IJER : Indonesian Journal of Educational Research E-ISSN:x-x . P-ISSN: x-x https://journal. id/index. php/IJER Volume 1 Nomor 1. Juni 2024 DOI: doi. org/XX. x/IJER Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta Nur Nasywa Abidah1. Widyaningtyas Kusuma Wardani2 STIT Madani Yogyakarta alabeda@gmail. com, 2widyaningtyaskw@stitmadani. Received: Revised: *) Corresponding Author Approved: Abstract This study aims to enhance the learning interest of XII Tahfidz students at the Bin Baz Putri Islamic Centre in Yogyakarta in the subject of Sirah using the cooperative method of Think Pair Share during the academic year 2023/2024. This research is an action research involving 23 XII Tahfidz students at the Bin Baz Putri Islamic Centre in Yogyakarta as the research subjects. The Think Pair Share method was implemented in two cycles through the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was conducted through interviews, questionnaires, and observations with data analysis in both qualitative and quantitative forms. The results of the study indicate that the cooperative learning method of Think Pair Share can enhance the learning interest of XII Tahfidz students at the Bin Baz Putri Islamic Centre in Yogyakarta in the Sirah subject, with a percentage of 87. 43%, exceeding the success criteria of Ou70%. Keywords: Learning Interest. Sirah Subject. Cooperative Method. Think Pair Share Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik XII Tahfidz Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta pada pelajaran Sirah melalui metode kooperatif Think Pair Share pada tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 23 peserta didik XII Tahfidz di Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta sebagai subjek penelitian. Metode Think Pair Share diterapkan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket dan observasi dengan analisis data berupa kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran kooperatif Think Pair Share dapat meningkatkan minat belajar peserta didik XII Tahfidz Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta pada mata pelajaran Sirah dengan persentase 87,43% dan telah melampaui kriteria keberhasilan yaitu Ou70%. Kata Kunci: Minat Belajar. Mata Pelajaran Sirah. Metode Kooperatif. Think Pair Share Nur Nasywa Abidah. Widyaningtyas Kusuma Wardani Indonesian Journal of Educational Research | 52 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendahuluan Pendidikan merupakan indikator kemajuan suatu bangsa dan keberadaan negara yang kuat dalam lingkaran internasional. Bangsa-bangsa yang terdidik dipercaya memiliki kemampuan di berbagai bidang, terutama pendidikan1 Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pendidikannya. Indonesia menduduki posisi yang rendah yakni ke-74 dari 79 negara pada hasil survei mengenai sistem pendidikan menengah yang dikeluarkan oleh PISA (Programme for Internasional Student Assesmen. pada tahun 2019. Hal ini menunjukkan rendahnya kualitas pendidikan dibandingkan negara-negara lain di dunia. 2 Kualitas pendidikan dalam sebuah negara sangat penting karena mutu pendidikan akan sangat menentukan kualitas lulusan hasil pendidikan itu sendiri. Tanpa pendidikan yang berkualitas, kecil harapan untuk mendapatkan sumber daya manusia bermutu. Oleh karena itu pendidikan berkualitas menjadi awal mula yang harus menjadi fokus perhatian semua pihak di Indonesia. Kualitas pendidikan berkaitan erat dengan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik di sekolah. 4 Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah lemahnya kemampuan guru dalam menggali potensi peserta didik. Guru kurang memperhatikan peserta didik dalam kebutuhan, minat, dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik. 5 Proses pembelajaran yang baik adalah guru harus memperhatikan dan mengembangkan minat belajar peserta didik karena minat sangat penting dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Jika peserta didik berminat terhadap suatu pelajaran, maka peserta didik akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh sehingga mudah menghafal dan memperhatikan pelajaran yang menarik minatnya. 6 Sebagai salah satu komponen yang memiliki pengaruh besar dalam proses pembelajaran, guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik agar dapat meningkatkan minat belajar Sarwadi Sulisno and Azis Abdullah. AuIslamic Boarding School and Community Empowerment,Ay International Journal of Education and Learning 1, no. : 73Ae82, https://doi. org/10. 31763/ijele. Fitria Nur and Auliah Kurniawati. AuMENINJAU PERMASALAHAN RENDAHNYA KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN SOLUSI,Ay AoEJ: Academy of Education Journal, vol. 13, 2022. Siti Alifah. AuMENGEJAR KETERTINGGALAN DARI NEGARA LAIN EDUCATION IN INDONESIA AND ABROAD : ADVANTAGES AND LACKS Pendidikan Yang Berkualitas Pada Saat Ini Masih Terus Diupayakan Oleh Pemerintah . Upaya Pendidikan Yang Berkualitas Tidak Hanya Diupayakan Oleh Pemerintah ,Ay 5 . 113Ae23. Mokh. Habibullah. AuMODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE FISIKA SMA Online,Ay Jurnal Pembelajaran Dan Riset Pendidikan I, no. : 501Ae12. Widya Dwi Prasetyo. AuKompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran Ditinjau Dari Ajaran Trilogi Kepempinan,Ay Prosiding Seminar Nasional PGSD, no. Peran Pendidikan Dasar dalam Menyiapkan Generasi Unggul di Era Revolusi Industri 4. Fitri Ananda. Rusydi. Hayati. AuVARIABEL BELAJAR (KOMPILASI KONSEP),Ay 2020. IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 53 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta peserta didik dan menciptakan suasana yang menyenangkan, semangat, antusias, dan berani menyampaikan pendapat secara terbuka. Menurut Darmadi minat adalah suatu kondisi dimana seseorang mempunyai perhatian dan keinginan untuk memahami dan belajar serta membuktikannya lebih jauh. 8 Elizabeth Hurlock mengemukakan bahwa peserta didik yang memiliki minat dalam belajar memiliki beberapa kriteria seperti adanya kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan sesuatu yang dipelajari secara terus menerus, ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati, memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati, memiliki semangat yang lebih untuk menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya dan dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan. Minat dalam belajar sangat dibutuhkan oleh peserta didik khususnya pada mata pelajaran Sirah Nabawiyah. Sirah Nabawiyah merupakan studi tentang kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu Aoalaihi wa sallam berupa berita-berita dari beliau atau sahabat beliau dari penjelasan akhlak, sifat, kekhususan dan tanda-tanda kenabian serta keadaan pada 10 Sirah merupakan salah satu metode pembelajaran yang terdapat di Al Quran dengan penyampaian-penyampaian kisah terdahulu yang memiliki urgensi besar bagi kaum 11 Salah satu urgensi mempelajari Sirah Nabawiyah bagi seorang muslim adalah membantu dalam memahami Al Quran, mengetahui tafsir-tafsir dan sebab penurunan ayat, mengetahui kejadian-kejadian yang terjadi pada masa Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam serta dapat meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajarannya seringkali kurang diminati oleh peserta didik karena penggunaan metode ceramah konvensional. Hal ini tercermin dari observasi di kelas XII Tahfidz Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta, dimana peserta didik kurang bersemangat dalam belajar dan suasana kelas cenderung pasif. Observasi tersebut menunjukkan kualitas pembelajaran yang kurang optimal dan dapat memicu rendahnya minat belajar pada peserta et al. Farhaini. Nurul. AuPeran Guru Sebagai Fasilitator Dalam Pembelajaran Di Kelas V Sekolah Dasar,Ay Jurnal Pendidikan Dan Konseling 5, no. : 4093Ae96. dkk Mesra. Putrina. AuFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Di Masa Pandemi,Ay Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Https://Jurnal. Unibrah. Ac. Id/Index. Php/JIWP 7, no. : 168Ae75, https://doi. org/10. 5281/zenodo. A Atika. N Andriati, and E Efitra. MINAT BELAJAR ANAK SLOW LEARNER (PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2. , https://books. id/books?id=y8jfEaQBAJ. S S R al-Mubarakpuri and A Hamid. Sirah Nabawiyah: Sejarah Paling Autentik Tentang Kehidupan Rasulullah Saw. (Diva Press, 2. , https://books. id/books?id=eH0lEaQBAJ. Sugeng Prianto. Darwin Hamisi, and Evi Octaviana. AuMetode Pendidikan Agama Islam Dalam Al-QurAoan,Ay At Turots: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. : 118Ae27, https://doi. org/10. 51468/jpi. Mamduuh Jaad Ahmad. At Tabsiith Al Mukhtar Fi Siraati Sayyidil Abraar (Mesir: The Writer Operation, 2. 54 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Dalam mengatasi tantangan tersebut, dibutuhkan inovasi dalam keterampilan mengajar dan penerapan metode pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelajaraan kooperatif Think Pair Share. Metode Think Pair Share termasuk dalam pembelajaran kooperatif karena menggunakan sistem pengelompokkan atau tim kecil dengan perbedaan latar belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku . 13 Penerapan metode pembelajaran Think Pair Share memungkinkan peserta didik untuk meningkatkan partisipasinya dalam pembelajaran melalui langkah-langkahnya yaitu Think . Pair . Share . 14 Pendekatan pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif diharapkan dapat membantu memecahkan masalah kejenuhan dalam belajar, sehingga peserta didik menjadi lebih termotivasi dan bersemangat dalam mengeksplorasi materi pembelajaran. Dengan demikian metode pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik terhadap pelajaran Sirah Nabawiyah. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research yang dilakukan selama 2 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan tatap muka. PTK merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan di dalam kelas ketika pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajaran. 15 Rancangan konsep PTK yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model PTK Kemmis dan Mc. Taggart yang berupa untaian dengan satu perangkat terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi yang disajikan pada Gambar 1. M P I Qiyadah Robbaniyah. Strategi & Metode Pembelajaran PAI (Zahir Publishing, n. https://books. id/books?id=Q-LWEaQBAJ. E P Lestari and M. Hidayat. Model Pembelajaran Think Pair Share Solusi Menumbuhkan Keberanian Berpendapat (Penerbit P4I, 2. , https://books. id/books?id=NzmoEaQBAJ. M P Dr. Agus Wasisto Dwi Doso Warso. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas Dan Dilengkapi Contohnya (Deepublish, 2. , https://books. id/books?id=ULkvEaQBAJ. Afi Parnawi. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Researc. (Sleman: PT. Deepublish, 2. IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 55 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta Gambar 1. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November Ae Januari 2024 di Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta. Subjek dalam penelitian adalah 23 peserta didik kelas XII Tahfidz di Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. 17 Hasil angket digunakan untuk mencari data tentang minat belajar peserta didik dari pra siklus hingga siklus II. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket minat belajar peserta didik yang memuat beberapa indikator minat belajar. Lembar angket menggunakan skala likert yang berbentuk ceklis (O. dengan merujuk kepada empat skor yaitu . = Sangat Tidak Setuju, . = Tidak Setuju, . = Setuju, . = Sangat Setuju yang berisi pernyataan pada indikator minat belajar dengan kisi-kisi instrumen sebagai berikut. Tabel 1 Kisi-kisi Minat Belajar No. Indikator Minat Belajar Nomor Item Ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang 1, 2, 3, 4, 5 Memperhatikan dan mempelajari secara terus 6, 7, 8 Selalu dalam 9, 10, 11 Mengerjakan tugas dengan baik 12, 13, 14 Berani tampil 15, 16, 17 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Bandung: CV. Alfabeta, 2. 56 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Memperoleh terhadap 18, 19, 20 sesuatu yang diminati Data hasil penelitian ini akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Statistik deskriptif adaah penggambaran kegiatan . engumpulan, penyusunan, pengolahan, penyajia. dalam bentuk tabel, grafik sehingga didapat gambaran yang teratur mengenai suatu 18 Adapun hasil data angket minat belajar peserta didik akan disajikan dalam bentuk angka yang diinterpretasikan dalam bentuk persen (%). Hasil angket tersebut dihitung menggunakan rumus berikut: ycEycyceycyceycuycycaycyce ycAycnycuycayc yaAyceycoycaycycayc = Rata Oe rata skor minat belajar ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycyco Hasil angket dari penskoran tiap peserta didik dikategorikan dalam interval skor sebagai berikut: Tabel 2. Interval Skor Minat Belajar Peserta Didik No. Interval Skor Keterangan < skor O Tinggi < skor O Sedang < skor O Cukup < skor O Rendah Hasil analisis tersebut diinterpretasikan dalam bentuk persen (%) sehingga dipetakan berdasarkan tabel kategori pencapaian minat belajar peserta didik sebagai berikut: Tabel 3. Kategori Pencapaian Minat Belajar Peserta Didik No. Kategori Pencapaian Ket < skor O Tinggi < skor O Sedang < skor O Cukup < skor O Rendah Adapun indikator keberhasilan PTK ini yaitu jika skor rata-rata minat belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah diberi tindakan dengan skor rata-rata minat peserta didik Ou70% diambil dari kategori pencapaian. Hasil dan Pembahasan S Anam. S Prianto, and F Sungkawaningrum. Statistika Pendidikan (CV. Pilar Nusantara, 2. , https://books. id/books?id=uHcqEaQBAJ. IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 57 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta Hasil Data hasil penelitian adalah data yang diperoleh dari lembar angket minat belajar dan hasil observasi selama proses pembelajaran. Adapun hasil yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut. Pra Siklus Kegiatan pra siklus dilakukan sebelum pemberian tindakan pada sebuah kelas. Peneliti melakukan kegiatan pra siklus berupa observasi pdan pemberian angket pra tindakan sebagai data awal pada Senin, 30 Oktober 2023 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit . 40 Ae 11. 50 WIB) di kelas XII Tahfidz Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta. Berdasarkan hasil observasi ditemukan penyampaian materi Sirah menggunakan metode ceramah menjadikan beberapa peserta didik mengantuk, suasana kelas terlihat hening dan kurang adanya reaksi dari peserta didik. Hal ini dapat memicu penurunan minat belajar peserta didik terhadap pelajaran Sirah. Data yang diperoleh dari hasil angket pra tindakan menyatakan bahwa peserta didik kelas XII Tahfidz Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta memiliki rata-rata minat belajar sebesar 51,25% dan dirincikan dalam tabel berikut. Tabel 4. Minat Belajar Pra Siklus Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori 65 < skor O 80 Tinggi 50 < skor O 65 Sedang 35 < skor O 50 43,5% Cukup 20 < skor O 35 30,5% Rendah Jumlah Persentase Minat Belajar 51,25% Persentase minat belajar peserta didik XII Tahfidz Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta menunjukkan tidak ada peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori tinggi dengan persentase 0%, 6 peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori sedang dengan persentase 26%, 10 peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori cukup dengan kategori cukup dan 7 peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori rendah dengan persentase 30,5%. Rata-rata minat belajar yang didapat melalui sebaran angket sebesar 51,25% dalam kategori cukup sesuai kategori 58 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar pencapaian pada tabel 2 sehingga peneliti akan melakukan tindakan pada pertemuan Siklus I Pengamatan Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan melalui 2 pertemuan tatap muka pada Senin, 6 November 2023 dan Senin, 13 November 2023. Berdasarkan hasil observasi, penggunaan metode kooperatif tipe Think Pair Share akan menumbuhkan minat belajar peserta didik terhadap pelajaran Sirah yang ditunjukkan dengan sikap antusias peserta didik dalam pembelajaran. Peserta didik masih terlihat malu dan belum berani mempresentasikan hasil diskusi bersama teman pasangannya. Angket Minat Belajar Minat belajar peserta didik setelah diberi tindakan pada siklus I dapat dilihat melalui lembar angket yang diberikan kepada peserta didik. Diketahui peserta didik memiliki minat belajar yang berbeda-beda yang dibuktikan melalui tabel berikut. Tabel 5. Minat Belajar Siklus I Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori 65 < skor O 80 8,5% Tinggi 50 < skor O 65 Sedang 35 < skor O 50 43,5% Cukup 20 < skor O 35 Rendah Jumlah Persentase Minat Belajar 66,46% Dari tabel di atas terlihat bahwa dari 23 peserta didik, 2 peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori tinggi dengan persentase 8,5%, 11 peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori sedang dengan persentase 48%, 10 peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori cukup dengan persentase 43,5%, dan tidak ada peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori rendah dengan persentase 0%. Berdasarkan skor angket minat belajar pada siklus I, disimpulkan bahwa rata-rata skor minat belajar sebesar 66,46% dan belum mencapai indikator keberhasilan yaitu Ou70% sehingga peneliti harus melanjutkan tindakan pada siklus IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 59 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta II. Refleksi Refleksi dilakukan untuk mengetahui kekurangan pada pelaksanaan tindakan siklus I untuk melakukan perbaikan tindakan siklus II. Berdasarkan data yang diperoleh melalui angket didapatkan bahwa . peserta didik. Hasil observasi pada siklus I masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan metode pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share yang dirincikan sebagai berikut: . beberapa peserta didik masih terlihat bingung dengan langkah-langkah pembelajaran Think Pair Share, . pembagian kelompok menjadi 4 kelompok dengan 6 orang di dalamnya belum efektif karena diskusi berjalan dengan ramai, . hanya sebagian kecil dari peserta didik yang berani menyampaikan penapat, . jam pelajaran berjalan kurang optimal karena membutuhkan waktu yang lama bagi peserta didik dalam menerjemahkan materi yang berbahasa Arab. Guru berusaha untuk mengatasi kekurangan pada siklus I dengan melakukan perbaikan pada tindakan lanjutan. Upaya yang guru lakukan dalam perbaikan tindakan pada siklus berikutnya meliputi: . penjelasan secara perlahan dan penggunaan bahasa pengantar yang mudah dipahami, . pengelompokkan peserta didik berdasarkan teman sebangku supaya pembelajaran berlangsung kondusif, . pemberian motivasi dan nasehat untuk berani mengutarakan pendapat dan presentasi, . penyajian modul ringkasan berbahasa Arab yang mudah dipahami dengan visualisasi gambar ikon dan penyajian materi dengan media tambahan berupa video. Siklus II Pengamatan Pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan melalui 2 pertemuan tatap muka pada Senin, 8 Januari 2024 dan Senin, 15 Januari 2024. Pelaksanaan tindakan pada siklus II didapatkan hasil observasi berupa peserta didik menunjukkan antusias yang tinggi selama proses pembelajaran menggunakan metode Think Pair Share. Hal ini ditandai dengan peserta didik memberikan respons yang aktif ketika diberi pertanyaan berpasangan dan diminta mengungkapkan pendapat. Sebagian peserta didik merasa senang dalam kegiatan pembelajaran. Angket Minat Belajar Minat belajar peserta didik setelah diberi tindakan pada siklus I dapat dilihat melalui lembar angket yang diberikan kepada peserta didik. Diketahui peserta didik 60 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar memiliki minat belajar yang berbeda-beda yang dibuktikan melalui tabel berikut. Tabel 6. Minat Belajar Siklus II Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori 65 < skor O 80 Tinggi 50 < skor O 65 Sedang 35 < skor O 50 Cukup 20 < skor O 35 Rendah Jumlah Persentase Minat Belajar 87,43% Hasil sebaran angket setelah tindakan di atas terlihat bahwa dari 20 peserta didik, 14 peserta didik memiliki minat belajar tinggi dengan persentase 70%, 6 peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori sedang dengan persentase 30%, tidak ada peserta didik yang memiliki minat belajar dalam kategori cukup dan Refleksi Refleksi dilakukan oleh guru setelah melakukan analisis pada siklus I sehingga didapati peningkatan minat belajar peserta didik terhadap pelajaran Sirah. Berdasarkan tabel di atas didapatkan didapatkan dari 20 peserta didik, 14 peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori tinggi dengan persentase 70% dan 6 peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori sedang dengan persentase 30%. Hasil observasi yang diperoleh pada siklus II diantaranya sebagai berikut: . pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus II sudah berjalan sesuai dengan skenario, . peserta didik bersikap senang dan antusias saat menerapkan metode Think Pair Share ditambah dengan adanya media baru berupa modul bergambar dan video, . peserta didik memberikan respons yang aktif ketika diberi pertanyaan dan diminta mengungkapkan pendapat, . tiga peserta didik berhalangan hadir pada siklus II sehinggs frekuensi menjadi 20 peserta didik, . adanya peningkatan minat belajar peserta didik melalui angket sebesar 20,97% sehingga pada siklus II minat belajar peserta didik sebesar 20,97%. IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 61 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu rata-rata minat belajar peserta didik mencapai Ou70% sehingga guru memutuskan untuk tidak lanjut ke siklus Maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar peserta didik kelas XII Tahfidz Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta terhadap pelajaran Sirah telah mengalami peningkatan dengan penerapan metode kooperatif Think Pair Share setelah diberikan dua siklus. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik terhadap pelajaran Sirah dengan menggunakan metode kooperatif tipe Think Pair Share. Menggunakan metode PTK yang dilaksanakan selama 2 siklus dan tiap siklus berisi dua pertemuan tatap muka. Tindakan pada penelitian ini menunjukkan peningkatan pada setiap siklus yang dapat dilihat melalui lembar observasi dan hasil angket minat belajar peserta Hasil tindakan pada siklus I dilihat melalui sebaran data angket minat belajar setelah dilakukan tindakan. Berdasarkan hasil skor yang didapat pada angket minat belajar siklus I ditemui bahwa tidak ada peserta didik yang mendapatkan kategori minat rendah sehingga didapatkan persentase 0%, 10 peserta didik mendapatkan kategori cukup sehingga didapatkan persentase 43,5%, 11 peserta didik mendapatkan kategori sedang sehingga didapatkan persentase 48%, dan 2 peserta didik mendapatkan kategori minat tinggi sehingga didapatkan 8,5%. Peningkatan tersebut dapat dilihat melalui tabel berikut. Tabel 7. Perbandingan Minat Belajar Pra Siklus dan Siklus I Kategori Pra Siklus Siklus I Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Tinggi 8,5% Sedang Cukup 43,5% 43,5% Rendah 30,5% Frekuensi Persentase 51,25% Minat Belajar 62 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 66,46% Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Adapun rata-rata minat belajar peserta didik pada siklus I setelah dihitung melalui rumus didapatkan sebesar 66,46%. Hal ini menunjukkan kemajuan sebesar 15,41% dari rata- rata minat belajar peserta didik sebelum diberi tindakan. Meskipun minat belajar peserta didik mengalami peningkatan, namun penelitian tindakan kelas belum dikatakan berhasil karena belum mencapai indikator kebhasilan yaitu rata-rata minat belajar Ou70% sehingga peneliti memutuskan untuk melanjutkan tindakan pada siklus II sebagai bentuk perbaikan dalam peningkatan minat belajar peserta didik pada pelajaran Sirah. Pelaksanaan tindakan pada siklus II berjalan sesuai dengan scenario yang ditetapkan oleh peneliti. Guru melakukan refleksi dan perbaikan pada siklus II berupa tambahan modul belajar bergambar dan video serta pengelompokkan berdasarkan teman sebangku sehingga suasana kelas kondusif dan pembelajaran berlangsung antusias. Pada siklus II peserta didik mengalami peningkatan minat belajar secara signifikan berdasarkan hasil angket yang akan dijelaskan pada tabel berikut. Tabel 8. Perbandingan Minat Belajar Pra Siklus Ae Siklus II Kategori Pra Siklus Siklus I Siklus II Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Tinggi 8,5% Sedang Cukup 43,5% 43,5% Rendah 30,5% Frekuensi 51,25% Persentase 66,46% 87,43% Minat Belajar Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi peningkatan minat belajar peserta didik XII Tahfidz Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta pada pelajaran Sirah setelah menggunakan metode kooperatif tipe Think Pair Share. Peningkatan minat belajar dapat dilihat dengan jelas pada grafik berikut. Minat Belajar Peserta IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 | 63 Pra Siklus Tinggi Sedang Rendah Cukup Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta Grafik 1. Perbandingan Minat Belajar Pra Siklus Ae Siklus II Persentase Minat Belajar Pra Siklus Siklus Persentase Minat Belajar Grafik 2. Perbandingan Persentase Minat Belajar Pra Siklus Ae Siklus I Grafik di atas menunjukkan peningkatan persentase minat belajar yang cukup signifikan dari pra siklus hingga siklus II. Persentase minat belajar dari pra siklus menuju siklus I meningkat sebesar 15,41% dan dari siklus I menuju siklus II meningkat sebesar 20,97%. Persentase minat belajar peserta didik pada siklus II yang sebesar 87,43% menandakan tercapainya indikator keberhasilan dalam penelitian ini dengan indikator keberhasilan berupa persentase minat belajar Ou70%. Hal ini menunjukkan penerapan metode kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan peserta didik kelas XII Tahfidz Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta pada mata pelajaran Sirah. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan di atas, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut. Terdapat peningkatan minat belajar pada pelajaran Sirah setelah diterapkan metode kooperatif tipe Think Pair Share mencapai 87,43%. Hal ini terlihat dari peningkatan persentase rata-rata minat belajar dari pra siklus sebesar 51,25% yang masuk dalam kategori cukup dan siklus I setelah diberi tindakan sebesar 66,46% yang masuk dalam kategori sedang, menuju siklus II sebesar 87,43% dalam kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Think 64 | IJER : Indonesian Journal of Educational Research. Vol. No. Juni 2024 Implementasi Metode Kooperatif Think Pair Share Dalam Meningkatkan Minat Belajar Pair Share dapat meningkatkan minat belajar peserta didik XII Tahfidz Salafiyah Ulya Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta Tahun Ajaran 2023/2024 terhadap mata pelajaran Sirah. Berdasarkan simpulan tersebut, dapat diajukan saran-saran sebagai berikut. Kepada guru, agar menerapkan variasi metode pembelajaran sehingga memungkinkan peningkatan minat peserta didik dalam belajar, . Kepada kepala sekolah, agar meningkatkan mutu guru dengan adanya pelatihan penggunaan metode pembelajaran dan media belajar, . Kepada penelitian lain yang akan melakukan penelitian lebih lanjut terkait peningkatan minat belajar menggunakan metode kooperatif tipe Think Pair Share dengan penelitian ini dapat dijadikan sebagai kajian penelitian yang relevan. Referensi