ISSN: 2850-7994 Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 4, nomor 1. Juli 2020, hal 76-86 ANALISIS PERSEDIAAN KAS PADA KOPERASI KREDIT CU. FAOMASI TELUKDALAM TAHUN 2017-2019 Erasma Fitilai Zalogo. SE. MM1 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persediaan kas pada Koperasi Kredit CU. Faomasi dari tahun 2017 sampai dengan 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekuner berupa Laporan Keuangan Neraca dan laporan Sisa Hasil Usaha. Data sekunder di olah dengan menggunakan langkah-langkah perhitungan persediaan kas. Persediaan kas tahunan yang ideal sangat dipengaruhi oleh pengeluaran kas tahunannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Koperasi Kredit CU. Faomasi dari tahun 2017 sampai dengan 2019 memiliki pengeluaran kas yang efektif dan persediaan kas yang tersedia dari tahun 2017 sampai dengan 2019 adalah cukup untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya. Koperasi Kredit CU. Faomasi cendrrung memiliki jenis kebutuhan dan pengeluaran kas yang sama tiap tahunnya sehingga persediaan kas yang dimiliki tidak terlalu besar tiap tahunnya. Kata kunci: Persediaan Kas PENDAHULUAN Suatu badan usaha dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas, baik aliran kas masuk maupun aliran kas keluar. Penerimaan dan pengeluaran kas akan berlangsung terus menerus selama hidup badan usaha tersebut. Kas merupakan bagian dari harta perusahaan yang paling lancer atau paling likuid. Kas meliputi uang tunai, baik kertas maupun logam, cek, dan sebagainya yang dapat diterima umum sebagai alat pembayaran atau transaksi. Setiap badan usaha mempunyai tujuan mencari laba atau keuntungan atau kesejahteraan ekonomi melalui kegiatan operasionalnya yang diukur dalam satuan mata uang. Untuk melaksanakan kegiatan operasionalnya badan usaha membutuhkan modal kerja yang dapat bersumber dari dalam badan usaha itu sendiri . umber modal sendir. atau juga dapat berasal dari pihak lainnya . umber modal pinjama. Apabila memanfaatkan modal pinjaman, maka badan usaha memiliki kewajiban untuk mengembalikannya sambil tetap berusaha untuk mencapai tujuannya. Sehubungan dengan itu, maka sangatlah penting bagi setiap badan usaha untuk selalu tetap memiliki persediaan kas yang cukup. Memiliki jumlah persediaan kas yang cukup artinya bahwa jumlah kas tidak terlalu besar ataupun juga tidak terlalu kecil, supaya Dosen Tetap Program Studi Manajemen STIE Nias Selatan . rasmafau@gmail. dapat memenuhi kewajibannya dan dapat mencapai laba atau keuntungan atau kesejahteraan Dewasa ini banyak badan usaha yang dalam menjalankan usahanya hanya berpikir bagaimana kondisi kas yang ada dapat menjaga likuiditas atau hanya berpikir tentang kondisi kas untuk mempertahankan profitabilitasnya saja. Kita dapat memperhatikan melalui banyak tulisan atau mendengarkan lewat media komunikasi tentang badan usaha yang mampu mencapai profitabilitas tinggi, namun tak mampu memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo. Sebaliknya banyak juga badan usaha yang mampu memenuhi kewajiban jatuh temponya, namun tak dapat mencapai standar laba yang telah ditetapkan. Menurut Kuswandi . dalam Nuriani . Aupenanaman uang kas untuk tujuan operaasional harus diperhitungkan atas dasar kebutuhan dana setiap harinya dan kebutuhan uang tunai yang fluktuatif pada hari-hari tertentu dapat disediakan dari persediaan dalam rekening penempatan dana pada