Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 03 No. 01 (December 2. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Peran Gereja Dalam Memotivasi Jemaat Untuk Mencintai Alkitab Viarine Pranata. * Yanto Paulus Hermanto. Sekolah Tinggi Teologi Kharisma Bandung, viarinedolorosa@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Viarine Pranata dan Yanto Paulus Hermanto. AuPeran Gereja Dalam Memotivasi Jemaat Untuk Mencintai Alkitab. Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 2, no. 3 (December 01, 2. : 1, accessed December 08, 2023, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/105 American Psychological Association 7th edition (Pranata & Hermanto, 2023, p. Received: 10 August 2022 Accepted: 03 October 2022 Published: 22 December 2022 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto Abstract Bible is the Word of God and the word is God Himself. People of God must love the Bible because it is the Word of God. so believers must have read the Bible at least once in lifetime from Genesis to Revelation. In fact, the love of Bible decreasingly, so it is time for the church to motivate GodAos people to re-commit to love the Bible. The church with discipleship basis which always and regularly teach the word of God could fulfil the calling to equip all disciples to be matured in Him and could be the bride of Christ. Writer used library research qualitative methodology to conclude there are ways to motivate people of God to observe His Church has discipleship. Word of God learning group, build some of facilities to support People of God to learn the Bible and issue certificate for whom completely read and meditate the Word of God in certain period. Keyword: Word Of God. People Of God. Discipleship. Church. Abstrak Alkitab adalah Firman Allah atau ucapan Allah. Sebagai ciptaanNya, jemaat gereja membangun hubungan lewat keintiman membaca isi hati Allah lewat Firman Allah yang terdapat pada Alkitab. Pada kenyataannya terdapat kecenderungan jemaat gereja jarang membaca Alkitab. Oleh karena itu diperlukan peningkatan peran gereja untuk memotivasi jemaat agar kecintaan membaca Alkitab meningkat dan terus dipertahankan demi kelangsungan pemuridan gereja dan pertumbuhan rohani jemaat yang dewasa. Penulis melakukan penelitian dengan metode kualitatif studi pustaka dan menyimpulkan bahwa ada berbagai cara untuk menimbulkan minat baca Alkitab di era zaman sekarang. Gereja membentuk kelompok pemuridan, kelompok belajar Alkitab bersama, membuat sarana yang mendukung pembelajaran Alkitab dan menerbitkan sertifikat bagi jemaat yang berhasil menyelesaikan pembacaan dan perenungan Alkitab selama setahun atau periode tertentu yang telah ditentukan oleh gereja. Kata kunci: Firman Allah. Jemaat. Pemuridan. Gereja. PENDAHULUAN Alkitab merupakan kitab suci bagi umat Kristiani. Alkitab adalah super buku, yang dipercaya oleh umat Kristiani sebagai sebuah buku yang ditulis oleh manusia, dan diilhamkan oleh Allah. Alkitab menjadi penuntun atau pedoman bagi hidup umat Kristiani atau jemaat ke perubahan yang lebih baik. Alkitab merupakan buku kehidupan yang memberi jawaban atas segala persoalan, pergumulan dan janji-janji masa depan. Dengan membaca dan menelaah Alkitab, jemaat akan lebih mengenal Allah, lebih menghormati dan lebih patuh kepada Allah (Manalu, 2. Orang Kristen atau jemaat harus mencintai Alkitab karena Alkitab merupakan Firman Allah, yang berisi panduan bagaimana jemaat atau umat Allah seharusnya menjalankan kehidupan selama ada di dunia ini. Berarti Alkitab merupakan buku yang sangat mendasar Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto untuk dibaca dan ditelaah di dunia postmodern (Selan, 2. Di dalamnya, terdapat kisah tentang Anugrah Allah demi menyelamatkan manusia. Dengan mencintai Alkitab, jemaat diharapkan memiliki waktu yang rutin untuk membaca dan menelaah Alkitab. Merencanakan disiplin rohani untuk membaca dan menelaah Alkitab merupakan tindakan memerlukan tekad, komitmen dan disiplin yang tinggi (Pellokila, 2. Tentunya yang paling utama adalah menjadi pelakunya tapi bagaimana melakukan jika belum atau jarang membaca atau menelaah Alkitab secara utuh. Mencintai Alkitab memerlukan suatu tingkat kesadaran akan makna Alkitab bagi seorang jemaat, pentingnya dan manfaat membaca dan menelaah Alkitab bagi kehidupan jemaat itu sendiri. Namun dalam kenyataan, sering ditemukan di gereja bahwa sebagian besar jemaat tidak atau belum pernah membaca atau menelaah Alkitab dari Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Wahyu sekalipun seumur menjadi seorang Kriten atau jemaat. Sebagian jemaat hanya membaca Alkitab saat ibadah atau acara-acara tertentu saja. Padahal dengan rajin membaca dan menelaah Alkitab, jemaat akan memperoleh banyak manfaat seperti bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, mengalami perubahan karakter, mengalami pertumbuhan iman dan siap menghadapi hidup yang penuh tantangan. Jemaat atau orang Kristen yang baru mengalami proses pertobatan dan lahir baru harus mendapatkan arahan yang tepat untuk memastikan pertumbuhan kehidupan kekristenan Hal ini memerlukan peran gereja untuk melatih, membimbing dan memastikan pertumbuhan sampai pada keserupaan akan Kristus ini terjadi secara berkesinambungan dengan menciptakan berbagai cara dan sarana yang tepat. Gereja dipandang sebagai institusi atau wadah tempat orang Kristen berkumpul, tertanam dan bertumbuh memiliki peran tersendiri untuk memotivasi jemaat mencintai Alkitab dengan mempelajarinya secara mandiri atau melalui kelompok yang ada di gereja. Jadi, penelitian ini berfokus pada peran gereja dan berbeda dengan penelitian terdahulu yang berfokus pada peran gembala atau pemimpin Tujuan penelitian ini adalah bagaimana gereja menciptakan perangkat, sarana, program, metode atau teknologi agar dapat memotivasi jemaat mencintai Alkitab dengan cara-cara yang kreatif, terencana dan berkesinambungan. Agar gereja-gereja menjadi tempat memperlengkapi jemaat untuk menjadi jemaat-jemaat yang mencintai Alkitab, membaca dan menelaahnya, mempraktekkannya dalam kehidupan dan akhirnya tangguh untuk menjalankan tugas misi di muka bumi ini dan menjadi jemaat yang memiliki karakter Kristus. Penulis melakukan penelitian yang berbeda dan belum pernah ada dibandingkan dengan penelitian- Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto penelitian sebelumnya yang menyoroti peranan gereja dalam hal yang lain. Penulis dalam penelitian ini melihat adanya masalah mengenai kurangnya minat membaca Alkitab pada jemaat-jemaat, sehingga peran gereja lokal diperlukan untuk mendorong dan mengembalikan kecintaan kepada Firman Tuhan atau Alkitab. METODE Penulis mengunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka yang mengacu pada literatur jurnal, buku dan Alkitab sebagai landasan, untuk mempermudah mengobservasi objek yang dibahas (Istinatun et al. , 2. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana gereja menciptakan perangkat, sarana, program, metode atau teknologi agar dapat memotivasi jemaat mencintai Alkitab dengan cara-cara yang kreatif, terencana dan berkesinambungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gereja yang dirancang seharusnya gereja yang bukan hanya sebagai institusi keagamaan tetapi movement church yang berperan dalam kaitannya menghasilkan para mempelai Kristus. mempelai berarti jemaat yang dewasa secara rohani. Oleh karena itu, perlu pemahaman terhadap jemaat yang Tuhan percayakan dan melakukan inventarisasi sumbersumber yang ada dalam gereja sehingga gereja dapat memutuskan cara, metode ataupun sarana yang harus dilakukan dalam memotivasi jemaat mencintai Alkitab. Ada gereja yang melakukan perannya dengan membangun sarana seperti perpustakaan, membentuk kelompok kecil belajar Alkitab, ada yang memberikan sertifikat bagi jemaat yang berhasil menyelesaikan pembacaan Alkitab dalam periode tertentu dan ada yang melakukan beberap cara bersamaan. Namun, tujuan ini dapat dicapai jika gereja dan jemaat saling bersambut dimana gereja berperan dan jemaat juga menanggapi peran gereja demi tercapainya jemaat yang mencintai Alkitab. Orang percaya dengan tekun mempelajari Alkitab akan menjadi orang percaya atau jemaat yang memahami pesan dan perintah Kristus serta melakukan perintah dengan tepat. Tentang Alkitab dan Manfaatnya Dalam bukunya Purposed driven church. Rick Warren menyatakan AuBuilding Church is building peopleAy, dapat diartikan secara sederhana bahwa membangun gereja tidak lepas dari membangun manusianya atau jemaatnya (Warren, n. Jemaat perlu dibangun untuk mencintai Alkitab. Tanpa mencintai Alkitab, jemaat hanya akan menjadi Aubayi rohaniAy saja. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto Untuk menjadi AudewasaAy perlu kedisiplinan untuk mencintai Alkitab. Apa sebenarnya Alkitab itu? Menurut Yohanes R. Suprandono . , ada empat arti tentang Firman Allah, yaitu Firman Allah adalah Pribadi Yesus Kristus. sebagai Allah berbicara secara pribadi kepada Firman Allah yang disampaikan melalui mulut hamba-Nya. dan Alkitab. Menurut kitab 2 Timotius 3:16 yang berbunyi AuSegala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaranAy, maka jelas bahwa Alkitab merupakan buku yang berharga dan sangat mendasar untuk dibaca, direnungkan, diobservasi dan dipraktekan dalam kehidupan umat Kristiani. Matius 4:4. Yesus sendiri juga menyatakan bahwa AuAda tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Ay Jelas sekali bahwa Firman Allah merupakan kebutuhan yang secara teratur harus dipenuhi dalam kehidupan manusia. Jika jemaat memiliki tingkat kesadaran bahwa Alkitab bukan buku biasa tapi buku yang akan menjadi pedoman kehidupan orang percaya maka jemaat mencintai Alkitab dan secara disiplin akan membaca Alkitab untuk mencari tahu bagaimana seharusnya kehidupan ini dijalankan. Jadi, pertama adalah masalah kesadaran jemaat tentang pengertian Alkitab bagi kehidupannya. Kedua, manfaat membaca atau mencintai Alkitab bagi Jemaat yang memahami manfaatnya, tentu akan mencintai Alkitab lebih dari buku Dalam berbagai literatur dapat ditemukan berbagai manfaat membaca Alkitab yaitu membawa keselamatan, menguatkan dari cobaan, meneguhkan iman tentang keselamatan, menguatkan iman tentang kuasa doa, menjadi serupa dengan Allah, memberi damai sejahtera, dan memberi jalan keluar (Gultom, 2. Namun, penulis menyimpulkan dari berbagai literatur yang pernah dibaca bahwa manfaat Alkitab adalah menurut Yohanes R. Suprandono, kesetiaan dalam mengikuti Alkitab sebagai pedoman hidup kita akan membentuk kerangka dan pola pikir, sudut pandang, dan pola laku kita sehingga membentuk kebudayaan Kristen (Suprandono, 2. Walaupun orang percaya memiliki kesadaran dan memahami manfaat membaca Alkitab, selanjutnya kembali ke diri orang percaya tersebut untuk mau mendisiplin diri dengan waktu yang teratur dan tetap untuk membaca dan mempelajari Alkitab baik dalam waktu perenungan pribadinya maupun dalam kelompok pemuridan yang ada di gereja lokal. Ada satu pepatah mengatakan Autanpa kedisiplinan tidak akan ada pertumbuhanAy, demikian Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto pula bagaimana jemaat bertumbuh tanpa disiplin membaca, merenungkan, menelaah Alkitab dan melakukannya dalam hidup sehari-hari. Tantangan Gereja terhadap Kemunduran Membaca Alkitab Tantangan jemaat mencintai Alkitab, selain masalah kedisiplinan yaitu Alkitab bukan buku biasa yang mudah dipahami. Alkitab merupakan buku pedoman kehidupan yang menyangkut banyak aspek yang walaupun tidak mudah dipelajari tetapi telah disiapkan beberapa alat bantu jika ingin menggali Alkitab secara lebih dalam seperti kamus Alkitab atau beberapa website dapat digunakan untuk membantu, misalnya BibleGateway. Biblehub. Bible. oorg, atau BibleStudyTools. org (Gallaty, 2. Membangun kesadaran jemaat untuk mencintai Alkitab, membaca dan memahaminya setiap hari merupakan tantangan tersendiri buat gereja. Ditambah lagi adanya kenyataan, dari sumber bisniskumkm, bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen yang berarti dari 1. 