Volume 9 No. Page 93-104 e-ISSN: 2598-2095 DOI: https://doi. org/10. https://journal. id/index. php/jcps/index Pengaruh Pemberian Edukasi Video Berbasis Bahasa Banjar dan Flipbook Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Puskesmas Alalak Tengah Ananda Nur Fatihah1 Herda Ariyani2* Mustika Muthaharah3 1Program Studi S1 Farmasi. Universitas Muhammadiyah Banjarmain. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia 2,3 PSPPA. Universitas Muhammadiyah Banjarmain. Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Indonesia *Email:Herdaariyani@umbjm. Kata kunci: Hypertension Videos Flipbooks Adherence Banjar Language Abstract One of the challenges in treating hypertension is patient adherence to undergoing Local culture-based education can be a practical approach to improve patient understanding and adherence. This study aims to determine the effect of education using Banjar language-based videos and flipbooks on medication adherence, as well as to analyze sociodemographic factors that influence the level of medication adherence in hypertensive patients at the Alalak Tengah Health Center. This study used a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. This study divided the research subjects into two groups: the intervention group, which received education using Banjar language-based video media and flipbooks, and the control group, which received standard care from the health center, with each group consisting of 30 respondents. The instrument used to measure the level of medication adherence is the Adherence Refills and Medications Scale (ARMS). The results showed that the intervention using Banjar languagebased video media and flipbooks had a significant effect on the level of medication adherence, as evidenced by the Mann-Whitney test with a p-value of <0. < The results of the Chi-Square test showed that, among several sociodemographic factors analyzed, only the level of knowledge had a significant relationship with medication adherence p=0. <0. , while age, gender, education, occupation, and comorbidities did not show a significant relationship . > 0. Based on these results, this study can conclude that providing education using Banjar language-based videos and flipbooks has an effect on increasing medication adherence, and knowledge is an essential factor in influencing adherence behavior toward treatment. Article Info Received: September 2025 Accepted: September 2025 Published: September 2025 A 2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Dasar (Riskesda. tahun 2018 prevalensi penyakit Hipertensi atau tekanan darah tinggi, merupakan salah hipertensi sebesar 34,1% dan di Kalimantan selatan satu masalah kesehatan yang paling umum di dunia dan menduduki peringkat pertama tertinggi untuk penyakit menjadi faktor risiko utama untuk berbagai penyakit hipertensi di Indonesia yaitu sebesar 44,13% . kardiovaskular seperti stroke, serangan jantung, dan Kepatuhan gagal ginjal. Data World Health Organization (WHO) tahun mempengaruhi tekanan darah pasien hipertensi yang 2023 menyatakan bahwa sekitar 1,28 miliar orang dewasa dapat menentukan keberhasilan terapi. Banyak pasien berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi yang berhenti minum obat dikarenakan hipertensi . Di Indonesia Berdasarkan Riset Kesehatan beberapa alasan seperti keadaan yang sudah membaik. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 105-114 e-ISSN: 2598-2095 kurangnya pengetahuan pasien mengenai risiko apabila konseling, pelayanan informasi obat (PIO), pemberian tidak meminum obat, dan kurangnya dukungan dari pesan singkat (SMS) pengingat, motivasi, dan edukasi Seringkali pasien hipertensi akan meminum . Dalam melakukan edukasi ada berbagai alat bantu obat kembali apabila merasakan keluhan seperti sakit ataupun media yang dapat digunakan seperti video dan kepala, jantung berdebar serta penglihatan kabur . Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan Masyarakat Kalimantan Selatan masih sangat lekat pasien hipertensi antara lain karakteristik pasien seperti usia & hidup/tinggal sendiri, komorbiditas, pendidikan kepada penderita hipertensi harus memperhatikan aspek & pengetahuan, tindakan & stigma, dukungan dari pihak budaya yang ada di masyarakat, salah satu aspek budaya keluarga, sikap & motivasi berobat, dan hubungan pasien dalam masyarakat adalah bahasa yang digunakan agar dengan tenaga kesehatan . materi yang disampaikan bisa diterima dan merubah Ketidakpatuhan tingkat pengetahuan penderita hipertensi menjadi lebih berpengaruh signifikan terhadap efektivitas terapi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ketidakpatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi Az Zahra et al. , . terjadi peningkatan pengetahuan penderita hipertensi setelah diberikan edukasi berbasis Ketidakpatuhan bahasa Banjar menggunakan video sebagai media penggunaan obat antihipertensi juga termasuk penyebab utama kegagalan terapi, menjadikan hipertensi sebagai dilakukan di Afika oleh Beune et al. , . menunjukkan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. bahwa intervensi pendidikan kesehatan berbasis budaya Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Laila et al. dapat mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi . Ketidakpatuhan ini berdampak langsung pada terhadap perubahan gaya hidup yang mendukung meningkatnya risiko komplikasi berat seperti penyakit perawatan pasien hipertensi . dan pada penelitian Lolo jantung, stroke, gagal ginjal, serta penurunan kualitas & Sumiati . menunjukkan adanya peningkatan hidup pasien . terhadap pengetahuan penderita hipertensi setelah Farmasis berperan dalam memberikan informasi yang diberikan edukasi berbasis budaya lokal (Luw. tepat tentang terapi obat kepada pasien sehingga pasien Instrumen Adherence Refill and Medication Scale (ARMS) juga turut aktif dalam proses pengobatannya. Pemberian merupakan alat yang digunakan untuk mengevaluasi kepatuhan pasien dalam minum obat. Kuesioner ARMS Sejalan . Hasil mudah digunakan, singkat, dan komprehensif serta telah dilakukan oleh Mcnally et al. , . bahwa studi ini digunakan dalam berbagai penelitian. ARMS memiliki menunjukkan apoteker dapat memainkan peraranan skala kepatuhan pengobatan yang valid dan reliable jika penting dalam penanganan hipertensi karena mereka digunakan pada pasien penyakit kronis, salah satunya Keuntungan dari kuesioner ARMS ialah dapat memperbaiki kontrol tekanan darah dengan memberikan digunakan untuk penelitian yang menggunakan populasi sedikit dan literasi yang rendah . pasien hipertensi . Berbagai intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti ingin kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi antara lain melihat pengaruh pemberian edukasi menggunakan Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 105-114 e-ISSN: 2598-2095 video berbasis bahasa banjar dan flipbook terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Adapun kriteria eksklusi sampel penelitian ini sebagai berikut: Alalak Tengah serta melihat faktor-faktor yang dapat Pasien yang sedang menjalani pengobatan mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi hipertensi kurang dari 3 bulan di Puskesmas di Puskesmas Alalak Tengah. Alalak Tengah. Pasien hipertensi yang termasuk dalam kriteria METODE Desain Merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Pasien hipertensi yang tidak selesai mengikuti proses penelitian. Alokasi pengelompokkan sampel di kelompok intervensi dan Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive kontrol dilakukan secara purposive sampling. Waktu sampling pada populasi pasien hipertensi. Perhitungan penelitian dilakukan dari bulan April 2025-Mei 2025. jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan jumlah rata-rata populasi dari bulan Populasi dan Sampel Penelitian januari-desembar 2024 sebanyak 91 pasien hipertensi di Populasi dari penelitian ini adalah pasien hipertensi yang Puskesmas Alalak Tengah dan persentase kelonggaran berobat jalan di Puskesmas Alalak Tengah. Sampel penelitian yang digunakan adalah 10%. Didapatkan jumlah sampel adalah pasien hipertensi yang berobat jalan di Puskesmas Alalak sebanyak 47,64 sehingga dibulatkan menjadi 48 sampel. Tengah yang memenuhi kriteria inklusi dan menandatangani Untuk lembar informed consent . enelitian ini telah memperoleh ditambahkan 20% dari jumlah sampel sehingga menjadi persetujuan etik dari Komisis Etik Universitas Muhammadiyah 60 sampel. Banjarmasin dengan nomor 189/UMB/KE/IV/2. Kriteria inklusi sampel penelitian ini sebagai berikut: Intervensi Kelompok Intervensi Intervensi kelompok perlakuan Pasien yang sedang menjalani pengobatan minggu pertama secara tatap muka. hipertensi minimal 3 bulan di Puskesmas Alalak Tengah. Pada minggu selanjutnya peneliti melakukan follow up sebagai pengingat kepada responden kelompok intervensi dan dapat berkomunikasi dengan baik. sebanyak satu kali dalam seminggu secara mandiri melalui Pasien atau keluarga pasien hipertensi yang whatsapp selama 4 minggu. Kelompok Kontrol Pasien hipertensi yang bisa membaca, menulis, mempunyai Whatsapp. Video dan flipbook diberikan langsung kepada pasien pada Video berdurasi 16 menit 23 detik, dan untuk flipbook terdiri dari 21 topik mengenai hipertensi. Pasien yang sedang menjalani pengobatan Media video dan flipbook sudah di uji validasi pada peneliti hipertensi minimal 3 bulan di Puskesmas sebelumnya oleh Ariyani et al. , . Uji validitas isi instrument Alalak Tengah. video dan flipbook dilakukan dengan melibatkan lima orang ahli Pasien hipertensi yang bisa membaca, menulis, yaitu farmasi klinik, endokrinologi, metodologi penelitian, dan dapat berkomunikasi dengan baik. psikologi kesehatan dan pakar pendidikan kesehatan . Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 105-114 e-ISSN: 2598-2095 kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Media video dan flipbook yang digunakan dalam penelitian Alalak Tengah, seperti usia, jenis kelamin, komorbid, dapat diakses pada link: Video: responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 60 https://youtu. be/U3S7RSmtoJU?si=2ETYaw6fxhCf_0AE responden yang terbagi menjadi 30 responden kelompok Flipbook: intervensi dan 30 responden kelompok kontrol. Dalam https://heyzine. com/flip-book/303d8ebace. mengukur tingkat kepatuhan peneliti menggunakan ARMS Total Pengumpulan Data menggunakan video berbasis bahasa banjar dan flipbook. Pengumpulan data kepatuhan menggunakan kuesioner Pada kelompok kontrol tidak mendapatkan edukasi Adherence Refill and Medication Scale (ARMS) yang telah menggunakan video berbasis bahasa banjar dan flipbook dilakukan uji validitas sebelumnya dan pengumpulan tetapi hanya mendapatkan standarcare dari puskesmas. data pengetahuan menggunakan kuesioner Hypertension Sedangkan pada kelompok intervensi mendapatkan Knowledge-Level Scale (HK-LS), serta analisa faktor-faktor edukasi menggunakan video berbasis bahasa banjar dan yang dapat mempengaruhi kepatuhan. Instrumen penelitian Hypertension Knowledge-Level Scale Analisis Statistik (HK-LS) telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas oleh Validitas digunakan untuk mengetahui seberapa alat ukur peneliti untuk memastikan kelayakan dan konsistensinya . itu benar-benar mengukur apa yang harus dalam mengukur variabel pengetahuan. Hasil uji seharusnya diukur. Reliabilitas adalah indeks yang validitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat memiliki nilai r hitung > r tabel . ,4. dengan tingkat dipercaya atau dapat diandalkan. Analisis univariat signifikansi 0,05, sehingga dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas menggunakan CronbachAos Alpha menunjukkan homogenitas digunakan untuk menguji distribusi karakteristik nilai sebesar 0,892 yang termasuk kategori sangat reliabel Wilcoxon digunakan untuk menguji perbedaan sebelum (>0,. Dengan demikian, kuesioner HKLS dinyatakan dan setelah intervensi pada masing-masing kelompok. Mann valid dan reliabel serta dapat digunakan dalam penelitian whitney untuk menguji skor kepatuhan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dengan data tidak Tabel 1. Karakteristik Berdasarkan Sosiodemografi terdistribusi normal. Uji korelasi Chi-Square digunakan untuk Sosiodemografi menguji distribusi karakteristik pasien dengan kepatuhan. Usia >65 Total Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Pendidikan SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat Perguruan Tinggi HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh dari pemberian edukasi melalui media video berbasis Bahasa banjar dan flipbook terhadap kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Alalak Tengah serta untuk melihat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Intervensi Kontrol 26,7% 66,7% 6,7% 6,7% 73,3% 0,383* 13,3 % 86,7% 0,430* 56,7 % 16,7% 23,3%% 53,3% p Value 0,731* Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 105-114 Tidak Bersekolah Total Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Total 3,3% 6,7% e-ISSN: 2598-2095 Keterangan: Uji statistik menggunakan uji Homogenitas. *data Berdasarkan tabel 2 diketahui karakteristik berdasarkan 0,030 klinis responden kategori lama menderita hipertensi Keterangan: Uji statistik menggunakan uji Homogenitas. *data pada kelompok intervensi dari 30 responden seluruhnya Berdasarkan tabel 1 karakteristik berdasarkan sosiodemografi kelompok kontrol mayoritas responden menderita responden kategori usia pada kelompok intervensi dan kontrol hipertensi O 5 tahun sebanyak 76,7%. Berdasarkan mayoritas berada pada kategori 46-65 tahun yang tergolong riwayat hipertensi pada kelompok intervensi dan kontrol dari dalam kelompok usia lansia sebanyak 66,7% dan 73,3%. Jenis 60 responden mayoritas tidak memiliki riwayat hipertensi yaitu kelamin pada kelompok intervensi dan kontrol mayoritas sebanyak 63,3% dan 56,7%. Berdasarkan komorbid pada berjenis kelamin perempuan sebanyak 86,7% dan 90%. kelompok intervensi dan kontrol dari 60 responden mayoritas Pendidikan pada kelompok intervensi dan kontrol mayoritas tidak memiliki komorbid yaitu sebanyak 83,3% dan 76,7%, berada pada kategori SD/Sederajat sebanyak 56,7% dan 53,3%. sedangkan berdasarkan jenis obat antihipertensi yang Sedangkan pekerjaan pada kelompok intervensi dan kontrol dikonsumsi pada kelompok intervensi dan kontrol dari 60 mayoritas tidak bekerja sebanyak 90% dan 80%. Dari seluruh responden mayoritas mengkonsumsi amlodipin 5mg yaitu data karakteristik berdasarkan sosiodemografis memiliki data sebanyak 70% dan 56,7%. Dari seluruh data karakteristik yang homogen kecuali pekerjaan yang hasil datanya tidak berdasarkan klinis memiliki data homogen kecuali lama homogen . <0,. menderita hipertensi yang hasil datanya tidak homogen Tabel 2. Karakteristik Berdasarkan Klinis Intervensi Kontrol Lama Menderita Hipertensi O 5 tahun 76,7% > 5 tahun 23,3% Total Riwayat Hipertensi Ada 36,7% 