Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 1 (December 2. 01 - 17 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Pengajaran Makna Kata Telanjang Berdasarkan Kejadian 3:1-7. Hestyn Natal Istinatun. Muner Daliman. Ragil Kristiawan. Junio Richson Sirait. )*Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta, hestynistinatun@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Hestyn Natal Istinatun et al. AiPengajaran Makna Kata Telanjang Berdasarkan Kejadian 3:17. An Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 2, no. 1 (December 03, 2. : 1, accessed December 08, 2021, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/43. American Psychological Association 7th edition. (Istinatun, 2021, p. Received: 14 September 2021 Accepted: 23 October 2021 Published: 03 December 2021 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. Abstract Genesis 3:1-7 is the most important of the four chapters in the chapter. The problem that occurred was when the woman in the garden came face to face with a snake who said to her. Auyou will never dieAy (Gen 3:. These words resulted in a dialogue that made the woman not only see and think that the fruit gave understanding, but she also took, ate and gave it to her husband and her husband ate it (Gen 3:. This action has caused their eyes to be opened so that they know that they are naked (Gen. 3:7. , and they make their loincloths, because naked is a picture of their sinful condition. Meanwhile the LORD God had announced His Law AuAin the day that you eat of it, you shall surely dieAy Genesis 2:17. Keywords: Eat. Naked. Sin. Die. Abstrak Kejadian 3:1-7 merupakan bagian paling penting dari empat bagian dalam pasal tersebut. Masalah yang terjadi adalah ketika perempuan yang berada dalam taman itu berhadapan dengan ular yang berkata kepadanya: Aisekali-kali kamu tidak akan matiAn (Kej. Perkataan tersebut mengakibatkan terjadinya dialog yang membuat perempuan itu tidak hanya melihat dan memikirkan bahwa buah itu memberi pengertian, tetapi ia juga mengambil, memakan dan memberikannya kepada suaminya dan suaminyapun memakannya (Kej 3:. Perbuatan tersebut telah mengakibatkan mata mereka terbuka sehingga mereka tahu, bahwa mereka telanjang (Kej. 3:7. , dan mereka membuat cawat, karena telanjang merupakan gambaran kondisi mereka berdosa. Sementara itu TUHAN Allah telah mengumunkan Hukum-Nya AiApada hari engkau memakannya, pastilah engkau matiAn Kejadian 2:17. Kata-kata kunci: Makan. Telanjang. Dosa. Mati. PENDAHULUAN Ketelanjangan manusia dalam taman Eden (Kej. merupakan kondisi yang sangat mengagetkan bagi Adam dan Hawa. Mereka sama sekali tidak menyangka bahwa akibat dari tindakannya membuat dirinya menjadi telanjang dan malu, takut serta bersembunyi dari TUHAN Allah . :8-. (Tarigan, 2015, pp. 1Ae. Sebelum memakan buah yang dilarang oleh TUHAN (Kej. 2:16-. Allah hadir sebagai Penguasa dan Pemberi Hukum. TUHAN menempatkan mereka di taman Eden bukan hanya sekedar tinggal, tetapi supaya mereka berada di bawah pemerintahan TUHAN Allah. Pada keadaan tersebut sesungguhnya mereka mengetahui dan menyadari bahwa mereka telanjang, tetapi tidak merasa malu . (Sinaga, 2020, p. Setelah memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, mereka menjadi merasa malu karena telanjang dan takut karena melakukan kesalahan (Natar, 2020, p. Hal tersebut membuat mereka bersembunyi dari TUHAN Allah dan bahkan berusaha menutupi ketelanjangannya dengan membuat cawat dari daun pohon ara. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. Perbedaan ketelanjangan, sebelum memakan buah yang dilarang oleh TUHAN Allah dan sesudah memakan buah tersebut sangatlah terlihat jelas dan menarik untuk dipelajari dan dimengerti oleh semua umat, secara khusus untuk agama semitik. Hal ini menjadi penting karena di Indonesia masih sangat sulit menemukan peneliti yang memfokuskan penelitiannya pada kata telanjang. Winardi Tarigan . 5, p. dalam penelitian tentang Kejadian 3 hanya memfokuskan kepada reaksi Allah atas kejatuhan manusia ke dalam dosa. Sedangkan dalam penelitian Supriadi dan Halawa . 1, p. memfokuskan kepada kasih Allah terhadap manusia yang berdosa. Selanjutnya Sumato . 1, p. membahas tentang kejatuhan dalam Para peneliti sebelumnya hanya memfokuskan penelitiannya pada bagian-bagian tersebut dan di Indonesia, menurut hemat peneliti, berdasarkan penelusuran karya-karya ilmiah dalam bentuk buku maupun artikel, belum ada yang membahas Aisecara khususAn tentang ketelanjangan dalam Kejadian 3:1-7. Pada kesempatan ini peneliti berupaya untuk menyajikan kata telanjang dengan menganalisis kata tersebut dan membuat pembahasannya secara sistematis dalam bentuk pembelajaran makna kata telanjang yang didasarkan pada Kejadian 3:1-7. METODE Kata metode berasal dari bahasa Yunani AumethodosAy yang berarti AicaraAn atau Aimenuju suatu jalanAn (Faizin, 2017, p. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja . untuk memahami satu subyek atau obyek penelitian sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Ruslan, 2010, p. Sementara istilah AipenelitianAn adalah suatu proses analisis data yang dilakukan secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu (Syaodih Sukmadinata, 2007, p. Raco . 0, p. memberikan definisi tentang metode penelitian sebagai Aisuatu kegiatan ilmiah yang terencana, terstruktur, sistematis dan memiliki tujuan tertentu, baik secara praktis maupun teoritis. An Penulis, dalam upaya untuk menguraikan hasil pengamatan dengan baik, maka menyajikan pengajaran makna kata telanjang dengan memakai metode studi kualitatif kajian pustaka dengan menggunakan hermeneutika khusus . enre naras. (Buffet, 2. Hal ini didasarkan dengan kitab Kejadian yang ditulis dalam Genre Prosa, yang sangat terlihat jelas dari isi berita, yang disusun dengan gaya tulisan yang bebas dan lugas, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami makna dari tulisan tersebut. Sifat asli bahasa prosa . sebagai bahasa cerita, penulis menggunakan cerita serta menuliskannya dengan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. model narasi . sebagai media untuk menyampaikan pesan, hal tersebut beralasan, sebab jika ditinjau dari model tulisan dalam kitab Kejadian, yang dapat ditemukan adalah teks dengan bentuk tulisan biasa atau tulisan yang dipergunakan untuk menuliskan hal-hal yang biasa, ini diperlihatkan dalam Kejadian, dimana penulis dengan alur cerita yang biasa, menuliskan narasi yang sedemikian tertata, terlihat bahwa sang penulis menyampaikan berita dengan alur penceritaan yang gamblang dan menggunakan bahasa yang biasa (Istinatun, 2020, pp. 1Ae. Setelah menggunakan hermeneutika kusus, penulis melanjutkan kajian tersebut dengan menggunakan hermeneutika umum yaitu prinsip penafsiran literal, gramatikal, kontekstual, historical, dan teologis. Kajian Kejadian 3:1-7 ini dilakukan dengan harapan untuk menyajikan informasi yang utuh tentang apa yang terjadi, bagaimana kejadian tersebut berlangsung dan apa dampak dari kejadian tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil dari kajian kejadian 3:1-7 adalah bahwa manusia dan istrinya telah memakan buah, yang berarti melanggar hukum/perintah Allah (Kejadian 2:16-. Perlanggaran yang dilakukan tersebut berdampak kepada dirinya yang menjadi merasa malu akan ketelanjangannya dan merasa takut akan kesalahan yang telah mereka perbuat terhadap TUHAN Allah. Temuan yang telah didapat dari kajian ini adalah bahwa manusia telah melanggar perintah Allah dan menjadi malu akan keadaanya yang telanjang, berdosa dan Ketiga bagian tersebut menjadi pusat dan kunci dari setiap pembahasan pembelajaran makna kata telanjang yang didasarkan dengan Kejadian 3:1-7. Analisis Kata Telanjang Dalam Kejadian 2:25 Taman Eden atau Taman di Eden Pembahasan mengenai kata telanjang dibahas secara rinci, penulis merasa perlu mengutarakan lokasi atau tempat dimana drama empat babak dalam Kejadian 3:1-9 tersebut berlangsung di Taman Eden. Kata dalam taman, masih dalam konteks Aibersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. An Istilah pemakaian kata Taman di Eden . Eden . semuanya mengarah pada pasal 2:15 yaitu taman Eden. Kata Eden, disebut Aithe garden of EdenAn (Gen 2:15 NAS), (AeA A ) c Ae Agan Ae beAo `yAden merupakan kata benda proper, yang dalam Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Baru juga diterjemahkan taman Eden. Terjemahan bahasa Yunaninya: Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. aC A AA - paradeison en edem (Taman di timu. , secara harafiah: AitamanAn . di Eden, dan dalam terjemahan popular memakai kata: Firdaus. Inggris Paradise. Para eksegetor Septuaginta (LXX) memberi catatan bahwa bagi orang yang berbahasa Ibrani, nama - Aeden mengacu pada arti dasar yang sama bunyinya Aikesenangan hatiAn atau Aimenyenangkan hatiAn. Taman Eden ( A ec Ae A-gan- beAoede. , menurut mereka pada pasal 2:15 kata Eden yang disebut dengan Taman Eden A c eAe A- beAo gan -`yAden (Gen 2:15 BHT) merupakan kata benda proper, yang dalam bahasa Yunaninya memakai kata: paradeison en eden, secara harafiah: AitamanAn . CE - paradeiso. di Eden. Hal tersebut dapat dimengerti bahwa Taman Eden tidaklah mewakili seluruh wilayah Eden, melainkan Taman Eden berada di wilayah Eden sehingga namanya adalah Taman Eden. Taman Eden menjadi penting dalam kajian makna kata telanjang karena peristiwa ketelanjangan terjadi di Taman Eden dan di taman inilah Adam dan Hawa terpuruk dalam kepongahan, pemberontakan, tunduk pada bujuk rayu diplomasi sederhana namun memikat dan bernilai sangat tinggi serta berdampak luas dan jauh bahkan hingga kepada kekekalan. Keterpurukan tersebut telah menggantikan pandangan manusia terhadap taman eden yang memiliki arti dasar yang sangat indah dan luarbiasa, yaitu kesenangan hati, menjadi peristiwa ketidaktundukkan manusia terhadap hukum Tuhan Allah. Tawaran Ular suatu Dialog Ringan Sebelum memaparkan kajian tentang dialog yang terjadi, baik juga mengetahui siapakah ular dalam taman tersebut? Ular, diterjemahkan dari bahasa Ibrani: A AA- nakasy atau nakash. Yunani IE - ophis. Keduanya merupakan istilah umum. Namun, dalam Kejadian 3:1 dicatat ular . - the serpent . Ae Ibrani: A i i AA- binatang yang paling cerdik itu berhubungan dengan verba Ibrani: A yA- ('aru. , artinya Aiberfikir secara cermat, berfikir secara cerdik, menelaah, memikirkan sesuatu dengan baik-baik. An Rupanya ini menjadi salah satu ciri ular yaitu Aisifatnya hati-hatiAn (Kej. Sifat ini digunakan sebagai contoh oleh Yesus, berkenaan dengan tingkah laku mereka jika berada di antara para penentang yang seperti serigala (Matius 10:. Kecerdikan yang dimiliki oleh ular, tentu saja Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. diketahui oleh Adam/Hawa, sehingga dalam usaha menggoda Hawa. Iblis memakai ular sebagai media untuk melontarkan maksudnya kepada manusia. Wahyu 20:2 membicarakan tentang Iblis sebagai Aisi ular tua itu, yaitu Iblis dan SetanAn, dan di belakang ular dalam kitab Kejadian itu berdiri suatu kuasa kejahatan yang adikodrati, sehingga ular dirujuk sebagai Aiyang paling cerdik dari segala binatang di daratAn (Kejadian 3:. Pada Wahyu 12:9 penggoda disebut Ainaga besar itu, si ular tua yang disebut Iblis atau SatanAn. Dengan demikian, dapat dimengerti bahwa ular yang ada dalam konteks Kejadian 3 bukan merupakan jelmaan Iblis seperti seolah-olah hal tersebut layaknya dongeng, tetapi Alkitab menceritakan ular itu sedang diperalat Iblis untuk memperdayai manusia. Ular dibuat/dikamuflasekan seolah-olah dia dapat berbicara, dan panggung ini sesungguhnya memang sudah dipersiapkan oleh Iblis. Bertolak dari semua yang terlihat di dalam teks Alkitab, jelas terlihat motif Iblis, walaupun dia berusaha untuk membungkus identitas dan motivasinya, namun tetap dapat terlihat identitas dan motivasinya. Hal ini dapat dilihat dengan jelas saat Iblis berkata kepada Yesus: Jika Engkau sujud dan menyembah aku. An (Matius 4:. , yang senada dengan tulisan nabi Yesaya. AiA hendak menyamai Yang Maha TinggiAn (Yesaya 14:12-. Oleh sebab itu, ketika menemukan teks dalam Kejadian 3:1 ini, yang menunjukkan sosok ular yang dapat berbicara . an dialo. , itu merupakan gambaran dari strategi dari Iblis. Problema: Adam dan Hawa Memakan Buah Pengetahuan yang Baik dan yang Jahat . WTT Genesis 3:1 Ai o iA Cn A A Au Ai iei aA AoA AoAioi iiy uuA AoAiA AiA Aioy u a au iui nCu u uAu i eEA i A auA Aa u oaA o AiA i a AuiA A aA Ao Auioy i oAoaA c a BHT Genesis 3:1 wyhannyHy hy `yrym miKKyl Hayyat haSSydy Ayer `ySy yhwh(Aydyny. Aylyhym wayAAmer Ael-hyAAiy Aap K. -Aymar Aylyhym lyA t. Akyly miKKyl `yc haGGyn Adegan ular berbicara kepada perempuan dalam teks Kejadian 3:1 AiTentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya bukan?An dalam versi Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. ini penerjemah menggunakan kata AbukanAo serta dibubuhi tanda tanya, hal tersebut memberikan efek tertentu dengan tujuan untuk memunculkan keraguan dalam diri Respons wanita itu sebagian besar menggemakan instruksi . Ilahi yang diberikan dalam pasal 2:16-17. AiSemua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. An (Kejadian 2:16-. Konstruksi Ibraninya adalah A( Apen. dengan bentuk tidak sempurna, yang menyampaikan tujuan negatif: "jangan sampai kamu mati" sama dengan kata "agar kamu tidak mati". Kalimat tersebut menyatakan peringatan dengan cara, wanita itu AisengajaAn menghilangkan infinitif empatik yang digunakan oleh Allah: "kamu pasti akan mati," (Kejadian 2:. Perempuan tersebut juga tidak mampu mengidentifikasi pohon yang dilarang oleh Tuhan sebagai pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, oleh karena dia telah gagal mengerti firman Tuhan secara benar, sehingga dia berkata AiAAllah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati. An (Kej. 3:3. Bahkan. Perempuan itu menegaskan bahwa dia tidak akan menyentuh . buah tersebut. Pada bagian ini. Wanita tersebut telah menambah larangan Tuhan, sehingga dia mengatakan lebih dari yang diungkapkan oleh Tuhan, dan juga memandang perintah dari Tuhan sebagai perintah yang biasa dan bersifat terbuka . Pada peristiwa tersebut terlihat jelas bahwa wanita ini agaknya hendak menetapkan hukum untuk dirinya sendiri dengan cara melebih-lebihkan kata-kata yang di ucapkan oleh Allah. Pernyataan Ular kepada wanita mengandung makna AiTentunya kamu tidak akan mati,An. Respon ular meliputi infinitiv absolute dengan negasi . terang-terangan, hal itu sebenarnya sama dengan mengatakan: AiTidak, kamu pasti akan matiAn: dari pernyataan yang sesungguhnya Aai iEA n A uA- l. A- myt Tymutyn. Hal tersebut sangat bertentangan dengan apa yang telah difirmankan oleh Tuhan, sebab TUHAN Allah berfirman: AiAsebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati. An (Kej 2:16-. atau Aikamu pasti akan An Respon ular tersebut membuat empatik, hal ini terlihat jelas karena partikel negatif Au aA mendahului kata kerja berhingga. Melalui teks Alkitab ini, maka sangat terlihat jelas, bahwa Ular itu pembohong . ih Yoh. , dia dengan sengaja menyangkal bahwa ada hukuman atas dosa yang bersifat absolut. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. Ketika Wanita Itu Melihat Pohon dan Memakan Buah Itu . Kata Ibrani A( iA aAwaTTyAreA), dari kata A( a iAverb qal imperfect 3 person feminine singula. = orang ketiga tunggal perempuan . engan sengaj. , dengan sengaja memberi perhatian. Seperti semua pohon lain di taman, pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat "menyenangkan untuk dilihat dan baik untuk di makan" . Ironisnya adalah bahwa entah bagaimana ular itu telah membuat wanita itu tidak puas dengan pohonpohon yang diizinkan untuk dimakan, tetapi justru memfokuskan keinginannya pada pohon Daya tariknya yang mematikan baginya, tampaknya, adalah kemampuannya untuk membuat orang bijak atau pengetahuan yang baik dan yang jahat, dalam hal ini orang dapat menerjemahkan: "Kamu akan, seperti Tuhan sendiri, yang mengetahui yang baik dan yang Kata Ibrani A( u i u ouA3:5c, . arti yang sulit diklasifikasikan: Ai1. lihat di: A e i AuA A u i u ouA- . yneHmyd hy`yc lyhaSKy. Kej 3: 6 kata kerja A( uuA. to be pruden. artinya menjadi bijaksana. erb hiphil infinitiv. to look a. diinginkan untuk A( eAdari A eAyang berarti diinginka. , (. erb niphal participle masculine singula. ada unsur kesengajaan dari seorang untuk melihat pohon it. (Brown, 1. sehingga dapat diartikan: . uah tersebu. dilihat dengan sengaja . arena menarik, sebab dapat memberi kebijaksanaa. seperti Allah, ini menjadi sasaran yang paling menggiurkan dan hendak dicapai oleh wanita itu. Ular menimbulkan keraguan tentang integritas Allah. Dia menyiratkan bahwa satu-satunya alasan larangan itu adalah bahwa Allah melindungi wilayah Jika pria dan wanita itu makan, mereka akan masuk ke dalam domain itu. Godaannya adalah untuk melampaui batas-batas yang ditetapkan secara ilahi (Gowan, 1. Kata Ibrani A( i auuAwaTTyAka. -verb qal imperfect 3rd person feminine singular yang berarti dia perempuan sengaja memakan, dia memberi, dan dia . aki-lak. Aio auuA . ayAka. dari kata A( auuAverb qal imperfect 3rd person mas. artinya dia laki-laki . engan sengaja, dengan sada. Inilah yang telah menjadi masalah bagi mereka Jika teks ini diringkas, maka akan didapati kalimat: Aidia . engaja meliha. mengambil dan memakannya. Kata yang bersifat kritis, kini mengungkapkan ketidaktaatan: " . arena di. " Padahal Tuhan Allah telah berfirman, "Janganlah kamu makanAn, atau Aikamu Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. tidak boleh makan," poin utama dari inkuisisi ilahi ini adalah, "Apakah kamu makan," yang berarti, "apakah kamu melanggar perintah?" dan kenyataan perempuan itu makan, dan kemudian laki-laki itu makan beah tersebut, tampaknya dengan sukarela, hal ini dapat diperhatikan dalam . ihat Rom 5:12. Rom 5: 17-. Aksi Menanjak: Mereka Telanjang . y 8-. Setelah mereka makan, kemudian mata mereka berdua terbuka, dan mereka tahu mereka telanjang . lalu mereka menjahit daun ara Bersama dan membuat penutup untuk diri mereka sendiri. Lalu laki-laki dan istrinya mendengar suara TUHAN. Allah, yang bergerak di sekitar taman pada waktu . ari sejuk [Kej. Alkitab TB) yang berangin, dan mereka bersembunyi dan TUHAN Allah, di antara pohon-pohon di taman. An Lalu TUHAN Allah berfirman. AiSiapa yang memberi tahu kamu bahwa kamu telanjangAn atau dalam NAS dikatakan. AiSiapa yang mengatakan bahwa kamu telanjang. ?An . Ini merupakan pertanyaan yang bersifat retoris, menanyakan lebih dari apa yang tampaknya ditanyakan, sekaligus merupakan keprihatinan Allah terhadap apa yang terjadi. Rupanya ada permainan kata dalam bahasa Ibrani antara kata "telanjang" Ing. AnakedA (Ibr. AioyA AA, 'arummi. dalam Kej 2:25 dan "shrewd" (AiyA,' aru. dalam Kej 3:1 yang berarti Alihai atau cerdikAo. Aiberfikir secara cermat, berfikir secara cerdik, menelaah, memikirkan sesuatu dengan baik-baik. An. Inti dari adegan ini tampaknya bahwa integritas pria dan wanita adalah fokus kelicikan ular. (Borland, 2. Telanjang Bukan Hal Yang Memalukan Secara Literal Secara Literal, pada awalnya tidak ada rasa malu sebelum dosa masuk ke dalam Hanya setelah Adam dan Hawa berdosa, mereka menjadi sadar diri akan telanjangnya tubuh mereka (Kej. 3:7. 10, . (Zodhiates, 1984, p. Mereka berdua telanjang, manusia dan istrinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. KJV menuliskan: AuAnd they were both naked, the man and hid wife, and were both naked, and where not ashamed. Ay Secara literal telanjang, dalam bahasa Ibrani -AAo yA istrinya, mereka berdua - Aarom. Yunani - IC Ae gumnos. Adam dan A( Ao yAGen 3:7 WTT) - `yrymmym (Gen 3:7 BHT) - telanjang. Penggunaan kata Aarummim, menunjukkan sifat jamak pada obyek penderita . dan tidak menjadi malu - A( i u a o c A AiAGen 2:25 WTT) - wylyA yitByyAy (Gen 2:25 BHT). Secara nyata memperlihatkan bahwa Adam dan Hawa tidak malu satu dengan yang lain walaupun Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. mereka telanjang, tidak sesuatu yang membuat mereka harus merasa malu satu dengan yang lain dalam kondisi tersebut, hal ini tentu saja didasarkan pada penilaian dan pemikiran Allah sendiri, sebagaimana TUHAN Allah memberi penilaian pada keseluruhan hasil karya-Nya Aisungguh amat baik. An (Kej. Di dalam diri Adam dan Hawa hanya ada AibaikAn yang didasarkan pada standar penilaian TUHAN Allah sendiri. Keadaan mereka yang telanjang merupakan kondisi orisinil ketika mereka diciptakan oleh TUHAN Allah. tanpa dosa inilah membuat mereka tidak perlu malu satu dengan yang lain. AiMereka tidak tahu apa itu rasa malu A mereka yang tidak memiliki dosa dalam hati mereka mungkin tidak memiliki rasa malu di wajah mereka, meskipun mereka tidak mengenakan pakaian dalam tubuh mereka. An Arti kata Telanjang (Kata Sifa. Kata telanjang ditulis dalam Alkitab KJV menggunakan kata naked. AuAnd the eyes of them both were opened, and they knew that they were naked. AAy secara tata bahasa- A Ao yA`eyrom Ae . y-rome'] atau - A A yA- `erom Ae . y-rome'] Ae merupakan 1. kata sifat: Telanjang . aitu dalam keadaan telanjang. tidak mengenakan pakia. , - - kata ini dapat dipahami sebagai kondisi tidak menggunakan penutup badan, dan kata benda: ketelanjangan. AAoyA AiyrymAn digunakan sebanyak sepuluh kali untuk menunjuk pada ketelanjangan rohani dan Sebagaimana dipergunakan untuk Adam dan Hawa (Kej 3:7, 10, . , hal ini menunjukkan lebih dari sekedar kesadaran seks, namun lebih menggmbarkan kesadaran akan keterbukaan rasa bersalah mereka kepada Tuhan karena dengan demikian hubungan mereka dengan Tuhan menjadi terganggu, serta mengganggu hubungan mereka satu dengan yang Kata kerja: ketelanjangan hanya muncul dalam Habakuk 3:9. Ini mungkin merupakan akar dari kata benda di atas, dan mungkin merupakan bentuk sampingan dari - A oiA- Aibe nakedAn yaitu ke dalam ketelanjangan . ang berarti sama sekali- telanjan. , arti lain busurmu Kasus Nominatif Kata Telanjang Ketelanjangan atau aurat . omina feminin. , diterjemahkan dari kata Ibrani- A iA- er,vah. Sementara kata aurat merupakan serapan dari kata Arab yang sepadan dengan bahasa Ibrani - A iA- er,vat . oun feminine singular- bentuk construct chai. , dimana keadaan ini dapat dilihat dalam Kejadian 9:22, yaitu ketika: AiAHam, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya,AAn dalam hal ini keadaan . elepas seluruh pakaiannya, dan Nuh tidak mengenakan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. pakaian sama sekal. tersebut diperlihatkan dari sikap AiSem dan Yafet yang mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur. mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat An . :23 TB)- sikap yang dinampakkan yang merupakan cerminan tatakrama anak Yahudi kepada ayahnya, dimana seorang anak dilarang . erdosa, jika sampai melihat aurat Kondisi ini memperlihatkan bahwa kondisi Nuh adalah telanjang . idak Selain menjelaskan kondisi tersebut, sebagaimana telah diatur dalam mitsvot, nomina -A iA- Aer,vah juga berkaitan dengan Aurat- yang memberi arti hubungan seksual yang dilarang, yaitu perzinahan, dapat dilihat dalam Imamat 18:7-17 AiJanganlah kausingkapkan aurat istri ayahmu, karena ia hak ayahmu, dan ibumu, jadi jangan singkapkan An (LAI-TB). Inggris: AiThe nakedness of the father, or the nakedness of thy mother, shalt thou uncover, it is thy fatherAos nakedness. Kata Ibrani - A y iA- ,Aoervat- artinya aurat dari kata- - -A y i aA a c oo u a euAi y i a c oo i iaE A- A y iA-. urat dar. - AAe u a euAiA . angan engkau menyingkapka. - kata ini memberi pengertian . erbuatan zina. - jangan berbuat zinah dengan istri ayahmu . Bersembunyi Kata Ibrani A( c aAkha-v. hithpael: Auto hide oneselfAy . erb hitphael imperfect 3rd person masculine singula. orang ketiga tunggal itu masing-masing bersembunyi . ilakukan dengan sengaj. Dalam keadaan yang demikian Tuhan Allah memanggil manusia itu. "dimana engkau?" "manusia" (Ada. dan "kamu" (Haw. keduanya tunggal dalam bahasa Ibrani. Kata kerja Ibrani A( aAqara ', "to call") diikuti oleh preposisi A a uAatau A'( uAel atau le, "to, too") sering membawa konotasi "memanggil. " Kata kerja yang digunakan di sini adalah Hitpael, memberikan ide refleksif (. arena mendengar suara TUHAN Alla. , "mereka menyembunyikan diri"). Dalam Kejadian 3:10, ketika Adam menjawab TUHAN, bentuk Niphal digunakan dengan pengertian yang sama: "aku bersembunyi. " (Borland, 2. Jika diperhatikan dengan seksama, penulis kitab ini menggunakan kata yang mirip namun memiliki arti tersendiri. Carl Reed (Reed, 2008, p. menambahkan pengamatannya. AiKata telanjang diartikan dari kata eromAy(A )yAo Ayang merupakan predikat keadaan Adam dan Hawa yang telah jatuh ke dalam dosa. An Sehingga memunculkan sebuah kontras yang tajam antara telanjang dan cerdik. An Sebenarnya, pertanyaan Aidimana engkau,An merupakan pertanyaan yang mungkin lebih bersifat retoris . iasan yang disebut erese. daripada literal. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. karena itu diucapkan kepada lelaki itu, yang menjawabnya dengan penjelasan mengapa ia bersembunyi daripada menanyakan lokasi dimana mereka bersembunyi. Pertanyaannya lebih pada kekuatan "mengapa kamu bersembunyi?" Ketika Pria itu berkata, "Wanita yang Engkau berikan padaku, dia memberiku beberapa buah dari pohon dan aku memakannya. " . , konstruksi Ibrani dalam kalimat ini menggunakan nominatif absolut independen . ebelumnya dikenal sebagai Acasus pendensA. "Wanita itu" adalah mutlak nominatif independen. itu diambil oleh subjek formal, kata ganti "dia" ditulis dengan kata kerja ("dia memberi"). Inti dari konstruksi ini adalah untuk memberikan penekanan pada "wanita itu. " Tetapi apa yang membuat ini sangat mencolok adalah bahwa klausa relatif telah dimasukkan untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan referensi kepada wanita itu: "siapa yang Engkau berikan padaku. " Pada akhirnya, pria itu menyalahkan Tuhan karena memberinya wanita yang . ari sudut pandang pri. membuatnya berdosa (Walsh, 1. Mereka keduanya telanjang, manusia dan istrinya itu, tetapi mereka tidak merasa And they were both naked, the man and his wife, and were not ashamed. Telanjang: dalam bahasa Ibrani A iyA-Aarom. Yunani IE Ae gumnos, mereka berdua AioyA A A- `yrymmym - . , penggunaan kata Aarumim, menunjukkan sifat jamak pada obyek penderita . dan tidak menjadi malu - A i u a o c A AiA- wylyA yitByyAy. Adam dan Hawa tidak malu walaupun mereka berdua telanjang, di dalam diri mereka tidak ada sesuatu yang membuat mereka harus malu karena ketelanjangan tersebut, tentu saja hal ini di dasarkan pada penilaian dari pemikiran TUHAN Allah sendiri. Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. An . , di dalam diri mereka hanya ada AibaikAn sesuai standarisasi TUHAN Allah sendiri. Karena mereka tidak memiliki dosa, hal tersebut memungkinkan mereka memandang segala sesuatu dengan kemurnian tanpa dosa, ini sebuah bukti kemurnian dan keadaan tidak berdosa dari keadaan dimana orang tua pertama kita diciptakan, . , mereka berdua telanjang. Mereka tidak membutuhkan pakaian untuk pertahanan terhadap dingin atau panas, karena keduanya tidak dapat melukai mereka. Mereka tidak membutuhkan apapun untuk hiasan. Mereka tidak membutuhkan kesopanan atau sopan mereka telanjang, dan tidak punya alasan untuk malu. Mereka tidak tahu apa itu rasa maluA Mereka yang tidak memiliki dosa dalam hati nurani mereka mungkin tidak memiliki rasa malu di wajah mereka, meskipun mereka tidak memiliki pakaian dalam tubuh mereka Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. (Henry. Namun, ketidakberdayaan dimana seseorang tidak dapat bersembunyi dari hadapan Allah (Balz & Gerhard, 1994, p. Namun mereka (Adam/Haw. bersembunyi dari hadapan Allah. Dalam ayat 6 wanita itu melihat betapa baiknya pohon itu untuk makan", bahasa itu mengingatkan betapa TUHAN Allah senang melihat apa yang Dia . alam "TUHAN melihat betapa baiknya itu" Kej . , yang memuncak dalam berkat di sini : adalah apa yang dilihat oleh wanita . i sini adalah suatu yang mengarah pada kutuka. , dan menjadi ironi, apa yang ditemukan oleh pria dan wanita itu bukanlah menjadi seperti Allah, bukan kehebatan karena dapat mengetahui yang baik dan yang jahat, tetapi justru mereka telanjang - lemah, rentan, dan tak berdaya, setelah menolak ketergantungan mereka pada Tuhan (Mays, 1991, p. Balz . mengatakan, yang terjadi dalam Kej 3:7 rasa malu di hadapan ketelanjangan dijelaskan sebagai akibat dari dosa . 2:25. 3:10. Demikian didapatkan keterhubungan kata telanjang dan dosa, dengan melihat konsekuensi yang diterima oleh Adam dan Hawa, yaitu kutuk dari TUHAN Allah, serta gambaran . yang diilustrasikan oleh TUHAN melalui Aipenyembelihan binatangAn untuk memberikan baju bagi Adam dan Hawa . , hal tersebut membatalkan upaya manusia . dan penegasan pada ayat 15, dimana kata hu (Di. - A o Ai oA- yeshufekha (Dia [H. akan meremukkan kamu, (Verb Qal Imperfect. Masculine Singular Suffix 2 Masc. Sing. )- A a- rosh (. A i a iA- ve'atah . an engka. - A AiiA- . ngkau akan meremukkan Dia. Verb Qal Imperfect. Masculine Singular suffix 3 Mas. Singula. - AA cAaqev- . ada tumi. Pernyataan ini telah tergenapi dalam karya penebusan Yesus Kristus dengan darah, hal ini mengingatkan pola pikir semitik bahwa dosa adalah AihutangAn maka harus ada harga yang harus dibayar. Hal tersebut dapat ditemukan dalam tulisan Rasul Paulus AiSebab upah dosa ialah mautAAn (Rom 6:. sebagai AimidrashAn1 dari Kejadian 2:17. Kesimpulan sementara ketelanjangan adalah dosa, sehingga Adam dan Hawa membutuhkan Gesenius berpendapat bahwa etimologi midras dari "Qal" kata kerja Yahudi darash (A" )e AAmencari, . mempelajari, menanyakan. " Kata "midras" muncul dua kali dalam Alkitab Ibrani: 2 Tawarikh 13:22 "kitab sejarah nabi Ido", dan 2 Tawarikh 24:27 "tafsiran kitab raja-raja Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. Mati Arti kata mati lebih dari satu arti yaitu: hilang nyawa, tidak hidup lagi, tidak bergerak, diam atau berhenti, kata ini pertama kali ditulis dalam Alkitab A Ae iAmut (Kej. Interlinear transliterasi: A c oiyA- Beyom . ada har. - Aauu oA infinitive construc. - - Aoakhalkha . ngkau makan, verb qal A iA- mimenu . - A iA- mot . ati, verb qal infinitive absolut. -A iA- tamut . ngkau mati, verb qal imperfect 2nd. ], dengan demikian kematian pasti akan terjadi setelah manusia memakan buah itu. NIV menuliskan Aiyou will certainly dieAn- kamu pasti akan mati - . ot tamu. - kata akan menunjukkan kematian secara jasmani akan dialami secara pasti . KJV menggunakan Aithou shalt surely dieAn artinya Aikamu pasti akan matiAn - A i iA- . ot tamu. Kata mot . ati- Verb Qal Infinitive Absolut. , tamut - . amu akan mati- Verb Qal Imperfect 2nd Mas. Sin. yang diterjemahkan dalam Indonesia Terjemahan Baru. Aipastilah engkau matiAn menjelaskan bahwa kematian pasti akan terjadi setelah manusia memakan bauh itu, sebab kematian merupakan konsekuensi logis atas pelanggaran yang dilakukan oleh manusia (Adam dan Haw. Alkitab memberi arti kematian merupakan peristiwa yang sangat lumrah atau biasa karena Aimanusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali sajaAn (Ibrani 9:. Demikian dapat disimpulkan bahwa ketelanjangan ada keterhubungannya dengan dosa dan kematian, artinya walaupun setelah makan buah itu Adam dan Hawa tidak langsung mati secara jasmani, namun mereka tunduk pada hukum kematian. Adam dan Hawa mengalami: pertama, kematian secara moral dimana tabiat mereka menjadi berdosa, ini mengakibatkan seluruh manusia terlahir dengan berdosa. kedua, kematian rohani, hal ini dapat dilihat melalui keterpisahan mereka dari Allah, hubungan dengan Allah menjadi rusak. ketiga, akibat dari dosa, manusia harus mengalami kematian kekal yaitu keterpisahan secara kekal dari kemuliaan Allah, manusia berada dalam bukuman. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Artikel ini diharapkan dapat menjadi penolong bagi para peneliti, lembaga pendidikan, jemaat dan para hamba Tuhan lainnya dalam upaya memahami kata telanjang yang didasarkan pada Kejadian 3:1-7. Artikel ini dapat dikembangkan untuk para peneliti dengan menguji seberapa besar pengaruh pengajaran kata telanjang terhadap ketaatan jemaat. Kiranya artikel ini dapat bermanfaat dan menjadi salah satu bahan rujukan dalam Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. pengembangan penelitian kata telanjang maupun pada topik-topik lainnya yang mengacu pada Kitab Kejadian 3. KESIMPULAN Adam dan Hawa telah melanggar hukum Allah yang telah Dia tetapkan melalui dekrit-Nya dalam Kejadian 2:17, mereka lebih memilih memberi perhatian pada ular yang telah dengan sengaja menyelewengkan firman TUHAN, serta memilih untuk melanggar dan memberontak kepada TUHAN, dengan memakan buah itu, akibatnya menusia dan istrinya mengalami ketelanjangan. Kata telanjang dapat diartikan berdosa, hal tersebut dapat dilihat dari konsekuensi yang diterima oleh Adam dan Hawa yaitu hukuman berupa kematian. Demikian dapat disimpulkan bahwa karena Adam dan Hawa memakan buah yang ada dalam Taman itu, mereka mengalami ketelanjangan yang artinya dosa, dan menerima hukuman berupa kematian. BIODATA Hestyn Natal Istinatun adalah dosen tetap di Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. Dia juga mengajar di salah satu Universitas ternama yaitu UGM (Universitas Gajah Mad. Melalui pengajaran dan tulisan diktatnya, ia telah mempersiapkan banyak generasi muda menjadi generasi kritis terhadap perkembangan jaman. Hestyn Natal Istinatun Surel: hestynistinatun@gmail. Dr. Muner Daliman. MA. Th. Pd. K adalah ketua Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. Dia mendapatkan visi misi yang besar dari Tuhan untuk mempersiapkan pemimpin dalam Injil Kerajaan Sorga menjadi bagian yang utama, yang siap atau tidak siap, menurutnya harus diproklamirkan keseluruh Tulisan-tulisan yang telah ia buat selalu memiliki warna Kerajaan Sorga. Komitmen dan tekat yang kuat telah membuat Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta dapat bersaing dengan Sekolah Tinggi Lainnya. Muner Daliman Jl Turgo. Ngelosari. Puwobinangun. Pakem. Sleman. Yogyakarta. Surel: munerdaliman@sttkadesiyogyakarta. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. December 2021 Hestyn Natal Istinatun1. Ragil Kristiawan. Muner Daliman. Junio Richson Sirait. My name is Junio Richson Sirait. After graduated from Sekolah Tinggi Teologi KADESI Yogyakarta in 2018 and continued my study at Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. Now I still work at Researching and publishing Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. Junio Richson Sirait Surel: juniorichson1995@gmail. REFERENSI