Terbit online pada laman web jurnal: http://journal. id/index. php/JASENS JOURNAL OF APPLIED SMART ELECTRICAL NETWORK AND SYSTEMS (JASENS) Vol. 2 No. 08 - 14 ISSN Media Elektronik: 2723-5467 Telemonitoring Perkecambahan Benih Jati Emas Dengan Induksi Medan Magnet Statis Mila Kusumawardani1. Zulfa Anggraini Kusumaningtyas2. Farida Arinie3. Ridho Hendra Yoga Perdana4 1,2,3,4 Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Malang. Malang. Indonesia kusumawardani@polinema. id, 2zulfajhupa@gmail. com, 3farida. arinie@polinema. rhyp@gmail. Abstract In the cultivation of teak plants often have problems because teak seeds have a thick and hard skin or impermiabel . ifficult to penetrat. to water and gas so as to slow germination. The magnetic field can increase the growth rate in inactive seed seeds because the magnetic field affects the physical and chemical properties of water as a germination medium. Water exposed by the magnetic field can be absorbed easily with tissues in the seeds, thus shortening seed dormancy and increasing the percentage of seed germination. This study aims to understand the growth process of dormancy seed germination. To know the influence of magnetic fields on the growth of teak seed seeds, as a solution to the problem of seed dormancy in teak seed seeds. Therefore, the method used in this study is to provide exposure to teak seeds and make tools for monitoring teak growth in real time with the parameters of planting media moisture . o see the absorption of wate. and high seeds . or the growth of teak seed. , so that used YL69 sensor for soil moisture and sharp infrared sensor gp2y0a02yk0f for high plants. Keywords: Teak, dormancy, magnetic field, telemonitoring. YL69 Abstrak Dalam pembudidayaan tanaman jati sering mengalami kendala karena biji jati memiliki kulit yang tebal dan keras atau bersifat impermiabel . ulit ditembu. terhadap air dan gas sehingga dapat memperlambat perkecambahan. Medan magnet dapat meningkatkan laju pertumbuhan pada benih biji tidak aktif karena medan magnet memperngaruhi sifat fisika maupun kimia air sebagai medium perkecambahan. Air yang dipapar oleh medan magnet dapat diserap dengan mudah dengan jaringan pada biji, sehingga dapat mempersingkat dormansi biji dan meningkatkan prosentasi dari germinasi biji. Penelitian ini memiliki tujuan Untuk memahami proses pertumbuhan perkecambahan benih dormansi. Untuk mengetahui pengaruh medan magnet terhadap pertumbuhan benih biji pohon jati. Sebagai penyelesaian masalah dormansi biji pada benih biji pohon jati. Oleh karena itu metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu memberikan pemaparan pada biji jati dan membuat alat untuk monitoring pertumbuhan jati secara realtime dengan parameter kelembaban media tanam . ntuk melihat daya serap ai. dan tinggi benih . ntuk pertumbuhan biji jat. , sehingga digunakan sensor YL69 untuk kelembaban tanah dan sensor infrared Sharp gp2y0a02yk0f untuk tinggi tanaman. Kata kunci: Jati, dormansi, medan magnet, telemonitoring. YL69 Diterima Redaksi : 24-05-2021 | Selesai Revisi : 21-06-2021 | Diterbitkan Online : 30-06-2021 Pendahuluan keras yang memiliki sidat impermiabel . ulit ditembu. terhadap air dan gas sehingga dapat menghambat Pohon jati adalah tanaman yang termasuk dari jenis Semakin keras biji dan kurangnya faktor tropika dan subtropics yang dikenal dengan kualitasnya. yang menunjang pertumbuhan, maka waktu yang Pohon jati memiliki manfaat yaitu batang pohon . ayu diperlukan untuk germinasi perkecambahan semakin jat. dapat digunakan sebagai furniture dari perabotan lama . rumah, dll. Banyaknya permintaan konsumen akan kayu Germinasi adalah suatu proses pertumbuhan embrio jati membuat kayu tersebut banyak dieksploitasi oleh serta komponen biji yang dapat tumbuh dengan normal oknum yang memanfaatkan hal ini, apabila tidak diiringi dan dapat menjadi tahap tumbuhan yang baru . dengan pembudidayaan maka kayu jati akan menjadi Dormasi dapat diartikan ketidak mampuan dari sebuah Budidaya tanaman jati sering ditemukan kendala benih untuk melakukan perkecambahan pada yaitu salah satunya adalah biji yang lambat dalam lingkungan yang optimum yang dapat disebabkan oleh melakukan germinasi yang dikarenakan biji dari keadaan fisik dari kulit benih, keadaan fisiologis dari tanaman pohon jati ini memiliki kulit yang tebal dan Mila Kusumawardani1. Zulfa Anggraini Kusumaningtyas2. Farida Arinie3. Ridho Hendra Yoga Perdana4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 2 No. 08 Ae 14 embrio atau kombinasi keduanya keadaan tersebut. wireless yang ada pada node akan diterima oleh modul Namun dormansi bukan berarti benih tersebut mati atau wireless yang lainnya yang ada pada local server. Local tidak dapat tumbuh kembali, karena dormansi pada server bertugas untuk menampilkan dan menata data benih dapat dipatahkan dengan menggunakan skarifikasi yang telah didapat. Hasil monitoring akan ditampikan secara mekanik maupun kimiawi . Benih dikatakan pada halaman WEB berbentuk tabel informasi dari dorman apabila benih tersebut sebenarnya hidup tetapi masing Ae masing parameternya dan beberapa informasi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan lainnya. yang secara umum telah memenuhi persyaratan bagi Perkecambahan . tidak akan terjadi selama benih tersebut belum melalui masa dormansinya, atau sebelum benih tersebut dikenakan suatu perlakuan khusus. Dormansi juga dapat dikatakan sebagai suatu fase dimana kulit biji dalam kondisi yang keras menghalangi penyerapan . Medan magnet dapat meningkatkan laju pertumbuhan pada benih biji tidak aktif karena medan magnet memperngaruhi sifat fisika maupun kimia air sebagai medium perkecambahan. Air yang dipapar oleh medan magnet dapat diserap dengan mudah dengan jaringan pada biji, sehingga dapat mempersingkat Gambar 1 Blok Diagram Keseluruhan dormansi biji dan meningkatkan prosentasi dari germinasi biji . Pada artikel ini kami melakukan pendekatan menggunakan teknologi IoT pada benih biji jati, sehingga dapat membantu proses dormansinya. Dengan melakukan paparan medan magnet statis agar dapat dipaparkan kepada benih biji kadaluarsa tanaman jati emas dan memonitoring pertumbuhan biji dengan memperhatikan beberpa parameternya. Metode Penelitian 1 Blok Diagram Pada Gambar 1 di jelaskan tentang diagaram blok pada sistem penelitian yang dilakukan. Pertama memberi perlakuan pada biji yaitu dengan cara Gambar 2 Blok Diagaram Sistem Monitoring pemilahan, perendaman, dan sortir biji. Setelah itu akan dilakukan pemaparan atau induksi oleh medan magnet terhadap biji yang telah siap. Apabila telah dilakukan 2. 2 Flowchart Sistem pengulangan terhadap induksi medan magnet maka Pertama hal yang dilakukan adalah melakukan dilakukan penyemaian biji . enanaman biji pada media biji dengan menggunakan biji yang tidak Jika biji sudah ditanam maka dilakukan penimbangan awal sebelum biji monitoring pertumbuhan selama beberapa hari Langkah kedua adalah melakukan parameter monitoring meliputi kelembaban dan tinggi pun dilakukan selama 2 hari batang yang akan tumbuh. Data yang didapat dari sensor bersih . ir sumur bukan air akah diolah pada mikrokontroler dan akan diupload oleh PDAM). Langkah