Hubungan Ketersediaan Sumber Daya Manusia Perawat dan Beban Kerja dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024 The Relationship between the Availability of Human Resources for Nurses and Workload with the Quality of Health Services at Dr. (H. ) Ir. Soekarno Regional Hospital. Bangka Belitung Islands Province in 2024 Nia Mairanda1*. Maryana2. Darmoris3 Program Studi Ilmu Keperawatan. Institut Citra Internasional. Kepualauan Bangka Belitung. Indonesia *Email korespondensi: niamairanda28@gmail. 1,2,3 ARTICLE HISTORY Received . August 2. Revised . August 2. Accepted . September 2. KEYWORDS ketersediaan SDMK, kualitas pelayanan Kesehatan This is an open access article under the CCAe BY-SA license ABSTRAK Perawat merupakan bagian penting dari Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang memiliki peran krusial dalam menjamin kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan, namun ketimpangan distribusi tenaga perawat serta tingginya beban kerja masih menjadi isu yang dapat menurunkan mutu layanan, terutama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan SDM perawat dan beban kerja dengan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan analitik observasional, melibatkan 60 perawat. analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square serta Fisher Exact Test jika diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat menilai ketersediaan SDM tergolong memadai . ,3%) dan beban kerja tergolong ringan . ,3%), sementara kualitas pelayanan dinilai baik oleh 66,7% responden. namun uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ketersediaan SDM perawat dengan kualitas pelayanan . =0,. maupun antara beban kerja dengan kualitas pelayanan . =0,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ketersediaan tenaga perawat dan tingkat beban kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas pelayanan, dan mutu layanan tetap dapat dijaga melalui kerja sama tim, kompetensi perawat, serta manajemen pelayanan yang efektif. ABSTRACT Nurses are a vital component of Health Human Resources and play a crucial role in ensuring the quality of services in healthcare facilities. However, disparities in nurse distribution and high workloads remain significant issues that may impact service quality, particularly in the Bangka Belitung Islands Province. This study aimed to determine the relationship between the availability of nursing human resources and workload with the quality of healthcare services at Dr. (H. C) Ir. Soekarno Regional General Hospital. The research employed a crosectional design with an analytical observational approach, involving 60 Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test and, when necessary, the Fisher Exact Test. The results showed that most nurses perceived the availability of nursing staff as adequate . 3%) and the workload as light . 3%), while 66. 7% of respondents rated the quality of services as good. However, statistical analysis revealed no significant relationship between the availability of nursing staff and service quality JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 3 September 2025 page: 319 Ae . = 0. , nor between workload and service quality . = 0. Therefore, it can be concluded that the availability of nursing personnel and workload levels do not have a significant impact on the quality of healthcare services. Nevertheless, service quality can still be maintained through effective teamwork, nurse competence, and efficient service management. PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), khususnya perawat, merupakan bagian penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Perawat tidak hanya menjadi ujung tombak dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga termasuk dalam subsistem Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang berperan dalam mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC) serta tercantum dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG. (Hulu et al. , 2023. Ishak et al. Peran strategis ini menunjukkan bahwa ketersediaan dan kualitas tenaga keperawatan sangat menentukan keberhasilan sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh. Menurut World Health Organization (WHO), sistem kesehatan tidak akan berjalan dengan baik tanpa keberadaan SDM kesehatan, karena mereka merupakan aktor utama dalam upaya peningkatan layanan kesehatan dan pemenuhan hak dasar masyarakat, selain itu WHO juga menyebutkan bahwa mutu pelayanan kesehatan dapat diukur dari hasil yang dicapai, seperti peningkatan derajat kesehatan dan penurunan angka kesakitan, yang semuanya sangat tergantung pada kualitas dan kinerja tenaga medis (Febrianti, 2. Di Indonesia, masih ditemukan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), bahwa daerah Indonesia Timur seperti Papua masih bergantung pada suplai pusat sehingga ketimpangan ini berisiko menurunkan kualitas layanan kesehatan di daerah tersebut (Hikmah et al. , 2016, Menko PMK, 2. Distribusi SDM perawat yang belum merata menjadi persoalan serius di Indonesia. Meskipun jumlah tenaga perawat nasional terus meningkat dan telah memenuhi rasio dua perawat per 1. penduduk, kenyataannya masih banyak daerah terpencil yang kekurangan tenaga keperawatan. Hal ini disebabkan oleh tantangan geografis dan minimnya insentif yang membuat perawat enggan ditempatkan di wilayah-wilayah sulit dijangkau (Ners Universitas Airlangga, 2021. Pomeo & Winarti, 2. Ketidakseimbangan ini turut memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, karena jumlah perawat yang tidak proporsional dengan kebutuhan pasien dapat menurunkan efektivitas layanan di fasilitas kesehatan. Selain ketimpangan distribusi, permasalahan terkait kesejahteraan dan kondisi kerja perawat juga menjadi faktor yang memengaruhi motivasi serta kinerja mereka. Banyak lulusan perawat yang memilih bekerja di luar sektor kesehatan karena kondisi kerja yang kurang memadai, terutama di rumah sakit swasta. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan strategis yang tidak hanya fokus pada penambahan jumlah perawat, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan, penguatan insentif, dan distribusi yang adil ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil. Langkah seperti supervisi berkala, evaluasi kebutuhan SDM di setiap fasilitas, dan peningkatan jenjang pendidikan profesi dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan ini (Addausy et al. , 2024. Fardiansyah et al. , 2022. Suryanti & Hariyati, 2. Penelitian yang dilakukan Arman Rifat . tentang beban kerja perawat di fasilitas kesehatan Kota Kupang menunjukkan bahwa terjadi ketidakseimbangan jumlah tenaga kesehatan, baik kekurangan maupun kelebihan, termasuk dalam profesi perawat sehingga perlunya manajemen SDM yang lebih tepat guna memastikan bahwa setiap fasilitas memiliki jumlah perawat sesuai kebutuhan (Lette, 2. Selain itu, penelitian yang dilakukan Marbun & Anshari . menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh pada penurunan pelayanan kepada pasien karena adanya kerja sama baik antar dokter dan perawat serta perawat dengan perawat yang lain sehingga beban kerja tersebut ringan (Marbun & Anshari, 2. Berdasarkan survei awal yang penulis lakukan pada 23 November 2023 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ditemukan bahwa ketersediaan SDM keperawatan di ruang Rawat Dewasa masih belum optimal. Wawancara dengan tenaga medis mengungkapkan bahwa perawat harus menjalankan beberapa tugas sekaligus karena kekurangan personel, yang dapat berdampak pada kualitas pelayanan. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai "Hubungan Ketersediaan Sumber Daya Manusia Perawat dan Beban Kerja dengan Kualitas Pelayanan di Ruang Rawat Dewasa Rumah Sakit Umum Daerah Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung". Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya perbaikan sistem distribusi dan manajemen beban kerja tenaga perawat, serta membantu pihak rumah sakit dan pemangku JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 3 September 2025 page: 319 Ae . 320 kebijakan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui pengelolaan SDM keperawatan yang lebih baik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan analitik observasional untuk menganalisis hubungan antar variabel pada waktu tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang rawat dewasa . elas I. II, . dan ruang rawat anak kelas i di RSUD Dr. (H. Ir. Soekarno Provinsi Bangka Belitung, sebanyak 71 orang. Penelitian dilakukan pada 5 s. 11 Juni Data primer diperoleh melalui kuisioner kepada Kepala Ruangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari pihak rumah sakit. Instrumen penelitian berupa kuisioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square dan alternatif uji Fisher Exact Test bila diperlukan. Penelitian ini juga memperhatikan prinsip etika seperti menjaga privasi, meminimalkan risiko, menjunjung keadilan dan keterbukaan, serta menghormati martabat partisipan, termasuk penyediaan informed consent sebelum pengisian kuisioner. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Univariat Analisa univariat dilakukan untuk menjelaskan karakteristik masing-masing responden dan variabel dalam penelitian, masing-masing variabel akan disajikan dalam format tabel dan diikuti dengan keterangannya (Notoatmodjo, 2. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Variabel Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kualitas Pelayanan Frekuensi Persen (%) Kurang Baik Baik Total Berdasarkan tabel 1, kualitas pelayanan kategori kurang baik dengan 20 responden memiliki persentase 33,3%, sedangkan kualitas pelayanan kategori baik dengan 40 responden memiliki persentase 66,7%. Berdasarkan hasil uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan nilai p = 0. 001 O . , sehingga disimpulkan data terdistribusi tidak normal, jadi pengelompokan pengetahuan responden berdasarkan nilai median . Apabila nilai median O 25 dikelompokkan pada responden yang memiliki kualitas pelayanan kurang baik, dan apabila Ou 25 dikelompokkan pada responden yang memiliki kualitas pelayanan baik. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Variabel Ketersediaan SDM Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kualitas Pelayanan Frekuensi Persen (%) Tidak Memadai Memadai Total Berdasarkan tabel 2, dapat dilihat bahwa ketersediaan SDM Perawat dengan kategori tidak memadai memiliki persentase 41,7% dengan 25 responden, sedangkan ketersediaan SDM perawat memadai memiliki persentase lebih besar yaitu 58,3% dengan 35 responden. Berdasarkan hasil uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan nilai p = 0. 010 O . , sehingga disimpulkan data terdistribusi tidak normal, jadi pengelompokan pengetahuan responden berdasarkan nilai median . Apabila nilai median O 18 dikelompokkan pada responden yang memiliki kualitas pelayanan kurang baik, dan apabila Ou 18 dikelompokkan pada responden yang memiliki kualitas pelayanan baik. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Beban Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Beban Kerja Frekuensi Persen (%) Berat Ringan Total JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 3 September 2025 page: 319 Ae . 321 Berdasarkan tabel 3, dapat dilihat bahwa beban kerja berat memiliki persentase 46,7% dengan 28 responden, sedekahkan beban kerja kurang berat memiliki persentase lebih besar yaitu 53,3% dengan 32 responden. Berdasarkan hasil uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan nilai p = 0. 001 O . , sehingga disimpulkan data terdistribusi tidak normal, jadi pengelompokan pengetahuan responden berdasarkan nilai median . Apabila nilai median O 22 dikelompokkan pada responden yang memiliki kualitas pelayanan kurang baik, dan apabila Ou 22 dikelompokkan pada responden yang memiliki kualitas pelayanan baik. Analisa Bivariat Analisa bivariat bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara beberapa variabel yang diduga saling berkaitan, khususnya antara variabel bebas . dan variabel terikat . (Notoatmodjo, 2. Tabel 4. Hubungan Ketersediaan SDM Perawat dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nilai POR Kualitas Pelayanan . % CI) Value Ketersediaan SDM Kurang Baik Jumlah Baik Tidak Memadai 0 20 80. Memadai 9 20 57. 35 100 0. 102- 1. Total 3 40 37. Berdasarkan tabel 4, kualitas pelayanan kurang baik lebih banyak pada responden dengan ketersediaan SDM Perawat memadai yaitu 15 responden . ,9%) dibandingkan dengan ketersediaan SDM Perawat tidak memadai. Kualitas pelayanan baik pada ketersediaan SDM Perawat tidak memadai 20 responden . ,0%) dan pada ketersediaan SDM Perawat memadai 20 responden . ,1%). Dari hasil uji statistik dengan uji chi square didapat nilai p value = 0,116 karena nilai p value Ou . maka Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antar ketersediaan SDMK dengan Kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tabel 5. Hubungan Beban Kerja dengan Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Kualitas Pelayanan Nilai Beban Kurang Baik Jumlah POR Kerja Baik . % CI) Value Berat 11 39. 3 17 60. 7 28 100 Ringan 9 28. 1 23 71. 9 32 100 0. Total 20 33. 3 40 66. 7 60 100 Berdasarkan tabel 5, kualitas pelayanan kurang baik lebih banyak pada responden dengan beban kerja berat yaitu 11 responden . ,3%) dibandingkan dengan responden dengan beban kerja Kualitas pelayanan baik lebih banyak pada responden dengan beban kerja kurang berat yaitu 23 responden . ,9%) dibandingkan dengan responden dengan beban kerja berat. Dari hasil uji statistik dengan uji chi square didapat nilai p value = 0,522 karena nilai p value Ou . maka Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antar beban kerja dengan Kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), khususnya perawat, memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia sebagaimana tercantum dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Ketersediaan tenaga perawat yang memadai menjadi salah satu indikator penting dalam menjamin mutu pelayanan di fasilitas kesehatan (Febrianti, 2. , termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2015, analisis beban kerja (ABK) digunakan untuk JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 23 No. 3 September 2025 page: 319 Ae . 322 menilai kecukupan tenaga kesehatan, termasuk perawat. Apabila jumlah tenaga perawat tidak mencukupi, dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan (Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2. Namun demikian, berdasarkan hasil uji statistik menggunakan chi-square pada penelitian di RSUD Dr. (H. C) Ir. Soekarno, diperoleh nilai p value sebesar 0,116, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan SDM perawat dengan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit Hal ini didukung oleh hasil analisis lanjutan yang menunjukkan nilai Prevalence Odds Ratio (POR) sebesar 0,333. Dengan demikian, meskipun terjadi kekurangan tenaga perawat, pelayanan masih dapat berjalan secara optimal. Penelitian serupa oleh Arman Rifat . di Kota Kupang juga menunjukkan bahwa pelayanan tetap berjalan baik meskipun terjadi kekurangan tenaga kesehatan, dengan bantuan tenaga magang dan pembagian kerja yang efisien (Lette, 2. Salah satu alasan utama mengapa pelayanan tetap berkualitas meskipun terjadi kekurangan SDM karena kompetensi perawat yang baik serta pelatihan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka (Agustiani & Fauziya, 2024. Efanti, 2. Dalam praktiknya, perawat saling membantu untuk menutupi kekurangan jumlah tenaga kerja, dan jumlah pasien yang ditangani masih dalam batas wajar, sehingga tidak membebani secara berlebihan. Faktor lain seperti jarak, budaya, kesetaraan, dan kepercayaan juga dapat memengaruhi kualitas pelayanan secara tidak langsung, yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah tenaga kerja, tetapi juga oleh efektivitas dan efisiensi kerja tim serta faktor eksternal lainnya. Selain dari aspek ketersediaan SDM, beban kerja juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan. Beban kerja didefinisikan sebagai jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh tenaga kesehatan, yang dalam beberapa kondisi bisa melebihi kapasitas kemampuan mereka (Adyana et al. , 2023. Wahyuningsih, 2. Namun, dalam penelitian di RSUD Dr. (H. C) Ir. Soekarno, hasil uji statistik menunjukkan nilai p value sebesar 0,522 dan POR sebesar 1,654, yang berarti beban kerja juga tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas pelayanan. Ini menunjukkan bahwa meskipun perawat menghadapi beban kerja tertentu, hal tersebut tidak mengurangi mutu layanan yang mereka berikan kepada pasien. Hal ini juga sejalan dengan penelitian Marbun dan Anshari . yang menemukan bahwa di tengah tingginya beban kerja saat pandemi COVID-19, kualitas pelayanan tetap terjaga karena adanya kerja sama antar tenaga kesehatan. Perawat saling membantu dalam pelaksanaan tugas, membagi tanggung jawab dengan efisien, dan tetap menjaga profesionalisme dalam pelayanan (Marbun & Anshari. Oleh karena itu, baik kekurangan SDM maupun beban kerja yang ada di RSUD Dr. (H. C) Ir. Soekarno tidak berdampak negatif pada kualitas pelayanan, selama terdapat kolaborasi yang baik, manajemen yang efektif, serta kompetensi individu yang mendukung kinerja tim. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ketersediaan sumber daya manusia perawat dengan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. (H. C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu, beban kerja perawat juga tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas pelayanan di rumah sakit tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat kekurangan SDM maupun adanya beban kerja tertentu, hal tersebut tidak secara langsung memengaruhi mutu pelayanan, yang kemungkinan besar tetap terjaga berkat kerja sama tim, kompetensi tenaga kesehatan, serta manajemen pelayanan yang efektif. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tua atas doa dan dukungan yang selalu mengiringi tanpa henti. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing atas segala bimbingan dan arahan yang diberikan selama proses penulisan artikel ini. Selain itu, apresiasi turut disampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam penyusunan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA