Vol. 4Vol. No. July December No. 2, -Juli - Desember ISSN:ISSN: (P) |(P) ISSN: (E) (E) | ISSN: Academica Journal of Multidisciplinary Studies Vol. Vol. 4 No. July - December 2020 1 No. Juli-Desember ISSN:2579-9703 | ISSN: ISSN: (P)(P) | ISSN: (E)(E) Academica Journal of Multidisciplinary Studies Editorial Team Editorial Team Editor-In-Chief Deri Prasetyo. IAIN Surakarta EditoralinBoard Editor Chief Mudofir. IAIN Surakarta Syamsul Bakri. IAIN Surakarta Ahmad Saifuddin. IAIN Surakarta Muhammad Munadi. IAIN Surakarta Abdul Matin bin Salman. IAIN Surakarta Endy Saputro. IAIN Surakarta Reviewer Zainal Anwar. IAIN Surakarta Nur Kafid. IAIN Surakarta Mudofir. Akhmad AnwarIAIN Dani,Surakarta IAIN Surakarta Nur Rohman. Syamsul Bakri,IAIN IAINSurakarta Surakarta Andi Wicaksono. IAIN Surakarta Khasan Ubaidillah. IAIN Surakarta Managing Editor Dewi Nur Fitriana Lulu Syifa Pratama Arif Rifanan Khoirul Latifah Eko Nur Wibowo Assistant to Editor Nurul Iffakhatul Solekah Sarah Muktiati Nurika Indah Sofantiyana Hana Zunia Rini MaAomun Toyib Layouter Della Putri Apriliana Alamat Redaksi: Nuur Is Lathifah Arlin Dwi IAIN (State Institute for Setyaningsih Islamic Studie. Surakarta Jln. Pandawa No. 1 Pucangan,Alamat Kartasura. Sukoharjo. Central Java, 57168 Redaksi: id/index. php/academica IAIN (State Institute for Islamic Studie. Surakarta Jln. Pandawa No. 1 Pucangan. Kartasura. Sukoharjo. Central Java, 57168 e-mail: journal. academica@gmail. | journal. academica@iain-surakarta. website: ejournal. id/index. php/academica e-mail: journal. academica@gmail. com | journal. academica@iain-surakarta. Vol. Vol. 4 No. July - December 2020 1 No. Juli-Desember ISSN: 2579-9703 2579-9703(P) (P)||ISSN: ISSN:2579-9711 2579-9711(E) (E) ISSN: Academica Journal of Multidisciplinary Studies Daftar Isi Daftar Isi Strategi Koping Siswa dalam Menghadapi Stres Akademik di Era Pandemi Covid-19 Pengembangan Kepribadian Konselor Melalui Kegiatan Kepramukaan Della Tri Damayamti & Alviyatun Masitoh 185 - 198 di UKK Racana IAIN Surakarta Nurika Indah Kecemasan Sofantiyana Masyarakat Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Manajemen Andini Permana Kartika Putri & Ardi Septiawan 199 - 216 Peran Komunikasi Ayah dalam Perkembangan Mental Anak: Studi atas Santri Belajar Putri Pondok Karanganyar Pola Bimbingan Orang Tahfidz Tua di Masa Pandemi Covid-19 Fitri Setianingsih Nia Unfa & Adi Tri Nugroho - 224 Aspek Perkembangan pada Anak Sekolah Dasar: Masalah dan Perkembangannya Analisis Faktor-Faktor Keputusan Pembelian Makanan Online Muslim Millenial Umi Latifah Arian Agung Prasetiyawan & Sela Mahribi Nurhidayah 225 - 244 Pendidikan Prenatal Yahudi dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam Strategi Orang Tua Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Anak Pada Masa Pandemi Mivtahul Kasana & Anggraeni Novita Sari Covid-19 Lusiana Siska Nurul Azizah. Nila Ispiyana, & Sinta Nuryah 245 - 256 The Various Respond of Student Toward Peer-Tutoring Method in Bilingual Program Khoirul Latifah Model Pendampingan Belajar Orang Tua Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Selama Masa Pandemi Filantropi Dakwah dan Kaum Minoritas di Indonesia Tias Rahmawati. Fartiwi, & Umi Nur Fatimah - 266 Okta Nurul Hidayati Implementasi dan Kunjungan RumahEtika Dalam Pembelajaran Pada Masa Pandemi Pembelajaran Implementasi Bisnis Islam: Aisyahpada Budianti & PuteriAkuntansi Ardina Melati 267 - 278 Studi Mahasiswa Syariah IAIN Surakarta Galuh Anggraeny Analisis Manajemen Risiko PT. Amanu Zamzam Sakinah Solo Menghadapi Kebijakan Pemerintah di Masa Pandemi Respons Masyarakat terhadap Covid-19 Produk Pembiayaan BMT di Kartasura Muhammad Permadi & M. Muqoffa - 294 Dimas Saputra Dakwah Daring Menjaga Solidaritas Sosial di Masa Pandemi Covid 19 Peran Ibu Rumah Tangga Membangun Kesejahteraan Keluarga Setyowati Anggi Cahya Septi Latifa&Hanum - 310 Eksistensi ProkemZikir Di Tengah Modernisasi Bahasa Generasi Model Psikoterapi dalam Meningkatkan Kesehatan MentaMilenial Daimul Ikhsan,Dita Muhammad Irsyadi&Fahmi Asep Mafan Afrizal Mufti. Pramestiani. Anggi&Kusuma Maharani - 318 Praktik Kawin Suntik Hewan (Sap. Ditinjau Dari Hukum Islam Baik Dalam Praktik Maupun Dalam Akadnya Fify Nurul Pertiwi & Lilis Nurani 319 - 328 Vol. 4 No. July - December 2020 ISSN: 2579-9703 (P) | ISSN: 2579-9711 (E) Strategi Orang Tua Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Anak Pada Masa Pandemi Covid-19 Lusiana Siska Nurul Azizah. Nila Ispiyana. Sinta Nuryah IAIN Surakarta Abstrack Character education is an important thing for individuals that must be instilled since childhood. The practice of cultivating character education during the pandemic Covid-19 is entirely borne by parents. This study aims to determine the strategies used by parents in cultivating childrenAos character education during the pandemic Covid-19. This study uses a descriptive qualitative approach and phenomenological methods. Data collection tecniques through observation and structured interviews. The result of this study show that the strategy of cultivating childrenAos character education during the pandemic Covid-19, there are two strategies, namely: first, habituation, and second exemplary. Keywords: character education. pandemic Covid-19. parental strategy. Abstrak Pendidikan karakter merupakan hal penting bagi individu yang harus ditanamkan sejak kecil. Praktik penanaman pendidikan karakter dimasa Pandemi Covid-19 sepenuhnya dibebankan kepada orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan orang tua dalam penananman pendidikan karakter anak pada masa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtitatif deskriptif dan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa strategi penanaman pendidikan karakter anakpada masa pandemi Covid-19, terdapat 2 strategi, yaitu: pertama, pembiasaan . Kedua, keteladanan . Kata kunci: pandemi covid-19. pendidikan karakter. strategi orang tua. Lusiana Siska Nurul Azizah. Nila Ispiyana, & Sinta Nuryah PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang tengah dihadapkan pada pandemi Covid-19. Coronavirus Disease (Covid-. merupakan jenis penyakit baru yang sebelumnya belum pernah teridentifikasi pada manusia. Virus ini dapat menyebabkan berbagai penyakit dengan gejala yang bermacammacam. Di antara gejala virus Corona yaitu demam, batuk dan sesak nafas. Gejala-gejala tersebut merupakan penyakit yang dianggap sepele sebelumnya. Wabah ini cukup menelan banyak korban, tidak terkecuali di Indonesia. Kasus terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 244. 676 ada penambahan sejumlah 989 kasus baru. Jumlah pasien sembuh bertambah 2. 977 menjadi 177. Kasus meninggal bertambah 105 menjadi 9. 553 orang (Lizsa Egaha. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwasannya peningkatan kasus Corona di Indonesia mengalami penambahan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pemerintah membuat kebijakan social distancing atau kebijakan yang melarang adanya Dengan adanya kebijakan tersebut dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, diantaranya aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, dan khususnya pendidikan. Dalam bidang pendidikan, pemerintah mengeluarkan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 pada keputusan tersebut dijelaskan bahwa proses kegiatan belajar mengajar harus dilakukan melalui Pembelajarana Jarak Jauh (PJJ) (Aji & Dewi, 2. Pembelajaran jarak jauh diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar mandiri dari segi waktu, tempat, strategi dan metode (Kor et al. , 2. Pembelajaran jarak jauh merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan cara pendidik, peserta didik, dan bahan ajar berada di tempat yang terpisah oleh ruang dan disatukan atau dihubungkan dengan bantuan alat teknologi komunikasi (Iskenderoglu et al. Pendidik sudah selayaknya memberikan pembelajaran yang efektif berdasarkan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Penggunaan media teknologi informasi tidak selalu menjadikan sebuah pembelajaran menjadi Vol. 4 No. July - December 2020 Strategi Orang Tua Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Anak efektif dan membuat peserta didik termotivasi. Karenanya pendidik harus tetap memberikan motivasi secara alami kepada peserta didik karena motivasi belajar akan mempengaruhi intensitas usaha belajar yang dilakukan oleh peserta didik (El-Seoud et al. , 2. Pemberian motivasi alami merupakan langkah yang tepat dalam proses Untuk itu PJJ merupakan hal yang kurang pas jika dilakukan dengan terus menerus. Pembelajaran yang baik merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan cara tatap muka karena disanalah pendidik dapat menyalurkan setiap langkah dan strategi belajar. Begitupun ketika pembelajaran yang disampaikan merupakan pembelajaran praktik maka PJJ kurang pas jika diterapkan dalam proses belajar mengajar. Disamping itu banyak pula kendala yang kerap terjadi dikarenakan PJJ diantaranya adanya kendala teknis yang sering terjadi seperti server error yang terjadi dalam jaringan internet (Nurmukhametov et al. , 2. Selain itu banyak pula bagian dari proses pembelajaran yang akan lebih baik jika dilakukan dengan cara tatap muka seperti menanaman pendidikan karakter. Menurut Thomas Lickona Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang dilakukan guna mencetak karakter seseorang melalui pendidikan budi Hasil dari adanya pendidikan karakter tersebut dapat dilihat dari adanya tindakan nyata seseorang (Lickona, 1. Hal ini memberikan gambaran yang jelas jika pendidikan karakter tidak hanya cukup dilakukan dengan penyampaian teori-teori saja akan tetapi membutuhkan pendidik sebagai tutor dalam mencontohkan karakter-karakter yang baik. Karakter yang baik dicontohkan melalui tindakan murni yang telah dilihat oleh peserta didik seperti datang sekolah tepat waktu, kerapihan dalam berpakaian, tidak berisik pada saat jam pelajaran berlangsung dan lain sebagainya. Oleh karenanya PJJ mempengaruhi proses penyampaian atau pemberian contoh terhadap peserta didik karena pendidik karena hanya memungkinkah pemberian teori saja kepada peserta Cara terbaik dalam mendidik adalah dengan memberi contoh atau teladan secara langsung. Sedangkan pada masa pandemi Covid-19 ini pendidik tidak dapat menyampaikan atau mencontohkan pendidikan karakter secara langsung dikarenakan peraturan pemerintah yang telah disebutkan diatas. Vol. 4 No. July - December 2020 Lusiana Siska Nurul Azizah. Nila Ispiyana, & Sinta Nuryah Contoh sederhana yang kerap ditemui dilingkungan sekitar adalah anak yang tidak memiliki jam belajar, tidak memiliki seorang pendidik yang dijadikan sebagai teladan dalam bersikap serta tidak terikat oleh peraturan yang diadakan oleh sekolah seperti biasanya guna menciptakan lingkungan belajar yang baik dan disiplin. Akibatnya Hal ini menjadi sebuah problem yang cukup krusial yang dihadapi setiap pendidik karena watak yang terbentuk pada seorang anak akan mempengaruhi kebiasaanya dimasa yang akan datang. Jika keadaan akan terus seperti ini maka kita akan melihat beberapa dampak dimasa mendatang seperti pribadi yang tidak memiliki role model, pribadi yang apatis, dan pribadi yang Pendidikan karakter yang seharusnya ditanamkan oleh orang tua dan pendidik, namun karena adanya pandemi covid-19 penanaman Pendidikan krakter sepenuhnya dibebankan kepada orang tua. Sedangkan tidak semua orang tua mempunyai basic dalam mengajar. Berdasarkan penjelasan diatas peneliti ingin lebih jauh mengetahui tentang bagaimana strategi yang dilakukan orang tua dalam penanaman pendidikan karakter selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini hamper sama dengan yang disampaikan oleh Wulandari dan Kristiawan dengan judul Strategi Sekolah Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa Dengan Memaksimalkan Peran Orang Tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya dalam memaksimalkan peran orang tua untuk penguatan pendidikan karakter bagi anak, yaitu: Pertama menumbuhkan nilai-nilai karakter. Kedua, membangun