mengeluarkan biji yang modul wireless untuk disampaikan ke local server dan apabila biji terendam data akan ditata dan ditampilkan pada web yang berupa Langkah Untuk table informasi dan beberapa informasi tambahan. untuk melihat Pada gambar 2 blok diagram menjelaskan bibit akan dimonitoring pertumbuhan . tanaman dan juga memonitoring kelembaban dari tanaman tersebut. Pengaturan kuat medan dilakukan dengan cara system monitoring menggunakan lokal server dengan pengukuran terhadap magnet yang sudah jadi beberapa node yang akan mengirimkan hasil monitoring. berapa kuat medan yang digunakan Kedua sensor akan diolah datanya menggunakan Siapkan juga pewaktu untuk mikrokontroler yaitu Arduino dan data akan diupload Batasan waktu pemaparan pada biji. menggunakan wireless yaitu NRF24L01 dengan Selanjutnya pemaparan medan magnet pada menggunakan jaringan hospot atau tathering dari sebanyak 2 kali dengan Sinyal yang dipancarkan dari modul Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Mila Kusumawardani1. Zulfa Anggraini Kusumaningtyas2. Farida Arinie3. Ridho Hendra Yoga Perdana4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 2 No. 08 Ae 14 beberapa perbedaan waktu pemberian paparan medan Mikrokontroler yang digunakan adalah Arduino uno dan sensor pada masing Ae masing polybag adalah sensor IR dan sensor soil moisturize. Node sensor terdiri dari Algoritma 1: Cara kerja menginduksi medan magnet masing Ae masing polybag yang digunakan untuk Input: biji jati Jadi 1 node untuk 1 polybag. 1: pemilihan jenis jati 2: perendaman biji jati . 3: if biji jati sudah lunak dan mengapung Kembali ke 1 5: sortir biji untuk induksi medan magnet 6: atur kuat medan dan waktu 7: induksi biji jati dengan medan magnet 8: if biji jati mulai visibilitas benih biji siap disemai 10: Kembali ke 7 Setelah dilakukan pemaparan makan biji dilihat apakah terjadi viabilitas pada biji tersebut, apabila terjadi viabilitas maka biji akan siap untuk penyemaian atau penanaman biji pada media tanam. Gambar 3 Rangkaian Lokal Server Pada algoritma 1 diterangkan bahwa awal penanaman biji pada media tanam lalu akan dimonitoring pertumbuhan tanaman dengan menggunakan sensor IR dan selanjutnya akan dimonitoring kelembaban dengan menggunakan sensor YL69. Setelah itu data akan di kumpulkan dan diolah oleh mikrokontroler. Lalu data akan dikirim pada lokal server dengan menggunakan raspberry pi sebagai lokal server untuk mengurutkan data dan nantinya data akan ditampilkan pada tampilan web yang menunjukkan nilai kelembaban media tanam dan nilai pertumbuhan dari benih tanaman. 3 Perencanaan Rangkaian Sistem Rangkaian node sensor terdiri dari mikrokontroler yang digunakan untuk mengolah data yang didapat oleh beberapa sensor yang terhubung dengan mikrokontroler dan sensor pada masing Ae masing polybag adalah sensor IR dan sensor soil moisturize. Node sensor terdiri dari masing Ae masing polybag yang digunakan untuk Jadi 1 node untuk 1 polybag. Gambar 4 Rangkaian Sensor pada masing Ae masing Polybag Algoritma 2: sistem monitoring Input: biji jati, kecepatan tumbuh tinggi batang, kelembaban media tanam 1: penyemaian biji pada media tanam 2: upload data kelembaban media tanam dan kecepatan Gambar 5 Rangkaian Wireless Masing Ae Masing Polybag tumbuh tinggi batang 3: if berhasil di upload tampilkan data di web Hasil dan Pembahasan 5: Kembali ke 2 Pada gambar 8 merupakan rangkaian pada masing Ae masing polybag untuk memonitoring pertumbuhan bibit Pada gambar 3 merupakan gambar rangkaian antara jati, sedangkan untuk gambar 9 adalah rangkaian untuk raspberry pi dengan modul wireless. Rangkaian ini lokal server. digunakan sebagai lokal server dari komunikasi pengiriman data yang digunakan. Rangkaian node sensor terdiri dari mikrokontroler yang digunakan untuk mengolah data yang didapat oleh beberapa sensor yang terhubung dengan mikrokontroler. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Mila Kusumawardani1. Zulfa Anggraini Kusumaningtyas2. Farida Arinie3. Ridho Hendra Yoga Perdana4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 2 No. 08 Ae 14 Gambar 9 Rangkaian Pada Jati Emas Gambar 6 Rangkaian Pada Masing Ae Masing Polybag Untuk sensor kelembaban ditancapkan pada masing Ae masing media tanam, sedangkan untuk sensor IR digantungkan pada kawat yang memiliki tinggi 30 cm yang dihitung dari permukaan tanah hingga sensor yang nantinya kawat itu akan ditancapkan pada media tanam sehingga sensor dapat mengambil data dengan menghitung selisih jarak antara sensor dengan benih yang mulai muncul pada permukaan tanah, sehingga dapat mengetahui tinggi benih tersebut. Gambar 3 Tampilan WEB Gambar diatas merupakan contoh tampilan web yang digunakan untuk memonitoring biji jati. Dalam tabel 1 terdapat hasil pengukuran dari 8 node yang ada pada masing Ae masing polybag. Tabel 1 Fungsionalitas WEB Desain WEB Keterangan Tampilan WEB Gambar 7 Rangkaian Untuk Server Pada kolom alamat web menggunakan 137/pantauj Pada bagian bawah terdapat judul web AuTELEMONITORI Gambar 8 Rangkaian Pada Jati Putih BIBIT JATIAy dan pada WEB adalah AuPantau Perkembangan Benih JatiAy. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Mila Kusumawardani1. Zulfa Anggraini Kusumaningtyas2. Farida Arinie3. Ridho Hendra Yoga Perdana4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 2 No. 08 Ae 14 Desain WEB Keterangan Tampilan WEB Untuk kolom node pada desain desain web memberitahukan Id node yang digunakan sedangkan pada web untuk polybag 1 memiliki Id node 1 Untuk berikutnya terdapat kolom kelembaban status kelembaban tanah oleh sensor Untuk kelembaban berisi presentase dari nilai Untuk status adalah keterangan seberapa tersebut seperti yang telah dijabarkan pada Kolom selanjutnya adalah kolom untuk melihat nilai dari satuan cm. if soilRead is 0: soilStatus = 'Sensor hubung singkat!' elif soilRead >= 0 and soilRead < 370: soilStatus = 'Sensor di dalam air!' soilRead = remap. oilRead, 0, 1023, 100, elif soilRead >= 370 and soilRead < 600: soilStatus = 'Tanah lembab!' soilRead = remap. oilRead, 0, 1023, 100, elif soilRead >= 600 and soilRead < 1000: soilStatus = 'Tanah kering!' soilRead = remap. oilRead, 0, 1023, 100, elif soilRead >= 1000 and soilRead < 1024: soilStatus = 'Sensor terputus/di udara!' soilRead = remap. oilRead, 0, 1023, 100. Pada script diatas menunjukkan bahwa hasil keterangan dipengaruhi oleh nilai dari sensor. Nilai yang dibaca oleh mikrokontroler menjelaskan adanya persamaan nilai apabila terbaca 0 maka nilai kelembaban nya adalah 100% sedangkan apabila nilai terbaca 1024 maka nilai kelembabannya adalah 0%. Tabel 2 Presentase Perkecambahan Presentase Daya Daya Perkecambahan Perkecambahan Variasi Variasi Waktu Biji Pemaparan Biji Biji Biji Hidup Mati Tumbuh Biji Jati Emas Biji Jati Putih 20 menit 30 menit 40 menit 20 menit 30 menit 40 menit Tabel 2 ini berdasarkan biji setelah dilakukan perendaman dan biji setelah dilakukan pemaparan. Biji hidup adalah biji yang tenggelam saat dilakukan perendaman biji. Sedangkan biji mati merupakan biji Kolom terakhir yang mengapung pada saat perendaman, biji tumbuh adalah kolom waktu adalah biji yang dapat tumbuh setelah penanaman 21 yang menjelaskan hari. waktu pengiriman Setelah biji dilakukan perendaman dapat dilihan biji data pada WEB hidup dan biji mati apabila biji mati maka sudah tidak terdapat embrio di dalam biji tersebum oleh karena itu biji tidak bisa sampai kedasar karena sudah kosong Status pada tabel dibedakan menjadi 5 jenis staus. sehingga mengapung. Berikut penjabaran script dari status keterangan Analisa dari perkecambahan pertama kita harus kelembaban pada web : mencari daya perkecambah. Dengan rumus daya perkecambah sebagai berikut: Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Mila Kusumawardani1. Zulfa Anggraini Kusumaningtyas2. Farida Arinie3. Ridho Hendra Yoga Perdana4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 2 No. 08 Ae 14 dilakukan penyiraman pada tanaman. Pada polybag 8 adalah perkecambahan tanpa control . idak dipapar . medan magne. maka nilai kelembaban nya sekitar 90% dengan memiliki tingkat kelembaban yang paling tinggi daripada lainnya. ya ya = y 100% yaA Kelembaban (%) Polybag 1 Polybag 5 Polybag 7 Gambar 11 hasil uji kelembaban biji jati emas hari ke Ae 7 Kelembaban (%) Polybag 1 Polybag 3 Polybag 5 Polybag 7 Polybag 3 Waktu Waktu Gambar 13 Pengujian Kelembaban Biji Jati Emas Hari Ke Ae 21 Kelembaban (%) Kelembaban (%) Keterangan: D: Daya Kecambah A: jumlah benih yang berkecambah B: jumlah benih yang dikecambahkan Polybag 2 Polybag 4 Polybag 6 Waktu Polybag 8 Gambar 14 Pengujian Kelembaban Biji Jati Putih Hari Ke Ae 21 Polybag 2 Pada gambar 13 dan 14 ditunjukan kelembaban media tanam dari tanaman jati emas dan jati emas. Untuk jati emas pada hari ke -21. Dapat dilihat pada grafik jika Polybag 6 pada node 7 tetap memiliki kelembaban yang tinggi dari Polybag 8 hari Ae kehari. Sedangkan dua node 3 dan 5 memiliki nilai kelembaban yang hamper sama dari waktu ke waktu Waktu yaitu nilai kelembaban yang kecil. Terutama pada saat siang hari. Untuk jati putih ditunjukan kelembaban Gambar 12. Hasil Pengujian Kelembaban Biji Jati Emas Hari Ke Ae 7 media tanam dari tanaman jati putih pada hari ke -21. Sama dengan biji jati emas grafik polybag 2 dan 8 Pada gambar 11 dan 12 merupakan pengujian memiliki kelembaban yang tinggi dengan nilai range kelembaban setelah penanaman biji yang ditunjukan sekitar 80% - 9%. kelembaban media tanam dari perkecambahan biji jati emas dan jati putih. Untuk jati emas pada hari ke -7. Pada masa tanam ini dilihat dari 4 polybag yang berisi jati emas dapat dilihat pada polybag 5 dengan lama pemaparan medan magnet 40 menit dengan 2 kali Node 1 pengulangan dalam sehari yaitu memiliki proses penyerapan air yang tinggi sehingga memiliki nilai Node 3 kelembaban yang lebih kecil daripada yang lainnya. Node 5 Sedangkan untuk biji yang tidak dipapar oleh medan magnet yaitu pada diletakkan pada polybag ke 7 yang Node 7 memiliki paling tinggi diantara 3 polybag yang lainnya 1 4 7 10 13 16 19 dengan tinggi kelembaban yaitu sekitar 90%. Sedangkan Hari Ke untuk jati putih terlihat jika pada polybag 6 dengan lama pemaparan medan magnet 40 menit dengan 2 kali Gambar 15 Pengujian Pertumbuhan Biji Jati Emas pengulangan dalam sehari memiliki proses penyerapan air yang tinggi sehingga memiliki nilai kelembaban yang lebih kecil daripada yang lainnya yaitu dengan nilai Gambar 15 dan 16 merupakan hasil dari monitoring sekitar 70%, kecuali pada jam 18. 00 karena sebelumnya pertumbuhan biji jati emas dan jati putih. Pada grafik Ketinggian . Polybag 4 Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Mila Kusumawardani1. Zulfa Anggraini Kusumaningtyas2. Farida Arinie3. Ridho Hendra Yoga Perdana4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 2 No. 08 Ae 14 Ketinggian . dapat dilihat untuk jati emas pada hari ke 9 kualitas benih pengujian, medan magnet memberikan pengaruh jati tumbuh dengan memberikan data tinggi benih terhadap penyerapan air pada media tanam dari biji jati kurang dari 1 cm karena biji masih baru muncul pada yaitu untuk yang dipapar oleh medan magnet memiliki permukaan tanah pada polybag 3 dan 5 yang merupakan range 60% - 80% sedangkan untuk yang tidak dipapar biji dengan pemberian control . ipapar medan magne. medan magnet memiliki range nilai yang lebih ringgi untuk polybag 3 dengan waktu pemaparan 30 menit dan yaitu 80% - 100% yang dapat menyebabkan biji polybag 5 dengan waktu pemaparan 40 menit yang membusuk. Serta pemberian pemaparan medan magnet masing Ae masing pemaparan dilakukan pengulangan memberikan perbedaan dari laju pertumbuhan biji jati pemaparan 2 kali dalam sehari pemaparan. Pada polybag yaitu untuk polybag yang diberi paparan medan magnet 3 dan 5 memiliki nilai tinggi perkecambahan dengan rata dapat tumbuh terlebih dahulu pada hari ke 9 sudah Ae rata 0,5 cm pada hari ke 9. Pada hari ke 9 biji pada terlihat pada permukaan tanah dengan tinggi kurang dari polybag 3 dan 5 memiliki pertumbuhan yang awal 1 cm, sedangkan untuk biji yang tidak diberi perlakuan daripada biji pada polybag lainnya. Untuk jati putih pada pertumbuhannya sedikit lambat yaitu pada hari ke 12 hari ke 9 biji mulai tumbuh pada polybag 4 dan 6 dengan baru terlihat pada permukaan. Selain itu hasil rata Ae rata tinggi benih yaitu 0,85 cm. sedangkan pada pengamatan dari media tanam berupa kelembaban yaitu hari ke 10 benih pada polybag 2 mulai tumbuh, biji ini kelembaban dengan lama paparan 40 menit memiliki dberi kontrol . ipapar medan magne. dengan lama kelembaban yang paling kecil dengan range A 60% Ae pemaparan 20 menit dan mengalami pengulangan 85% sedangkan untuk biji jati yang tidak dipapar medan sebanyak 2 kali dalam sehari. Untuk polybag 8 benih magnet memiliki kelembaban yang tinggi yaitu A 85% baru tumbuh terlihat pada permukaan tanah pada hari ke 100%. Untuk pertumbuhan dengan lama paparan 30 12 dengan tinggi benih 0,5. Benih pada polybag 8 menit dan 40 menit memulai pertumbuhan terlebih merupakan benih yang tidak diberi kontrol . idak dahulu sedangkan untuk biji yang tidak dipapar memiliki pertumbuhan biji yang terlambat. dipapar medan magne. Daftar Rujukan Node 2 Node 4 Node 6 Node 8 1 4 7 10 13 16 19 Hari Ke- Gambar 16 Pengujian Pertumbuhan Biji Jati Emas Kesimpulan . Saputri, 2017. Pengaruh Pemaparan Medan Magnet Terhadap Masa Dormansi Pada Biji Jati (Tectona Grandis L. Sarjana. Lampung. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Imelda Agustina Zuhria R. , 2014. Pengaruh Pemberian Variasi Medan Listrik Terhadap Perubahan Pola Dormansi Serta Germinasi Pada Benih Padi. Brawijaya Physics Student Journal. Vol. 2, no. , 2013. Efek Medan Listrik Dc Terhadap Dormansi Dan Germinasi Benih Semangka(Citrullus Lanatus )Ao. Skripsi. Budiman. et al. AoKarakterisasi Struktur Kristal dan Sifat Magnetik Magnet Stronsium Ferit Pasir Besi Batang Sukam Kabupaten Sijunjung Sumatera BaratAo. Prasetio. AoPengaruh Penambahan Air Rebusan Kentang (Solanum Tuberosum L. Bap Dan Naa Terhadap Induksi Tunas Jati Emas (Cordia Subcordat. Secara In VitroAo. Skripsi. Sari. AoPengaruh Lama Paparan Medan Magnet 0. 2 Mt Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill. ) Dari Benih Lama Dan BaruAo. Skripsi. Pada penelitian ini dilakukan pengujian biji pohon jati terhadap medan magnet. Berdasarkan hasil Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS)