Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Jantung Koroner Pada Anggoita POLRI MAPOLDA Jawa Timur Tahun 2024 Vammy B. Valentine1. Iwana A. Rakhmawati2 Dokter Umum. RS Bhayangkara Surabaya H. S Samsoeri Mertojoso Dokter Umum. Biddokkes Polda Jawa Timur *Email: vammy. valentine@yahoo. ABSTRAK Berbagai macam faktor risiko dapat menyebabkan terjadinya PJK ( Penyakit Jantung Korone. , sebagian besar dapat dimodifikasi akan tetapi sebagian tidak dapat dimodifikasi sehingga harus mendapatkan terapi Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap terjadinya penyakit jantung koroner pada anggota Polri Mapolda Jawa Timur Tahun 2024. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian Cross Sectional Study. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah semua anggota Polri yang menderita Penyakit Jantung Koroner yang ditemukan pada saat melakukan pemeriksaan berkala bulan Januari 2024 berjumlah 302 orang. Dari hasil perhitungan ini maka peneliti menetapkan jumlah sampel sebanyak 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gula darah puasa dan tekanan darah berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian jantung koroner dengan nilai p=0,000 . -value <0,. , dan faktor paling dominan adalah Gula Darah Puasa dengan p = 0,006 . -value = <0,. Odd Ratio = 22,926. Saran dari penelitian ini adalah melalui upaya pencegahan penyakit terutama penyakit jantung koroner pada anggota, sehingga faktor risiko bisa dikendalikan sejak dini, khususnya mengendalikan obesitas dan pola makan yang sehat melalui aktivitas fisik dan pola makan sehat. tinggi serat, rendah lemak, rendah garam dan gula. Kata Kunci : Penyakit Jantung Koroner. Gula Darah Puasa. Tekanan Darah. Anggota Polri. ABSTRACT Various kinds of risk factors can cause CHD (Coronary Heart Diseas. , most of which can be modified, but some cannot. So they must receive treatment. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the occurrence of coronary heart disease in members of the East Java Regional Police Headquarters in 2024, employing a cross-sectional research design. The population of cases in this study comprised all members of the National Police who had been diagnosed with coronary heart disease during periodic examinations in January 2024, totaling 302 people. Based on these results, the researcher determined the sample size was 70 The results indicated that fasting blood sugar and blood pressure significantly influenced the incidence of coronary heart disease, with a p-value of 0. < 0. The most dominant factor was fasting blood sugar, with a p-value of 0. -value = <0,. and an odds' ratio of 22. Suggestions from this study include implementing disease prevention efforts, especially for coronary heart disease among members, to control risk factors early on, especially obesity, and promote a healthy diet through physical activity and consumption of foods high in fiber and low in fat, salt, and sugar. Keywords: Coronary Heart Disease. Fasting Blood Sugar. Blood Pressure. Police officers. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Kepolisian di Indonesia merupakan PENDAHULUAN Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyakit yang menyerang pembuluh tanggung jawab yang besar, pola tidur yang tidak teratur, jadwal dan shift kerja yang terbentuknya plak dan pecah sehingga padat, sehingga memicu pola hidup yang tidak baik, seperti merokok, pola makan dan life style yang tidak sehat. Berdasarkan penyakit kardiovaskular berperan besar data Kepala Bidang Kedokteran dan pada jumlah kematian 17,9 juta orang setiap Kesehatan (Biddokke. Polda Jawa Timur tahunnya yang mewakili 31% dari seluruh kematian secara global (WHO, 2. kurangnya 5-10 polisi di Jawa Timur Cardiovaskular (CVD) Kasus penyakit jantung koroner meninggal karena sakit kronis. Menurut sering ditemukan di masyarakat. Penyakit Maani . , terdapat korelasi antara ini terjadi di pembuluh darah yang kejadian hipertensi, diabetes tipe 2, dan membawa oksigen ke jantung . rteri obesitas dengan kasus PJK di Rumah Sakit korone. sehingga terjadilah penyumbatan Umum pembuluh darah tersebut. Penyakit jantung Tenggara pada tahun 2012. hususnya Bahteramas Provinsi Berdasarkan Sulawesi dilakukan oleh Meity tahun 2022 tentang penyebab yang dijelaskan melalui faktor . iasanya gaya hidup dan perilaku tidak dengan menggunakan indeks atherogenik Ada tiga hal yang disebut sebagai didapatkan bahwa sebanyak 978 orang terdapat perbedaan yang signifikan pada pemeriksaan tekanan darah sistole . = koroner pada seseorang, yaitu . faktor yang tidak dapat diubah . sia, jenis kelamin, triglycerides . = 0. LDL-C . = riwayat keluarg. Faktor yang dapat . , total kolesterol . = 0. , gula dimodifikasi . iperlipidemia, peningkatan darah puasa . = 0. dibandingkan LDL-c, hipertensi, merokok, diabetes tipe 2, dengan masyarakat sipil. (Majid, 2. Oleh karena itu berbekal dari penelitian dan data terkait anggota polri Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Mapolda Jawa Timur masih ditemukan beberapa tantangan terutama mengenai antarmasing variabel . ependen ataupun Analisis bivariat bertujuan menyebabkan penyakit jantung koroner untuk menguji hubungan antara variabel faktor-faktor dilakukan analisis mengenai variabel yang memungkinkan jumlah kasus penyakit kepercayaan 95% . <0,. dan terakhir dilakukan uji Multivariat untuk menentukan Polri Mapolda Jawa Timur Tahun 2024. chi-square faktor yang paling mendominasi. METODE PENELITIAN HASIL PENELITIAN Penelitian cross-sectional. Analisa Univariat Data penelitian variabel-variabel yang diteliti diamati atau menunjukkan karakter mereka berdasarkan diukur secara bersamaan. Riset ini ditujukan jenis kelamin. DM, tekanan darah. BMI, dan sebagai analisis penyebab atas terjadinya prognosis penyakit jantung menggunakan penyakit jantung koroner pada anggota konsep Duke Score. kepolisian di Mapolda Jawa Timur . Tabel 1 Karakteristik Responden Penyakit Jantung Koroner pada Anggota Polri Mapolda Jatim Jenis Kelamin Frekuensi Persentase . (%) Laki-laki Perempuan Total Hipertensi Frekuensi Persentase . (%) Hipertensi Tidak Hipertensi Total Frekuensi . Persentase Diabetes (%) Tidak DM Total Obesitas Frekuensi Persentase . (%) Obesitas Tidak Obesitas Prognosisis Frekuensi . Persentase Penyakit (%) Jantung High risk Penelitian Biddokkes Polda Jawa Timur. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juli hingga Agustus Yang diuji dalam penelitian ini adalah seluruh anggota kepolisian yang mengidap Penyakit Jantung Koroner, yaitu 302 orang yang terdeteksi pada pemeriksaan rutin pada Januari Berdasarkan memilih sampel sebanyak 70 anggota Analisis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 Intermediate risk Total Sumber : Data diolah . ,6%) dengan intermediate risk dan perempuan 6 orang . ,6%) yang memiliki Tabel 1 tersebut menunjukkan data responden terbanyak adalah laki-laki, yaitu 64 orang . ,4%), mayoritas responden responden tidak memiliki hipertensi . ,3%) dan tidak DM . ,9%) akan tetapi hampir 80% mayoritas responden obesitas dengan jumlah sebanyak 56 Berdasarkan didapatkan bahwa sebagian besar responden masuk pada resiko intermediate dengan jumlah penyakit jantung koroner dengan prognosis Sedangkan pada prognosis pjk dengan high risk didapatkan jumlah laki-laki sebanyak 9 . ,9%). Pengujian Chi-Square menghasilkan nilai p=0. 325 dengan maksud bahwa tidak ada korelasi yang berarti pada variabel jenis kelamin dengan penyakit jantung Hubungan Karakteristik BMI jantung koroner pada anggota Polri Mapolda Jawa Timur Tahun 2024 peserta 61 orang ( 87,1%). Analisa Bivariat Analisis bivariat dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan hubungan antardua Peneliti mengkaji interaksi antara karakteristik individu seperti jenis kelamin. Tabel 3. BMI Dengan PJK Prognosis BMI PJK Normal Obesitas Total Intermediate 14 47 67,1 61 87,1 9 12,9 9 12,9 High risk tekanan darah, kadar gula darah saat puasa, dan Karakteristik Jenis Total obesitas terhadap penyakit jantung koroner. Hubungan E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Sampel dengan kejadian penyakit Jantung pada anggota Polri Mapolda Jawa Timur Tahun responden dinyatakan obesitas . ,1%) pada intermediate risk dan 9 orang masuk pada Tabel 2. Jenis Kelamin Dengan PJ kategori high risk . ,9%). Adapun karaktiristik Prognosis PJK BMI normal dimiliki oleh 14 responden ( 20%) Intermediate High risk Total Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Total 55 78,6 6 8,6 61 87,1 12,9 0 91,4 6 namun tidak didapatkan high risk untuk kejadian penyakit jantung koroner. Pengujian Chi-Square menghasilkan nilai p=0,108 dengan maksud tidak adanya korelasi yang signifikan pada BMI dengan penyakit jantung koroner. Dari total 70 orang responden yang laki-laki. Hubungan Karakteristik Gula Darah Puasa dengan kejadian penyakit Jantung pada Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 anggota Polri Mapolda Jawa Timur Tahun responden . ,9%) dengan tekanan darah normal dan 17 orang . ,3%) dengan hipertensi. Tabel 4. Gula Darah Puasa Dengan PJK Prognosis Gula Darah Puasa PJK Normal Diabetes Total Intermediate 56 61 87,1 9 12,9 High risk Sedangkan pada kategori high risk didapatkan Total responden yang paling mendominasi adalah pada . ,4%) dengan non hipertensi . ,4%). Chi-Square menghasilkan nilai p=0. 000 yang makasudnya terdapat kejelasaan korelasi pada tekanan darah dengan penyakit jantung koroner. Dari total 70 orang responden yang Analisa Multivariat termasuk pada intermediate risk, sebanyak 56 Pengujian multivariat memanfaatkan responden . %) dengan gula darah normal dan 5 konsep uji regresi logistik dengan berpatokan . ,1%) Hasilnya Sedangkan pada kategori high risk didapatkan pemenuhan syarat atas variabel gula darah puasa responden yang paling mendominasi adalah pada dan tekanan darah dengan melanjutkannya pada penderita diabetes melitus . %) dibandingkan uji multivariat dengan p=0,000. Selanjutnya dengan non penderita diabates ( 2,9%). Chi- dilakukan uji multivariat dengan hasil sebagai Square p=0. maksudnya terdapat korelasi yang berarti pada Tabel 6. Hasil Uji Multivariat Variabel Sig. variabel gula darah puasa dengan penyakit Exp (B) jantung koroner. Step 1a GDP Hubungan Karakteristik Tekanan Darah Tekanan Darah dengan Jantung pada anggota Polri Mapolda Pengujian multivariat menghasilkan Jawa Timur Tahun 2024 nilai variabel Gula darah puasa, yaitu Tabel 5. Tekanan Darah Dengan PJK Prognosis Tekanan Darah PJK Normal Hipertensi Total Intermediate 44 62,9 17 61 87,1 9 12,9 High risk p=0,002 . -value <0,. dipahami adanya pengaruh dari gula darah puasa terhadap kasus jantung koroner dengan Odd ratio = 22,926. Sedangkan variabel tekanan darah memiliki nilai p=0,049 (OR Total 45 64,3 Dari total 70 orang responden yang termasuk pada intermediate risk, sebanyak 44 =10,. Pengujian tersebut menyimpulkan hasil bahwa terdapat korelasi yang besar atas penyakit jantung koroner yang disebabkan oleh gula darah puasa dengan p=0,002 (Odd Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 ratio = 22,. Hasil penelitian tersebut juga sejalan PEMBAHASAN dengan pendapat Mora melalui penelitiannya. Korelasi Jenis kelamin dengan kejadian Menurut Mora . , kasus penyakit jantung penyakit Jantung pada anggota Polri Mapolda koroner pada laki-laki lebih mudah diturunkan Jawa Timur Tahun 2024 sepuluh kali dibandingkan penyakit jantung Pengujian Chi-Square menghasilkan nilai koroner pada perempuan. Besaran peluang p=0. 325 yang menunjukkan tidak adanya korelasi turunnya risiko PJK ini dapat ditemukan dengan antara variabel jenis kelamin dengan penyakit memperbanyak aktivitas fisik, khususnya yang jantung koroner. Hal ini sejalan dengan data dilakukan laki-laki dibandingkan yang dilakukan terbaru dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan perempuan (Mora et al. , 2. Gizi Nasional (NHANES) menunjukkan bahwa Hubungan selama dua dekade terakhir prevalensi infark kejadian penyakit Jantung pada anggota Polri miokard meningkat pada wanita paruh baya . Mapolda Jawa Timur Tahun 2024 Karakteristik BMI hingga 54 tahu. , sementara menurun pada pria Pengujian Chi-Square menghasilkan nilai pada usia yang sama (Appelman, 2. Besaran p=0,108 dengan definisi tidak adanya korelasi peluang penyakit jantung pada laki-laki lebih yang mencolok antara BMI dengan kejadian kecil daripada perempuan karena perempuan jantung koroner. Menurut Wiyono dkk. sering memiliki gaya hidup dan pola makan yang pada risetnya, kasus jantung koroner lebih lebih tidak sehat (Huxley & Woodward, 2. dipengaruhi oleh besaran lingkar pinggang dan Banyaknya penemuan penyakit jantung pinggul akibar kadar kolesterol . LDL dan koroner pada perempuan dibanding laki-laki juga HDL). Penelitian ini dilakukan pada orang dewasa di Surakarta. Pengecekan indeks massa menopause pada perempuan. Perempuan yang tubuh dinilai kurang cocok untuk mengukur kadar sudah tidak mengalami menstruasi . lemak tubuh orang dewasa meskipun pengukuran dapat berisiko menderita jantung koroner lebih ini sudah sangat terkenal di masyarakat. Penilaian besar karena adanya penurunan tingkat proteksis ini berkaitan dengan angka kasus jantung koroner tubuh wanita yang kehilangan hormon estrogen. di Indonesia. Menurut Poirer . , pengecekan Hormon estrogen berperan besar pada perbaikan IMT untuk mengetahui potensial jantung koroner jaringan vaskular. Selain itu, kadar LDL dan HDL hanya sedikit berkorelasi pada angka kasus PJK pada wanita menopause juga berkurang. Pada pada laki-laki. Penilaian nilai IMT tidak selalu wanita menopause, elastisitas pembuluh darahnya berkaitan dengan lemak karena tubuh manusia itu sendiri terdiri atas otot, tulang, dan organ lainnya. penyumbatan pembuluh darah yang berakibat Terlebih lagi pada tubuh para atlet yang memiliki pada kejadian penyakit jantung (Hariadi, 2. IMT besar namun hampir seluruh tubuhnya padat Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 otot, bukan lemak. Pengecekan PJK yang hanya adanya korelasi hipertensi dengan kasus PJK berasal dari IMT akan menghasilkan miskonsepsi dengan nilai risiko 5,091 daripada pasien yang hasil pengecekan sehingga para peneliti menilai tidak berhipertensi. Hipertensi tersebut dapat perlu adanya cara pengukuran yang lebih pasti, menimbulkan masalah pada pembuluh darah khususnya untuk mengetahui kadar obesitas yang pasien PJK dalam janga waktu yang lama. berpotensi penyakit jantung koroner. Pembuluh Hubungan Karakteristik Gula Darah Puasa penumpukan lemak di dinding pembuluh dengan kejadian penyakit Jantung pada sehingga terus menyempit. Tingginya tekanan anggota Polri Mapolda Jawa Timur Tahun darah di pembuluh juga menghasilkan tingginya resistensi vertikel kiri dalam memompa darah Pengujian Chi-Square menghasilkan nilai yang berpotensi pada penambahan beban kerja p=0. 000 dengan maksud adanya korelasi yang jantung (Marliani 2. mencolok dari variabel gula darah puasad engan KESIMPULAN DAN SARAN penyakit jantung koroner. Melalui pengujian Kesimpulan multivariat, variabel gula darah saat puasa menunjukkan nilai p=0,002 (Odd ratio = Riset ini menghasilkan simpulan berupa: Ada beberapa variabel yang diuji dalam 22,. Begitu pula dengan penelitian yang kasus PJK ini: jenis kelamin, indeks massa dilakukan oleh Yuliani . tentang potensi tubuh, hipertensi, serta gula darah puasa. jantung koroner pada pasien DM tipe 2. Hasilnya berupa nilai pengujian pada variabel . =0,. , dengan angka PJK. menderita DM . =0,. , hipertensi . =0,. , dislipidemia . =0,. , obesitas . =0,. , dan dengan kejadian penyakit Jantung pada anggota Polri Mapolda Jawa Timur Tahun Variabel indeks massa tubuh (BMI) tidak berkorelasi dengan angka PJK. =0,. Hubungan Karakteristik Tekanan Darah Variabel jenis kelamin tidak berkorelasi Variabel dengan angka PJK. Variabel gula darah puasa memiliki korelasi dengan angka PJK. Saran Saran dari hasil penelitian ini adalah Pengujian Chi-Square menghasilkan nilai p=0. 000 dengan arti adanya korelasi mencolak sebagai berikut : Potensi PJK dapat diturunkan dengan rutin pada variabel tekanan darah dengan temuan PJK. Hasil riset ini sejalan dengan pendapat Fadika . mengenai kasus PJK pada pasien dewasa di RSUD Semarang yang menyatakan Para anggota kepolisian di Polda Jatim dapat Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol. 8 No 2. April 2024 kejadian PJK dalam menjaga kesehatan tubuh di masa akan datang. Kesehatan Bina Husada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Appelman. Sebagai pengingat dan referensi kepada masyarakat luas dalam menjaga kesehatan diri dari penyak jantung koroner. Penyakit E-ISSN: 2865-6583 P-ISSN: 2868-6298 Gender coronary heart disease. Netherlands Heart Journal. Volume 18 . Bororing, 2014. Gambaran Kebiasaan Makan ini dapat dihindari salah satunya dengan Makanan menjaga pola hidup dan jenis makanan yang Koroner Pada Masyarakat Etnis Minahasa Penelitian ini menjadi penelitian relevan bagi peneliti lainnya yang tertarik dengan riset kasus jantung koroner di Indonesia. Beresiko Lingkungan Penyakit Jantung Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado Diastutik, 2016. Proporsi Karakteristik Penyakit Jantung Koroner Pada Perokok Aktif Berdasarkan Karakteristik Merokok. Fadika . tentang faktor resiko yang DAFTAR PUSTAKA