hubungan yang kuat dengan orang Ketiga, menyiapkan pendidik yang profesional. Keempat, memfasilitasi sarana dan prasarana sekolah yang baik. Namun, terdapat perbedaan dengan penelitian sebelumnya yaitu pada subjek penelitian dan variabel penelitian tentang strategi orang tua dan penanaman pendidikan karakter serta objek penelitian yaitu dimasa pandemi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan Vol. 4 No. July - December 2020 Strategi Orang Tua Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Anak adalah wawancara terstruktur dengan tujuan ingin mengetahui strategi yang digunakan oleh orang tua dalam penanaman pendidikan karakter melalui pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti sebelumnya. Sumber data penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak yang duduk dibangku sekolah SD atau sederajat dengan umur kisaran 7 sampai 12 tahun. Adapun analisa data yang digunakan adalah analisis data interaktif melalui beberapa tahapan yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dalam pemeriksaan keabsahan data. Teknik triangulasi, yaitu teknik penyilangan informasi yang diperoleh dari sumber sehingga pada akhirnya hanya data yang absah saja yang digunakan untuk mencapai hasil penelitian. (Arikunto, 2. Teknik triangulasi riangulasi metod. , yaitu dengan mengecek ulang informasi hasil wawancara HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, yaitu dengan membuat kebijakan social distancing dan mencegah terjadinya kerumunan banyak orang. Hal ini penting disadari oleh kita bersama serta seluruh masyarakat untuk tidak mengadakan dan melakukan kegiatan atau acara yang sifatnya mengumpulkan banyak orang di dalam satu tempat. Oleh karena itu, anjuran pemerintah untuk social distancing harus digalakkan dan dipatuhi baik dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan kerja maupun Dampak adanya pandemi covid-19 dalam lingkungan sekolah sangat dirasakan oleh seluruh warga sekolah terutama oleh siswa. Pembelajaran yang dilakukan secara online mengharuskan siswa untuk mau tidak mau dan suka tidak suka menggunakan teknologi. Pada proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara online siswa merasa dipaksa untuk belajar dari rumah tanpa adanya sarana dan prasaran yang memadai. Keadaan semacam ini belum terbiasa dirasakan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan Vol. 4 No. July - December 2020 Lusiana Siska Nurul Azizah. Nila Ispiyana, & Sinta Nuryah secara online, mereka tidak lagi bisa bergurau dan bercanda tawa dengan temanteman dan gurunya (Purwanto, 2. Akibat dari pembelajaran via daring yang kurang lebih berjalan selama tujuh bulan ini dapat mempengaruhi psikologi anak, mereka akan merasa jenuh karena hanya di rumah saja dan merasa tertekan terhadap psikis anak sehingga berpotensi menimbulkan stress pada anak serta anak akan kehilangan jiwa sosialnya karena kurangnya berinteraksi dengan orang lain (Ruci & Conilie, 2. Pembelajaran jarak jauh dengan media komunikasi juga menjadikan kurangnya pendampingan dan pemantauan dari guru, sehingga perilaku siswa tidak dapat dikendalikan. Akibat pembelajaran jarak jauh terhadap perilaku siswa menjadi malas, kurang bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sebagai siswa, kurang disiplin, dan kurang mandiri dalam mengerjakan tugas serta lebih bergantung kepada orang lain, yakni orang tua. Penanaman pendidikan karakter sulit untuk diterapkan jika pembelajaran dilakukan secara online. Peran orang tua serta strategi yang digunakan sangatlah penting agar pendidikan karakter siswa dapat ditanamkan dengan baik. Hal tersebut tentunya menjadi tugas yang tidak mudah bagi setiap orang tua, karena dalam proses mendidik memerlukan strategi yang baik dimana strategi tersebut harus dimiliki oleh seorang pendidik, terutama dalam penanaman pendidikan karakter terhadap anak pada masa pandemi Covid-19 (Purnama, 2. Pendidikan karakter merupakan urgensi bagi setiap lembaga pendidikan dikarenakan maksimalnya suatu penanaman pendidikan karakter akan mempengaruhi perilaku peserta didik dimasa yang akan datang. Indonesia adalah bangsa yang besar yang memiliki identitas dan jati diri bangsa yang baik melalui karakter bangsa yang baik pula. Pemahaman dan praktek yang maksimal dari pendidik menjadi taruhan atau kunci bagi keberhasilan penanaman pandidikan karakter pada setiap lembaga pendidikan. Adanya pendidikan karakter merupakan hal yang harus dilakukan dalam situasi dan kondisi apapun dan kapanpun. Hal ini dikarenakan pendidikan merupakan fondasi awal untuk tumbuh kembang generasi penerus bangsa Indonesia. Pendidikan karakter di Indonesia berasal dari budaya bangsa sendiri, yaitu penanaman nilai-nilai luhur bangsa. Nilai-nilai karakter tersebut antara lain, religius, tanggung jawab. Vol. 4 No. July - December 2020 Strategi Orang Tua Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Anak jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, mengahargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab (Saleh, 2012. Namun, karena pembelajaran dilakukan secara via daring, penanaman pendidikan karakter tidak dapat ditanamkan oleh pendidik secara langsung, pendidik tidak dapat memantau siswanya sehingga berakibat pada kemerosotan moral siswa, diantaranya kebiasaan kurang jujur dalam mengerakan tugas, pornografi karena penyalahguaan handphone, meningkatnya pergaulan seks bebas, hingga penyalahgunaan obatobatan. Kondisi semacam ini dapat terjadi karena dalam proses kegiatan belajar mengajar selama pandemi covid-19 pendidik hanya mengajarkan pengerahuan umum melalui materi saja, kurang adanya inisiatif dari pendidik untuk menanamkan pendidikan karakter terhadap siswa, sehingga untuk mengatasi masalah tersebut agar segera diatasi dan ditangani dengan baik, penanaman pendidikan karakter di masa pandemi Covid-19 ini dibutukahkan peran serta strategi penanaman pendidikan karakter oleh orang tua (Saleh, 2. Hal ini disebabkan oleh karakter, moral dan, akhlak merupakan komponen penting untuk mencapai kesempurnaan pada diri manusia (Bakri, 2009. Pembelajaran via daring juga berdampak terhadap orang tua di Kabupaten Karanganyar yang merasakan bahwa melalui pembelajaran via daring ini anak menjadi tidak mau memahami materi lebih lanjut yang diberikan oleh guru, guru hanya memberikan materi dan tugas tanpa menjelaskan materi yang diberikan, sehingga orang tua yang harus menjelaskan materi kepada anak. Dalam mengatasi problem tersebut orang tua di Kabupaten Karangnayar yakni yaitu Ibu Fitri diaman anaknya masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 5. Ibu Fitri berupaya untuk selalu mendampingi anaknya daam proses kegiatan belajar mengajar via daring dan mengajak anaknya untuk berkomunikasi secara intensif untuk menentukan tujuan belajar, membimbing anak untuk menyusun sistem belajar sendiri dan menghargai proses belajar anak dengan memberikan Sedangkan untuk penanaman pendidikan karakter kepada anak Ibu Fitri melakukannya dengan cara membiasakan anak untuk selalu bersikap jujur, terbuka dan mengakui kesalahan yang diperbuat. Strategi pembiasaan Vol. 4 No. July - December 2020 Lusiana Siska Nurul Azizah. Nila Ispiyana, & Sinta Nuryah . , yaitu startegi yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak dalam membiasakan anak untuk melakukan seuatu kegiatan secara rutin. Penerapan strategi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membentuk karakter Penanamana pendidikan karakter dengan membiasakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk, dengan tidak sekedar hanya menyuruh saja dan dilakukan secara teratur dan terus menerus. Melalui strategi pembiasaan . ini diharapkan akan terbentuk karakter anak terbiasa bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, disiplin dalam hal waktu, mandiri, serta kerja keras dalam melakukan segala kegiatan agar tercapai cita-cita (Wulandari. Yeni, & Kristiawan, 2. Orang tua lainnya di Kabupaten Karanganyar yang mengalami dampak adanya pembelajaran via daring yaitu Ibu Sriyanti berusaha untuk mendampingi anak selama proses kegiatan belajar mengajar secara online. Selain mendampingi anak dalam pelajaran pengetahuan. Ibu Sriyanti juga menanamkan pendidikan karakter terhadap anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 4 dengan memberikan contoh secara langsung dihadapan anak, misalnya memberikan contoh untuk segera sholat dan menyuruh anak untuk segera menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Strategi penanaman pendidikan karakter dengan memberikan contoh/ keteladanan ini yang dirasa cukup ampuh dalam penanaman nilai karakter terhadap anak oleh orang tua di rumah. Menurut Suwandi (Nurchaili, 2. pelaksanaan pendidikan karakter lebih tepatnya menggunakan pendekatan keteladanan . oleh orang tua. Keteladanan dari orang tua juga merupakan hal yang penting dalam penanaman pendidikan karakter kepada anak. Karakter yang baik tidak hanya didapatkan melalui teori semata, akan tetapi harus dengan teladan atau contoh dari orang tua. Orang tua yang menginginkan anaknya memiliki karakter yang baik harus juga memiliki karakter yang baik. Melalui strategi keteladana dari orang tua ini karakter yang akan terbentuk yakni, tanggung jawab, disiplin dan mandiri. Anak akan lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugasnya, baik tugas dari guru maupun orang tua. Anak akan lebih disiplin dalam mengerjakan tugasnya, dapat menyelesaikannya dengan baik dan dapat melakukannya tanpa bantuan dari orang lain. Penanaman pendidikan karakter melalui strategi keteladanan Vol. 4 No. July - December 2020 Strategi Orang Tua Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Anak dapat dilakukan dengan mencontohkan hal-hal kecil dahulu kepada anak, yang dianggap sepele namun imbasnya akan mempengaruhi perilaku anak dimasa yang akan datang. Seperti halnya Ibu Sriyanti yang mencontohkan anaknya untuk selalu berkata hal-hal yang baik dan berbicara sopan terhadap orang lain (Saleh, 2. Beberapa strategi penanaman pendidikan karakter yang diterapkan oleh orang tua di Kabupaten Karanganyar tersebut diharapkan dapat melahirkan empat fondasi hubungan, yaitu hubungan mansia dengan Allah, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan hubungan manusia dengan kehidupan dirinya di dunia dan akhirat. Setiap karakter dalam diri manusia ditentukan oleh dirinya sendiri, apakah melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan. Manusia memiliki akal pikiran untuk dapat membedakan mana yang terbaik untuk dirinya dan mana yang buruk untuk dirinya sendiri maupun orang disekitarnya. Karakter yang terbentuk dalam diri seseorang akan menjadi ciri khas dan jati dirinya dalam berperilaku terhadap dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, karakter dalam diri seseorang tidak dapat terbentuk secara instan, membutuhkan proses yang begitu panjang dan diperlukan pendidikan karakter dengan strategi yang terbaik untuk mewujudkan karakter yang berakhlaqul karimah (Maksudin. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pendidikan karakter dapat ditanamkan kepada anak sejak dini, dimulai dari kesadaran orang tua yang membimbing dan membiasakan anak. Pelaksanaan pendidikan karakter sepenuhnya telah diterapkan oleh orang tua dikabupaten karanganyar selama masa pandemi Covid-19. Strategi yang telah diberikan orang tua dalam penanaman pendidikan karakter anak ada dua, yaitu: pembiasaan dan keteladanan. Dari strategi yang telah diterapkan tersebut menghasilkan pribadi anak lebih disipin, tanggungjawab, mandiri, dan menjadi contoh bagi orang lain. Vol. 4 No. July - December 2020 Lusiana Siska Nurul Azizah. Nila Ispiyana, & Sinta Nuryah Saran Peneliti menyadari dalam penelitian ini masih terdapat kekurangan, terutama dalam mencari data dan teori terkait topik penelitian. Maka dari itu, saran peneliti kepada peneliti selanjutnya untuk memperbanyak literature yang terkait dengan penelitian ini. Sehingga dapat memperkaya serta melengkapi kekurangan dari pembahasan yang ada pada penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA