Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 74-89 Peran Katekis Untuk Meningkatkan Partisipasi Umat Dalam Kehidupan Menggereja Di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu Lauransius Lande STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Thomas Ehe Tukan STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Agnes Angi Dian Winey STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Silvester Adinuhgra STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Fransiskus Janu Hamu STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya Abstract. This study aims to describe the role of catechists to increase the participation of people in the life of the church in Stasi St. Augustine Stone Tojah Parish of St. Clement Puruk Cahu. Through this study, catechists are expected to realize and live their role as a catechist and be an example of a workman's life. The problem found by researchers is the lack of catechist role in pastoral care in distant stasi and rarely receive pastoral care. The participation or involvement of the people in the life of the raid is important in a stasi Church, but in reality all worship activities and other ecclesiasal activities are not carried out due to the lack of knowledge of the people on such matters. The methods used in this research are qualitative research methods with data collection techniques using interviews, and documentation. Research steps include topics, informant profiles, interviews with informants, problem mapping, pastoral analysis, theological reflection, and pastoral planning. The results stated that the role of catechists to increase the participation of people in the life of the clergy in the Stasi St. Augustine Stone Tojah Parish of Saint Clement Puruk Cahu, is still very lacking, regular visits are made when there are students who practice pastoral. The cause is the factor of work so that there is not enough time, busyness in the family, transportation infrastructure, long distances, difficult terrain and still using land road access and passing through the company's roads. St. Augustine Batu Tojah Stasi is one of the stasi that should get special attention because of the lack of pastoral service. People are in desperate need of services in the form of teaching, coaching and the ministry of various worships. Keywords: Inculturation Liturgical Music. Pastoral Approach. Community Participation Received Juli 07, 2022. Revised Agustus 2, 2022. September 22, 2022 * Lauransius Lande Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 74-89 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran katekis untuk meningkatkan pastisipasi umat dalam kehidupan menggereja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Melalu studi ini para katekis diharapkan dapat menyadari dan menghayati peran mereka sebagai seorang katekis dan menjadi contoh kehidupan menggereja. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yaitu kurangnya peran katekis dalam pelayanan pastoral di stasi yang jauh dan jarang mendapat pelayanan pastoral. atau keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja adalah hal yang penting dalam sebuah Gereja stasi, namun kenyataannya semua kegiatan peribadatan dan kegiatankegiatan gerejani lainnya tidak dilaksanakan karena minimnya pengetahuan umat terhadap hal-hal demikian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah penelitian meliputi topik, profil informan, wawancara dengan informan, pemetaan masalah, analisis pastoral, refkleksi teologis, dan perencanaan Hasil penelitian menyatakan bahwa peran katekis untuk meningkatkan partisipasi umat dalam kehidupan menggerja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu, masih sangat kurang, kunjungan rutin dilakukan ketika ada mahasiswa yang berpraktek pastoral. Penyebabnya ialah faktor pekerjaan sehingga tidak cukup waktu, kesibukan dalam keluarga, sarana prasarana transportasi, jarak tempuh yang jauh, medan yang sulit dan masih menggunakan akses jalan tanah dan melewati jalan perusahaan. Stasi Santo Agustinus Batu Tojah merupakan salah satu stasi yang mesti mendapat perhatian khusus karena pengetahuan yang soal keagamaan yang masih rendah dan kurang mendapat pelayanan pastoral. Umat sangat membutuhkan pelayanan berupa pengajaran, pembinaan dan pelayanan berbagai peribadatan. Kata kunci: Peran Katekis, partisipasi umat beriman, kehidupan menggereja LATAR BELAKANG Setiap orang yang telah dibaptis secara langsung sejak itu juga diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mewartakan Injil (Kabar Bai. memberitakan Yesus Kristus kepada semua orang. Kehadirannya di tengah masyarakat dibutuhkan sebagai sarana kenyamanan, kedamaian dan cinta kasih sampai kepada semua orang melalui kesaksian dan karya teristimewa dapat mengarahkan kepada iman yang benar. Namun realita memperlihatkan tidak semua orang dapat menjadi pewarta yang baik dalam hidupnya baik melalui kesaksian dan karyanya. Dengan demikian Gereja mengutus para pewarta yang telah dibekali pula dengan pengetahuan yang cukup dalam pembinaan iman yang baik dan benar, yaitu para katekis. PERAN KATEKIS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI STASI SANTO AGUSTINUS BATU TOJAH PAROKI SANTO KLEMENS PURUK CAHU Katekis adalah seorang yang dipanggil dan diutus oleh Gereja, dengan tugas membawa umat untuk lebih mengenal, mencintai dan mengikuti Yesus. Dalam pengabdiannya menjadi seorang katekis berarti siap menerima, dan menyampaikan kabar baik kepada semua orang dalam bentuk pewartaan dan pengajaran. Katekis mengemban tugas yang mulia dan suci. Mulia karena menuntun umatnya supaya hidup terpuji, di hadapan manusia terutama dihadapan Allah. dan suci karena tetap berjuang mematrikan . dalam diri umatnya pribadi Yesus Kristus. Dalam kehidupan menggereja, perkembangan iman dan partisipasi umat menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Iman yang bertumbuh, berkembang, dan mendalam kepada Kristus Yesus, yang diharapakan oleh Gereja membutuhkan pembinaan dari imam maupun rekan kerja-nya seperti para katekis. Melihat umat yang begitu banyak di suatu paroki di samping kekurangan imam . aum kleru. sehingga membutuhkan orang lain juga dalam pembinaan umat. oleh sebab itu katekis sangat berperan penting dalam pembinaan iman, baik di sekolah maupun di tengah umat, karena katekis adalah salah seorang yang ikut andil dalam membina iman umat, hal ini juga dapat diartikan bahwa perkembangan iman dan partisipasi umat dalam kehidupan menggereja, juga menjadi tugas dan tanggung jawab katekis. Seperti yang diungkapkan Paus Benediktus XVI dalam mencanangkan Tahun 2012-2013 sebagai Tahun Iman bagi Gereja Katolik seluruh dunia, maka upaya katekese memang mesti digalakan untuk mengadakan pembaharuan iman bagi seluruh anggota Gereja, dan yang menjadi salah satu pelaku utama katekese yang berada digaris depan pembinaan iman umat adalah para katekis awam baik profesional maupun suka relawan. Komisi Kateketik KWI (Redemtoris Missi. dalam Sembiring . 6: . menggambarkan katekis sebagai Aipelayan, saksi, penginjil dan tulang punggung Komunitas Kristiani, terutama bagi Gereja-Gereja mudaAn. PERAN KATEKIS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA Pengertian Katekis Bagiyowinadi, . 2: . secara etimologis, katekis berasal dari kata dasar katechein yang berarti mengomunikasikan, membagikan informasi, atau mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan iman. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 74-89 AuThe catechist is a lay person specially appointed by the Church, in accordance with local needs, to make Christ known, loved and followed by those who do not yet know Him and by the faithful themselvesAy. Artinya katekis adalah seorang rasul awam, dia ditunjuk oleh Gereja Katolik lokal . aik di tingkat keuskupan maupun tingkat parok. Secara prinsip seorang katekis harus memberitakan Kristus, sehingga orang dapat mengetahui dan mengasihi Kristus, sehingga pada akhirnya dapat mengikuti Kristus dengan setia (Josef Card. Tomko, 1993: . John Paul II . 