(JKN) JURNAL KESEHATAN NASIONAL https://jurnal. id/index. php/jkn DOI Prefix 10. e-ISSN a Vol. 1 No. 1 (November, 2. Diterima Redaksi: 10-10-2025 | Selesai Revisi: 10-11-2025 | Diterbitkan Online: 21-11-2025 Case Study Intervensi Uap Air Hangat dan Minyak Kayu Putih pada Anak dengan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) Ivilia Adrian1. Winarsi Molintao2 Program Studi Profesi Ners. Fakultas Keperawatan. Universitas Pembangunan Indonesia. Manado. Indonesia Email: 1iviliaadrian5@gmail. com, 2winarsi29@gmail. Abstract Acute Respiratory Infection (ARI) is the leading cause of morbidity and mortality from infectious diseases worldwide. ARI affects more children than other infections and increases the incidence of illness by more than 870,000 children under five years old annually, or about 2,320 children every day. Globally, there are more than 1,740 ARI cases per 100,000 children. South Asia has the highest incidence . ,210 per 100,000 childre. , followed by West and Central Africa with the highest incidence . ,810 cases per 100,000 childre. The prevalence of ARI in 2020 in Indonesia, based on diagnoses by healthcare workers and reported symptoms, was 9. This disease is a respiratory infection characterized by cough lasting less than two weeks, common cold, and/or sore The aim of this study was to analyze nursing care for children with ARI using warm steam and eucalyptus oil in the Irina E Lower Room at RSUP Prof Dr R. D Kandou Manado. The method used was a case study with data collection through interviews with the patient's family, observation, physical examination, and nursing documentation. Intervention was given once every three days of implementation. After the warm steam therapy and eucalyptus oil intervention on An. P with ARI experiencing ineffective airway clearance, changes were observed in cough intensity and mucus discharge, respiration rate decreased from 22 breaths per minute to 16 breaths per minute after therapy, and oxygen saturation (SpO. The conclusion of this study is that warm steam. Keywords: ARI. Warm Steam. Pediatric Nursing Abstrak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular dunia. Infeksi saluran pernapasan akut mengindikasikan lebih banyak anak dari pada infeksi lainnya dan meningkatkan kejadian angka kesakitan lebih dari 870. 000 anak di bawah usia lima tahun untuk setiap tahunnya atau sekitar 2. anak setiap hari. Secara global, terdapat lebih dari 1. 740 ISPA per 100. 000 anak. Di Asia Selatan . 210 per 100. 000 ana. Afrika Barat dan Afrika Tengah Insiden tertinggi . 0 kasus per 100. 000 ana. Prevalensi ISPA tahun 2020 di Indonesia menurut diagnose tenaga kesehatan dan gejala yang dialami sebesar 9,3%. Penyakit ini merupakan infeksi saluran pernapasan batuk kurang dari 2 . minggu, common cold dan atau sakit Tujuan penelitian untuk menganalisis asuhan keperawatan anak yang Penulis Korespondensi: Ivilia Adrian | iviliaadrian5@gmail. Ivilia Adrian. Winarsi Molintao JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. mengalami ISPA menggunakan uap air hangat dan minyak kayu putih di ruangan Irina E Bawah RSUP Prof Dr R. D Kandou Manado. Metode yang digunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan keluarga pasien, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Pemberian intervensi diberikan 1 kali dalam 3 hari pengimplementasian. Setelah dilakukan pemberian intervensi terapi uap air hangat dan minyak kayu putih pada An. P dengan masalah ISPA yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif menunjukkan adanya perubahan pada intensitas batuk dan lendir keluar, pernapasan yang awalnya 22 x/m setelah diberikan terapi 16x/m dan SPO2 menjadi normal. Kesimpulan dari penelitian iniyu terapi uap air hangat dan minyak kayu putih berpengaruh terhadap An. P dengan ISPA yang mengalami bersihan jalan napas tidak efektif. Kata Kunci: ISPA. Uap Air Hangat. Keperawatan Anak PENDAHULUAN Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian tersering pada anak di negara sedang berkembang. Infeksi saluran pernapasan akut ini menyebabkan empat dari 15 juta perkiraan kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun pada setiap tahunnya (Widjaya, 2. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan permasalahan kesehatan global, sebab terjadi 2 juta kematian setiap tahunnya. ISPA dapat mengenai siapa saja, baik balita, anak-anak, maupun orang dewasa. ISPA mudah menginfeksi pada daya tahan tubuh yang rendah, seperti balita dan anak usia dibawah 5 tahun dengan gejala ringan hingga berat. ISPA mudah menyerang tubuh manusia apabila sistem imunmenurun. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular dunia. Infeksi saluran pernapasan akut mengindikasikan lebih banyak anak dari pada infeksi lainnya dan meningkatkan kejadian angka kesakitan lebih dari 870. 000 anak di bawah usia lima tahun untuk setiap tahunnya atau sekitar 2. anak setiap hari. Secara global, terdapat lebih dari 1. 740 ISPA per 100. 000 anak. Di Asia Selatan . 210 per 100. 000 ana. Afrika Barat dan Afrika Tengah Insiden tertinggi . 0 kasus per 100. 000 ana. Prevalensi ISPA tahun 2020 di Indonesia menurut diagnose tenaga kesehatan dan gejala yang dialami sebesar 9,3%. Penyakit ini merupakan infeksi saluran pernapasan batuk kurang dari 2 . minggu, common cold dan atau sakit tenggorokan (Hilmawan, 2. Menurut Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2021 di Indonesia angka kejadian ISPA pada anak balita sebesar . ,4%) yaitu sekitar 4. penemuan kasus ISPA pada anak balita. Provinsi dengan cakupan ISPA pada anak balita tertinggi berada di Jawa Timur . ,0%). Banten . ,2%). Lampung . ,6%) dan Jawa Tengah . ,6%). Sedangkan angka kematian akibat ISPA pada balita di Indonesia pada tahun 2021 sebesar . ,16%), yaitu sekitar 444 balita meninggal karena ISPA (Kemenkes. Anak merupakan usia yang paling rawan terkena penyakit, hal ini berkaitan dengan immunitas anak, salah satu penyakit yang di derita oleh anak 6-8 tahun adalah gangguan pernafasan atau infeksi pernafasan. WHO menuturkan. ISPA merupakan salah satu penyebab kematian yang sering terjadi pada anak di negara yang sedang berkembang. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang sistem pernafasan mulai dari saluran pernafasan atas hingga saluran bawah beserta organ lainnya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Infeksi ini bersifat akut dan dapat berlangsung hingga 14 hari. Penyakit ISPA masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama (Permatasari, 2. Tanda dan gejala ISPA banyak bervariasi antara lain demam, pusing, malaise . , anoreksia . idak nafsu maka. , vomitus . , photophobia . akut cahay. Ivilia Adrian. Winarsi Molintao JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. gelisah, batuk, keluar sekret, stridor . uara nafa. , dyspnea . esakitan bernafa. , retraksi suprasternal . danya tarikan dad. , hipoksia . urang oksige. , dan dapat berlanjut pada gagal nafas apabila tidak mendapat pertolongan dan mengakibatkan kematian (Purnama. Salah satu upaya untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif karena hidung tersumbat dapat dilakukan dengan pemberian obat dengan cara dihirup . Obat dapat dihirup untuk menghasilkan efek lokal atau sistemik melalui saluran pernapasan dengan menghirup menggunakan uap, nebulizer, atau aerosol semprot. Terapi inhalasi uap adalah pengobatan efektif untuk mengatasi hidung tersumbat, metode alami yang baik dengan uap dan panas. Inhalasi uap adalah menghirup uap dengan atau tanpa obat melalui saluran pernapasan bagian atas, dalam hal ini merupakan tindakan untuk membuat pernapasan lebih lega, sekret lebih encer dan mudah dikeluarkan, selaput lendir pada saluran napas menjadi tetap lembab. Inhalasi uap sederhana dengan tambahan minyak