Volume33(No. (No. :120 120- -127 127Tahun Tahun2025 Volume Kajian Pengelolaan Sampah Organik di PT Pertamina EP Cepu Field Menggunakan Metode Vessel Drum Composting Erika Triambarwati1*. Nadinda Aisyah Kamilia2. Aisyah Farah Hasna3 Program Studi Teknik Lingkungan. Fakultas Sains dan Teknologi. UIN Sunan Ampel Surabaya PT Pertamina EP Cepu Zona 11 - Cepu Field *Email: erika. triambar21@gmail. Abstract Organic waste management remains a significant environmental problem, particularly in industrial and office areas. This study examines the application of the vessel drum composting method at PT Pertamina EP Cepu Field as a solution for processing organic waste with a volume of 40 kg/day or 1,200 kg/month. The research method uses a quantitative descriptive approach through field observations, interviews, and literature review. The vessel drum composting system was selected due to its closed design, land efficiency, ease of operation, and ability to minimize odor and pest risks. Technical calculations indicate the need for 35 drums with a capacity of 200 liters each, providing a total volume of 7 mA. The composting area required was 36 mA with an estimated processing time of 30 days. The process utilized 1. 2 liters of EM4 bio-activator per day, resulting in a C/N ratio of 30. 6:1, in compliance with SNI 19-7030-2004 standards. The findings demonstrate that vessel drum composting is an effective method for medium-scale organic waste management, producing high-quality compost while supporting the implementation of the 3R (Reuse. Reduce. Recycl. concept in companies. Keywords: Composting. EM4. Organic Waste. Vessel Drum Composting Abstrak Pengelolaan sampah organik masih menjadi permasalahan lingkungan yang signifikan, khususnya di kawasan industri dan perkantoran. Studi ini mengkaji penerapan metode vessel drum composting pada PT Pertamina EP Cepu Field sebagai solusi pengolahan sampah organik dengan jumlah timbulan 40 kg/hari atau 1. 200 kg/bulan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi literatur. Sistem vessel drum composting dipilih karena bersifat tertutup, hemat lahan, mudah dioperasikan, serta mampu mengurangi bau dan potensi hama. Perhitungan teknis menunjukkan kebutuhan 35 unit drum berkapasitas 200 liter dengan total volume 7 mA. Luas lahan yang dibutuhkan adalah 36 mA dengan estimasi waktu pengomposan 30 hari. Proses menggunakan bioaktivator EM4 sebanyak 1,2 liter per hari, menghasilkan rasio C/N sebesar 30,6:1 yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-2004. Hasil kajian membuktikan bahwa metode vessel drum composting efektif untuk mengelola sampah organik skala menengah, menghasilkan kompos berkualitas, serta mendukung penerapan konsep 3R (Reuse. Reduce. Recycl. di perusahaan. Kata Kunci: EM4. Sampah Organik. Pengomposan. Vessel Drum Composting Pendahuluan Sampah adalah salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian serius khususnya sampah organik yang berasal dari sisa makanan dan sampah taman. Selama ini, sebagian besar sampah organik tidak terkelola dengan optimal dan banyak berakhir di tempat pengelolaan akhir (TPA) ataupun Beberapa teknologi pengolahan sampah organik secara biochemical telah diimplementasikan Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 120 - 127 Tahun 2025 untuk meningkatkan nilai sampah menjadi produk yang lebih berguna. Salah satunya dengan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos . Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan alami yang dapat terurai secara biologis melalui proses alami, seperti pembusukan oleh mikroorganisme. Sampah organik berasal dari bahan-bahan alami yang dapat terurai secara hayati, seperti sisa makanan, daun-daunan, ranting, rumput dan limbah dapur. Sampah organik jika tidak dikelola dengan benar dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sampah organik dapat dimanfaatkan kembali dengan cara diolah menjadi kompos . Kompos merupakan salah satu metode paling efisien untuk mengurangi fraksi organik padatan Bahkan kompos memiliki beberapa manfaat seperti mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA), dan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan melalui produksi dan pemasaran kompos, mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi penggunaan pupuk kimia, dan memperbaiki struktur tanah . Selain itu, kompos dapat menyerap karbon yang berfungsi menyerap bau dan mampu menguraikan senyawa volatile berguna untuk area pertanian. Kompos merupakan strategi yang sangat efektif untuk menghasilkan produk yang berkualitas, murah, dan juga ramah lingkungan . Secara umum, pengolahan sampah organik untuk pembuatan pupuk kompos dapat dilakukan secara sederhana dengan menggunakan teknologi pengomposan yang terbuat dari tong atau ember. Pengomposan itu dapat bersifat aerob, anaerob dan semi anaerob. Secara alami bahan-bahan organik akan mengalami penguraian di alam dengan bantuan mikroba maupun biota tanah lainnya. Namun untuk proses pengomposan yang terjadi secara alami berlangsung lama dan lambat. Oleh karena itu, untuk mempercepat proses pengomposan perlu pengembangan teknologi-teknologi pengomposan yaitu untuk mempercepat proses penguraian pengembangan dan implementasi beberapa teknologi pengomposan sangat penting untuk mengurangi permasalahan yang ditimbulkan dari sampah organik yang berada di area pemukiman, industri, maupun pertanian dan perkebunan. Contoh teknologi pengomposan sederhana adalah menggunakan Effective Microorganisms (EM. untuk menguraikan rantai panjang penyusun sampah organik menjadi molekul yang sederhana . Vessel drum composting merupakan metode pengomposan aerobik menggunakan wadah tertutup berbentuk drum yang dilengkapi dengan sistem aerasi dan pengadukan. Sistem ini mempermudah proses pengomposan karena mampu menjaga suhu serta sirkulasi udara, mempercepat waktu pengomposan, mengurangi bau, dan meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan . PT Pertamina EP Cepu Field merupakan anak Perusahaan PT Pertamina (Perser. yang melakukan kegiatan usaha sektor hulu di wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi di Blok Cepu yang mencakup wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Blora di Provinsi Jawa Tengah. Dalam menjalankan kegiatannya. PT Pertamina EP Cepu Field telah menerapkan konsep 3R (Reuse. Reduce. Recycl. dalam mengelola sampah anorganik serta menjalin kerjasama dengan Bank Sampah Uwuh Berseri. Untuk sampah organik belum dikelola secara optimal hanya dibuang langsung dan diangkut tempat pengelolaan akhir terdekat. Oleh karena itu, berdasarkan kondisi dan permasalahan yang ada, kajian pengelolaan sampah organik di PT Pertamina EP Cepu Field dipilih sebagai salah satu topik kajian ini. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data pendukung diperoleh dari dua data yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi secara langsung dan kegiatan wawancara. Data sekunder diperoleh melalui studi literatur, e-book, website profil perusahaan dan dokumen-dokumen penting dengan persetujuan pihak perusahaan. Hasil dan Pembahasan Pengomposan adalah salah satu pengolahan limbah organik yang ramah lingkungan dan menghasilkan produk nilai berupa pupuk kompos. Salah satu pendekatan yang efektif dan relatif mudah dilakukan adalah memanfaatkan drum composter dengan pemberian aktivator mikroorganisme Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 120 - 127 Tahun 2025 EM4. Sistem ini mampu pengelolaan mandiri, hemat lahan, dan menghasilkan kompos berkualitas dalam waktu yang relatif singkat . Sistem drum vessel biasanya menggunakan drum plastik atau logam berkapasitas 100Ae200 liter yang dilengkapi dengan lubang ventilasi untuk sirkulasi udara. Dalam beberapa studi, vessel drum composting terbukti mempercepat proses komposting dan mengurangi bau tidak sedap karena proses terjadi dalam lingkungan yang lebih tertutup dan terkontrol . PT Pertamina EP Cepu Field melakukan pengangkutan sampah organik sebanyak dua kali pengangkutan dalam seminggu. Volume sampah organik sebesar 1200 kg perbulan. Metode vessel drum composting dipilih berdasarkan kondisi eksisting PT Pertamina EP Cepu Field serta studi literatur yang telah dikaji dengan mempertimbangkan ketersediaan luas lahan dan jumlah sampah yang Metode vessel drum composting memiliki beberapa keunggulan diantaranya: Sistem vessel drum adalah sistem tertutup yang dapat diputar, proses aerasi dan pengomposan berlangsung lebih cepat dan terkontrol, sehingga pengolahan limbah menjadi lebih efisien meskipun dalam volume sedang Metode ini tidak memerlukan area yang luas dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, serta penambahan unit baru jika diperlukan tanpa harus memperluas area Metode ini membantu mengurangi munculnya bau dan hama, sehingga tidak perlu biaya tambahan untuk pengendalian lingkungan Tidak diperlukan keahlian khusus, listrik, atau sistem tambahan yang rumit. Pemeliharaan dan pengoperasiannya mudah Teknik pengomposan drum adalah metode pengomposan yang dilakukan dalam sistem tertutup untuk menghasilkan kompos dan pupuk cair dari lindi kompos. Proses ini dimulai dengan mencacah sampah organik menjadi potongan kecil berukuran 1-2 cm, lalu menyemprotkan bioaktivator EM4 atau Boisca sambil diaduk hingga merata. Setelah itu, sampah organik dimasukkan ke dalam tong atau Pengisian sampah pada composter ini dapat dilakukan setiap hari secara berulang. Terakhir, composter ditutup dengan rapat. Boisca merupakan salah satu bahan bioaktivator yang mampu mempercepat pengomposan, terutama dalam produksi pupuk organik cair. Biasanya, ini dipakai untuk membuat kompos pakan ikan atau hewan ternak . Dalam perencanaan vessel drum composting di PT Pertamina EP Cepu Field sebagai berikut: 1 Desain dan Perhitungan Drum Composter Teknik drum composter adalah metode pengomposan yang dilakukan dalam sistem tertutup untuk menghasilkan kompos dan pupuk cair dari lindi kompos. Proses ini dimulai dengan mencacah sampah organik menjadi potongan kecil berukuran 1-2 cm, lalu menyemprotkan bioaktivator EM4 atau Boisca sambil diaduk hingga merata. Setelah itu, sampah organik dimasukkan ke dalam tong atau drum. Pengisian sampah pada composter ini dapat dilakukan setiap hari secara berulang. Terakhir, composter ditutup dengan rapat. Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 120 - 127 Tahun 2025 PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA Judul Gambar DRUM KOMPOSTING Keterangan yo5 Erika Triambarwati DRUM KOMPOSTING 1:25 1 : 150 20 April 2025 21 April 2025 Dr. Erry Rhofita M. NIP 198709022014032004 Gambar 1. Desain Drum Komposting Sumber: Hasil Analisis, 2025 Didapatkan data untuk perencanaan vessel drum composting PT Pertamina EP Cepu Field sebagai Total sampah organik = 1. 200 kg/bulan Sampah taman = 40 kg/hari Komposisi sampah taman harian diasumsikan: Daun hijau 50% = 20 kg Daun kering 40% = 16 kg Ranting 10% = 4 kg Jumlah drum pengomposan = 35 unit Kapasitas masing-masing drum = 200 liter = 0,2 mA Total kapasitas volume = 35 y 0,2 = 7 mA Volume EM4 digunakan = 1. 200 ml . ,2 lite. perhari Waktu pengomposan = 30 hari Kapasitas drum pengomposan = 200 liter = 0,2 m3 Densitas sampah daun dan ranting = 150-200 kg/m3 . sumsi rata-rata densitas daun dan ranting 175 kg/m. Total Volume Sampah = Sampah Harian (K. x Waktu Pengomposan = 40kg/hari x 30 hari = 1200 kg Konversi Massa ke Volume Ea () 1200 () Volume sampah . = Ea (/3 ) = 175 (/3 ) = 6,86 m3 Kebutuhan Drum Composter Jumlah Drum Ea 3 6,86 3 = 0,2 3 = 34,3 = 35 drum Volume Drum Composter Volume drum 200 Liter = 0,2 m3, asumsi tinggi drum . = 0,85 m = 85 cm Diameter . 0,8 2,827 0,07075 = 0,266 m = 2 x 0,266 = 0,53 m = 53 cm = 2 Ea 0,55 2 = 3,14 2 0,85 = 0,201 m3 Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 120 - 127 Tahun 2025 Luas Lahan yang dibutuhkan Diameter drum = 55 cm = 0,55 m Tinggi drum = 85 cm = 0,85 m Space antara pada ujung drum = 0,2 m Lebar per unit kompos = Lebar rotary drum space ujung a = 0,4 m 0,2 m = 0,6 m Ruang untuk 1 unit drum = panjang x lebar = 0,4 x 0,6 = 0,24 m2 Luas 1 drum . ermasuk jarak antar dru. = 0,8 m x 0,8 m = 0,64 Kebutuhan Ruang Total = 35 drum x 0,64 m2 = 22,4 m2 Panjang baris = 7 drum x 0,8 m = 5,6 m Lebar lahan = 5 baris drum x 0,8 m 4 celah antar baris x 0,6 m = . x 0,. x 0,. = 4 m 2,4 m = 6,4 m Jadi. Luas total ruang komposting adalah 5,6m x 6,4m = 35,84 m2 atau 36 m2 Dosis EM4 Ea () Dosis EM4 untuk 40 Kg/hari = 300 ml X ( = 300 ml x . = 1200 ml/hari = 1,2 L/hari Atap Bangunan Ruang Pengomposan Total drum = 35 unit . kolom x 5 bari. Diameter drum = 55 cm Jarak antar drum = A 0,6 m Luas area efektif = 36 mA Kolom struktur = 6 titik . udut & tengah sisi panjan. Tinggi struktur atap = 2,5 m . dan 2 m . Overhang atap = 0,5 m dari batas dari drum Jalur operasional = 4 lintasan horizontal . ebar A 60 c. Skala = 1:150 Estimasi Volume Sampah Harian 40 Volume sampah harian = 200 /3 = 0,2 m3/hari Waktu Retensi Kompos Volume total yang dibutuhkan = 0,2 m3/hari x 30 hari = 6 m3 Kapasitas Drum dengan Kebutuhan Volume Total volume 35 drum = 7 m3 Volume dibutuhkan selama 30 hari = 6 m3 Maka, penggunaan 35 drum sudah cukup memadai. Adapun cadangan volume sekitar 1 m3 Starter EM4 Dosis EM4 = 10 x 300 ml = 1200 ml/hari Jumlah starter EM4 sudah sesuai dengan panduan dan cukup untuk aktivasi mikroba dalam 40 kg sampah Rasio C/N Daun kering . %) = C/N 60:1 Daun hijau . %) = C/N 20:1 Ranting . %) = C/N 100:1 Tabel 1 Perhitungan Rasio C/N Composting Bahan Berat . Daun kering Ranting Daun hijau 40 kg x . %) =16 40 kg x . %) = 4 40 kg x . %) = 20 Total . nit/ Total N . nit/k. = C/C:N Total N 1/60 = 0. 1/100 = 0. 1/20 = 0. 16 x 0. 0167 = 0. 4 x 0. 01 = 0. 20 x 0. 05 = 1 Maka, total Rasio C/N = = 1. 307 = 30,6:1 . Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 120 - 127 Tahun 2025 2 Desain Ruang dan Bangun Vessel Drum Composting Sistem ini menggunakan metode komposting tertutup dengan bantuan aktivator EM4 dan memanfaatkan drum plastik sebagai unit utama pengomposan berjumlah 35 drum untuk 40 kg perhari sampah organik. Bangunan ruang pengomposan terbuka dengan atap pelindung. Berikut desain ruang dan bangun vessel drum composting: PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA yo0,55 DRUM KOMPOSTING Judul Gambar Keterangan Drum komposting TAMPAK SAMPING 1:150 DENAH KOMPOSTING 1:150 RENCANA ATAP 1:150 Erika Triambarwati POTONGAN DRUM DAN TAMPAK ATAS DRUM 1:150 1 : 150 20 April 2025 21 April 2025 Dr. Erry Rhofita M. NIP 198709022014032004 Gambar 2 Ruang dan Bangun Vessel Drum Composting Sumber: Hasil Analisis, 2025 Tabel 2. Drum Composting Keterangan Diameter Drum Area Per Drum Jarak Antar Baris Total Jumlah Drum Jumlah Baris Jumlah Per Baris Ukuran 55 cm = 0,55 m 0,8 m2 0,6 m 35 Drum 5 Baris 7 Drum Tabel 3. Vessel Drum Composting Komponen Sampah Harian Komposisi Volume Sampah Harian Volume Retensi 40 hari Total Kapasitas Drum Dosis EM4 perhari Estimasi Rasio C/N Kesimpulan Hasil 40 kg 50% daun hijau, 40% daun kering, 10% ranting 0,2 m3 6 m3 7 m3 200 ml 30,6:1 Optimal dan masih sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 19-7030-2. Rencana Anggaran Biaya Vessel Drum Composting Rencana Anggaran Biaya (RAB) ini disusun sebagai acuan perencanaan biaya pembangunan sistem komposting untuk pengolahan sampah organik. Rincian Rencana Anggaran Biaya Bangunan dan Ruang Vessel Drum Composting sebagai berikut: Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 120 - 127 Tahun 2025 Tabel 4. RAB Vessel Drum Composting Harga Satuan (R. Subtotal (R. Rp150. Rp5. Rp150. Rp1. Rp50. Rp2. Rp120. Rp4. Drum plastik 200 liter Rp280. Rp9. Kran/valve aerasi Rp15. Rp525. Penyanggah drum . Unit Rp50. Rp1. EM4 . ,2 L/hari y 30 har. Rp30. Rp1. Penutup Drum Plastik Unit Rp20. Rp700. Kasa/Jaring kawat Rp7. Rp245. Upah Tukang . Rp150. Rp750. Ember Plastik Kompos Unit Rp25. Rp875. Pipa Paralon 0,5 inchi Rp15. Rp525. Engsel dan Pengunci Tutup Pasang Rp15. Rp525. Uraian Pekerjaan Volume Satuan Pembuatan lantai cor beton 6x6 m . Tiang besi hollow 5x5 cm, tinggi 2,5 m Rangka atap besi . erangka ringa. Penutup atap Penampung Subtotal Rp30. Pajak 12% Rp3. Total Rp33. Diterima 29 Okt 2025. Disetujui 30 Okt 2025. Dipublikasikan 30 Okt 2025 Volume 3 (No. : 120 - 127 Tahun 2025 Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa perhitungan kebutuhan luas bangunan pada metode vessel drum composting untuk ruang pengomposan adalah sebesar 36 mA, dengan memanfaatkan 35 drum berkapasitas 200 liter dengan proses pengomposan selama 30 hari. Jumlah timbulan sampah organik sebesar 40 kg per hari. Proses komposting menggunakan aktivator EM4 dengan dosis 1. 200 ml atau 1,2 liter per hari. Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam rencana bangun dan ruang vessel drum composting PT Pertamina EP Cepu Field sebesar Rp33. 000,00 Terbilang AuTiga Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Sembilan Puluh Enam Ribu RupiahAy. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada Prodi Teknik Lingkungan. Fakultas Sains dan Teknologi. UIN Sunan Ampel Surabaya dan PT Pertamina EP Cepu Field atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan. References