43,3% Tidak Ada 63,3% 56,7% Total Komorbid Ada 16,7% 23,3% Tidak Ada 83,3% 76,7% Total Jenis Obat Antihipertensi yang Dikonsumsi Amlodipin 56,7% Amlodipin 23,3% 36,7% Captopril 3,3% 12,5mg Captopril 3,3% Captopril 3,3% Furosemide Amlodipin 3,3% Captopril Total Klinis menderita hipertensi O 5 tahun . %) sedangkan pada . <0,. p Value <0,001 0,324* 0,204* 0,274* Tabel 3. Karakteristik Berdasarkan Perilaku Kesehatan Perilaku Kesehatan Merokok Merokok Tidak Merokok Total Olahraga Olahraga Tidak Olahraga Total Konsumsi Alkohol Konsumsi Alkohol Tidak Konsumsi Alkohol Total Intervensi Kontrol 3,3% 3,3% 96,7% 96,7% p Value 1,000* Keterangan: Uji statistik menggunakan uji Homogenitas. *data Berdasarkan tabel 3 diketahui karakteristik berdasarkan perilaku kesehatan responden kategori merokok pada kelompok intervensi dan kontrol dari 60 responden mayoritas tidak merokok yaitu sebanyak 96,6% pada masing-masing Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 105-114 e-ISSN: 2598-2095 Berdasarkan kategori olahraga pada kelompok tekanan darah sehingga tetap dapat terkendali. Seiring intervensi dan kontrol dari 60 responden seluruhnya tidak dengan meningkatnya pengetahuan tentang hipertensi, olahraga yaitu 100%, sedangkan juga pada kategori konsumsi alkohol pada kelompok intervensi dan kontrol dari 60 penyakitnya dengan baik sehingga responden menjadi responden seluruhnya tidak mengkonsumsi alkohol yaitu 100%. lebih baik . Dari data karakteristik berdasarkan perilaku kesehatan hanya Tabel 5. Karakteristik Berdasarkan Kepatuhan Pretest Kepatuhan Tabel 4. Karakteristik Berdasarkan Pengetahuan Pretest Pengetahuan Kontrol Postest Pretest Postest Value Pengetahuan Tinggi Pengetahuan Sedang Pengetahuan Rendah 6,7% 53,3% 56,7% 33,3% Total Intervensi data merokok yang memiliki data homogen . >0,. Intervensi 0,524* Kepatuhan Tinggi Kepatuhan Sedang Kepatuhan Rendah Total Kontrol Postest Pretest Postest 86,7% 93,3% 13,3% 96,7% 96,7% 6,7% 3,3% 3,3% Value 0,242* Keterangan: Uji statistik menggunakan uji Homogenitas. *data Keterangan: Uji statistik menggunakan uji Homogenitas. *data Berdasarkan tabel 5 karakteristik berdasarkan tingkat kepatuhan Berdasarkan tabel 4 intervensi dari 30 responden mayoritas kepatuhan sedang yaitu pengetahuan diperoleh bahwa pengetahuan pretest pada sebanyak 28 orang . ,3%), dan saat postest terjadi peningkatan kelompok intervensi dan kontrol adalah mayoritas tingkat yaitu mayoritas memiliki kepatuhan tinggi sebanyak 26 orang pengetahuan sedang yaitu 16 orang . ,3%) pada kelompok . ,7%). Sedangkan pada kelompok kontrol saat pretest dan intervensi dan 18 orang . %) pada kelompok kontrol. postest dari 30 responden tidak ada perubahan yaitu mayoritas Sedangkan pada saat postest pada kelompok intervensi memiliki kepatuhan sedang sebanyak 29 orang . ,7%). mayoritas tingkat pengetahuan adalah pengetahuan tinggi yaitu Hasil penelitian ini pada kelompok intervensi saat postest 18 orang . %), sedangkan pada kelompok kontrol saat postest terjadi peningkatan kepatuhan setelah diberikan edukasi mayoritas tingkat pengetahuan adalah pengetahuan sedang melalui video berbasis bahasa banjar dan flipbook. yaitu 17 orang . ,7%). Sedangkan Pada kelompok intervensi saat postest terjadi peningkatan peningkatan kepatuhan karena pada kelompok kontrol pengetahuan setelah diberikan edukasi melalui video tidak mendapatkan edukasi melalui video berbasis berbasis bahasa banjar dan flipbook, sedangkan pada bahasa banjar dan flipbook. Sejalan dengan teori penelitian kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan pengetahuan Anwar et al. , . kepatuhan dalam minum obat dapat karena pada kelompok kontrol tidak mendapatkan mempengaruhi seseorang dalam upaya menjaga tekanan edukasi melalui video berbasis bahasa banjar dan flipbook. darah agar tetap terkontrol, semakin baik kepatuhan Sejalan dengan teori penelitian Wiranto et al. , . yang pasien maka tekanan darah pasien akan semakin terkontrol . Ketidakpatuhan dalam minum obat dapat diperoleh bahwa tingkat kepatuhan pretest pada kelompok responden tentang hipertensi, maka akan mendorong seseorang untuk berperilaku yang lebih baik dalam Ketidakpatuhan yang disengaja dianggap sebagai proses mengontrol tekanan darah sehingga tekanan darahnya dimana pasien secara sadar memutuskan untuk tidak tetap terkendali. Responden dengan tingkat pengetahuan minum obat karena merasa bosan harus menjalani terapi yang baik tentang hipertensi akan dapat mengontrol Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 105-114 e-ISSN: 2598-2095 ketergantungan obat sehingga saat merasa sehat tidak perlu minum obat. Oleh karena itu, untuk memahami menunjukkan bahwa karakteristik tersebut yaitu usia, jenis kelamin, komorbid. Pendidikan, dan pekerjaan tidak mempertimbangkan faktor seperti keyakinan yang dapat secara langsung memengaruhi tingkat kepatuhan minum obat responden dalam penelitian ini. Sebaliknya, pada . =0,. Hubungan melanjutkan pengobatan. tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat Tabel 6. Perbedaan Kepatuhan Pasien Berdasarkan Sosiodemografi memiliki hubungan yang signifikan . =0,003<0,. Kepatuhan Faktor yang Mempengaruhi Tinggi Sedang Total Rendah Kepatuhan Value berkontribusi terhadap kepatuhan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Zahra et al. Usia 42,9% 54,8% 2,4% >65 Laki-Laki 57,1% 42,9% Perempuan 41,5% 55,6% 1,9% Ada 41,7% 58,3% Tidak Ada 43,8% 54,2% 2,1% SD/Sederajat 39,4% 57,6% SMP/Sederajat 45,5% 54,5% SMA/Sederajat 53,8% 46,2% Perguruan 33,3% 66,7% 0,612 pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan penderita hipertensi, dengan nilai p=0,001 . <0,. Artinya Jenis Kelamin semakin rendah tingkat pengetahuan, maka semakin 0,707 Komorbid Sebaliknya, 0,865 dalam mengkonsumsi obat. hipertensi, maka semakin besar kesadaran pasien untuk menjalani pengobatan secara teratur . Pendidikan Hasil ini juga diperkuat dengan penelitian Fauziah et al. 0,949 Tinggi Tidak 71,4% 28,6% 37,9% 58,6% 3,4% Bekerja 33,3% 66,7% Tidak Bekerja 45,1% 52,9% Tingi Pengetahuan Sedang pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan penderita Pengetahuan Pengetahuan hipertensi, dengan nilai p=0,011 . <0,. Tingkat Bersekolah 0,003* Responden cenderung lebih termotivasi untuk mengikuti pengobatan jika memiliki informasi Pengetahuan Rendah yang cukup mengenai penyakitnya. Pengetahuan yang Pekerjaan tinggi tentang hipertensi membuat responden lebih patuh 0,711 Keterangan: Uji Statistik menggunakan uji Chi-Square. *ada pengaruh signifikan Berdasarkan Chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan Hubungan ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan . =0,612>0,. , jenis kelamin degan kepatuhan minum obat . =0,707>0,. , komorbid dengan kepatuhan minum obat . =0,865>0,. Pendidikan dengan kepatuhan terhadap anjuran pengobatan dan penggunaan obat yang sesuai resep, karena responden memahami kondisi penyakit serta metode penanganannya. Selain itu, responden juga menyadari risiko yang dapat timbul jika tidak rutin mengontrol tekanan darah . Sehingga dengan adanya hubungan yang kuat antara pengetahuan minum obat . =0,949>0,. , dan pekerjaan dengan Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 105-114 e-ISSN: 2598-2095 mempengaruhi secara langsung proses kognitif dalam memiliki kepatuhan minum obat rendah, 8 orang . %) memahami manajemen hipertensi. memiliki kepatuhan minum obat sedang dan 8 orang Tabel 7. Perbedaan Kepatuhan Antara Kedua Kelompok . %) memiliki kepatuhan minum obat tinggi. Dan Kepatuhan Intervensi Mean Kontrol Mean Pretest 23,17 4,332 22,03 4,335 Postest 12,43 1,305 21,77 4,232 <0,001a P Value P Value <0,001b setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan yaitu terdapat 4 orang . %) memiliki kepatuhan minum obat rendah, 9 orang . 5%) memiliki kepatuhan minum obat 0,595a Keterangan: . Uji statistik berpasangan menggunakan uji Wilcoxon. uji statistik tidak berpasangan antara kedua kelompok menggunakan uji Mann-Whitney sedang dan 27 orang . 5%) memiliki kepatuhan minum obat tinggi. Hasil nilai signifikansinya yaitu <0,001 sehingga dapat diartikan ada perbedaan kepatuhan Berdasarkan tabel 7 Uji statistik pada penelitian ini sebelum dan sesudah intervensi menggunakan video menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan . <0,. Hasil penelitian ini juga diperkuat dengan pretest dan postest pada kelompok intervensi dan hasil penelitian Azhimah et al. , . yang menyatakan bahwa intervensi apoteker melalui video edukasi mengetahui perbedaan kepatuhan pada kelompok berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan intervensi dan kelompok kontrol. Hasil statistik uji dengan nilai p=0,000 . <0,. Wilcoxon pada kelompok intervensi diperoleh nilai Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu Jumlah sampel yang digunakan relatif perbedaan yang signifikan antara kepatuhan pretest dan terbatas sehingga hasil penelitian ini mungkin belum postest setelah diberikan edukasi. Sedangkan pada sepenuhnya dapat digeneralisasikan pada populasi yang kelompok kontrol diperoleh nilai signifikansinya 1,000 lebih luas. Selain itu, durasi intervensi yang relatif singkat . >0,. yang artinya tidak ada perbedaan signifikan dapat memengaruhi hasil, khususnya terkait evaluasi antara kepatuhan pretest dan postest pada kelompok kepatuhan jangka panjang. <0,001 Mann-Whitney . <0,. kontrol karena kelompok kontrol tidak mendapatkan edukasi dan hanya mendapatkan standarcare dari KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat Uji statistik Mann-Whitney pada penelitian ini diperoleh disimpulkan pemberian edukasi menggunakan nilai signifikansinya <0,001 . <0,. yang artinya ada berbasis bahasa banjar dan flipbook berpengaruh terhadap perbedaan signifikan antara kepatuhan pada kelompok kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas intervensi dan kelompok kontrol. Dengan adanya Alalak Tengah, dan dari faktor sosiodemografi yang edukasi melalui media video berbahasa banjar dan diteliti, hanya tingkat pengetahuan yang berpengaruh flipbook menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di di Puskesmas Alalak Tengah. Puskesmas Alalak Tengah. Pada Cherliana Rahmawati . SARAN penggunaan media video efektif dalam meningkatkan Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Sebelum penelitian dengan media sejenis tetapi menjangkau diberikan edukasi terdapat sebanyak 24 orang . %) wilayah yang lebih luas dan kelompok yang lebih Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 9 No. September 2025. Page 105-114 keterbatasan fisik atau kognitif, lansia dengan kondisi polifarmasi, serta pasien dengan penyakit penyerta Tujuannya untuk memastikan bahwa edukasi dengan media sejenis tetap efektif, mudah diakses, dan kebutuhan yang berbeda. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Banjarmasin fasilitas yang diberikan selama proses penelitian ini, serta Puskesmas Alalak Tengah memberikan izin dan bantuan dalam pelaksanaan Ucapan terima kasih juga disampaikan meluangkan waktu untuk berpartisipasi, serta kepada keluarga, rekan sejawat, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun materiil sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA