PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PT. MENARA RIAU PERKASA Iqbal Amanullah1. Kasmiruddin2 Universitas Riau Jln. Kampus Bina Widya KM. 12,5. Simpang Baru E-mail : iqbal. amanullah3548@student. id (Korespondin. Abstract: This study aims to analyze the impact of motivation and work environment on employee work enthusiasm at PT. Menara Riau Perkasa. The research employs a quantitative approach with a survey method, utilizing SPSS for data analysis. A sample of 40 employees was selected through purposive sampling. The findings indicate that both motivation and work environment have a positive and significant effect on employee work enthusiasm. Collectively, these independent variables account for 87. 6% of the variation in work This suggests that enhancing motivation and creating a supportive work environment are crucial for improving employee work enthusiasm in the heavy equipment Keywords: Motivation. Work Environment On Employee. Work Enthusiasm Perusahaan memiliki berbagai macam sumber daya sebagai input untuk diubah menjadi output berupa produk barang atau Sumber daya tersebut meliputi modal atau uang, teknologi untuk menunjang proses produksi, metode atau strategi yang digunakan untuk beroperasi, manusia dan Diantara berbagai macam sumber daya tersebut, manusia atau sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen yang paling penting. Sumber daya manusia dalam sebuah organisasi terdiri dari semua upaya, keterampilan atau kemampuan semua orang yang bekerja dalam suatu organisasi. Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan (Mangkunegara, 2. Pengelolaan sumber daya manusia mempertahankan, dan mengembangkan tenaga kerja dari segi kualitas dan kuantitas agar dapat didayagunakan secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan bergantung pada pengelolaan sumber daya menusia yang Setiap perusahaan pasti mengharapkan karyawannya bekerja dengan baik karena karyawan yang bekerja dengan baik tentunya akan berkontribusi sepenuhnya pada Agar tercapainya tujuan perusahaan, kerjasama setiap karyawan membutuhkan semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja karyawan yang tinggi memungkinkan pencapaian tujuan organisasi secara (Kinjerski & Skrypnek, 2. menyatakan bahwa semangat kerja merupakan istilah yang menggambarkan pengalaman karyawan yang bersemangat dan berenergi dengan pekerjaan mereka, menemukan makna dan tujuan didalam pekerjaan mereka, merasa bahwa mereka dapat mengekspresikan diri mereka di tempat kerja, dan merasa terhubung dengan rekan kerjanya. Sedangkan menurut (Hasibuan, 2. menyatakan bahwa semangat kerja merupakan dorongan mental dan fisik yang ada pada diri seseorang untuk melaksanakan pekerjaan dengan lebih giat, penuh antusias, dan tekun demi mencapai tujuan yang diharapkan. Demi terciptanya semangat kerja memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi semangat kerja karyawan tersebut, dalam hal ini diperlukan adanya peran perusahaan dalam mengatur sistem manjerial untuk meningkatkan semangat Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PtT. Menara Riau Perkasa (Iqbal Amanullah. Kasmiruddi. kerja para karyawan guna mendorong terciptanya sikap dan tindakan yang professional dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang dan tanggung jawab masingmasing. Menurut (Hasibuan, 2. faktorfaktor yang mempengaruhi semangat kerja karyawan meliputi kepemimpinan, motivasi, komunikasi, hubungan manusia, partisipasi, lingkungan, kompensasi, kesehatan dan Karyawan dengan semangat kerja tinggi dapat bertanggung jawab pada pekerjaannya, mampu mengatasi kesulitan mengenai tugasnya, berkerja dengan senang hati, menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, sangat inovatif, serta dapat bekerja sama dengan teman sejawat. Sedangkan karyawan dengan semangat kerja yang rendah biasanya sering terlambat datang ke kantor, kurangnya partisipasi di kantor serta menurunnya hasil kerja. Hal ini sesuai dengan pendapat dari (Tohardi, 2. yang menyatakan bahwa beberapa indikasi penurunan semangat kerja, yaitu turunnya produktivitas, tingkat absensi yang tinggi serta adanya kegelisahan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Supri, 2. mendapatkan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap semangat kerja karyawan Motivasi kerja berpengaruh terhadap terhadap semangat kerja pegawai pada Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh (Rozi, 2. juga mendapatkan bahwa motivasi memberikan pengaruh yang positif dan Serta pada penelitian oleh (Reinata et al. , 2. berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan PT. Bhumi Phala Perkasa BalikpapanOleh karena itu, hal tersebut membuktikan bahwa karyawan yang memiliki motivasi yang baik maka semangat kerja karyawan baik pula. Faktor lain yang mempengaruhi semangat kerja karyawan adalah lingkungan Kenyamanan tempat kerja secara fisik dan non fisik . merupakan harapan bagi setiap karyawan. Ketika bekerja dalam lingkungan yang nyaman tentunya dapat meningkatkan semangat dalam bekerja. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Menurut (Nitisemito, 2. lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diemban. Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan sangat PT. Menara Riau Perkasa memiliki fokus yang tinggi dalam memberikan kinerja yang berkualitas serta layanan yang Berdiri sejak 2018 perusahaan ini sudah berhasil menyelesaikan berbagai jenis proyek serta menjalin kerjasama dengan beberapa klien, seperti proyek pembangunan Stadion Utama Padang, pembangunan RSUD Kota Bukittinggi, pembangunan di EMP Langgam Pelalawan Riau serta beberapa proyek lainnya. Dalam mewujudkan pemberian kinerja yang berkualitas serta pelayanan yang terbaik tentunya PT. Menara Riau Perkasa perlu memperhatikan sumber daya Sumber daya menusia atau dalam hal ini adalah karyawan memiliki peran dalam menggerakkan semua aspek perusahaan, mulai dari operasional, strategi hingga inovasi. Sehingga semangat kerja para karyawan menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh PT. Menara Riau Perkasa. PT. Menara Riau Perkasa berupaya memberikan pelatihan-pelatihan bagi para karyawan, seperti pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pelatihan Operasioanl Alat Berat serta Pelatihan Sertifikasi dan Lisensi. Pemberian pelatihan tersebut tentunya sangat memberikan manfaat mulai dari peningkatan keahlian peningkatan keselamatan kerja dan retensi Dengan menyediakan pelatihan yang berkualitas, perusahaan dapat memastikan bahwa karyawan mereka mampu menjalankan tugasnya dengan efektif dan aman, yang pada akhirnya akan mendukung keberhasilan operasional dan perkembangan perusahaan dalam jangka Tidak hanya itu perusahaan juga memberikan motivasi berupa pemberian penghargaan bagi para karyawan yang ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PtT. Menara Riau Perkasa (Iqbal Amanullah. Kasmiruddi. melakukan kinerjanya dengan baik pada suatu periode tertentu. Berikut data jumlah karyawan beserta posisi pada PT. Menara Riau Perkasa: Tabel 1 Data Jumlah Karyawan PT. Menara Riau Perkasa Beserta Posisi Tahun 2023 No. Total Posisi Director FA. Manager & Ops Manager Marketing Staff Marketing Admin Purchassing Rigger Logistic Helper Operator Mecanic Driver Security Jumlah Sumber: PT. Menara Riau Perkasa, 2023 PT. Menara Riau Perkasa juga menyediakan fasilitas kerja yang memadai bagi karyawannya baik secara fisik maupun non-fisik. PT. Menara Riau Perkasa menyediakan fasilitas kebersihan yang memadai, termasuk AC, toilet, area cuci, dan ruang istirahat yang bersih dan nyaman. Perusahaan menegakkan standar keselamatan yang ketat, termasuk penggunaan wajib Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, sepatu keselamatan, sarung tangan, dan kacamata pelindung serta karyawan juga dilengkapi dengan alat dan peralatan kerja yang sesuai dan dalam kondisi baik, sehingga mereka dapat bekerja dengan aman dan efisien. Tidak hanya secara fisik, perusahaan juga berusaha memberikan untuk menciptakan lingkungan kerja non fisik secara baik, seperti adanya komunikasi yang terbuka dan transparan antara manajemen dan karyawan, serta gaya kepemimpinan yang suportif, di mana atasan memberikan arahan yang jelas dan Dengan memberikan arahan yang jelas dan membangun budaya perusahaan yang positif pemimpin yang efektif tidak hanya memastikan kinerja optimal tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif sehingga hal ini dapat Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. meningkatkan gairah atau semangat karyawan dalam bekerja. Namun menunjukan beberapa permasalahan terkait semangat kerja karyawan pada PT. Menara Riau Perkasa, hal ini dapat dilihat dari data absensi karyawan PT. Menara Riau Perkasa selama lima tahun terakhir: Tabel 2 Absensi Karyawan PT. Menara Riau Perkasa Tahun 2019-2023 Tahu Jumlah Karyawa Jumla Alpa Persentas 3,4% Terlambat Oran Persent 6,95% 4,3% 7,82% 2,1% 3,91% 3,04% 6,52% 5,21% 9,56% Sumber: PT. Menara Riau Perkasa, 2023 Dari mengindikasikan bahwa semangat kerja karyawan PT. Menara Riau Perkasa menurun terutama dari segi kehadiran serta menunjukkan bahwa semangat kerja karyawan perlu ditingkatkan lagi agar tingkat persentase karyawan yang alpa serta terlambat dapat mengalami penurunan. Permasalahan tersebut sesuai dengan pendapat yang dikatakan oleh (Tohardi, 2. yang menyatakan bahwa beberapa indikasi penurunan semangat kerja, yaitu turunnya produktivitas, tingkat absensi yang tinggi serta adanya kegelisahan. Data turn over karyawan sangat penting untuk melihat kesehatan suatu perusahaan serta efektivitas manajemennya. Berikut data labour turn over karyawan PT. Menara Riau Perkasa pada tahun 2019 hingga 2023: Tabel 3 Data Labour Turn Over Karyawan PT. Menara Riau Perkasa Tahun 2019-2023 Tahu Jumlah Karyawa n Awal Tahun Jumlah Karyawan Masu Kelua ISSN: 2407-800X Jumlah Karyawa n Akhir Tahun Persentas 11,11 % 13,88 % 5,88 % 10,38 % 7,4 % ISSN: 2541-4356 Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PtT. Menara Riau Perkasa (Iqbal Amanullah. Kasmiruddi. Sumber: PT. Menara Riau Perkasa, 2023 Keluar masuknya karyawan yang ketidaknyamanan mereka dalam bekerja, kepuasaan mereka dalam bekerja sehingga mereka kurang bergairan untuk menjalankan Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukan oleh (Juliandi, 2. dalam suatu perusahaan tingkat keluarmasuk karyawan naik dari tingkat sebelumnya, hal ini merupakan indikasi turunnya semangat kerja. Disamping itu, berdasarkan hasil prasurvey yang dilakukan peneliti ditemukan fenomena yang sama seperti yang disebutkan sebelumnya, yang mana masih terdapat karyawan yang datang bekerja tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan perusahaan serta dari segi komunikasi dan kerjasama yaitu, berkurangnya komunikasi antara karyawan dan pimpinannya sehingga masih ada karyawan yang tidak masuk kerja tanpa adanya keterangan. Hal ini diduga adanya permasalahan pada semangat kerja karyawan tersebut. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang dilakukan di PT. Menara Riau Perkasa, yang beralamat di Jl. SM Amin No. Simpang Baru. Kecamatan Tampan. Kota Pekanbaru. Riau. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Menara Riau Perkasa sebanyak 40 orang. Pada penelitian dengan metode survey yang mana dilakuakan dengan mengumpulkan beberapa sampel dalam bentuk orang. Analisis atas data dilakukan dengan menggunkaan Teknik skala likert untuk dapat membuktikan hipotesis penelitian yang diajukan. HASIL Uji Instrumen Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur valid . atau tidaknya suatu kuesioner yang dibuat. Menilai validitas masing-masing pernyataan dilihat dari Corrected item Ae total correlation Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. masing-masing Item-item pernyataan dinyatakan valid jika r hitung > r tabel dan sebaliknya apabila r hitung < dari r tabel maka pernyataan dinyatakan tidak valid. Tabel 5 Uji Validitas Variabel Item Motivasi (X. Lingkungan Kerja (X. R Tabel Keterangan X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. Hitung Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X2. Valid X2. Valid X2. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Semangat Kerja (Y) Sumber: Data Olahan SPSS V. 24, 2025 Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil pengujian validitas terhadap masing-masing pernyataan untuk varibael motivasi, lingkungan kerja dan semangat kerja sebanyak 20 pernyataan dinyatakan Hal ini dapat dilihat dari r hitung > dari r tabel. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas ini dilakukan apabila pernyataan-pernyataan sudah dinyatakan Menguji reliabilitas apabila cronbach alpha > 0. 60 maka instrumen penelitian tersebut dinyatakan reliabel. Tabel 6 Hasil Uji Reliabilitas Relialbility Staltistics Variabel Motivasi (X. Lingkungan Kerja (X. Semangat Kerja (Y) CronbachAos Alpha Reliabilitas Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Sumber: Data Olahan SPSS V. 24, 2025 ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PtT. Menara Riau Perkasa (Iqbal Amanullah. Kasmiruddi. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil pengujian reliabilitas terhadap setiap cronbachAos alpha > 0. Untuk variabel motivasi nilai cronbachAos alpha sebesar 732, untuk variabel lingkungan kerja nilai cronbachAos alpha sebesar 0. 761 dan untuk variabel semangat kerja nilai cronbachAos alpha sebesar 0. Hal ini menunjukkan memenuhi kriteria nilai batas sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan reliabel atau dapat diterima. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, antara mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Jika signifikansi (Signifinance leve. > 0,05 maka distribusi normal, dan jika signifikansi (Signifinance leve. < 0,05 maka distribusi tidak normal. Tabel 7 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,66561223 Most Extreme Differences Absolute ,132 Positive ,129 Negative -,132 Test Statistic ,132 Asymp. Sig. -taile. ,075c Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data Olahan SPSS V. 24, 2025 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil uji normalitas dikatakan normal, dengan hasil sebesar 0,075, artinya lebih besar dari 0,05 sehingga dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa data pada penelitian ini memiliki distribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinieritas ini bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Pengujian multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10, multikolinieritas diantara variabel bebas. Jika terjadi sebaliknya maka terdapat persoalan multikolinieritas. Tabel 8 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Coefficientsa Standardiz Unstandardiz Coefficient Collinearity Coefficients Statistics Std. Sig Toleran Mode B Error Beta T . VIF 1(Constan. 4,64 1,290 3,60 ,00 Motivasi ,353 ,056 ,548 6,34 ,00 ,449 2,22 LingkunganKe ,423 ,080 ,454 5,26 ,00 ,449 2,22 Dependent Variable: SemangatKerja Sumber: Data Olahan SPSS V. 24, 2025 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai tolerance sebesar 0,449 yang artinya lebih besar dari 0,10. Nilai VIF sebesar 2,229 yang artinya lebih kecil dari 10,00. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadinya multikolinieritas. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Penilaian pada uji heterokedastisitas ini, apabila nilai sig > 0,05 maka dinyatakan tidak adanya heterokedastisitas, sedangkan jika nilai sig < 0,05 maka ada Berikut hasil uji Tabel 9 Hasil Uji Asumsi Klasik Heterokedastisitas Model (Constan. Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta ,744 ,862 Motivasi -,029 LingkunganKer ,044 Dependent Variable: AbsRess ,037 ,054 -,191 ,201 Sig. ,863 ,394 -,785 ,828 ,437 ,413 Sumber: Data Olahan SPSS V. 24, 2025 ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PtT. Menara Riau Perkasa (Iqbal Amanullah. Kasmiruddi. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat menunjukkan nilai sig variabel motivasi (X. sebesar 0,437 > dari 0,05 dan nilai sig variabel lingkungan kerja (X. sebesar 0,413 > dari 0,05. Hal tersebut menyatakan bahwa untuk model penelitian ini tidak terjadi masalah heterokedastisitas. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 10 Hasil Uji Regresi Linear Bergandaa Coefficients Standardiz Unstandardize Coefficient d Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. 4,649 1,290 Motivasi ,353 ,056 ,548 Lingkungan ,423 ,080 ,454 Kerja Dependent Variable: SemangatKerja satuan maka akan berpengaruh terhadap semangat kerja sebesar 0,776. Uji Koefisien Determinasi (Uji R. Uji koefisien determinasi (R. ini bertujuan untuk menunjukkan tingkat kekuatan hubungan antara variabel bebas . ikap keuanga. terhadap variabel terikat . erilaku manajemen keuanga. Hasil perhitungan koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 11 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary 3,604 6,342 5,263 Sig. ,001 ,000 ,000 Sumber: Data Olahan SPSS V. 24, 2025 Maka dari hasil dari uji regresi diatas dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Nilai konstanta . sebesar 4,649, artinya apabila variabel motivasi dan lingkungan kerja diasumsikan 0, maka nilai dari variabel semangat kerja positif sebesar 4,649. Nilai koefisien regresi variabel motivasi (X. sebesar 0,353, artinya jika variabel motivasi mengalami kenaikan 1 satuan, maka semangat kerja akan mengalami peningkatan sebesar 0,353. Koefisien bernilai positif yang mana artinya terjadi hubungan positif antara motivasi terhadap semangat kerja. Nilai koefisien regresi variabel lingkungan kerja (X. sebesar 0,423, artinya jika variabel lingkungan kerja mengalami kenaikan 1 satuan, maka semangat kerja akan mengalami peningkatan sebesar 0,423. Koefisien bernilai positif yang mana artinya terjadi hubungan positif semangat kerja. Nilai koefisien regresi variabel motivasi (X. ditambah lingkungan kerja (X. adalah 0,353 0,423 = 0,776, artinya jika variabel motivasi (X. dan lingkungan kerja (X. mengalami kenaikan sebesar 1 Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Adjusted R Std. Error of Model Square Square the Estimate ,936a ,876 ,870 ,683 Predictors: (Constan. LingkunganKerja. Motivasi Sumber: Data Olahan SPSS V. 24, 2025 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai R Square sebesar 0,876 yang artinya variabel motivasi dan lingkungan kerja secara bersama-sama . dapat mempengaruhi variabel semangat kerja karyawan PT. Menara Riau Perkasa sebesar 87,6% sementara itu sisanya sebesar 12,4% dipengaruhi oleh variabel lainnya. Uji Simultan (Uji F) Uji F bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara simultan . ersama-sam. yang diberikan variabel bebas, yaitu motivasi (X. dan lingkungan kerja (X. terhadap variabel terikat, yaitu semangat kerja (Y). Untuk mengetahui Ftabel dapat menggunakan rumus: Jika F hitung > F tabel, serta Sig < 0,05, maka terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y. Jika F hitung < F tabel, serta Sig > 0,05, maka tidak terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y. Untuk mencari nilai F tabel digunakan rumus: df1 = k = 2 df2 = n Ae k - 1 = 40 Ae 2 Ae 1 = 37 Dimana: ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PtT. Menara Riau Perkasa (Iqbal Amanullah. Kasmiruddi. df = derajat kebebasan n = jumlah responden k = jumlah variabel bebas Dengan taraf signifikan 0,05 atau 5% maka F tabel yang diperoleh sebesar 3,945. Adapun hasil uji F dari variabel motivasi dan lingkungan kerja terhadap variabel semangat kerja dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 12 Hasil Uji F ANOVAa Sum of Model Squares Regressi 122,321 Residual 17,279 Total 139,600 Mean Square Sig. 61,161 130,96 ,000b ,467 Dependent Variable: SemangatKerja Predictors: (Constan. LingkunganKerja. Motivasi Sumber: Data Olahan SPSS V. 24, 2025 Berdasarkan hasil analisis tabel diatas, didapatkan nilai F hitung sebesar 130,969 > F tabel dan signifikansi 0,000 < 0,05, maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak atau dengan kata lain terdapat pengaruh positif dan signifikan varibel motivasi dan lingkungan kerja secara simultan terhadap variabel semangat kerja karyawan PT. Menara Riau Perkasa. PEMBAHASAN Pengaruh Motivasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja. Hal ini ditunjukkan dari nilai t hitung sebesar 6,342 lebih besar dari t tabel sebesar 1,985 dan dengan signifikansi sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti, terbukti bahwa motivasi berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan. Dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini, yaitu diduga motivasi memberikan pengaruh terhadap semangat kerja karyawan PT. Menara Riau Perkasa dapat diterima. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Hasil dari penelitian ini menunjukkan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. semangat kerja. Hal ini ditunjukkan dari nilai t hitung sebesar 5,263 lebih besat dari t tabel sebesar 1,985 dan dengan signifikansi sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti, terbukti bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja Dengan demikian hipotesis kedua dalam penelitian ini, yaitu diduga lingkungan kerja memberikan pengaruh terhadap semangat kerja karyawan PT. Menara Riau Perkasa dapat diterima. Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Hasil menunjukkan bahwa variabel motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja. Hal ini ditunjukkan dari nilai F hitung sebesar 130,969 lebih besar dari F tabel sebesar 1,985 dan dengan signifikansi sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti, terbukti bahwa motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini, yaitu diduga motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja PT. Menara Riau Perkasa dapat diterima. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Menurut (Hasibuan, 2. faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan, motivasi, komunikasi, hubungan manusia, partisipasi, lingkungan, kompensasi, kesehatan dan keselamatan. Menurut (Nitisemito, 2. semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih pekerjaannya dengan bersungguh-sungguh sehingga dengan demikian pekerjaan yang dilakukan dapat terselesaikan lebih cepat Tentunya menumbuhkan semangat kerja pada karyawan dibuthkan motivasi serta lingkungan kerja yang baik. Motivasi kerja merupakan salah satu faktor kunci yang sangat berpengaruh terhadap semangat dan kinerja karyawan dalam sebuah organisasi. Salah satu bentuk ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PtT. Menara Riau Perkasa (Iqbal Amanullah. Kasmiruddi. motivasi yang efektif adalah ketika perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menjalankan tugas. Pemberian tanggung jawab ini bukan hanya terhadap kemampuan karyawan, tetapi juga memicu rasa memiliki dan komitmen yang lebih tinggi terhadap pekerjaan. Ketika karyawan merasa diberdayakan untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan tugas secara mandiri, mereka akan lebih termotivasi untuk bekerja dengan semangat dan dedikasi yang tinggi. Selain pemberian tanggung jawab, motivasi juga dapat ditingkatkan melalui kesempatan yang diberikan perusahaan untuk mengemban tugas-tugas yang memiliki risiko serta dampak signifikan terhadap kesuksesan Tantangan-tantangan seperti ini mampu membangkitkan rasa percaya diri dan memberikan kontribusi terbaik. Ketika karyawan merasa bahwa perannya penting dan berdampak langsung terhadap kemajuan perusahaan, maka semangat kerja pun cenderung meningkat. Rasa dihargai dan dianggap mampu menangani tugas-tugas penting menjadi bentuk motivasi yang sangat berpengaruh secara psikologis. Selanjutnya, perhatian perusahaan terhadap perbaikan kinerja karyawan juga meningkatkan motivasi. Perusahaan yang menyediakan dukungan berupa pelatihan, coaching, maupun akses terhadap program pengembangan diri menunjukkan adanya kepedulian terhadap pertumbuhan karyawan secara profesional. Dukungan semacam ini memberi sinyal positif kepada karyawan bahwa perusahaan berinvestasi dalam pengembangan mereka, sehingga mendorong mereka untuk terus meningkatkan kualitas Lingkungan kerja yang mendukung pengembangan berkelanjutan ini menjadi sumber motivasi yang kuat bagi karyawan untuk bekerja dengan lebih antusias dan Dengan demikian, motivasi yang bersumber dari pemberian tanggung jawab. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. tantangan tugas yang berarti, serta karyawan terbukti mampu meningkatkan semangat kerja secara signifikan. Ketiga aspek ini mencerminkan upaya strategis perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki semangat dan loyalitas tinggi terhadap organisasi. Semangat kerja karyawan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah lingkungan kerja yang didukung oleh fasilitas yang memadai. Perusahaan yang menyediakan fasilitas kerja yang lengkap dan berkualitas kenyamanan dan produktivitas karyawan. Fasilitas yang dimaksud dapat berupa ruang kerja yang ergonomis, peralatan kerja yang modern dan berfungsi dengan baik, serta akses terhadap teknologi yang mendukung kelancaran pekerjaan. Ketika karyawan merasa difasilitasi dengan baik, mereka akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas secara optimal. Ketersediaan mendukung juga berdampak langsung terhadap efisiensi kerja. Karyawan yang bekerja dengan alat atau sistem yang baik cenderung dapat menyelesaikan tugas dengan lebih cepat, tepat, dan minim Hal meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun rasa puas dalam diri karyawan terhadap pekerjaan mereka. Kepuasan ini kemudian mendorong munculnya semangat kerja yang lebih tinggi, karena karyawan merasa nyaman dan dihargai melalui penyediaan fasilitas yang layak. Lebih jauh, fasilitas kerja yang memadai juga menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara fisik maupun Misalnya, pencahayaan yang cukup, ventilasi yang baik, dan ruang istirahat yang nyaman dapat membantu mengurangi kelelahan dan stres kerja. Kenyamanan ini secara tidak langsung meningkatkan suasana hati karyawan dan memperkuat motivasi intrinsik mereka dalam bekerja. Karyawan yang merasa ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Pengaruh Motivasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PtT. Menara Riau Perkasa (Iqbal Amanullah. Kasmiruddi. diperhatikan dari segi fasilitas akan cenderung memiliki loyalitas dan semangat yang lebih besar untuk berkontribusi pada kemajuan perusahaan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang teah diakukan pada karyawan PT. Menara Riau Perkasa mengenai pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Didapatkan hasil bahwa motivasi bagi para karyawan PT. Menara Riau Perkasa dikategorikan sangat baik. Artinya perusahaan telah berusaha memberikan dukungan motivasi bagi para pekerjanya. Terdapat skor terendah pasa variabel motivasi yaitu pada dimensi pekerjaan yang dinilai. Didapatkan hasil bahwa lingkungan kerja bagi para karyawan PT. Menara Riau Perkasa dikategorikan sangat baik. Artinya perusahaan telah berusaha memberikan lingkungan kerja yang baik bagi para pekerjanya. Terdapat skor terendah pasa variabel lyangkungan kerjaitu pada dimensi lingkungan kerja fisik. Didapatkan hasil bahwa semangat kerja para karyawan PT. Menara Riau Perkasa dikategorikan cukup baik. Secara simultan dapat diketahui bahwa variabel motivasi dan lingkungan kerja memiiki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap samangat kerja karyawan PT. Menara Riau Perkasa DAFTAR RUJUKAN Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Rev. Bumi Aksara. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara. Juliandi. Metode Penelitian Sosial dan Ekonomi (Edisi . Media Inn. Kinjerski. , & Skrypnek. Defining Spirit at Work: Finding Common Ground. Journal of Organizational Change Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Management, 17. , 26Ae42. https://doi. org/https://doi. org/10. 08/09534810410511288 Mangkunegara. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Remaja Rosdakarya. Nitisemito. Manajemen personalia Manajemen Sumber Daya Manusia. (Edisi Ketig. Ghalia Indonesia. Reinata. Yusuf. , & Arrywibowo. Pengaruh Motivasi. Pelatihan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan PT. Bhumi Phala Perkasa Balikpapan. Jurnal FEM UNIBA, 03. , 77Ae85. Robbins. , & Judge. Perilaku Organisasi (Edisi ke-. Salemba Empat. Rozi. Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Motivasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan (Studi Kasus: PT Jaya Anugrah Sukses Abadi Pada Brastagi Supermarket. Journal Economics and Strategy, 2. , 12Ae20. https://doi. org/10. 36490/jes. Sedarmayanti. Manajemen Sumber Daya Manusia : Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. PT Refika Aditama. Supri. Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Semangat Kerja Pegawai Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu. , 1Ae23. Tohardi. Pemahaman Praktis Manajemen Sumber Daya Manusia. Universitas Tanjung Pura. Mandar Maju. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356