuk dipelajari. Bahan ajar dibedakan menjadi empat macam, yaitu : Bahan cetak (Printe. , yakni sejumlah bahan yang disiapkan dalam kertas, yang dapat berfungsi untuk keperluan pembelajaran atau penyampaian Contohnya , handout, buku, modul, lembar keja siswa, brosur dll. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muchammad Nur Huda Arabic Language Learning. Bahan ajar dengar atau program Audio, yakni semua system yang menggunakan sinyal radio secara langsung, yang dapat dimainkan atau di dengar oleh sekelompok orang. Contohnya kaset, radio, dan piringan hitam. Bahan ajar pandang dengar . , yakni semua system yang menggunakan sinyal radio dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak. Contoh. Film. Bahan ajar interaktif, yakni kombinasi dari dua atau lebih media . udio, teks, grafik,gambar, animasi, dan vide. yang oleh penggunanya dimanipulasi atau diberi perlakuan untuk mengendalikan suatu perintah dan atau perilaku alami dari suatu presentasi (Parastowo, 2. Adapun bentuk bahan ajar atau materi pembelajaran antara lain adalah bahan cetak . andout, buku, modul. LKS, brosur, dan leafle. , audio . adio, kaset, cd audi. , visual . oto atau gamba. , audio visual . video/ film atau VCD) dan multi media . CD interaktif, computer based, dan interne. (Mulyasa, 2. Beberapa fungsi bahan ajar adalah sebagai berikut. Pedoman bagi guru dalam mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan subtansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa Pedoman bagi siswa dalam melakukan aktivitasnya disekolah sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya Plat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran. kitab Al - Arabiyyah li al - Talabah adalah sebuah pembelajaran bahasa Arab yang lengkap buku pelajarannya. kitab Al - Arabiyyah li al - Talabah ini hadir sebagai respon atas tantangan praktis professional maupun akademik dengan menggunakan media yang Meskipun buku ini telah dibuat dalam bentuk konvensional . disi ceta. , namun memiliki urgensi dan kualitas yang lebih baik karena dapat dioperasikan pada laptop, notebook, atau tablet PC. Edisi ini juga disertai file dan latihan yang dapat digunakan dengan cara meng-klik atau menyentuh pada kata atau kalimat yang dimaksud. Prodi PAI Fakultas Tarbiyah adalah salah satu Prodi yang berada di bawah IAI AlKhoziny Buduran Sidoarjo, bahasa Arab dihadapkan pada tanggung jawabnya dalam penguatan kompetensi bahasa Arab bagi seluruh mahasiswanya. Penguatan kompetensi bahasa Arab diposisikan sangat penting dalam rangka memahami, mendalami dan menguasai sumber ajaran Islam, yang kemudian diteruskan dan ditransformasikan kepada masyarakat. Di sisi lain penguatan kompetensi bahasa Arab tidak hanya respon terhadap realitas sosial-religius masyarakat, tetapi terkait juga dengan konteks komunikasi global. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Jenis survei deskriptif digunakan untuk menggambarkan populasi yang sedang diteliti. Fokus riset ini adalah perilaku yang sedang terjadi dan terdiri dari data variabel. Dengan metode ini peneliti dapat mengumpulkan data Ae data yang Penyebaran ini akan dilakukan pada mahasiswa dan Dosen Bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah, untuk mengetahui proses implementasi Kitab Al-Arabiyyah Li AlTalabah serta untuk mengetahui factor pendukung dan penghambatnya. BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muchammad Nur Huda Arabic Language Learning. Dalam pendekatan kualitatif, peneliti adalah instrumen utama pengumpul data. Dalam hal ini, sebagaimana dinyatakan oleh Lexy Moeloeng bahwa kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analis, penafsir data, dan sekaligus menjadi pelapor hasil penelitiannya . Pengertian instrumen atau alat penelitian disini tepat karena ia menjadi segalanya dari keseluruhan proses Populasi penelitian ini merupakan keseluruhan . dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya objek Ae objek ini dapat menjadi sumber data penelitian. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh Dosen bahasa Arab dan mahasiswa Fakultas Tarbiyah Prodi PAI semester dua. Sampel adalah sebagian dari populasi yang dianggap mewakili karakteristik Pengambilan sampel harus dilakukan sedekimian rupa sehingga diperoleh sampel . yang benar Ae benar dapat berfungsi sebagai contoh, atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang penulis gunakan adalah Purposive sampling. Yang dimaksud purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbanganpertimbangan tertentu . Teknik semacam ini lebih cocok digunakan untuk penelitian Dalam menentukan subyek, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penulis, antara lain pengalaman responden saat mengikuti pembelajaran Bahasa Arab, latar belakang kompetensi Bahasa Arab, latar belakang pendidikan, serta upaya yang dilakukan dalam pembelajaran Bahasa Arab yang mengimplementasikan Kitab AlArabiyyah Li Al-Talabah Adapun yang akan menjadi subyek penelitian ini adalah: Beberapa Dosen bahasa Arab dan Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Prodi PAI IAI Al-Khoziny semester dua. Hasil dan Pembahasan Setelah pemaparan data di atas, bagian ini hendak memaparkan beberapa temuan penting yang disarikan dari penelusuran melalui wawancara dan observasi partisipatif terhadap mahasiswa. Dosen bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah. Dari beberapa wawancara yang dilakukan peneliti, dapat ditarik benang merah bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa, termasuk di dalamnya bahasa Arab, tidak melulu ditanggungkan kepada kompetensi para pengajar, tapi sesungguhnya mencakup seluruh komponen yang meliputi kapasitas peserta didik, metode yang digunakan, media penunjang, dan kondisi lingkungan pembelajaran. Tentu saja, peran pengajar memang signifikan, tapi tidak dapat dipungkiri pula bahwa sistem yang dibangun, terutama oleh pemangku kebijakan, juga turut andil dalam suksesi pembelajaran bahasa. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah. Fakultas Tarbiyah sudah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan hasil pembelajaran yang dicapai agar mencapai tujuan dan target yang diinginkan, hal ini sebagaimana informasi yang didapat peneliti dari hasil wawancara secara mendalam dengan Dosen bahasa Arab. Untuk mencapai efektifitas pembelajaran di kelas, para Dosen dianjurkan menerapkan berbagai metode dan strategi, sesuai dengan topik pembelajaran dan sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Demikian ini untuk menunjang keberhasilan mahasiswa pada saat Ujian akhir. Secara teoritis dan praktis, penggunaan metode eklektik memang lebih pas untuk kondisi mahasiswa yang beragam, terlebih pada program yang alokasi waktunya sangat Dan itu sesungguhnya kelemahan mendasar yang dialami bukan hanya di fakultas BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muchammad Nur Huda Arabic Language Learning. Tarbiyah , tapi juga di fakultas lain. Artinya, alokasi waktu yang sangat minim, ditambah beragamnya latar belakang dan kemampuan mahasiswa, menuntut para instruktur untuk senantiasa aktif dalam mencari terobosan-terobosan metode dan strategi yang pas untuk mereka, sebab belum ada lingkungan bahasa yang tercipta. Pembelajaran Bahasa arab ini telah menggunakan dua bentuk bahan ajar, yaitu bahan ajar cetak dan bahan ajar berbasis multimedia. Hal ini Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Mulyasa bahwa bentuk bahan ajar atau materi pembelajaran antara lain adalah bahan cetak . andout, buku, modul. LKS, brosur, dan leafle. , audio . adio, kaset, cd audi. , visual . oto atau gamba. , audio visual . video/ film atau VCD) dan multi media . CD interaktif, computer based, dan internet. Oleh karena itu pembelajaran berbasis internet ini otomatis membutuhkan media penunjang yaitu wifi yang dapat menyambungkan mahasiswa ke internet tersebut. Kitab Al-Arabiyyah Li Al-Talabah ini merupakan pembelajaran Bahasa Arab yang menggunakan pendekatan berbasis media. Di samping pendekatan ini memiliki peranan yang sangat vital di dalam mengkomunikasikan pengalaman peserta didik. Di sisi lain, pendekatan berbasis media ini memiliki tujuan untuk memperjelas konteks makna kata, kalimat dan konsep-konsep baru kultural melalui penggunaan foto, peta, gambar, sampel hidup, kartu dan lain sebagainya terkait dengan aspek yang dapat membantu pemahaman peserta didik terhadap simbol-simbol kata asing. Pengembangan media ini dilengkapi dengan kaset, video. CD. Slide serta computer. Sehingga untuk mendukung implementasi Kitab Al-Arabiyyah Li Al-Talabah dalam pembelajaran Bahasa Arab ini, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan, diperlukan usaha yang maksimal dari para pemangku jabatan dalam pemenuhan kebutuhan terkait pembelajaran ini, antara lain sarana prasarana pembelajaran yang dibutuhkan. Karena implementasi Kitab AlArabiyyah Li Al-Talabah ini sangat bergantung dengan adanya media penunjang seperti wifi dan laboratotorium bahasa. Karena tanpa kedua media dan sarana tersebut, baik Dosen maupun mahasiswa tidak mungkin bisa mengimplementasikan pembelajaran yang maksimal. Pada akhirnya para Dosen menuntut mahasiswa untuk sering berlatih sendiri di luar kelas, demikian ini sebenarnya juga kurang efektif, karena mereka tidak dibimbing langsung oleh dosen/instrukturnya, jadi tidak dapat dikontrol langsung oleh instruktur apakah mereka dapat mempelajari materi Kitab Al-Arabiyyah Li Al-Talabah dengan baik, apakah mereka mampu mengerjakan latihan-latihan yang di Kitab Al-Arabiyyah Li AlTalabah, apalagi notabene asal sekolah mereka berbeda-beda, malah tidak sedikit mahasiswa yang belum pernah belajar Bahasa Arab sama sekali. Inilah tugas besar yang harus dipikirkan jalan keluarnya terutama oleh para pemangku jabatan di IAI Al-Khoziny. Upaya peningkatan pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan Kitab Al-Arabiyyah Li Al-Talabah ini harus ditunjang dengan pemenuhan terhadap fasilitas dan sarana prasarana yang dibutuhkan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan mengacu pada rumusan masalah yang sudah ditetapkan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Implementasi Kitab Al-Arabiyyah Li Al-Talabah dalam pembelajaran Bahasa Arab di fakultas Tarbiyah Prodi PAI IAI Al-Khoziny Sidoarjo merupakan reformulasi yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas kompetensi bahasa Arab mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam implementasi Kitab Al-Arabiyyah Li Al-Talabah ini mencakup enam komponen BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran. Vol. No. Juli, 2023 . Muchammad Nur Huda Arabic Language Learning. yang secara fokus dijelaskan dalam penelitian ini, antara lain: target dan tujuan Pembelajaran intensif bahasa Arab, metode dan bentuk aktivitas pembelajaran intensif bahasa Arab, jadwal pembelajaran intensif bahasa Arab, desain materi dan bahan ajar pembelajaran intensif bahasa Arab, implementasi Kitab Al-Arabiyyah Li Al-Talabah dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas, serta sistem evaluasi pembelajaran bahasa Arab. Sebagaimana target dan tujuan pembelajaran bahasa secara umum, pembelajaran intensif bahasa Arab di IAI Al-Khoziny Sidoarjo diselenggarakan dengan tujuan agar mahasiswa peserta program ini memiliki kemampuan dan keterampilan bahasa Arab secara aktif meliputi seluruh kompetensi kebahasaan, yaitu istima>Ao . , kalam . ,qirAoah . , dan kita>bah . dengan baik dan benar dan sehingga mereka bisa mengikuti ujian akhir semester dengan baik dan lulus. Untuk mendukung ketercapaian grand goal yang telah direncanakan, maka pengelola pembelajaran bahasa Arab telah merancang metode, teknik, desaian dan bentuk aktivitas pembelajaran bahasa Arab antara lain, hiwar muwajjahah, hiwar hurroh. Penggunaan laboratorium Bahasa. QiroAoah al-Nusush Al-Arabiyah. Tadrib al-Kitabah dan Muhadatsah. Daftar Pustaka