Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 197-202 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Sosialisasi Dampak Teknologi Informasi Dalam Kehidupan Masyarakat Ridho Sholehurrohman1*. Aristoteles2. Heri Satria3. Mulyono4. Junaidi5 1,2,3,4,5Jurusan Ilmu Komputer. Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam. Univeristas Lampung Email: 1*ridho. sholehurrohman@fmipa. id, 2aristoteles@fmipa. satria@fmipa. id, 4mulyono@fmipa. id, 5junaidi@fmipa. (Ridho Sholehurrohman * : coressponding autho. Received 31-August-2024 Accepted 10-September-2024 Publish 16-September-2024 Abstrak- Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bekerja, dan belajar, dengan komunikasi digital dan pembelajaran daring menjadi lebih dominan. Transformasi ini juga mempengaruhi dunia kerja dengan meningkatkan produktivitas melalui otomatisasi dan kolaborasi daring. Namun, tantangan seperti kesenjangan digital, privasi, dan keamanan masih perlu diatasi. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang berbagai jenis teknologi informasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jati Indah. Kecamatan Tanjung Bintang. Kabupaten Lampung Selatan, berlangsung sukses dan lancar. Pelatihan yang dihadiri oleh 30 peserta dari berbagai kalangan masyarakat dan perangkat desa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap topik dampak teknologi Penyampaian materi yang interaktif dan relevan meningkatkan pemahaman peserta, dibuktikan oleh hasil evaluasi yang positif dimana sebanyak 83,4% peserta memahami materi disampaikan dengan baik dan efektif. Kata Kunci: Sosialisasi. Teknologi Informasi. Transformasi teknologi informasi. PKM AbstractOe The advancement of information technology has transformed the way society communicates, works, and learns, with digital communication and online learning becoming increasingly dominant. This transformation has also impacted the workforce by enhancing productivity through automation and online However, challenges such as the digital divide, privacy, and security still need to be This community service activity aims to transfer knowledge to increase the understanding and awareness of the community about various types of information technology. Based on the results and discussion, the community service activity in Jati Indah Village. Tanjung Bintang District. South Lampung Regency, was successfully and smoothly conducted. The training, attended by 30 participants from various community groups and village officials, demonstrated high enthusiasm for the topic of information technology impact. The interactive and relevant delivery of the material enhanced participants' understanding, as evidenced by positive evaluation results, where 83. 4% of participants understood the material well and effectively. Keywords: Socialization. Information Technology. Information Technology Transformation. PKM PENDAHULUAN Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, masyarakat di seluruh dunia telah mengalami transformasi besar dalam cara mereka berkomunikasi, bekerja, belajar, dan berinteraksi secara umum. Sebelum teknologi informasi berkembang, komunikasi antarindividu terbatas pada cara-cara tradisional seperti surat pos, telepon rumah, atau pertemuan langsung. Namun, dengan kemajuan teknologi informasi, komunikasi digital seperti email, pesan instan, dan media sosial menjadi lebih dominan (Anang C, 2. Teknologi informasi telah memungkinkan komunikasi yang lebih cepat dan mudah. Email dan pesan instan memungkinkan pesan untuk dikirim dan diterima dalam hitungan detik, bahkan dari berbagai belahan dunia. Ini mengurangi keterbatasan waktu dan ruang dalam berkomunikasi. Hal ini telah memengaruhi cara masyarakat mencari dan memperoleh pengetahuan (Ngafifi M. |Page 197 Copyright A 2024. Ridho Sholehurrohman. Aristoteles. Heri Satria. Mulyono. Junaidi. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 197-202 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Teknologi informasi telah memainkan peran besar dalam pendidikan, memungkinkan pembelajaran jarak jauh, platform e-learning, dan sumber daya pembelajaran daring lainnya. TI telah mengubah cara kita belajar dan mengakses Pendidikan (Sitaman S, 2. Selanjutnya juga, teknologi informasi telah memperluas penggunaan elemen visual dalam komunikasi (Sahida, dkk. , 2. Dengan platform seperti video call dan konferensi daring, orang dapat berkomunikasi tidak hanya melalui suara dan teks, tetapi juga melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh secara real-time. eknologi informasi telah memungkinkan komunikasi lintas batas menjadi lebih mudah. Orang dapat terhubung dengan individu dan kelompok di seluruh dunia dengan cepat dan efisien, yang telah meningkatkan pertukaran budaya, ide, dan pengalaman (Erni Sukma, dkk. Dalam dunia kerja, teknologi informasi telah mengubah cara bisnis dilakukan. Mulai dari otomatisasi proses bisnis hingga kolaborasi tim secara daring, teknologi informasi telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi di berbagai industri. Munculnya platform media sosial telah mengubah lanskap sosial secara fundamental (Lase Delipiter, 2. Hal ini memengaruhi cara kita berinteraksi, berbagi informasi, dan membentuk opini. Meskipun manfaatnya yang besar, masih ada kesenjangan digital yang signifikan di seluruh dunia. Banyak masyarakat yang tidak memiliki akses yang memadai atau keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkan teknologi informasi dengan sepenuhnya (Ahmad A Fauzi, dkk. , 2. Penggunaan teknologi informasi juga menimbulkan berbagai masalah privasi dan Dengan semakin banyaknya data yang dikumpulkan dan disimpan secara digital, perlindungan privasi menjadi perhatian besar. Selain itu, ancaman keamanan cyber juga semakin meningkat (Almasari, dkk. , 2. Paradigma masyarakat yang minim kompetensi dan memiliki daya adaptasi dengan peraturan dan teknologi juga menimbulkan masalah tersentu semakin banyak (I Made Pustikayasa, dkk. , 2. Masih banyak masyarakat yang mememerlukan edkuasi akan manfaat teknologi yang berkembang dan bisa dianggap tetap sepadan dengan perkembanganya. Hal ini yang membuat banyaknya kesalahan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi. Sosialisasi dampak teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat ini akan meningkatkan kualitas pemahaman, pemikiran dan pemanfaatan teknologi infromasi (A Suprayitno. W Wahyudi . Berdasarkan penilaian Pemkab lampung selatan, lebih dari 60% masyarakat masih kurang memahami dampak yang diberikan oleh perkembangan teknologi sehinga sangat efektif jika diadakan Pengabdian kepada masyarakat ini. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk melakukan transfer pengetahuan dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang berbagai jenis teknologi informasi seperti internet, perangkat mobile, dan media sosial, serta bagaimana teknologi-teknologi ini dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya pengabdian ini mencakup edukasi tentang resiko dan manfaat penggunaan teknologi informasi, seperti privasi online, keamanan data, dan akses cepat ke informasi. Selain itu, sosialisasi ini tujuan untuk mendorong praktik-praktik yang lebih aman, bertanggung jawab, dan inklusif dalam penggunaan teknologi informasi, serta mengilustrasikan bagaimana teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, inovasi, dan kreativitas dalam berbagai aspek kehidupan. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan bentuk ceramah dan pendampingan. PAR merupakan pendekatan yang efektif dan relevan untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya pemecahan masalah yang mereka hadapi (Jacques M. Chevalier. Melalui metode ini. PkM tidak hanya berfokus pada penelitian atau observasi semata, tetapi juga pada aksi nyata yang direncanakan dan dilaksanakan bersama-sama dengan masyarakat (Reason & Bradbury, 2008. Cammarota & Fine, 2. Prinsip utama PAR adalah partisipasi aktif, di mana masyarakat terlibat dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan refleksi (Kemmis & McTaggart, 2. Pendekatan ini tidak hanya memberdayakan masyarakat untuk menjadi aktor utama dalam perubahan yang mereka butuhkan, tetapi juga memastikan bahwa solusi yang dihasilkan benar-benar relevan dan berkelanjutan (Cammarota & Fine, 2. Dengan demikian. PkM berbasis PAR tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi |Page 198 Copyright A 2024. Ridho Sholehurrohman. Aristoteles. Heri Satria. Mulyono. Junaidi. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 197-202 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. juga membangun kapasitas masyarakat untuk menghadapi tantangan di masa depan secara mandiri (Cammarota & Fine, 2. Gambar 1 merupakan alur metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Gambar 1. Metode Pelaksanan Kegiatan PkM Bentuk penggunaan metode PAR dallam PkM ini ialah sosialisasi pemahaman dampak teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat dan pendampingan pemanfaatan teknologi informasi seperti pendidikan, pencarian pekerjaan, kewirausahaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat. Untuk memperoleh informasi pendukung yang baik, dalam pengabdian ini memakai tata cara pendekatan observational case studies dengan pendekatan kuantitatif yang memadukan input informasi kualitatif serta kuantitatif sekaligus . ix metho. Input informasi kualitatif dengan menggunakan kuesioner, informasi akan dijadikan acuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Data dan informasi untuk pengabdian sosialisasi dampak teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat didapat dari Kepala Desa Jati Indah. Kecamatan Tanjung Bintang. Lampung Selatan. Data yang dikumpulkan diperoleh melalui: wawancara terstruktur dan in depth interview. engamatan langsun. , . studi kepustakaan, dan . tahap selanjutnya adalah sosilisasi dan pendampingan pemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan di awal dan akhir kegiatan Langkah-langkah evaluasi meliputi pretest dan posttest. Pretest dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian dimulai. Tujuannya adalah untuk mengukur seberapa besar peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah dipaparkan selama kegiatan. Posttest ini berguna untuk mengevaluasi efektivitas penyampaian materi dan keberhasilan kegiatan pengabdian dalam mencapai tujuannya. Kegiatan Pkm ini dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai peningkatan pemahaman peserta dan efektivitas kegiatan pengabdian yang telah dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksanakan di Desa Jati Indah. Kecamatan Tanjung Bintang. Kabupaten Lampung Selatan. Terdapat beberapa tahapan pengabdian sosialisasi dampak teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat diantaranya sebagai |Page 199 Copyright A 2024. Ridho Sholehurrohman. Aristoteles. Heri Satria. Mulyono. Junaidi. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 197-202 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. 1 Tahap Persiapan PKM Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksanakan di Desa Jati Indah. Kecamatan Tanjung Bintang. Kabupaten Lampung Selatan. Terdapat beberapa tahapan pengabdian sosialisasi dampak teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat diantaranya sebagai Gambar 2. Metode Pelaksanan Kegiatan PkM 2 Tahap Pelaksanaan PKM Dalam Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gedung Desa Jati Indah. Kecamatan Tanjung Bintang. Kabupaten Lampung Selatan, berlangsung dengan lancar dan Kegiatan ini diadakan secara luring, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk memastikan keselamatan semua peserta. Gedung desa yang luas dan fasilitas yang memadai mendukung kelancaran acara pengabdian kepada masuyrakat ini, dan juga memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta yang hadir. Pelatihan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari masyarakat Desa Jati Indah dan perangkat desa setempat. Partisipasi yang aktif dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda hingga orang tua, menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memahami dampak teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta sangat bersemangat mengikuti pengabdian kepada masuyrakat ini, karena topik yang dibahas sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Materi sosialisasi yang disampaikan meliputi dampak positif dan negatif teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat serta pemahaman mendalam mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) No. 11 tahun 2008. Materi ini disampaikan oleh seorang pemateri di bidangnya, didampingi oleh tiga anggota tim lainnya yang turut membantu dalam penyampaian dan diskusi. Hal ini memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai topik yang dibahas. Gambar 3. Pelaksanan Kegiatan PkM . Pemaparan materi dan . Peserta PkM |Page 200 Copyright A 2024. Ridho Sholehurrohman. Aristoteles. Heri Satria. Mulyono. Junaidi. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 197-202 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. 3 Tahap Evaluasi PKM Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan di akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dalam hadil evaluasi menunjukkan berbagai aspek positif serta beberapa area yang perlu ditingkatkan. Salah satu poin penting yang berhasil dicapai adalah tingginya tingkat partisipasi dan antusiasme peserta. Berdasarkan observasi dan umpan balik langsung, mayoritas peserta merasa bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari mereka. Banyak dari mereka yang menyatakan bahwa mereka kini lebih memahami dampak teknologi informasi dan pentingnya mematuhi regulasi yang ada. Selain itu, para peserta mengapresiasi metode penyampaian materi yang interaktif dan melibatkan diskusi kelompok. Pemateri dan tim pendamping berhasil menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga peserta merasa nyaman untuk bertanya dan berpendapat. Hal ini menunjukkan efektivitas pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini, dimana tidak hanya berfokus pada penyampaian materi secara satu arah, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dari peserta. Namun, terdapat beberapa kendala teknis yang perlu diperbaiki untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa depan. Misalnya, beberapa peserta melaporkan adanya masalah teknis dengan alat presentasi yang digunakan. Meskipun masalah ini tidak signifikan, namun sempat mengganggu kelancaran penyampaian materi di beberapa sesi. Oleh karena itu, memastikan kesiapan teknis dan menyediakan peralatan cadangan merupakan langkah yang perlu diambil untuk menghindari gangguan serupa. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dinilai sangat sukses dalam mencapai tujuannya. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa mayoritas peserta tidak hanya puas dengan pelatihan yang diberikan, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai teknologi informasi dan UU ITE. Beberapa rekomendasi untuk perbaikan telah diidentifikasi dan akan menjadi perhatian utama dalam perencanaan kegiatan pengabdian Dengan demikian, diharapkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Jati Indah dan membantu mereka dalam menghadapi tantangan di era digital. Persentase Tingkat Pemahaman Perserta Paham Cukup Paham Tidak Paham Gambar 4. Metode Pelaksanan Kegiatan PkM Berdasarkan Prosentase pemahaman materi pada Gambar 6, tingkat pemahaman peserta, yaitu sebesar 83,4%, merasa bahwa mereka memahami materi dengan baik, yang ditandai dengan batang berwarna biru. Selanjutnya, 13,3% peserta merasa cukup memahami materi, seperti yang ditunjukkan oleh batang berwarna merah. Sementara itu, hanya 0,3% peserta yang merasa tidak memahami materi sama sekali, yang ditunjukkan oleh batang berwarna hijau. Hasil evaluasi ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa materi disampaikan dengan efektif, mengingat mayoritas peserta memiliki pemahaman yang baik terhadap materi tersebut, dan hanya sedikit peserta yang mengalami kesulitan. |Page 201 Copyright A 2024. Ridho Sholehurrohman. Aristoteles. Heri Satria. Mulyono. Junaidi. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 5. No 2. September 2024. Hal 197-202 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Jati Indah. Kecamatan Tanjung Bintang. Kabupaten Lampung Selatan, berlangsung sukses dan Persiapan yang matang dan koordinasi yang baik antara tim pengabdi. Kepala Desa Jati Indah, dan perangkat desa memastikan kelancaran acara. Pelatihan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat desa. Antusiasme peserta terhadap topik dampak teknologi informasi sangat tinggi, yang tercermin dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab. Penyampaian materi yang interaktif dan relevan, dilengkapi dengan studi kasus lokal, mampu meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari dan pengelolaan desa. Evaluasi akhir menunjukkan hasil yang sangat positif, di mana hanya 0,3% peserta tidak mehami, 13,3% peserta cukup memahami dan 83,4% peserta memahami materi yang disampaikan dengan baik dan menganggap pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas mereka. Rekomendasi untuk pelatihan lanjutan juga diusulkan oleh para peserta, menandakan kebutuhan akan program serupa di masa mendatang. UCAPAN TERIMAKASIH Tim Pengabdian mengucapkan terimakasih banyak kepada Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam UNILA. Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Univeristas Lampung dan tentunya masyarakat dan pemerintah Desa Jati Indah. Kecamatan tanjung Bintang yang telah memfasilitasi sehingga terselanggaranya kegiatan ini dengan baik. DAFTAR PUSTAKA