Jurnal Pengabdian Masyarakat https://ojs. id/index. php/jukeshum/index E-ISSN: 2774-4698 Vol. 5 No. Januari 2025 Hal. EDUCATIONAL WEBINAR: MAKING PARAPHRASE EASIER FOR THOSE WHO HAVE ALREADY COPY PASTED WEBINAR EDUKATIF: MEMUDAHKAN PARAFRASE BAGI YANG TERLANJUR COPY PASTE Salman1. Uswatun Hasanah2. Dila Handayani3. Meutia Indriana4. Muzakkir5 1,2,3,4 Universitas Tjut Nyak Dhien. Medan. Indonesia E-mail Author: salman@utnd. id , uswatun. hasanah@utnd. id , dilahandayani@utnd. meutiaindriana@utnd. id , zakirbiomed708@utnd. Submitted: 18/08/2024 Reviewed: 20/12/2024 Accepted: 31/01/2025 ABSTRACT The high prevalence of plagiarism in the creation of scientific articles and the widespread practice of copy-pasting underpin the motivation for this activity. The purpose of this initiative is to provide a solution to the recurring issue of plagiarism resulting from such practices. Additionally, the activity aims to offer insights and skills to participants in avoiding acts of plagiarism. The methodology employed involves interactive discussions and live demonstrations conducted online through the Zoom application, packaged in the form of a webinar. This Community Engagement project was attended by 33 participants, consisting of lecturers and senior university students from Tjut Nyak Dhien University The findings from this initiative revealed an enhancement in participants' understanding of paraphrasing practices and the negative impacts of plagiarism. Furthermore, participants acquired practical skills in effectively applying paraphrasing techniques, resulting in a better comprehension of the significance of creating original content and how to avoid plagiarism. In conclusion, the webinar provided a comprehensive perspective on the importance of plagiarism prevention, enhancing awareness of potential legal and academic consequences associated with such actions. Keywords: Plagiarism Prevention. Copy-paste Practices. Paraphrasing Techniques ABSTRAK Masih tingginya angka plagiasi dalam pembuatan artikel ilmiah dan masih banyaknya praktik copy paste mendasari kegiatan ini dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap masalah plagiat yang sering terjadi akibat praktik tersebut, dan juga kegiatan ini menyediakan wawasan dan keterampilan bagi peserta dalam menghindari tindakan plagiarisme. Metode yang digunakan adalah diskusi interaktif dan demonstrasi langsung melalui online menggunakan aplikasi zoom dan dikemas dalam bentuk webinar. Pengabdian Masyarakat ini diikuti oleh 33 orang peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tingkat akhir universitas Tjut Nyak Dhien. Temuan dalam kegiatan ini berupa peningkatan pemahaman peserta terhadap praktik parafrase dan dampak negatif plagiat. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan praktis dalam menerapkan teknik parafrase secara efektif dengan hasil berupa pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menciptakan konten orisinal dan * Farras. , dkk. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat bagaimana menghindari tindakan plagiat. Kesimpulan webinar ini memberikan pandangan menyeluruh tentang pentingnya pencegahan plagiat dan meningkatkan kesadaran akan konsekuensi hukum dan akademis yang mungkin timbul akibat tindakan tersebut. Kata Kunci: Pencegahan Plagiat. Praktik Copy-Paste. Teknik Parafrase PENDAHULUAN Peningkatan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, terutama dalam dunia akademis, telah membawa manfaat besar namun juga menimbulkan tantangan serius, salah satunya adalah masalah plagiasi (Risparyanto & Irawati, 2. Plagiasi, yang mencakup praktik copy-paste tanpa memberikan gambaran yang tepat, menjadi permasalahan yang meresahkan dalam pembuatan artikel ilmiah (Bettawinda, 2. Fenomena ini tidak hanya merugikan penulis asli, tetapi juga mengancam integritas akademis dan kualitas penelitian secara keseluruhan. Hal ini tercermin dari hasil penelitian (Ardinansyah et al. , 2019. Hartati & Nurmina, 2017. Napitupulu, 2020. Pranajaya, 2. tentang kejujuran akademik. Latar belakang pengabdian ini bermula dari pengamatan mendalam terhadap masyarakat akademis, di mana terdeteksi masih tingginya tingkat plagiasi dalam pembuatan artikel ilmiah (Aravik & Ahmad Tohir, 2023. Fidhyallah et al. , 2023. Fitriyah & Amin, 2023. Fransantoso, 2023. Melisa et al. , 2023. Prihastini, 2. Masalah yang ditemukaan adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan praktis peserta terkait teknik parafrase yang efektif untuk menghindari plagiasi. Kondisi ini menciptakan kebutuhan akan solusi yang dapat memberikan pemahaman mendalam dan memberdayakan peserta dalam menciptakan konten Kesadaran akan perlunya tindakan preventif dalam menanggulangi masalah ini menjadi semakin mendesak, mengingat dampak negatifnya terhadap kualitas penelitian dan integritas ilmiah. Karena hal itu, maka perlu dilakukan kegiatan ini dalam mengedukasi akademisi agar tercipta kesadaran pentingnya konten original. Selain itu juga untuk memberikan solusi terhadap masalah plagiat yang sering terjadi akibat praktik copy paste. Kegiatan pengabdian Masyarakat pernah dilakukan diberbagai tempat dalam rangka mengurangi praktek plagiasi diantaranya (Basiran et al. , 2023. Meldi & T, 2022. S et al. , 2023. Silalahi & Silalahi, 2023. Yamin et al. , 2024. Zubaidah & Rusadi, 2. Namun kegiatan ini tidak boleh berhenti, kegiatan ini harus dilakukan secara berkesinambungan agar terbentuk penulis-penulis yang handal. Oleh karena itu tujuan utama pengabdian ini adalah memberikan wawasan mendalam tentang praktik parafrase dan teknik pencegahan plagiasi kepada peserta. Dengan merujuk pada latar belakang dan kajian literatur yang telah diuraikan, diharapkan pengabdian ini dapat menghasilkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menciptakan konten orisinal serta menghindari praktik plagiasi. METODE Metode yang digunakan adalah diskusi interaktif dan demonstrasi langsung melalui online menggunakan aplikasi zoom dan dikemas dalam bentuk webinar. Penggunaan metode diskusi karena metode ini menyajikan informasi atau pembelajaran yang melibatkan interaksi Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat antara peserta dengan tujuan merangsang pemikiran kritis, pengumpulan beragam pendapat, pembuatan kesimpulan, dan penyusunan alternatif pemecahan terhadap isu-isu atau masalah yang dihadapi bersama (Muchlisin, 2. Diskusi ini dapat dilakukan dalam berbagai konteks, seperti dalam pengabdian masyarakat, forum diskusi, atau pertemuan kelompok. Metode ini dinilai sangat sesuai karena kegiatan ini dilakukan secara online (Pratiwi, 2. Diskusi interaktif yang diadakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi mitra, khususnya dosen-dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang original dan dapat mengajarkannya kepada mahasiswa. Dengan diskusi ini akan diketahui apa yang menjadi kekurangan dalam penulisan karya ilmiah, sehingga edukasi ini tepat sasaran. Metode kedua yang digunakan pada pengabdian ini adalah Metode demonstrasi secara Metode ini merupakan strategi pengajaran yang menekankan pada praktik penyuluhan secara langsung dengan memanfaatkan media atau alat peraga dalam menyampaikan materi kepada peserta pengabdian masyarakat. Dalam pelaksanaan metode ini jika diadopsi secara daring, penyelenggara penyuluhan perlu menyesuaikan media atau alat peraga yang digunakan dengan konten yang akan disampaikan kepada peserta. Hal ini bertujuan agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh peserta (Arikunto, 2. serta sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat. Kesesuaian antara media yang digunakan dengan konteks penyuluhan secara daring menjadi kunci agar peserta dapat merespon dengan baik terhadap informasi yang disampaikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Antusiasme peserta dalam pelaksanaan webinar menjadi poin krusial yang mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan acara. Partisipan menunjukkan tingkat ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan, terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama sesi. Peserta dengan antusias mengikuti penjelasan mengenai cara mengurangi tingkat plagiasi, menunjukkan keinginan mereka untuk memahami dan mengatasi masalah Selain itu, respons positif yang muncul saat demonstrasi langsung dilakukan untuk menunjukkan teknik menurunkan tingkat plagiasi juga mencerminkan antusiasme peserta. Aktivitas demonstrasi langsung memberikan gambaran praktis yang dapat langsung diterapkan oleh peserta dalam konteks penulisan mereka. Reaksi positif ini tidak hanya mencakup kekaguman terhadap metode yang diajarkan, tetapi juga menunjukkan minat peserta dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah mereka dan menghindari tindakan plagiarisme. Pada pelaksanaan webinar, terdapat tantangan teknis yang dihadapi sebagian peserta. Beberapa di antaranya mengalami keterbatasan pada perangkat pendukung mereka, seperti lambatnya kinerja laptop atau gadget yang digunakan. Hal ini menciptakan hambatan dalam mengikuti secara optimal seluruh rangkaian acara. Selain itu, masalah terkait sinyal internet yang kurang baik juga menjadi kendala teknis yang dihadapi oleh sejumlah peserta. Ketidakstabilan sinyal ini dapat menghambat kelancaran partisipasi peserta dalam mendapatkan informasi yang disampaikan selama webinar. Situasi ini menciptakan kebutuhan untuk menjelaskan materi atau peragaan lebih dari sekali, mengakomodasi peserta yang mungkin mengalami keterbatasan akses teknologi. Meskipun demikian, upaya penyelesaian dihadirkan dengan memberikan panduan teknis sebelu mnya kepada peserta, seiring dengan Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat kesabaran dan responsifitas dalam mengulang peragaan untuk memastikan pemahaman seluruh Kendala teknis ini, meskipun ada, tidak menghentikan keseluruhan kesuksesan acara dan tetap dapat diatasi dengan baik. Untuk mengetahui ketercapaian pengabdian ini maka diakhir acara diberikan kuesioner yang harus diisi oleh para peserta. Kuesioner ini menilai dari 3 . penilaian yaitu bagaimana materi disampaikan. Seberapa mudah untuk diikuti. Sejauh mana peserta memahami materi. Hasil dari kuesioner tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 1 Tabulasi Hasil Pengolahan Kuesioner No Keterangan Persentasi keberhasilan Bagaimana materi disampaikan Huruf Baik sekali Angka rata-rata Seberapa mudah untuk diikuti Baik sekali Sejauh mana peserta memahami materi Baik sekali Sumber: diolah peneliti . Pelaksanaan webinar ini memberikan dampak positif yang signifikan pada peserta. Dua aspek utama yang terlihat dalam dampak hasil pengabdian adalah peningkatan pemahaman terkait praktik parafrase dan kesadaran akan dampak plagiasi, serta peningkatan keterampilan praktis dalam menghindari plagiasi. Pertama, peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait praktik parafrase dan konsekuensi plagiasi. Materi yang disampaikan dalam webinar memberikan wawasan mendalam tentang cara efektif melakukan parafrase, sehingga peserta dapat lebih memahami bagaimana menciptakan konten orisinal. Selain itu, mereka juga menjadi lebih sadar akan risiko dan dampak negatif yang dapat timbul akibat plagiasi. Kedua, keterampilan praktis peserta dalam menghindari plagiasi meningkat secara signifikan. Melalui demonstrasi langsung dan interaksi dalam sesi diskusi, peserta memperoleh keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam penulisan mereka. Dengan demikian, mereka lebih mampu menghasilkan karya ilmiah yang orisinal dan mengurangi risiko terlibat dalam plagiasi. Berikut ini adalah bukti kegiatan dalam pengabdian Masyarakat Gambar1. Proses kegiatan pengabdian Masyarakat secara online menggunkan aplikasi zoom Secara keseluruhan, dampak hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa webinar berhasil memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengatasi masalah plagiasi. Vol. No. 1, 2025 JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat KESIMPULAN Pelaksanaan webinar ini membawa dampak positif yang signifikan terhadap peserta. Pemahaman mereka terkait plagiasi dan teknik parafrase mengalami peningkatan yang berarti. Dampak positif dari hasil pengabdian tidak hanya terbatas pada pemahaman peserta, namun juga melibatkan peningkatan keterampilan praktis. Melalui demonstrasi langsung, peserta memperoleh bekal yang efektif untuk menghindari plagiasi dalam karya ilmiah mereka. Keberhasilan dalam memberikan solusi teknis juga mencerminkan kolaborasi yang baik dan komitmen dalam memberikan pengalaman positif kepada setiap peserta. Kesimpulan dari kegiatan ini menekankan bahwa tujuan pengabdian untuk mengatasi plagiasi dan meningkatkan kesadaran peserta telah tercapai secara efektif. Respons positif dan peningkatan pemahaman serta keterampilan peserta memberikan gambaran yang memuaskan terhadap pencapaian program. UCAPAN TERIMA KASIH Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien (LPPM UTND) atas kesempatan, dukungan, dan fasilitas yang luar biasa selama kami melaksanakan kegiatan ini. Waktu dan tempat yang telah disediakan oleh LPPM UTND memberikan fondasi yang kuat bagi kesuksesan acara kami. REFERENSI