Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TERHADAP PEMBUATAN MP-ASI BERBASIS PANGAN LOKAL DESA SEGEDONG Hikmah Fadhillah*. Selviana. Linda Suwarni Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi. Universitas Muhammadiyah Pontianak. Indonesia e-mail : hikmahfadhillah883@gmail. Artikel Diterima : 24 Februari 2025. Direvisi : 4 Maret 2025. Diterbitkan : 25 Maret 2025 ABSTRAK Pendahuluan: Makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung perkembangan anak, terutama pada 1. 000 hari pertama kehidupan. Pangan lokal banyak tersedia yang mengandung nutrisi yang bergizi, namun masih banyak ibu yang belum mengetahui pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas media video dalam peningkatan pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap pembuatan MP-ASI di Desa Segedong. Metode: Penelitian ini mengunakan desain pre-eksperimental dengan design one group pretest-posttest yaitu evaluasi sebelum dan sesudah pemberian intervensi pada ibu balita di Desa segedong sebanyak 30 orang pada bulan Juli 2024. Uji t berpasangan digunakan untuk mengetahui efektivitas media video dalam peningkatan pengetahuan dan sikap. Hasil: Rerata skor pengetahuan sebelum diberikan video edukasi mengenai MP ASI yaitu sebesar 4,33 dan setelahnya diperoleh rerata skor pengetahuan meningkat menjadi 8,10 . elta mean = 3,. Rerata skor sikap sebelum diberikan video edukasi MP ASI sebesar 22,30, dan setelahnya diperoleh rerata skor meningkat menjadi 36,03 . elta mean = 13,. Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pengetahuan dan sikap antara sebelum dan sesudah diberikan video edukasi . value < 0,. Diskusi: Penelitian ini membuktikan bahwa media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita mengenai pembuatan MP-ASI di Desa Segedong. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, mp-asi, ibu balita, media video Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 448 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: Complementary food for breast milk (MP-ASI) is one of the important steps in supporting child development, especially in the first 1,000 days of life. Local food is widely available and contains nutritious nutrients, but many mothers still do not know how to make MP-ASI based on local food. This study aimed to measure the effectiveness of video media in increasing the knowledge and attitudes of mothers of toddlers towards making MPASI in Segedong Village. Method: This study used a pre-experimental design with a one group pretest-posttest design, namely an evaluation before and after providing intervention to 30 mothers of toddlers in Segedong Village in July 2024. The paired t-test was used to determine the effectiveness of video media in increasing knowledge and attitudes. Result: The average knowledge score before being given an educational video about complementary feeding was 4. 33 and after that the average knowledge score increased to 8. elta mean = The average attitude score before being given an educational video about complementary feeding was 22. 30, and after that the average score increased to 36. elta mean = 13. The results of the paired t-test showed a significant difference in knowledge and attitude between before and after being given an educational video . value <0. Discussion: This study demonstrates that video media effectively enhances the knowledge and attitudes of mothers of toddlers concerning the preparation of complementary feeding (MP-ASI) in Segedong Village. Keywords: knowledge, attitude, mp-asi, mothers of toddlers, video media Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 449 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENDAHULUAN Perkembangan antara 6-24 bulan. MP-ASI berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi yang tidak lagi cukup dipenuhi oleh ASI Eksklusif (Rahmah. Rahfiludin and Kartasurya. Namun, masih ada banyak ibu balita yang tidak memiliki pengetahuan dan sikap yang tepat dalam pemberian MPASI berbasis pangan lokal (Ahmad et al. Pengetahuan ibu yang rendah ini dapat berkontribusi pada masalah gizi balita seperti stunting dan kurang gizi pada 1000 hari pertama kehidupan emas adalah tahap penting dari pertumbuhan dan pengembangan anak, dimana pemberian MP-ASI adalah salah satu faktor kunci untuk memcegah stunting (Kemenkes RI. Di Kalimantan Barat, prevalensi stunting pada balita mencapai 33,3% (BPS Provinsi Kalimantan Barat, 2. Faktor utama yang menyebabkan stunting adalah asupan makanan, terutama pemberian ASI dan MP-ASI (Subandra. Zuhairini and Djais, 2. Berbagai fakta dan informasi mengungkapkan bahwa 63,4% anak berusia 7-23 bulan tidak mendapatkan MP-ASI sesuai dengan praktik yang direkomendasikan terkait waktu pemberian, frekuensi, dan kualitas (PERSAGI, 2. Anak yang menerima MP-ASI dengan waktu pemberian yang tidak tepat berisiko 2,8 kali lebih tinggi mengalami stunting . -score <-. (Hidayah et al. , 2. Pangan lokal banyak tersedia di masing-masing daerah yang mengandung nutrisi yang bergizi, namun belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, termasuk dalam pembuatan MP-ASI pada balita (Suwarni et al. , 2. Hal ini disebabkan masih terbatasnya pengetahuan masyarakat setempat, khususnya ibu yang memiliki balita dalam pemanfaatan pangan lokal yang bernilai gizi, sehingga kurang memanfaatkan pangan lokal tersebut (Syafira et al. , 2. Media video telah banyak digunakan dalam intervensi kesehatan masyarakat (Wahyudi and Raharjo, 2023. Xiao. Wong and Yang, karena sifatnya yang mudah diakses, dan menarik (Madriaza et al. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video dapat meningkatkan pengetahuan (A. Fauzi. Heryani and Srinayanti, 2023. Madinatus Sahro. Ibnu Fajar and Bastianus Doddy Riyadi, 2023. Arum and Mulyana, 2. dan perubahan perilaku (Arum and Mulyana, 2024. Luna and Dinatha, 2024. Sukriani. Yuniasi and Eline Charla Sabatina, 2. dibandingkan dengan metode edukasi konvensional seperti ceramah dan brosur. Potensi pangan lokal seperti ubi, ikan, dan sayuran khas Kalimantan Barat dapat diolah menjadi MP-ASI bergizi tinggi dengan harga yang terjangkau (BPS Provinsi Kalimantan Barat, 2. Dengan mengoptimalkan penggunaan media video, upaya peningkatan pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap pembuatan MP-ASI dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting (A. Fauzi. Heryani and Srinayanti, 2023. Sahro. Fajar and Riyadi, 2023. Arlis et al. , 2. Peningkatan gizi anak balita merupakan salah satu prioritas dalam program kesehatan masyarakat di tingkat global, nasional, dan lokal (UNICEF Indonesia, 2. Di dunia, lebih dari 45 juta anak balita menderita wasting, sementara 149 juta lainnya mengalami stunting akibat pemberian makanan yang tidak mencukupi secara kuantitas maupun Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban stunting tertinggi di Asia menghadapi tantangan serius, di mana prevalensi stunting nasional mencapai 24,4% (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. , 2. Di Kalimantan Barat, angka prevalensi stunting bahkan lebih tinggi, mencapai 33,3%, dengan faktor penyebab utama adalah ketidaktahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang benar serta minimnya Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 450 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 pemanfaatan pangan lokal yang kaya nutrisi (Putri. Sulastri and Apsari, 2. Pendekatan edukasi konvensional seperti penyuluhan berbasis tatap muka atau media cetak terbukti kurang efektif dalam menjangkau dan mengubah perilaku masyarakat, terutama di daerah pedesaan (Cahyani. Yuliana and Wijayanti, 2020. Suryani. Rahayu and Widodo, 2. Sebaliknya, penggunaan media berbasis video telah terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat secara lebih efektif. Media video tidak hanya memungkinkan penyampaian informasi secara visual dan audio yang mudah dipahami serta relevan dengan konteks lokal (Kamat et al. , 2018. Fatimah et al. Romantika et al. , 2020. Mahaseth. Pun and Baral, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa media video dapat meningkatkan pemahaman ibu balita terhadap gizi anak sebesar 20-30% (Rahmawati. Mamlukah and Iswarawanti. Desa Segedong, sebagai salah satu wilayah di Kalimantan Barat, memiliki potensi besar dalam memanfaatkan pangan lokal untuk pembuatan MP-ASI. Namun, tingkat pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap hal ini masih rendah, dan minimnya media edukasi berbasis media Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas media video dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita di Desa Segedong terhadap pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal. Penelitian ini berfokus pada peningkatan aspek pengetahuan, sikap, dan memanfaatkan potensi pangan lokal. BAHAN DAN METODE Penelitian ini mengunakan desain pre-eksperimental dengan design one group pretest-posttest yaitu evaluasi sebelum dan sesudah pemberian intervensi dengan jumlah populasi dan sampel ibu balita didesa segedong sebanyak 30 orang, mayoritas responden merupakan ibu rumah tangga di desa segedong. Responden dalam penelitian ini dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Teknik ini merupakan pemilihan sampel yang mengunakan metode acak, dimana menetukan individu yang memiliki karakteristik spesifik sesuai dengan tujuan penelitian, metode ini juga memberikan infomasi yang relevan dan menjawab permasalahan yang dikaji. Penelitian ini dilaksankan pada bulan Juli Variabel bebas pada penelitian ini adalah Promosi Kesehatan tentenag MPASI disampaikan melalui media Video. Intrumen yang digunakan kuesioner pengentahuan dan sikap dengan intervensi penyampaian materi menggunakan video yang berisi informasi tentang pembuatan MP-ASI dengan bahan pangan lokal. Analisi data menggunakan uji T berpasnagan untuk membandingkan skor pengentahuan dan skor sikap sebelum . dan sesudah . untuk melihat hubungan antar variabel. Penelitian ini sudah lolos kaji etik Falkultas Ilmu Kesehatan Unversitas Muhammadiyah Pontianak No: 013/KEPK-FIKES/UM PONTIANAK 2024. HASIL Penelitian ini melibatkan 30 orang responden ibu balita didesa Segedong. Berdasarkan hasil dari 30 responden diketahui sebesar 46,7% pendidikan SD, berpendidikan SMP sebesar 33,3%, berpendidikan SMA sebesar 10,0% dan 10% Perguruan Tinggi. Tabel 1. Karakteristik Pendidikan Responden Pendidikan SMP SMA Total Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 451 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Sumber: Data Primer, 2024 Pemahaman ibu sebelum intervensi dilakukan tentang berbagai pengetahuan Hasil MP-ASI, seperti waktu pemberian, jenis menggunakan uji t berpasangan untuk makanan yang perlu diperhatikan dan mengetahui perbedaan pengetahuan dan dipertimbangkan masih kurang baik. Hal dan sikap responden antara sebelum dan ini dapat berdampak pada perilaku setelah diberikan intervensi media video pemberian MP-ASI pada balitanya. dapat dilihat pada tabel berikut ini: Sebagaimana temuan dari penelitian sebelumnya yang membuktikan terdapat korelasi yang kuat antara pengetahuan ibu Tabel 2. Hasil Analisis Uji t dengan perilaku pemberian MP-ASI pada Berpasangan balitanya (Norberta and Rohmawati, 2022. Variabel Mean Delta pHerlina et al. , 2023. Liemen. Kurniawan Mean value Pengetahuan and Djaya, 2. Ibu yang memiliki Sebelum pengetahuan yang kurang baik tentang Sesudah pemberian MP-ASI berisiko anaknya Sikap mengalami stunting sebesar 1,1 kali Sebelum Sesudah dibandingkan dengan yang berpengetahuan baik (Sunarto. NurAoaini and Fitriyanti. Tingkat pengetahuan ibu terhadap Analisis MP-ASI berkorelasi positif pada status nutrisi anak (Norberta and Rohmawati. Setelah diberikan intervensi melalui intervensi media video mengenai MP ASI yaitu sebesar 4,33 dan setelahnya video edukasi tentang MP-ASI, terjadi meningkat menjadi 8,10 . elta mean peningkatan pengetahuan ibu. Media sebesar 3,. Hasil uji t berpasangan video menyajikan informasi lebih menarik, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum memudahkan audiens untuk memahami dan sesudah intervensi media video . dan mengingat materi yang disampaikan. value < 0,. Sedangkan variabel sikap. Peningkatan pengetahuan yang signifikan diperoleh rerata skor sebelum diberikan intervensi video tentang MP ASI sebesar pada kelompok yang menerima intervensi 22,30, dan setelahnya meningkat menjadi media video menunjukkan bahwa metode 36,03 . elta mean sebesar 13,. Hasil ini merupakan media edukasi yang efektif uji t berpasangan menunjukkan adanya (Asmi et al. , 2024. Sambo. Permatasari perbedaan signifikan antara sikap ibu and Herlina, 2024. Amalia. Suwarni and antara sebelum dan setelah diberikan Selviana, 2. media Video . value < 0,. Temuan penelitian ini memperkuat PEMBAHASAN efektivitas media video sebagai media Dalam penelitian ini, media video promosi kesehatan yang efektif dalam efektif dalam meningkatkan pengetahuan meningkatkan pengetahuan (Ginting et al. ibu yang memiliki balita mengenai Herdhianta. Yulianti and Assafa, pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal. Xiao. Wong and Yang, 2. Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 452 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 termasuk pengetahuan tentang MP-ASI dengan memanfaatkan pangan lokal. Berdasarkan temuan saat penelitian, ibu balita tidak mengetahui bahwa bahan lokal di daerahnya dapat dijadikan olahan MPASI dengan kandungan gizi yang baik. Melalui pemberian intervensi dengan media video meningkatkan pengetahuan ibu sebesar 87%. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya, terjadi peningkatan pengetahuan dengan rata-rata diatas 50% dari pengetahuan awal melalui media video (Yanti. Nuryani and Yanti. Katriana. Suwarni and Selviana. Oktavia. Roulita and Simamora. Selain pengetahuan, penelitian ini menemukan bahwa terjadi peningkatan sikap ibu balita terhadap MP-ASI antara sebelum dan setelah diberikan intervensi melalui media video secara signifikan. Sikap ibu lebih banyak yang kurang memperhatikan kandungan nutrisi pada pemberian MP-ASI. Hal ini dapat berdampak pada pemberian MP-ASI pada balita dan memengaruhi status gizi. Pemberian MP-ASI dan kecukupan protein berkontribusi pada kejadian stunting (Amalia. Ramadani and Muniroh, 2. Setelah diberikan intervensi melalui media video, terjadi peningkatan sikap yang signifikan terhadap pemberian MPASI. Temuan penelitian ini sejalan dengan beberapa temuan penelitian sebelumnya, yang diperoleh hasil bahwa media video selain efektif dalam meningkatkan peningkatan sikap (Kurniawati and Sari. Aliyya and Sulandjari, 2022. Sambo. Permatasari and Herlina, 2024. Amalia. Suwarni and Selviana, 2. Pemberian edukasi melalui media video dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan sikap positif. Selain memberikan metode pembelajaran yang efisien dalam waktu yang lebih singkat, konten video memengaruhi sikap responden (Isnaini and Bahrah, 2. Ketika seseorang menerima informasi melalui media video, maka sikap dan pengetahuan mereka akan meningkat (Sari et al. , 2. Kesimpulannya adalah bahwa penggunaan media video yang masyarakat seperti bahasa, media visual, meningkatkan pemahaman ibu tentang MP-ASI. Peneliti menyimpulkan bahwa ketika membuat konten video, penting untuk mempertimbangkan beberapa faktor guna memastikan konten tersebut akurat dan sesuai untuk penggunaan pendidikan. Untuk memastikan pesan mudah dipahami, materi video harus dimodifikasi dan Media pengajaran kesehatan harus bersifat visual dengan konten tekstual yang minimal. Teori Bloom menyatakan bahwa perubahan sikap ditandai dengan perubahan pengetahuan responden dan ditandai dengan kemauan untuk menanggapi atau mewujudkan sesuatu yang sejalan dengan nilai-nilai masyarakat (Krathwohl. Bloom and Masia. Atau, dapat juga dikatakan bahwa menunjukkan partisipasi aktif dalam melibatkan diri dalam suatu fenomena tertentu dan bereaksi terhadapnya dengan cara tertentu (Ulfah and Arifudin, 2. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukasi video sebagai alat bantu dalam pendidikan kesehatan memiliki Jurnal Menara Medika Vol 7 No 2 Maret 2025 | 453 Jurnal Menara Medika JMM 2025 https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 besar untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu yang memiliki Balita tentang MP-ASI. Oleh karena itu, disarankan untuk terus mengintegrasikan pendekatan ini ke dalam program kesehatan masyarakat di daerah tersebut untuk promosi kesehatan yang lebih KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita di Kecamatan Segedong terhadap pembuatan MP-ASI berbasis pangan lokal. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis media audio-visual memiliki potensi besar dalam mendukung program gizi dan kesehatan masyarakat. Saran Pengembangan Media Edukasi terus mengembangkan dan memanfaatkan media video sebagai sarana edukasi gizi, terutama yang berbasis kearifan lokal dan mudah diakses masyarakat desa. Perlu dilakukan pelatihan lanjutan atau sesi diskusi berkala agar ibu balita tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan MP-ASI secara Program ini dapat direplikasi di desa-desa lain dengan menyesuaikan konten video sesuai potensi pangan lokal masing-masing Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan media video terhadap perubahan perilaku dan status gizi anak balita. KEPUSTAKAAN