000 orang Indonesia hanya 1 orang yang gemar membaca. Hasil riset berbeda bertajuk WorldAos Most Literate Nations Ranked yang dilakukan Central Connecticut State University pada Maret 2016. Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca (BISNIS KUMKM, 2. Sumber lain. Pikiran Rakyat melalui posjakut. com yang diterbitkan pada tanggal 8 Juli 2022 menyatakan bahwa ada lima negara dengan tingkat literasi atau minat membaca tertinggi yaitu Finlandia. Belanda. Swedia. Australia dan Jepang. Di negara-negara ini, pemerintah berperan aktif menciptakan sarana perpustakaan dan budaya minat membaca rakyatnya, misalnya di Jepang, satu-satunya negara di Asia yang termasuk dalam negara dengan minat baca tertinggi dikenal istilah Autachi yomiAy atau datang ke toko buku untuk membaca di malam hari (Hadyan, 2. Masyarakat Jepang terbiasa menunggu sambil membaca buku, alih-alih menggunakan gawai seperti masyarakat di Indonesia. Budaya minat membaca ini dibentuk oleh pemerintah negara-negara tersebut melalui sistem pendidikan seperti siswa membaca selama sepuluh menit sebelum pelajaran dan sebelum sekolah berakhir, memberikan paket buat keluarga yang baru memiliki bayi yang berisi buku-buku untuk dibacakan oleh orang tuanya bahkan mengadakan program tantangan membaca yang bertujuan memotivasi orang tua menanamkan budaya membaca di keluarga. Pemerintah Indonesia perlu meneladani pemerintah negara-negara tersebut dalam memotivasi masyarakat Indonesia untuk menciptakan budaya membaca. Sebaliknya masyarakat Indonesia perlu kesadaran agar budaya membaca terus diciptakan di dalam keluarga-keluarga di Indonesia karena Indonesia merupakan negara peringkat kedua kategori perpustakaan terbanyak di Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto dunia setelah India yang menduduki peringkat satu di dunia (Ghazali, 2. Melalui fakta ini, gereja akan diperhadapkan dengan tantangan bagaimana membudayakan minat membaca di jemaat khususnya Alkitab sebagai buku pedoman kehidupan bagi jemaat dan ketersediaan perpustakaan gereja dimanfaatkan oleh jemaat sebagai tempat belajar yang edukatif dan Berdasarkan Sumber: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagr. , populasi penduduk Indonesia 273,3 juta orang dengan total penduduk beragama Kristen sebanyak 20,45 jt jiwa 3 Jika dari 1. 000 orang hanya 1 yang gemar membaca dalam hal ini penulis asumsikan gemar baca Alkitab maka dari 20,45jt jiwa yang beragama Kristen dan gemar membaca dan merenungkan Alkitab hanya 20,450 jiwa saja (BISNIS KUMKM, 2. Jika data tersebut dipakai untuk sedikit mewakili maka data tersebut menggambarkan minat baca umat Kristiani atau mencintai Alkitab cukup mengkhawatirkan. Untuk itu, penulis bermaksud mencari lebih dalam mengenai minat baca Alkitab, faktor-faktor yang menyebabkan keengganan, maanfaat-manfaat, dan bagaimana peran gereja dalam memotivasi jemaat untuk mencintai Alkitab. Bagaimana dengan Amerika? Kenneth Berding, seorang guru besar Perjanjian Baru di Talbot School of Theology, bahwa kebutaaksaraan Alkitab telah mencapai titik kritis. AuSemua penelitian menunjukkan bahwa literasi Alkitab di Amerika berada pada titik terendah sepanjang masa,Ay kata Berding dalam sebuah wawancara dengan Christian Post. Pengalamannya ketika mengajar kelas mahasiswa baru di perguruan tinggi setiap tahun selama 15 tahun terakhir, menunjukkan bahwa walaupun mahasiswa pada 15 tahun yang lalu tidak banyak tahu tentang Alkitab saat memasuki kelasnya, rata-rata mahasiswa masa kini mengetahui lebih sedikit lagi tentang Alkitab. Dengan akses digital yang luar biasa ke Kitab Suci di perangkat bergerak kita dan kemampuan untuk menyebarkan Kitab Suci, orang-orang menjadi terputus dari keterlibatan sepenuh hati dalam Kitab Suci. Orang-orang Kristen masa kini lebih banyak berbagi dan lebih sedikit membaca (White, 2. Pernyataan Kenneth Berding tentang kebutaaksaraan Alkitab di Amerika, dapat juga dijadikan cermin agar gerejagereja mulai melihat apakah gejala kebutaaksaraan Alkitab sedang atau sudah melanda jemaat di gereja-gereja, terutama gereja-gereja yang belum memiliki program atau metode yang bertujuan memotivasi jemaat mencintai Alkitab. Tentunya hal ini perlu diwaspadai agar jemaat bukan menjadi jemaat yang lebih banyak berbagi saja tetapi juga lebih banyak membaca dan memahami Alkitab dan melakukannya dalam kehidupan sebelum Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto Membaca yang dimaksudkan penulis adalah merenungkan dan menelaah Alkitab dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh atau setidaknya pernah membaca satu kali saja seumur hidup dari Kitab Kejadian sampai dengan Wahyu. Dalam hal ini, penulis juga berharap dengan adanya penelitian ini dapat menjadi alat dorong untuk jemaat secara pribadi memiliki tekad yang kuat membaca, merenungkan, mengobservasi dan mempraktekkan apa yang tertulis di Alkitab juga gereja sebagai wadah pertemuan jemaat secara korporat berperan memotivasi jemaat-jemaatnya. Fakta minat baca di Indonesia yang cukup mengkhawatirkan dapat dipandang merupakan bayangan yang mengancam minat baca jemaat terhadap Alkitab Sehingga perlu terus dilakukan dan ditingkatkan peran gereja dalam memotivasi jemaat mencintai Alkitab. Jika jemaat dengan sadar menerima Alkitab seperti yang dinyatakan di atas, maka seharusnya jemaat mencintai Alkitab lebih dari apapun. Dan peran gereja sebagai tempat jemaat mengalami pertumbuhan dalam pengenalan akan Tuhan juga penting yaitu untuk memotivasi jemaat baik dalam kelompok pembelajaran Alkitab, kelompok sel, pemuridan dan program kreatif lainnya agar jemaat mencintai Alkitab. Gereja harus kembali melakukan perannya sebagai motivator bagi jemaat untuk mencintai Alkitab. Gereja harus kembali memunculkan kesadaran arti penting mencintai Alkitab bagi kehidupan jemaat secara individu maupun kelompok. Berkaca dari rendahnya minat baca di masyarakat Indonesia, maka gereja harus waspada dan terus mencari cara yang kreatif untuk membuat jemaat kembali mencintai Alkitab. Dalam buku Rediscovering Discipleship. Robby Gallaty menyatakan: AuUntuk terlibat dalam pemuridan seperti yang dimaksudkan oleh Sang Guru, menurut saya sebuah kelompok pemuridan harus memiliki lima unsur utama, yaitu: bermisi, bertanggung jawab, bermultiplikasi, komunal dan berlandaskan Alkitab. Ay Yang dimaksud berlandaskan Alkitab adalah: Spangler dan Tverberg dalam Sitting at the Feet of Rabbi Jesus, menuliskan pentingnya mempelajari Alkitab: AuApakah Anda terkejut jika dikatakan bahwa para rabi melihat kegiatan belajar, bukannya doa, merupakan bentuk tertinggi dari ibadah? Mereka menegaskan bahwa ketika kita berdoa, kita bicara kepada Allah, tapi ketika kita belajar Alkitab. Allah bicara pada kitaAy (Gallaty, 2. Karena belajar Alkitab merupakan suatu proses belajar maka gereja perlu memberikan perhatian khusus untuk menyusun topik-topik agar seluruh isi Alkitab dapat dipelajari oleh jemaat dengan tepat dan jelas. Pemimpin gereja perlu mengorbankan lebih banyak waktu untuk mengajar dan melakukan re-generasi pengajar agar pengajaran di jemaat dapat terjadi secara konsisten dan berkesinambungan. Waktu dan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto energi pemimpin gereja juga menjadi tantangan lain. Membuat topik-topik agar keseluruhan isi Alkitab dapat diajarkan kepada jemaat seperti membuka hutan agar ada jalan sehingga diperlukan usaha yang terus menerus demi tersampaikan dan dipahaminya isi Alkitab kepada Adanya tantangan ini, membuat gereja harus mencari metode atau program yang cocok dengan budaya jemaat yang ada di gereja masing-masing. Dalam Yoh 1:1 AuPada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah AllahAy. Dari ayat ini. Alkitab yang adalah Firman Allah. Firman itu adalah Allah sendiri. Firman tidak dapat dipisahkan dari Allah. Juga dalam ada pertanyaan AuBagaimana seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?Ay lalu Maz 119:9 AuDengan menjaganya sesuai dengan firman-MuAy. Jadi, dalam pelayanan di gereja apapun bentuknya harus selalu berlandaskan Alkitab. Gereja memotivasi jemaat untuk mencintai Alkitab memiliki peran strategis. Karena Gereja dalam menerapkan programnya atau apapun bentuknya, harus tetap menjadikan Alkitab sebagai landasannya. Karena saat jemaat belajar Alkitab, maka secara tidak langsung belajar menjadi pribadi yang lebih baik, pasangan yang lebih baik, orang tua yang lebih baik bahkan murid Yesus yang lebih baik. AuBelajar Alkitab sampai Alkitab sudah jadi bagian diri kitaAy. Metode sederhana yang diterapkan di pemuridan Robby Gallaty, adalah sebagai berikut :Kesatu. Belajar Alkitab tidak terburu-buru. Membuat jurnal Alkitab setiap hari, dan ketiga. Menghafal Alkitab setiap minggu (Gallaty, 2. Melalui penerapan langkah-langkah ini, diharapkan jemaat termotivasi mencintai Alkitab. Gereja yang mendorong setiap kelompok pemuridan yang berlandaskan Alkitab dengan menerapkan beberapa langkah di atas dapat memotivasi jemaat mencintai Alkitab sebagaimana jemaat mencintai Allah karena Firman itu adalah Allah sendiri. Membaca, berdoa, dan menghafal Firman Tuhan merupakan rangkaian tindakan yang harus dilakukan secara rutin dalam kehidupan orang Kristen atau jemaat agar dapat mengenal Allah (Panjaitan, 2. Semakin rajin orang Kristen atau jemaat membaca dan menelaah Alkitab dan melakukannya dalam kehidupan Orang Kristen maka Orang Kristen atau jemaat mengalami pertumbuhan rohani yang signifikan. Fakta lain yang terjadi di Amerika adalah melalui berbagai lembaga survei menyatakan bahwa adanya penurunan yang mengkhawatirkan tentang pengetahuan literasi Alkitab di antara orang percaya di Amerika sehingga muncul pertanyaan bagaimana seseorang dapat menjadi orang percaya yang sejati jika orang percaya tersebut tidak mengetahui pesan dan pereintah Kristus? Pesan dan perintah Kristus yang dapat diperoleh Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto melalui proses membaca, menelaah Alkitab. Survei lain terhadap anak-anak muda juga menunjukkan kecenderungan penurunan yang tajam bahkan meninggalkan gereja. Fenomena ini terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman peran gereja untuk memotivasi jemaat mencintai Alkitab dan menelaahnya melalui proses pemuridan dimana pemuridan yang dimaksud bukan pemuridan dengan fokus fellowship semata-mata tetapi proses pemuridan yang meletakkan dasar pemahaman yang tepat (Burggraff, 2. Dalam Matius 28:19-20 jelas dituliskan bahwa Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya untuk melakukan pemuridan dimana perintah ini berlaku sampai dengan sekarang. Saat seseorang mengkonversikan dirinya melalui proses lahir baru, menjadi bayi rohani maka orang ini perlu mencintai Alkitab dengan mempelajari dengan seksama sebagai bagian tanggung jawab orang tersebut agar mengalami pertumbuhan, semakin dewasa secara rohani sampai keserupaan Kristus terjadi dalam kehidupannya. Juga dalam 1 Korintus 2:16 menjelaskan tentang mind of Christ . ikiran Kristu. merupakan bagian yang harus dibentuk atau ditaklukkan juga dalam hidup orang percaya atau seorang murid sampai seluruh aspek hidupnya mencapai keserupaan Kristus sehingga orang percaya bukan orang percaya biasa tetapi melalui pemuridan yang berfokus dengan dimulai dari pengetahuan Alkitab, terinternalisasi dalam hidup orang percaya dapat dihasilkan orang percaya yang memiliki kualitas pemahaman Alkitab yang lengkap dan kompeten. Tentu juga bukan orang percaya yang hanya memahami tetapi juga cakap mempraktekkan apa yang dipesankan dan diperintahkan oleh Kristus. George Barna, seorang peneliti terkenal di Amerika menyatakan kekhawatiran tentang minat mempelajari Alkitab orang-orang percaya di Amerika dengan melakukan survey dengan beberapa pertanyaan dasar antara lain: pertama, nama-nama injil. kedua, nama murid Yesus. dan memperoleh hasil survey yang mengenaskan yaitu sedikit sekali orang dewasa Kristen yang bisa menyebutkan nama-nama injil, banyak orang Kristen tidak dapat mengidentifikasi lebih dari dua atau tiga murid Yesus. Bahkan berdasarkan data dari Barna Research Group, 60% orang Kristen di Amerika tidak dapat menyebutkan lima dari sepuluh perintah Allah. Sehingga menyatakan bahwa orang Kristen di Amerika yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang Alkitab meningkat . iblically illiterat. Juga Researchers George Gallup dan Jim Castelli menyatakan bahwa orang Kristen Amerika akan mengalami situasi yang lebih buruk daripada yang dapat dibayangkan karena tidak mempelajari Alkitab dengan baik maka akan menjadi bangsa yang tidak memiliki literasi Alkitab . nation of biblical illiterate. (Mohler, 2. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto Hasil survei dari lembaga-lembaga survei Amerika yang bermutu ini bukan tidak mungkin terjadi pada orang Kristen di Indonesia. Sehingga perlu dilakukan tindakan- tindakan pencegahan dan peran gereja harus segera ditingkatkan. Tantangan gereja di masa mendatang akan lebih berat dengan adanya jumlah jemaat yang banyak tanpa adanya keseimbangan dalam kualitas keintiman dengan Firman Tuhan dan dalam hal ini Gereja perlu meningkatkan jemaat yang dewasa rohani dan siap melakukan Amanat Agung. Peran Gereja untuk meningkatkan minat membaca Alkitab Menyediakan Sarana Prasarana untuk Membaca Alkitab Menurut Endang Pasaribu, menegaskan bahwa AuPada kenyataan yang tidak dapat untuk dihindari bahwa banyak jemaat yang baru bertobat dari hasil penginjilan yang dilakukan oleh gereja tetapi tidak mengalami pertumbuhan dan kedewasaan Iman. Hal ini disebabkan karena gereja belum sepenuhnya berperan sebagai pusat pendidikan agama KristenAy (Pasaribu et al. , 2. Setiap gereja seharusnya menjadi pusat atau tempat jemaat mendapatkan pendidikan atau pemahaman yang utuh dan lengkap tentang isi Alkitab mulai dari memotivasi, membangun sarana prasana seperti perpustakaan yang menyediakan bukubuku tentang isi Alkitab dan tafsirannya selain tempat yang nyaman untuk jemaat membaca dan menelaah Alkitab. Juga disediakan satu tempat di gereja menjual buku-buku tentang tafsir Alkitab seperti Kitab Ester. Kitab Ayub, dan lainnya. Gereja berperan sebagai pusat belajar jemaat dan merupakan salah satu sarana pembinaan jemaat baik bersifat rohani maupun edukatif dan informatif. Melalui perpustakaan tradisional dan digital, gereja dapat memotivasi jemaat mencintai Alkitab. Selain perpustakaan, gereja juga dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang mendorong jemaat mencintai Alkitab seperti kegiatan atau program tantangan membaca Kitab Ester atau Injil Matius dan kitab-kitab lainnya, kegiatan membuat permainan board game dimana permainannya dibuat dengan dasar-dasar alkitabiah, bulan kuis Alkitab, tantangan 365 hari membaca Alkitab. Gereja harus berusaha mencari cara-cara yang kreatif demi tercapainya jemaat memiliki budaya membaca dan memahami Alkitab sebagai gaya hidupnya. Pada akhirnya, gereja diharapkan berhasil berperan untuk membentuk suatu jemaat yang tangguh dan kokoh dalam kehidupan karena pemahaman jemaat tentang Alkitab yang mendalam dan menjadi pelaku Firman Tuhan telah diusahakan. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto Membentuk Kelompok Penelaahan Alkitab Setiap orang Kristen atau jemaat dan gereja harus menyadari bahwa kedewasaan iman tidak muncul seketika atau datang dengan sendirinya namun harus diusahakan oleh orang Kristen atau jemaat mulai dari membaca dan menelaah Alkitab secara berulang-ulang dan melakukannya dalam kehidupan orang Kristen atau jemaat (Asmat Purba, 2. Gereja perlu membentuk kelompok pemahaman Alkitab melalui kelompok tumbuh bersama dengan pendampingan sehingga jemaat dapat mengalami kedewasaan iman. Gereja perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap peran dan tanggung jawabnya agar jemaat bisa mengalami kedewasaan dengan mempelajari Alkitab baik secara mandiri maupun kelompokkelompok yang ada di gereja-gereja. Pembekalan rohani dapat dilakukan pendalaman Alkitab melalui kelas teologi dasar agar jemaat memiliki dasar pengertian kuat terhadap Alkitab sehingga jemaat tidak mudah diombang-ambingkan ajaran-ajaran sesat yang ada di dunia (Heryanto, 2. Juga dapat membuka kelas atau kelompok kecil untuk belajar Alkitab dengan cara berdialog atau diskusi Alkitab secara terbuka, aktif, rilex dengan semua anggota jemaat (Sianipar, 2. Kelompok penelaahan Alkitab dapat dilakukan seminggu sekali, sesuai dengan kelompok umur jemaat yang ada di gereja, dimana semua anggotanya memiliki keinginan yang sama yaitu memiliki kerinduan untuk menelaah Alkitab. Satu kelompok penelaahan Alkitab dipimpin oleh seorang pemimpin yang ditunjuk atau ditugaskan oleh gereja, semua anggotanya saling mengasihi, memberi ruang untuk belajar Alkitab bersama, saling terbuka dan percaya mengenai kehidupan yang sedang dialami maupun yang sudah dialami. Setiap hasil penelaahan Alkitab merupakan komitmen yang harus dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok penelaahan Alkitab. Kelompok yang dibentuk merupakan kelompok yang terdiri dari empat sampai dengan tujuh orang anggota. Di dalam kelompok penelaahan Alkitab terjadi proses saling belajar yang menyenangkan dan menikmati kebersaamaan, sehingga kelompok penelaahan Alkitab mencapai tujuannya yaitu jemaat mencintai Alkitab dan selalu rindu mempelajarinya serta melakukannya dalam kehidupan sehari-hari sampai keserupaan Kristus dapat digenapi (Maiaweng, 2. Diharapkan dengan adanya kelompok ini, spiritual masing-masing jemaat atau anggota kelompok penelaahan Alkitab mengalami Pemahaman atau penelaahan Alkitab yang dimaksud oleh penulis adalah kegiatan sekelompok orang untuk membaca, mendengar, belajar, mendiskusikan, merenungkan serta menerapkannya dalam kehidupan semua anggota kelompok. Alkitab menjadi bahan yang Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto menarik untuk didiskusikan. Masing-masing anggota boleh bertanya tentang topik yang dibahas dengan bebas bahkan bisa terjadi debat yang sehat karena semua anggota bebas mengutarakan apa yang didapatkannya dari ayat-ayat, pasal-pasal yang dibaca bersama sehingga kegiatan ini memberikan suatu pemahaman baru atau pengetahuan tentang Firman Tuhan yang harus dilakukan. Setiap minggu diberikan topik yang berbeda dimana dipastikan ada hal baru yang didapatkan oleh semua anggota kelompok penelaahan Alkitab. Topik-topik telah disusun oleh pemimpin gereja secara berkesinambungan. Gereja berperan memastikan kelompok-kelompok ini berjalan secara rutin, bertanggung jawab dan berkesinambungan . id, n. Dalam pelaksanaan kelompok-kelompok kecil ini, ada yang menyebutnya dengan istilah pemuridan. Setelah seseorang lahir baru maka proses selanjutnya agar seseorang dapat mengalami pertumbuhan secara terus menerus, orang percaya tersebut harus mengikuti proses pemuridan. Dimana orang percaya tersebut mulai membaca Alkitab dan dimuridkan. Pemuridan merupakan proses mengikuti atau meneladani Yesus. Orang percaya dapat mengenal Allah lebih dalam yaitu salah satunya melalui pemahaman Alkitab dalam kelompok-kelompok kecil yang ada di gereja. Peranan gereja sangat penting dalam pelaksanaan kelompok-kelompok kecil dimana jemaat orang tua maupun remaja dapat memahami Alkitab dan menjadi pelaku Firman (Resti, n. Gereja perlu memotivasi jemaat untuk mencintai Alkitab sejak dari usia anak, remaja maupun dewasa bahkan lansia. Upaya gereja menciptakan kelompok-kelompok kecil agar jemaat secara bersama-sama mengalami pertumbuhan rohani melalui belajar Alkitab bersama melalui kelompok-kelompok tersebut. Kelompok-kelompok kecil ini memiliki nama yang berbeda di beberapa gereja seperti Kelompok Penelaahan Alkitab (KPA). Kelompok Tumbuh Bersama (KTB), dan lainnya. Apapun namanya selama berlandaskan Alkitab dan Alkitab yang menjadi pokok bahasan maka gereja yang memiliki kelompok-kelompok ini sudah berperan dalam memotivasi jemaat mencintai Alkitab. Namun demikian, gereja tetap harus melakukan pemantauan terhadap proses keberlangsungan kelompok-kelompok tersebut supaya tujuan dimana jemaat dapat belajar Alkitab secara berkesinambungan dan konsisten tetap berjalan dengan tepat. Jemaat yang dewasa merupakan hasil dari proses belajar jangka panjang. Gereja perlu mengusahakannya terus menerus dan membutuhkan pertolongan Tuhan untuk mencapainya. Ini bagian dari membangun manusia atau jemaat. Pembangunan manusia dalam hal karakter dan spiritual melalui pemahaman Alkitab, mempraktekannya sampai menjadi gaya hidup perlu peran gereja yang terus berjuang menerobos setiap tantangan dengan anugrah Tuhan. Dalam Matius 28:18Ae20, gereja seharusnya menjadi gereja yang memuridkan karena Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto memuridkan merupakan pola yang dilakukan oleh Yesus kepada murid-muridNya. Dengan pola memuridkan. Yesus berhasil menghasilkan murid-murid yang radikal dalam memahami apa yang Yesus ajarkan dan melakukannya dengan sungguh-sungguh berapapun harga yang harus dibayar bahkan hidup harus menjadi bayarannya. Gereja saat ini harus menganalisa apakah kualitas jemaat yang ada merupakan kualitas murid dimana Alkitab sudah menjadi dasar dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Gereja suatu saat harus memberi pertanggungjawaban kelak di hadapan Tuhan. Dengan demikian peran gereja memotivasi jemaat mencintai Alkitab melalui kelompok-kelompok kecil merupakan tugas menjalankan Amanat Agung. Memberikan Sertifikat Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kata penghargaan merupakan sesuatu yang diberikan kepada seseorang atau kelompok jika seseorang atau kelompok tersebut berhasil melakukan suatu tugas tertentu. merupakan suatu tindakan menghargai (Poerwadarminta, 2. Suatu bentuk apresiasi usaha karena berhasil mencapai suatu tujuan atau tugas tertentu. Memberikan penghargaan adalah bagian dari menghargai usaha yang dilakukan dengan pengorbanan waktu dan tenaga demi tujuan atau tugas terlaksana dengan Penghargaan yang diberikan salah satu bentuknya adalah sertifikat. Untuk memotivasi jemaat terlibat aktif dalam penelaahan Alkitab, jemaat yang telah membaca Alkitab secara lengkap yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru setahun penuh, jemaat yang unggul dalam menyelesaikan tantangan membaca satu kitab tertentu dan berbagai kegiatan lainnya dimana Alkitab menjadi pokok bahasannya maka gereja dapat memberikan penghargaan berupa Pemimpin gereja harus menetapkan terlebih dahulu ukuran-ukuran atau batasanbatasan yang akan digunakan untuk menyatakan seorang jemaat atau kelompok belajar Alkitab yang layak diberikan penghargaan atau sertifikat. Contohnya tantangan membaca satu kitab tertentu diselesaikan sebelum waktu yang ditentukan dan dapat menjelaskan pemahamannya dengan lengkap. Kategori lengkap juga dapat dijabarkan dengan lebih rinci lagi supaya tidak menimbulkan bias dan penilaian tetap objektif. Namun, nilai-nilai dalam memberikan sertifikat tetap harus ditekankan bahwa tidak kalah pentingnya bahwa jemaat tetap harus menjadi pelaku Firman Tuhan dalam hidupnya. Firman Tuhan dihidupi dalam keseharian jemaat. Pemberian sertifikat dilakukan di hadapan jemaat lainnya. Hal ini diharapkan dapat juga menjadi motivasi buat jemaat lain untuk mengikuti jejak untuk membaca dan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto merenungkan Alkitab. Jemaat yang sudah membaca Alkitab, merenungkan dan melakukan apa yang dikatakan Firman Tuhan dalam hidupnya, jemaat tersebut mendapat sertifikat, bahkan memberikan kesaksian bagaimana hidupnya diubahkan dari pemahamannya akan Firman Tuhan yang diperolehnya dari kelompok kecil maka saat itu terjadi transformasi dari Alkitab yang adalah perkataan Allah menjadi hidup dalam pribadi jemaat tersebut. Hidup jemaat mengalami perubahan dan menjadi kesaksian bagi orang lain. Memanfaatkan Teknologi Kecanggihan teknologi telah membuktikan adanya aplikasi yang dirancang bangun untuk membantu jemaat melakukan meditasi Firman Tuhan, sharing, diskusi ayat-ayat Alkitab juga selama handphone terhubung dengan internet. Aplikasi ini masih perlu penyempurnaan namun telah dicoba sehingga kecintaan akan Firman Tuhan, membuat orang Kristen makin memahami Firman Tuhan dan mengalami pertumbuhan rohani yang baik sampai menjadi serupa Kritstus. Gereja dapat mengajarkan cara-cara membaca dan menelaah Alkitab misalnya Lectio Devina yaitu membaca Alkitab dengan bersuara sambil mendengar apa yang didengar seperti Tuhan yang sedang berbicara dengan orang yang sedang membaca Alkitab tersebut (Pellokila, 2. Sehingga jemaat bisa melatih diri dengan disiplin waktu yang baik, menerapkan cara-cara tersebut. Dalam kenyataannya, juga ada beberapa aplikasi atau website seperti sabda. menyediakan berbagai cara untuk belajar Alkitab. Dari website tersebut dapat ditemukan Alkitab online. Alkitab audio, dengan berbagai tafsiran yang sangat membantu semua tingkat usia untuk menelaah Alkitab (Sabda, n. Hal ini membuat jemaat semakin mudah untuk mempelajari Alkitab. Bahkan dengan menggunakan smartphone yang merupakan teknologi yang populer dan sudah umum sekali di dalam keseharian masyarakat saat ini, dapat membantu jemaat dalam mempelajari Alkitab. Ada pula aplikasi yang membantu jemaat melakukan meditasi Alkitab. Meditasi Alkitab yang dimaksudkan adalah kegiatan membaca dan merenungkan Alkitab dengan topik tertentu dan jemaat dapat memberikan komentarnya dan membuat catatan kecil dari hasil perenungannya bahkan menuliskan komitmen yang akan dilakukan sebagai hasil perenungannya dari isi Alkitab tersebut (Lengkong et al. , 2. Jadi teknologi merupakan pendukung yang sangat baik dan membantu peran gereja untuk memotivasi jemaat untuk mencintai Alkitab. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto Alkitab merupakan perkataan atau perintah Tuhan, bagaimana mungkin sebagai orang Kristen dapat melakukan perkataan atau perintah Tuhan tanpa membaca dan menelaah Alkitab. Kitab Mazmur 119:9 menegaskan bahwa AuBagaimanakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Ay maka dari ayat ini, orang Kristen perlu membaca, merenungkan dan menelaah Alkitab dan melakukannya karena hanya dengan membaca dan memahami apa yang dikatakan di Alkitab, orang Kristen dapat menjaga pola pikir, perasaan dan perilakunya selaras dengan perintah Tuhan. Alkitab menjadi sumber atau pedoman kehidupan orang Kristen. Berbagai cara membaca, merenungkan dan menelaah Alkitab dapat dengan mudah ditemukan di saat ini seperti yang sudah dibahas di atas bahwa teknologi sudah mempermudah seorang Kristen untuk membaca dan mempelajari Alkitab. Saat ini di jaman yang dikenal dengan AuIOTAu atau Auinternet of thingAy memberikan kemudahan bagi orang Kristen untuk mengakses Alkitab dengan mudah. Dibandingkan jaman dulu, segalanya serba manual dan perlu pembelajaran secara tatap muka. Dalam Kitab Mazmur 119:27. AuBuatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. Ay Demikian ayat ini memberikan pesan agar jemaat perlu membaca dan merenungkan untuk memahami Tuhan dan perbuatanperbuatan-Nya, mengalami pertumbuhan iman yang dewasa (Ristiono et al. , 2. Tuhan memiliki kerinduan agar jemaat mengenal-Nya dan melakukan Firman-Nya. Orang percaya atau Kristen seharusnya memiliki kerinduan untuk mengenal-Nya melalui kecintaan Alkitab dengan merenungkan Alkitab siang dan malam sehingga memperoleh manfaat darinya. Seperti dikatakan dalam Mazmur 1:2, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam, pastilah mendapatkan penggenapan janji-janji Tuhan yang termaktub di dalamnya. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Penelitian ini berfokus pada peran gereja agar jemaat termotivasi menelaah Alkitab sebagai pedoman hidup dari berbagai aspek kehidupan orang percaya. Hasil penelitian diharapkan memberikan dorongan bagi gereja maupun orang Kristen untuk menelaah Alkitab serta dapat digunakan sebagai referensi tambahan bagi pengembangan, pembahasan, dan penerapan peran gereja terkait dengan jemaat dan Alkitab. Hasil penelitian ini juga secara praktis bermanfaat sebagai rujukan bagi para pemimpin gereja atau jemaat dalam melakukan pembinaan jemaat . elompok sel, kelompok pemuridan dan pendalaman ima. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto KESIMPULAN Penelitian ini membuat gereja semakin giat memotivasi jemaat atau anggota gereja untuk menelaah Alkitab dikarenakan Alkitab adalah perkataan Allah atau Firman Allah untuk menuntut orang Kristen menjalani hidupnya dengan membawa kehidupan Kristus dalam hidup orang percaya. Dalam The Scandal of Biblical Illiteracy : ItAos Our Problem dinyatakan bahwa orang Kristen atau jemaat kurang memiliki pengetahuan alkitabiah merupakan produk gereja yang memarjinalisasi pengetahuan tentang Alkitab juga agar hal ini dapat dihindari maka setidaknya peran gereja dalam memotivasi jemaat mencintai Alkitab adalah mendesak dan penting untuk dilakukan (Mohler, 2. Sebagai orang percaya, pertemuan dan hubungan dengan Allah tidak mungkin dilakukan tanpa membaca Alkitab. Alkitab dipercaya sebagai benih Firman Tuhan dan landasan orang percaya untuk menjadi serupa Kristus. Dalam proses pencapaian tersebut, peran gereja sangat penting untuk menumbuhkan kedewasaan rohani jemaat dengan cara mencintai Firman Tuhan. Karya Tuhan Yesus disalib perlu dinikmati dengan semakin intimnya hubungan orang percaya denganNya. Gereja dapat meningkatkan minat membaca Firman Tuhan dengan berbagai cara, seperti membuat seminar pemahaman Alkitab, membuat komunitas membaca Alkitab, membuat aplikasi teknologi untuk membaca artikel Alkitab dan Alkitab itu sendiri, membuat seri-seri pemuridan dan juga melakukan kontes-kontes membaca Alkitab juga menyediakan fasilitas perpustakaan gereja. Gereja juga dapat memberikan informasi Alkitab dengan versi Bahasa Indonesia yang mudah dipahami. Alkitab dengan ukuran karakternya cukup besar dan mudah dibaca khususnya untuk orang tua. Di gereja bisa dipasarkan buku-buku Alkitab yang membahas satu kitab tertentu misalnya buku yang isinya tentang Korintus. Kitab Ester. Kitab Amsal dan lainnya. Kecintaan kepada Firman Tuhan dan kasih Tuhan juga sesama diharapkan terwujud lewat membaca Alkitab dengan rajin dan konsisten. Perlu diketahui juga, seseorang tidak akan mempercayai lebih dari yang diketahui, dan tidak akan menghidupi lebih dari yang Diharapkan dengan membaca Alkitab, bisa mengetahui lebih banyak dan mempercayai lebih banyak agar menghidupi yang dipercayai lebih banyak. Peulis menemukan bahwa saat ini ada berbagai cara dan sarana yang dibangun oleh masing-masing gereja dalam melaksanakan perannya sebagai motivator bagi jemaat agar mencintai Alkitab. Ada yang memiliki sarana perpustakaan, ada yang membentuk kelompok untuk menelaah Alkitab, mengadakan kelompok-kelompok sel dengan Alkitab sebagai pokok bahasan, melaksanakan pemuridan, menggunakan smart phone untuk membagikan apa yang dipelajari dari Alkitab, ada yang memberikan sertifikat untuk jemaat yang berhasil Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto menyelesaikan program pembacaan Alkitab selama periode tertentu serta ada gereja yang melakukan beberapa cara tersebut di atas. Hal ini dilakukan oleh masing-masing gereja bergantung pada sumber daya dan dana yang dimiliki. Dengan demikian, gereja berperan dan bertanggung jawab menghasilkan orang percaya yang kompeten dalam menjelaskan apa yang dipercayai, apa yang tertulis dalam Alkitab secara lengkap dan utuh sehingga jemaat yang ada dalam gereja merupakan jemaat yang dewasa secara rohani dan layak disebut sebagai mempelai Kristus. Lagi pula, jemaat yang ingin atau rindu mengenal Tuhan, tentunya rindu juga membaca dan menelaah Alkitab sampai terjadi internalisasi dalam sistem kepercayaannya serta melakukannya. BIODATA Viarine Pranata adalah mahasiswa pascasarjana Sekolah Tinggi Teologia Kharisma Bandung. Dia bekerja sebagai profesional di bidang perbankan. Dia mempercayai bahwa sebagai Kristen harus memahami betul Alkitab agar bisa bertindak tepat sesuai Alkitab dan merindukan proses belajar dengan saling berbagi pemahaman agar dapat melakukan percepatan dalam Belajar dan membagi pemahaman merupakan gaya hidup agar kehidupan bisa saling melengkapi sesama dan menjadi berkat dapat digenapi demi kepentingan Ilahi. Viarine Pranata Surel : viarinepranata@gmail. Dr. Yanto Paulus Hermanto. Th. adalah Dosen dan Ketua Sekolah TInggi Teologia Kharisma Bandung. Peneliti Qualitative Research (CIQaR). Dia sudah menulis berbagai karya ilmiah yang berfokus pada teologia, kepemimpinan dan Tulisan-tulisannya merupakan pelayanan bagi generasi untuk berbagai usia mulai dari remaja sampai dewasa, memberikan kontribusi dalam hal moral dan sikap hidup kekristenan yang berdasarkan Alkitab serta terus melakukan penelitian yang bertujuan membangun generasi dari berbagai aspek kehidupan demi kepentingan Kerajaan-Nya. Yanto Paulus Hermanto Surel : yantopaulush@gmail. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Viarine Pranata. Yanto Paulus Hermanto DAFTAR PUSTAKA