Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 PERENCANAAN AGROWISATA BUAH DI KOTA SAMARINDA DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR ANALOGI Imam Andira Dharmawan1. Rusdi Doviyanto2. Ahmad Riza3 1Mahasiswa Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 2&3Dosen Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Jl. Ir. Juanda No. Samarinda 75124 Email : imamandirad@gmail. ABSTRAK Kota Samarinda mempunyai potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan, hal ini menjadi daya tarik minat wisatawan. Untuk itulah perlunya perencanaan agrowisata sebagai ikon pariwisata dan mengenalkan budidaya buah khas Kalimantan. Maka tujuan penelitian adalah membuat agrowisata buah dengan menerapkan arsitektur analogi, dimana persamaan antara bangunan dengan dianalogikan. Pada hasil pembahasan menunjukkan besaran ruang 005,79 m2, dengan perbandingan KDB dan KDH yaitu 32% dan 68%. Dengan hubungan ruang yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu Indoor dan Outdoor. Untuk analisa site terpilih berada di Jalan Samarinda - Bontang, pada analisa struktur yaitu menggunakan pondasi batu kali pondasi foodplat, struktur Kolom beton, pasangan dinding bata, struktur atap spaceframe dan penutup atap ACP. Spandek, dan memberan. Untuk analisa utilitas dengan air bersih menggunakan PDAM dan pengairan tanaman buah menggunakan air Waduk yang ditampung dalam Groundtank. Pada konsep perencanaan agrowisata untuk gubahan massa bangunan menggunakan transformasi bentuk yang dianalogikan dari bentuk buah-buahan. Kata kunci : Agrowisata Buah. Analogi. Bentuk Bangunan ABSTRACT The city of Samarinda has great potential in agriculture and plantation, it is a fascination of tourist Therefore, the need for agro tourism planning as an icon of tourism and introduce the cultivation of Borneo. Then the research objective is to make fruit agrotourism by applying analogy architecture, where the similarities between buildings with analogues. In the results of the discussion showed a space of 20,005. 79 m2, with the comparison of KDB and KDH, namely 32% and 68%. With the relationship of space divided into 2 categories that are Indoor and Outdoor. For analysis site is chosen to be located on Samarinda-Bontang Street, in structure analysis is to use foundation stone, foundation of Foodplat, concrete column structure, brick wall pair, roof structure of spaceframe and cover of ACP roof. Spandek, and Memberan. For the analysis of utilities with clean water using PDAM and irrigation of fruit plants using the water reservoirs that are accommodated in the Groundtank. On the concept of agro-tourism planning for the building mass, using a transformation of a form that is analogofish of the fruit form. Keyword : Fruit Agrotourism. Analogy. Building Shape Totem - 35 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 PENDAHULUAN Agrowisata Buah adalah konsep wisata alam dan budidaya tanaman Buah, dimana pengunjung dapat berlibur dan berekreasi dan juga bisa memetik langsung buah dari pohonnya. Tanaman buah yang ditampilkan dan dapat menjadi wahana petik buah adalah tumbuhan buah umum yang memiliki masa panen yang sering seperti Nanas. Buah Naga, dan Belimbing, adapun tanaman buah khas Kalimantan yang lumayan terkenal di masyarakat di seperti buah Lai. Disamping itu ada fasilitas penunjang lainnya berupa balai pengembangan bibit yang difungsikan untuk meneliti, mengembangkan, dan menjual bibit unggul tanaman buah, dan untuk fasilitas penunjang yg berupa ruang indoor dan Outdoor yang diperuntukan untuk pengunjung wisata. Untuk bangunan indoor yaitu Pasar buah. Pusat Suvenir, dan Foodcourt. Sedangkan untuk ruang Outdoor yaitu Taman Petik Buah, dan Monumen. Untuk menuju kota Samarinda, terdapat dua gerbang yang biasa dilalui oleh pendatang atau Dua gerbang tersebut ialah gerbang Samarinda-Balikpapan dan Gerbang Bandara APT Pranoto. Pada saat memilih lokasi Agrowisata, akan lebih baik jika lokasi dapat diakses dengan mudah oleh para wisatawan. Untuk itu lokasi direncanakan dekat dengan Bandara atau Stasiun. Agrowisata yang merupakan bagian dari tujuan pariwisata harus berdekatan dengan tujuan pariwisata lain atau berada di dalam kawasan pariwisata. Jika dilihat dari banyaknya tempat wisata dan jarak pada gerbang kota maka kawasan sekitar kecamatan Samarinda Utara lebih memiliki kelebihan dikarenakan jumlah tujuan wisata yang banyak dan berdekatan dengan gerbang kota yaitu bandara APT Pranoto dan juga berhubungan langsung dengan kota-kota lain yang merupakan tujuan wisata untuk wisatawan diluar pulau Kalimantan (Kutai Kartanegara dan Bontan. Dari segi arsitektural, buah-buahan tersebut bisa diterapkan sebagai ikon dalam bentuk bangunan dengan penerapan arsitektur analogi. Arsitektur Analogi adalah salah satu pendekatan bentuk yang digunakan dalam desain arsitektur. Selain penerapan pada bangunan. Arsitektur Analogi bisa diterapkan pada penataan massa, sehingga cocok untuk perencanaan kawasan dan berfokus untuk menjadi suatu ikon pariwisata. METODE PENELITIAN Metode Analisa data yang digunakan diantaranya Analisa Penentuan Lokasi yaitu pada tahapan ini akan dilakukan analisa mengenai site yang akan dipilh dengan penjelasan mengapa site tersebut menjadi site pilihan. Adapun beberapa analisa yg dilakukan yaitu diantaranya Analisa Tapak. Menganalisa site dalam proses perancangan diantaranya adalah analisa view, sirkulasi & transportasi, kebisingan, sinar matahari, aspek angin dan vegetasi. Analisa site ini akan berfungsi sebagai konsep orientasi dan tata ruang bangunan. Analisa Bentuk Bangunan, menganalisa bentuk bangunan yang digunakan sebagai pemecahan masalah, mulai dari pencarian bentuk hingga filsofi serta penjelasan mengapa bentuk bangunan tersebut yang Analisa Orientasi Matahari, yaitu menganalisa orientasi matahari. Analisa Orientasi Arah Mata Angin, yaitu menganalisa orientasi angin. Analisa Orientasi Vegetasi, selain pohon buah terdapat juga pohon dan vegetasi lain pada tapak mempunyai 3 fungsi yaitu: pohon sebagai pengarah,pohon sebagai penyaring polusi,pohon sebagai peneduh. Analisa Kebisingan. Umumnya kebisingan akibat lalu lintas dipengaruhi oleh jumlah kendaraan dan kondisi kendaraan. HASIL DAN PEMBAHASAN Adanya analisa data Agowisata yang bertujuan untuk mengetahui konsep perencanaan Agrowisata Buah di Kota Samarinda, antara lain Indoor dan Outdoor. Kategori Indoor yaitu Gedung Serbaguna. Pusat Suvenir. Pasar Buah dan FoodCourt. Balai Budidaya dan Kantor Pengelola. Adapun kategori outdoor yang terdiri dari Taman Petik Buah dan Monumen. Totem - 36 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Tabel 1. Pembagian Ruang Indoor Gedung Serbaguna Pusat Suvenir Staff Perlengkapan Pengunjung Staff Informasi Pemilik Kios Suvenir Pemilik Kios Jajanan Karyawan Kios Suvenir Karyawan Kios Jajanan Pengunjung Janitor Pasar Buah dan Foodcourt Pemilik Kios Pekerja Pengunjung Balai Budidaya Kepala Balai Budidaya Kepala Sub Bagian Penjualan Kepala SubBagian Produksi dan Penelitian Staf SubBagian Penjuala Staf SubBagian Produksi dan Pengunjung Kantor Pengelola Kepala Agrowisata Sekretaris Bendahara Kepala Sub. Bagian Tata Usaha Staf Sub-Bagian Tata Usaha Kepala Sub. Bagian Kegiatan dan Acara Staf Sub-Bagian Kegiatan dan Acara Kepala Sub. Bagian Publikasi Staf Sub-Bagian Publikasi Kepala Sub. Bagian Pemasaran Outdo Taman Buah Tukang Kebun Staff Penjual Buah Pengunjung Janitor Monumen Pengunjung Janitor Sumber : hasil analisa, 2019 Analisa Jenis tanaman buah Tanaman buah merupakan komponen penting dalam perencanaan Agrowisata buah. Maka dari itu perlu adanya analisa tanaman buah yang akan digunakan pada perencanaan Agrowisata buah ini. Hal yang perlu dianalisa ialah seperti Jarak tanam, bentuk fisik pohon. Luasan lahan yang digunakan dan jumlah pohon. Berikut beberapa analisa tanaman buah yang dipakai pada perencanaan ini Lai merupakan Pohon berukuran sedang dengan ketinggian antara 17 -24 meter. Tajuk berbentuk Payung dengan lebar bisa mencapai 10 m. Diameter batang bisa mencapai 55 cm dan Bentuk Daun bulat memanjang dan terlihat seperti daun pohon durian. Standar jarak tanam pohon Lai ialah 10 sampai dengan 14 meter. Dari standar jarak tanam berikut bisa diperkirakan luas lahan yang diperlukan sekitar 6316,35 m2 dengan jumlah pohon yang ditanam sebanyak 25 pohon Gambar 1. Buah Lai Sumber : hasil referensi, 2019 Belimbing merupakan pohon dengan tinggi tanaman berkisar antara 5-12 m, mempunyai banyak cabang dengan diameter batang 10-30 cm, dan jika telah tua, permukaan batang Totem - 37 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 kasar dan terdapat banyak tonjolan. Standar jarak tanam pohon belimbing ialah 6 x 6 meter. Dari standar jarak tanam berikut bisa diperkirakan luas lahan yang diperlukan sekitar 2830,80 m2 dengan jumlah pohon yang ditanam sebanyak 100 pohon. Gambar 2 . Buah Belimbing Sumber : hasil referensi, 2019 Buah Naga merupakan tanaman berakar serabut yang berkembang dalam tanah, batang bagian atas berfungsi sebagai akar gantung. Akar tumbuh di sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Tiang jalarnya setinggi 2-2,5 m dan Panjang batang tanaman biasanya sekitar 90-120 cm. Standar jarak antar tiang dalam barisan 2-2,5 m dan antar barisan 3-4 m. Dari standar jarak tanam berikut bisa diperkirakan luas lahan yang diperlukan sekitar 2138,91 m2 dengan jumlah pohon yang ditanam sebanyak 262 pohon Gambar 3 . Pohon Buah Naga Sumber : hasil referensi, 2019 Nanas merupakan tanaman yang memiliki panjang daun 130-150 cm, jumlah daun aktif ratarata 70-80 helai, memiliki ciri diameter bagian bawah 2-3,5 cm, makin ke atas melebar dengan diameter 5,5-6,5 cm, dengan panjang 20-25 cm. Standar Jarak tanam pada pola tangan satu baris 35 Ae 50 cm dan jarak antar baris 80 Ae 100 cm Dari standar jarak tanam berikut bisa diperkirakan luas lahan yang diperlukan sekitar 2138,91 m2 dengan jumlah pohon yang ditanam sebanyak 262 pohon. Gambar 4 . Buah Nanas Sumber : hasil referensi, 2019 Dari analisi tanaman buah diatas, adapun hitungan perbandingan luasan bangunan dengan taman buah, yaitu. Pada kebutuhan ruang terbangun, total kebutuhan ruang bangunan ialah 2302,96 m2, total kebutuhan ruang Sirkulasi bangunan berjumlah 1813,68 m2. Jadi total keseluruhan luas Totem - 38 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 bangunan ialah 4116,64 m2. Untuk total kebutuhan ruang taman buah lai berjumlah 6316,35 m2, total kebutuhan ruang taman buah belimbing berjumlah 2830,80 m2. Total kebutuhan ruang taman buah naga berjumlah 2138,91 m2, sedangkan total kebutuhan ruang Taman Buah Nanas berjumlah 1068,5 m2. Maka, total keseluruhan pada kebutuhan taman buah agrowisata ialah 12354. 56 m2. Dari total kebutuhan ruang terbangun dan total kebutuhan taman buah maka perbandingan jumlah kebutuhan lahan ialah: Total Perbandingan: = 4116,64x100% = 12354. Total Perbandingan = Luas Bangunan 25% : Luas Taman Buah 75% Analisa Site Eksisting site berada di Jl. Samarinda Ae Muara Badak (Lokasi . Berdasarkan pertimbangan site ini layak dibangun Agrowisata Buah Samarinda karena berada pada jalan penghubung Kabupaten/Kota lain. Daerah berada di kawasan Petanian dan Perkebunan sesuai dengan RTRW. Untuk akses kendaraan dapat mudah dijangkau dengan sepeda motor, mobil, angkutan umum, apalagi pada saat sekarang banyak tersedianya angkutan umum berbasis daring yang lebih memudahkan masyarakat dalam mengakses tempat tujuan. Site ini memiliki kondisi fisik lahan diantaranya status lahan yang merupakan lahan kosong tanpa penghuni. Luas Lahan diperkirakan kurang lebih 32500 m2. Garis Sepadan Bangungan (GSB) dari permukaan jalan sepanjang 6 meter, dan fungsi jalan Kolektor Primier. Analisa site pada orientasi arah matahari pada Posisi matahari terbenam dan terbit berada di tepat pada sisi kiri dan kanan lokasi, sehingga diperlukan peneduh pada sisi kanan dan kiri bangunan untuk mengurangi panas matahari saat di waktu siang. Untuk analisa orientasi arah angin berhembus dari belakang lokasi sehingga dapat dibuat beberapa bukaan untuk memaksimalkan penghawaan. Dapat pula dengan membuat bukaan besar di area depan lokasi. Analisa site pada kebisingan cukup tinggi terutama saat malam hari dikarenakan truck dan tronton sering melewati jalan ini pada malam hari. Pada bagian sisi kiri bangunan pada siang hari juga terdapat kebisingan sedang karena bertepatan dengan SMP 19, sedangkan kanan dan belakang site cukup tenang karena area hutan. Analisa site pada arah view berupa daerah pemukiman dan warung warung kecil. Pada bagian sisi kanan berada pada daerah warung Ae warung. Dan sisi samping kiri lokasi berada pada SMP 19, sedangkan belakang site adalaharea hutan. Gambar 6. Analisa Site Sumber : hasil analisa, 2019 Totem - 39 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 KONSEP PENZONINGAN TATA MASA Konsep penzoningan tata masa dibagi 3 zona dengan menunjukan untuk warna biru difungsikan sebagai area publik pengunjung yang berarti pengunjung bisa bebas mengunjungi tempat tersebut tanpa ada batasan, zona publik meliputi Area Parkir. Pasar buah. Pusat Suvenir, dan Musholla. Untuk warna kuning diperuntukan untuk zona semi publik yang berarti pengunjung bisa mengunjungi tempat tersebut tetapi mempunyai batasan yang bisa berarti waktu kunjung dan izin dari pihak pengelola. Dan untuk yang warna merah merupakan area privat yaitu kantor pengelola balai budidaya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Gambar 7. Konsep Penzoningan tata masa Sumber : hasil konsep, 2019 KONSEP GUBAHAN TAPAK Pada Agrowisata tidak terlepas dengan tumbuhan, pada kasusnya buah merupakan produk utama dalam perencanaan Agowisata ini. Buah yang paling populer di kota Samarinda salah satunya ialah buah Lai. Dari hal ini saya mendapatkan ide untuk menggunakan bentuk buah Lai sebagai bentukan gubahan massa pada perencanaan Agrowisata Buah ini. Pada penerapan gubahan massa ini menggunakan gabungan dari pola liner dan radial. Gambar 8. Konsep Gubahan Tapak Sumber : hasil konsep, 2019 KONSEP BENTUK BANGUNAN Untuk konsep bentuk bangunan mengambil prinsip dari tema buah-buahan. Konsep bentuk bangunan pada penelitian ini terbagi menjadi empat, sebagai berikut : Konsep bentuk bangunan Pusat Suvenir berupa Bentuk Atap Bangunan menanlogikan buah nanas dan daun-daun dari buah nanas yang ditumpuk saling menyilang. Bagian tengah bangunan dibentuk menyerupai bentuk nanas dan bagian tangkai nanas dibentuk sebagai atap. Gambar 9. Konsep Bentuk Pusat Suvenir Sumber : hasil konsep, 2019 Totem - 40 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Konsep bentuk bangunan Gedung Serbaguna, berupa bentuk atap menganalogikan bentuk buah belimbing yang dipotong setengah dan juga ornamen kolom menggunakan bentuk dari sisi buah belimbing. Gambar 10. Konsep Bentuk Gedung Serbaguna Sumber : hasil konsep, 2019 Konsep bentuk bangunan Balai Budidaya dan Kantor Pengelola, berupa Bentuk Atap Bangunan menganalogikan bentuk buah Naga. Bentuk bentuk dari sisik buah naga bisa dijadikan sebagai kanopi dan sun shading. Gambar 13. Konsep Bentuk Budidaya dan Kantor Pengelola Sumber : hasil konsep, 2019 Konsep bentuk bangunan Pasar Buah dan Foodcourt, berupa bentuk Atap Bangunan menganalogikan bentuk dari setengah buah durian. Bagian badan bangunan dibentuk menjadi bentuk kulit buah durian dan bentuk atap membentuk bagian daging buah durian Gambar 14. Konsep Bentuk Pasar Buah dan FoodCourt Sumber : hasil konsep, 2019 KONSEP SIRKULASI MAKRO DAN MIKRO Pada Sirkulasi Makro yaitu sirkulasi pergerakan kedaraan dari jalan menuju ke area parkir Agrowisata. menerapkan pola liner, pola liner dipilih bersifat jelas dan tidak membingungkan bagi Pada Sirkulasi Mikro menerapkan Pola gabungan Liner dan radial dikarenakan, pola linier membuat perlikau gerak pengunjung bergerak mengikuti alur jalan sehingga semua fasilitas dan massa terlihar dan dikunjungi oleh pengunjung dan gerak radial ideal bagi pusat wisata karena pola gerak pengunjung secara efektif mengelilingi keseluruhan fasilitas agrowisata. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Totem - 41 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Gambar 15. Konsep Sirkulasi Makro dan Mikro Sumber : hasil konsep, 2019 KONSEP TAMAN BUAH DAN VEGETASI Penempatan pohon dibuat mengelilingi area massa sehingga siklus angin dibuat terperangkap ke dalam site, dan juga penempatan pohon peneduh di arah barat site dapat menghalau sinar matahari yang tidak sehat ketika saat terbenam dan juga pohon peneduh tersebut bisa dijadikan sebagai tamanan pagar agar pengunjung tidak melewati langsung area agrowisata tanpa melewati pintu masuk . ain enteranc. Dan penempatan pohon pereda bising pada bagian depan site untuk meredakan bising pada jalan. Gambar 16. Taman Buah dan Vegetasi Sumber : hasil konsep, 2019 KESIMPULAN Berdasarkan hasil perencanaan diatas, dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut : Analisis Struktur dan Analisa Utilitas. Berada di Jalan Samarinda - Bontang, dengan luas site 500 m2 dan dengan perbandingan KDB dan KDH yaitu 32% dan 68%. Untuk penggunaan konsep penzoningan tata masa terbagi menjadi 3 warna, dimana penggunaan warna menyesuaikan pada jenis buah yang digunakan dalam perencanaan. Penggunaan konsep perencanaan agrowisata untuk gubahan massa bangunan menggunakan transformasi bentuk yang dianalogikan dari bentuk buah-buahan. Adapun saran pada penelitian Perencanaan Agrowisata Buah di Kota Samarinda dengan Penerapan Arsitektur Analogi ini yang nantinya dapat menjadi pedoman maupun referensi bagi pembaca. sehingga laporan tugas akhir ini bermanfaat bagi penulis maupun pembaca nantinya. Totem - 42 Jurnal Totem | No. 1 | Vol. April 2020 Daftar Pustaka