Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Kajian Studi Keselamatan Pasien Melalui Sentralisasi Obat berbasis Nomor Sticker di Ruang Anyelir Paviliun Abiyasa Geriatri RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto Rosi Anggraeni1. Indri Heri Susanti2 Program Studi Keperawatan Universitas Harapan Bangsa. Indonesia Email : rosianggraeni0102@gmail. ABSTRAK Latar belakang : Keselamatan pasien merupakan suatu tindakan perawatan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko, kesalahan dan kerugian yang terjadi pada pasien selama pemberian pelayanan kesehatan. Sasaran keselamatan pasien apabila diterapkan dengan benar, dapat membantu meningkatkan keselamatan pasien melalui peningkatkan deteksi kesalahan dan sentralisasi obat. Metode : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi keselamatan pasien dalam hal sentralisasi obat melalui pre test perawat selama persiapan dan pemberian obat serta pemasangan sticker nomor dan loker obat. Hasil : Berdasarkan observasi ditemukan bahwa terdapat 38 sampel loker menggunakan label kertas yang mudah untuk terkelupas. Hasil tersebut menujukan bahwa terdapat 0% loker obat tidak menggunakan penomoran yang baik untuk memudahkan dalam menjalankan asuhan keperawatan. Berdasarkan temuan tersebut pemberian nomor dengan menggunakan isolasi kertas sangat memungkinkan terjadinya kesalahan pemberian obat atau obat Perawat dapat menghindari kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat sehingga tujuan keselamatan pasien dapat tercapai. Berdasarkan hasil post test yang dilakukan oleh perawat di ruang anyelir sejumlah 7 orang pada tanggal 3 januari 2025 mendapatkan hasil bahwa dalam kategori baik sejumlah 71 % . dan kategori cukup sejumlah 29 % . Kesimpulan : Implementasi berupa pemberian setiker obat yang aman, anti air, dan tidak mudah terkelupas bisa menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatakan patient safety dalam hal benar Dengan meningkatnya hasil post test sentralisasi obat diharpakan dapat meningkatakan kualitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Keyword: Keselamatan Pasien. Sentralisasi Obat. Nomor Stiker. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Patient Safety Study Through Drug Centralization Based on Sticker Numbers in Anyelir Room. Abiyasa Geriatric Pavilion. Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto Regional Hospital Rosi Anggraeni1. Indri Heri Susanti2 Nursing Study Program. Harapan Bangsa University. Indonesia Email : rosianggraeni0102@gmail. ABSTRACT Background: Patient safety is a care action that aims to prevent and reduce risks, errors and losses that occur to patients during the provision of health services. Patient safety goals if implemented correctly, can help improve patient safety by increasing error detection and drug centralization. Method: This study aims to identify the implementation of patient safety in terms of drug centralization through a pre-test of nurses during drug preparation and administration and installation of drug number stickers and lockers. Results: Based on observations, it was found that there were 38 samples of lockers using paper labels that were easy to peel off. The results indicate that 0% of drug lockers did not use good numbering to facilitate nursing Based on these findings, numbering using paper tape is very likely to cause errors in drug administration or drug exchange. Nurses can avoid errors in drug preparation and administration so that patient safety goals can be achieved. Based on the results of the posttest conducted by nurses in the carnation room, 7 people on January 3, 2025, the results were that in the good category, 71% . and the sufficient category, 29% . Conclusion: Implementation in the form of providing safe, waterproof, and non-peelable drug stickers can be one of the things that can be done to improve patient safety in terms of patient safety. With the increasing results of the drug centralization post-test, it is hoped that it can improve the quality of nursing care for patients. Keywords: Patient Safety. Drug Centralization. Sticker Numbers. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Introduction (Pendahulua. Keselamatan pasien adalah hasil dari menghindari, mencegah, dan meningkatkan perilaku atau cedera buruk selama perawatan WHO menekankan bahwa keselamatan pasien sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Saat ini keselamatan pasien masih menjadi masalah di rumah sakit dalam dan luar negeri. Data dari National Reporting and Learning System melaporkan bahwa jumlah insiden keselamatan pasien di Inggris terus meningkat. Ada 489. insiden yang dilaporkan di Inggris dari Januari 2018 hingga Maret 2018. Indonesia memiliki 197 kejadian nyaris cedera (KNC), 330 kejadian tidak diinginkan (KTD) dan 205 kejadian tidak cedera (KTC) (Kemenkes, 2. Oleh karena itu, perlu keselamatan pasien di institusi kesehatan dan memerlukan pengembangan standar keselamatan pasien (Adolph, 2. Keselamatan pasien merupakan suatu tindakan perawatan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko, kesalahan dan kerugian yang terjadi pada pasien selama pemberian pelayanan kesehatan. Sasaran keselamatan pasien apabila diterapkan dengan benar, dapat membantu meningkatkan keselamatan pasien melalui meningkatkan deteksi kesalahan dan sentralisasi obat (Rezeki dkk. , 2. Program keselamatan pasien . atient safet. merupakan variabel untuk mengukur dan keperawatan terhadap pelayanan kesehatan di Rumah sakit. Program keselamatan pasien dapat bertujuan untuk menurunkan angka kejadian tidak diharapkan yang sering terjadi pada pasien selama di rawat di Rumah Sakit sehingga dapat merugikan beberapa pihak khususnya, pasien dan Rumah Sakit (Akbar, 2. Sentralisasi obat merupakan salah satu strategi penting dalam program keselamatan pasien di rumah sakit, yang bertujuan untuk meminimalkan meningkatakan kepatuhan pasien terhadap terapi. Sistem ini melibatkan pengelolaan seluruh obat pasien oleh perawat di ruang perawatan, mulai dari penerimaan hingga pemantauan efek obat. Dengan sentralisasi obat, perawat dapat memastikan bahwa pasien menerima obat yang tepat, pada dosis yang benar, dan pada waktu yang ditentukan, sehingga mengurangi potensi kejadian tidak diharapkan (Wati, 2. Sentralisasi obat adalah pengelolaan obat di mana seluruh obat yang akan diberikan kepada pasien diserahkan pengelolaan sepenuhnya oleh Sentralisasi obat adalah pengelolaan seluruh obat yang seluruhnya dilakukan oleh perawat untuk administrasi ke pasien. Ketepatan pemberian obat adalah proses pemberian ketepatan pemberian obat yang dilakukan oleh perawat berdasarkan 6 tepat obat, dan waspada terhadap efek Sentralisasi obat merupakan pengelolaan maupun kontrol penuh . dimana seluruh obat yang akan diberikan kepada pasien diserahkan seperiuhnya kepada perawat dan selanjutnya pengeluaran dan pembagian obat sepenuhnya. Proses ini dari penerimaan obat, pemberian obat, penyimpanan hingga pengelolaan obat khusus yang diberikan dengan pengawasan ketat (Salawati. Proses sentralisasi obat meliputi pembuatan strategi persiapan sentralisasi obat, persiapan sarana yang dibutuhkan, membuat petunjuk teknis pendokumentasian hasil pelaksanaan. Pelaksanaan sentralisasi obat secara optimal, dengan kepemimpinan kepala ruangan, serta pengetahuan perawat dapat mempengaruhi proses ketepatan pemberian obat oleh perawat dengan prinsip 6 T . epat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat rute, tepat waktu dan tepat dokumentas. dan 1 W . aspada efek sampin. , sehingga diharapkan tidak terjadi kesalahan pemberian obat selama proses perawatan Ruang Anyelir Paviliun Abiyasa Geriatri RSUD Margono Soekarjo Purwokerto adalah ruangan khusus bagi pasien neurologis, yang mayoritas mengalami tirah baring. Kasus terbanyak pada periode September-November 2024 di ruangan ini adalah cerebral infarction sebanyak 88 kasus dan stoke sebanyak 64 kasus. Hasil pengkajian dan observasi menunjukan pasien membutuhkan obat-obatan yang tepat dan teratur untuk membantu mereka sembuh. Kondisi ini memerlukan intervensi yang terencana terutama dalam memperbaiki sistem sentralisasi obat dengan menggunakan stiker bernomor pada loker obat. Sehingga, diharapkan dapat meminimalisir risiko kesalahan pemberian obat dan petugas kesehatan bisa bekerja lebih efisien, dan kualitas pelayanan kesehatan di ruangan bisa ditingkatkan. Sistem penomoran yang terstruktur dan konsisten memfasilitasi petugas dalam identifikasi Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . dan pengambilan obat yang sesuai untuk setiap Penelitian ini sejalan dengan (Wati, 2. bahwa sentralisasi obat, ketika didukung dengan sistem penomoran loker yang terstruktur, secara signifikan meningkatkan kepuasan pasien. Penomoran loker menggunakan stiker membantu petugas kesehatan dalam mengidentifikasi dan mengambil obat yang tepat dengan cepat, mengurangi risiko kesalahan pemberian obat. Dengan adanya sistem yang jelas dan terstruktur, pasien merasa lebih aman dan terlayani dengan baik, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan mereka terhadap pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa penomoran loker obat pasien dengan stiker merupakan komponen penting dalam sistem sentralisasi obat yang efektif. Hasil observasi dan wawancara dengan kepala ruang serta perawat di Ruang Anyelir mengatakan bahwa dalam memperbaiki penomoran pada loker obat pasien masih kurang maksimal sehingga hanya menggunkan isolatif untuk di tempelkan pada loker obat pasien, sehingga intervensi yang akan dilakukan yaitu dengan melakukan pembuatan nomor stiker pada loker obat Menurut wawancara dengan kepala ruang, menekankan bahwa sistem sentralisasi obat berbasis nomor stiker merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan pasien. Dengan adanya nomor stiker, risiko terjadinya kesalahan pemberian obat dapat diminimalisir dan kualitas pelayanan dapat ditingkatkan secara signifikan. Keselamatan pasien dalam pemberian obat dapat ditingkatkan melalui sistem sentralisasi obat dengan pengaplikasian stiker nomor obat di loker Sentralisasi pengelolaan yang lebih terorganisir, sehingga dapat mengurangi risiko kesalahan pemberian obat. Stiker nomor obat pada loker pasien berfungsi sebagai identifikasi yang jelas, membantu tenaga medis memastikan obat yang diberikan sesuai dengan nomor kamar pasien. Penyimpanan obat yang tersentralisasi juga dapat mengurangi risiko tertukarnya obat antar pasien serta meminimalkan kontaminasi silang. Dengan pemantauan dan evaluasi berkala, penerapan stiker nomor obat ini dapat memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan obat. Selain meningkatkan efisiensi tenaga medis, sistem ini juga memberikan rasa aman bagi pasien dalam menerima terapi obat yang tepat (Salawati dkk. , 2. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi keselamatan pasien dalam hal sentralisasi obat melalui pre test perawat selama persiapan dan pemberian obat serta pemasangan sticker nomor kamar dan loker obat di Ruangan Anyelir Paviliun Abiyasa Geriatri RSUD Margono Soekarjo. Nomor stiker loker pasien digunakan sebagai identifikasi untuk memastikan obat sesuai dengan pasien yang bersangkutan. Sistem ini membantu tenaga kesehatan dalam verifikasi obat, meminimalkan potensi tertukarnya obat, serta mendukung kepatuhan terhadap standar operasional manajemen obat. Dengan penerapan ini, keselamatan pasien dalam pemberian terapi obat dapat lebih terjamin. Methods (Metod. Penelitian ini menggunakan metode observasi perawat selama persiapan dan pemberian obat serta pemasangan sticker nomor kamar dan loker obat untuk mengevaluasi efektivitas sentralisasi obat dengan penerapan nomor stiker pada loker obat pasien dalam meningkatkan ketepatan dan keamanan pemberian obat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif, dengan mengamati bagaimana sistem sentralisasi obat diterapkan serta bagaimana nomor stiker loker pasien membantu dalam mengidentifikasi dan mendistribusikan obat secara lebih akurat. Terdapat 38 sampel loker dengan menggunakan label kertas yang mudah untuk terkelupas. Instrumen yang digunakan yaitu mencakup pengkajian sistem sentralisasi obat, observasi penerapan nomor stiker pada loker obat pasien ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2026 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit. yang menekankan pentingnya pengelolaan obat yang aman, efisien, dan tepat sasaran untuk meningkatkan keselamatan pasien. Dengan adanya instrumen ini, diharapkan sistem sentralisasi obat dan penggunaan nomor stiker loker pasien dapat meningkatkan keselamatan pasien, efisiensi tenaga kesehatan, serta kepatuhan terhadap kebijakan dan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Results (Hasi. Sentralisasi Obat Tabel 1. hasil sentralisasi obat di Ruang Anyelir tahun 2025 Ya . Penerimaan Obat yang telah diresepkan diterima oleh perawat darifarmasi dengan menerima lembar terima obat Pasien atau keluarga selanjutnya mendapatkan salinan obat yang harus diminum beserta kartu sediaan obat Obat yang telah diserahkan kemudian disimpan oleh perawat dalam kotak obat Pembagian Obat Obat yang telah diterima selanjutnya disalin dalam buku daftar pemberian obat Obat yang telah disimpan untuk selanjutnya diberikan oleh perawat dengan memperhatikan alur yang tercantum dalam buku daftar pemberian obat Pada saat pemberian obat perawat menjelaskan macam obat, kegunaan, jumlah dan efek samping Sediaan obat yang ada selanjutnya diperiksa setiap pagi oleh Penambahan Obat Baru Bilamana terdapat penambahan atau perubahan jenis, dosis atau perubahan alurpemberian obat, maka informasi ini akan dimasukan dalam buku masuk obat dan sekaligus dilakukan perubahan dalam kartu sediaan obat Pada pemberian obat yang bersifat tidak rutin, maka dokumentasi dilakukan pada buku masuk obat dan selanjutnya diinformasikan kepada keluarga dengan kartu khusus obat Obat Khusus Pemberian obat khusus di dokumentasikan diformat pemberian obat khusus Informasi yan g diberikan kepada pasien dan keluarga yaitu nama obat, kegunaan, waktu pemberian serta efek samping obat Jumlah Total skor tertinggi 12 x 100% Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Patient safety (Benar pasie. Perhitungan: skor x 100% Tidak. Oo Oo Oo Oo Kategori penilian : Baik = 76-100% Cukup Baik = 56-75% Kurang = O 56 % = 100% Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Berdasarkan hasil pre test yang di lakukan oleh perawat terkait sentralisasi obat di Ruang Anyelir hasil yang didapatkan presentase 71 % atau dalam kategori cukup dan dalam 29% dalam kategori baik. Berdasarkan hasil pre test dan observasi di Ruang Anyelir masih belum tampak penamaan nomor kamar pada loker obat yang aman dan benar. Penamaan loker obat di ruang anyelir masih menggunakan isolasi kertas yang dapat terkelupas dan kurang menjamin patient Dengan ini diperlukan adanya perubahan dalam hal patient safety khusunya dalam hal benar pasien yang dapat dilakukan dengan pemberian stiker obat yang awet dan tidak mudah terkelupas. Nomor stiker pada loker obat pasien Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 23-25 Desember 2025 ditemukan bahwa sistem pemberian nomor di loker obat pada Ruang Anyelir masih menggunakan isolasi kertas. Berdasarkan observasi, terdapat 38 loker menggunakan label kertas yang ditempel menggunakan isolasi. Hasil tersebut menujukan bahwa terdapat 0% loker yang tidak menggnakan pomoran yang baik untuk memudahkan dalam menjalankan asuhan keperawatan. Berdasarkan temuan tersebut pemberian nomor dengan menggunakan isolasi kertas sangat memungkinkan suatu saat akan mudah kotor dan terkelupas sehingga akan mempersulit kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Discussion (Pembahasa. Pengembangan Sentralisasi Obat Berdasarkan ditemukan bahwa 38 loker obat pasien menggunkan label yang mudah terkelupas, kesalahan dalam identifikasi obat. Setelah dilakukan intervensi dengan mengganti label menjadi stiker yang tidak mudah Hal ini menunjukan bahwa penggunaan stiker yang lebih tahan lama dapat meningkatkan keamanan pasien dengan meminimalisisr risiko kesalahan pemberian obat. PRE TEST SENTRALISASI OBAT BAIK . CUKUP . u%) Gambar 1. Hasil pre test sentralisasi obat Dalam Gambar 1 hasil pre test pada 7 perawat terkait dengan sentralisasi obat dengan menjawab 12 butir pertanyaan menunjukan bahwa sistem sentralisasi obat di Ruang Anyelir dalam kategori cukup sejumlah 71 % . orang )dan sisanya dalam kategori baik sejumlah 29 % . Berdasarkan hasil penilaian dari perawat terkait dengan sentralisasi obat yang ada di ruang anyelir mendapati hasil bahwa terdapat masih kurangnya patient safety khususnya dalam hal penomoran di loker Berdasarkan hasil diskusi dan wawancara dengan kepala dan perawat di Ruang Anyelir, penulis akan melakukan implementasi berupa pemberian nomor di loker obat dengan menggunakan bahan yang aman, anti air, dan tidak mudah Karena sebelumnya penomoran loker obat di Ruang Anyelir masih menggunkan label kertas yang mudah terkelupas dan kurang menjamin patient safety khususnya benar pasien. Peneliti melakukan implementasi pada tanggal 1 Januari 2025 dengan melabeli 38 loker dengan stiker obat yang aman, anti air, dan tidak mudah terkelupas. Dengan adanya implementasi ini diharapkan meningkatkan patient safery di Ruang Anyelir khususnya dalam hal benar pasien saat melakukan asuhan keperawatan. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 KURANG (<56%) Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . POST TEST SENTRALISASI OBAT BAIK . %-100%) CUKUP . %-75%) KURANG (<56%) Gambar 2. Hasil post test sentralisasi obat Berdasarkan hasil post test yang dilakukan oleh perawat di Ruang Anyelir sejumlah 7 orang pada tanggal 3 januari 2025 mendapatkan hasil bahwa dalam kategori baik sejumlah 71 % . dan kategori cukup sejumlah 29 % . Dengan meningkatnya hasil post test meningkatakan kualitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Penerapan Nomor Stiker Pada Loker Obat Pasien Penerapan nomor stiker pada loker obat pasien merupakan langkah penting dalam menciptakan sistem pemberian obat yang aman, efisien, dan efektif. Dengan adanya nomor unik pada setiap loker, risiko diminimalisir, sehingga meningkatkan keselamatan pasien. Selain itu, sistem ini mengelola obat-obatan, meningkatkan efisiensi kerja, dan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas pelayanan farmasi secara keseluruhan. Dengan demikian, penerapan nomor stiker pada loker obat pasien merupakan investasi yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penerapan nomor stiker pada loker obat pasien tidak hanya berperan dalam mengurangi risiko kesalahan pemberian obat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan pasien Studi literatur menunjukan bahwa penggunaan stiker obat efektif dalam mengurangi kesalahan dan (Muliyah dkk. , 2. Dengan demikian, implementasi nomor stiker pada loker obat pasien merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kesehatan di rumah Dengan mengidentifikasi setiap loker risiko kesalahan dalam pemberian obat dapat diminimalisir, sejalan dengan standar keselamatan pasien yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 1691 Tahun 2011. Implementasi sistem penomoran dan pelebelan stiker ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja perawat, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan pelayanan kesehatan yang lebih aman dan terpercaya bagi pasien. Sistem ini berperan penting dalam mengurangi beban kognitif perawat, memungkinkan mereka untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih kompleks seperti pemantauan pasien dan interaksi klinis. Selain itu, sistem pelebelan yang standar memfasilitasi komunikasi yang lebih efektif antar anggota tim perawatan kesehatan, mengurangi risiko kesalahpahaman dan meningkatkan koordinasi. Implementasi sistem pelabelan yang terorganisir membangun budaya keselamatan di mana semua anggota tim merasa bertanggung jawab untuk mencegah kesalahan. Dengan demikian, sistem penomoran dan pelabelan stiker tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja perawat, tetapi juga berkontribusi pada keselamatan pasien. Hal ini sejalan dengan prinsip manajemen obat yang baik dan sesuai dengan standar yang direkomendasikan oleh WHO dalam meningkatkan kualitas Penelitian menunjukan bahwa sistem pelabelan yang efektif dapat membantu mengurangi beban kerja tenaga medis, sehingga mereka dapat lebih fokus pada aspek perawatan pasien yang lebih kompleks. Oleh karena itu, penerapan sistem ini tidak hanya memberikan manfaat dalam efisiensi oprasional tetapi juga mendukung peningkatan keselamatan pasien secara Sistem pelabelan yang efektif, seperti penomoran stiker pada loker obat, berperan penting dalam mengurangi beban Penelitian Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . menunjukkan bahwa sistem pelabelan yang jelas dan mudah dipahami dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mencari dan mengidentifikasi obat, sehingga tenaga medis dapat lebih fokus pada aspek perawatan pasien yang lebih Hal ini sesuai dengan prinsip ergonomi kognitif, yang menekankan meminimalkan beban kognitif dan meningkatkan efisiensi kerja. Selain itu, sistem pelabelan yang komunikasi yang lebih efektif antar tenaga medis, mengurangi risiko kesalahpahaman dan meningkatkan koordinasi tim. Dengan demikian, penerapan sistem penomoran stiker pada loker obat tidak hanya memberikan manfaat dalam efisiensi operasional, tetapi juga mendukung peningkatan keselamatan pasien secara menyeluruh, sejalan dengan prinsip-prinsip manajemen obat yang baik dan standar keselamatan pasien yang diakui secara Conclusion (Simpula. Berdasarkan hasil observasi dan pre test yang dilakukan mendapatkan hasil bahwa terdapat 71 % . nilai dalam kategori cukup dan 29 % . dalam kategori baik saat penilaian pre test sentralisasi obat yang ada di Ruang Anyelir khusunya dalam bidang penilaian patient safety . enar pasie. Dengan ini diperlukan adanya implementasi yang nyata dalam penilaian patient safety . enar pasie. yaitu dengan pemberian nomor stiker diloker obat yang aman, anti air, dan tidak mudah terkelupas. Setelah dilakukan implementasi penulis melakukan post test pada perawat dan mendapatkan hasil 71 % . perawat mendapatkan nilai dalam kategori baik dan 29 %. dalam kategori kurang. Dengan ini terdapat peningkatan penilian sentralisasi obat sebanyak 42%, diharapkan dengan adanya peningkatan penilaian dalam bidang sentralisasi obat dapat Berdasarkan hasil penelitian yang di laukan penulis di Rauang Anyelir RSUD Margono terkait dengan sentralisasi obat khusunya dalam hal patient safety yaitu benar pasien dalam pemberian obat diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan asuhan keperawatan. Karena dengan meningkatnya patient safety dalam sebuah rumah sakit maka semakin meningkat pula kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Implementasi berupa pemberian setiker obat yang aman, anti air, dan tidak mudah terkelupas bisa menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatakan patient safety dalam hal benar pasien. Penelitian ini menyaranakan perlunya peningkatan terhadap efektifitas sistem sentralisasi obat berbasis nomor stiker, dengan mencegah terjadinya kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat. References Referensi