PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN Yulia Safitri1. Yaumil Fauziah2. Yulia Fatma Nasution3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Flora. Medan. Indonesia1,2,3 E-mail: fatlipi2t@gmail. ABSTRAK Seorang ibu yang melahirkan bayi dengan cara operasi sectio caesarea (SC) akan mengalami rasa nyeri. Mobilisasi dini merupakan salah satu cara untuk menurunkan intensitas nyeri post operasi sectio caesarea. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri post operasi sectio caesarea di Rsu Sundari Medan. Rancangan penelitian menggunakan metode quasi eksperimental dengan pendekatan one group pretest Ae Sampel penelitian adalah 10 ibu post operasi Sectio Caesaria di Rsu Sundari Medan, dengan teknik sampling menggunakan total sampling. Instrumen penelitian dalam mengukur intensitas nyeri numerical rating scale, sementara Instrumen mobilisasi dini menggunakan lembar checklist. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata intensitas nyeri nilai sebelum mobilisasi dini sebesar 6,30 dan setelah mobilisasi dini menjadi 3,50. Hasil analisis uji statistic diperoleh nilai Z score = -2,842 dengan p-value = 0,004. Kesimpulkan ada pengaruh mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri post operasi sectio caesarea di Rsu Sundari Medan. Oleh karena itu mobilisasi dini efektif mampu menurunkan intensitas nyeri post operasi sectio caesarea. Diharapkan bagi ibu post operasi SC dapat melakukan mobilisasi dini untuk mempercepat penurunan intensitas nyeri Kata Kunci: Mobilisasi Dini. Nyeri. Post Operasi Sectio Caesarea PENDAHULUAN Tindakan Sectio Caesarea (SC) merupakan salah satu alternatif bagi seorang wanita dalam memilih proses persalinan disamping adanya indikasi medis dan indikasi non medis, tindakan sectio caesarea persambungan jaringan karena insisi yang akan mengeluarkan reseptor nyeri sehingga pasien akan merasakan nyeri terutama setelah efek anastesi habis. respon prilaku fisik dan psikologis. Mobilisasi dini adalah upaya untuk memandirikan pasien secara bertahap mengingat besarnya tanggung jawab yang pemulihannya dan merawat bayinya, namun banyak ibu takut melakukan pergerakan karena takut merasa nyeri padahal pergerakan itu dapat mengurngi nyeri selain kemandirian ibu (Metasari & Sianipar. Rasa nyeri dapat menimbulkan stressor dimana individu berespon secara biologis dan hal ini dapat menimbulkan Menurut Word Health organitation (WHO) memperkirakan pada tahun 2018 dilaporkan bahwa wanita melahirkan dengan sectio caesarea sebanyak 35% dari seluruh persalinan, sedangkan di Indonesia Riskesdas menyatakan terdapat 15,3% persalinan dilakukan melalui operasi. Provinsi tertinggi dengan persalinan melalui Sectio Caesarea adalah DKI Jakarta . ,2%). Kepulauan Riau . ,7%), dan Sumatera Barat . ,1%) (Depkes RI, 2. yang menonjol dalam mempercepat pemulihan pasca sectio caesareaa , dengan mobilisasi dini diharapkan ibu nifas dapat menjadi lebih sehat dan lebih kuat, selain iti juga dapat melancarkan pengeluaran lochea, membantu proses penyembuhan luka akibat proses persalinan, mempercepat involusi uteri,melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan serta meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat pengeluaran Air Susu ibu (ASI) dan pengeluaran sisa metabolisme (Manuaba, 2. Berdasarkan data Medical Recort Rsu Sundari Medan pada tahun 2018 jumlah ibu yang melakukan Sectio Caesarea sebanyak 99 orang, dan pada periode Januari 2018 sebanyak 17 orang. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan sectio caesarea dari tahun ketahun mengalami Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Handayani tahun 2015, di RSUD Moewardi, hasilnya menunjukan ada pengaruh mobilisasi dini terhadap skala nyeri dengan nilai p value=0,000. Peningkatan ini diduga karena teknik dan fasilitas bertambah baik, operasi berlangsung lebih aseptik, teknik anestesi semakin baik kenyamanan pasien sectio caesarea semakin tinggi, dan lama rawat bertambah pendek serta dapat memilih (Roeshadi, 2. Namun demikian sectio caesarea bukan berarti bebas dari risiko atau Tindakan dilakukan pada pasien post operasi sectio caesarea akan menimbulkan sensasi nyeri yang mengakibatkan ketidaknyaman pasien. Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Smeltzer, 2. Nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan lebih banyak Perawat yang menghabiskan lebih banyak waktunya bersama pasien yang mengalami nyeri mempunyai kesempatan untuk membantu menghilangkan nyeri dan efeknya yang membahayakan. Perawat tidak kesehatan profesional kesehatan lainnya akan tetapi perawat berperan sebagai pendidik untuk pasien dan keluarga untuk melakukan mobilisasi dini yang merupakan suatu aspek yang terpenting pada fungsi fisiologis karena hal itu essensial untuk mempertahankan kemandirian (Carpenito dalam Iswati , 2. Penelitian oleh Hilian mengenai rasa nyeri post Sectio diketahui bahwa pada hari ke 1-2 pasien masih mengalami nyeri pada luka, dan bahkan hampir pada separuh wanita berlangsung sampai mereka pulang ke rumah, dan bahkan sekitar 32% pasien yang dilakukan operasi sectio caesarea masih mengalami nyeri pada luka, dan tidak jarang nyeri pada luka setelah pulang bertambah berat sehingga membutuhkan obat analgesik. Terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan oleh ibu post partum dengan sectio caesarea untuk mengurangi nyeri yang dialaminya, selain tindakan pemberian analgetik diantaranya mobilisasi dini faktor Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah, teratur, mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehat dan penting untuk kemandirian (Potter dan Perry, 2. Mobilisasi yang dilakukan secara bertahap dan sendi mungkin berguna untuk membantu jalannya penyembuhan pasien. Hal ini karena secara psikologis, mobilisasi akan memberikan kepercayaan pada diri pasien bahwa dia mulai merasa sembuh. Mobilisasi ini merupakan suatu aspek yang penting pada fungsi fisiologis karena hal itu kemandirian pasien (Carpenito dalam Iswati, 2. kesimpulannya (Hidayat, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post operasi Sectio Caesaria di ruang Maternitas Rsu Sundari Medan. Data dari rekam medik Rsu Sundari Medan jumlah pasien post op sectio caesaria di Ruang Maternitas satu bulan terakhir bulan September 2023 sebanyak 17 orang. Sampel Sampel adalah merupakan sebagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili atau representatif populasi (Ryanto, 2. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Rsu Sundari Medan Tahun 2023. Mobilisasi dini juga sangat penting pada kondisi paSectio caesareaa operasi. Adapun manfaat yang diperoleh pada kondisi ini anatara lain : mempercepat pemulihan luka, mencegah thrombosis dan tromboemboli, serta memungkinkan pasien dapat segera pulih ke kondisi semula (Potter dan Perry dalam Himawan, 2. HASIL PENELITIAN Analisa Univariat Karakteristik Responden Analisa univariat dalam penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil dari pengambilan data responden. Hal yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu mengenai gambaran karakteristik responden METODE PENELITIAN Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian quasi eksperimental design. Penelitian ini menggunakan one group pre test-post test design, yaitu mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melihatkan satu kelompok subjek. Kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi (Nursalam, 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden di Rsu Sundari Medan . Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Populasi generalisasi yang terdiri atas subjek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk Karakteristi Frekuens Persentas i . e (%) Umur (Tahu. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa skala nyeri sebelum mobilisasi dini sebagian besar pada skala nyeri sedang yaitu skala 5 sebanyak 3 orang . %%) dan skala 6 sebanyak 2 orang . %), sebagian kecil pada skala nyeri berat yaitu skala 8 dan7 masing-masing sebesar Sedangkan skala nyeri sesudah mobilisasi dini sebagian berada pada skala nyeri ringan yaitu skala 3 sebanyak 5 orang . %) dan skala nyeri sedang yaitu skala 4 sebanyak 5 orang . %). >35 Total Pendidikan SMP SMA Total Hasil analisis pada tabel diperoleh bahwa mayoritas responden pada kelompok umur 20-30 tahun sebanyak 9 orang . ,0%) dan mionoritas pada kelompok umur >35 tahun sebanyak 1orang . ,0%). Berdasarkan pendidikan responden sebagian besar berpendidikan tinggi SMA sebanyak 6 ,0%) dan sebagian kecil pendidikan rendah SMP sebanyak 1 orang . ,0%) Distribusi Frekuensi Intensitas Nyeri Responden Sebelum dan Sesudah Mobilisasi Dini di Rsu Sundari Medan Intensitas Nyeri Intensitas Nyeri Gambaran tentang skala intensitas nyeri responden sebelum dan sesudah pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien post operasi section caesarea di RSU SUNDARI MEDAN responden yang selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini. Distribusi Skala Intensitas Nyeri Responden Sebelum dan Sesudah Mobilisasi Dini di Rsu Sundari Medan. Sebelum Nyeri sedang Nyeri berat Total Sesudah Nyeri ringan Nyeri sedang Total Responde Berdasarkan tabel diketahui bahwa mobilisasi dini sebahagian besar pada nyeri sedang yaitu sebanyak 6 orang . %) dan sebagian kecil berada pada nyeri berat sebanyak 4 orang . %). Intensitas nyeri responden sesudah mobilisasi dini diperoleh nyeri sedang dan nyeri ringan masingmasing sebesar 50%. Skala Intensitas Nyeri Pre Post test Freku . Perse PEMBAHASAN Analisa Univariat Intensitas Nyeri Sebelum Mobilisasi Dini Berdasarkan dilakukan mobilisasi dini sebagian besar dalam intensitas nyeri sedang sebesar 60%). Hasil penelitain ini didukung penelitian Astutik . yang menjelaskan sebelum dilakukan mobilisasi dini, tingkat nyeri ibu operasi SC sebagian besar pada kategori berat . ,3%) dan setelah dilakukan mobilisasi dini , tingkat nyeri pasien SC sebagian besar dalam kategori nyeri sedang . ,8%). Hasil uji statistic menunjukkan ada pengaruh mobilisasi terhadap penurunan intensitas nyeri ibu post operasi SC di RSUD dr. Harjono Ponorogo. menyatakan setiap individu belajar dari pengalaman nyeri, apabila seseorang belum merasakan nyeri sebelumnya maka persepsi pertama nyeri dapat mengganggu koping terhadap nyeri. Dapat diambil kesimpulan jika seorang pasien post operasi sectio caesarea pertama kali melakukan persalinan dengan sectio caesarea dan belum pernah melakukan operasi sebelumnya seorang pasien akan mengalami konsep mekanisme koping dalam mengatasi nyeri sehingga dapat mengakibatkan kondisi pasien menjadi cemas sehingga otot-otot menjadi tegang dan rasa nyeri menjadi berat. Intensitas Nyeri Sesudah Mobilisasi Dini Berdasarkan mobilisasi dini dilakukan responden masih mengalami nyeri rinagan dan nyeri sedang yang masing-masing sebesar 50%. Tamsuri . menyebabkan pelepasan mediator kimia yang kemudian mengaktifasikan nosiseptor dan memulai transmisi nosiseptif sampai terjadinya nyeri. Nyeri akan mengakibatkan mobilisasi pasien menjadi terbatas. Dampak tidak melakukan mobilisasi dini yaitu terjadinya involusi uterus yang tidak baik sehingga menghambat pengeluaaran lochea dan meningkatkan resiko terjadinya pendarahan abnormal. Intensitas nyeri adalah gambaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh individu, pengukuran intensitas nyeri sangat subjektif dan individual dan kemungkinan nyeri dalam intensitas yang sama dirasakan sangat berbeda oleh dua orang yang Pengukuran pendekatan objektif yang paling mungkin adalah menggunakan respon fisiologik tubuh terhadap nyeri itu sendiri. Namun, pengukuran dengan teknik ini juga tidak dapat memberikan gambaran pasti tentang nyeri itu sendiri (Tamsuri, 2. Tingkat nyeri sedang dapat digambarkan secara obyektif pasien mendesis, menyeringai, dapat menunjukkan lokasi nyeri, dapat perintah dengan baik (Perry dan Potter. Menurut Perry dan Potter . menyatakan beberapa faktor mempengaruhi nyeri antara lain adalah usia, jenis kelamin, kebudayaan, makna nyeri, perhatian, ansietas, keletihan, pengalaman sebelumnya, gaya koping dan dukungan keluarga dan Andarmoyo . menyatakan sebelumnya terkadang meningkatkan stress pada periode post operasi, karena pasienn akan bertanya- tanya tentang kefektifan prosedur terhadap perbaikan sakitnya. Selain itu pendapat Potter dan Perry . Intensitas nyeri pasien setelah mobilisasi dalam kategori ringan, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh kemampuan pasien melaksanakan intruksi dari peneliti untuk melakukan mobilisasi. Kemampuan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia . urwodaminto, 2. disebutkan pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan SARAN Bagi Rumah Sakit Diharapkan memberikan kontribusi untuk pertimbangan pihak rumah sakit dalam pembuatan Standar Prosedur Operasional (SPO) mobilisasi dini post operasi SC sehingga pihak rumah sakit lebih menggiatkan lagi sosialisasi mobilisasi dini post operasi SC kepada seluruh perawat rumah sakit. Berdasarkan diperoleh gambaran pada responden adalah meskipun mobilitas dilakukan dengan bantuan dan intruksi dari peneliti, namun apabila pasien tidak mempunyai motivasi untuk melaksanakan mobilisasi juga menurunkan intensitas nyeri post operasi section caesare. Bagi Institusi Pendidikan Diharapkan penelitian ini dapat menambah pustaka kepada mahasiswa dan dosen tentang mobilisasi dini post operasi section caesarea. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan bagi peneliti dan peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian terhadap manfaat mobilisasi dini post operasi section caesarea. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan sebelumnya mengenai pengaruh mobilisasi dini terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi SC di Rsu Sundari Medan dengan responden 10 orang, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: DAFTAR PUSTAKA