Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. PENGARUH PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA Arief Rahmanda Al-Mursyid Email: arief. almursyid@bps. BPS Kabupaten Pohuwato Jalan P. Diponegoro Kompleks Blok Plan Perkantoran Marisa ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembangunan teknologi informasi dan komunikasi terhadap pembangunan manusia di Kawasan Timur Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Pembangunan Teknologi. Informasi, dan Komunikasi (IP TIK) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 17 Provinsi di Kawasan Timur Indonesia tahun 2015-2017. Metode Analisis Regresi Data Panel digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembangunan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) terhadap pembangunan manusia di Kawasan Timur Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pembangunan TIK memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pembangunan manusia di Kawasan Timur Indonesia. Provinsi Sulawesi Barat. NTT. Papua Barat, dan Papua merupakan provinsi yang masih tertinggal dan memerlukan perhatian lebih dalam pembangunan TIK di provinsi tersebut. Kata Kunci: IP TIK. IPM. regresi data panel. ABSTRACT This study aims to determine the effect of information and communication technology development on human development in Eastern Indonesia. The data used in this research are the Technology. Information, and Communication Development Index (ICT) and the Human Development Index (HDI) of 17 Provinces in Eastern Indonesia in 2015-2017. Panel Data Regression Analysis Method is used in this study to determine the effect of technology, information, and communication development (ICT) on human development in Eastern Indonesia. The results of this study indicated that ICT development has a positive and significant influence on human development in Eastern Indonesia. The provinces of West Sulawesi. NTT. West Papua and Papua are provinces that are still lagging and need more attention in developing ICT in the region. Keywords: IP ICT. HDI. panel data regression. PENDAHULUAN Negara Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi percepatan pembangunan di Indonesia. Salah satunya adalah besarnya ketimpangan pembangunan antar wilayah di Indonesia. Menurut Firdaus. ketimpangan pembangunan antar wilayah di Indonesia menempati peringkat terburuk bila diambil perbandingan dengan beberapa negara baik maju maupun berkembang. Pembangunan di Kawasan Timur Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Kawasan Barat Indonesia (Maryati. Salah satu data yang dapat Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah Timur dan Barat Indonesia adalah dengan membandingkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM sendiri didefinisikan sebagai gambaran komprehensif mengenai tingkat pembangunan manusia di suatu daerah, sebagai dampak dari kegiatan pembangunan yang dilakukan di daerah tersebut (BPS, 2. IPM diukur dengan menggunakan pendekatan tiga dimensi dasar manusia, yaitu umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan standar hidup yang layak. Dimensi umur panjang dan sehat diwakili oleh indikator harapan hidup saat Dimensi pengetahuan diwakili oleh indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, sedangkan dimensi standar hidup layak diwakili oleh pengeluaran per kapita. Ketiga dimensi ini terangkum dalam suatu indeks komposit yang membentuk IPM. Menurut Palenewen, dkk. IPM adalah sebagai salah satu tolak ukur kinerja pembangunan secara keseluruhan. PAPUA BARAT PAPUA KALIMANTAN BARAT SULAWESI BARAT NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR MALUKU SULAWESI TENGAH GORONTALO LAMPUNG MALUKU UTARA SUMATERA SELATAN KALIMANTAN UTARA KALIMANTAN TENGAH SULAWESI TENGGARA KALIMANTAN SELATAN BENGKULU JAMBI KEP. BANGKA BELITUNG JAWA TIMUR JAWA TENGAH SULAWESI SELATAN JAWA BARAT SUMATERA BARAT ACEH BANTEN SUMATERA UTARA SULAWESI UTARA BALI KEP. RIAU RIAU KALIMANTAN TIMUR DKI JAKARTA DI YOGYAKARTA IP M Berdasarkan P rovi nsi di Indonesi a Tahun 2017 Gambar 1. IPM Berdasarkan Provinsi di Indonesia Tahun 2017 Dari Gambar 1. Provinsi DKI Jakarta merupakan satu-satunya provinsi yang masuk dalam kategori IPM sangat tinggi (Ou. , 14 provinsi masuk kedalam kategori IPM tinggi . OIPM<. , 18 provinsi masuk kedalam kategori IPM sedang . OIPM<. , dan Provinsi Papua mejadi satu-satunya provinsi yang masih masuk kedalam IPM kategori rendah . OIPM<. Besarnya gap IPM antara Provinsi DKI Jakarta dan Papua menunjukkan belum meratanya pembangunan di Indonesia. Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. Dari Gambar 1 juga dapat dilihat bahwa provinsi-provinsi yang berada di kawasan barat Indonesia mendominasi peringkat atas IPM berdasarkan provinsi di Indonesia, sedangkan provinsi yang berada di kawasan timur berada pada peringkat menengah kebawah. Ratarata IPM provinsi di Kawasan Barat Indonesia sudah mencapai 71,87 atau masuk kedalam kategori tinggi, sedangkan provinsi di Kawasan Timur Indonesia hanya memiliki rata-rata IPM sebesar 67,63 atau berada dalam kategori sedang. Saat ini, dunia telah memasuki era digital. Teknologi. Informasi, dan Komunikasi (TIK) sudah menjadi faktor penting kemajuan suatu wilayah. Negara seperti Jepang (Zuhdi, dkk. dan Korea Selatan (Minah, 2. telah membuktikan, dengan memanfaatkan teknologi suatu negara dapat mempercepat pertumbuhan dan pembangunan negara. Menurut Agustina dan Pramana . TIK telah menjadi katalis dalam pertumbuhan ekonomi, yang dapat dilihat dari meluasnya penggunaan aplikasi yang berdampak pada proses yang lebih efisien dalam kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan Oleh karena itu, kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat membawa dampak positif dalam berbagai bidang (Septano, 2. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diartikan sebagai seluruh peralatan teknis yang digunakan untuk memproses dan menyampaikan informasi (Wahyuningsih, 2. TIK terdiri dari dua aspek yakni, teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi sendiri merupakan segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Tingkat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) suatu daerah dapat ditunjukkan melalui Indeks Pembangunan Teknologi. Informasi, dan Komunikasi (IP TIK) (BPS, 2. IP TIK dikembangkan oleh Internasional Telecommunication Union (ITU) Indeks ini merupakan suatu indeks komposit yang disusun oleh 11 indikator yang terbagi kedalam 3 subindeks yakni subindeks akses dan infrastruktur, subindeks penggunaan, dan subindeks keahlian. Subindeks akses dan infrastruktur yang disusun dari 5 indikator yakni pelanggan telepon tetap per 100 penduduk, pelanggan telepon seluler per 100 penduduk, bandwidth internet internasional per pengguna, persentase rumah tangga yang menguasai computer, dan persentase rumah tangga yang memiliki akses internet. Lalu, subindeks penggunaan disusun dengan 3 indikator yakni persentase penduduk yang mengakses internet. Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. pelanggan internet broadband tetap kabel per 100 penduduk, dan pelanggan internet broadband tanpa kabel per 100 penduduk. Selanjutnya, subindeks keahlian disusun dengan 3 indikator yakni rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar sekunder (SMP sederajat dan SMA sederaja. , dan angka partisipasi kasar tersier . endidikan tinggi D1-S. Dari 11 indikator yang terangkum dalam tiga subindeks tersebut maka dapat dilakukan estimasi dengan rumus rata-rata tertimbang, dengan porsi 40 persen untuk subindeks akses dan infrastruktur, 40 persen untuk subindeks penggunaan, dan 20 persen untuk subindeks Semakin tinggi nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK suatu wilayah semakin baik sebaliknya, semakin rendah nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK di suatu wilayah relatif masih lambat. Bongo . dalam menelitiannya, menatakan bahwa TIK memiliki kontribusi yang besar terhadapa pertumbuhan ekonomi, dimanadalam bisnis proses, penggunaan teknologi dapat membuat setiap proses lebih cepat dan murah dan juga meningkatkan produksi. Hal senada diutarakan oleh Niebel . dalam penelitiannya. Dalam penelitiannya yang meneliti pengaruh TIK terhadap pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan 59 sampel negara berkembang mengatakan adanya hubungan yang positif antara TIK dan pertumbuhan ekonomi. Agustina dan Pramana . mengatakan bahwa, pembangunan TIK dan pengeluaran pemerintah di bidang TIK memiliki pengaruh posisif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pada penelitian tersebut ditemukan adanya ketimpangan/gap yang sangat besar pada pembangunan TIK antara provinsi-provinsi di Indonesia. Dikatakan bahwa provinsi-provinsi di Kawasan Timur Indonesia seperti NTT dan Papua lambat dan sangat tertinggal dalam pembangunan TIK. Tidak hanya memengaruhi ekonomi saja, lebih lanjut Rosales, et al. , . dalam penelitiannya mengatakan bahwa perkembanagn TIK juga memengaruhi pembangunan Hal tersebut berarti pembangunan TIK tidak hanya memiliki pengaruh positif terhadap ekonomi, tetapi di bidang kesehatan dan pendidikan pula. Hal tersebut diamini oleh Bankole, et al. , . dalam penelitiannya yang menyatakan adanya pengaruh yang signifikan dari pembangunan TIK terhadap pembangunan manusia. Penelitian tersebut mengambil lokus di Negara Afrika Selatan. Dalam penelitian lain Bankole, et al. , . menyatakan investasi di bidang TIK baik di negara berpendapatan tinggi, negara berpendapatan menengah, dan negara berpendapatan rendah tetap menjadi factor kunci meningkatnya pembangunan manusia di negara tersebut. Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. Sedikit berbeda. Sabbagh, et al. , . mengatakan digitalisasi mendukung penyampaian layanan dasar pemerintah yang lebih baik, seperti pendidikan publik. Penelitian ini mengatakan bahwa dampak digitalisasi pada indeks dan subindeks pembangunan manusia lebih menonjol dalam kasus negara-negara berkembang. Berbeda dengan penelitian diatas Morawczynski . mengatakan bahwa ICT saja tidak cukup signifikan berpengaruh pada pembangunan manusia. Studi yang mengambil lokus di 5 negara Afrika Bagian Barat yakni. Benin. Kamerun. Senegal. Pantai Gading, dan Niger mengatakan investasi dalam pendidikan dan pelayan kesehatan harus diberikan pertimbangan yang sama. Dengan begitu, investasi di bidang TIK diharapkan dapat mendorong pembangunan manusia di 5 negara di Afrika Barat tersebut. Penelitian yang membahas tentang pengaruh pembangunan TIK terhadap pembangunan manusia di Kawasan Timur Indonesia masih sangat sedikit. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh pembangunan TIK terhadap pembangunan manusia di Kawasan Indonnesia Timur periode 2015-2017. Penelitian ini diharaokan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutanya yang berkaitan dengan penelitian ini. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi saran bagi pemerintah untuk menjadi dasar kebijakan pembangunam manusia di Kawasan Timur Indonesia. METODE PENELITIAN Cakupan wilayah dalam penelitian ini terdiri dari 17 provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) pada tahun 2015-2017. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP TIK) sebagai variabel dependen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel independen. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensia. Analisis dekriptif digunakan untuk melihat gambaran umum pembangunan manusia di KTI, dan mengetahui hubungan antara pembangunan TIK dan pembangunan manusia di kawasan timur Indonesia. Analisis inferensia yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Analisis regresi data panel digunakan untuk mengetahui pengaruh IP-TIK terhadap IPM. Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. Analisis regresi data panel adalah analisis yang menggabungkan antara data antar individu . ross-sectio. dan data runtun waktu . ime serie. (Gujarati, 2. Model yang digunakan dalam analisis data panel yakni: Yit = 0 1 X1it 2 X2it U yco Xkit Ait Ait = i vit : urut individu, : urut waktu, 0 : koefisien intersep, 1,2,A,yco : koefisien slope. Yit : variabel dependen individu ke-i pada waktu ke-t. Xit : variable independen individu ke-I pada waktu ke-t. Ait : komponen interferensi, i : efek individu, : variable acak. Dengan demikian, dalam penelitian ini model yang akan diestimasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. IPMit = 0 1 IP_TIK it Ait IPMit : Indeks Pembangunan Manusia provinsi i, pada tahun t. IP_TIKit : Indeks Pembangunan Teknologi. Informasi, dan Komunikasi provinsi i, pada tahun t. Terdapat tiga model dalam proses estimasi parameter pada analisis regresi data panel (Baltagi, 2. , yakni: Common Effect Model (CEM) Model ini dikenal juga sebagai Pooled Regression Model (Gujarati, 2. Model CEM mengasumsikan bahwa intersep masing-masing variabel adalah sama, begitu juga dengan slope koefisien untuk semua unit individu dan deret waktu (Melliana, 2. Dengan kata lain, model ini mengabaikan variasi yang muncul dari individu dan waktu. Persamaan dari model ini dapat diformulasikan sebagai berikut: Yit = 0 1 X1it 2 X2it U yco Xkit vit Fixed Effect Model (FEM) Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. Berbeda dengan CEM. FEM mengakomodasi adanya perbedaan efek yang diberikan antar individu. Dengan berbedanya efek yang diberikan antar individu makan intersep yang dihasilkan untuk tiap individu akan berbeda. Persamaan FEM dapat diformulasikan sebagai berikut: Yit = ycn 1 X1it 2 X2it U yco Xkit Ait Indeks i pada intersep . ) digunakan untuk menyatakan bahwa intersep dari masing-masing individu berbeda. Random Effect Model (REM) Model REM memperkirakan variable error dapat saling berhubungan antara waktu dan antar individu. Perbedaan tersebut diakomodir melalui error. Persamaan REM dapat diformulasikan sebagai berikut: Yit = 0 1 X1it 2 X2it U yco Xkit Ait Ait = i vit Selanjutnya, dari ketiga model tersebut dilakukan pemilihan model terbaik dan paling Uji yang dilakukan untuk menentukan model terbaik dari 3 model tersebut yaitu: Uji Chow Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah regresi data panel fixed effect model (FEM) lebih baik daripada common effect model (CEM). Hipotesis uji chow adalah sebagai H0: 1 = 2 = U = n = 0 (CEM) H1: Paling tidak ada satu i O 0 untuk i=1,2,A,n (FEM) Nilai dari uji chow akan dibandingkan dengan distribusi F, jika nilai F-statistik lebih besar dari F-tabel atau nilai peluang lebih kecil dari tingkat signifikansi (=0. maka FEM lebih baik dibandingkan dengan CEM. Uji Hausman Uji ini digunakan untuk mengetahui mana yang lebih baik antara fixed effect model (FEM) dan random effect model (REM). Dengan hipotesis sebagai berikut: H0: cov (Ait . Xit ) = 0 (REM) H1: cov (Ait . Xit ) O 0 (FEM) Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. Nilai dari uji hausman akan dibandingkan dengan distribusi chi-squere, jika nilai N2statistik lebih besar dari N2-tabel atau nilai peluang lebih kecil dari tingkat signifikansi (=0. maka FEM lebih baik dibandingkan dengan REM. Uji Breush-Pagan Lagrange Multiplier (LM) Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah random effect model (REM) lebih baik daripada common effect model (CEM). Hipotesis uji Breush-Pagan Lagrange Multiplier (LM) adalah sebagai berikut: H0: E = 0 (CEM) H1: E O 0 (REM) Nilai dari uji Breush-Pagan Lagrange Multiplier (LM) akan dibandingkan dengan distribusi chi-squere, jika nilai N2-statistik lebih besar dari N2-tabel atau nilai peluang lebih kecil dari tingkat signifikansi (=0. maka REM lebih baik dibandingkan dengan CEM. Setelah didapat model terbaik, dilakukan uji asumsi klasik seperti uji normalitas, homoskedastisitas, non-autokorelasi, dan non multikolinieritas. Setelah memenuhi semua ui asumsi klasik dilakukan uji kesesuaian model dengan melihat nilai R2, adjusted R2, uji F dan uji t. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara umum. Indeks Pembangunan Teknologi. Informasi, dan Komunikasi (IP TIK) provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) mengalami kenaikkan, tetapi relatif lambat. Sebagian besar provinsi di Kawasan Timur Indonesia memiliki angka IP-TIK dibawah angka nasional. Hal ini menunjukkan masih timpangnya pembangunan TIK di antara Kawasan Barat Indonesia dan Kawasan Timur Indonesia. Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. IP TIK Provinsi di Kawasan Timur Indonesia 2015-2017 NUSA TENGGARA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN TENGAH KALIMANTAN SELATAN KALIMANTAN TIMUR KALIMANTAN UTARA SULAWESI UTARA SULAWESI TENGAH SULAWESI SELATAN SULAWESI TENGGARA GORONTALO SULAWESI BARAT MALUKU MALUKU UTARA PAPUA BARAT PAPUA INDONESIA Gambar 2. IP TIK Provinsi di Kawasan Timur Indonesia 2015-2017 Dari gambar 2, dapat dilihat hanya ada 3 provinsi yang konsisten berada diatas angka nasional . ijau tu. yakni Provinsi Kalimantan Timur . ijau mud. Provinsi Kalimantan Utara . iru tu. , dan Provinsi Sulawesi Utara . erah tu. Dari gambar tersebut juga dapat dilihat bahwa Provinsi di bagian paling timur Indonesia seperti Papua . dan NTT . selalu berada di peringkat terbawah, dengan nilai indeks tidak sampai 3,5. Hal ini menunjukkan masih rendahnya pembangunan TIK di berbagai provinsi di Kawasan Timur Indonesia. Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. Scatter Plot IPM dan IP TIK 2017 IP TIK IPM Gambar 3. Scatter Plot IPM dan IP TIK 2017 Dari Gambar 3, diindikasikan adanya hubungan antara pembangunan TIK dan pembangunan manusia di provinsi kawasan timur Indonesia. Diindikasikan semakin tinggi nilai IP TIK suatu provinsi maka semakin tinggi pula nilai IPM di provinsi tersebut. Dari perhitungan angka korelasi pearson, menunjukkan bahwa korelasi kedua indeks ini sebesar 0,87. Dengan demikian, disimpulkan bahwa kedua indeks ini memiliki hubungan yang Selanjutnya dilakukan uji-uji untuk menentukan model yang terbaik antara CEM. FEM, dan REM. Uji Chow digunakan untuk mengetahui model mana yang lebih baik digunakan anatra CEM dan FEM. Hasil dari perhitungan uji chow menunjukkan tolak H0 yang berarti FEM lebih baik dari CEM. Tabel 1. Hasil Uji Chow Uji Statistik Peluang Cross-section F 487,19 . <0. Cross-section Chi-square 278,92 <0. Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan EViews 10 Setelah dilakukan uji chow, dilanjutkan dengan uji hausman. Uji ini digunakan untuk menenetukan model mana yang lebih baik antara FEM dan REM. Hasil dari uji hausman menunjukkan H0 ditolak, yang berarti FEM lebih baik dibandingkan dengan REM. Tabel 2. Hasil Uji Hausman Uji Chi-Sq. Statistik Arief Rahmanda Al-Mursyid Chi-Sq. Peluang Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. Cross-section random Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan EViews 10 <0,01 Dengan demikian model terbaik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh pembangunan TIK terhadap pembangunan manusia di Kawasan Timur Indonesia adalah FEM. Kesimpulan ini senada dengan penelitian Agustina dan Pramana . yang juga menyatakan FEM merupakan model terbaik. Hasil dari FEM menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan IP TIK terhadap IPM. Hasil ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Rosales, et al. , . dan Bankole, et al. , . Tabel 3. Hasil Estimasi Parameter Menggunakan FEM Variabel IP_TIK Koefisien Std. Error t-Stat Peluang <0,01 <0,01 R-squared 999 Adjusted R-squared Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan EViews 10 Angka adjusted R2 menunjukkan 99,8 persen berarti Angka IPM provinsi di Kawasan Timur Indonesia dapat dijelaskan oleh IP TIK sebesar 99,8 persen, sedangkan sisanya sebesar 0,2 persen dijelaskn faktor lain dliluar model. Dari hasil estimasi parameter menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 poin IP TIK akan meningkatkan 1,2 poin IPM provinsi di Kawasan Timur Indonesia, dengan asumsi vaiabel lain konstan. Tabel 4. Efek Individu tiap Provinsi di Kawasan Timur Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Sulawesi Utara Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Utara Sulawesi Tengah Maluku Maluku Utara Arief Rahmanda Al-Mursyid Efek Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. Nusa Tenggara Barat Gorontalo Kalimantan Barat Sulawesi Barat Nusa Tenggara Timur Papua Barat Papua Sumber: Hasil pengolahan data menggunakan EViews 10 FEM mengasumsikan adanya perbedaan antar individu dapat diakomodasi dalam Provinsi Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara memiliki nilai intersep yang lebih besar dibandingkan Provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia. Sedangkan Provinsi Sulawesi Barat. NTT. Papua Barat, dan Papua memerlukan perhatian lebih untuk memajukan pembangunan manusia di daerah tersebut. Keempat provinsi tersebut memiliki nilai intersep paling rendah, yang berarti masih jauh tertinggal dalam pembangunan manusia dibandingkan provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia. KESIMPULAN DAN SARAN Indeks Pembangunan Teknologi. Informasi, dan Komunikasi (IP TIK) provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) mengalami kenaikkan, tetapi relatif lambat. Beberapa provinsi seperti NTT dan Papua bahkan memiliki angka IP TIK yang relatif rendah. Lebih lanjut, temuan penting dalam penelitian ini adalah IP TIK memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Dari hasil estimasi parameter menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 poin IP TIK akan meningkatkan 1,2 poin IPM provinsi di Kawasan Timur Indonesia, dengan asumsi vaiabel lain konstan. Provinsi Sulawesi Barat. NTT. Papua Barat, dan Papua merupakan provinsi yang paling terbelakang dalam pembangunan Keempat provinsi tersebut memiliki nilai intersep individu paling rendah dibandingkan provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia. Hal tersebut berarti keempat provinsi tersebut memerlukan perhatian lebih untuk memajukan pembangunan manusia di daerah tersebut. Saran dari penelitian ini dalah perlunya usaha ekstra dalam meningkatkan pembangunan TIK di Indonesia khususnya wilayah timur. Dengan meningkatkan pembangunan TIK di Kawasan Timur Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketimpangan pembangunan di Indonesia. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan melakukan penelitian terkait dengan Arief Rahmanda Al-Mursyid Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. No. faktor-faktor yang memengaruhi pembangunan teknologi di provinsi yang berada dalam Kawasan Timur Indonesia. DAFTAR PUSTAKA