kayu putih merupakan salah satu cara yang mudah untuk diajarkan pada masyarakat dalam mengatasi gejala-gejala yang muncul akibat ISPA Adapun penelitian Ervan . , terapi komplementer yang dapat diberikan pada penderita ISPA yaitu inhalasi sederhana dengan menggunakan minyak kayu putih. Inhalasi sederhana adalah suatu tindakan memberikan inhalasi atau menghirup uap hangat untuk mengurangi sesak napas, melonggarkan jalan napas memudahkan pernapasan dan mengencerkan sekret atau dahak. Sejalan dengan penelitian Pujiningsih . , tindakan non farmakologi atau penerapan inhalasi minyak kayu putih untuk anak ISPA menjadi alternatif dalam Kandungan utama minyak kayu putih yaitu eucalyptol, cineol, linalool, dan terpinol menimbulkan dampak mukolitik . engencer daha. , broncodilahation . emperlancar nafa. , anti inflamasi serta penekan batuk. Penguapan atau inhalasi sederhana membuat pembuangan dahak lebih sederhana dan lebih efektif. Penghirupan sederhana melibatkan menghirup uap hangat dan air mendidih yang mengandung kayu Tindakan tersebut aman pada seseorang diberbagai umur diantaranya anak-anak. Minyak kayu putih merupakan hasil dari pengumpulan uap ranting dan daun segar pohon kayu putih (Melaleuca leucadendr. Dalam minyak kayu putih terkandung bahan kimia bernama cineole, linalool, dan terpineol, yang memberikan sensasi hangat ketika dioleskan pada kulit. Minyak kayu putih memiliki sifat antioksidan dan antiradang yang mampu memberikan manfaat baik bagi sistem pernapasan. Sifat minyak kayu putih ini mampu mengatasi ISPA, asma, sinusitis, serta gangguan pada pernapasan lainnya. Cajuput sebagai kandungan minyak kayu putih mengandung senyawa yang bersifat dekongestan yang mampu membantu mengencerkan dahak dan melegakan saluran Inhalasi sederhana adalah menghirup uap hangat dari air mendidih telah dicampur dengan aroma terapi sebagai penghangat, misalnya aroma terapi minyak kayu putih dapat digunakan sebagai dekongestan alami. Menghirup uap aromaterapi minyak kayu putih diyakini bisa mengurangi gejala pilek maupun hidung tersumbat dan mengencerkan dahak. DESKRIPSI KASUS Kasus dalam lampiran menggambarkan seorang anak perempuan berusia 16 tahun bernama O. P yang dirawat di Ruangan Irina E Bawah RSUP Prof. Dr. D Kandou Manado dengan diagnosis medis Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Pasien datang dengan keluhan utama demam, batuk sejak tiga hari, kesulitan mengeluarkan dahak, dan tampak lemas. Pemeriksaan fisik menunjukkan suhu tubuh meningkat, frekuensi napas lebih cepat, adanya suara napas tambahan berupa ronkhi, tampak pucat, dan tingkat energi Ivilia Adrian. Winarsi Molintao JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. Pemeriksaan laboratorium juga mendukung adanya infeksi dengan meningkatnya nilai leukosit dan CRP. Dalam proses pengkajian keperawatan ditemukan tiga masalah utama, yaitu bersihan jalan napas tidak efektif akibat hipersekresi dan batuk yang tidak efektif, hipertermia akibat proses infeksi, serta defisit nutrisi akibat menurunnya nafsu makan selama sakit. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan intervensi, terutama terapi uap air hangat dengan minyak kayu putih sebagai tindakan non-farmakologis. Terapi ini dilakukan dengan cara menghirup uap air hangat yang telah ditambahkan beberapa tetes minyak kayu putih untuk membantu mengencerkan dahak dan melegakan saluran napas. Selain itu, pasien juga diajarkan teknik batuk efektif, diberikan manajemen hipertermia, serta dukungan nutrisi. Hasil evaluasi selama tiga hari menunjukkan adanya perubahan positif. Pada hari pertama batuk masih terasa berat dan sputum sulit dikeluarkan, suhu tubuh masih tinggi, dan ronkhi masih terdengar. Pada hari kedua batuk mulai berkurang, dahak mulai mudah keluar, suhu tubuh menurun, dan suara napas abnormal mulai berkurang. Pada hari ketiga pernapasan tampak lebih lega, ronkhi sudah tidak terdengar, sputum dapat dikeluarkan dengan efektif, serta frekuensi napas menurun ke kisaran normal. Pasien tampak lebih rileks dan nyaman setelah terapi. Secara keseluruhan, intervensi uap air hangat dan minyak kayu putih terbukti memberikan manfaat signifikan pada pasien ini. Terapi tersebut membantu memperbaiki kebersihan jalan napas, menurunkan gejala pernapasan, mengurangi demam, dan mempercepat proses pemulihan. Kasus ini menunjukkan bahwa metode sederhana dan mudah diakses seperti terapi uap dapat menjadi bagian dari intervensi keperawatan yang efektif pada pasien ISPA, terutama ketika dilakukan secara konsisten dan disertai pemantauan kondisi pasien secara menyeluruh. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberian terapi uap air hangat dan minyak kayu putih mengambil sampel pada An. yang berfokus sebagai klien kelolaan yang diberikan implementasi. Penulis melakukan pengkajia pada An. P pada tanggal 13 Januari 2025 s. d 15 Januari 2025. Setelah dilakukan pengkajian pada An. P yang merupakan klien kelolaan didapatkan masalah keperawatan dengan standar diagnosa keperawatan (SDKI) yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif (D. , hipertermi (D. , defisiti nutrisi (I. dan dilakukan perencanaan dengan menggunakan standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI) sebagai tujuan dan kriteria hasil yaitu bersihan jalan nafas membaik (L. termogulasi membaik (L. , status nutrisi membaik (L. serta standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI) yaitu latihan batuk efektif (I. , manajemen hipertermi (I. , manajemen nutrisi (I. Pada saat implementasi peneliti menerapkan Evidence Based Nursing pemberian terapi uap air hangat dan minyak kayu putih pada klien kelolaan pada An. Sebelum intervensi uap air hangat dan minyak kayu putih diberikan jalan nafas pasien di kaji terlebih dahulu apakah ada suara nafas tambahan dan produksi sputum, kemudian di lakukan terapi selama 15-20 menit, kemudian di evaluasi setelah diberikan uap air hangat dan minyak kayu putih. Tabel 1. Latihan Batuk Efektif Nama Waktu Respirasi Keterangan Kemampuan batuk efektif Pre Post An. P 13 Januari 2025 Menurun Meningkat 14 Januari 2025 Menurun Meningkat 15 Januari 2025 Menurun Meningkat Ivilia Adrian. Winarsi Molintao JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. Hasil studi menunjukkan batuk efektif An. P pada tanggal 13 Januari 2025 diketahui sebelum diberikan terapi uap air hangat dan minyak kayu putih klien mengatakan batuk. RR= 22x/m dan sulit untuk mengeluarkan sputum, dan terdapat suara nafas tambahan atau ronkhi setelah diberikan intervensi kemapuan batuk klien meningkat, dapat mengeluarkan sputum dan suara nafas tambahan . onkhi berkuran. , dan RR= 20x/m. Pada tanggal 14 Januari 2025 diketahui sebelum diberikan terapi klien mengatakan batuk sedikit berkurang dan dapat mengeluarkan sputum sedikit-sedikit, masih terdengar ronkhi di kedua lapang paru. RR= 21x/m, setelah diberikan intervensi kemapuan batuk klien lebih meningkat, dapat mengeluarkan sputum dan suara nafas tambahan . onkhi sedikit berkuran. RR= 18x/m. Tanggal 15 Januari 2025 diketahui sebelum diberikan terapi uap air hangat dan minyak kayu putih klien mengatakan batuk berkurang. RR= 20x/m dapat mengeluarkan sputum, dan terdapat suara nafas tambahan atau ronkhi berkurang, setelah diberikan intervensi kemapuan batuk klien meningkat, kemampuan mengeluarkan sputum meningkat dan produksi sputum berkurang serta suara nafas tambahan sudah tidak terdengar, serta jalan nafas terasa legah. RR= 16x/m. Hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi yang telah dilakukan selama 3 hari terdapat perubahan pada jalan nafas klien dengan jalan nafas efektif setelah dilakukan penerapan terapi uap air hangat dan minyak kayu putih. ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang dapat menyerang hidung, tenggorokan, paru-paru dan berlangsung kurang lebih 14 hari. ISPA dapat menyerang saluran pernafasan atas dan saluran disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Tanda dan gejala ISPA pada anak adalah demam, pilek, batuk kering, batuk berdahak, mual, muntah dan sakit tenggorokan atau nyeri telan (Lestari et al. , 2. Penyebab utama ISPA adalah virus atau infeksi gabungan virus dan bakteri. ISPA dibagi menjadi 2 bagian yaitu. ISPA bagian bawah dan ISPA bagian atas. Infeksi saluran pernapasan yang menyerang bagian bawah adalah influenza brochitis dan pneumonia, sedangkan yang menyerang bagian atas adalah influenza, sakit telinga, radang tenggorokan, dan sinusitis (Ulfa el al. , 2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang banyak dijumpai pada balita dan anak-anak mulai dari ISPA ringan sampai berat. ISPA yang berat jika masuk kedalam jaringan paru-paru akan menyebabkan Pneumonia. Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Masalah keperawatan yang muncul pada penderita ISPA yang sering mucul adalah pola nafas tidak efektif, bersihan jalan nafas tidak efektif, hipertermi, dan nyeri akut (Sastrariah, 2. Dari masalah-masalah yang sudah disebutkan diatas maka masalah utama yang muncul yaitu masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas, masalah ini diangkat karena ketidakmampuan pasien untuk mengatasi sumbatan pada jalan napas yang dialami. Bersihan jalan napas itu merupakan hal yang penting karena jalan napas merupakan jalan utama untuk melakukan proses sirkulasi udara dalam tubuh sehingga dalam mempertahankan kelangsungan metabolisme sel diperlukan fungsi respirasi yang Apabila bersihan jalan napas tidak dipertahankan maka pasien akan mengalami sumbatan pada jalan napas sehingga terjadi ketidakefektifan bersihan jalan napas (Anjani & Wahyuningsih, 2. Perawat mempunyai peranan penting dalam menangani masalah ISPA pada anak dapat dilakukan dengan pendekatan secara kuratif . , perawat dapat memberikan penatalaksanaan sesuai masalah yang terjadi serta memberikan terapi non farmakologis yaitu terapi air hangat dan minyak kayu putih untuk meningkatkan bersihan jalan nafas pada anak dengan ISPA (Handayani et al. , 2. Terapi uap minyak kayu putih adalah terapi yang dilakukan dengan cara menghirup uap yang berasal dari uap air panas yang ditambahkan dengan minyak kayu putih (Deswita et al. , 2. Ivilia Adrian. Winarsi Molintao JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. Tujuan pemberian terapi uap minyak kayu putih adalah untuk meringankan hidung tersumbat dan menurunkan bersihan jalan nafas pada anak dengan ISPA. Manfaat terapi uap minyak kayu putih dapat mengencerkan lendir pada paru-paru sehingga memperlancar pernafasan yang ditandai dengan batuk menghilang, tidak menggunakan otot bantu pernapasan dan suara nafas menjadi normal (Nofiasari & Hartiti, 2. Minyak kayu putih (Eucalyptu. merupakan salah satu jenis minyak atsiri khas Indonesia. Minyak ini diketahui memiliki banyak khasiat, baik untuk pengobatan luar maupun pengobatan dalam sehingga banyak dibutuhkan oleh berbagai kalangan Sineol merupakan komponen utama penyusun minyak kayu putih. Besarnya kadar sineol menetukan kualitas minyak kayu putih. Semakin tinggi kadar sineol maka akan semakin baik kualitas minyak kayu putih. Komponen utama penyusun minyak kayu putih adalah sineol (C10H18O), pinene (C10H. , benzaldehide (C10H5HO), limonene (C10H. dan sesquiterpentes (C15H. Eucalyptus (Minyak kayu puti. diproduksi dari daun tumbuhan Melaleuca leucadendra dengan kandungan terbesarnya adalah eucalyptol . (Ulfa el al. , 2. Menurut penelitian tentang efektivitas sineol, minyak ini dapat membersihkan dahak, memperlebar saluran udara . ehingga memperlancar pernapasa. , mengurangi peradangan, dan membantu pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) termasuk asma dan sinusitis mengalami lebih sedikit eksaserbasi secara rata-rata. Ketika dihirup, minyak kayu putih meningkatkan kebersihan pernapasan dalam sejumlah cara, termasuk membuat batuk lebih mudah diatasi dan akhirnya menghasilkan dahak. Ketika hidung tersumbat mulai terjadi, obat cepatnya adalah dengan menuangkan air panas ke minyak kayu putih dan menghirup uapnya beberapa kali. Minyak kayu putih herbal memiliki sejarah panjang penggunaan, dan banyak yang telah merasakan manfaatnya. Dengan sifat antiradang, ekspektoran, mukolitik, dan pengencer dahak, serta efek bronkodilator/pernapasan cepat (Rohmah et al. , 2. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rusmini et al . dari hasil riset yang mereka lakukan pada 3 responden, proses penerapan yang dilakukan dengan menggunakan uap air panas sebnyak 200 ml dan minyak kayu putih 4-5 tetes. selama sepuluh hingga lima belas menit untuk membersihkan saluran pernapasan dan mengurangi kekentalan lendir. Hasil penerapan pada intervensi, didapatkan rata-rata hasil pada responden 1,2,3 pre intervensi SpO2 98%. RR: 31x/m, ronki(-) R1:30. R2:30. R3:32. hasil post intervensi didapatkan hasil SpO2 : 99% dan RR : 24x/m. R1:24. R2:25. R3:24. Intervensi kombinasi uap air panas dengan minyak kayu putih sangat efektif untuk bersihan jalan nafas pada anak bronkopneumonia. Hasil ini juga sejalan dengan riset yang dilakukan oleh Laela & Ikasa . penelitian tersebut dilakukan pada pasien an. A usia 2 tahun 8 bulan. Data pengkajian pasien batuk berdahak dan terdengar suara ronkhi dikedua lapang paru. Diagnosa keperawatan utama adalah bersihan jalan nafas tidak efektif. Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah pemberian terapi uap minyak kayu putih. Setelah dilakukan pemberian terapi uap minyak kayu putih 3x24 jam dengan frekuensi 1 kali sehari selama 5-10 menit menggunakan 4-5 tetes minyak kayu putih dengan menutup kepala menggunakan handuk bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien teratasi ditandai dengan batuk dan suara ronkhi dikedua lapang paru sudah berkurang. Pemberian Terapi uap minyak kayu efektif dalam mengurangi suara ronkhi. Penelitian ini juga sejalan dengan Ricky et al . yang melakukan literature review antara tahun 2019-2024 didapati bahwa akhir anak -anak dengan gangguan ispa dapat mengambil manfaat dari terapi uap minyak kayu putih sebagai perawatan tambahan untuk meningkatkan pembersihan jalan napas. Ivilia Adrian. Winarsi Molintao JKN (Jurnal Kesehatan Nasiona. Vol. 1 No. Penelitian ini juga senada dengan Yuliana & Diah . terapi uap air hangat dan minyak kayu putih selama 3 hari selama 3 kali didapatkan data bahwa dari kedua klien yang menderita bersihan jalan nafas tidak efektif mengalami peningkatan kepatenan jalan nafas ditandai dengan membaiknya frekuensi nafas yaitu pada An. A saat pertama kali dikaji dengan RR 27x/menit turun menjadi 23x/menit, klien An. M saat pertama dikaji RR 29x/menit turun menjadi 24x/menit, serta tidak ditemukan adanya penumpukan sekret dan suara ronkhi berkurang. Hasil ini juga senada dengan Sari & Roro . terapi tersebut dilakukan selama 3 hari dan didapati hasil yaitu frekuensi batuk menurun dan produksi mukus menurun, diagnosa ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan sekresi yang tertahan sudah teratasi. Fisioterapi dada dan terapi uap air panas plus minyak kayu putih terbukti berpengaruh terhadap mengurangi batuk dan mengeluarkan dahak. KESIMPULAN DAN SARAN Intervensi yang telah dilakukan selama 3 hari terdapat perubahan pada jalan nafas klien dengan jalan nafas efektif setelah dilakukan penerapan terapi uap air hangat dan minyak kayu putih. Hasil studi kasus ini diharapkan bisa menjadi pilihan terapi nonfarmakologi yang dapat membantu klien dengan masalah keperawatan nyeri, karena pengobatan nonfarmakologi mempunyai banyak keuntungannya seperti dapat dilakukan dimana saja, dan tentunya biayanya relatif lebih murah. DAFTAR PUSTAKA