9: . dalam anjuran apostolik Catechist Tradendae, mendefenisikan Katekese merupakan pembinaan anak-anak, kaum muda, dan orangorang dewasa dalam iman, yang khususnya mencakup penyampaian ajaran Kristen, yang pada umumnya diberikan secara organis dan sistematis, dengan maksud mengantar para pendengar memasuki kepenuhan hidup Kristen (CT. Panggilan hidup menjadi seorang katekis bukan tanpa sengaja atau kehendak pribadi seorang katekis itu, panggilan itu terjadi dari pihak Allah. Allah sendirilah yang memanggil seseorang untuk dipakainya sebagai perpanjangan dan penyambung lidahNya. Hal ini ditegaskan dalam injil Yohanes, . mengatakan: Aibukan kamu yang memilik Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamuAn. Dengan demikian tidak ada alasan untuk menghindari apalagi menyangkal dari tugasa dan tanggung jawab terhadap panggilan untuk diutus ke tengah-tengah umat. Injil Yohanes, (Yoh. 6: . mengatakan: Aitidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Peran dan Tugas Katekis Sakramen baptis dan sakramen krisma yang diterima seseorang yang secara sah, juga memberikan tugas perutusan yang diletakan pada mereka yang secara eksplisit. Kedua sakramen ini adalah imamat umum yang diterima semua orang yang panggil Allah kepada Gereja. Bagi mereka yang menerima sakramen imamat khusus dan sakramen imamat umum mempunyai tugas yang sama yaitu mewartakan Yesus Kristus, namun bergerak dengan peran yang berbeda antara keduanya. Mereka yang menerima sakramen imamat khusus tergolong dalam hierarki . aum tertahbi. Perutusan mereka dijalankan PERAN KATEKIS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI STASI SANTO AGUSTINUS BATU TOJAH PAROKI SANTO KLEMENS PURUK CAHU dengan kuasa tahbisan. Sedangkan mereka yang menerima sakramen imamat umum berperan sebagai rekan yang membantu kelangusungan tugas dari kaum tertahbis. Semua orang yang dipanggil Allah melalui gereja, mengemban tugas yang sama, namun dari tengah mereka di panggil dan dipilih pula orang-orang yang secara khusus diberikan tugas dan tanggung jawab yang khusus dan khas. Mereka adalah katekis yang berperan sebagai rekan-rekan atau pioner yang berada digaris depan pembinaan iman Katekis ikut ambil bagian sebagai rekan kerja para imam . aum kleru. dalam tugas pastoral, perannya sebagai rekan kerja kaum klerus. John Paul II . dalam anjuran apostolik Redemtoris Missio. Art. 74AiTugas khusus katekis adalah mengajarkan katekese. Tugas ini mencakup pendidikan kaum muda dan orang dewasa dalam hal iman, menyiapkan para calon dan keluarganya untuk menerima sakramen-sakramen inisiasi dalam Gereja, dan membantu memberikan retret dan pertemuan-pertemuan lainnya yang terkait dengan katekese. Bentuk Karya Perutusan Katekis Valens Boy . 2: . dalam dunia modern ini, perutusan katekis ketengah dunia memiliki bermacam jenis dengan aneka ragam orang yang dilayani pula, yaitu: Para katekis di negeri-negeri misi. sebagai pembuka jalan bagi Kristus dan mempersiapkan manusia untuk meyambut sakramen-sakramen inisiasi. Para katekis di beberapa Gereja dengan tradisi kristiani yang panjang tetapi kekurangan klerus. sangat dibutuhkan katekis yang dalam beberapa segi tertentu memiliki kesamaan dengan keadaan di negeri-negeri misi. Katekis di Negara-negara yang memiliki tradisi kristiani, yang menuntut suatu model evangelisasi baru. Katekis yang melakukan pelayanan khusus bagi kaum muda, dalam hal ini katekis harus menjamin kelanjutan katekese. Dalam tugas demikian, peranan seorang imam sama fundamentalnya. Katekis bagi anak-anak dan kaum remaja tetap tidak boleh diabaikan. Dalam hal ini katekis mempunyai tugas berat untuk memberikan pengertian pertama tentang iman dan persiapan untuk menerima sakramen-sakramen inisiasi. Di zaman sekarang tugas ini menjadi lebih berat bagi katekis jika orang tua tidak ikut dalam pendidikan iman awal bagi anaknya di dalam keluarga. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 74-89 Katekis keluarga-keluarga. pendampingan bagi keluarga-keluarga kristiani, serta membantu mereka untuk memperoleh sakramen-sakramen dari para imam. Katekis-katekis yang lain, yang melakukan pelayanan dalam situasi-situasi tertentu yang kadang-kadang berbahaya. mencakup katekis bagi orang lanjut usia yang membutuhkan suatu penyajian Injil yang sesuai keadaan mereka. katekis bagi mereka yang berkebutuhan khusus dalam hal pedagogi dan psikologi sebagai tambahan pada integrasi mereka yang komunitas-komunitas, katekis bagi kaum migran dan mereka yang tersisihkan oleh masyarakat modern. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Dalam sebuah penelitian terdapat berbagai metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif merupakan suatu metode dengan serangkaian hasil penelitian berdasarkan suatu angka. Metode kualitatif adalah suatu metode dengan serangkaian hasil penelitian berdasarkan suatu nilai yang bersifat, berhasil atau tidak, baik atau tidak, berprestasi atau tidak berprestasi. Dengan demikian dalam penelitan ini, penulis menggunakan metode deskriptif Menurut Mukhtar, . 3: . mengatakan penelitian deskriptif kualitatif adalah sebuh penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkap sebuah fakta empiris secara objektif ilmiah dengan berlandaskan pada logika keilmuan, prosedur dan didukung oleh metodologi dan teoretis yang kuat sesuai disiplin keilmuan yang diketahui. Metode ini tidak pada pengujian hipotesis . raduga/jawaban sementar. saja melainkan suatu usaha untuk dapat menjawab pertanyaan penulis pada rumusan masalah dengan cara berpikir forma dan argumentasi. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menemukan, mengembangkan, dan membuktikan pengetahuan. Selain itu juga bertujuan untuk menemukan sesuatu yang belum pernah ada dan belum diketahui, atau sesuatu yang sudah ada dan sudah diketahui namun kurang disadari atau bahkan belum disadari. Berdasarkan metode tersebut, penulis ingin mengkaji dan mendalami tentang Peran Katekis Untuk Meningkatkan Partisipasi Umat dalam Kehidupan Menggereja di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu. PERAN KATEKIS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI STASI SANTO AGUSTINUS BATU TOJAH PAROKI SANTO KLEMENS PURUK CAHU Waktu dan Tempat Penelitian Waktu dan tempat penelitian merupakan suatu bagian terpenting dalam sebuah proses penelitian, waktu dan tempat menunjukan rentang waktu dalam sebuah proses penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti guna memperoleh sebuah data informasi yang akurat dan sistematis selama proses penelitan berlangsung. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2021 Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu Keuskupan Palangkaraya Kabupaten Murung Raya. Provinsi Kalimantan Tengah. Data dan Sumber Data Data Idrus, . mengemukakan bahwa AiData adalah segala keterangan mengenai segala hal yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Dengan demikian tidak semua data merupakan suatu informasi karena yang menjadi informasi, hanya berkaitan dengan penelitianAn. Data juga merupakan ukuran atau observasi aktual tentang hasil dari suatu investigasi survey, atau hasil observasi yang dicatat atau dikumpulkan, baik dalam bentuk angka atau jumlah dan bentuk kata-kata ataupun gambar. Menurut Mukhtar, . 3: . Data adalah seluruh informasi empiris dan dokumentatif yang diperoleh di lapangan sebagai pendukung ke arah kontribusi ilmu secara ilmiah dan akademis. Dalam sebuah penelitian kualitatif, data dapat diartikan sebuah fakta atau sebuah informasi yang aktual yang diperoleh dari sebuah aktivitas yang menjadi sebuah objek penelitian. Data kualitatif dapat diperoleh dari berbagai sumber antara lain dari sebuah pengamatan, dan berupa sebuah rekaman hasil wawancara dengan informan. Menurut Mukhtar . 3: . Sumber data adalah sumber-sumber yang dimungkin seorang peneliti mendapatkan sejumlah informasi atau data-data yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian, baik data primer maupun data sekunder. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 74-89 Sumber Data Primer Menurut Sugiyono, . 4: . Sumber data primer adalah adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, sedangkan data sekunder sumber tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen. Berdasarkan pernyataan di atas, maka yang menjadi sumber data primer yaitu para informen yang dapat memberikan informasi berkaitan dengan topik peran katekis untuk meningkatkan partisipasi umat dalam kehidupan menggereja di stasi St. Agustinus Batu Tojah paroki Santo Klemens Puruk Cahu. Sumber Data Sekunder Sumber data sekunder adalah sumber kedua dalam proses pengumpulan data (Bungin, 2017: . Maka sumber data yang digunakan peneliti ialah berupa buku, dan dokumentasi yang mendukung dalam penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sumber data berasal dari para petugas pastoral yang ada di paroki Santo Klemens Puruk Cahu yaitu: pastor paroki, para pastor rekan, ketua umat di stasi St. Agustinus Batu Tojah, para katekis dan umat di stasi St. Agustinus Batu Tojah. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Paroki Santo Klemens Puruk Cahu Paroki santo Klemens Puruk Cahu merupakan sebuah paroki yang mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik dalam bidang adminitrasi, bidang pastoral dan letak geografis yang sangat strategis. Akan tetapi dalam proses pelayanan pastoral, paroki ini sangat membutuhkan banyak para tenaga pastoral khusus yang bergerak dalam bidangnya, untuk membantu pembentukan dan perkembangan umat yang masih sangat minim tentang hidup sebgai orang Katolik. Berdirinya sebuahh paroki akan sangat membantu suatu keuskupan dalam melayani umat yang tersebar di daerah-daerah yang jauh dari jangkauan pusat keusukupan, sehingga umat pun merasa terlayani oleh pihak Gereja demi memenuhi kebutuhan rohani. PERAN KATEKIS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI STASI SANTO AGUSTINUS BATU TOJAH PAROKI SANTO KLEMENS PURUK CAHU Sejarah Singkat Terbentuknya Paroki Santo Klemens Puruk Cahu Sewaktu terjadi Perang Dunia II. Puruk Cahu adalah tempat beberapa Missionaris MSF yang ditawan oleh Jepang pada tahun 1945. Setelah perang Dunia II usai dengan teratur umat katolik di Puruk Cahu dikunjungi oleh P. Ant. Graaf. MSF sampai pada pertengah tahun 1950. Tahun 1950 s/d 1953 sangat jarang seorang Pastor dari Banjarmasin mengunjungi Puruk Cahu karena jaraknya yang sangat jauh. Baru kemudian pada tahun 1954 stasi Muara Teweh didirikan sebagai tempat Pusat Pelayanan di jalur sungai Barito, namun Puruk Cahu masih tetap kurang diperhatikan. Baru pada bulan Oktober 1955 Pastor Hendrik Timang selama tiga minggu lebih tinggal di daerah Puruk Cahu dan bertemu dengan 10 orang Katolik. Pastor Timang kampung diantaranya Muara Laung. Muara Tuhup. Muara Maruei I dan II. Batu Bua. Tino Pantai dan Tuhup. Dari hasil kunjungan tersebut Pastor Hendrik Timang menganjurkan supaya Puruk Cahu dijadikan stasi tersendiri yang terpisah dari Muara Teweh. Dan baru pada tahun 1957 Puruk Cahu yang merupakan bagian dari Paroki Muara Teweh dapat dilayani secara teratur oleh Pastor Yohanes Zoetebier. MSF yang juga dikenal sebagai pastor perintis dalam membuka daerah- daerah baru di sepanjang sungai Barito. Pada waktu itu pelayanan pastoral dari Muara Teweh hanya bisa dilayani dengan menggunakan jalur sungai karena belum ada jalan darat seperti sekarang ini. Perjalan cukup melelahkan dan cukup memakan waktu karena harus mengikuti liku-liku alur sungai. Pada tahun 1966 P. Zoetebier. MSF membangun pastoran di Puruk Cahu yang mempunyai dwi fungsi, separuhnya untuk gereja dan sepuruhnya lagi untuk pastoran. Gedung tersebut diberkati sendiri oleh P. Zoetebier. MSF pada tanggal 31 Desember 1966. Pada tahun 1972 P. Stanis Wrzesnieski. MSF yang semula bertugas di Muara Teweh bersama P. Zoetebier MSF pindah ke Puruk Cahu. Setahun kemudian tepatnya tanggal 22 April 1973 stasi Puruk Cahu status ditingkat menjadi Paroki dan Pastor pertamanya adalah P. Stanis. MSF. Tugas Beliau memang cukup berat dengan cakupan wilayah yang cukup luas dan juga medan wilayahnya yang cukup sulit. Beliau kadang jalan kaki dan kadang menggunakan sepeda kayuh, dan apabila jalannya tidak memungkinkan untuk dilewati sepeda maka Pastornya harus mengakat sepedanya itu. Itulah suka duka seorang gembala umat yang berkarya pada tahun-tahun pembentukan sebuah paroki baru. Pada akhir tahun 1974, berkat kerja keras seorang Pastor yang tak SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 74-89 kenal lelah, umat di Puruk Cahu sendiri telah berjumlah 75 orang, sebagian besar mereka adalah warga keturunan Tionghoa sedangkan umat Katolik yang tersebar desa sekitarnya berjumlah 355 orang dan ditambah dengan 378 orang katekumen. Letak Geografis dan Luas Wilayah Puruk Cahu merupakan ibu kota Kabupaten Murung Raya yang terletak pada 114A BT-115A BT dan 7A LU-0,5A LS. Di sebelah barat, berbatasan langsung dengan Kabupaten Kapuas Hulu (Putusibau-Kalba. di sebelah Utara hingga Timur berbatasan dengan Kabupaten Kutai (Tenggarong-Kalti. dan di bagian Tenggara sampai Barat Daya berbatasan dengan Kabupaten Gunung Mas (Paroki Kuala KurunKalten. Luas wilayah Kabupaten Murung Raya A 23. 700 KmA. Sejak terbentuknya otonomi daerah tahun 2002. Puruk Cahu secara administrasi kepemerintahan yang semula hanya Daerah Pembantu Kabupaten kini telah ditingkatkan statusnya menjadi Kabupaten Murung Raya, yang mencakup 10 wilayah Kecamatan. Keadaan Umat di Paroki Santo Klemens Puruk Cahu Perkembangan Paroki Saat ini Paroki Santo Klemens Puruk Cahu digembalakan oleh Pastor Selfinus Linggi sebagai Pastor Kepala, dan Pastor Yos Fernandes sebagai pastor rekan yang bertugas sejak bulan Agustus 2020, dan di bantu oleh satu orang fater yang menjalankan praktek pastoral yaitu frater Adrianus Rony, serta semua rekan kerja pastoral yaitu para pengurus dewan paroki, guru agama dan katekis, dua konggregasi suster yaitu TMM dan suster KYM dan katekis. Pusat Paroki Paroki Santo Klemens sudah mempunyai gedung Gereja induk dan rumah pastoran yang permanen. Sarana transportasi darat sekarang sudah ada. Mengenai perkembangan umat selama 7 . tahun terakhir, di kota Puruk Cahu sendiri bertambah dari jumlah umat sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh adanya penambahan umat yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Murung Raya yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil, seperti: Guru, para pegawai yang bekerja di Pemerintahan Daerah maupun mereka yang bekerja di instansi swasta, misalnya di perusahaan tambang. Juga penambahan karena peristiwa kelahiran anak dari keluargakeluarga Katolik itu sendiri. PERAN KATEKIS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI STASI SANTO AGUSTINUS BATU TOJAH PAROKI SANTO KLEMENS PURUK CAHU A Stasi-stasi Perkembangan umat di stasi-stasi juga cukup pesat. Dari segi sarana dan prasarana yang sudah dimiliki oleh beberapa stasi, dimana stasi yang bersangkutan sudah memiliki bangunan gedung gereja baru yang beberapa tahun yang lalu sudah diberkati dan diresmikan oleh Bapak Uskup, seperti: Stasi Batu Tojah. Tumbang Baloi. Tumbang Bauh, dan Soko. Mengenai perkembangan umat berdasar data dari Buku Induk Baptis, setiap tahunnya selalu ada baptisan baru, baik itu baptisan anak-anak maupun dewasa. Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Stasi Santo Agustinus Batu Tojah sudah memiliki gedung Gereja sendiri dan sudah memiliki kepengurusannya. Stasi ini memiliki umat terbesar dari ketiga stasi di sekitarnya yaitu Stasi Tumbang Bauh dan Stasi Tumbang Baloi. Umat Katolik di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah terdiri dari 32 Kepala Keluarga . KK). Jarak tempuh ke stasi tersebut cukup jauh namun akses jalan sudah memungkin untuk dapat dilewati menggunakan jalan darat, tidak begitu sulit dibandingkan beberapa tahun silam yang masih menggunakan jalur air dan harus memakan waktu 2 sampai 3 hari perjalanan, sedangkan sekarang dapat ditempuh sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan dan trasnportasinya dapat menggunakan kendaraan roda dua. Keadaan Perekonomi Umat Masyarakan Kabupaten Murung Raya pada umunya memiliki banyak jenis mata pencaharian yaitu sebagai petani atau pekebun. Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun swasta, karyawan perusahaan . ambang Batu Bara, perusahaan kayu, tambang ema. , dan mata pencaharian lainnya. Secara umum keadaan perekonomian umat dapat dikatakan sudah sangat baik karena sebagian besar sudah mempunyai pekerjaan yang tetap untuk wilayah perkotaan, namun untuk pedesaan . i stasi-stas. dapat di katakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bagi sebgian masyarakat yang bekerja sebagai karyawan perusahan, keadaan perekonimiannya sudah sangat baik. Keadaan Sosial Budaya Paroki Santo Klemens Puruk Cahu sebagian besar dihuni terdiri dari penduduk asli ( Suku Siang. Murung. Bakumpai. Ut Danu. dan penduduk pendatang (Suku Banjar. Jawa. MaAoanyan. Batak dan lain-lai. , sesuai dengan Sensus Penduduk tahun Bahasa keseharian yang digunakan adalah bahasa Dayak Murung dan Siang Murung. Mayarakat Murung Raya pada umumnya masih sangat kental dengan adat SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 74-89 dan budaya setempat yang cenderung berbau keagamaan seperti adat Budaya Kaharingan. Hal ini masih sangat banyak ditemukan di Desa-desa . tasi-stas. baik yang jauh dari pusat kota atau pusat paroki mau pun yang dekat. Relasi sosial budayanya masih terjalin dengan sangat baik, dimana budaya gotong royong masih dijunjung tinggi terlebih di Desa-desa . KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dalam simpul ini peneliti merangkum secara keseluruhan dari penelitian dengan tema Peran Katekis Untuk Meningkatkan Partisipasi Umat Dalam Kehidupan Menggereja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah Paroki Santo Klemens Puruk Cahu, dengan demikian kesimpulan akan diuraikan berdasarkan rumusan masalah yang pada latar belakan permasalahan dari penelitian ini. Peran menggereja di stasi St. Agustinus Batu Tojah paroki St. Klemens Puruk Cahu selama ini. Dari hasil wawancara dengan 12 informan yang ada di lapangan menunjukan bawa katekis terlibat dalam pelayanan pastoral seperti: memipimin ibadat pada hari minggu, memimpin ibadat kematian, ibadat syukuran dan berbagai macam ibadat lainnya, membina anak SEKAMI, membina OMK, dan pembinaan komuni pertama di sekitar pusat paroki di lingkungan- lingkungan dan stasi sekitar pusat kota, sedangkan di stasi yang jauh dari pusat kota atau yang jauh dari pusat paroki masih Faktor penyebab katekis kurang terlibat aktif untuk meningkatkan partisipasi umat dalam kehidupan menggerja di stasi St. Agustinus Batu Tojah paroki St. Klemens Fator-faktor yang menyebabkan katekis kurang beperan meningkatkan partisipasi umat dalam kehidupan menggerja di Stasi Santo Agustinus Batu Tojah yaitu: pekerjaan yang mengharuskan 12 jam bekerja sehingga kekurangan waktu untuk dapat melayani stasi yang jauh dari pusat paroki, sudah mempunyai keluarga sehingga banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan, usia yang sudah tua sehingga cenderung menarik diri dari pelayanan pastoral, dan faktor jarak yang jauh dari pusat paroki, medan jalan yang sulit dan masih menggunakan akses jalan tanah di samping harus melewati jalan PERAN KATEKIS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI UMAT DALAM KEHIDUPAN MENGGEREJA DI STASI SANTO AGUSTINUS BATU TOJAH PAROKI SANTO KLEMENS PURUK CAHU perusahaan serta minimnya sarana prasarana transportasi yang memungkinkan untuk situasi dan kondisi jalan ke stasi tersebut. Strategi pastoral untuk meningkatakan peran katekis demi meningkatkan partisipasi umat dalam kehidupan menggereja di stasi St. Agustinus Batu Tojah paroki St. Klemens Puruk Cahu. Strategi atau langkah dari pihak paroki . astor parok. demi meningkatkan kembali peran katekis untuk meningkatkan partisipasi umat dalam kehidupan menggereja sehingga menjadi umat yang mandiri yaitu dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di Gereja masing-masing sesuai visi dan misi paroki, pihak paroki . astor parok. telah membentuk tim pastoral untuk pelayanan pastoral ibadat-ibadat maupun pembinaan komuni pertama. Secara peguyuban tenaga pastoral sudah ada namun terjadi kendala yaitu pandemi covid sehingga sementara waktu tidak dilaksanakannya rutinitas berkumpul dan berdoa serta melakukan kegiatan-kegiatan Saran Bagi Pihak Paroki Santo Klemens Puruk Cahu Dengan adanya penelitian ini sekiranya dapat memberi sumbangan berupa pendapat yang bersifat konsultatif, sumbangan pemikiran yang memotivasi semangat pelayanan, karena kerjasama antara semua pekerja pastoral yang menentukan perkembangan Gereja. Dengan demikian diharapkan pihak paroki memberikan: Pengarahan kepada para katekis, agar dapat memahami secara mendalam tugas pelayanan pastoralnya bagi stasi-stasi yang membutuhkan pelayanan secara Menjalin kerjasama yang baik dengan semua pekerja pastoral dan membentuk sebuah kelompok untuk menyusun program pastoral umat, karena bagaimana pun juga para katekis adalah rekan kerja pastoral, dengan demikian dapat memudahkan tugas pihak paroki yaitu demi mewujudkan visi dan misi paroki itu A Bagi Katekis Mengingat katekis akan tugas perutusan atau missio canonica, penelitian ini memberikan sumbangan berupa inspirasi dan motivasi untuk tetap memegang teguh SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 74-89 semangat pelayanan sebagai pewarta meski berada di situasi dan konisi yang tidak memungkinkan, dengan demikian peneliti mengharapakan: Para katekis tetap memegang teguh semangat pewartaan serta tidak mengenal lelah dalam memberikan pemahaman yang berkaitan dengan peran katekis untuk meningkatkan partisipasi umat dalam kehidupan menggereja Peneliti juga mengharapkan bahwa para katekis mesti berbangga diri karena panggilan hidupnya sebagai pewarta itu suci dan mulia dan menyadari betapa pentingnya peran katekis dalam perkembangan Gereja musafir, karena para katekis berada di garis depan pembinaan iman umat artinya katekis juga ikut bertanggung jawab atas kehidupan menggereja umat. Diharapkan agar terus menjalin hubungan yang baik pula dengan katekis terdahulu sehingga dapat saling membantu dalam pelayanan pastoral karena mereka yang lebih dahulu mengetahui situasi dan kondisi umat di paroki tersebut. Bagi Peneliti Selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya kiranya hasil penelitian ini menjadi informasi dan bahan referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya yang berkaitan tentang Peran Katekis Untuk Meningkatkan Partisipasi Umat dalam Kehidupan Menggereja. Dapat menjadi inspirasi dan pembanding dalam penyempurnaan tulisan karya ilmiah yang berhubungan dengan peran katekis untuk meningkatkan partisipasi umat dalam kehidupan menggereja. Peneliti juga berharap agar dapat menambah atau menemukan hal-hal yang dianggap perlu dari penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA