Jurnal Menara Pengabdian Vol. No. Juni, 2026 Implementasi PLP Berbasis Media Inovatif Dalam Mendukung Kurikulum Merdeka dI SDIT Tiara Islamic School Yulia Septi Wahyuni. Universitas Muhammadiyah Riau, yuliaseptiwahyuni@umri. Rima Junita Putri. Universitas Muhammadiyah Riau, rimajunitaputri@umri. Yova Murnika. Universitas Muhammadiyah Riau, yovamurnika@umri. Nursyafna. Universitas Muhammadiyah Riau, nursyafna@umri. Adinda Dwi Putri. Universitas Muhammadiyah Riau, andidadwiputri@umri. Putri Zahara. Universitas Muhammadiyah Riau, putrizahara@umri. Kurniawaty. Universitas Muhammadiyah Riau, kurniawaty@umri. Indah Ramadhany. Universitas Muhammadiyah Riauindahramadhany@umri. Keywords: calon guru sekolah dasar kurikulum merdeka Abstrak: Bagian strategis dari instruksi calon guru adalah Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). PLP bertujuan untuk menggabungkan teori pendidikan dengan praktik pembelajaran nyata di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana PLP digunakan oleh siswa Universitas Muhammadiyah Riau di SDIT Tiara Islamic School di Pekanbaru. PKM ini berfokus pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan TI dan komunikasi, penilaian pembelajaran, dan bagaimana siswa berpartisipasi dalam administrasi guru. Dengan pengecualian dua siswa di kelas VI, tujuh siswa PLP dari berbagai kelas adalah subjek penelitian, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan. PLP berlangsung sekitar satu setengah bulan. Observasi, dokumentasi, dan refleksi tentang pengalaman praktik mengajar siswa adalah metode pengumpulan data. PKM menunjukkan bahwa penggunaan PLP meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian siswa secara signifikan. Mahasiswa memiliki kemampuan untuk membuat perangkat pembelajaran berbasis kurikulum bebas, mengatur kelas sesuai dengan siswa di sekolah dasar, dan memanfaatkan teknologi pembelajaran seperti TV pintar, media presentasi interaktif, dan platform berbasis web untuk mendukung pendidikan. Flipbook interaktif, presentasi PowerPoint interaktif, video menggabungkan nilai-nilai keislaman adalah semua produk yang dibuat. Hasilnya menunjukkan bahwa PLP tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk praktik mengajar, tetapi juga sebagai tempat untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan, kontekstual, dan aplikatif. Pendahuluan Sistem pendidikan calon guru di perguruan tinggi kependidikan terdiri dari Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Program ini dimaksudkan untuk menjadi wahana pembelajaran asli di mana siswa dapat mengintegrasikan teori kependidikan yang mereka pelajari di kuliah dengan praktik pembelajaran di sekolah. Mahasiswa tidak hanya menjadi praktikan mengajar melalui PLP, tetapi mereka juga menjadi calon pendidik profesional yang p-ISSN: 2797-7617, e-ISSN: 2797-9571 | CC-BY SA Jurnal Menara Pengabdian Vol. No. Juni, 2026 terlibat secara langsung dalam ekosistem sekolah, baik dalam kegiatan akademik maupun non Pengalaman ini sangat penting untuk mempersiapkan siswa untuk menghadapi kompleksitas tugas dan tanggung jawab guru di lapangan (Arsad et al. , 2. PLP berkontribusi secara strategis pada pengembangan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian siswa saat mengajar guru. Pengalaman langsung, kontekstual, dan reflektif diperlukan untuk menumbuhkan keterampilan ini. Mahasiswa dapat memahami dinamika pembelajaran yang sebenarnya, yang mencakup karakteristik peserta didik, masalah pembelajaran, dan tuntutan administrasi dan profesional guru, melalui interaksi dengan guru pamong dan lingkungan sekolah. Oleh karena itu. PLP dianggap sebagai penghubung penting antara dunia kerja pendidikan dan dunia akademik. PLP menghadapi tantangan dan peluang baru seiring dengan penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah. Kurikulum bebas memungkinkan guru untuk lebih adaptif, inovatif, dan berfokus pada kebutuhan dan karakter siswa. Guru tidak lagi hanya menyampaikan materi. Mereka sekarang menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu membuat pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Dalam situasi seperti ini, calon guru harus memiliki pemahaman yang kuat tentang penggunaan teknologi, pengelolaan kelas, perencanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran yang akurat dan berkelanjutan (Waluyo et al. , 2. Banyak siswa memiliki pemahaman konseptual yang baik tentang teori belajar, model pembelajaran, dan strategi evaluasi, tetapi mereka masih kesulitan menerapkannya secara efektif di kelas. Ini adalah salah satu masalah utama yang dihadapi calon guru saat ini. Di antara masalah tersebut adalah mengelola kelas yang berbeda, memilih metode pembelajaran yang tepat, menggunakan media yang menarik, dan melakukan penilaian yang menyeluruh dan berfokus pada proses belajar siswa (Aryani et al. , 2. PLP diharapkan dapat menyelesaikan masalah dengan memberikan pengalaman langsung dan berkelanjutan kepada siswa. Salah satu sekolah dasar swasta berbasis Islam Terpadu di Pekanbaru. SDIT Tiara Islamic School, menerapkan sistem pendidikan penuh hari dengan fasilitas pembelajaran yang Sekolah ini telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan memasukkannya ke dalam kurikulum Islam Terpadu khasnya. Kurikulum ini menekankan penguatan karakter, nilai-nilai Islam, dan pengembangan keterampilan yang sesuai dengan abad ke-21. Selain itu. SDIT Tiara Islamic School didukung oleh teknologi informasi dan komunikasi seperti Smart TV, internet, dan alat multimedia yang mendukung pembelajaran digital. Kondisi ini membuat sekolah menjadi lokasi yang relevan dan representatif untuk pelaksanaan PLP, terutama untuk menyelidiki pelaksanaan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar berbasis Islam Terpadu. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi salah satu elemen penting dalam proses pendidikan abad ke-21. Guru harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkaya sumber belajar, dan meningkatkan keterlibatan siswa. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menggunakan teknologi yang tersedia, tetapi juga mampu membuat media pembelajaran yang kreatif dan memenuhi kebutuhan siswa. Pengetahuan TIK ini merupakan komponen penting dari kompetensi profesional calon guru yang sesuai dengan kemajuan zaman. Selain elemen pembelajaran dan teknologi. PLP juga menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengelolaan kelas serta administrasi pengajar. Pengelolaan kelas p-ISSN: 2797-7617, e-ISSN: 2797-9571 | CC-BY SA Jurnal Menara Pengabdian Vol. No. Juni, 2026 yang sukses meliputi kemampuan untuk mengatur atmosfer belajar, menangani perilaku siswa, memfasilitasi interaksi edukatif,serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Di sisi lain, keterlibatan dalam administrasi pengajar seperti menyusun perangkat pembelajaran, mengisi jurnal mengajar, dan mengatur penilaian memberi mahasiswa wawasan tentang tanggung jawab profesional guru yang kerap tidak terlihat dalam perkuliahan teoritis di kampus. Pengalaman ini sangat penting untuk membentuk sikap profesional dan etos kerja guru sejak Studi mengenai pelaksanaan PLP telah banyak dilakukan, tetapi sebagian besar masih memusatkan perhatian pada aspek pengajaran dan manajemen kelas secara umum. Penelitian yang secara spesifik mengangkat peran mahasiswa PLP sebagian pencipta media pembelajaran inovatif yang diterapkan langsung di kelas masih tergolong terbatas. Sebenarnya, pengembangan media pembelajaran adalah salah satu kompetensi krusial yang harus dimiliki oleh guru dalam menjawab tantangan kurikulum merdeka dan pendidikan di abad ke-21. Maka dari itu, diperlukan penelitian yang mengkaji pelaksanaan PLP dengan cara yang lebih menyeluruh, bukan hanya sebagai tempat praktik mengajar, tetapi juga sebagai wadah untuk pengembangan inovasi dan pedagogik. Berdasarkan penjelasan tersebut, studi ini bertujuan untuk memberikan deskripsi menyeluruh mengenai pelaksanaan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau di SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru. Penelitian ini berfokus pada aspek-aspek seperti pelaksanaan proses belajar mengajar, pengelolaan ruang kelas, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, sistem penilaian dan evaluasi, serta partisipasi mahasiswa dalam urusan administrasi guru dan kegiatan sekolah lainnya. Lebih lanjut, penelitian ini juga menekankan pada pengembangan dan penerapan proyek media yang berupa bahan ajar digital dan interaktif yang dirancang oleh mahasiswa PLP sesuai dengan kebutuhan nyata yang ada di kelas. Dengan demikian. PLP hadir sebagai suatu jalan keluar untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui pengalaman langsung di lingkungan sekolah (Fitri et al. , 2. Kebaruan penelitian ini terletak pada implementasi proyek pengembangan bahan ajar interaktif berupa flipbook interaktif, presentasi Powerpoint interaktif, video pembelajaran, dan permainan edukasi digital yang dirancang, dikembangkan, dan diterapkan oleh mahasiswa PLP di lingkungan sekolah dasar islam terpadu. Media pembelajaran tersebut terintegrasi dengan kurikulum merdeka dan prinsip-prinsip keislaman, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang relevan, menarik dan fokus kepada peserta didik. Dengan pendekatan ini, mahasiswa PLP tidak hanya berperan sebagai pelaksana pembelajaran, tetapi juga sebagai inovator dalam bidang pendidikan yang menciptakan produk pembelajaran yang aplikatif dan berkelanjutan Pelaksanaan dan Metode Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan kategori penelitian deskriptif. Pemilihan pendekatan kualitatif dilakukan karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan menggambarkan dengan mendetail pelaksanaan program pengenalan lapangan prasekolah (PLP) oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau di SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru dalam rangka pembelajaran nyata di tingkat sekolah dasar. Penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif memberikan kesempatan bagi penelitian untuk menguraikan fenomena dengan cara yang sistematis, faktual, dan dalam konteks yang sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan tanpa melakukan intervensi pada variabel yang diteliti (Sugiyono, 2. p-ISSN: 2797-7617, e-ISSN: 2797-9571 | CC-BY SA Jurnal Menara Pengabdian Vol. No. Juni, 2026 Desain penelitian ini menggabungkan metode pembelajaran berbasis proyek, terutama dalam aktivitas pembuatan media pembelajaran digital dan interaktif oleh mahasiswa PLP. Metode ini dipilih karena mahasiswa tidak sekedar mengamati dan mengikuti pembelajaran, melainkan berpartisipasi secara aktif dalam hal pengembangan, pelaksanaan, perencanaan dan refleksi terhadap media pembelajaran yang digunakan dalam kelas. Metode berbasis proyek dianggap efektif untuk mencerminkan proses pembelajaran yang fokus pada produk serta pengalaman belajar yang nyata. Penelitian ini melibatkan guru dan siswa di SDIT Tiara Islamic School di Pekanbaru, dan berfokus pada proses dan hasil pengembangan media bahan ajar digital oleh siswa PLP. Penelitian dilakukan selama kegiatan PLP, dengan tahapan waktu yang disesuaikan dengan kalender akademik sekolah. Pendekatan berbasis proyek memungkinkan pengembangan media pembelajaran melibatkan siswa secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi pembelajaran (Nurhamidah & Nurachadijat, 2. Penelitian dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan selama kegiatan PLP. Waktu dan lokasi penelitian dipilih secara acak sesuai dengan kalender akademik sekolah dan relevan dengan tujuan penelitian. SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru dipilih karena memiliki Kurikulum Merdeka dan sarana pembelajaran modern. Wawancara dan observasi dilakukan secara partisipatif untuk mengamati proses pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan media pembelajaran, dan interaksi edukatif antara mahasiswa PLP dan peserta didik. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan guru pamong dan mahasiswa PLP untuk mengumpulkan informasi tentang pengalaman praktik mengajar, kesesuaian media pembelajaran, dan masalah yang dihadapi sela-sela. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, dan Pada tahap perencanaan, kebutuhan pembelajaran dievaluasi dan perancangan media Pada tahap pelaksanaan, pelajaran dilaksanakan dan media digunakan di kelas. Pada tahap refleksi, manfaat dan kekurangan pelaksanaan pembelajaran serta penggunaan media Hasil observasi lapangan dan komentar guru pamong menjadi dasar evaluasi ini. Dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, triangulasi sumber dan teknik memastikan keabsahan data penelitian. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru menunjukkan peran siswa sebagai calon guru profesional yang tidak hanya melakukan praktik mengajar tetapi juga terlibat secara aktif dalam seluruh ekosistem pembelajaran sekolah. Mahasiswa PLP berpartisipasi dalam hal-hal seperti perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan TI dan komunikasi, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLP telah berkembang menjadi alat strategis untuk mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan profesi guru di era Kurikulum Merdeka dan pendidikan abad ke-21 (Aulia & Putri, 2. Implementasi Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Mahasiswa PLP secara langsung terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan p-ISSN: 2797-7617, e-ISSN: 2797-9571 | CC-BY SA Jurnal Menara Pengabdian Vol. No. Juni, 2026 pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka. Pada tahap perencanaan, siswa menyusun modul ajar dan perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan karakteristik peserta didik di setiap jenjang kelas. Penataan ruang belajar fisik bukan satu-satunya aspek pengelolaan kelas yang baik, namun pengelolaan yang baik juga mencakup pengendalian perilaku, interaksi, dan motivasi siswa. (Nurmalasari, 2. Mahasiswa memperoleh pemahaman menyeluruh tentang bagaimana Kurikulum Merdeka diterapkan di sekolah dasar dengan bantuan guru pamong. Prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik diterapkan dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter siswa(Nizam & Partiwi. Siswa menggunakan pendekatan kontekstual yang mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka. Pendekatan ini membantu siswa memahami pelajaran secara lebih relevan dan bermakna. Nilai-nilai keislaman adalah ciri khas SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa lebih terlibat saat menggunakan pendekatan pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab interaktif, simulasi sederhana, dan pembelajaran berbasis proyek. Strategi ini memungkinkan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, berbagi pendapat, dan bekerja sama dengan teman sebaya. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa PLP dapat menerapkan Kurikulum Merdeka secara kontekstual dan adaptif di kelas. Pengelolaan Kelas dan Interaksi Edukatif Salah satu aspek penting yang berkembang selama PLP adalah pengelolaan kelas. Selama PLP, siswa belajar mengatur lingkungan kelas agar nyaman untuk belajar. Ini termasuk mengatur tempat duduk, menggunakan sudut baca, dan menggunakan media visual dengan benar. Mereka juga belajar cara mengelola waktu dan mengendalikan kelas dengan membuat aturan kelas yang disepakati bersama (Prihantini & Rustini, 2. Untuk membangun kesepakatan belajar, siswa membuat aturan kelas yang disepakati Aturan ini membantu siswa memahami batasan perilaku yang diharapkan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab atas proses pembelajaran. Selain itu, aturan ini membantu siswa belajar bagaimana mengatur waktu mereka untuk kegiatan pendahuluan, inti, dan Pendekatan persuasif dan komunikasi menciptakan interaksi edukatif antara siswa dan Siswa memanfaatkan bahasa yang mudah dipahami, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan, dan menciptakan suasana kelas yang dialogis. Penguatan positif seperti pujian, motivasi, dan penghargaan sederhana digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan partisipasi siswa. Metode ini terbukti dapat menciptakan lingkungan kelas yang aman dan mendukung, memungkinkan siswa untuk lebih berani menyuarakan pendapat mereka dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran (Salsabila & Sadiyah, 2. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran Di SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru, salah satu ciri khas pelaksanaan PLP adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Teknologi seperti TV pintar, koneksi internet, dan perangkat multimedia yang cukup mendukung sekolah. Mahasiswa PLP memanfaatkan fasilitas ini untuk memberikan pelajaran dengan cara yang interaktif dan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran sekolah dasar p-ISSN: 2797-7617, e-ISSN: 2797-9571 | CC-BY SA Jurnal Menara Pengabdian Vol. No. Juni, 2026 dapat meningkatkan keterlibatan siswa, minat belajar, dan efektivitas penyebaran materi (Nurhamidah & Nurachadijat, 2. Siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang konsep abstrak melalui penggunaan presentasi interaktif, video pembelajaran, dan platform berbasis web. Selain itu, penggunaan teknologi informasi membantu siswa menjadi lebih kreatif dalam desain. Hasil observasi menunjukkan bahwa ketika penggunaan media digital digabungkan dengan pembelajaran, siswa menjadi lebih fokus dan termotivasi. Selain itu, penggunaan teknologi mendorong siswa untuk menjadi lebih kreatif dan memiliki keterampilan digital dalam desain pembelajaran. Hasilnya menunjukkan bahwa penguasaan teknologi informasi (TIK) adalah kompetensi penting bagi calon guru untuk menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penilaian Pembelajaran Penilaian pembelajaran, yang menekankan evaluasi formatif, diagnostik, dan sumatif, merupakan bagian penting dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka (Ariesanti et al. , 2. Selama PLP, mahasiswa terlibat langsung dalam proses penilaian pembelajaran, mulai dari perencanaan instrumen, pelaksanaan, dan analisis hasil belajar siswa. Instrumen penilaian termasuk lembar observasi, penilaian sikap, kuis, tugas proyek sederhana, dan tes tertulis yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Penilaian sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa setelah pembelajaran selesai, sementara penilaian formatif digunakan untuk melacak perkembangan siswa selama proses pembelajaran. Melalui partisipasi ini, siswa memahami bahwa penilaian tidak hanya berguna untuk menentukan nilai tetapi juga sebagai alat refleksi bagi guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Apabila dilakukan secara berkelanjutan dan berorientasi pada proses, penilaian pembelajaran ini juga memiliki potensi strategis untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. (Andayani & Madani, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat melakukan penilaian pembelajaran secara lebih menyeluruh dan berorientasi pada proses. Penilaian yang dilakukan secara teratur membantu guru dan siswa menemukan apa yang perlu mereka pelajari dan menyesuaikan strategi pembelajaran mereka. Keterlibatan Mahasiswa dalam Administrasi Guru Mahasiswa PLP juga terlibat dalam berbagai kegiatan administrasi guru selain kegiatan pembelajaran di kelas. Kegiatan administrasi ini termasuk menyusun modul ajar, bahan ajar, jurnal pembelajaran, daftar hadir siswa, dan pengisian administrasi penilaian. Selain itu, siswa membantu guru pamong dalam dokumentasi kegiatan pembelajaran dan pembuatan laporan hasil belajar. Melalui partisipasi dalam pengelolaan administrasi pengejar, mahasiswa mendapatkan pengalaman konkret tentang tanggung jawab professional seorang guru yang mencakup tidak hanya aspek pengajaran, tetapi juga melakukan tugas administratif dengan cara yang teratur dan sistematis. Pengalaman ini sangat berarti sebagai persiapan bagi mahasiswa untuk memahami keseluruhan peran seorang guru dilingkungan sekolah. berdasarkan pendapat Mulyasa dalam (Rais & Muzaini, 2. , administrasi pembelajaran yang terorganisir dengan baik akan mendukung efektivitas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar serta meningkatkan profesionalisme para pengajar. p-ISSN: 2797-7617, e-ISSN: 2797-9571 | CC-BY SA Jurnal Menara Pengabdian Vol. No. Juni, 2026 Pengembangan Proyek Media Bahan Ajar Inovatif Gambar 1 Siswa sedang belajar Pengembangan proyek media pembelajaran yang inovatif merupakan salah satu cara bagi mahasiswa PLP untuk bekontribusi dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru. Para mahasiswa menciptakan dan merancang media pengajaran baik yang berbasis digital maupun non-digital, termasuk di dalamnya media presentasi interaktif, video edukatif, lembar kerja peserta didik (LKPD) yang kreatif, serta alat bantu visual yang disesuaikan dengan karakteristik anak-anak di tingkat sekolah dasar. Pengembangan media untuk materi pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan pinsip integritas antara konten, sasaran pembelajaran, serta nilai-nilai Islami yang menjadi karakteristik dari sekolah tersebut. Media yang dirancang tidak sekadar berfungsi sebagai alat bantu dalam pengajaran, melainkan juga sebagai wahana untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa Pemakaian media pembelajaran yang kreatif juga berpotensi untuk memperbesar keterlibatan dan capaian belajar bagi murid di tingkat dasar. Di samping itu, pengembangan proyek media pembelajaran juga melatih mahasiswa untuk berpikir dengan cara yang kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi di bidang pendidikan (Nurhamidah & Nurachadijat, 2023. Penggabungan prinsip-prinsip keislaman dalam media pendidikan merupakan ciri utama dalam pengembangan media di SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru. Prinsip-prinsip ini ditampilkan dengan cara yang kontekstual dan tetap menjaga inti dari materi pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menyeluruh dan memiliki arti yang dalam. Refleksi Mahasiswa PLP terhadap Kesiapan Profesional sebagai Calon Guru Refleksi dari mahasiswa PLP mengungkapkan bahwa pengalaman langsung di SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru memberikan pengaruh besar terhadap persiapan profesional mereka sebagai calon pendidik. Para mahasiswa menyadari bahwa profesi sebagai guru tidak hanya memerlukan penguasaan materi ajar, tetapi juga keterampilan dalam beradaptasi, berkomunikasi, serta membuat keputusan pedagogik dengan cepat dan tepat di dalam kelas. Melalui partisipasi aktif dalam proses pembelajaran, mahasiswa belajar cara menghadapi berbagai karakteristik siswa, perbedaan dalam gaya belajar, serta dinamika kelas yang sering kali tidak dapat diprediksi berdasarkan teori. Pengalaman dalam merancang dan menerapkan media pembelajaran yang kreatif juga mendorong mahasiswa untuk melakukan pemikiran reflektif mengenai praktik pengajaran yang mereka lakukan. Mahasiswa tidak hanya menilai seberapa efektif media dalam mencapai tujuan pembelajaran, tetapi juga mempertimbangkan tanggapan, motivasi, dan partisipasi siswa p-ISSN: 2797-7617, e-ISSN: 2797-9571 | CC-BY SA Jurnal Menara Pengabdian Vol. No. Juni, 2026 sepanjang berlangsungnya proses pembelajaran. Proses refleksi ini membantu mahasiswa menyadari bahwa keberhasilan suatu pembelajaran tidak hanya bergantung pada seberapa maju media yang digunakan, tetapi juga pada kesesuaian media dengan kebutuhan dan karakteristik para peserta didik. Selain itu, mahasiswa PLP belajar tentang pentingnya bekerja sama dengan guru pamong dan tenaga pendidik lainnya. Mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang budaya sekolah, etika profesi guru, dan tanggung jawab moral untuk mendidik anak-anak mereka melalui bimbingan dan masukan dari guru pamong, yang merupakan sumber pembelajaran yang berharga untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan kelas. Reaksi siswa juga menunjukkan bahwa mereka lebih percaya diri dalam melakukan tugas keguruan. Setelah mendapatkan pengalaman langsung dengan PLP, siswa lebih siap untuk memasuki dunia kerja pendidikan. Oleh karena itu. PLP tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk latihan mengajar tetapi juga sebagai proses untuk membangun identitas profesional calon guru yang fleksibel, berpikir kritis, dan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran yang Pembahasan Integratif Secara keseluruhan, temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi PLP di SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan kemampuan siswa sebagai calon guru profesional. Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana mengajar, tetapi mereka juga belajar bagaimana merancang pembelajaran, mengelola kelas, menggunakan teknologi, menilai, dan membuat media pembelajaran baru. Hasilnya menunjukkan bahwa PLP dapat berguna sebagai tempat untuk mengembangkan inovasi pedagogik, terutama jika siswa diberi kesempatan untuk berkarya dan bekerja sama dengan guru pamong. Dengan menggabungkan kurikulum bebas dengan kurikulum khas sekolah Islam Terpadu, pembelajaran dapat dibuat secara kontekstual, menyeluruh, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Oleh karena itu. PLP tidak hanya berfungsi sebagai ajang praktik mengajar tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mengembangkan calon guru yang fleksibel, kreatif, dan profesional. Penutup Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SDIT Tiara Islamic School Pekanbaru menunjukkan peran strategis PLP dalam mempersiapkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau untuk menjadi guru profesional. Mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran nyata melalui keterlibatan langsung dalam pembelajaran di kelas dan aktivitas sekolah lainnya. Ini memungkinkan mereka mengintegrasikan teori pendidikan dengan praktik pembelajaran dunia nyata. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran mereka, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan sosial, profesional, dan kepribadian yang sangat penting bagi pekerjaan guru. Menurut hasil penelitian, siswa PLP memiliki kemampuan untuk menerapkan pembelajaran berbasis kurikulum bebas secara kontekstual dan adaptif. Mahasiswa menggunakan TI dan komunikasi, mengelola kelas, dan menilai pembelajaran berdasarkan proses dan kebutuhan siswa. Dengan berpartisipasi dalam administrasi guru, siswa memperoleh pemahaman yang kuat tentang tanggung jawab profesional guru. Akibatnya, siswa tidak hanya p-ISSN: 2797-7617, e-ISSN: 2797-9571 | CC-BY SA Jurnal Menara Pengabdian Vol. No. Juni, 2026 terlatih sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pendidik dengan tanggung jawab administratif dan etos kerja. Penelitian ini sebagian besar berfokus pada pembuatan dan pelaksanaan proyek media bahan ajar kreatif yang dirancang dan diuji coba langsung oleh siswa PLP di sekolah dasar Islam Terpadu. Flipbook interaktif, presentasi interaktif, video pembelajaran, dan game digital edukatif adalah jenis media pembelajaran yang terbukti dapat meningkatkan keterlibatan dan keinginan siswa untuk belajar. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip keislaman ke dalam media pembelajaran, kurikulum bebas menghasilkan pengalaman belajar yang luas, signifikan, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Studi ini menunjukkan bahwa PLP dapat dioptimalkan tidak hanya sebagai alat praktik mengajar tetapi juga sebagai tempat di mana siswa dan calon guru dapat mengembangkan inovasi pedagogis. Agar siswa memiliki kesempatan untuk berkreasi dan berinovasi dalam pembelajaran, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan mitra harus mendorong kerja sama yang lebih intensif. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup yang hanya mencakup satu sekolah dan durasi pelaksanaan PLP yang relatif singkat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak sekolah dan waktu pelaksanaan yang lebih panjang agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas pelaksanaan PLP dalam membentuk calon guru profesional yang adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. References