bank-bank lain. Ay Keadaan kekurangan kas adalah keadaan yang tidak diharapkan terjadi pada badan usaha manapun sebab peranan kas sangatlah Kas tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja harian, namun ketersediaan kas yang cukup juga dapat mempertahankan likuiditas dan profitabilitas serta nama baik badan usaha yang bersangkutan. Menurut Sulindawati . dalam Nuriani . Audengan mempertahankan persediaan kas yang sangat besar akan berdampak makin banyak uang yang menganggur sehingga akan memperkecil profitabilitasnya. Ay Hal senada diungkapkan oleh Asri . dalam Nuriani . Auapabila kas terlalu besar dibandingkan pengeluaran kas yang dibutuhkan atau jumlah kas lebih kecil dibandingkan pengeluaran kas, keadaan tersebut juga kurang baik bagi Dengan demikian besarnya jumlah persediaan kas harus dilakukan dengan memperhitungkan tingkat perputaran kas dan menentukan besarnya persediaan minimum kas. Ay Oleh sebab itu dalam tulisan ini akan dibahas mengenai bagaimana persediaan kas yang benar yang dapat menjaga likuiditas dan sekaligus laba/ keuntungan/ kesejahteraan. Penulis memberi judul pada tulisan ini yaitu. AuAnalisis Persediaan Kas pada Koperasi Kredit CU. Faomasi Telukdalam Tahun 2017-2019Ay. TINJAUAN LITERATUR Konsep Kas Kas adalah salah satu unsur dalam laporan keuangan yang harus selalu diperhatikan. Kas merupakan salah satu penentu keberhasilan usaha sebuah badan usaha. Kas memiliki peranan yang sangat penting dalam seluruh kegiatan operasional perusahaa. Kas biasanya digunakan untuk melunasi atau membayar belanja rutin yang sifatnya jangka pendek. Menurut Sembiring dan Rizal . Aukas merupakan awal dari investasi dari suatu perusahaanAy. Selanjutnya Sugiyarso dan Winarni . mengatakan bahwa Aubagian modal kerja yang paling likuid adalah kas. Hal senada diungkapkan oleh Rudianto . bahwa Aukas adalah alat pembayaran yang dimiliki bdan usaha dan siap digunakan untuk investasi maupun menjalankan operasi setiap saat dibutuhkanAy. Menurut Sugiono dan Untung . Aukas adalah uang tunai yang dimiliki oleh perusahaan termasuk yang terdapat di Bank, baik berupa giro atau deposito. Sedangkan setara kas adalah bentuk lain yang dimiliki perusahaan yang bersifat sangat likuidAy. Riyanto . mengatakan bahwa Aukas adalah salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Makin besar jumlah kas yang ada dalam perusahaan berarti makin tinggi tingkat likuiditasnyaAy. Dapat menyimpulkan bahwa kas adalah unsur penting yang harus selalu ada dalam perusahaan dalam jumlah yang cukup untuk dapat digunakan memenuhi kebutuhan rutin Konsep Persediaan Kas Jumlah kas yang harus selalu tersedia dalam badan usaha tidaklah selalu sama untuk setiap badan usaha dalam setiap waktu. Jumlah kas yang harus selalu tersedia ini tentunya disesuikan dengan kebutuhan dan sifat usaha tersebut serta latar belakang usaha tersebut. Hal yang perlu diperhatikan bahwa, jumlah kas sebaiknya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil agar tidak mengganggu kegiatan operasional badan usaha tersbut. Menurut Riyanto . persediaan kas adalah Aujumlah minimal kas yang harus dipertahankan oleh perusahaan agar dapat memenuhi kewajiban finansialnya sewaktu-waktu. Hal senada diungkapkan oleh Sugiyarso dan Winarni . bahwa Auuntuk dapat memenuhi kewajiban finansialnya sewaktu-waktu badan usaha perlu mempunyai jumlah kas minimal dari kas yang harus dipertahankan. Jumlah