PARADOKS Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. Mei - Juli e-ISSN : 2622-6383 doi: 10. 57178/paradoks. Pengaruh Literasi Keuangan dan Kepercayaan Terhadap Keputusan Berinvestasi di Pasar Modal Pada Masyarakat Usia Produktif di Kota Tebing Tinggi Muhammad Arif Wibowo1*. Muhammad Edho2. Ari Syahputra3. Mhd Sofian4 mhdarifwibowo131@gmail. com1*, muhammadedhos3@gmail. jobs@gmail. com3, muhammad. sofian5@gmail. Program Studi Manajemen. STIE Bina Karya Tebing Tinggi. Kota Tebing Tinggi. Indonesia1*,2,3,4 Abstrak Jumlah investor pasar modal di Indonesia terus mengalami peningkatan. Namun, tidak semua masyarakat usia produktif memiliki literasi keuangan dan tingkat kepercayaan yang cukup dalam mengambil keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan kepercayaan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Cochran karena jumlah populasi dianggap besar dan tidak diketahui secara pasti, sehingga diperoleh sampel sebanyak 97 Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi, serta kepercayaan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi. Secara simultan, literasi keuangan dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi. Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan dan kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong keputusan investasi di pasar modal. Kata kunci: Literasi Keuangan. Kepercayaan. Keputusan Berinvestasi. Pasar Modal Abstract Investment interest in the Indonesian capital market continues to increase. However, not all productive-age communities have adequate financial knowledge and trust to make investment This study aims to analyze the effect of financial literacy and trust on investment decisions in the capital market among productive-age people in Tebing Tinggi City. This research uses a quantitative approach with a survey method through questionnaires. The sampling technique used is probability sampling. The sample size was determined using the Cochran formula because the population size is considered large and not specifically known, resulting in 97 respondents. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the help of SPSS software. The results show that financial literacy has a positive and significant effect on investment decisions, and trust also has a positive and significant effect on investment decisions. Simultaneously, financial literacy and trust have a significant effect on investment decisions. Therefore, improving financial literacy and strengthening public trust are important factors to encourage productive-age communities to invest in the capital market. Keywords: Financial Literacy. Trust. Investment Decisions. Capital Market This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Pendahuluan Pasar modal memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi suatu negara karena berfungsi sebagai sarana penghimpunan dana jangka panjang bagi dunia usaha sekaligus sebagai alternatif investasi bagi masyarakat. Perkembangan pasar modal di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah investor yang terus mencatatkan rekor tahunan, baik dari sisi total investor pasar modal maupun investor saham. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 55 Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi, khususnya pada instrumen pasar modal. Jumlah Single Investor Identification (SID) per Desember 2025 meningkat sebesar 34,8% dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Di sisi lain, jumlah investor saham juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai lebih dari 8,46 juta SID pada periode yang sama. Kondisi ini menunjukkan semakin kuatnya minat masyarakat terhadap investasi saham. Pertumbuhan jumlah investor di pasar modal dari tahun ke tahun banyak berasal dari kelompok usia produktif. Kelompok usia produktif memiliki kapasitas yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan investasi di pasar modal. Dari perspektif ekonomi, individu berusia 15 hingga 64 tahun dinilai memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan dan mulai merencanakan keuangan jangka panjang. Namun demikian, tidak semua masyarakat usia produktif memiliki keyakinan yang cukup untuk terlibat dalam investasi Sebagian masyarakat masih memiliki keraguan, kekhawatiran terhadap risiko, serta tingkat pemahaman yang berbeda-beda, sehingga keputusan investasi yang diambil juga Oleh karena itu, keputusan berinvestasi tidak hanya dipengaruhi oleh aspek keuangan, tetapi juga oleh faktor psikologis dan persepsi individu. Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran yang dilakukan pada saat ini dengan harapan memperoleh hasil atau manfaat pada masa yang akan datang dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, investasi mengandung unsur pengorbanan saat ini untuk memperoleh manfaat yang lebih besar di masa depan (Syah & Barsah, 2. Keputusan investasi merujuk pada tindakan atau kebijakan dalam menyalurkan dana pada satu atau beberapa jenis aset dengan tujuan memperoleh keuntungan pada periode yang akan datang (Putri et al. , 2. Investasi dapat dilakukan dalam bentuk aset riil . eal asset. maupun dalam bentuk surat berharga atau sekuritas . arketable securities atau financial asset. (Sinurat et al. , 2. Salah satu faktor yang memengaruhi keputusan berinvestasi adalah literasi keuangan dan kepercayaan. Literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam memahami dan mengelola aspek keuangan sehingga dapat menghindari masalah keuangan. Pemahaman yang memadai dalam bidang keuangan memungkinkan individu membuat keputusan yang lebih rasional dalam mengelola keuangan, termasuk dalam aktivitas investasi (Landang et al. , 2. Literasi keuangan juga merujuk pada kemampuan individu dalam memahami konsep keuangan, mengelola keuangan pribadi, serta membuat keputusan investasi yang tepat dan rasional (Cholid & Megawati, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian Landang et al. yang menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi. Selain literasi keuangan, faktor lain yang memengaruhi keputusan berinvestasi adalah Kepercayaan tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif dan afektif, tetapi juga berhubungan dengan tindakan yang dapat mendorong perilaku loyal dan keputusan untuk melakukan transaksi secara berulang (Alghifari & Rahayu, 2. Dalam konteks investasi, kepercayaan mencerminkan keyakinan investor terhadap platform, lembaga, atau instrumen investasi yang digunakan. Kepercayaan pelanggan juga tercermin dari harapan bahwa penyedia layanan mampu memahami kebutuhan dan memberikan kualitas produk atau jasa yang baik pada masa mendatang (Rahman et al. Hal ini sejalan dengan penelitian Mintarwan . yang menyatakan bahwa kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Risiko pengambilan keputusan investasi yang tidak tepat akibat rendahnya literasi keuangan dan kepercayaan dapat diminimalkan melalui edukasi keuangan yang komprehensif, terutama bagi generasi muda. Peluang ini cenderung lebih terbuka bagi masyarakat perkotaan, termasuk masyarakat Kota Tebing Tinggi, yang memiliki akses lebih Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 56 baik terhadap informasi pasar modal. Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia produktif di Kota Tebing Tinggi pada tahun 2024 290 jiwa. Selain itu, berdasarkan data Statistik Pasar Modal yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Januari 2025, jumlah investor pasar modal yang tercatat melalui Single Investor Identification (SID) di Kota Tebing Tinggi mencapai 285 investor. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kota Tebing Tinggi memiliki potensi pengembangan investor pasar modal yang cukup menjanjikan. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh kesadaran dan partisipasi investasi yang optimal. Signifikansi literasi keuangan dan kepercayaan dalam mendorong keputusan investasi masih berhadapan dengan realitas bahwa sebagian masyarakat Kota Tebing Tinggi belum memiliki kesadaran yang memadai terhadap pentingnya investasi di pasar modal. Dengan demikian, diperlukan kajian yang dapat menjelaskan sejauh mana literasi keuangan dan kepercayaan berpengaruh terhadap keputusan berinvestasi masyarakat usia produktif di daerah tersebut. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan kepercayaan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi. Metodologi Penelitian Riset Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh literasi keuangan dan kepercayaan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel utama yang akan dianalisis: Variabel Independen (X), yaitu: Literasi Keuangan Literasi keuangan merupakan kemampuan individu untuk mengetahui keuangan secara umum, di mana pengetahuan tersebut mencakup tabungan, investasi, utang, asuransi dan perangkat keuangan lainnya (Arianti, 2. Kepercayaan Kepercayaan merupakan kunci dalam jual beli yang dilakukan secara online. Upaya tinggi harus dilakukan oleh penyelenggara transaksi online supaya kepercayaan konsumen semakin tinggi, karena kepercayaan mempunyai pengaruh yang besar pada keputusan pembelian konsumen untuk melakukan transaksi secara online atau tidak melakukannya (Rahmawati, 2. Variabel Dependen (Y) Keputusan Berinvestasi, merupakan hasil akhir dari proses pengambilan Keputusan individu dalam menentukan pilihan untuk menempatkan dana pada instrumen keuangan tertentu dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa depan (Fitria et al. , 2. Populasi penelitian ini adalah masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi yang memiliki ketertarikan atau pengalaman dalam investasi pasar modal. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan kriteria responden berusia produktif dan mengetahui atau menggunakan instrumen investasi pasar modal. Sifat penelitian ini adalah pengembangan. Metode pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling methods yaitu metode pemilihan sampel secara random atau acak. Penelitian ini menggunakan rumus Cochran untuk pengambilan sampel dikarenakan jumlah populasi yang terlalu besar dan tidak diketahui data terbarunya. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 57 ycs ! . ycu= yce! . ! . ycu= . ! . ,8. ycu= 0,01 0,9604 ycu= 0,01 ycu = 96,04 Berdasarkan perhitungan tersebut, nilai 96,04 merupakan pecahan dan menurut (Sugiyono, 2. pada perhitungan yang menghasilkan pecahan . erdapat kom. sebaiknya dibulatkan ke atas. Sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis linear berganda dengan bantuan software SPSS for windows. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Deskripsi Identitas Penelitian Karakteristik yang digunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhirs, pekerjaan, dan pendapatan bulanan. Tabel 1 Distribusi Karakteristik Responden RESPONDEN BERDASARKAN Jenis Kelamin Usia Pendidikan Terakhir Pekerjaan Pendapatan Perbulan KLASIFIKASI Laki-Laki Perempuan 15-30 Tahun > 30-45 Tahun > 45 Tahun O SMA Mahasiwa/i Pelajar Guru Wiraswasta Lainnya < Rp. 2 Juta > Rp. 2 Juta-Rp. Juta > Rp. 5 Juta-Rp. Juta > Rp. 10 Juta JUMLAH RESPONDEN (F) PERSENTASE (%) 39,2% 60,8% 97,9% 2,1% 69,1% 29,9% 52,6% 4,1% 5,2% 4,1% 69,1% 20,6% 6,2% 4,1% Sumber: Data Primer diolah, 2026 Tabel 1 menyajikan profil 97 responden masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi yang menjadi sampel penelitian tentang pengaruh literasi keuangan dan kepercayaan terhadap keputusan berinvestasi. Berdasarkan jenis kelamin, responden didominasi oleh perempuan sebanyak 59 orang . ,8%), sedangkan laki-laki sebanyak 38 orang . ,2%). Berdasarkan usia, mayoritas responden berada pada rentang 15Ae30 tahun sebanyak 95 orang . ,9%), sedangkan usia 45Ae65 tahun sebanyak 2 orang . ,1%) dan tidak terdapat responden pada usia 30Ae45 tahun. Dari sisi pendidikan terakhir, responden terbanyak memiliki pendidikan O SMA sebanyak 67 orang . ,1%), diikuti S1 sebanyak 29 orang . ,9%) dan S3 sebanyak 1 orang . %). Berdasarkan pekerjaan, mayoritas responden adalah Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 58 mahasiswa/i sebanyak 51 orang . ,6%), disusul pekerjaan lainnya sebanyak 33 orang . %), serta guru 5 orang . ,2%). Dari segi pendapatan per bulan, sebagian besar responden berpenghasilan < Rp2. 000 sebanyak 67 orang . ,1%), sedangkan sisanya berada pada kategori Rp2. 000AeRp5. 000 sebanyak 20 orang . ,6%). Secara keseluruhan, responden penelitian ini didominasi oleh kelompok usia muda dengan latar belakang pendidikan menengah, status mahasiswa, serta pendapatan rendah hingga Secara keseluruhan, karakteristik responden penelitian ini didominasi oleh perempuan, berusia 15Ae30 tahun, berpendidikan O SMA, berstatus mahasiswa/i, serta memiliki pendapatan di bawah Rp2. 000 per bulan. Komposisi tersebut memberikan gambaran bahwa penelitian ini banyak melibatkan kelompok usia produktif muda yang memiliki potensi untuk menjadi investor pasar modal, namun masih membutuhkan peningkatan literasi keuangan dan kepercayaan dalam pengambilan keputusan investasi. Analisis Regresi Liniear Berganda Model regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh lebih dari satu variable independen terhadap satu variable dependen. Tabel 2 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Standardized Coefficients Beta Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Literasi Keuangan Kepercayaan Dependent Variable: Keputusan Berinvestasi Sig. Berdasarkan Tabel 2 tersebut maka persamaan linear berganda dari penelitian ini Y = 5,354 0,430 X1 0,300 X2. Deskripsi dari persamaan regresi linear berganda di atas adalah sebagai berikut : Nilai konstanta . sebesar 5,354 menunjukkan besarnya Variabel Keputusan Berinvestasi (Y) jika Variabel Literasi Keuangan (X. dan Variabel Kepercayaan (X. sama dengan nol. Nilai koefisien regresi Variabel Literasi Keuangan (X. sebesar 0,430 menunjukkan bahwa apabila faktor Variabel Literasi Keuangan (X. meningkat 1 satuan nilai, maka diprediksi Variabel Keputusan Berinvestasi (Y) meningkat sebesar 0,430 satuan nilai. Nilai koefisien regresi Variabel Kepercayaan (X. sebesar 0,300 menunjukkan bahwa apabila faktor Variabel Kepercayaan (X. meningkat 1 satuan nilai, maka diprediksi Variabel Keputusan Berinvestasi (Y) meningkat sebesar 0,300 satuan nilai. Koefisien Determinasi Koefisien determinasi atau R-squared (R. digunakan untuk mengetahui seberapa besar variabel independen . iterasi keuangan dan kepercayaa. mampu menjelaskan variasi dari variabel dependen . eputusan berinvestas. Tabel 3 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Kepercayaan. Literasi Keuangan Dependent Variable: Keputusan Berinvestasi Std. Error of the Estimate Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 59 Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui besarnya nilai adjusted R square sebesar 0,646 atau 64,6%. Hal ini menunjukkan jika variabel independen . iterasi keuangan dan kepercayaa. dapat menjelaskan variasi dari variabel dependen . eputusan berinvestas. sebesar 64,6% , sisanya sebesar 35,4% . % - 64,6%) dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian Nilai ini menunjukkan bahwa literasi keuangan dan kepercayaan memiliki kontribusi yang relatif kuat dalam menjelaskan keputusan berinvestasi. Namun, karena responden didominasi oleh kelompok usia muda dan mahasiswa. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji T) Uji t atau pengujian hipotesis secara parsial ini digunakan untuk melihat apakah secara parsial variabel bebas, yaitu literasi keuangan dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, yaitu Keputusan berinvestasi. Berdasarkan Tabel 2 sebelumnya. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi dengan nilai koefisien sebesar 0,430, t-hitung 5,386, dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi keuangan, semakin tinggi pula keputusan berinvestasi masyarakat usia produktif. Kepercayaan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi dengan nilai koefisien sebesar 0,300, t-hitung 5,006, dan signifikansi 0,000 < 0,05. Uji Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk menguji apakah variabel independen secara simultan . berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk menguji apakah literasi keuangan (X. dan kepercayaan (X. secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan berinvestasi (Y). Tabel 4 Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Sum of Mean Square Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Keputusan Berinvestasi Predictors: (Constan. Kepercayaan. Literasi Keuangan Model Sig. Dari tabel 4 Secara simultan, literasi keuangan dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan berinvestasi dengan nilai F-hitung sebesar 88,784 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Pembahasan Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Keputusan Berinvestasi Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, literasi keuangan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman individu mengenai konsep keuangan, seperti pengelolaan uang, tabungan, investasi, risiko, serta produk-produk pasar modal, maka semakin tinggi pula kecenderungan individu untuk mengambil keputusan berinvestasi. Literasi keuangan membantu masyarakat memahami bahwa investasi bukan sekadar aktivitas menanamkan dana, tetapi merupakan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang yang membutuhkan pengetahuan, pertimbangan risiko, dan pemahaman terhadap potensi imbal hasil. Fenomena meningkatnya jumlah investor pasar modal di Indonesia menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi semakin berkembang. Namun, peningkatan jumlah investor belum selalu diikuti oleh kualitas pemahaman investasi yang memadai. Sebagian masyarakat, termasuk kelompok usia produktif, masih mengambil keputusan investasi berdasarkan ajakan lingkungan, tren media sosial, atau informasi yang belum Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 60 terverifikasi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko pengambilan keputusan investasi yang keliru, terutama apabila investor tidak memahami karakteristik produk investasi, tingkat risiko, legalitas platform, dan potensi kerugian. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi sangat penting agar masyarakat usia produktif tidak hanya tertarik untuk berinvestasi, tetapi juga mampu membuat keputusan investasi secara rasional dan bertanggung Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Landang et al. Upadana dan Herawati . , serta Rasari dan Wulandari . yang menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi. Dengan demikian, peningkatan literasi keuangan pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi dapat menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal. Masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang baik cenderung lebih mampu menilai peluang investasi, memahami risiko, serta menghindari keputusan investasi yang bersifat spekulatif atau tidak rasional. Urgensi temuan ini terletak pada perlunya edukasi pasar modal yang lebih sistematis, khususnya bagi masyarakat usia produktif yang memiliki potensi pendapatan, akses digital, dan kemampuan untuk menjadi investor jangka panjang. Pengaruh Kepercayaan terhadap Keputusan Berinvestasi Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, kepercayaan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pasar modal, lembaga keuangan, perusahaan sekuritas, serta keamanan transaksi investasi, maka semakin besar pula kecenderungan mereka untuk mengambil keputusan berinvestasi. Dalam konteks pasar modal, kepercayaan menjadi faktor penting karena investasi selalu mengandung unsur ketidakpastian dan risiko. Oleh karena itu, calon investor membutuhkan keyakinan bahwa dana yang ditanamkan dikelola melalui sistem yang aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Fenomena rendahnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap investasi masih menjadi hambatan dalam memperluas partisipasi pasar modal. Banyak masyarakat yang masih menganggap investasi saham sebagai aktivitas yang berisiko tinggi, rumit, atau hanya cocok bagi kelompok tertentu yang memiliki pengetahuan keuangan lebih baik. Selain itu, maraknya kasus investasi ilegal, penipuan berkedok investasi, serta informasi yang menyesatkan di media digital dapat memperkuat keraguan masyarakat untuk masuk ke pasar modal. Dalam konteks Kota Tebing Tinggi, meskipun jumlah investor pasar modal telah menunjukkan potensi yang menjanjikan, masih terdapat tantangan dalam membangun keyakinan masyarakat bahwa investasi di pasar modal dapat dilakukan secara legal, aman, dan terukur apabila melalui lembaga resmi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Mintarwan . serta Melindasari dan Oktapiani . yang menyatakan bahwa kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Kepercayaan dapat terbentuk melalui pengalaman pribadi, reputasi lembaga investasi, kualitas informasi yang diterima, serta persepsi terhadap keamanan dan kredibilitas sistem investasi. Apabila masyarakat memandang pasar modal sebagai instrumen investasi yang aman, legal, dan kredibel, maka keraguan serta kekhawatiran terhadap risiko investasi dapat berkurang. Dengan demikian, tingkat kepercayaan masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi memiliki peran penting dalam mendorong keputusan berinvestasi karena mampu memperkuat keyakinan dan mengurangi hambatan psikologis dalam memasuki pasar modal. Urgensi dari temuan ini adalah perlunya penguatan transparansi informasi, perlindungan investor, dan sosialisasi mengenai mekanisme investasi legal agar kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal semakin Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 61 Pengaruh Literasi Keuangan dan Kepercayaan terhadap Keputusan Berinvestasi Berdasarkan hasil uji simultan, literasi keuangan dan kepercayaan secara bersamasama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi. Artinya, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi nyata dalam membentuk keputusan masyarakat untuk berinvestasi. Literasi keuangan berperan dalam memberikan pemahaman rasional mengenai produk investasi, risiko, dan potensi imbal hasil, sedangkan kepercayaan berperan dalam membentuk keyakinan psikologis bahwa aktivitas investasi yang dilakukan aman, kredibel, dan layak untuk dijalankan. Fenomena perkembangan pasar modal saat ini menunjukkan bahwa akses investasi menjadi semakin mudah melalui digitalisasi layanan keuangan dan aplikasi investasi. Kemudahan tersebut membuka peluang besar bagi masyarakat usia produktif untuk menjadi investor. Namun, kemudahan akses juga membawa risiko baru, terutama apabila masyarakat belum memiliki literasi keuangan yang memadai dan belum mampu membedakan antara investasi resmi dan investasi ilegal. Dalam kondisi tersebut, literasi keuangan dan kepercayaan menjadi dua faktor yang sangat mendesak untuk diperkuat secara bersamaan. Literasi tanpa kepercayaan dapat menyebabkan masyarakat tetap ragu untuk berinvestasi, sedangkan kepercayaan tanpa literasi dapat menyebabkan masyarakat mudah terpengaruh oleh promosi investasi yang tidak rasional. Hasil penelitian ini sejalan dengan Rizaldy et al. yang menyatakan bahwa literasi keuangan seseorang berkaitan dengan keputusan investasi karena individu yang memiliki literasi keuangan cenderung memahami tingkat risiko dan tingkat pengembalian yang mungkin diperoleh pada masa depan. Selain itu, temuan ini juga sejalan dengan Bottazzi et al. yang menunjukkan adanya hubungan positif antara kepercayaan dan Bottazzi et al. menjelaskan bahwa ukuran kepercayaan antarnegara berdasarkan Eurobarometer secara positif memprediksi keputusan investasi perusahaan modal ventura. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa investasi tahap awal membutuhkan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi, bahwa sindikasi menjadi lebih bernilai dalam situasi kepercayaan rendah, dan bahwa investor dengan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi cenderung menggunakan lebih banyak kontrak bersyarat. Literasi keuangan dan kepercayaan merupakan dua faktor yang saling melengkapi dalam membentuk keputusan investasi. Literasi keuangan memberikan kemampuan kognitif bagi individu untuk memahami mekanisme pasar modal, sedangkan kepercayaan memberikan keyakinan psikologis bahwa investasi yang dilakukan berada dalam sistem yang aman dan dapat diandalkan. Dengan demikian, hasil penelitian ini membuktikan bahwa literasi keuangan dan kepercayaan merupakan faktor penting dalam meningkatkan keputusan berinvestasi, khususnya pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi yang memiliki potensi besar sebagai investor pasar modal. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memperkuat partisipasi masyarakat usia produktif dalam pasar modal secara sehat, rasional, dan berkelanjutan. Kota Tebing Tinggi memiliki potensi jumlah penduduk usia produktif dan jumlah investor pasar modal yang terus berkembang, tetapi potensi tersebut belum akan optimal jika tidak didukung oleh pemahaman keuangan dan kepercayaan terhadap sistem investasi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pihak terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan. Bursa Efek Indonesia, perusahaan sekuritas, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan, untuk memperluas edukasi pasar modal, meningkatkan literasi investasi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap investasi yang legal dan transparan. Secara lebih luas, literasi keuangan dan kepercayaan menjadi fondasi penting agar sistem keuangan dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi Literasi keuangan membekali individu dengan kemampuan memahami konsep dasar seperti bunga, inflasi, risiko, imbal hasil, serta berbagai produk keuangan. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 62 sehingga mereka dapat membuat keputusan yang rasional dalam mengelola anggaran, utang, tabungan, dan investasi. Sementara itu, kepercayaan mendorong masyarakat untuk menggunakan lembaga keuangan formal karena merasa aman, terlindungi, dan yakin bahwa sistem tersebut transparan serta akuntabel. Keduanya saling menguatkan, karena literasi tanpa kepercayaan dapat membuat masyarakat tetap ragu untuk berinvestasi, sedangkan kepercayaan tanpa literasi dapat membuat masyarakat rentan terhadap keputusan keuangan yang keliru. Ketika literasi keuangan dan kepercayaan hadir secara bersamaan, masyarakat akan lebih siap mengambil keputusan investasi yang rasional, sehingga partisipasi pasar modal dapat meningkat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Simpulan dan Saran Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan mengenai pengaruh literasi keuangan dan kepercayaan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman masyarakat mengenai konsep keuangan dan investasi, maka semakin tinggi kecenderungan mereka dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi di pasar modal. Selanjutnya, kepercayaan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal. Artinya, semakin tinggi tingkat keyakinan masyarakat terhadap keamanan, kredibilitas, serta transparansi pasar modal, maka semakin besar pula keputusan masyarakat untuk melakukan investasi. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa literasi keuangan dan kepercayaan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal. Hal ini membuktikan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan keputusan masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi untuk berinvestasi di pasar modal. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah responden yang relatif terbatas dan karakteristik responden yang didominasi oleh kelompok usia 15Ae30 tahun serta mahasiswa. Oleh karena itu, hasil penelitian belum sepenuhnya dapat digeneralisasikan pada seluruh masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa literasi keuangan dan kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berinvestasi di pasar modal pada masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi, maka peneliti memberikan beberapa saran. Diharapkan pihak Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta lembaga terkait dapat meningkatkan kegiatan edukasi dan sosialisasi investasi pasar modal secara lebih merata, khususnya bagi masyarakat usia produktif, agar pemahaman mengenai investasi saham semakin meningkat. Perusahaan sekuritas dan lembaga pasar modal diharapkan dapat meningkatkan transparansi informasi, keamanan sistem, serta pelayanan kepada investor guna memperkuat kepercayaan masyarakat dalam melakukan investasi. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain yang dapat memengaruhi keputusan berinvestasi, seperti persepsi risiko, pendapatan, motivasi investasi, atau pengaruh media sosial, sehingga dapat memperkaya hasil penelitian dan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan investasi. Paradoks: Jurnal Ilmu Ekonomi 9 . | 63 Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan penelitian ini. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada dosen pembimbing yaitu Bapak Ari Syahputra. SE. Si dan Bapak Drs. MHD. Sofian. Si yang telah memberikan arahan, masukan, serta bimbingan selama proses penyusunan penelitian. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan teman-teman yang senantiasa menemani penulis saat menyusun penelitian ini dan juga Program Studi Manajemen STIE Bina Karya Tebing Tinggi yang telah memberikan fasilitas dan dukungan akademik. Selain itu, penulis menyampaikan apresiasi kepada seluruh responden masyarakat usia produktif di Kota Tebing Tinggi yang telah bersedia meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner penelitian sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Daftar Pustaka