MALLOMO: Journal of Community Service https://jurnal. id/mallomo/index Vol 5. No, 2. Juni 2025, pp 647-654 ISSN: 2774-7220 . SINERGI PENGELOLAAN KEUANGAN BUMDES DAN INOVASI POTENSI DESA DALAM MENDORONG KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Lala Adelia1. Darmawan2. Herni3. Muhammad Rayhan Fatahillah4 . Hernianti Harun5. Sariana Damis6 123456 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Parepare Email: adelial052@gmail. Artikel info Abstract. Program pengabdian masyarakat di Desa Ledan. Kecamatan Buntu Batu. Kabupaten Enrekang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Ledan melalui sinergi antara pengelolaan keuangan BUMDes dan inovasi dalam pengembangan potensi lokal, khususnya produksi gula Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan . ermasuk pelatihan pengelolaan keuangan dan produksi gula mera. , pendampingan, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi gula merah, sistem tata kelola keuangan BUMDes yang baik dan partisipasi masyarakat yang lebih aktif. Kesimpulannya, pendekatan yang terintegrasi efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Ledan. Abstract. The community service program in Ledan Village. Buntu Batu District. Enrekang Regency aims to improve the welfare of the Ledan Village community through synergy between BUMDes financial management and innovation in developing local potential, especially brown sugar production. The methods used include socialization, counseling . ncluding training in financial management and brown sugar productio. , mentoring, and evaluation. The results of this service show an increase in the quality and quantity of brown sugar production, a good BUMDes financial governance system and more active community participation. In conclusion, an integrated approach is effective in improving the economic independence and welfare of the Ledan Village community. Keywords: BUMDes. Pengelolaan Keuangan. Potensi Desa Coresponden author: Email: adelial052@gmail. 648 | MALLOMO: Journal of Community Service PENDAHULUAN Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. merupakan strategi pemerintah untuk membangun perekonomian masyarakat di tingkat desa, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan melalui berbagai usaha yang dikelola desa itu sendiri (Masyitah et al. , 2. BUMDes merupakan sarana penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes bertindak sebagai penggerak ekonomi lokal dengan mengelola potensi desa secara inovatif. Akan tetapi, pengelolaan keuangan yang kurang optimal sering menjadi penghalang tercapainya tujuan ini. Padahal, inovasi dalam memanfaatkan potensi desa sangat berperan dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekonomi lokal. Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. mempunyai peran krusial dalam memajukan kesejahteraan dan ekonomi di desa. BUMDes didirikan untuk mengoptimalkan potensi yang ada di desa, sekaligus membuka kesempatan bagi warga untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi yang dikelola secara mandiri (Maq et al. , 2. Seringkali, banyak desa tidak mengalami perubahan signifikan atau bahkan mengalami kemunduran selama bertahun-tahun, yang disebabkan oleh minimnya atensi pemerintah terhadap pembangunan desa (M Titiokan et al. , 2. BUMDes diharapkan menjadi fondasi kemandirian desa yang didukung oleh kegiatan ekonomi masyarakat yang produktif dan efektif. Pengembangannya harus disesuaikan dengan ciri khas desa agar kelak dapat menjadi sumber pendapatan desa (Nugrahaningsih et al. , 2. Keberadaan BUMDes dapat meningkatkan pendapatan asli desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat. BUMDes mempunyai kontribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya dalam kebutuhan pokok desa dan memberikan akses-akses dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui penyediaan fasilitas publik serta akses permodalan untuk pengembangan usaha masyarakat desa (Darmawan & Wijaya, 2. Potensi desa mencakup seluruh sumber daya alam dan manusia yang ada atau tersimpan di dalamnya. Semua sumber daya ini dapat dimanfaatkan untuk keberlangsungan dan pengembangan desa (Beno et al. , 2. Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 87 ayat 1 menegaskan bahwa BUMDes dibentuk untuk memanfaatkan seluruh potensi desa, meliputi ekonomi, kelembagaan, sumber daya alam, dan sumber daya manusia, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pemanfaatan potensi ini melalui BUMDes difokuskan pada pengembangan unit usaha yang berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan warga. Dalam hal ini. Kepala Desa memegang peran sentral dalam mengarahkan penggalian potensi serta menciptakan peluang usaha yang prospektif. Untuk membangun BUMDes yang maju, mandiri, dan mencapai keadilan sosial berkelanjutan, penguatan kelembagaan masyarakat sangat esensial. Penguatan ini dilakukan melalui pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Penting juga, bahwa pembangunan BUMDes harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan mendorong partisipasi aktif dalam proses pembangunan yang berkelanjutan (Karyana, 2. BUMDes juga diharapkan dapat mendorong dan menggerakkan roda perekonomian desa. Oleh karena itu, aset ekonomi yang ada di desa harus dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa (Di et al. , 2. Setiap entitas bisnis memerlukan pelaporan untuk mendukung kinerja operasional yang Salah satu laporan esensial adalah laporan keuangan yang baik, yang merupakan dokumen berisi informasi finansial suatu perusahaan selama periode tertentu. Laporan keuangan ini menyajikan gambaran mengenai kinerja finansial, posisi keuangan, dan arus kas entitas. Sejalan dengan perkembangan zaman, penyusunan laporan keuangan kini didukung oleh teknologi untuk menyajikan informasi secara efisien (Iriyanti & Munandar, 2. 649 | MALLOMO: Journal of Community Service Selain berfokus pada BUMDes, pastinya setiap BUMDes memiliki laporan keuangan. Peran akuntansi sebagai asisten dalam tugas-tugas manajemen sangatlah penting, terutama dalam membuat laporan keuangan dan dalam membuat kegiatan untuk merencanakan dan mengawasi (Darmawan. Roem et al. , 2. Masih banyak BUMDes yang kesulitan dalam mengelola keuangan, yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya kurang fahamnya pengelola dalam membuat laporan Selain itu, pendampingan berkelanjutan untuk pengurus BUMDes dalam pengelolaan keuangan modern dan pemanfaatan teknologi serta inovasi masih sangat minim. Akibatnya, tata kelola BUMDes menjadi lemah, dan kontribusinya terhadap pendapatan asli desa serta kesejahteraan masyarakat pun belum maksimal. Pengelolaan keuangan yang tidak transparan dan akuntabel sering kali menjadi salah satu penyebab utama kegagalan BUMDes. Di samping itu, potensi desa yang melimpah sering kali belum termanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan akses teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan. Kondisi ini berimplikasi pada hilangnya peluang bagi desa untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat ketahanan ekonomi Peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam (SDA) lokal bisa dicapai dengan beragam strategi. Salah satu yang utama adalah hilirisasi, yaitu proses mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi (Putri et al. , 2. Salah satu potensi desa yang sangat bagus untuk dikembangkan adalah gula merah. Karena Kebutuhan akan gula merah terus meningkat setiap tahun, namun peningkatan ini tidak seimbang dengan tingkat produksi nasional. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pendapatan masyarakat dan semakin banyaknya industri yang menggunakan gula merah sebagai bahan baku (Rahmaini et al. , 2. Maka dari itu, pendampingan yang diberikan harus menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga mendorong inovasi dalam pengembangan potensi desa. Dengan adanya sinergi antara pengelolaan keuangan yang optimal dan inovasi berbasis potensi lokal, diharapkan desa dapat mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara Metode Metode yang dilaksanakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah sosialisasi, dimana metode ini melibatkan pengelola BUMDes dan masyarakat secara aktif dalam mengidentifikasi masalah, merencanakan, dan melaksanakan program pengabdian. Dengan menggunakan metode ini, kerjasama antara tim pengelola BUMDes dan masyarakat dapat bekerja sama untuk mengumpulkan informasi dan membuat keputusan yang berbasis pada kebutuhan potensi desa (Darman et al. , 2. Metode selanjutnya adalah metode wawancara, dimana wawancara dilakukan kepada pengelola BUMDes, dan masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi terkait dengan BUMDes dan potensi desa. Wawancara ini bertujuan untuk menggali informasi yang lebih mendalam terkait dengan bagaimana sistem pengelolaan BUMDes, bagaimana sistem pengelolaan keuangan BUMDes dan potensi apa yang ada di desa yang dapat menambah penghasilan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Metode ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan, berikut beberapa Tahap Sosialisasi Pada tahapan ini, kami menyebarkan informasi mengenai program pengabdian agar masyarakat mengetahui dan tertarik untuk berpartisipasi. Kegiatan dimulai dengan berkomunikasi langsung dengan pemerintah desa guna mengidentifikasi masalah serta potensi yang ada, kemudian 650 | MALLOMO: Journal of Community Service merencanakan program yang sesuai. Tahap ini juga sekaligus menjadi sosialisasi kepada masyarakat tentang kegiatan pengabdian yang akan datang, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mereka mengenai potensi desa. Tahap Penyuluhan Pada tahap kedua ini, kami melakukan penyuluhan yang berfokus pada pengelolaan keuangan dan bagaimana mengoptimalkan potensi desa. Masyarakat diajak untuk mengidentifikasi potensi desa yang dapat meningkatkan pertumbuhan desa, seperti hasil bumi. Masyarakat diberi wawasan tentang bagaimana mengubah potensi ini menjadi sumber ekonomi baru. Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat agar mereka mampu mendukung program BUMDes secara aktif, baik dalam pengelolaan keuangan maupun pengembangan potensi Tahap Pendampingan Tahap ketiga adalah pendampingan di mana kami membimbing langsung masyarakat dan pengelola BUMDes untuk menerapkan hasil penyuluhan kedalam praktik nyata. Kami bekerja sama dengan pengelola BUMDes untuk memastikan sistem pencatatan dan pelaporan keuangan diterapkan secara konsisten dan sesuai dengan standar akuntansi. Pada saat yang sama, masyarakat didorong untuk mulai mengolah potensi desa menjadi produk bernilai tambah. Tahap ini bertujuan memberikan dukungan praktis agar masyarakat mampu mengelola BUMDes secara mandiri dan mengembangkan potensi desanya. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi dilakukan diakhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengumpulkan data melalui wawancara, survey, dan observasi langsung untuk memahami dampak program terhadap masyarakat dan operasional BUMDes. Selain itu, aspek partisipasi masyarakat dan pengelola BUMDes dalam setiap tahapan kegiatan turut dianalisis untuk memastikan sinergi yang Hasil evaluasi kemudian digunakan untuk memberikan umpan balik dan rekomendasi, baik kepada pengelola BUMDes maupun masyarakat, guna meningkatkan kinerja di masa mendatang. Evaluasi ini tidak hanya menjadi tolok ukur keberhasilan program, tetapi juga memberikan peluang untuk mengidentifikasi tantangan yang belum terselesaikan, sehingga rencana pengembangan berikutnya dapat disusun dengan lebih baik. Hasil Dan Pembahasan Pelaksanan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) tentang AuSinergi Pengelolaan Keuangan BUMDes dan Inovasi Potensi Desa dalam Mendorong Kesejahteraan MasyarakatAy dilakukan di Desa Ledan. Kecamatan Buntu Batu. Kabupaten Enrekang. Kegiatan ini dimulai dari tahap sosialisasi, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi. Berikut penjelasannya secara rinci: Sosialisasi Kegiatan Sosialisasi kegiatan yang dilaksanakan di Desa Ledan. Kecamatan Buntu Batu. Kabupaten Enrekang, melibatkan pengelola BUMDes dan masyarakat secara aktif untuk mendukung pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diawali dengan penyebaran informasi kepada pemerintah desa dan masyarakat mengenai tujuan, manfaat, serta rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam tahap ini, dilakukan komunikasi langsung dengan pemerintah desa guna mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes dan masyarakat, serta menggali potensi lokal desa yang dapat dikembangkan. Tahap ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran mereka 651 | MALLOMO: Journal of Community Service dalam mendukung keberhasilan program. Sosialisasi dirancang secara sistematis dengan pendekatan partisipatif untuk memastikan keterlibatan semua pihak. Melalui diskusi interaktif, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan memberikan masukan terkait permasalahan desa serta kebutuhan Hasil dari sosialisasi ini digunakan untuk menyusun materi penyuluhan dan merancang program pendampingan yang relevan dengan kondisi desa. Dengan cara ini, tahap sosialisasi tidak hanya menjadi media penyampaian informasi, tetapi juga menjadi dasar yang kuat untuk membangun sinergi antara pengelola BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Dari hasil wawancara yang dilakukan pada tahap ini dengan pengelola BUMDes, diperoleh bahwa dalam sistem pengelolaan keuangan yang ada pada BUMDes di Desa Ledan sudah sesuai dengan standar akuntansi yang ada. Dimana pengelola BUMDes sangat bertanggungjawab dalam menyusun laporan keuangan. Dan juga adanya respon positif dari masyarakat terkait dengan pembahasan potensi desa. Gambar 1: Wawancara dan sosialisasi Penyuluhan Potensi Desa yaitu Produksi Gula Merah dan Usaha BUMDes Tahap penyuluhan di Desa Ledan memfokuskan pada dua aspek utama, yaitu optimalisasi produksi gula merah sebagai potensi unggulan desa dan penguatan usaha BUMDes yang telah Dalam penyuluhan mengenai produksi gula merah, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kualitas bahan baku, yaitu nira, agar menghasilkan gula merah yang berkualitas tinggi. Proses awal ini melibatkan pengumpulan nira segar, yang harus segera diolah untuk mencegah fermentasi yang dapat menurunkan kualitas gula merah. 652 | MALLOMO: Journal of Community Service Tim pengabdian memberikan penekanan pada penerapan teknik tradisional yang telah teruji dalam memproduksi gula merah, dengan tetap menjaga kebersihan dan kualitas proses. Dalam penyuluhan, masyarakat diajak untuk lebih teliti dalam memantau proses pemasakan nira, seperti memastikan suhu yang tepat selama pemasakan agar menghasilkan gula merah dengan tekstur yang lembut dan warna yang seragam. Selain itu, dijelaskan juga pentingnya kebersihan alat-alat tradisional, seperti kuali dan cetakan, untuk memastikan produk akhir bebas dari kontaminasi dan memiliki nilai jual yang baik. Teknik-teknik ini diharapkan dapat meningkatkan konsistensi hasil produksi sekaligus mempertahankan keaslian metode yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, penyuluhan untuk usaha BUMDes berfokus pada pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, serta strategi diversifikasi usaha. Usaha penggemukan sapi yang menjadi salah satu program utama BUMDes diidentifikasi memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui efisiensi operasional dan manajemen yang baik. Penyuluh memberikan pelatihan tentang pencatatan transaksi, pengelolaan aset, dan analisis usaha untuk membantu BUMDes mengoptimalkan keuntungan. Selain itu, masyarakat diajak memahami bagaimana sinergi antara usaha BUMDes dan potensi lokal, seperti gula merah, dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat di desa. Penyuluhan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan usaha BUMDes, baik sebagai produsen maupun sebagai konsumen yang mendukung produk lokal. Usaha penggemukan sapi yang dijalankan oleh BUMDes Desa Ledan merupakan salah satu inisiatif ekonomi yang berfokus pada pengelolaan sumber daya lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam usaha ini. BUMDes berperan sebagai pengelola utama, menyediakan sarana, prasarana, dan pendampingan kepada masyarakat yang terlibat langsung. Program penggemukan sapi melibatkan penyediaan anak sapi berkualitas, pakan ternak yang memadai, serta pengawasan kesehatan hewan secara rutin untuk memastikan pertumbuhan sapi yang optimal. Gambar 2: Hasil Potensi Desa dan Usaha BUMDes Pendampingan Tahap pendampingan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan penerapan hasil penyuluhan yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Ledan. Dalam hal produksi gula merah, pendampingan melibatkan pemantauan langsung di lokasi untuk memastikan apa yang telah dibahas seperti pengaturan suhu optimal saat memasak dan menjaga kebersihan alat, diaplikasikan dengan benar, serta mengevaluasi kualitas produk. Masyarakat juga didorong untuk melakukan diversifikasi produk gula merah, misalnya dengan membuat kemasan modern atau membuat olahan dari gula merah, guna meningkatkan nilai tambah dan jangkauan pasar. 653 | MALLOMO: Journal of Community Service Sementara itu, dalam penguatan usaha BUMDes, pendampingan berfokus pada pengelolaan keuangan yang akuntabel, penyusunan sistem pencatatan transaksi, dan pembuatan laporan keuangan yang terstruktur. Pendamping juga membantu menyusun strategi pemasaran untuk produk unggulan desa seperti gula merah dan program penggemukan sapi, melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, dan pengembangan jaringan distribusi. Pendampingan ini juga meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ini dilakukan melalui pelatihan lanjutan yang mencakup aspek pengelolaan usaha, analisis pasar, dan pengembangan produk. Selain itu, pendampingan membantu dalam penyusunan SOP (Standard Operating Procedur. untuk setiap tahapan produksi dan pengelolaan usaha, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi. Evaluasi Tahap akhir dari kegiatan adalah evaluasi, evaluasi dilaksanakan untuk mengukur keberhasilan implementasi program penyuluhan dan pendampingan di Desa Ledan, sekaligus mengenali area yang perlu ditingkatkan. Penilaian ini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari masyarakat, perangkat desa, hingga tim pengabdian. Keberhasilan akan diukur berdasarkan indikator yang telah ditetapkan, seperti peningkatan kualitas dan kuantitas produksi gula merah, penguatan manajemen usaha BUMDes, serta tingkat partisipasi aktif masyarakat dalam program. Proses evaluasi diawali dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan survei untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang capaian yang dicapai. Tahap evaluasi ini diharapkan dapat memberikan masukan yang membangun dan memastikan keberlanjutan program yang optimal, sehingga tercapai tujuan utama peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Ledan. Simpulan Dan Saran Pengabdian masyarakat di Desa Ledan berhasil meningkatkan ekonomi desa melalui optimalisasi pengelolaan keuangan BUMDes dan inovasi gula merah. Pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, penyuluhan, pendampingan, dan evaluasi meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, tata kelola BUMDes, dan partisipasi masyarakat. Pendekatan yang terintegrasi ini efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Ledan. Agar program pengembangan BUMDes dan potensi lokal di Desa Ledan terus berjalan, disarankan untuk melanjutkan pendampingan yang berfokus pada inovasi produk, terutama gula merah, serta pengelolaan usaha BUMDes yang lebih efektif. Pelatihan tambahan seperti pemasaran digital dan teknologi pengolahan hasil praduk bisa membantu memperluas pasar dan meningkatkan nilai produk Selain itu, penguatan kerja sama strategis dengan pihak eksternal . emerintah daerah dan pelaku usah. juga krusial untuk mendukung pengembangan desa melalui akses teknologi, pelatihan, dan pendanaan. Disarankan pula untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran produk agar administrasi lebih efisien dan promosi lebih optimal. Pembentukan tim monitoring lokal juga penting untuk evaluasi berkala, memberikan umpan balik, dan merekomendasikan perbaikan. 654 | MALLOMO: Journal of Community Service Daftar Rujukan Beno. Silen. , & Yanti. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUMDES. Braz Dent , 33. , 1Ae12. Darman. Rosadi. Kasim. , & Purnamasari. Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Benih Bersertifikat dan Pupuk Organik. 4, 314Ae322. Darmawan. Roem. Ibrahim. , & Handayani. PEMBERDAYAAN UMKM PEDAGANG CAMPURAN BERBASIS PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENCATATAN KEUANGAN DI KELURAHAN PAMMASE KECAMATAN TIROANG KABUPATEN PINRANG. MARTABE : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6, 2103Ae2106. Darmawan. , & Wijaya. Jurnal Mirai Management Analisis Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Jurnal Mirai Management, 7. , 241Ae246. https://doi. org/10. 37531/mirai. Di. Bengkayang. , & Situmorang. Pelatihan Dan Penerapan Sistem Akuntansi Pada. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 58Ae66. Iriyanti. , & Munandar. Systematic Literature Review: Penerapan Sistem Informasi Untuk Mendukung Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Di Badan Usaha Milik Desa (Bumde. Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi. Manajemen Dan Akuntansi, 12. , 218. https://doi. org/10. 35906/equili. Karyana. Inovasi Pemberdayaan BUMDes Sebagai Simpul Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa. Populika, 11. , 41Ae49. https://doi. org/10. 37631/populika. M Titiokan. Huliselan. Sanduan. N Ralahallo. , & Siahainenia. Pengelolaan Keuangan BUMDes Di Kabupaten Kepulauan Aru. Jurnal Pengabdian Masyarakat Jamak (Manajemen & Akuntans. , 03. , 197Ae216. Maq. Dewi. , & Suningrat. Pendampingan Balai Desa dalam Mengembangkan BUMDes untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat. , 185Ae191. Masyitah. Mulyanti. Muzakir. Salima. Nurkhatijah. Anwar. Agustina. , & Mirnawati. Strategi Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Potong pada BUMDes Siem Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7. , 95Ae102. https://doi. org/10. 31334/jks. Nugrahaningsih. Hanggana. Murni. Hananto. Asrihapsari. Syafiqurrahman. Zoraifi, , & Hantoro. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DAN PEMASARAN DIGITAL PADA BUMDes BLULUKAN GEMILANG. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 8. https://doi. org/10. 24198/kumawula. Putri. Fatiha. Valentino. Prasta. , & Raihan. Optimalisasi Potensi Daerah : Transformasi Sari Tebu Menjadi Gula Merah. , 58Ae65. Rahmaini. Lubis. Arlinda. Ramadhani. Ramadhan. Aisah. , & Lestary. Usaha Gula Merah Dari Nira Kelapa Sawit Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Di Desa Pegajahan. RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 117Ae https://doi. org/10. 46576/rjpkm.