inilah yang disebut safety cash atau persediaan besi atau persediaan minimalAy. Berikutnya Sembiring dan Rizal . mengungkapkan bahwa Aubadan usaha yang memiliki kas yang cukup adalah perusahaan yang memiliki reputasi yang baik, karena semua transaksi dan utang-utangnya dapat dibayar tepat pada waktunyaAy Konsep Koperasi Koperasi memiliki peranan penting di tengah masyarakat terutama memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan tatanan kehidupan ekonomi. Perkoperasian turut mengambil bagian dalam mewujudkan ekonomi masyarakat yang merata dan berkesinambungan. Menurut Rudianto . Ausecara umum koperasi dipahami sebagai perkumpulan orang yang secara sukarela mempersatukan diri untuk berjuang meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka melalui pembentukan sebuah badan usaha yang dikelola secara Ay Disamping itu, koperasi juga berfungsi sebagai wadah untuk mengorganisir pendayagunaan dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki anggota koperasi (PSAK no 27 tahun 2. Keterkaitan Persediaan Kas dengan Likuiditas Menurut Kusumawati . bahwa Aukalau suatu usaha tidak menyimpan kas dalam jumlah yang cukup, maka perusahaan akan sulit untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga akibatnya usaha tersebut akan dinilai buruk dan dinyatakan dalam keadaan tidak likuid. Hal ini mempengaruhi citra usaha tersebut dan menghilangkan kepercayaan pihak lain terhadap perusahaanAy. Menurut Sugiyarso dan Winarni . Auuntuk memenuhi kewajiban finansialnya . sewaktu-waktu suatu usaha perlu mempunyai jumlah kas minimal dari kas yang harus dipertahankan. Jumlah inilah yang disebut safety cash atau persediaan besi atau persediaan minimalAy. Hal senada diungkapkan oleh Riyanto . bahwa Audimaksudkan sebagai persediaan besi kas ialah jumlah minimal dari kas yang harus dipertahankan oleh perusahaan agar dapat memenuhi kewajiban finansialnya sewaktu-waktu. Dari paparan tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa persediaan kas mempunya mempertahankan kemampuannya melunasi kewajiban jangka pendeknya. Keterkaitan Persediaan Kas dengan Sisa Hasil Usaha Uang kas selain digunakan untuk melunasi kewajiban atau pembayaran terutama yang jatuh tempo, persediaan kas yang cukup juga dimungkinkan untuk mendukung usaha memperoleh laba yang semakin tinggi. Dengan kesediaan kas yang selalu cukup, membuat perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasionalnya tanpa mengalami kendala, dan pada akhirnya memperoleh hasil usaha yang terus bertambah. Kekurangan kas mengakibatkan banyak kegiatan operasional yang terhalang yang mungkin saja membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk memperoleh hasil usaha yang diinginkan. Menurut Kusumawati . Auanalisis persediaan mimunim kas yang benar dapat juga dijadikan sebagai dasar untuk mengambil suatu kebijakan dalam menetapkan persediaan minimum kas sehingga apa yang diharapkan perusahaan dapat tercapai secara maksimal, yaitu terjaminnya likuiditas usaha dan tercapainya profitabilitas perusahaanAy. Hal senada diungkapkan oleh Liana, dkk . Aukas yang cukup akan menyebabkan perputaran persediaan barang cepat sehingga mengurangi kerusakan barang yang ada digudang yang pada akhirnya dapat meningkatkan labaAy Tujuan Memiliki Persediaan Kas Menurut Kusumawati . mengatakan bahwa AuA keberadaan persediaan minimum kas yang benar dalam suatu usaha mutlak diperlukan supaya kondisi perusahaan tetap baik . as yang tersimpan tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besa. analisis persediaan minimum kas yang benar dapat dapat juga dijasikan sebagai dasar untuk mengambil suatu kebijakan dalam menetapkan persediaan minimum kas sehingga apa yang diharapkan perusahaan dapat tercapai secara maskimal,. Ay Menurut Sugiyarso dan Winarni . Auuntuk memenuhi kewajiban finansialnya sewaktu-waktu perusahaan perlu mempunyai jumlah kas dari kas yang harus dipertahankanAy. Selanjutnya Riyanto . 5:95-. mengatakan bahwa Au Apersediaan besi kas adalah jumlah minimal dari kas yang harus dipertahankan oleh perusahaan agar dapat memenuhi kewajibannya finansialnya sewaktu-waktu. Dapat disimpulkan bahwa tujuan mempertahankan persediaan kas adalah agar perusahaan dapat memenuhi kewajiban finansialnya sewaktu-waktu. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono . Aupenelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menggambarkan, menjelaskan, menemukan kualitas atau keistimewan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatifAy. Penelitian ini hanya akan menjelaskan keadaan melalui analisis data tanpa melakukan uji terhadap pengaruh antar unsur yang ada didalamnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan yang dimiliki oleh kopdit Cu. Faomasi Telukdalam yang terdiri atas laporan Hasil Usaha dan Laporan Neraca. Sampel dalam penelitian ini adalah laporan keuangan Neraca dan laporan Hasil Usaha kopdit CU. Faomasi Telukdalam tahun Laporan keuangan ini nantinya akan digunakan sebagai sumber data yang seterusnya akan dianalisis. Sumber data sekunder yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah bersumber dari laporan keuangan kopdit CU. Faomasi Telukdalam yaitu Neraca dan Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun 2017-2019. Metode yang digunakan dalam menganalisis data penelitian ini adalah dengan menggunakan langkah-langkah penetapan jumlah persediaan kas (Asri dalam Kusumawati 2015:. Menentukan tingkat perputaran kas kemudian membandingkan jumlah hari tersebut dengan jangka waktu perputaran kas. Sebelum menghitung tingkat perputaran kas terlebih dahulu memperhitungkan jangka waktu perputaran kas. Jangka waktu perputaran kas dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut Ea Ea Setelah diketahui jangka waktu perputaran kas, kemudian dilanjutkan dengan menghitung tingkat perputaran kas. Tingkat perputaran kas dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: 360 Ea Setelah diketahui tingkat perputaran kas, kemudian memberikan penilaian terhadap tingkat perputaran kas. Penilaian terhadap tingkat perputaran kas diukur menggunakan standar rasio historis yaitu dengan menghitung rata-rata kas dan mencari standar deviasi rasio tingkat perputaran kas. Rata-rata kas (X rata-rat. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: = 1/ Untuk mencari standar deviasi rasio perputaran kas (S) dapat menggunakan rumus sebagai berikut: Oe1 Oe Keterangan: Rata-rata X= rata-rata tingkat perputaran kas Xi= tingkat perputaran kas setiap periode S= standar deviasi n= banyaknya periode Setelah standar penyimpangan diperoleh, kemudian ditunjukkan dengan memberikan penilaian terhadap hasil rasio tingkat perputaran kas yaitu sebagai berikut: Efisien = bila hasil perhitungan tingkat perputaran kas diatas . ata-rata kas S). Cukup efisien = bila hasil perhitungan tingkat perputaran kas berada antara . atarata kas S) dan . ata-rata kas-S). Tidak efisien = bila hasil perhitungan perputaran kas di bawah . ata-rata kas Ae S). Menentukan besarnya persediaan kas yang merupakan hasil pembagian total pengeluaran kas dalam satu tahun dengan tingkat perputaran kas. Dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: X 1 Rupiah HASIL DAN PEMBAHASAN Jangka Waktu Perputaran Kas Jangka waktu perputaran kas dihitung dengan membandingkan pendapatan pertahun dengan jumlah kas pertahun. Rumus menghitung jangka waktu perputaran kas adalah: Ea Ea Nilai jangka waktu perputaran kas berdasrkan data yang diperoleh dari data yang tersedia di koperasi kredit CU. Faomasi Telukdalam tahun 2017 sampai tahun 2019 adalah sebagai berikut: Tabel 1 Perhitungan Jangka Waktu Perputaran Kas Tahun 2017 sampai 2019 Tahun Pendapatan (R. Kas (R. Hasil . 0,857 2,219 1,801 Sumber: a. Laporan Keuangan Koperasi Kredit CU. Faomasi Telukdalam tahun 2017-2019 Olahan Peneliti tahun 2020 Tingkat Perputaran Kas Tingkat perputaran kas dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: 360 Ea Hasil perhitungan tingkat perputaran kas koperasi kredit CU. Faomasi Telukdalam tahun 2013 sampai dengan 2019 dapat diperlihatkan oleh tabel 2 berikut ini Tabel 2 Perhitungan Tingkat Perputaran Kas Tahun 2017 sampai 2019 Tahun Jangka waktu perputaran kas . Tingkat perputaran kas . 0,857 420,07 2,219 162,23 1,801 199,88 Sumber: a. Laporan Keuangan Koperasi Kredit CU. Faomasi Telukdalam tahun 2017-2019 Olahan Peneliti tahun 2020 Setelah diketahui tingkat perputaran kas, kemudian memberikan penilaian terhadap tingkat perputaran kas. Penilaian terhadap tingkat perputaran kas diukur menggunakan standar rasio historis yaitu dengan menghitung rata-rata kas dan mencari standar deviasi rasio tingkat perputaran kas. Rata-rata kas (X rata-rat. dihitung dengan menggunakan rumus sebagai Oe = 1/ Rata-rata kas koperasi kredit CU. Faomasi Telukdalam tahun 2013 sampai 2019 dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini Tabel 3 Perhitungan Rata-rata Kas Tahun 2017 sampai 2019 Tahun Rata-rata kas (R. Tingkat perputaran kas (R. 420,07 162,23 22,71 199,88 27,98 58,80 Sumber: a. Laporan Keuangan Koperasi Kredit CU. Faomasi Telukdalam tahun 2017-2019 Olahan Peneliti tahun 2020 Untuk mencari standar deviasi rasio perputaran kas (S) dapat menggunakan rumus sebagai Oe1 Oe Standar deviasi rasio perputaran kas koperasi kredit CU. Faomasi telukdalam tahun 2013 sampai 2019 dapat dilihat pada tabel 4 berikut ini Tabel 4 Perhitungan Standar Deviasi Rasio Perputaran Kas Tahun 2017 sampai 2019 No Tahun Rata-rata kas (X rata-rat. Tingkat kas (X. 420,07 Standar 58,80 (Xi X rata-rat. x 1/n-1 79,49 162,23 22,71 30,70 5,54 199,88 27,98 37,82 6,14 8,91 Sumber: a. Laporan Keuangan Koperasi Kredit CU. Faomasi Telukdalam tahun 2017-2019 Olahan Peneliti tahun 2020 Standar deviasi ini selanjutnya dapat dinilai seperti tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5 Penilaian Standar Deviasi Rasio Perputaran Kas Tahun 2017 sampai 2019 Tahun Rata-rata kas Standar Hasil Tingkat kas (X. 420,07 58,80 8,91 67,71 162,23 22,71 5,54 28,25 199,88 27,98 6,14 34,12 Sumber: a. Laporan Keuangan Koperasi Kredit CU. Faomasi Telukdalam tahun 2017-2019 Olahan Peneliti tahun 2020 Dari penilaian rasio standar deviasi menunjukkan bahwa tiap tahunnya menunjukkan nilai yang efisien. Sebab hasil perhitungan tingkat perputaran kas diatas . atarata kas standar devias. Artinya bahwa jumlah kas yang tersedia di koperasi kredit CU. Faomasi tahun 2013 sampai dengan 2019 mencukupi kebutuhan rutinnya. Perhitungan Persediaan Kas Menentukan besarnya persediaan kas yang merupakan hasil pembagian total pengeluaran kas dalam satu tahun dengan tingkat perputaran kas. Dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Ea X 1 Rupiah Berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari koperasi kredit CU. Faomasi tahun 2013 sampai dengan 2019, dapat diperoleh hasil sebagai berikut Tabel 6 Perhitungan Persedian KasTahun 2017 sampai 2019 Tahun Pengeluaran kas (R. Tingkat perputaran kas (R. 420,07 Hasil 146,94 162,23 467,12 199,88 Sumber: a. Laporan Keuangan Koperasi Kredit CU. Faomasi Telukdalam tahun 2017-2019 Olahan Peneliti tahun 2020 Tahun 2017 jangka waktu perputaran kas 0,857 kali dengan jumlah tingkat perputaran kas 420,07 kali hal ini menunjukkan penggunaan kas di tahun 2017 efisien. Tahun 2018 jangka waktu perputaran kas 2,219 kali dengan jumlah tingkat perputaran kas 162,23 kali hal ini menunjukkan penggunaan kas di tahun 2018 efisien. Tahun 2019 jangka waktu perputaran kas 1,801 kali dengan jumlah tingkat perputaran kas 199,88 kali hal ini menunjukkan penggunaan kas di tahun 2019 efisien. Jika pengeluaran kas bertambah namun perputaran kas semakin tinggi, maka persediaan kas tidak perlu terlalu banyak. Jika pengeluaran kas bertambah namun perputaran kas semakin rendah, maka diperlukan persediaan kas yang banyak. Jika pengeluaran kas berkurang, namun perputaran kas semakin tinggi, maka persediaan kas tidak perlu terlalu banyak. Selanjutnya apabila pengeluaran kas kas berkurang, namun perputaran kas semakin rendah maka jumlah persediaan kas juga tidak perlu terlalu banyak. Tahun 2017 ke 2018 memiliki pengeluaran kas yang bertambah namun perputaran kas yang menurun, maka persediaan kas ditahun ini sebaiknya tinggi. Sebab perputaran kasnya mengalami penurunan. Tahun 2018 ke 2019 memiliki pengeluaran kas yang bertambah namun perputaran kas yang meningkat, maka persediaan kas ditahun ini sebaiknya tidak terlalu tinggi. Sebab perputaran kasnya mengalami kenaikan. Untuk persediaan kas di koperasi kredit CU. Faomasi Telukdalam dari tahun 2017-2019 masih efisien, artinya bahwa persediaan kas tahunan di CU. Faomasi mencukupi untuk keperluan dan kebutuhan harian atau operasional koperasi. Selanjutnya untuk tahun 2020 koperasi kredit seharusnya menghitung terlebih dahulu pengeluaran dan perputaran kas sebelum menentukan jumlah persediaan kas yang akan ditetapkan. KESIMPULAN Penelitian memiliki kesimpulan bahwa pada tahun 2017 jangka waktu perputaran kas 0,857 kali dengan jumlah tingkat perputaran kas 420,07 kali hal ini menunjukkan penggunaan kas di tahun 2017 efisien. Tahun 2018 jangka waktu perputaran kas 2,219 kali dengan jumlah tingkat perputaran kas 162,23 kali hal ini menunjukkan penggunaan kas di tahun 2018 efisien. Tahun 2019 jangka waktu perputaran kas 1,801 kali dengan jumlah tingkat perputaran kas 199,88 kali hal ini menunjukkan penggunaan kas di tahun 2019 efisien. Selain itu kesimpulan berikutnya yaitu bahwa dari tahun 2017 sampai tahun 2019 persediaan kas di koperasi kredit CU. Faomasi masih mencukupi kebutuhan rutin harian di Persediaan kas yang ditetapkan masih dapat menjaga likuiditas koperasi kredit CU. Faomasi. DAFTAR PUSTAKA