ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 HUBUNGAN RASIO KADAR KOLESTEROL TOTAL TERHADAP HDL DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT BADAN PENGUSAHAAN BATAM M Faisyal Reza1. Nanang Rudy Utantyo2. Sofiana Ashfiani3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, faisyal22@gmail. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, nanangrudy@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sofianaashfiani02@gmail. ABSTRACT Background: Heart disease remains the leading cause of death and disability worldwide. Coronary heart disease (CHD) has a close relationship with cholesterol and lipid levels in the High levels of cholesterol and lipids in the body are one of the important factors in the pathophysiological process of CHD. Method: This research is a type of quantitative research and the method is analytic observation with a cross sectional approach conducted at the Badan Pengusahaan Batam Hospital in 2022. Data were taken from medical records. The sampling technique was random sampling with a total sample size of 68 patients. The results of the study were analyzed by frequency distribution and then tested with chi-square to determine the relationship. Result: Based on the Chi Square test, the p value = 0. < 0. means that there is a significant relationship between ratio of total cholesterol to HDL levels with the incidence of coronary heart disease. Conclusion: Based on the results of this study, it can be concluded that there is a significant relationship between the ratio of total cholesterol levels to HDL with the incidence of coronary heart disease in Badan Pengusahaan Batam HospitalAos At 2022. Keyword: Coronary Heart Disease. Ratio of total cholesterol to HDL. Arterosclerosis ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Penyakit jantung koroner (PJK) mempunyai hubungan yang erat dengan kadar kolesterol dan lipid dalam tubuh. Kadar kolesrerol dan lipid yang tinggi dalam tubuh merupakan salah satu faktor penting dalam proses patofisiologi terjadinya PJK. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Tahun 2022. Data diambil dari rekam medik, teknik pengambilan sampel yaitu Random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 pasien. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi kemudian diuji dengan chi-square untung mengetahui hubungan Hasil: Berdasarkan uji Chi Square didapat nilai p value = 0,01 . < 0,. yang artinya bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara rasio kadar kolesterol total terhadap HDL dengan kejadian penyakit jantung koroner. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara rasio kadar kolesterol total terhadap HDL dengan kejadian penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Tahun 2022. Kata Kunci : Penyakit Jantung Koroner. Ratio of total cholesterol to HDL. Arterosklerosis Universitas Batam Page 79 PENDAHULUAN Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan suatu penyakit pada sistem Di Indonesia. PJK menjadi penyebab kematian tertinggi kedua dan dengan angka kematian tertinggi. Penyakit jantung koroner (PJK) adalah istilah untuk penyakit yang terjadi ketika dinding arteri koroner menyempit karena penumpukan lemak secara bertahap. Penyakit ini asimtomatik pada tahap awal dan berkembang diam-diam sepanjang hidup. Penyakit jantung koroner (PJK) mempunyai hubungan yang erat dengan kadar kolesterol dan lipid dalam tubuh. Kadar kolesrerol dan lipid yang tinggi dalam tubuh merupakan salah satu faktor penting dalam proses patofisiologi terjadinya PJK. Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga integritas selular dan menjadi prekursor untuk hormon steroid dan asam empedu, namun peningkatan jumlah kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko untuk mengidap PJK. (Fandy Wira Utama et al, 2. Pengendapan dinding pembuluh darah menyebabkan terjadinya penyumbatan aliran darah yang akan memicu terjadinya arterosklerosis. Arterosklerosis terjadi pada perbagai pembuluh darah dalam tubuh manusia dan dapat mulai terbentuk pada usia muda. Proses tersebut terjadi akibat penyusupan lemak ke dalam dinding pembuluh darah dan berjalan terus tanpa gejala sampai terjadi penyempitan yang cukup nyata, sehingga mengganggu aliran darah ke daerah tersebut (I Gusti Ayu, 2. Didalam tubuh terdapat beberapa jenis lemak atau disebut lipid yang terkandung kolesterol dan trigliserida. Universitas Batam beberapa komponen kolesterol yaitu Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotei. Kolesterol HDL (High Density Lipoprotei. , dan Trigliserida. Kolesterol bisa kita temui dimana-mana diseluruh sel dan jaringan tubuh. Kolesterol beredar melewati semua pembuluh darah. Kebanyakan kolesterol dalam darah bisa menempel pada dinding pembuluh darah, tertimbun, menimbulkan kerak dan bisa menyumbat pembuluh High Density Lipoprotein (HDL) merupakan salah satu lipoprotein yang ada didalam tubuh yang memiliki ukuran dan komposisi yang heterogen. High Density Lipoprotein memiliki peran penting dalam bertindak sebagai pembawa kolesterol kembali ke hati. Mereka secara efektif metabolisme lipid. HDL merupakan lipoprotein yang bersifat anti-aterogenik. HDL berperan dalam mencegah proses aterosklerosis tidak hanya melalui jalur balik transportasi kolesterol tetapi juga melalui efek anti inflamasi dan antioksidan di dalam dinding pembuluh darah (Erizon dkk, 2. Kelebihan kolesterol akan dibawa kembali oleh lipoprotein disebut HDL (High Density Lipoprotei. untuk dibawa ke hati yang kemudian akan diuraikan dan dibuang ke dalam kandung empedu dalam bentuk asam empedu . LDL mengandung lebih banyak lemak dari pada HDL. LDL akan mengambang dalam HDL dianggap lemak "baik" karena kelebihannya kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang HDL Apo-A . HDL ini mempunyai Page 80 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 kandungan lemak lebih sedikit dan lebih berat. (Reza Diko Utama, 2. Kolesterol variabel independen dan bermakna mempunyai hubungan dengan timbulnya PJK baik pada wanita maupun pria, sedangkan hubungan terbalik antara HDL dan PJK juga telah mapan. Insiden PJK dapat diperlihatkan oleh peningkatan rasio kolesterol total berbanding dengan HDL. Kadar kolesterol total yang tinggi dan HDL yang rendah akan meningkatkan rasio dari keduanya, peningkatan rasio ini telah diakui berkaitan dengan peningkatan risiko PJK . Rasio dapat dihitung dengan cara membagi kolesterol total dengan HDL (Firdiansyah Timmreck, 2. Menurut WHO 2023 Peningkatan kadar kolesterol meningkatkan risiko penyakit jantung. Secara global, sepertiga penyakit jantung iskemik disebabkan oleh kolesterol tinggi. Secara keseluruhan, menyebabkan 2,6 juta kematian . ,5% dari tota. dan 29,7 juta DALYS, atau 2% dari total DALYS. Menurut American Heart Association (AHA) rasio kolesterol total lipoprotein (HDL) atau disebut juga Cardiac Risk Ratio merupakan angka perbandingan yang bisa digunakan untuk mendeteksi dini risiko terkena PJK. Penelitian Millan et al yang . ikutip dari Wenas MF. Jim EL. Panda AL),2dalam penelitiannya yaitu hubungan antara rasio kadar kolesterol total terhadap high density lipoprotein dengan kejadian SKA. Mendapatkan bahwa dari berbagai konsentrasi kolesterol, rasio kolesterol total terhadap HDL menjadi salah satu prediktor kuat untuk perkiraan risiko penyakit kardio-vaskular. Rasio kolesterol Universitas Batam mempunyai kepadatan tinggi sehingga total-HDL menunjukkan korelasi yang baik terhadap kejadian PJK. ( Nurul H DJ F Ahmad et al, 2. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Penyakit jantung koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh darah atau (Kemenkes,2. Awal mulai PJK terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah akibat plak. Plak ini tumbuh karena kadar kolesterol LDL yang relatif tinggi serta menumpuk dibagian dinding arteri akan mengganggu aliran darah serta merusak pembuluh darah. Penebalan dan pengerasan arteri besar dan menengah di sebut Aterosklerosis. Lesilesi bagian arteri menyumbat aliran darah ke jaringan dan organ-organ utama, yang di manifestasikan sebagai Penyaki koroner arteri, infark miokard, penyakit vaskuler Perifer, aneuresina dan kecelakaan serebravalvaskular . Berdasarkan menurut WHO, penyakit Jantung Koroner merupakan penyebab kematian no 1 di Pada tahun 2017, diestimasikan 17,9 juta orang meninggal karena Penyakit kardiovaskular tahun 2016, mewakili 31% dari seluruh kematian. Dari semua kematian ini, 85% dikarenakan serangan jantung dan stroke. Berdasarkan data riset kesehatan dasar prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,5% atau diperkirakan sekitar 447 orang (Berdasarkan diagnosis dokte. , sedangkan berdasarkan diagnosis dokter/gejala 1,5% diperkirakan sekitar 2. 340 orang dan khususnya diwilayah perkotaan. (Namira Page 81 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 W Sangadji, 2. Hasil penelitian dari Kementrian Indonesia terdapat 51. 160 kasus penyakit jantung koroner. Hasil penelitian dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, profil penyakit tidak menular tahun 2016 di Indonesia terdapat 51. 160 kasus penyakit jantung koroner. Berdasarkan diagnosis dokter, estimasi penyakit jantung koroner di Kepulauan Riau sebanyak 15. 058 orang (DATIN, 2. Menurut data Dinas Kesehatan Kota Batam tahun 2019, didapatkan jumlah Penyakit Jantung Koroner (PJK) (Kemenkes, 2. Berdasarkan pendahuluan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam, bahwa pasien poli jantung pembuluh darah tahun 2022 di 758 kasus. Dari hasil survey pendahuluan tersebut dapat kita lihat bahwa penyakit jantung wajib kita Adapun yang perlu kita ketahui penyakit jantung dapat memberikan manifestasi klinis mulai dari angina pektoris stabil dan sindrom koroner akut. METODE PENELITIAN Jenis kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian observasi analitik, dengan pendekatan cross sectional. Variabel yang hendak diteliti hanya seluruh pasien poli jantung dan pembuluh darah di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Pada penelitian ini populasi 758 kasus dengan sampel yang dibutuhkan sebanyak 68 sempel. Populasi generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien poli jantung dan pembuluh darah di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam tahun 2022. Pada penelitian ini sempel 68 pasien. Universitas Batam Kesehatan Republik Indonesia, profil penyakit tidak menular tahun 2016 di Sampel adalah suatu bagian dari keseluruhan serta karakteristik yang dimiliki oleh sebuah Populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah 68 pasien poli jantung dan pembuluh darah di rumah sakit badan pengusahaan Kota Batam Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah random HASIL DAN PEMBAHASAN Frekuensi Persentase . (%) PJK Tidak PJK Total Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Penyakit Jantung Koroner Tabel 4. 1 Distribusi Frekuensi Penyakit Jantung Koroner Berdasarkan Tabel 4. 1 di atas menunjukkan bahwa dari 68 pasien poli jantung dan pembuluh darah di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam, lebih dari setengah pasien terdiagnosa PJK 46 pasien . ,6%). Sedangkan pasien yang tidak terdiagnosa PJK sebanyak 22 pasien . ,4%). Dari dilakukan di ruangan Rekam Medik Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam, didapatkan lebih dari setengah pasien yang menderita penyakit jantung koroner dan tidak penyakit jantung koroner,penyakit sebanyak 46 pasien . ,6%). Sedangkan pasien yang mengalami tidak penyakit jantung koroner 22 pasien . ,4 %) dikarenakan mangalami penyakit jantung selain sindrom koroner akut berupa kebocoran jantung, gagal jantung, serangan jantung dan kardiomiopati. Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah kelainan yang disebabkan oleh Page 82 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 penyempitan pembuluh darah yang mensuplai darah ke miokardium dan merupakan kelainan mikroskopis jantung Aterosklerosis adalah proses kompleks yang melibatkan pengendapan lipoprotein plasma dan proliferasi komponen seluler di dinding arteri. Penyakit kronis ini berkembang melalui serangkaian tahapan yang dimulai dengan garis lemak . apsul lema. yang sebagian besar terdiri dari pembentukan sel busa dan akhirnya berubah menjadi plak yang ditutupi penutup fibrosa . erusakan jaringa. (Winnie Nirmala Santosa, 2. Aterosklerosis penyakit yang dimulai sejak awal kehidupan dan berkembang tanpa gejala yang menyebabkan stenosis arteri penyakit arteri koroner dengan atau tanpa Pengerasan dinding pembuluh darah atau aterosklerosis yang terjadi bila terjadi penumpukan lemak antara lain: lipoprotein atau zat yang diperoleh dari protein dan lemak, kolesterol dan produk limbah sel limbah lainnya di dalam dinding arteri bagian dalam. Proses penyebaran dengan serat otot dan lapisan endotel dinding arteri kecil dan arteriol pengalaman yang kental. Hal ini akan menyebabkan penyumbatan pada arteri berkontraksi dengan mengurangi suplai oksigen dan bahkan dapat menyebabkan pembusukan atau nekrosis otot jantung. Penyakit jantung koroner sering ditandai dengan ketidaknyamanan atau sesak dada, gejala ini hanya dirasakan oleh sepertiga Nyeri di dada bagian tengah, lalu menjalar ke leher, dagu dan tangan. Rasanya akan terjadi beberapa menit Rasa sakit terjadi karena jantung kekurangan darah dan oksigen. Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh I Gusti Ayu 2019 mengenai AuAnalisis Kadar Kolesterol Total Dalam Darah Pasien Dengan Kejadian Penyakit KardiovaskulerAy memperoleh kesimpulan bahwa Terdapat korelasi antara tingginya kadar kolesterol Universitas Batam yang disebabkan oleh aterosklerosis yang merupakan proses degeneratif. Proses PJK total dengan kejadian Penyakit Jantung Koroner pada pasien pasien yang memeriksakan kadar kolesterol totalnya di Frekuensi Persentase . (%) Total Laboratorium Patologi Klinik RSUD Kabupaten Buleleng. Distribusi Frekuensi Rasio Kadar Kolesterol Total Terhadap HDL Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Rasio Kadar Kolesterol Total Terhadap HDL Berdasarkan Tabel 4. 2 di atas menunjukkan bahwa dari 68 pasien poli jantung dan pembuluh darah di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam, lebih dari setengah pasien beresiko sebanyak 46 pasien dengan persentase . ,6 %). Sedangkan pasien yang tidak Beresiko sebanyak 22 pasien dengan pesentase . ,4 %). Dari dilakukan di ruangan Rekam Medis di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam, didapatkan hasil nilai rasio kolesterol total terhadap HDL dengan rasio kadar kolesterolnya tidak beresiko sebanyak 22 pasien . ,4%) dikarenakan banyak faktor risiko lain yang terdapat pada pasien. Faktor risiko lain berupa Pertama adalah faktor risiko yang tidak dapat diperbaiki . Faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit keluarga. yang kedua adalah Faktor resiko dapat diperbaiki . atau bisa diubah . , yaitu: hipertensi, merokok, obesitas, diabetes mellitus, hiperurisemia, aktivitas fisik kurang, stress, dan gaya hidup . ife styl. rasio antara kolesterol total terhadap HDL pada subjek penelitian . asien PJK) sebagian besar tinggi yaitu sebanyak 46 Page 83 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 orang dan hanya 22 orang yang memiliki rasio normal. Rasio antara kolesterol total terhadap HDL diperoleh dari data rekam medis pasien. Kriteria data rasio antara lebih dari >4. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nurul H DJ Ahmad yakni rasio kolesterol total terhadap HDL yang tinggi akan meningkatkan risiko kejadian PJK sebesar 1,81 kali. Dalam penelitian Firdiansyah MH juga mendapatkan hasil dimana sebagian sampel memiliki rasio yang tinggi yaitu sebanyak 40 orang . ,9%). Peningkatan kadar kolesterol total dalam darah akan menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang dapat memicu terjadinya PJK termasuk SKA, sedangkan HDL sangat berperan dalam mencegah terbentuknya plak tersebut, dengan demikian rasio kadar kolesterol total terhadap HDL tidak boleh aterosklerosis dapat dicegah. (Firdiansyah MH, 2. Risiko terjadinya penyakit jantung koroner akan meningkat pada kondisi kolesterol total yang diikuti dengan penurunan kadar HDL. Pada kondisi tersebut, rasio antara kadar kolesterol total terhadap HDL akan naik sehingga dapat Meningkatnya kadar kolesterol dalam darah merupakan faktor risiko penting Peningkatan kadar LDL dan penurunan HDL merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner. kolesterol total terhadap HDL adalah predictor yang kuat terhadap risiko penyakit jantung koroner. Rasio tersebut dihitung dengan membagi kolesterol total dengan HDL. Faktor risiko lain berupa Pertama adalah faktor risiko yang tidak dapat diperbaiki . Faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit keluarga. yang kedua adalah Faktor resiko dapat diperbaiki . atau bisa diubah . , yaitu: hipertensi, merokok, obesitas. Universitas Batam total kolesterol dan HDL dibedakan menjadi 2 yaitu normal dan tinggi. Rasio total kolesterol normal jika O4 dan tinggi diabetes mellitus, hiperurisemia, aktivitas fisik kurang, stress, dan gaya hidup . ife rasio antara kolesterol total terhadap HDL pada subjek penelitian . asien PJK) sebagian besar tinggi yaitu sebanyak 46 orang dan hanya 22 orang yang memiliki rasio normal. (Yuziani,2. Rekomendasi rasio kolesterol total terhadap HDL oleh National Cholesterol Education Program (NCEP) yaitu lebih rendah atau sama dengan 4 untuk pria dan lebih rendah atau sama dengan 4 untuk (Durstine,2. Penelitian mengenai hubungan antara rasio kadar kolesterol total terhadap HDL dengan penyakit-penyakit kardiovaskular telah dilakukan di Indonesia. Hasilnya adalah data rasio kolesterol total terhadap HDL diklasifikasikan menjadi 2, yaitu baik bila O 4 dan buruk bila > 4 (Soeharto,2. , sedangkan menurut Tandra . , rasio harus diupayakan agar selalu < 5 dengan rasio optimal 3,5. Penyakit Jantung Koroner disebabkan karena adanya kelainan profil lipid darah yang utama yaitu kenaikan kadar kolesterol total serta penurunan kadar HDL. Kedua profil lipid tersebut memiliki peranan penting, karena peningkatan kolesterol total berakibat penyumbatan pada pembuluh darah, serta penurunan HDL menyebabkan HDL tidak dapat membersihkan pembuluh darah dari berbagai endapan yang disebabkan oleh profil lipid lainnya seperti trigliserida dan LDL (Edi etal. ,2. Rasio kolesterol total terhadap HDL adalah predictor kuat terhadap risiko penyakit jantung koroner. Rasio tersebut dihitung dengan membagi kolesterol total dengan HDL. Menurut Yuziani . yang diambil dari Gofir . , peningkatan kadar kolesterol total dalam darah akan menyebabkan terjadinya akumulasi lipoprotein pada tunica intima. Lipoprotein yang tertimbun terutama Page 84 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 adalah LDL dan VLDL. Timbunan LDL dan VLDL akan dioksidasi karena pembuluh darahnya mengalami jejas . Stres menimbulkan reaksi inflamasi. terhadap LDL dan VLDL. Fungsi HDL sebagai anti inflamasi mencegah aktivasi mediator- mediator pro inflamasi berupa sitokin- sitokin seperti IL-2 dan TNF. Fungsi HDL sebagai anti trombotik berperan untuk mencegah terjadinya kalsifikasi dan fibrosis, sehingga elastisitas dan diameter pembuluh darah tetap Fungsi HDL dalam memperbaiki fungsi endotel mencegah terjadinya kerusakan endotel, sehingga pembetukan Fungsi HDL aterosklerosis antara lain. HDL sebagai anti oksidan berperan dalam tahapan stress oksidatif dimana HDL mengurangi trombus dapat dicegah. Peningkatan kadar kolesterol total dalam darah akan menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang dapat memicu PJK, sedangkan HDL sangat berperan dalam mencegah terbentuknya plak tersebut, dengan demikian rasio kadar kolesterol total terhadap HDL tidak boleh terlalu tinggi agar terbentuknya aterosklerosis dapat dicegah . Analisis Bivariat Hubungan Kadar Kolesterol dengan Sindrom Koroner Akut Penyakit Jantung Koroner Total p value Nilai Rasio PJK Tidak PJK (%) . (%) . (%) 32,4 22 0,01 Total Berdasarkan Tabel 4. 3 di atas atas dapat Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam dijelaskan bahwa dari total 68 pasien yang Tahun 2022. mengalami rasio kadar kolesterol total Dari terhadap HDL >4 bermakna beresiko dilakukan di ruangan Rekam Medis di dengan jumlah 46 pasien . ,6%) Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota mengalami PJK dan 22 pasien . ,4%) Batam, didapatkan lebih dari setengah tidak mengalami PJK. Sedangkan dari pasien yang menderita sindrom koroner total 68 pasien dengan rasio kadar akut dan tidak penyakit jantung koroner. kolesterol total terhadap HDL yang tidak Dengan rasio kadar kolesterolnya tidak beresiko sebanyak 22 pasien . ,4 %) beresiko sebanyak 22 pasien . ,4%) mengalami PJK sebanyak 46 pasien . ,6 dikarenakan banyak faktor risiko lain yang %) tidak mengalami PJK. terdapat pada pasien. Faktor risiko lain Berdasarkan uji Chi Square didapat berupa Pertama adalah faktor risiko yang nilai p value = 0,01 . < 0,. yang artinya tidak dapat diperbaiki . Faktor bahwa terdapat hubungan yang bermakna risiko seperti usia, jenis kelamin, dan antar rasio kadar kolesterol total terhadap riwayat penyakit keluarga. yang kedua high density lipoprotein (HDL) dengan adalah Faktor resiko dapat diperbaiki kejadian PJK. maka dapat ditarik . atau bisa diubah . , kesimpulan bahwa Ho ditolak, dimana yaitu: hipertensi, merokok, obesitas, terdapat hubungan antara rasio kadar diabetes mellitus, hiperurisemia, aktivitas kolesterol total terhadap high density fisik kurang, stress, dan gaya hidup . ife lipoprotein (HDL) dengan kejadian Dan beresiko penyakit jantung Penyakit Jantung Koroner di poli penyakit koroner sebanyak 46 pasien . ,6%). Ini jantung dan pembuluh darah di Rumah membuktikan bahwa rasio kolesterol total Universitas Batam Page 85 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 terhadap HDL adalah predictor kuat terhadap risiko penyakit jantung koroner. Dikarenakan risiko terjadinya penyakit jantung koroner akan meningkat pada kondisi dimana terjadi peningkatan kadar kolesterol total yang diikuti dengan penurunan kadar HDL. Pada kondisi tersebut, rasio antara kadar kolesterol total terhadap HDL akan naik sehingga dapat Meningkatnya kadar kolesterol dalam darah merupakan faktor risiko penting Peningkatan kadar LDL dan penurunan HDL merupakan faktor risiko penyakit terhadapHDL adalah predictor yang kuat terhadap risiko penyakit jantung koroner. Rasio tersebut dihitung dengan membagi HDL (Yuziani,2. Berdasarkan uji Chi Square didapat nilai p value = 0,00 . < 0,. yang artinya bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara rasio kadar kolesterol total terhadap high density lipoprotein (HDL) dengan kejadian penyakit jantung koroner. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurul H DF Ahmad dkk . dimana dari 80 rekam medik pasien PJK didapatkan 11 orang dalam batas rasio normal (< . 32 orang dalam batas bahaya (>4 mg/d. Dari total 80 sampel yang dianalisis menggunakan uji chi-square. Rasio kadar kolesterol total terhadap high density lipoprotein (HDL) dengan kejadian penyakit jantung koroner didapatkan nilai P=0,032 (P <0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara antara rasio kadar kolesterol total terhadap high density lipoprotein (HDL) dengan kejadian penyakit jantung koroner. Tingkat kolesterol yang berlebihan dapat mengganggu dan mengubah struktur pembuluh darah yang mengakibatkan gangguan fungsi endotel. Gangguan fungsi endotel yang dapat terjadi berupa lesi, plak, oklusi, dan emboli (Guyton & Hall, peningkatan kadar kolesterol total Universitas Batam dalam darah akan menyebabkan terjadinya akumulasi lipoprotein pada tunica intima. Lipoprotein yang tertimbun terutama adalah LDL dan VLDL. Timbunan LDL dan VLDL akan dioksidasi karena pembuluh darahnya mengalami jejas . Stres menimbulkan reaksi inflamasi. Sel-sel Monocyte Chemotactic Factor (MCF) sehingga monosit akan masuk sampai ke dasar tunika intima dan kemudian berubah menjadi makrofag. Makrofag bermigrasi sambil memfagosit LDL yang tertimbun . Selain migrasi makrofag, terjadi migrasi Smooth Muscle Cells (SMC. dari tunica media menuju tunica intima yang menimbulkan akumulasi matriks ekstra seluler . erabut-serabut hialin, kolagen, elastin, dan fibros. yang diproduksi oleh SMCs. Adanya akumulasi matriks ekstra seluler menimbulkan kalsifikasi dan fibrosis plak aterom sehingga elastisitas dan diameter pembuluh darah berkurang. Deposit lemak . atau plak akan merusakdinding arteri sehingga terjadi penyempitan dan pengerasan yang menyebabkan berkurangnya fungsi pada jaringan yang disuplai oleh arteri tersebut. Fungsi HDL sebagai anti inflamasi mencegah aktivasi mediator- mediator pro inflamasi berupa sitokin- sitokin seperti IL-2 dan TNF. Fungsi HDL sebagai anti trombotik berperan untuk mencegah pembuluh darah tetap terjaga. HDL sangat berperan dalam mencegah terbentuknya plak tersebut, dengan demikian rasio kadar kolesterol total terhadap HDL tidak boleh aterosklerosis dapat dicegah. Kolesterol total terdiri dari jumlah kolesterol nonHDL ditambah kolesterol HDL. Kolesterol non-HDL yaitu kolesterol LDL ditambah VLDL, dihitung dengan mengurangi HDL dari kolesterol total. (Yuziani,2. Page 86 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 1 JANUARI 2024 PJK disebabkan karena adanya kelainan profil lipid darah yang utama yaitu kenaikan kadar kolesterol total serta penyumbatan pada pembuluh darah, serta penurunan HDL menyebabkan HDL tidak profil lipid lainnya seperti trigliserida dan LDL. Kadar kolesterol total yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan pada dinding pembuluh darah yang akan menimbulakan terbentuknya plak. Plak akan bercampur dengan protein dan ditutupi oleh sel-sel otot dan kalsium kemudian mengendap di dalam pembuluh penyempitan dan pengerasan yang dikenal sebagai aterosklerosis. Hal tersebut mengakibatkan terhambatnya aliran darah yang berperan sebagai pemberi oksigen dan nutrisi ke otot jantung menjadi terganggu, sehingga dapat menimbulkan terjadinya PJK termasuk SKA (Nurul H DJ F Ahmad, dkk 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Dari 68 sempel penelitian terdapat pasien dengan nilai rasio normal sebanyak 32,4 % pasien yang rasio kadar kolesterol total terhadap high density lipoprotein (HDL) tidak beresiko. Dari 68 sempel penelitian, lebih dari setengah sempel pasien dengan persentase 67,6 % pasien mengalami penyakit jantung Ada hubungan yang bermaksna antara rasio kadar kolesterol total terhadap high density lipoprotein (HDL) dengan kejadian penyakit jantung koroner . = 0,. , maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak, dimana terdapat hubungan antara antara rasio kadar kolesterol total terhadap high density lipoprotein (HDL) dengan kejadian penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam 2022. Universitas Batam penurunan kadar HDL. Kedua profil lipid tersebut memiliki peranan penting, karena peningkatan kolesterol total berakibat dapat membersihkan pembuluh darah dari berbagai endapan yang disebabkan oleh SARAN Disarankan untuk para pasien untuk mengontrol kadar kolesterol dengan cara memperhatikan pola makan dengan menghindari konsumsi lemak yang berlebihan seperti lemak hewani seperti daging sapi, daging kambing, atau lemak nabati seperti minyak sawit, santan kelapa. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menghaturkan terimakasih kepada Direktur Rumah Sakit BP Kota Batam yang telah memberikan kesempatan saya dalam melakukan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA