P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. PELATIHAN PENULISAN BUKU REFERENSI BAGI GURU SEKOLAH DASAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN BUDAYA LITERASI Rukin Universitas Teknologi Surabaya Jl. Balongsari Praja V No. 1 Kec. Tandes. Kota. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia rukinspdmsi1975@gmail. *Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract The dynamic development of the education sector requires teachers who are highly motivated and skilled in adapting to technological advancements. One effective strategy for elementary school teachers is to develop engaging, student-centered, and environmentally contextual learning materials. To support this, higher education institutions play a vital role in offering direction, encouragement, and mentoring through community service programs. This initiative aimed to enhance the competencies of teachers at SD Arjowinangun 2 and SDN Polehan 5 in Malang City by equipping them with the skills and independence to write reference books that support classroom learning. The program combined independent mentoring and classical in-school training, implemented over three months, with a two-day intensive session on August 7Ae8, 2024, followed by post-training mentoring. Teachers received detailed guidance on drafting, structuring, and publishing reference books. Throughout the sessions, participants engaged in active discussions to address challenges in the writing process. As a result, teachers successfully produced reference books tailored to the needs of their students, contributing to the availability of contextual learning resources and the overall improvement of instructional quality in elementary education in SD Arjowinangun 2 and SDN Polehan 5 in Malang City in supporting the learning process. Keywords: elementary school teacher. reference book. Abstrak Perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis menuntut guru memiliki motivasi tinggi serta keterampilan dalam beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Salah satu strategi efektif yang dapat dilakukan guru sekolah dasar adalah menyusun materi ajar yang menarik, berpusat pada peserta didik, dan berbasis pada konteks lingkungan sekolah. Dalam mendukung hal tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan arahan, motivasi, dan pendampingan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di SD Arjowinangun 2 dan SDN Polehan 5 Kota Malang dalam menulis buku referensi secara mandiri sebagai bahan ajar pendamping di kelas. Program ini dilaksanakan dalam bentuk bimbingan mandiri dan pelatihan klasikal di sekolah selama tiga bulan, termasuk sesi pelatihan intensif selama dua hari pada 7Ae8 Agustus 2024 dan pendampingan pascapelatihan. Guru diberikan panduan rinci tentang penyusunan buku referensi mulai dari perancangan hingga penerbitan. Selama pelatihan, peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan kendala dalam proses penulisan. Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya buku referensi karya guru yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar di SD Arjowinangun 2 Kota Malang dan SDN Polehan 5 Kota Malang dalam menunjang proses pembelajaran. Kata kunci: guru sekolah dasar. buku referensi. PENDAHULUAN Seorang guru, baik dari aspek administratif maupun akademik, dituntut untuk mampu Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. berinovasi, menunjukkan kreativitas, menjaga produktivitas, serta meraih prestasi yang dapat menjadi teladan bagi peserta didiknya. Salah satu bentuk konkret dari profesionalisme guru adalah P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. kemampuan menghasilkan karya tulis ilmiah. Di antara bentuk karya tulis tersebut, buku referensi menempati posisi penting sebagai sumber informasi yang memperkaya pemahaman siswa dan memperluas wawasan mereka . Buku referensi berfungsi sebagai rujukan yang memuat penjelasan sistematis mengenai topik tertentu, mencakup informasi tentang tokoh, tempat, istilah, hingga peristiwa penting. Karya ini tidak hanya menjadi bagian dari kontribusi akademik guru, tetapi juga mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan . Guru merupakan ujung tombak dalam keberhasilan pendidikan di tingkat dasar. Dalam menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga dituntut menjadi sosok yang inovatif, produktif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Salah satu kemampuannya dalam menghasilkan karya ilmiah, seperti buku referensi yang dapat digunakan sebagai bahan ajar tambahan yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan peserta didik . , . Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih bergantung pada buku paket yang disediakan oleh pemerintah, yang terkadang belum mencerminkan kebutuhan dan karakteristik lokal siswa . Selama ini, masih banyak guru yang mengandalkan buku referensi yang disediakan oleh dinas pendidikan, yang sering kali belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di kelas. Akibatnya, guru harus bekerja lebih keras untuk menjelaskan materi secara mendalam agar dapat dipahami oleh siswa secara utuh. Kondisi ini menegaskan pentingnya pelatihan penulisan buku referensi yang memungkinkan guru menyusun materi ajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan lingkungan belajar siswa. Melalui pelatihan tersebut, guru tidak hanya mengembangkan kompetensi menulis, tetapi juga memperkuat perannya sebagai fasilitator pembelajaran yang mampu menciptakan sumber belajar mandiri. Kegiatan ini sekaligus mendorong terciptanya budaya literasi di sekolah yang berakar dari karya autentik guru. Sementara itu, guru profesional diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan . Sedangkan permasalahan utama yang muncul adalah keterbatasan kapasitas guru dalam menyusun buku referensi secara mandiri. Banyak guru belum memiliki pengalaman dan kepercayaan diri dalam menulis, sehingga karya tulis guru seperti buku referensi masih jarang dijumpai sebagai produk lokal di sekolah dasar. Selain itu, minimnya pelatihan intensif tentang penulisan buku ajar yang terstruktur dan aplikatif menjadi kendala tersendiri dalam peningkatan kompetensi literasi guru . Padahal, pengembangan buku referensi oleh guru penting dilakukan untuk memperkuat pembelajaran berbasis kebutuhan peserta didik serta mendukung semangat Kurikulum Merdeka yang memberi ruang bagi pengembangan pembelajaran kontekstual . Profesionalisme guru juga dapat dibuktikan melalui penilaian portofolio yang dilakukan oleh asesor maupun melalui hasil karya nyata dalam praktik pembelajaran. Portofolio merupakan kumpulan dokumen yang merekam secara sistematis pencapaian akademik, pengalaman profesional, serta kontribusi seorang guru dalam pengembangan pendidikan. Dokumen ini menjadi alat evaluasi penting yang mencerminkan perkembangan kompetensi, kreativitas, dan dedikasi guru selama kurun waktu tertentu. Salah satu bentuk konkret dari isi portofolio tersebut adalah karya tulis berupa buku referensi yang disusun berdasarkan kebutuhan pembelajaran . Buku referensi tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik guru, tetapi juga menjadi wujud kontribusi terhadap penguatan literasi dan kualitas pembelajaran di sekolah. Buku referensi maupun buku ajar pada dasarnya berisi informasi yang ingin disampaikan. Informasi ini dapat berupa gagasan, data, fakta, konsep, teori, gambar, peta, atau simbol . Buku tersebut sangat penting untuk proses pembelajaran dan dapat disusun dalam berbagai bentuk sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi yang akan disajikan . Profesionalisme guru merupakan proses yang terbentuk melalui tahapan pengembangan berkelanjutan, bukan hasil instan yang muncul dalam waktu singkat. Upaya peningkatan kapasitas diri dapat dilakukan melalui pembelajaran mandiri . elf-trainin. , pendidikan formal, pelatihan berjenjang, serta perolehan sertifikasi dan ijazah sebagai dasar kompetensi profesional. Seluruh elemen tersebut menjadi modal penting dalam membangun kualitas guru yang mumpuni dan adaptif terhadap dinamika pendidikan. Oleh karena itu, setiap guru perlu memiliki kesadaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerjanya secara konsisten dan terukur. Komitmen terhadap mutu kerja merupakan refleksi dari profesionalisme yang sejati dalam praktik pendidikan . Beberapa membahas pentingnya peningkatan literasi menulis guru melalui pelatihan berbasis praktik . , . Namun demikian, kebanyakan pelatihan tersebut masih bersifat teoritis dan belum menyasar pada Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. produksi konkret seperti buku referensi yang siap digunakan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada penguatan kapasitas guru dalam menulis buku referensi interaktif dan kontekstual melalui pelatihan langsung yang disertai pendampingan intensif. Oleh karena itu. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan penulisan buku referensi bagi guru sekolah dasar di SDN Arjowinangun 2 Kecamatan Kedungkandang dan SDN Polehan 5 Kecamatan Blimbing. Kota Malang. Diharapkan, menghasilkan buku referensi yang relevan dengan kebutuhan siswa, serta memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah. Buku referensi yang dihasilkan nantinya tidak hanya sebagai bahan ajar alternatif, tetapi juga menjadi portofolio profesional guru dalam pengembangan karier dan sertifikasi . Manfaat kegiatan ini secara langsung dirasakan oleh para guru peserta yang mendapatkan pengalaman praktis dalam menyusun karya tulis ilmiah. Secara kelembagaan, sekolah memperoleh tambahan sumber belajar yang sesuai dengan karakter lokal siswa. Sementara secara sosial, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam membangun ekosistem literasi pendidikan yang lebih adaptif dan berkelanjutan . , . Pelatihan penyusunan buku ajar bagi guru SD secara signifikan meningkatkan pemahaman literasi berbasis konteks lokal yang relevan dengan . Sementara pengembangan bahan ajar kontekstual mampu peningkatan hasil belajar dan kemampuan literasi siswa di sekolah dasar . Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi pembelajaran yang literat, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan akan terbentuk komunitas guru penulis di tingkat sekolah dasar yang dapat secara mandiri mengembangkan bahan ajar berbasis pengalaman lokal dan kebutuhan siswa. Selain itu, buku referensi hasil karya guru diharapkan menjadi model dalam penerapan pembelajaran kontekstual dan aktif yang mampu meningkatkan daya serap dan minat baca peserta didik . , . Dengan melakukan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, program ini akan menjadi kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pendidikan dasar. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. METODE PENGABDIAN MASYARAKAT Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada mulai bulan Juni 2024 - bulan Desember 2024 dengan waktu menyesuaikan kesibukan para guru. Peserta dibatasi sekitar 25 orang guru yang terdiri dari dua sekolah dasar. Hal ini dilakukan untuk efektifitas pelatihan. Pengabdi juga telah melakukan sosialisasi pendahuluan kepada calon peserta pada bulan Mei 2024 agar mempermudah dalam pelaksanaannya Pertemuan pendahuluan ini membahas tentang rencana buku yang akan ditulis oleh para Dengan demikian, para guru sudah memiliki gambaran pada saat mengikuti pelatihan nantinya. Kegiatan ini dilaksanakan mulai bulan Juli 2024 sampai dengan Desember 2024 dengan pembagian kegiatan sebagai berikut: Pelatihan awal tentang pemahaman dan tata cara serta menyusun buku sederhana dilakukan mulai Juli - Agustus 2024 di sekolah masing-masing pendampingan secara personal. Pelatihan dan pembenahan hasil rancangan penulisan dilakukan pada tanggal 7 - 8 September 2024 dengan didampingi oleh penerbit Prenada Media Jakarta. Penyusunan Naskah Buku Referensi mulai bulan Oktober Ae Desember 2024. Oleh karena itu, dalam rangka memecahkan masalah yang ada maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan penulisan buku referensi yang pada pokok permasalahannya adalah mengajarkan kepada para guru untuk menyenangkan serta membuatkan buku pegangan sesuai dengan karakteristik siswa. Dengan adanya buku referensi ini kegiatan belajar mengajar nantinya akan sangat menyenangkan. Dalam melakukan penyusunan buku pasca pelatihan selalu dilakukan pendampingan baik secara online maupun secara offline secara berkelanjutan sampai terbitnya buku tersebut. Dari pelatihan tersebut luaran yang diharapkan adalah buku-buku referensi yang akan dipakai sebagai pendamping buku pelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing. Hal ini dikarenakan bahwa buku referensi dapat membantu guru dalam berkualitas, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Menulis bukan hanya sarana ekspresi pribadi, tetapi merupakan cara sistematis untuk menyusun ide, pengetahuan, dan pengalaman dalam bentuk bahasa tulis yang komunikatif. Dalam konteks pendidikan dasar, kemampuan menulis memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi baca, literasi informasi, dan literasi digital yang saling berkelindan. Meningkatnya kemampuan menulis guru tidak hanya berdampak pada keterampilan linguistik, tetapi juga pada penguatan daya nalar, kemampuan analitis, dan refleksi kritis. Kegiatan pelatihan menulis dalam program pengabdian masyarakat ini terbukti mampu memperkuat literasi fungsional guru sekolah dasar. Terlebih lagi, pendekatan penulisan berbasis kontekstual mendorong terciptanya budaya literasi yang lebih relevan dengan realitas peserta didik di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil pelaksanaan program, para guru menunjukkan peningkatan dalam kemampuan menyusun materi ajar dalam bentuk buku referensi yang terstruktur dan kontekstual. Keberadaan buku referensi ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan kemandirian guru dalam menyiapkan bahan ajar. Selain menjadi sumber belajar alternatif, buku-buku tersebut juga berfungsi sebagai wujud portofolio profesional guru dalam pengembangan karier. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan penulisan buku referensi menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi budaya akademik di tingkat sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, pengabdian masyarakat berkontribusi langsung dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan dasar. Dari data awal sebelum pelatihan ini dilakukan didapatkan hanya seorang guru dari SDN Polehan 5 dan seorang guru dari SDN Arjowinangun 2 yang sudah memulai dalam menyusun buku ajar maupun buku referensi, sebagaimana pada Tabel 1. Tabel 1. Data Guru Sudah Menyusun Buku Sebelum Pelatihan Sekolah SDN Polehan 5 SDN Arjowinangun 2 Total Guru Sudah Menyusun Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Dari Tabel 1 di atas tampak jelas bahwa guru di dua sekolah tersebut belum memiliki minat untuk menyusun buja referensi maupun buku ajar. Padahal buku tersebut dapat digunakan sebagai pendamping dalam mengajar, karena isi materinya dapat disesuaikan dengan karakter peserta didik. Sementara itu guru yang sudah mulai menyusunpun hasilnya belum sesuai dengan harapan karena kurangnya dalam pendampingan. Hal inilah yang akan dilakukan dalam pengabdian tersebut guna menjawab permasalahan yang ada. Pada Gambar 1 di bawah ini merupakan dokumentasi kegiatan pendampingan dan pelatihan penulisan buku referensi tersebut. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Pemberian Materi Pendahuluan Pada gambar 1 di atas secara sistematik telah diberikan berbagai materi dan pendampingan yang dilakukan oleh pengabdi. Selain itu juga dilakukan pendampingan secara langsung dari Penerbit Prenada Media Jakarta dalam menyusun buku yang sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah yang layak Dari pendampingan inilah diharapkan para peserta dapat memahami cara praktis dan mudah dalam menyusun buku referensi maupun buku ajar. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menghasilkan karya tulis yang bermakna dan aplikatif dalam mendukung proses masing-masing. Kemampuan menulis tersebut memungkinkan guru untuk menyusun materi ajar yang lebih kontekstual, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta Melalui proses ini, guru juga dapat mengidentifikasi metode dan model pembelajaran yang paling efektif untuk menyampaikan materi secara optimal. Selain berdampak pada kualitas pembelajaran, karya tulis yang dihasilkan juga dapat menjadi bagian dari portofolio profesional guru dalam rangka pengembangan karier. Dengan demikian, kegiatan menulis berkontribusi langsung terhadap peningkatan kapasitas pedagogik dan kualitas layanan pendidikan di tingkat sekolah Dari pelatihan inilah muncul berbagai permasalahan yang dihadapi oleh guru. Tidak sedikit guru yang mengungkapkan kendala dalam menulis, yang sebagian besar berakar pada rendahnya minat membaca serta keterbatasan pengalaman literasi akademik. Menulis sejatinya Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. merupakan aktivitas yang saling terkait erat dengan kebiasaan membaca, tanpa budaya membaca yang kuat, kemampuan menulis pun sulit berkembang secara optimal. Sayangnya, banyak guru masih menghadapi beban kerja yang tinggi, termasuk jadwal mengajar yang padat dan tuntutan administratif, sehingga menyisakan sedikit waktu untuk mengasah keterampilan menulis secara Kondisi ini tidak hanya menurunkan mempersempit ruang untuk berlatih dan menghasilkan karya tulis yang berkualitas. Sebagian besar guru merasa terhambat dalam menulis karena minimnya waktu luang dan tidak adanya pendampingan sistematis dalam proses menulis. Keterbatasan akses terhadap sumber bacaan dan kurangnya budaya literasi turut menjadi faktor produktivitas menulis di kalangan guru sekolah Pelatihan penulisan buku referensi ini terbukti menjadi solusi efektif atas persoalan yang dihadapi guru dalam penyusunan materi ajar yang relevan dan kontekstual. Melalui peningkatan kemampuan menulis, guru tidak hanya mampu mengembangkan potensi diri secara maksimal, tetapi juga memperkuat peran profesionalnya dalam mendukung kualitas pembelajaran. Hasil pengamatan dan pendampingan penyusunan bahan ajar dan buku referensi secara signifikan memperluas wawasan guru dalam Pelatihan ini juga meningkatkan kemampuan guru dalam merancang sumber belajar yang inovatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta Keberhasilan proses pembelajaran di kelas sangat bergantung pada keseriusan guru dalam merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi pembelajaran secara sistematis agar tujuan pendidikan tercapai secara optimal. Guru memiliki peran strategis dalam merancang dan menyediakan sumber belajar yang relevan, adaptif, dan kontekstual guna menunjang pencapaian kompetensi peserta didik secara menyeluruh, mencakup aspek kognitif, afektif, dan Dalam era pembelajaran abad ke-21, guru dituntut tidak hanya menjadi pengguna bahan ajar, tetapi juga sebagai pengembang konten pembelajaran yang inovatif, berbasis teknologi, dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Keberadaan sumber belajar yang disusun oleh guru, baik dalam bentuk meningkatkan efektivitas pembelajaran serta mendorong partisipasi aktif siswa di kelas. Peningkatan pengembangan bahan ajar melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan menjadi komponen penting dalam memperkuat profesionalisme dan literasi pendidikan. Hal ini sejalan dengan hasil pelatihan yang telah dilakukan, di mana guru berhasil menghasilkan buku referensi yang digunakan dalam proses pembelajaran dan berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini dapat diperlihatkan pada beberapa gambar berikut ini: Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Sumber: (Dokumentasi Penulisa, 2. Gambar 2. Siswa sedang belajar Literasi dari buku yang disusun oleh guru Dari Gambar 2 di atas tampak jelas bahwa siswa semakin bersemangat dalam belajar. Hal ini terjadi karena sumber bacaan sebagai pegangan mereka sesuai dengan karakternya. Guru telah menyusun buku referensi tersebut sebagai buku pegangan siswa dan telah disesuaikan dengan karakter dan tingkatan usia serta kelasnya. Buku tersebut juga didasarkan bada basis lingkungan sekitar sekolah dan siswa. Sumber: (Dokumentasi Penulisa, 2. Gambar 3. Modul Karya Guru Di SDN Polehan 5 Kota Malang Yang Akan Digunakan Sebagai Buku Pendamping Pembelajaran Di Kelas P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Sumber: (Dokumentasi Penulisa, 2. Gambar 4. Buku-Buku Referensi Yang Disusun Oleh Guru SDN Arjowinganun 2 Kota Malang Dan Siap Dijadikan Buku Pendamping Pembelajaran. Sementara itu, sudah banyak buku-buku referensi ini yang sudah dicetak dan siap dipergunakan sebagai buku pendamping dalam pembelajaran di kelas. Buku-buku referensi tersebut sebagaimana pada Gambar 3 dan Gambar Dari berbagai urian di atas dijelaskan bahwa dalam pelatihan penulisan buku referensi ini sudah menghasilkan karya nyata bagi guru-guru di SDN Arjowingun 2 Kota Malang maupun di SDN Polehan 5 Kota Malang. Selain itu buku hasil karya guru tersebut sudah dipergunakan sebagai buku pendamping pembelajaran siswa dan tentunya siswa merasa senang dalam belajar dan berliterasi karena buku-buku tersebut sudah disesuaikan dengan karakteristik siswa yang ada. Guru yang sudah melakukan penyusunan buku referensi maupun buku ajar sebagaimana dijelaskan pada Tabel 2. Tabel 2. Data Guru Sudah Menyusun Buku Setelah Pelatihan Sekolah SDN Polehan 5 SDN Arjowinangun 2 Total Guru Sudah Belum Sumber: (Dokumentasi Penulisa, 2. Pada Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa guru merasa sangat terbantu dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyusun buku ajar maupun buku referensi. Hal ini tercermin dari capaian nyata berupa karya tulis guru yang telah diterbitkan dan digunakan secara langsung dalam proses pembelajaran di kelas. Kegiatan pelatihan yang dirancang dengan pendekatan partisipatif memberikan ruang bagi guru untuk menggali potensi menulis secara mandiri dan berkelanjutan. Implementasi hasil pelatihan ini membuktikan bahwa program pengabdian masyarakat mampu menghasilkan bahan ajar kontekstual. Buku-buku yang telah disusun menjadi sumber belajar alternatif yang relevan dengan kebutuhan siswa dan mendukung pembelajaran yang aktif dan bermakna. Menariknya, meskipun terdapat dua guru yang belum menyusun buku secara individu, mereka tetap berperan aktif dalam mendampingi rekan sejawat yang memiliki mata pelajaran serupa. Kolaborasi ini mencerminkan tumbuhnya semangat kerja kolektif dalam pengembangan materi ajar berbasis komunitas belajar. Praktik penulisan secara kolaboratif membuka peluang terciptanya produk yang lebih kaya secara substansi dan lebih kuat dalam penerapan di kelas. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari hasil individu, tetapi juga dari kontribusi dalam membangun budaya berbagi pengetahuan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya menghasilkan produk buku, tetapi juga memperkuat jaringan profesional guru dalam menciptakan inovasi Pelatihan penulisan bahan ajar ini meningkatkan mutu pendidikan dan efektivitas pembelajaran di jenjang sekolah dasar. Peningkatan tersebut tercermin dari bertambahnya kemampuan guru dalam menyusun materi ajar yang kontekstual, aplikatif, dan selaras dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik. Kegiatan ini juga berhasil membentuk budaya literasi profesional melalui penguatan kompetensi menulis yang terarah dan Pendampingan yang dilakukan secara sistematis turut meningkatkan keyakinan dan kemandirian guru dalam menghasilkan karya tulis yang implementatif di ruang kelas. Dengan demikian, program ini bukan hanya berfungsi sebagai intervensi teknis, melainkan juga sebagai strategi jangka panjang dalam membangun kapasitas guru sebagai penggerak transformasi pendidikan di tingkat dasar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang dimulai dari tahap perencanaan ide penulisan hingga pelatihan intensif bersama Penerbit Prenada Media Jakarta selama dua hari, diikuti praktik mandiri penyusunan buku, terlihat bahwa program ini memberikan dampak yang sangat positif terhadap pengembangan kapasitas Guru tidak hanya terdorong untuk merancang dan menulis buku referensi yang kontekstual, tetapi juga menunjukkan peningkatan kesiapan dalam Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. menyusun materi ajar secara sistematis dan Dampak lanjutan dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran guru akan pentingnya literasi sebagai bagian integral dari pembelajaran, yang secara tidak langsung juga menumbuhkan semangat berliterasi di kalangan siswa. Oleh karena itu, pelatihan ini dinilai strategis dalam memperkuat peran guru sebagai pencipta sumber belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta Kepada kepala sekolah, sangat diharapkan adanya dukungan berkelanjutan dalam bentuk motivasi, arahan, dan pendampingan agar budaya menulis di sekolah terus berkembang secara Bagi guru yang masih dalam tahap revisi naskah, penting untuk tetap menjaga semangat dan komitmen agar karya tersebut segera diterbitkan dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Secara keseluruhan, program ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam membangun ekosistem literasi dan pembelajaran berbasis karya orisinal guru di lingkungan sekolah dasar. UCAPAN TERIMAKASIH Dengan masyarakat ini kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Rektor Universitas Teknologi Surabaya yang telah memberikan izin untuk melakukan pengabdian ini. Berikutnya kepada Kepala SDN Arjowinangun 2 Kota Malang dan SDN Polehan 5 Kota Malang beserta seluruh dewan guru yang telah memberikan kesempatan dan keluangan waktu untuk melakukan pengabdian Berikutnya kepada Direktur Prenada Media Jakarta yang telah memberikan bantuan dalam mengirimkan dua orang reviewer hebat dalam mendampingi kami dalam pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA