PERAN DOA DI SAAT UMAT MENDERITA: Studi Eksegesis Yakobus 1:2-8 Eleazar Levi Musabani* Abstract: Suffering is a natural phenomenon felt by humans. The suffering felt by someone unknowingly leads them to a decline in spiritual quality. This issue is responded to by James by advising them to pray amid the context of suffering experienced by the readers of this letter. This article attempts to answer the question of what is the role of prayer amid suffering conditions. This study will use the historical-grammatical method in the exegesis of the text of James 1:2-8. The results show that prayer plays a role in asking for wisdom that is useful for responding to suffering wisely. This discussion culminates when James emphasizes the aspect of faith in his prayer. Readers are encouraged to be able to pray with faith and not waver. Keywords: pray. James. Abstrak: Penderitaan adalah fenomena alami yang dirasakan oleh manusia bahkan orang Kristen sekalipun. Penderitaan yang dirasakan seseorang, tanpa sadar menggiring mereka kepada penurunan kualitas spiritual. Isu ini ditanggapi oleh Yakobus dengan memberikan nasihat untuk berdoa di tengah konteks penderitaan yang dialami oleh pembaca surat ini. Artikel ini berusaha menjawab perihal apa peran doa di tengah kondisi yang Penelitian ini akan menggunakan metode historical* Penulis adalah mahasiswa program studi Magister Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Amanat Agung. Penulis dapat dihubungi melalui email: eleazarlevim@gmail. Jurnal Amanat Agung grammatical dalam mengeksegesis teks Yakobus 1:2-8. Hasilnya menunjukkan bahwa doa berperan untuk meminta hikmat yang berguna untuk merespons penderitaan dengan bijaksana. Pembahasan ini memuncak ketika Yakobus menekankan aspek iman di dalam doanya. Para pembaca didorong untuk bisa berdoa dengan iman dan tidak goyah. Kata-kata kunci: doa. Yakobus. Pendahuluan Penderitaan merupakan fenomena alami yang dirasakan semua manusia, termasuk juga orang Kristen. Umumnya penderitaan berbicara mengenai hal yang tidak menyenangkan. Kondisi yang menderita tidak hanya dirasakan oleh fisik saja, tetapi dapat berdampak pada kehidupan spiritualitas seseorang. Paul David Tripp menuliskan bahwa penderitaan dapat membawa seseorang pada pemahaman teologi yang buruk. 1 Jika demikian, maka pemahaman teologi yang buruk akan berpengaruh pada cara seseorang merespons penderitaan. Berkenaan dengan hal tersebut. Yakobus dalam suratnya memberikan nasihat teologis dan praktis dalam merespons penderitaan. Nasihat tersebut adalah berdoa dengan iman . :2-. Maka pertanyaan yang timbul adalah Auapakah peran doa dalam penderitaan?Ay Artikel ini bertujuan untuk menemukan peranan doa di saat umat berada dalam penderitaan. Penelitian ini berfokus pada pasal 1:2-8. Sebagian sarjana melihat bahwa diskursus tersebut terbagi menjadi dua, yaitu ayat 2-4 Paul David Tripp. Suffering (Penderitaa. , terj. Lanny Dewi Joelani (Surabaya: Literatur Perkantas Jatim, 2. , 32-35. Peran Doa di Saat Umat Menderita dan 5-8. 2 Hal ini didasari karena terdapat perubahan tema di dalam satu diskursus, yang berarti tema penderitaan dan doa tidak saling terkait. Namun penelitian ini melihat ayat 2-8 di dalam satu diskursus, sebagai mana diadopsi oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Alasannya adalah sekalipun terjadi perubahan tema, tetapi tema-tema tersebut saling Hal tersebut dibuktikan melalui konjungsi yang terdapat dalam ayat 5. Konjungsi berfungsi untuk memberikan unit informasi 3 Sekalipun konjungsi terkesan memberikan jeda dikarenakan menambahkan sub unit yang baru, tetapi penanda tersebut menghubungkan serangkaian data atau alur narasi yang berkaitan erat antar kedua bagian. 4 Hal ini membuktikan bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara tema penderitaan dengan doa. Agaknya pasal 1:2-8 telah diteliti oleh Tracy L. Howard. 5 Dalam tulisannya. Howard berfokus pada prinsip penting yang harus dipegang seseorang ketika merespons penderitaan. Hasilnya, dalam keadaan menderita umat dihimbau untuk bersukacita dan berdoa. Studi ini Hasan Sutanto. Tafsiran Surat Yakobus: Pembawa Perdamaian (Malang: Literatur SAAT, 2. , 176-82. Charles Freeman Sleeper. James. Abingdon New Testament Commentaries (Nashville: Abingdon Press, 1. Edmond Hiebert. The Epistle of James: Tests of a Living Faith, edisi ke8 (Chicago: Moody Press, 1. , 48-53. Jonly Joihin, "A Functional Description of the Discourse Marker i in 1 Corinthians" (Disertasi Ph. Southern Baptist Theological Seminary, 2. , 6. Frederick W. Danker. Walter Bauer, dan William Arndt. A GreekEnglish Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature, 3rd ed. (Chicago: University of Chicago Press, 2. , 213. Tracy L Howard, "Suffering in James 1:2-12," Criswell Theological Review 1 . : 71-84. Jurnal Amanat Agung menawarkan hal yang berbeda dengan penelitian sebelumnya, yaitu tidak berfokus pada respons umat ketika menderita, tetapi peranan doa di dalam penderitaan. 6 Dengan demikian pembahasan dalam artikel ini akan berfokus pada aspek-aspek yang terdapat dalam doa, seperti karakter Allah yang murah hati, hikmat, dan iman. Kemudian, yang berbeda dari penelitian sebelumnya adalah penggunaan metode dalam Dalam tulisannya Howard menggunakan metode eksegesis, sedangkan penelitian ini menggunakan metode historicalgrammatical. Metode ini dirasa cocok untuk mengungkapkan pergumulan pembaca dan juga menolong kita untuk memahami nasihat Yakobus sesuai dengan konteksnya. Metode Penelitian Studi ini menggunakan metode historical-grammatical. Metode ini dipilih karena nasihat Yakobus dalam pasal 1 berangkat dari pergumulan jemaat, sehingga meneliti latar belakang, sosial kultural, hingga politik perlu dilakukan demi memperoleh perspektif yang akurat dari penulis kitab. Terdapat dua langkah besar yang Diskusi mengenai peran doa dibahas dalam beberapa penelitian misalnya. Efraim Da Costa, "Peranan Doa terhadap Pertumbuhan Iman Jemaat dimasa Pandemi Covid-19," Teleios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 1, no. : 106-16. Roman Ryszard SzaCachowski dan Wioletta TuszyEska-Bogucka, "AoYes, in Crisis We PrayAo. The Role of Prayer in Coping with Pandemic Fears," Religions 12, no. Beata Zarzycka. Kamil Tomaka, dan RadosCaw Rybarski, "Guilt. Shame, and Religious Ingratiation: The Mediating Role of Prayer and the Moderating Role of Intrinsic Religious Orientation," Journal of Psychology and Theology 51, no. : 557-71. Peran Doa di Saat Umat Menderita digunakan dalam metode historical-grammatical. Menurut Craig L. Bloomberg pertama-tama hal yang dilakukan adalah menganalisis konteks historis. 7 Artinya adalah melihat sejarah di balik teks, seperti tanggal, pengarang, jenis surat Yakobus, hingga peristiwa yang memengaruhi tulisannya. Lalu langkah yang kedua adalah menganalisis aspek sosial kultural. Maka penelitian ini juga akan menggali nilai budaya, relasi sosial, sistem agama, hingga politik. Kemudian artikel ini juga akan melakukan analisis gramatika, yang mana hal ini dapat membantu untuk melihat keterkaitan kedua tema yang ada dalam surat Yakobus. Singkatnya dalam penelitian ini akan dilakukan analisis seperti studi kata dan sebagainya, yang membantu menemukan relasi doa dan penderitaan dalam surat Yakobus. Pembahasan Waktu Penulisan dan Pergumulan Pembaca Waktu Penulisan Sebelum melangkah lebih jauh mengenai jenis penderitaan yang dialami oleh umat, maka penting untuk melihat latar waktu penulisan surat ini. Dikatakan demikian oleh karena waktu penulisan surat merupakan cerminan kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang dialami umat. Setidaknya waktu penulisan surat akan sedikit mengungkapkan pergumulan yang sedang dialami umat pada saat Craig Blomberg, "The Historical-Critical/Gramatical View," dalam Biblical Hermeneutics: Five View, ed. Stanley E. Porter dan Beth M. Stovell (Downers Grove: IVP Academic, 2. , 5. Jurnal Amanat Agung Terdapat beberapa diskusi mengenai waktu penulisan surat Yakobus. Ada yang berpandangan bahwa surat ini ditulis pada awal tahun 60 Masehi. 8 Mereka menilai bahwa nasihat teologis yang dikemukakan oleh Yakobus berasal dari refleksi perjalanan Dengan kata lain lamanya masa pelayanan adalah pertimbangan terbesar, mengingat bahwa konstruksi teologis yang solid biasanya ditulis di akhir pelayanannya. 9 Namun agaknya pandangan ini kurang memperhatikan detail penulisan seperti konten ataupun pemilihan kata dalam surat. Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan jika surat ini ditulis pada tahun 60 Masehi. 10 Pertama, dalam surat Yakobus tidak terlihat tanda-tanda kerusuhan tahun 70 Masehi. Jika surat ini ditulis pada tahun 60 Masehi, setidaknya Yakobus menyinggung perpecahan ataupun konflik yang terjadi. Kedua. Yakobus masih menggunakan jabatan gereja yang terdapat dalam gereja mula-mula seperti, guru . dan penatua . ini menggambarkan bahwa Yakobus masih menggunakan struktur gereja yang sederhana. Ketiga, pasal 2:2 muncul kata EIOA yang mengindikasikan bahwa surat ini ditulis cukup awal. Berdasarkan argumen-argumen di atas dan bukti eksplisit yang tertulis dalam suratnya, besar kemungkinan jika surat G Tasker. James. Tyndale New Testament Commentaries (London: The Tyndale Press, 1. Sidebottom. James. Jude and 2 Peter (North Carolina: Attic, 1. Sutanto. Tafsiran Surat Yakobus, 29. Sutanto. Tafsiran Surat Yakobus, 25-26. Peran Doa di Saat Umat Menderita ini ditulis bukan pada tahun 60 Masehi melainkan tahun-tahun sebelumnya yaitu sekitar tahun 40-50 Masehi. Pergumulan Pembaca Surat Yakobus Berdasarkan pembahasan di atas, maka para pembaca berkisar hidup dalam rentang waktu pertengahan abad pertama. Pada masa itu. Kerajaan Romawi masih mendominasi pemerintahan di Palestina dan sekitarnya. Dominasi yang kuat menimbulkan kesenjangan sosial antara orang kaya dan miskin. Ditambah lagi adanya intervensi dari bangsa-bangsa lain kepada kalangan orang Yahudi. 11 Hal tersebut membuat masyarakat menderita oleh karena kebijakan-kebijakan yang memiskinkan hampir mayoritas orangorang Yahudi. 12 Dalam suratnya. Yakobus juga memberikan gambaran mengenai pergumulan-pergumulan para pembacanya saat itu. Misalnya dalam pasal 5:4-6 menggambarkan adanya kesenjangan sosial, terlihat bahwa ada orang-orang kaya yang memegang kendali atas hidup orang-orang Yahudi. Kemudian dalam pasal 2:2-6 mengindikasikan bahwa kesenjangan yang dialami pembedaan dari orang kaya terhadap orang miskin. Hidup di tengah kesenjangan pada waktu itu, membuat orang Kristen Yahudi dan diaspora harus menanggung penderitaan. Sutanto. Tafsiran Surat Yakobus, 60-63. Robert W. Wall. Community of the Wise: The Letter of James. The New Testament in context (Valley Forge: Trinity Press International, 1. , 12. Jurnal Amanat Agung Salah satu penderitaan yang teridentifikasi yaitu kekurangan makan dan kesulitan mendapatkan pekerjaan. Jika merujuk dalam kehidupan orang Kristen mula-mula, dalam Yohanes 6:1-14 setidaknya ada lima ribu orang Yahudi yang tidak memiliki makanan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar pangan mereka tidak Seorang teolog menyebutkan bahwa kekurangan makanan ini dapat disebabkan karena mereka tidak memiliki makanan hingga bencana kelaparan yang terjadi. 13 Penderitaan mereka bertambah karena sulitnya mencari pekerjaan yang layak. Oleh sebab itu, sebagian dari mereka memilih menjadi pengemis dan menjadi petani. Menjadi petani bukanlah hal yang menguntungkan, melainkan pemerintahan saat itu mengeksploitasi petani, di mana kerja sama yang terjalin tidak menguntungkan kedua belah pihak. Sebaliknya, pemerintah mengatur perdagangan dan distribusi untuk menguntungkan dirinya sendiri. 14 Kemudian terdapat kebijakankebijakan yang memberatkan petani dan kebijakan itu dinilai kurang masyarakatnya yang mana menyebabkan ketimpangan sosial. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa penderitaan yang dialami oleh orang-orang Kristen pada saat itu adalah penderitaan yang bersifat Ben Witherington. Letters and Homilies for Jewish Christians: A Socio-Rhetorical Commentary on Hebrews. James and Jude. Letters and Homilies Series (Downers Grove: IVP Academic, 2. , 401-2. Peter Garnsey dan Richard P. Saller. The Roman Empire: Economy. Society and Culture, edisi ke-2. (London: Bloomsbury Academic, 2. , 134-35. Garnsey dan Saller. The Roman Empire, 134. Peran Doa di Saat Umat Menderita Penderitaan tersebut tidak hanya mengganggu kehidupan sosial sehari-hari, melainkan terdeteksi adanya penurunan spiritualitas. Inilah salah satu alasan Yakobus memberikan nasihat berdoa di dalam kehidupan yang menderita. Eksegesis Yakobus 1:2-8 Penderitaan sebagai Ujian Iman (Ayat 2-. Melalui serangkaian penderitaan yang menguji iman orangorang Kristen pada saat itu. Yakobus hadir memberikan cara pandang baru mengenai penderitaan. Yakobus mengajarkan agar mereka memandang penderitaan sebagai ujian iman yang menyempurnakan. Ayat 2 dimulai dengan paradoks yaitu Auanggaplah suatu kebahagiaan bila jatuh ke dalam berbagai pencobaan . EC). Ay aEC dapat dimaknai sebagai penderitaan, mengingat dalam ayat 3 terdapat kata . , yang mana makna kata tersebut dekat dengan penderitaan. Menganggap penderitaan sebagai kebahagiaan adalah hal yang radikal. Terlebih lagi, kehidupan orang-orang Kristen Yahudi yang mengalami tekanan dari pemerintah romawi dan penderitaan fisik lainnya. Namun, alasan berbahagia bukan karena penderitaan yang sedang dialami, tetapi berbahagia karena buah yang akan dihasilkan setelah penderitaan ini berlalu. Pada ayat selanjutnya Yakobus menerangkan bahwa . atau penderitaan dapat menghasilkan buah, yaitu Kata sifat tidak melekat pada kata benda apa Jurnal Amanat Agung pun, sehingga cukup banyak penafsiran terhadap bagian ini. Namun, penelitian ini melihat bahwa penderitaan adalah sebuah sarana pengujian iman,17 yang mana Tuhan izinkan dalam kehidupan orang percaya saat itu. Yakobus mendorong pembacanya agar dapat melihat penderitaan yang mereka alami adalah proses untuk mencapai pemurnian. Dengan demikian Yakobus menegaskan bahwa penderitaan bukanlah hal yang mencelakakan, melainkan proses yang membawa hasil. Bagian selanjutnya menjelaskan bahwa ketahanan seseorang dalam pencobaan, akan menghasilkan cAA atau Auketekunan. Ay Kata sambung IE, digunakan Yakobus untuk mempertegas akan adanya hubungan kausal antar kalimat, sehingga Yakobus ingin menjelaskan bahwa ketika seseorang dapat bertahan dalam menghadapi ujian terhadap iman, hal tersebut akan menghasilkan ketekunan. Pandangan beberapa penafsir mengungkapkan bahwa Auproses pengujian akan menentukan keaslian iman seseorang, dan apa yang asli yang muncul dari ujian itu akan menghasilkan ketekunan. Ay Lihat dalam Joseph Bickersteth Mayor. The Epistle of James (London: Macmillan & Company, 1. , 34. James H Ropes. A Critical and Exegetical Commentary on the Epistle of St. James. (Edinburgh: T&T Clark, 1. , 134. Ralph P. Martin. James, ed. David Allan Hubbard dan Glenn W. Barker. Word Biblical Commentary (Nashville: Thomas Nelson Publishers, 1. , 15. Marie E. Isaacs, "Suffering in the Lives of Christians: James 1:2-19a," Review & Expositor 97, no. : 183-93. Martin Dibelius dan Heinrich Greeven. James: A Commentary on the Epistle of James. Hermeneia (Philadelphia: Fortress Press, 1. , 7273. Peter H. Davids. The Epistle of James: A Commentary on the Greek Text. The New International Greek Testament Commentary (Grand Rapids: Eerdmans, 1. , 68. Peran Doa di Saat Umat Menderita Penekanan Yakobus terhadap ketekunan tampak begitu Ketegasan ini disebabkan karena ketekunan akan membawa seseorang kepada sempurna dan utuh (EAC AAC). Kata sifat tersebut menunjukkan sebuah tujuan akhir yang akan dicapai orang percaya yang menderita. Ketekunan dan ketahanan mereka dalam menghadapi penderitaan akan membawa mereka kepada kedewasaan rohani, karakter, dan moralitas. 18 Dengan kata lain, nasihat yang diajarkan ini bukan semata-mata pengajaran praktis yang dapat menyelesaikan penderitaan mereka pada saat itu. Namun sebagai landasan teologis dapat membawa mereka kepada kehidupan rohani yang matang di dalam Tuhan. Maka, dapat menyempurnakan yang dapat menjadikan seseorang dewasa secara rohani dan hal inilah yang ingin disampaikan kepada para Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, maka Yakobus memberikan ajaran agar mereka dapat menerima penderitaan yang terjadi sebagai sarana untuk menguji iman Kristen mereka. 19 Nasihat Sutanto. Tafsiran Surat Yakobus, 181. Sejalan dengan pernyataan Sutanto, salah seorang penafsir menegaskan bahwa kata EA AA memberikan makna "sempurna" atau "dewasa" yang mana hal tersebut selalu dirindukan oleh orang percaya, walaupun mereka menerimanya saat eskatologis. Craig L. Blomberg dan Mariam J. Kamell. James. Zondervan Exegetical Commentary on The New Testament (Grand Rapids: Zondervan, 2. , 50. Sejalan dengan ini Naseri melihat penderitaan sebagai ujian kebajikan dan kesetiaan pada Tuhan. Lih. Christopher Naseri, "Suffering and Jurnal Amanat Agung yang dituliskan Yakobus pada awal suratnya merupakan hal yang fundamental agar pembacanya dapat melakukannya. Terlepas dari segala kesulitan dan pergumulan yang mereka hadapi, jika mereka tetap tekun dan setia dengan iman mereka maka akan ada buah yang Salah satu alasan Tuhan mengizinkan penderitaan adalah untuk membawa mereka kepada kesempurnaan dalam kerohanian dan moralitas. Jika demikian, maka kesempurnaan tersebut dapat menjadikan mereka lebih tangguh dalam fase kehidupan mereka Peran Hikmat dalam Penderitaan Demi memahami nasihat dalam ayat 2-4. Yakobus menekankan tentang pentingnya hikmat di dalam penderitaan. Salah satu masalah yang dihadapi ketika dalam penderitaan adalah penurunan kualitas spiritualitas. Hal ini dapat disebabkan oleh karena seseorang mengesampingkan Allah dan fokus dengan pergumulan yang dialaminya. 20 Memahami nasihat dalam ayat 2-4 ketika menderita, bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itulah diperlukan hikmat untuk memahami nasihat tersebut. Yakobus melanjutkan nasihatnya supaya mereka yang kekurangan hikmat dapat memintanya kepada Allah. Pembahasan mengenai hikmat harus Prayer in the Messianic Community of Jas 5:13a," Verbum Vitae 39, no. : 1159-74. Istilah yang digunakan Ernst Wendland adalah "mengembara dari iman. " Ernst R. Wendland, "The Rhetoric of Rejuvenation: Restoring the AoWeakAo and AoWanderersAo According to James 5:13Ae20," Conspectus : The Journal of the South African Theological Seminary 33, no. 1 (April 2. : 14. Peran Doa di Saat Umat Menderita dibahas menggunakan sudut pandang ayat 2-4. Dikatakan demikian karena terdapat pengulangan kata AAO . pada ayat 4 dan 5, yang mana menunjukkan adanya hubungan yang disengaja. Dengan demikian, hal ini bukanlah nasihat yang terpisah melainkan melengkapi apa yang sudah diterangkan Yakobus sebelumnya. Dapat dikatakan bahwa hikmat adalah hal yang krusial dan diperlukan saat EI . dapat diartikan sebagai kemampuan khusus untuk mencerna, serta memutuskan perkara di tengah kondisi yang kurang baik seperti penderitaan Ae hikmat juga dipahami sebagai 21 Hikmat selalu diidentikkan dengan pemahaman intelektual berupa kecerdasan dan kepintaran. Namun. Yakobus tidak berbicara hikmat dalam ranah intelektual, melainkan moral dan 22 Hal tersebut terlihat dalam beberapa bagian suratnya. Yakobus cenderung mengarahkan pembacanya agar bertindak dengan hikmat, termasuk ketika dalam penderitaan ia mengarahkan umat agar dapat memohon hikmat kepada Allah . Bukan hanya itu saja, dorongan-dorongan seperti memiliki hati yang lembut . , memiliki hati yang murni, tidak egois hingga larangan untuk berbohong . merupakan sebuah hikmat yang berhubungan dengan tindakan etis. Dapat dikatakan bahwa Yakobus melihat hikmat bukan sekadar pengetahuan yang bersifat teoritis, melainkan Vernon McGee. Thru the Bible Commentary: James (Nashville: Thomas Neilson Publisher, 1. , 18. Ralph Thompson, "The Epistle of James: A Document on Heavenly Wisdom," Wesleyan Theological Journal 13 . : 9. Jurnal Amanat Agung Pertanyaannya, bagaimana cara memahami nasihat dalam ayat 2-4 dengan sudut pandang hikmat? Prinsipnya adalah orang yang menderita tidak membutuhkan hikmat yang bersifat intelektual. Sebaliknya, mereka membutuhkan pemahaman teologis yang diterapkan secara praktis dalam kondisi yang menderita. Dengan kata lain, hikmat memberi kemampuan kepada seseorang untuk mencerna pengetahuan teologis yang benar, karena tindakan praktis yang benar berangkat dari pemahaman teologis yang benar. Dengan hikmat, maka seseorang dapat merespons penderitaan dengan cara dan sudut pandang yang benar. Peran Doa di dalam penderitaan Hikmat merupakan hal yang krusial ketika menderita. Maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mendapatkan hikmat? Dalam ayat 5b. Yakobus menyebutkan Auhendaklah ia memintakannya kepada Allah. Ay24 Di sinilah peran doa diperlukan, sekalipun kata AudoaAy tidak muncul secara spesifik tetapi prinsip AumemintaAy adalah bagian dari doa. Hikmat hanya diberikan ketika umat meminta kepada Allah. Hal ini mengindikasikan bahwa hikmat Dan McCartney. James. Baker Exegetical Commentary on The New Testament (Grand Rapids: Baker Academic, 2. , 286. Berdoa sesuai kebutuhan dan hasrat yang kuat merupakan ciri doa yang benar menurut Luther. Charles F. Marunduri, "Teologi Doa Martin Luther," Verbum Christi 4, no. : 28. Hal tersebut sejalan dengan penelitian milik Sherly Mudak, "Makna Doa Bagi Orang Percaya," Missio Ecclesiae 6, no. : 101. Peran Doa di Saat Umat Menderita hanya diberikan Allah saja. Dengan kata lain, hikmat adalah anugerah yang diberikan Allah dan diminta oleh orang benar ketika 25 Maka, hikmat bukanlah sesuatu yang bisa diusahakan sendiri oleh manusia, melainkan perlu hasrat dari pendoa dan intervensi Allah. Dalam kondisi yang menderita, doa berperan untuk mendatangkan hikmat kepada umat yang meminta. Gagasan mengenai AuhikmatAy dan Aumeminta kepada AllahAy sepenuhnya terkoneksi dengan pemahaman Yahudi yang ditemukan di dalam beberapa literatur hikmat. Mengingat keterbatasan panjang tulisan, artikel ini hanya akan menganalisis tiga teks yang memiliki konektivitas yang paling kuat antara pemahaman Yahudi dengan Yakobus. Pertama. Gagasan ini ditemukan dalam kitab Amsal . :1-7 dan 2:6-. Secara garis besar, kitab ini menyebutkan bahwa hikmat Allah 26 Lebih daripada itu, hikmat juga dipandang sebagai suatu hal supranatural yang diminta oleh umat dan diberikan oleh Allah (Ams. Kemudian gagasan ini ditemukan juga dalam kitab 1 Raja-raja 3:4-15. Bagian ini merupakan pengalaman Salomo yang meminta hikmat kepada Allah. Pada saat Salomo di Gibeon. Tuhan menampakkan diri-Nya melalui mimpi . Di dalam mimpi itu. Ralph P. Martin dan Peter H. Davids, "The Letter of James," dalam Dictionary of the Later New Testament & Its Developments (Illinois: InterVarsity Press, 1. , 550. Sophie Laws. The Epistle of James (London: Black, 1. , 54. Scot McKnight. The Letter of James. The New International Commentary on The New Testament (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 85. Jurnal Amanat Agung Allah menyatakan bahwa akan mengabulkan seluruh permintaan yang Salomo sebutkan, dan pada kesempatan itu Salomo memohonkan sebuah hikmat yang dapat menimbang perkara serta dapat mengadili dengan adil. Ini menunjukkan bahwa hikmat yang dimohonkan Salomo adalah hikmat yang sejati, karena muncul dari dalam hati dan bukan berasal dari sebuah motivasi yang salah. Motivasi benar yang Salomo tunjukkan, merupakan sikap orang benar yang meminta hikmat kepada Allah, di mana gagasan ini mirip dengan Yakobus. Terakhir, gagasan mengenai AuhikmatAy dan Aumeminta kepada AllahAy tidak ditemukan dalam kitab-kitab Perjanjian Lama saja, melainkan literatur lain seperti literatur apokrifa. Gagasan tersebut ditemukan dalam literatur Kebijaksanaan Salomo . :1-14. 7:7. 8:21. 9:4 -6. Konektivitas dalam bagian ini tidak hanya terlihat dari kesamaan ide dan gagasan saja, melainkan konteks yang dihadirkan dalam literatur Kebijaksanaan tersebut mirip dengan yang dialami oleh pembaca surat Yakobus, yaitu dalam kondisi sosial yang menderita . 29 Artinya, terdapat persamaan pergumulan yang mungkin saja dirasakan oleh orang-orang Kristen pada zaman Peter J. Leithart, 1 & 2 Kings (Grand Rapids: Brazos Press, 2. Kebijaksanaan Salomo 5:1 AuPada waktu itu orang benar berdiri dengan kepercayaan besar berhadapan muka dengan para penganiayanya dan semua orang yang telah menghina jerih payahnya. Ay Secara garis besar, bagian tersebut menggambarkan kondisi orang benar yang mengalami Seorang komentator berpendapat bahwa tema ujian dan hikmat merupakan ciri utama dalam tradisi Kebijaksanaan Salomo. Martin. James, 18. Peran Doa di Saat Umat Menderita Yakobus. Kemudian dalam bagian lain literatur hikmat ini, ditemukan juga gagasan mengenai Auhikmat adalah pemberian dari Allah. Ay Contohnya pada pasal 7:7 AuMaka itu aku berdoa dan aku pun diberi pengertian, aku bermohon lalu roh kebijaksanaan datang kepadaku. Ay Terlihat juga pada pasal 8:21 AuTetapi setelah aku tahu bahwa aku tidak akan memiliki kebijaksanaan, kalau tidak dianugerahkan Allah Ae ini pun hasil pengertian, yaitu mengetahui karunia siapakah kebijaksanaan itu Ae, maka aku menghadap Tuhan dan berdoa kepada-Nya dan dengan segenap hati aku berkata:Ay Berdasarkan ayat-ayat ini terlihat jelas bahwa penulis ingin menekankan bahwa hikmat adalah karunia ilahi dari Allah. 30 Maka ini menunjukkan bahwa hikmat hanya diberikan kepada orang benar yang meminta kepada Allah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pemahaman Yakobus mengenai AuhikmatAy dan Aumeminta kepada AllahAy agaknya dipengaruhi oleh pemahaman Yudaisme. Artinya pemahaman Yakobus mengenai doa yang berperan untuk mendatangkan hikmat, salah satunya dibangun berdasarkan pemahaman literatur-literatur hikmat lainnya. Buktinya adalah baik itu surat Yakobus dengan literatur-literatur hikmat lainnya saling mempertegas pentingnya memohon hikmat di kehidupan sehari-hari, terlebih lagi ketika di dalam penderitaan yang bisa saja membawa seseorang kepada penurunan kualitas spiritualitas. Maka upaya manusia untuk Martin. James, 18. Jurnal Amanat Agung memperoleh hikmat adalah meminta kepada Allah, yang mana meminta merupakan penekanan utama dalam surat ini. Berdasarkan analisis di atas. Yakobus sejatinya melihat adanya signifikansi tindakan meminta kepada Allah. Mengapa demikian? Ayat 5c tertulis Auyang memberikan semua dengan murah hati dan tidak mencela dan diberikan kepadanyaAy Ini menunjukkan adanya sebuah jaminan bahwa Allah akan memberikan apa yang dimohonkan oleh umat-Nya. Sekilas hal ini mirip dengan ajaran Yesus dalam Matius 7:7. Yesus memberikan dorongan agar orang banyak itu meminta kepada Allah, karena mereka akan mendapat dari Allah. Agaknya pengajaran Yakobus tentang Aumeminta-diberikanAy juga didasari oleh ajaran Yesus. Ajaran Yesus adalah ajaran yang sempurna, di mana harus dijadikan pedoman utama dalam Dalam hal ini Yakobus mengutip ajaran yang sempurna. Dengan demikian ajaran Yesus ini merupakan pedoman utama dalam ajaran Yakobus. Jaminan yang diberikan Allah pada saat umat meminta, tercermin melalui sifat Allah yang adalah pemurah. Yakobus menggunakan istilah Aumurah hati (AAC) dan tidak mencela ( AAO). Ay Kedua kata ini merujuk pada AC, jelas kedua kata sifat tersebut merujuk kepada Allah. Sifat Allah yang pertama adalah AAC yang diterjemahkan sebagai Aumurah hati. Ay Diterjemahkan demikian karena menimbang adanya kata memberi (EC) dan tidak mencela ( AAO). Kedua kata tersebut bukan diidentikkan sebagai sikap yang menyimpang, melainkan sikap baik hati. Dalam Peran Doa di Saat Umat Menderita konteks yang sedemikian gagasan yang mungkin ingin dibangun oleh Yakobus adalah gambaran Allah yang memberi dengan murah hati dan tanpa ragu. Kemudian sifat Allah yang kedua adalah AAO yang diterjemahkan sebagai tidak mencela. Susanto berargumen bahwa orang yang kikir dan tidak tulus biasanya memberikan sesuatu disertai dengan mencela. 31 Ini menunjukkan bahwa Allah adalah tidak kikir dan tulus hati ketika umat memohon kepada-Nya. Sejalan dengan Sutanto. McCartney menyebutkan bahwa AumencelaAy adalah sifat yang berseberangan dengan Allah, ini berarti Yakobus ingin menekankan perbedaan antara manusia dengan Allah. 32 Artinya adalah manusia memiliki kecenderungan untuk bersikap kikir dan mencela, sedangkan Allah sama sekali tidak memiliki sifat demikian. Sifat-sifat Allah yang sedemikian membuat doa berperan besar untuk meminta hikmat. Dikatakan demikian karena kedua sifat Allah yang adalah murah hati dan tidak mencela memberikan sebuah jaminan yang pasti kepada pemohon, bahwa mereka akan menerima apa yang mereka mohonkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa di dalam kondisi yang menderita, umat perlu merespons dengan benar. Dalam hal ini Yakobus menekankan pentingnya hikmat untuk berespons dengan bijak. Oleh sebab itu nasihat ini menjadi penting, mengingat Sutanto menuliskan bahwa hal in sama seperti yang terdapat dalam kitab Yesus bin Sirakh 20:14-15 yang melukiskan bahwa orang bodoh memberikan sedikit hadiah kepada orang lain dengan menyampaikan banyak kritik, bahkan meminta penerima hadiah itu untuk mengembalikannya pada suatu hari. Sutanto. Tafsiran Surat Yakobus, 186. McCartney. James, 90. Jurnal Amanat Agung berdoa memiliki dampak yang signifikan terhadap kebutuhan hikmat orang percaya, secara khusus ketika menghadapi penderitaan. Syarat agar Doa Efektif (Ayat 6-. Ketika berdoa dan meminta hikmat kepada Allah. Yakobus menekankan kehadiran konsistensi sebagai aspek penting yang dapat membuat doa tersebut menjadi efektif atau dikabulkan. Kata EO atau meminta dapat dimaknai sebagai upaya seseorang untuk meminta jawaban atau petunjuk. 33 Jika dilakukan parsing terhadap kata EO maka, kata ini termasuk ke dalam jenis kata imperatif yang bersifat himbauan yang harus dilakukan oleh para pembacanya. Kemudian, kata ini ditulis dalam bentuk present tense dan voice dalam bentuk aktif, sehingga penerjemahan yang tepat terhadap kata EO adalah Aumemintanya dengan terus-menerus. Ay Secara tidak langsung himbauan ini adalah nasihat penting yang harus rutin dilakukan oleh para pembaca suratnya, di mana mereka berada dalam penderitaan. Sejalan dengan pernyataan di atas. Hiebert lebih melihat himbauan itu sebagai sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya. 34 Ia melanjutkan bahwa meminta hikmat adalah aktivitas yang berkelanjutan dan ada harapan agar mereka dapat terus melakukannya. Dengan kata lain. Danker. Bauer, dan Arndt. A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature, 30. Hiebert. The Epistle of James, 80. Peran Doa di Saat Umat Menderita konsistensi menjadi poin yang pertama jika doa mereka ingin dikabulkan oleh Allah. Aspek lainnya yang menjadi syarat doa yang efektif adalah Pada ayat 6a tertulis Autetapi mintalah dalam iman (AEEC). Ay Berkaitan dengan iman, dalam salah satu bukunya. Nijay K. Gupta melihat bahwa terdapat tiga elemen dalam iman. 35 Pertama adalah believing faith. Elemen ini berfokus kepada kognisi, yang mana artinya adalah mengendalikan pikiran dan hati yang benar, serta mengarahkannya kepada wahyu dan kebenaran Allah. 36 Dengan kata lain, elemen ini menekankan adanya perubahan perspektif seseorang dalam melihat permasalahan. Kedua adalah obeying faith. Elemen ini agaknya mengarah kepada dua arti yang berjalan beriringan, yaitu meyakini dan menaati iman. Elemen terakhir yang diungkapkan Gupta adalah trusting faith. Gupta mengartikannya sebagai iman yang penuh kepercayaan. Hal ini sejalan dengan Richard Hays yang AupercayaAy pemahaman kognitif dengan tindakan aktif seseorang. 37 Singkatnya, pemahaman kognitif yang benar akan termanifestasi melalui tindakan orang tersebut. Nijay K. Gupta. Paul and the Language of Faith (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 9-13. Barth menyebutnya sebagai "an epistemological and hermeneutical sense. " Markus Barth. The Letter to Philemon. Eerdmans Critical Commentary (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 273. Richard B Hays, "Lost in Translation: A Reflection on Romans in the Common English Bible," dalam The Unrelenting God, ed. David J. Downs dan Matthew L. Skinner (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 92-94. Jurnal Amanat Agung Dalam Yakobus 2:14-17, terlihat bahwa Yakobus mengkritik pembacanya yang hanya menekankan elemen believing faith. Yakobus menegaskan bahwa pengakuan iman saja tidak cukup, melainkan komitmen itu harus terlihat dalam perbuatan seseorang. Dalam bukunya McCartney menyebutkan iman tidak hanya dipahami sebagai tindakan untuk meyakinkan diri sendiri bahwa Allah dapat memberikan kebutuhan seseorang,39 melainkan Yakobus melihat adanya upaya yang dilakukan seseorang untuk mendasarkan seluruh kepercayaannya pada Allah dan juga dapat termanifestasi dari tindakan praktis. 40 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Yakobus mengkritik iman orang-orang yang di dalamnya tidak mencakup elemen obeying faith dan trusting faith. Hal tersebut berbeda dengan yang ada dalam pasal 1:6-8. Ayat 6a, tertulis Autetapi mintalah dalam imanAy (AEEA). Ini menunjukkan bahwa bagi Yakobus iman adalah aspek penentu dalam Ralph P. Martin dan Peter H. Davids, ed. , "Dictionary of the Later New Testament & Its Developments," Faith and Works (Downers Grove: InterVarsity Press, 1. , 367-68. Diskusi mengenai makna iman dan perbuatan dapat dilihat dalam Joko Priyono dan Wahyudi Sri Wijayanto, "Iman Dan Perbuatan Dalam Penginjilan Jemaat Mula-Mula Ditinjau Dari Yakobus 2:14-26," Jurnal Excelsis Deo 6, no. : 64-81. Samuel Julianta Sinuraya, "Makna Dibenarkan Oleh Iman Dan Perbuatan Menurut Yakobus 2:14-26," CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 1, no. : 199210. Juanda Manullang dan Aghi Lumy, "Hidup Beriman Menurut Yakobus 1:2-8," Pasca: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 19, no. McCartney. James, 90. McCartney. James, 90. Peran Doa di Saat Umat Menderita terkabulnya doa yang dinaikkan oleh umat-Nya. 41 Jika melihat tiga elemen yang dikemukakan Gupta, agaknya bagian ini menekankan elemen trusting faith. Dalam bagian ini, iman tidak merujuk kepada kepercayaan secara kognitif saja, tetapi pada keyakinan yang 42 Artinya adalah bukan hanya sekadar kepercayaan umum bahwa Allah akan mengabulkan doa, melainkan keyakinan yang didasarkan pada Allah yang murah hati, di mana salah satunya diekspresikan dengan berdoa. 43 Jika demikian, maka bagian ini mengarah kepada iman yang bersifat aktif antara kognitif dengan Kemudian Yakobus melanjutkan pada ayat 6b. Yakobus menginstruksikan agar pembacanya tidak berdoa dengan iman yang Terdapat indikasi bahwa para pembaca mungkin sering terdistraksi dengan kebimbangan dan Yakobus mengantisipasinya dengan memberikan sebuah himbauan untuk tidak bimbang ketika Kata AO . , diartikan secara literal sebagai Ajaran ini serupa dengan ajaran Yesus dalam Injil, yang menekankan aspek iman dalam doa. Dany Christopher, "Doa Yang Tidak Dijawab Menurut Injil Markus," Jurnal Amanat Agung 16, no. : 7. Ropes. A Critical and Exegetical Commentary on the Epistle of St. James. , 140. Diskusi mengenai iman sebagai dasar dalam doa dapat dilihat lebih lanjut dalam Oda Wischmeyer, "The Prayer of Faith Ae the Prayer of the Righteous (Jas 5:13Ae. : Where the AoWaysAo Intersect," dalam On Wings of Prayer, ed. Nuria Calduch-Benages. Michael W. Duggan, dan Dalia Marx (Berlin: De Gruyter, 2. , 162. Keyakinan dan iman haruslah tergambar melalui relasi yang intim dengan Allah. Bagi Uling berdoa adalah salah satu cara membangun relasi yang intim dengan Allah Manintiro Uling, "Dapatkah Doa Mengubah Kehendak Allah?," Te Deum 10, no. : 58. Jurnal Amanat Agung Hal ini disebutkan oleh Yakobus sebagai satu hal yang menghambat seseorang menerima sesuatu dari Allah dari apa yang telah dimintanya melalui doa. Jika melihat sekilas, keraguan yang tergambar seperti seseorang yang bimbang karena ketidakpastian akan kehendak Tuhan. 44 Sejalan dengan hal itu, salah satu komentator menyebutkan bahwa keraguan adalah kebimbangan yang mempertanyakan karakter Allah (Mat. 21:21 dan Rm. Singkatnya keraguan timbul karena belum mengenal Allah dan tidak percaya seutuhnya pada karya Tuhan. Dalam ayat 6b. Yakobus memberikan sebuah analogi mengenai orang yang bimbang A A AAC iA O EEC AA uA. Pada bagian ini terdapat konjungsi A, dan konjungsi ini berfungsi salah satunya untuk memberi tanda penguatan . pada sebuah frasa hingga kalimat tertentu. 47 Dengan demikian ilustrasi yang disampaikan oleh Yakobus merupakan sebuah penguatan untuk mendukung argumen sebelumnya, yang mana Yakobus menghimbau agar pembacanya memiliki iman yang tidak ragu bimbang (AO). McCartney. James, 90. Martin. James, 19. McCartney. James, 90. Artinya adalah A dimaksudkan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut kepada frasa atau kalimat sebelumnya dengan cara memperkuat atau mendukung frasa atau kalimat tersebut. Stephen H. Levinsohn. Discourse Features of New Testament Greek: A Coursebook on the Information Structure of New Testament Greek, edisi ke-2. (Dallas: SIL International, 2. , 91. Peran Doa di Saat Umat Menderita Analogi yang digunakan Yakobus dalam memberikan penekanan tentang orang yang bimbang yaitu dengan ombak (O). 48 Ombak di sini pahami sebagai ombak di tengah laut yang selalu berubah bentuknya sesuai dengan kekuatan angin, bukan ombak yang dipahami sebagai air yang memukul tepi pantai. Sejalan dengan hal itu. Yakobus menambahkan bahwa orang yang bimbang akan merasakan AA uA atau didorong angin dan diombang-ambingkan. Seperti yang dipahami, bahwa dinamika ombak di lautan tidak dapat diprediksi dan dapat berubah-ubah sepanjang waktu, tergantung dengan angin yang mengarahkan air tersebut. Kedua kata kerja ini ditulis dengan participle pasif, ini menunjukkan bawah orang yang bimbang tersebut secara pasif akan didorong angin dan diombang-ambingkan. Pada ayat 7-8 Yakobus menyebutkan bahwa sebuah kebimbangan tidak menghasilkan apa pun. Berdasarkan hal ini maka terlihat bahwa kebimbangan adalah lawan dari iman, karena sekalipun orang tersebut berdoa kepada Allah tanpa disertai iman, maka hal tersebut tidak berarti. Oleh sebab itu himbauan Yakobus Ketidakstabilan yang digambarkan seperti ombak adalah gambaran yang akrab dengan Yakobus. Hal tersebut dikarenakan adanya indikasi bahwa ombak yang digambarkan berasal dari laut Galilea atau pantai timur di Mediterania. Hiebert. The Epistle of James, 85. Moo mengatakan "The picture here is not of a wave mounting in heightand crashing to shore, but of the swell of the sea, never having the same texture and shape from moment to moment, but always changing with the variations in wind direction and strength. " Douglas J. Moo. The Letter of James. The Pillar New Testament Commentary (Grand Rapids: Eerdmans, 2. , 61. Jurnal Amanat Agung akan pentingnya tidak bimbang menjadi yang utama dalam bagian Yakobus menjelaskan lebih lanjut mengenai keadaan yang dialami oleh orang yang memiliki keraguan dalam dirinya. Pada ayat 7a. Yakobus terlebih dahulu memberikan penjelasan yang tertuang dalam frasa Ausebab janganlah orang itu mengira. Ay Salah satu hal yang perlu mendapat sorotan adalah kata . Kata tersebut ditulis dengan modus imperatif, dan kata tersebut disertai juga dengan . Ini menunjukkan adanya penegasan yang ditulis oleh Yakobus dan haruslah menjadi perhatian utama para pembacanya. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan, selain konsistensi dalam menaikkan doa, aspek iman merupakan hal yang penting untuk menjadikan doa tersebut efektif atau terkabulkan. Dalam hal ini, iman bukan sekadar berfokus pada kognisi yang sekadar mengubah perspektif, melainkan iman yang dipercayai sekaligus termanifestasi melalui tindakan. Jika dikaitkan dengan kondisi para pembaca surat ini, maka hendaknya umat tidak hanya meyakini secara kognisi bahwa Allah dapat mengabulkan keinginannya, melainkan dituangkan dalam tindakan sehari-hari. Salah satu contoh yang diberikan adalah dengan tidak bimbang di tengah penderitaan yang dialami. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nasihat Yakobus untuk berdoa ketika menderita berperan untuk mendatangkan hikmat yang berguna untuk menghadapi penderitaan. Hikmat di sini hendaknya dilihat sebagai pemberian Allah yang hanya diterima oleh Sutanto. Tafsiran Surat Yakobus, 189. Peran Doa di Saat Umat Menderita orang percaya dengan cara berdoa. Lebih daripada itu iman yang teguh juga merupakan aspek penting dalam memohon. Di akhir diskursus ini Yakobus menekankan pentingnya iman, yang mana seseorang tidak boleh bimbang ketika berdoa kepada Allah. Jadi peran doa ketika umat menderita adalah untuk mendatangkan hikmat yang berguna untuk menghadapi penderitaan. Kesimpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa doa menolong umat untuk mendapatkan hikmat yang berguna untuk merespons penderitaan dengan sikap yang Hikmat merupakan pemberian Allah saja dan orang percaya hanya bisa mendapatkannya ketika berdoa kepada Allah. Kemudian dalam doa tersebut, aspek iman menjadi yang utama di mana seseorang tidak boleh bimbang ketika berdoa. Dalam kondisi yang menderita tak jarang seseorang mudah terbawa arus buruk lingkungan sekitar. Arus buruk tersebut dapat memengaruhi cara pandang seseorang terhadap penderitaan, yang mana dapat berimbas juga kepada respons yang salah dalam menanggapi Dalam bagian ini Yakobus menasihati agar mereka Untuk menghayati hal ini, maka hikmat menjadi Hikmat bukan saja berbicara mengenai pengetahuan intelektual saja, melainkan hikmat dipahami kemampuan untuk mencerna prinsip teologis dan diterapkan dalam keseharian. Jurnal Amanat Agung Kemampuan ini tidak dapat diperoleh dengan belajar ataupun berlatih, tetapi hikmat adalah murni pemberian Allah. Dengan demikian, untuk mendapatkan hikmat Yakobus mendorong umat untuk berdoa kepada Allah. Walaupun kata doa tidak muncul, tetapi gagasan Aumeminta. memberikanAy dekat dengan ajaran doa dari Perjanjian Lama dan literatur hikmat, sebaiknya pernyataan di ayat 5 ini dipahami di dalam konteks doa. Doa memiliki peran yang signifikan ketika memohon hikmat. Berkaca dari ajaran Yesus. Yakobus menekankan sifat dan karakter Allah dalam menjawab doa-doa umat yang menderita. Allah digambarkan sebagai pemberi (EC) yang maknanya diklarifikasi oleh dua partisip, yaitu AAC dan AAEC, yang menekankan Allah yang memberi dengan murah hati dan tanpa sikap Gambaran Allah ini memberikan jaminan atas doa yang dimohonkan oleh para pembacanya. Signifikansi atau efektivitas doa ketika meminta hikmat, ditentukan juga dengan aspek iman yang ditekankan oleh Yakobus. Ayat 6-8 menerangkan bahwa iman adalah syarat agar doa dapat Sebagaimana yang telah dielaborasikan, pembahasan iman dalam surat Yakobus tidak hanya menekankan elemen believe tetapi juga obeying dan trusting. Di dalam konteks Yakobus 1:2-8 elemen trusting merupakan elemen yang ditekankan. Artinya, bukan hanya sekadar meyakini bahwa Allah akan memberikan hikmat, tetapi keyakinan tersebut hendaknya diekspresikan melalui tindakan. Misalnya adalah dengan berharap penuh dan bertindak tidak Peran Doa di Saat Umat Menderita bimbang ketika berada dalam penderitaan. Dengan kata lain. Yakobus menekankan iman yang bersifat aktif secara kognitif dan Daftar Pustaka