Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Progressive of Cognitive and Ability http://journals.eduped.org/index.php/jpr Problem dan Ketuntasan Belajar Siswa SMAN 1 Cariu pada Mata Pelajaran PAI di Masa Pandemi Covid-19 Chafidloh SMAN 1 Cariu, Kab. Bogor, Indonesia Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima 17 September 2022 Direvisi 23 September 2022 Revisi diterima 3 Oktober 2022 Kata Kunci: Covid-19, Ketuntasan Belajar, PAI, Problem. Completeness Learning, Covid-19, PAI, Problem. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problem dan ketuntasan belajar siswa kelas XII SMAN 1 Cariu Kabupaten Bogor pada Mata Pelajaran PAI pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan mixed method, yaitu penelitian kualitatif dan peneltiian kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII dan guru SMAN 1 Cariu. Adapun instrumen pengumpulan data yaitu berupa lembar observasi dan instrumen tes. Analisis data pada penelitian kualitatif yaitu menafsirkan hasil observasi yang peneliti lakukan, sedangkan analisis pada penelitian kuantitatif menggunakan nilai KKM PAI, yaitu 75. Artinya jika seorang siswa memperoleh nilai 75 atau diatasnya, maka ia sudah dinyatakan tuntas belajar PAI, begitu juga sebaliknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa problematika pembelajaran yang muncul pada mata pelajaran pendidikan agama Islam pada pembelajaran daring dimasa pandemi covid-19 yaitu kurangnya minat belajar, keterbatasan masalah jaringan, keterbatasan dari segi perangkat, pemahaman yang relatif rendah, minimnya penguasaan di bidang teknologi. Selain itu, persentase ketuntasan kelas XII sebesar 42%, sebaliknya yang belum tuntas sebesar 58%. ABSTRACT This study aims to determine the learning problems and mastery of class XII students of SMAN 1 Cariu, Bogor Regency in PAI Subjects during the covid-19 pandemic. This research is a mixed method, namely qualitative research and quantitative research. The research subjects were students of class XII and teachers of SMAN 1 Cariu. The data collection instruments are in the form of observation sheets and test instruments. The analysis of data in qualitative research is to interpret the results of observations made by researchers, while analysis in quantitative research uses the KKM PAI value, which is 75. This means that if a student scores 75 or above, then he has been declared to have completed studying PAI, and vice versa. The results of this study indicate that learning problems that arise in Islamic religious education subjects in online learning during the covid-19 pandemic are lack of interest in learning, limited network problems, limitations in terms of devices, relatively low understanding, lack of mastery in the field of technology. In addition, the percentage of completeness for class XII is 42%, on the other hand, 58% are incomplete. 60 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 60 - 67 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 This is an open access article under the CC BY license. Penulis Koresponden: Chafidloh SMAN 1 Cariu Jl. Transyogi, RT.17/RW.06, Cariu, Kec. Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indenesia chafidlohaja@gmail.com How to Cite: Chafidloh. (2022). Problem dan Ketuntasan Belajar Siswa SMAN 1 Cariu pada Mata Pelajaran PAI di Masa Pandemi Covid-19. Journal Progressive of Cognitive and Ability, 1(2). 60-67. https://doi.org/10.56855/jpr.v1i2.34 PENDAHULUAN Dua tahun sudah negara Indonesia tertimpa musibah dengan menyebarnya virus menular yaitu virus Covid-19. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus ini merupakan wabah yang terjadi di kota Wuhan, Tiongkok, pada bulan November 2019. Covid-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Sampai sekarang virus ini berkembang menjadi beberapa varian, seperti varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, Mu. Tidak menutup kemungkinan virus ini akan terus berkembang dan terdapat varian baru lagi. Penyebaran virus corona atau Covid-19 menjadikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan di Indonesia. Salah satu untuk mengantisipasi penularan virus ini pemerintah membuat tahapan-tahapan seperti social distancing, physical distancing, pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kondisi tersebut menjadikan segala aktivitas manusia menjadi sangat terbatas karena masyarakat diharuskan untuk tetap diam dirumah, bekerja, belajar, maupun dalam hal beribadah. Namun pelaksanaan proses pembelajaran harus tetap dilakukan termasuk dalam mata pelajaran PAI memiliki tujuan tidak lain yaitu memberikan pengetahuan-pengetahuan ajaran agama Islam guna untuk membentuk kepribadian baik serta mempu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ajaran Islam yang ditanamkan dalam pembelajaran harus diintregrasikan dengan berbagai aspek kehidupan berbasis masalah melalui remodelling pembelajaran yang lebih menarik. Di SMAN 1 Cariu ternyata selama pandemi covid-19 juga menganut dengan peraturan surat edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020; menganjurkan untuk melaksanakan proses belajar mengajar dari rumah melalui pembelajaran online atau daring. proses pembelajaran daring diharapkan dapat membantu untk keektifan kegiatan pembelajaran ditengah wabah covid-19 ini. Pembelajaran daring adalah suatu proses pembelajaran yang dilakukan dengan secara tidak langsung (online) atau tidak ada interaksi secara langsung antara guru dengan murid. Biasanya menggunakan suatu aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Semua aktivitas kelas dilakukan dlam aplikasi pembelajaran itu termasuk 61 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 60 - 67 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 berdiskusi, melakukan tes, tanya jawab, dan lain-lain. Pembelajaran melalui daring atau online guru di tuntut untuk lebih inovatif dalam menyusun langkah-langkah suatu pembelajaran. Hal ini membuat guru harus bisa beradaptasi yang awalnya pembelajaran tatap muka sekarang menjadi pembelajaran online atau daring. Nyatanya dalam pelaksanaan pembelajaran daring pada mata pelajaran PAI tidak berjalan dengan mulus karena muncul beberapa problem yang dihadapi oleh peserta didik. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian skala kecil tentang pemahaman siswa pada mata pelajaran PAI pasca Pandemi Covid-19 di SMAN 1 Cariu. METODOLOGI Penelitian ini merupakan mixed method, yaitu penelitian kualitatif dan peneltiian kuantitatif. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII dan guru SMAN 1 Cariu. Adapun instrumen pengumpulan data yaitu berupa lembar observasi dan instrumen tes. Analisis data pada penelitian kualitatif yaitu menafsirkan hasil observasi yang peneliti lakukan, sedangkan analisis pada penelitian kuantitatif menggunakan nilai KKM PAI, yaitu 75. Artinya jika seorang siswa memperoleh nilai 75 atau diatasnya, maka ia sudah dinyatakan tuntas belajar PAI, begitu juga sebaliknya HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian dan kenyataan yang penulis lakukan, maka terdapat beberapa data tentang problematika pembelajaran daring dimata pelajaran pendidikan agama Islam di masa pandemi covid-19 di SMAN 1 Cariu dengan berbagai cara penulis akan mengemukakan hasil penelitian berdasarkan urutan penyajian data sebagai berikut: 1. Proses Pembelajaran pada Masa Pandemi Membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mempersiapkan mental dan menimbulkan perhatian peserta didik. hal ini supaya peserta didik berpusat pada hal-hal yang akan dipelajari. Dalam penyajian materi, strategi guru sangat penting dalam menyampaikan materi karena dengan strategi penyampaian materi pembelajaran dengan tepat akan dapat mencapai dari tujuan suatu pembelajaran. Sedangkan penutup pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Usaha menutup pelajaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh peserta didik, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Di SMAN 1 Cariu dalam proses pembelajaran daring mata pelajaran PAI dimasa pandemi covid-19 memanfaatkan beberapa aplikasi yang dapat mendukung dalam pembelajaran yakni antara lain: google class room, youtube, google meet, meeting zoom, whatsapp group, dan lain-lain. 2. Problematika yang Muncul Problem pembelajaran daring (online) pendidikan agama Islam terdapat pada beberapa komponen antara lain permasalahan yang terjadi pada peserta didik, dan permasalahan yang terjadi pada guru. a. Problem Peserta Didik 62 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 60 - 67 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 b. e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 1) Kurangnya Motivasi Belajar Movitasi belajar sangat diperlukan dalam berlangsungnya proses belajar mengajar, karena motivasi merupakan sutu kondisi yang mendorong seseorang untuk bertindak, berbuat serta bertingkah laku bertujuan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu motivasi belajar diperlukan dalam proses belajar mengajar dikarenakan motivasi itu akan dapat menggugah anak untuk tetap bersemangat dalam belajar. Namun jika didalam proses belajar mengajar terjadi kurangnya minat belajar pada peserta didik, maka hal tersebut dapat menghambat tujuan dari pembelajaran itu. 2) Keterbatasan Masalah Jaringan Pembelajaran jarak jauh antar guru dan peserta didik yang dilaksanakan ditengah pandemi covid-19 ini memanfaatkan jaringan internet. Kestabilan jaringan internet sangat diperlukan dalam proses pembelajaran daring, sehingga memunculkan permasalahan tersendiri bagi guru maupun peserta didik. Bantuan kuota internet dari pemerintah sangat membantu sekali karena sebelum pemerintah memberikan bantuan peserta didik menggunakan kuota pribadinya. 3) Keterbatasan dari segi perangkat Keterbatasan dari segi perangkat ini dilatar belakangi karena faktor ekonomi orang tua yang berdeda-beda pada peserta didik. Sedangkan untuk menunjang pembelajaran daring memerlukan handphone android dalam pelaksanaanya. Pada realitanya pada peserta didik yang terkendala dalam dari segi perangkat terpaksa harus bergantian dengan orang tuanya, kerena peserta didik belum mempunyai handphone androit sendiri. 4) Pemahaman Relatif Rendah Berdasarkan hasil yang diperoleh, bahwa sejak diberlakukannya pembelajaran daring, dalam pemberian mata pelajaran pendidikan agama Islam hanya dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh saja. Maka dari itu guru dituntut untuk lebih berkreasi dalam pembelajarannya agar peserta didik dapat mudah dalam menyerap materi yang telah diajarakan. Namun pada kenyataanya pelaksanaan proses pembelajaran peserta didik kurang begitu paham dengan materi yang diajarakan. Sehingga menjadikan pembelajaran daring sangat pasif tidak ada keaktifan peserta didik untuk bertanya jawab tentang materi yang belum dimengerti. 5) Alokasi waktu Masalah waktu memang menjadi bahan perhatian dalam pembelajaran, karena tanpa waktu yang ada mustahil sebuah media digunakan dalam waktu yang memadai. Waktu merupakan hal yang sangat perlu dipertimbangkan dalam strategi belajar sehingga alokasi waktu yang tersedia cukup dalam menggunakannya. Problem Pendidik 1) Minimnya Kompetensi Guru 63 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 60 - 67 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Kurangnya kemampuan guru dalam menguasai suasana dan peserta didik dapat dianalisa bahwa hal tersebut menyebabkan pelajaran PAI kurang begitu diminati peserta didik dalam pembelajarannya. Sehingga tidak sedikit peserta didik kurang memperhatikan saat guru memberikan materi. Oleh karena itu perhatian guru dan standarisasi guru juga harus diperhatikan. 2) Kurangnya Pemahaman dalam Bidang Teknologi Pemanfaatkan bidang teknologi dalam pembelajaran merupakan satusatunya cara agar pembelajaran dapat dilakukan ditengah wabah covid-19 ini, dimana pembelajaran dilaksanakan berbasis aneka sumber belajar. Pendidik tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar. Disamping itu, berdasarkan tujuan dari pembelajaran daring dengan memanfaatan beberapa jenis aplikasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, penting sekali bagi pendidik agar menguasai bidang teknologi dalam pembelajaran, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil belajar. 3. Upaya Mengatasi Problematika Pembelajaran Dari beberapa problematika atau permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka upaya untuk mengatasi permasalahan pihak SMAN 1 Cariu yaitu antara lain : a. Problem Peserta Didik 1) Solusi Kurangnya Minat belajar Siswa Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat belajar peserta didik menjadi menurun dimasa wabah covid-19 selain karena alasan faktor fasilitas yang belum memadai, salah satunya yaitu minimnya kemampuan guru dalam untuk membuat proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menjadi suasana yang menyenangkan bagi peserta didik. Dalam pelaksanaannya pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam hanya melalui dengan rapat online dengan menggunakan aplikasi Google Classroom, Google Meet, Zoom, WhatsApp, serta materi yang bersumber dari Youtube. Hal ini menjadikan siswa menjadi kurang merasakan keterlibatan guru dalam proses kegaiatan belajar mengajar. Untuk hal itu dibutuhkan beberapa tindakan lanjut untuk mengatasinya, yaitu metode yang menghibur, aplikasi yang kreatif, dan membuat RPP yang didalamnya melibatkan siswa. 2) Solusi Keterbatasan Masalah Jaringan Kestabilan jaringan sangat diperlukan dalam pembelajaran daring, karena hanya dengan sinyal yang baiklah peserta didik dapat mengakses materi pembelajaran. Keterbatasan masalah jaringan ini sudah umum dan hampir sebagain besar dialami oleh pesertas didik dalam melakukan pembelajaran daring. Mengingat harga kuota yang cukup mahal yang menjadikan bahan pertimbangan peserta didik dalam melakukan pemebalajaran daring. Kemudian pemerintah pun akhirnya memberikan bantuan berupa kuota gratis agar peserta didik dapat menunjang pembelajaran daring. Bantuan berupa kuota belajar ini sangat membantu sekali bagi peserta didik, karena sebelumnya peserta didik dalam pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan kuota pribadinya. Dan 64 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 60 - 67 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 bila dirasa bantuan subsidi masih kurang, maka pihak sekolah memersilahkan untuk datang ke sekolah untuk menggunakan fasilitas sarana dan prasana yang sudah tersedia di sekolah. 3) Solusi Keterbatasan dari Segi Perangkat Keterbatasan dari segi perangkat masih menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam menghambatnya proses pelaksanaannya pembelajaran daring. Hal ini dikarenakan latar belakang ekonomi orang tua peserta didik yang berbeda-beda, dan pihak sekolah memaklumi hal ini. dan pihak sekolah memeberikan fasilitas untuk menggunakan kompoter yang berada di laboratorium komputer. 4) Solusi Pemahaman yang Relatif Rendah Dalam proses pembelajaran daring yang ajarkan oleh guru agama Islam nampaknya tidak semua peserta didik dapat memahami materi yang telah diajarkan. Pemahaman yang relatif rendah ini selain dikarenakan dari peserta didik memilki karakteristik dalam menangkap materi yang berdeda-beda, ternyata bisa dari faktor guru itu bagaimana dalam mengajar materi pendidikan agama Islam. Seorang guru memang harus dituntut untuk bisa mengatasi problem-problem yang dihadapi pada saat kegiatan belajar berlangsung. Salah satu upaya guru untuk bisa membuat peserta didik untuk mudah dalam menangkap materi, guru menggunakan bahasa yang sederhana serta kelancaran dalam menjelaskan materi yang telah diajarakan tentunya menggunakan metode pembelajaran yang lebih menarik. 5) Alokasi waktu Manajeman waktu dalam proses pembelajaran daring merupakan hal yang dibutuhkan agar keberhasilan dari suatu pembelajaran itu tercapai. Sehingga dalam proses pembelajaran daring mata pelajaran PAI hanya menjelaskan tidak terlalu mendetail karena minimnya waktu yang ada dan minim dalam praktiknya. 6) Problem Pendidik Upaya dalam menganggapi permasalahan guru yang mempunyai permasalahan penguasaan dalam pengambilan suasana peserta dididk serta kurang menguasai dalam bidang teknologi kepala sekolah mengupayakan agar SDM guru bisa lebih ditingkatkan. Salah satunya dengan cara mengadakan pembinaan sati bulan sekali kepada guru- guru yang mempunyai permasalahan dalam pengajaran. 4. Ketuntasan Belajar Siswa Selain untuk mengetahui problem pembelajaran pada masa pandemi, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswanya. Hasil ketuntasan belajar siswa pada kelas XII SMAN 1 Cariu dapat dilihat pada gambar berikut. 65 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 60 - 67 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Ketuntasan Belajar 42% 58% tuntas belum tuntas Gambar 1. Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Berdasarkan gambar di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa kelas XII SMAN 1 Cariu belum tuntas pada mata pelajaran PAI. Faktor-faktor di atas ini sekiranya yang mempengaruhi nilai ketuntasan belajar siswa. Oleh karena itu, harus ada usaha lain agar mereka mencapai nilai KKM. Usaha tersebut dapat berupa bimbingan ataupun pengayaan agar mereka mencapai nilai KKM. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebaga berikut: 1. Problematika pembelajaran yang muncul pada mata pelajaran pendidikan agama Islam pada pembelajaran daring dimasa pandemi covid-19 yaitu antara lain: kurangnya minat belajar, keterbatasan masalah jaringan, keterbatasan dari segi perangkat, pemahaman yang relatif rendah. Kemudian problem dari peserta didik yakni minimnya penguasaan suasana terhadap peserta didik serta minimnya penguasaan di bidang teknologi. 2. Sebagian besar siswa kelas XII SMAN 1 Cariu belum tuntas pada mata pelajaran PAI. Hanya 42% yang nilainya di atas KKM. Faktor-faktor di atas ini sekiranya yang mempengaruhi nilai ketuntasan belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA Djunaidi Ghony dan Fauzan Almansur, Metodologi Penelitian Kualitatif, Malang: Ar-Ruz Media, 2012. Isa Anshori, Problem-Based Learning Remodelling Using Islamic Values Integration and Sociological Reserch in Madrasas, International Journal of Instruction, April. Volime 12, 421. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, “Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19)”, (Jakarta, 2020). Lexy. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000), 3. Margono, Metodologi Penelitiam Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta, 2014 66 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 60 - 67 Vol. 1, No. 2, Oktober 2022 e-ISSN: 2962-1631 p-ISSN: 2961-9912 Mastuti, dkk, Teaching From Home: Dari Belajar Merdeka Menuju Merdeka Belajar, (Medan: Yayasan Kita Menulis, 2020), 36. Nasution, Metode Penlitian Naturalistik Kualitatif, (Bandung: Tarsito,2007), 10 Permendikbud, No 21 Tahun 2020 Tentang PSBB Corona Virus. Rianto Adi, Metode Penelitian Sosial dan Hukum, (Jakarta: Granit: 2004), 1. Suharsini Arrikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 133. Zaharah, Z., Kirilova, G. I., & Windarti, A. (2020). Impact of corona virus outbreak towards teaching and learning activities in Indonesia. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syari, 7(3), 269-282. 67 | Progressive of Cognitive and Ability Hal. 60 - 67