Jurnal Keislaman p-ISSN : 2089-7413 and e-ISSN : 2722-7804 Published by Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya Jl. Kalirungkut Mejoyo I No. Kec. Rungkut. Kota Surabaya. Jawa Timur 60293 Email: jurnalkeislaman@staitaruna. Peran Tabungan Kelas terhadap Sikap Ekonomis Santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Perspektif Literasi Finansial Syariah Ihsan1 Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan Madura. Indonesia1 ihsanfadlil027@gmail. Nasiri2 Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya. Indonesia2 Nasiri. Abadi20@gmail. Afifah3 Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya. Indonesia3 Afifahsyahira48@gmail. Nuurun 'Alaa Nuurin4 Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya. Indonesia4 udang1234567890@gmail. https://doi. org/10. 54298/jk. Abstract Syaichona Moh. Cholil Islamic Boarding School strives to create a simple life for its students. However, as time goes by, a simple lifestyle has begun to shift, especially among female students. They are starting to be influenced by fashion trends and a consumptive lifestyle that has caused changes in the values taught by previous scholars. One complaint came from the guardians of students who felt burdened by their children's wasteful behavior at the boarding school. This prompted the author to examine the role of class savings in shaping the economic attitudes of female students at Syaichona Moh. Cholil Islamic Boarding School from a sharia economic perspective. This study used a qualitative method with a phenomenological The subjects were six female students in class i Tsanawiyah. Data were analyzed thoroughly using editing and organizing techniques. The results showed that class savings have a significant impact on the formation of economic independence of students. This program is educational because it instills the values of responsibility, discipline, and the ability to manage finances. In addition, class savings also support practical economic education, improve management skills, strengthen togetherness, become a source of funding for major activities, and maintain the economic stability of the boarding school. Keywords: Class Savings. Economic Attitude. Financial Literacy Abstrak Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil berupaya menanamkan hidup sederhana kepada para santri. Namun, seiring perkembangan zaman, gaya hidup sederhana mulai tergeser, khususnya di kalangan santri Mereka mulai terpengaruh oleh tren fashion dan gaya hidup konsumtif yang menyebabkan pergeseran nilai-nilai kesederhanaan yang diajarkan para ulama terdahulu. Salah satu keluhan datang dari wali santri yang merasa terbebani oleh sikap boros anaknya di pondok. Hal inilah yang mendorong penulis untuk meneliti peran tabungan kelas dalam membentuk sikap ekonomis santri putri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan metode Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian adalah enam santriwati kelas i Tsanawiyah. Data dianalisis secara menyeluruh dengan teknik editing dan organizing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabungan kelas memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan kemandirian ekonomi santri. Program ini bersifat edukatif karena menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola keuangan. Selain itu, tabungan kelas juga mendukung pendidikan ekonomi praktis, meningkatkan keterampilan manajemen, memperkuat kebersamaan, menjadi sumber dana kegiatan besar, serta menjaga stabilitas ekonomi pesantren. Kata Kunci: Tabungan Kelas. Sikap Ekonomis. Literasi Finansial. Pendahuluan Setiap manusia tidak pernah lepas dari dua hal yakni kebutuhan dan keinginan, yang mana dua hal tersebut merupakan dua hal yang berbeda. Keinginan Masyarakat pada era kehidupan modern saat ini, nampaknya telah kehilangan hubungan dengan kebutuhan yang sesungguhnya. Dimana keinginan lebih didahulukan daripada kebutuhan. Perihal itu tampak tidak menggambarkan usaha seorang dalam menggunakan uang secara ekonomis. Hal semacam itu akan cenderung berdampak pada pola hidup konsumtif yang bertolak belakang dengan sikap ekonomis. Ekonomi merupakan sesuatu tindakan secara individu ataupun kelompok agar memenuhi kebutuhan hidup. Wujud dari kebutuhan itu dapat meliputi material maupun spiritual serta sumber kebutuhannya yang tidak terbatas. Ekonomis bisa diartikan dengan mengeluarkan uang atau benda dengan penuh kehatihatian dan tidak boros. Atas dasar tersebut ekonomis cenderung pada suatu tindakan yang praktis atau wujud watak dari aktivitas ekonomi itu sendiri. Dalam agama Islam seorang muslim juga dianjurkan menabung. Dengan menabung seorang muslim berarti telah mempersiapkan diri buat melaksanakan rencana masa depan yang akan tiba serta agar siap mengalami halhal yang tidak terduga. Al- QurAo an yang menjadi landasan akan hal ini secara tidak langsung sudah memerintahkan kalangan muslimin agar mempersiapkan hari esok dengan lebih baik. Masyarakat secara luas telah mengenal bentuk simpanan yang dinamakan tabungan, sebab semenjak masih kecil bahkan tingkat sekolah dasar mereka sudah dikenalkan dengan sistem tabungan walaupun cuma ikut menabung di sekolahan. Dengan menabung pihak sekolah secara tidak langsung telah menunjukkan kepada siswanya gaya hidup yang tidak berlebihan serta berhemat. Istilah tabungan telah dikenalkan mulai kecil meski sifat tabungan tersebut tidak sama dengan yang ada di bank-bank. Konsep yang saat ini dikembangkan melalui program menabung adalah literasi finansial yang sudah diterapkan sejak sekolah dasar1. Literasi finansial merupakan kecakapan yang harus dimiliki sejak dini karena di era disrupsi saat ini. Keputusan untuk membeli sesuatu sangat mudah dengan keberadaan paylater dan portal pembelanjaan daring sehingga siapapun mudah terjebak pada pola belanja impulsif2. 1 Noval Nanda Pratama. Aldy Ferdiyansyah, and Yogi Prihandoko. AuImplementasi Pembiasaan Menabung Dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal Ilmu Manajemen Dan Pendidika. E-ISSN: 3062-7788 1, no. : 90Ae94. Siti Mutmainah and Yunata Tresia. AuEdukasi Menabung Sejak Dini Bagi Siswa Sekolah Dasar Di Kawasan Tenggarong Seberang,Ay Jkpm 3, no. : 133Ae39. 2 INTAN N U R ANASTYA. AuPengaruh Literasi Keuangan. Kontrol Diri. Dan Diskon Terhadap Perilaku Peran Tabungan Kelas terhadap Sikap Ekonomis Santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Perspektif Literasi Finansial Syariah Ae Ihsan. Nasiri. Afifah. Nuurun 'Alaa Nuurin Meskipun sudah banyak kajian yang menjadikan konteks menabung sebagai cara untuk mengenalkan literasi finansial di sekolah, belum ada yang membahas konteks ini di pondok pesantren. Ponpes Syaichona Moh. Cholil termasuk pondok pesantren tertua di Pesantren Syaichona Moh. Cholil termasuk salah satu pondok yang mengalami perubahan yang sangat pesat dan termasuk pondok pesantren Pendidikan modern namun tetap menanamkan prinsip-prinsip islam kepada santrinya, terbukti dari pondok pesantren ini masih mengajarkan kitab-kitab klasik kepada seluruh santrinya. Pondok pesantren ini mendidik santrinya agar menjalani hidup sederhana di segala hal. Akan tetapi, dengan zaman yang berkembang sulit mencari santri yang hidup sederhana. Hidup sederhana tidak lagi melekat pada diri Santri Putri PP. Syaichona Moh. Cholil. Nampaknya para santri putri terpengaruh oleh gaya fashion masa kini. Tidak hanya dalam segi penampilan namun dari berbagai aspek lainnya baik untuk digunakan ataupun di konsumsi. Kemewahan yang kini semakin menjadi tradisi yang melekat pada diri santri pondok pesantren syaikhona menyebabkan santri pondok pesantren syaikhona Kholil lupa akan identitas santri yang telah diajarkan oleh ulama ulama terdahulu. Pada dasarnya seorang santri harus memiliki Sifat Sederhana baik segi penampilan, konsumsi, dan lain sebagainya, atau dalam istilah kitab salaf dikenal kata "Riyadlah atau Tirakat " secara tidak langsung santri putri syaikhona Kholil telah keluar dari garis kesantriannya. Selain fakta yang sedemikian, penulis pernah mendengar keluh kesah seorang wali santri yang mengatakan bahwa anak yang ada di pesantren sangat Boros dan hal itu menyebabkan wali santri merasa berat untuk membiayai anaknya yang berada di pondok pesantren. Berfokus pada masalah ini maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan program menabung pada literasi keuangan santri Putri PP Syaichona Moh. Cholil. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai fenomena sosial secara holistik, dengan menitikberatkan pada makna yang diberikan oleh partisipan terhadap pengalaman mereka3. Metode naratif ini dipilih karena relevan untuk menggali pengalaman subjektif santriwati dalam kegiatan tabungan kelas, serta memahami perspektif mereka terhadap makna dan manfaat dari kegiatan tersebut. Fenomenologi berfokus pada interpretasi individu terhadap peristiwa yang dialami4. Subjek penelitian adalah santriwati kelas i Tsanawiyah Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil, yang dianggap paling senior dan memiliki pengaruh terhadap santri lainnya. Pemilihan Pembelian Impulsif Dalam Marketplace Pada Mahasiswa Di PurwokertoAy (Skripsi, 2. 3 John W. Creswell dan Cheryl N. Poth. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 4th ed. (SAGE Publications, 2. 4 Jonathan A. Smith dkk. Interpretative Phenomenological Analysis: Theory. Method and Research (SAGE Publications, 2. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 subjek dilakukan dengan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian5. Dari total 26 santriwati kelas i Tsanawiyah, dipilih 6 orang yang dianggap paling mengetahui dan terlibat aktif dalam kegiatan tabungan kelas. Data dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaittu data primer, diperoleh secara langsung dari subjek penelitian melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, data sekunder, diperoleh dari dokumen dan sumber tertulis seperti catatan tabungan, laporan keuangan, literatur akademik, buku, dan jurnal yang relevan untuk mendukung analisis. Penggunaan kedua jenis data ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman dan memperkuat temuan penelitian6. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi Observasi langsung terhadap pelaksanaan tabungan kelas di lingkungan pesantren, wawancara mendalam dengan santriwati untuk menggali pandangan, pengalaman, dan persepsi mereka terkait tabungan kelas, dokumentasi berupa catatan transaksi tabungan, laporan keuangan, dan arsip terkait dan studi literatur dari buku, jurnal, dan artikel yang membahas fenomena serupa. Adapun Keabsahan data diuji melalui beberapa teknik validasi, yaitu: Triangulasi sumber, membandingkan informasi dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi7. Member check, mengonfirmasi kembali hasil wawancara kepada responden untuk memastikan akurasi data8. Peer debriefing, mendiskusikan temuan penelitian dengan pembimbing atau rekan peneliti untuk memperoleh masukan kritis. Sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif9 yang terdiri dari tiga langkah Reduksi data, yaitu proses memilih, memfokuskan, dan menyederhanakan data sesuai fokus penelitian, penyajian data, menyusun data dalam bentuk narasi deskriptif menghubungkannya dengan teori ekonomi Islam. Hasil dan Pembahasan Peran Program Tabungan Kelas sebagai Sarana Kemandirian Ekonomi Santri Tabungan kelas di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil merupakan suatu inovasi signifikan dalam membentuk kemandirian ekonomi santri putri. Program ini tidak hanya mendorong kebiasaan menabung, tetapi juga memperkenalkan keterampilan pengelolaan keuangan esensial. Setiap mingguAiumumnya saat mata pelajaran wali kelasAi santri diwajibkan menyisihkan sebagian uangnya. Proses ini membawa berbagai manfaat 5 Lawrence A. Palinkas dkk. AuPurposeful Sampling for Qualitative Data Collection and Analysis in Mixed Method Implementation Research,Ay Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research 42, no. : 533Ae44. 6 Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Kuantitatif, dan R&D (Alfabeta, 2. 7 Michael Quinn Patton. Qualitative Research & Evaluation Methods, 4th ed. (SAGE Publications, 2. 8 Yvonna S. Lincoln dan Egon G. Guba. Naturalistic Inquiry (SAGE Publications, 1. 9 Matthew B. Miles dkk. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 3rd ed. (SAGE Publications, 2. Peran Tabungan Kelas terhadap Sikap Ekonomis Santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Perspektif Literasi Finansial Syariah Ae Ihsan. Nasiri. Afifah. Nuurun 'Alaa Nuurin yang mendukung kemandirian ekonomi mereka. Mengembangkan Kebiasaan Menabung Program ini mendorong disiplin finansial melalui aktivitas menabung rutin. Sebagaimana Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), pemerintah meluncurkan inisiatif untuk menumbuhkan budaya menabung dan literasi keuangan sejak usia Menabung secara teratur adalah landasan perkembangan pola pikir hemat dan bertanggung jawab11. Secara keseluruhan, program tabungan kelas ini berfungsi sebagai alat edukatif yang efektif, membantu santri membangun fondasi keuangan yang kuat sejak usia dini. Dengan kebiasaan menabung yang telah tertanam, mereka diharapkan mampu menghadapi tantangan keuangan di masa depan dengan lebih bijaksana dan terencana. Pengelolaan Keuangan Pribadi: Kebutuhan vs Keinginan Melalui literasi yang tepat, santri dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginansebuah aspek krusial dalam pendidikan keuangan. Studi di Pondok Pesantren Nurul Furqon. Malang, menunjukkan literasi keuangan bersyariah, khususnya pada tabungan dan kredit, berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan santri12. Dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, santri diajarkan untuk memprioritaskan pengeluaran mereka pada hal-hal yang benar-benar penting. Kemampuan ini penting dalam membentuk perilaku pengeluaran yang bijaksana dan bertanggung jawab, serta membantu mencegah pemborosan dan utang yang tidak perlu. Dengan demikian, program tabungan tidak hanya membangun kebiasaan menabung, tetapi juga membantu santri mengembangkan keterampilan pengelolaan keuangan yang lebih holistik dan . Mengatasi Kebutuhan Mendadak Program tabungan tidak hanya membantu santri mengembangkan kebiasaan menabung dan mengelola uang dengan bijaksana, tetapi juga menyediakan dana cadangan untuk kebutuhan mendesak atau tak terduga. Hal ini mengajarkan kepada mereka pentingnya memiliki dana darurat yang cukup, yang dapat menjadi penolong dalam mengatasi situasi keuangan yang sulit tanpa harus mengganggu anggaran utama atau bahkan terpaksa meminjam. Dengan adanya dana cadangan ini, santri belajar untuk selalu siap menghadapi keadaan darurat. Mereka memahami bahwa hidup selalu penuh dengan ketidakpastian, dan memiliki tabungan yang cukup dapat memberikan ketenangan pikiran dan stabilitas finansial dalam menghadapi situasi yang tidak terduga, 10 Dewan (KEJAR),Ay Nasional Keuangan Inklusif. AuSatu Rekening 2022, https://snki. id/satu-rekening-satu-pelajar-kejar/. Satu Pelajar 11 Kompas. Au5 Manfaat Program Satu Rekening Satu Pelajar bagi Siswa,Ay https://katanetizen. com/read/2023/12/20/123113585/5-manfaatprogram-satu-rekening-satu-pelajar-bagi-siswa. 12 L. Ummi. AuPengaruh literasi keuangan syariah terhadap pengelolaan keuangan santri Pesantren Nurul Furqon MalangAy (Undergraduate thesis. UIN Maulana Malik Ibrahim, 2. , https://etheses. id/79380/. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 seperti kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau kebutuhan mendesak lainnya. Memahami Pentingnya Perencanaan Keuangan Melalui kegiatan menabung, santri tidak hanya membangun kebiasaan menabung, tetapi juga belajar tentang perencanaan keuangan yang penting. Mereka diajarkan untuk merencanakan penggunaan uang mereka dengan bijaksana, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam proses ini, santri menjadi lebih sadar akan pentingnya perencanaan keuangan. Mereka belajar untuk mengidentifikasi tujuan finansial mereka, baik itu untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan, menabung untuk pendidikan lanjutan, atau persiapan masa depan lainnya. Dengan memahami tujuan-tujuan ini, mereka dapat mengembangkan rencana keuangan yang sesuai untuk mencapainya. Dengan demikian, kegiatan menabung tidak hanya membantu santri dalam mengembangkan kebiasaan menabung, tetapi juga mengajarkan mereka nilainilai perencanaan keuangan yang penting untuk kesuksesan finansial jangka panjang. Ini membekali mereka dengan keterampilan yang sangat berharga dalam mengelola uang mereka sepanjang hidup. Memiliki Dana Cadangan untuk Kebutuhan Mendesak Keberadaan dana darurat mengajarkan pentingnya kesiapsiagaan finansialAitanpa harus bertumpu pada utang saat menghadapi kebutuhan tak terduga. Hal ini sejalan dengan literasi syariah dan inklusi keuangan yang kini marak dalam lingkungan Perencanaan Keuangan: Jangka Pendek dan Panjang Program ini juga membekali santri kemampuan merencanakan keuanganAibaik untuk kebutuhan sehari-hari maupun dipersiapkan bagi masa depan. Penelitian di Pondok Pesantren Darunnajah 9 menyebut literasi keuangan secara positif memengaruhi perilaku manajemen keuangan santri13. Dalam proses ini, santri menjadi lebih sadar akan pentingnya perencanaan keuangan. Mereka belajar untuk mengidentifikasi tujuan finansial mereka, baik itu untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan, menabung untuk pendidikan lanjutan, atau persiapan masa depan lainnya. Dengan memahami tujuan-tujuan ini, mereka dapat mengembangkan rencana keuangan yang sesuai untuk mencapainya. Dengan demikian, kegiatan menabung tidak hanya membantu santri dalam mengembangkan kebiasaan menabung, tetapi juga mengajarkan mereka nilainilai perencanaan keuangan yang penting untuk kesuksesan finansial jangka panjang. Ini membekali mereka dengan keterampil. Keterampilan Manajemen: Mencatat dan Mengawasi Keuangan Kegiatan menabung yang sistematis mengembangkan keterampilan mencatat pemasukan dan pengeluaran. Model literasi keuangan di pesantren Madura menunjukkan nilai kesederhanaan dan solidaritas turut memperkokoh kemampuan pengelolaan keuangan santri14. Dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, santri 13 A. Ibrahim dkk. AuAnalisis perilaku keuangan santri di Pondok Pesantren Darunnajah 9,Ay Jurnal Akuntansi. Finance, dan Manajemen 6, no. : 361Ae72. 14 Neliti. AuModel literasi keuangan pondok pesantren melalui nilai kesederhanaan dan saling berbagi antar Peran Tabungan Kelas terhadap Sikap Ekonomis Santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Perspektif Literasi Finansial Syariah Ae Ihsan. Nasiri. Afifah. Nuurun 'Alaa Nuurin dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang di mana uang mereka digunakan. Ini membantu mereka mengidentifikasi area-area di mana mereka dapat menghemat atau memprioritaskan pengeluaran. Selain itu, ini juga membantu dalam mengukur kemajuan mereka terhadap tujuan keuangan mereka. Melalui program ini, santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan praktis tentang bagaimana mengelola uang mereka sendiri, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat mereka terapkan sepanjang hidup mereka. Ini membantu mereka menjadi lebih siap menghadapi tantangan keuangan dan menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab secara finansial. Selain berkontribusi pada kemandirian ekonomi individu santri, tabungan kelas juga memainkan peran penting dalam pemberdayaan ekonomi pesantren secara keseluruhan. Program tabungan kelas di Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil tidak hanya menjadi sarana finansial, melainkan juga sebuah media pendidikan ekonomi praktis yang mendorong kemandirian santri putri dalam berbagai dimensi. Program ini menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pendidikan ekonomi praktis dan memberdayakan santri dalam berbagai cara yakni: Pendidikan Ekonomi Praktis Tabungan kelas mendorong keterlibatan aktif santri dalam aktivitas menabung dan mengelola uang, sehingga mereka belajar secara langsung konsep ekonomi seperti alokasi anggaran, menabung, dan pentingnya dana cadangan. Hal ini sejalan dengan upaya edukasi literasi keuangan di pesantren yang menekankan praktik ekonomi syariah, perencanaan keuangan, dan pengelolaan risiko keuangan bagi civitas pesantren dan masyarakat sekitar15. Selain itu, melalui tabungan kelas, santri juga belajar untuk menjadi lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan mereka. Mereka memahami pentingnya membuat keputusan yang cerdas tentang bagaimana mengalokasikan uang mereka, serta pentingnya memiliki dana Peningkatan Keterampilan Manajemen. Program tabungan kelas juga memiliki dampak yang signifikan dalam mengembangkan keterampilan manajemen dan kepemimpinan di kalangan santri. Dengan melibatkan peran-peran seperti ketua kelas dan bendahara dalam pengelolaan tabungan, santri tidak hanya belajar tentang manajemen keuangan, tetapi juga mengasah keterampilan organisasi, pengawasan, dan pencatatan transaksi keuangan. Penguatan Keterampilan Manajerial dan Kepemimpinan Melalui peran-peran seperti ketua kelas dan bendahara, santri memperoleh pengalaman dalam organisasi, pengawasan, dan pencatatan keuangan yang praktis. Ini sejalan dengan model literasi keuangan pesantren Madura yang menekankan nilai kesederhanaan dan solidaritas, serta kemampuan adaptasi sosial dan manajerial yang sesama,Ay 2019, https://media. com/media/publications/173229-ID-model-literasi- keuanganpondok-pesantren. 15 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. AuEdukasi dan literasi keuangan syariah bagi pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat,Ay 2021, https://ekon. id/publikasi/detail/3524/edukasi-dan-literasi-keuangan-syariah-bagi-pondokpesantrendalam-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Penguatan Komunitas dan Solidaritas Satunya semangat bekerja sama dalam tabungan kelas memupuk solidaritas dan tanggung jawab kolektif. Nilai berbagi dan kebersamaan menjadi inti kekuatan sosial di pesantren, sebagaimana dijelaskan dalam model literasi keuangan pesantren: solidaritas dan kebersamaan memperkuat kohesi komunitas dan mempersiapkan santri menghadapi kehidupan sosial di luar pesantren17. Keterlibatan bersama dalam program tabungan memperkuat ikatan sosial dan kerjasama di antara santri. Mereka belajar untuk saling mendukung dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama, yaitu menciptakan lingkungan belajar yang harmonis dan suportif. Solidaritas yang terbentuk melalui program ini tidak hanya memperkuat hubungan di antara sesama santri, tetapi juga memperkuat ikatan antara mereka dengan sekolah dan komunitas mereka. Dengan bekerja bersama dalam program tabungan kelas, santri juga belajar tentang pentingnya bertanggung jawab terhadap satu sama lain. Mereka menyadari bahwa setiap kontribusi individu berdampak pada keseluruhan kelompok, dan mereka belajar untuk menghargai peran masing-masing dalam mencapai tujuan bersama. Sumber Dana untuk Kegiatan Kolektif Dana tabungan yang terkumpul memungkinkan pendanaan acara pesantren seperti puncak kegiatan, haflah, dan pembelajaran tambahan tanpa membebani wali santri secara individual. Ini sejalan dengan inisiatif inklusi keuangan di pesantren secara nasional, dimana lembaga pesantren semakin mandiri dalam mendukung kegiatan ekonomi Penggunaan uang yang ditabung oleh santri untuk membiayai kegiatan besar atau kebutuhan kolektif di pesantren, seperti acara akhir tahun atau haflah, memberikan manfaat yang signifikan bagi seluruh komunitas pesantren. Pertama, hal ini mengurangi beban finansial yang biasanya harus ditanggung oleh individu atau keluarga santri. Dengan menggunakan dana yang telah ditabung bersama, setiap santri dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut tanpa harus merasa terbebani oleh biaya yang tinggi. Kedua, penggunaan dana kolektif ini memungkinkan pelaksanaan kegiatan yang lebih terencana dan Pesantren dapat merencanakan acara dengan lebih baik, menyediakan fasilitas yang lebih baik, dan memastikan pengalaman yang lebih berkesan bagi seluruh komunitas. Dengan adanya sumber dana ini, pesantren dapat mengadakan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bagi santri, seperti kegiatan pembelajaran tambahan, kegiatan keagamaan, atau kegiatan sosial yang memperkuat ikatan antar-santri dan memperkaya pengalaman mereka di pesantren. Stabilitas Ekonomi Pesantren Ketergantungan terhadap sumber dana eksternal dapat diminimalisir melalui program tabungan. Dengan adanya likuiditas internal yang sehat, pesantren mampu 16 Neliti. AuModel literasi keuangan pondok pesantren melalui nilai kesederhanaan dan saling berbagi antar Ay 17 Neliti. AuModel literasi keuangan pondok pesantren melalui nilai kesederhanaan dan saling berbagi antar Ay Prokompim Kabupaten Pekalongan. AuInklusi keuangan di pondok pesantren berperan strategis masyarakat,Ay https://prokompim. id/inklusikeuangan-di-pondok-pesantren-berperanstrategis-tingkatkan-kesejahteraan-masyarakat Peran Tabungan Kelas terhadap Sikap Ekonomis Santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Perspektif Literasi Finansial Syariah Ae Ihsan. Nasiri. Afifah. Nuurun 'Alaa Nuurin merencanakan program pendidikan dan keagamaan secara lebih sistemik dan Inklusi keuangan dan penguatan literasi keuangan syariah menyediakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi institusi pesantren19. Program tabungan di pesantren tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi santri, tetapi juga memberikan manfaat yang signifikan bagi pesantren secara keseluruhan. Dengan adanya program tabungan, pesantren dapat mengurangi ketergantungan pada sumber dana eksternal dan memastikan keberlanjutan finansial melalui dana yang dikelola secara mandiri oleh para Hal ini memberikan stabilitas ekonomi yang lebih besar bagi pesantren. Dengan memiliki sumber dana internal yang dapat diandalkan, pesantren dapat merencanakan kegiatan dan program-program pendidikan dengan lebih efektif. Mereka tidak lagi terlalu tergantung pada bantuan finansial dari pihak eksternal, yang bisa tidak konsisten atau tidak dapat diprediksi. Stabilitas ekonomi ini sangat penting untuk keberlanjutan pesantren dalam jangka panjang. Dengan memiliki dana yang cukup dan dapat diandalkan, pesantren dapat terus menyediakan layanan pendidikan dan keagamaan yang berkualitas tanpa terganggu oleh masalah keuangan. Ini memungkinkan pesantren untuk berkembang dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan sosial, ekonomi, dan keuangan dengan lebih baik. Perspektif Ekonomi Syariah Mengenai Praktik Tabungan Kelas MD Raudhatul Ulum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Putri Dalam perspektif ekonomi syariah, menabung merupakan aktivitas yang dianjurkan karena sejalan dengan prinsip pengelolaan keuangan yang baik, amanah, dan bertanggung Program tabungan kelas di pesantren tidak hanya mendukung kemandirian finansial, tetapi juga membentuk karakter santri sesuai nilai-nilai Islam. Berikut adalah beberapa aspek yang relevan : Akad yang Digunakan Program tabungan kelas di pesantren menggunakan akad wadiah yad amanah, yaitu akad penitipan harta di mana pihak penerima titipan . bertanggung jawab menjaga dan mengembalikan harta tersebut tanpa mengambil manfaat dariny. Akad ini memenuhi syarat dan rukun yad amanah, yang mengedepankan prinsip kepercayaan dan tanggung jawab. Selain itu, dalam literatur fiqh muamalah juga dikenal wadiah yad dhamanah, yakni bentuk akad di mana penerima titipan bertanggung jawab penuh atas harta yang dititipkan serta diperbolehkan memanfaatkannya, dengan opsi memberikan bonus . kepada pemilik dana (Nur Rianto, 2. Meski begitu, pada program tabungan kelas di MD Raudhatul Ulum, praktik yang diterapkan lebih mengacu pada prinsip amanah murni, tanpa pengelolaan komersial. Kebermanfaatan Sosial Tabungan kelas mendidik santri untuk hidup hemat dan merencanakan masa depan secara finansial. Hal ini sejalan dengan maqashid syariah, khususnya dalam 19 Indonesia. AuEdukasi dan literasi keuangan syariah bagi pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi Ay Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 menjaga harta . ifz al-ma. dan menciptakan kemaslahatan sosial (Chapra, 2. Dengan belajar menabung sejak dini, santri dibekali keterampilan perencanaan keuangan yang akan berguna ketika mereka dewasa dan memiliki tanggung jawab ekonomi lebih besar. Transparansi dan Kejujuran Seluruh pemasukan dan pengeluaran dicatat secara jelas, terbuka, dan dapat diakses oleh santri maupun orang tua. Prinsip ini mencerminkan nilai shidq . dan amanah . anggung jawa. yang menjadi dasar transaksi dalam Islam20. Transparansi pengelolaan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program dan mencegah terjadinya penyalahgunaan dana. Tidak Ada Unsur Riba Program ini tidak mengenakan bunga atau imbalan yang bersifat riba. Dalam ekonomi syariah, menghindari riba adalah kewajiban karena riba dianggap merugikan dan menciptakan ketidakadilan (Qardhawi, 1. Dengan demikian, program ini memastikan nilai-nilai Islam tetap dijaga dalam praktik keuangan sehari-hari. Adapun Evaluasi Kesesuaian Program dengan Prinsip Ekonomi Syariah Berdasarkan observasi, program tabungan kelas telah memenuhi prinsip-prinsip ekonomi syariah sebagai berikut: Kesesuaian dengan Prinsip Syariat Program ini menegakkan kejujuran, transparansi, amanah, dan bebas dari riba. Hal ini menciptakan praktik keuangan yang selaras dengan ajaran Islam (Antonio, 2. Manfaat Pendidikan Program ini berfungsi sebagai sarana edukasi keuangan yang aplikatif. Santri mendapatkan pengalaman langsung mengelola uang secara benar, yang dapat diaplikasikan di masa depan21. Dukungan dari Berbagai Pihak Keberhasilan program dipengaruhi oleh kolaborasi guru, pengelola pesantren, dan orang Dukungan ini membentuk lingkungan belajar yang kondusif dan meningkatkan efektivitas program20. Penerapan Nilai-Nilai Islam Sehari-hari Melalui program tabungan, santri belajar disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran. Nilainilai ini penting dalam pembentukan karakter santri yang tidak hanya beriman, tetapi juga cakap secara finansial. Kesimpulan Peran tabungan kelas dalam membentuk kemandirian ekonomi santri putri pondok pesantren syaichona moh. Cholil dapat mengajarkan beberapa hal, di antaranya : mengembangkan kebiasaan menabung secara konsisten, mengelola keuangan pribadi 20 Republik Indonesia Departemen. Al-QurAoan dan Terjemahannya, 1 ed. At Thaha (PT Sygma Examedia, 21 Karim. Muslih Abdul. Panduan Pintar Shalat (Qultum Media, 2. Peran Tabungan Kelas terhadap Sikap Ekonomis Santri Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Perspektif Literasi Finansial Syariah Ae Ihsan. Nasiri. Afifah. Nuurun 'Alaa Nuurin dengan bijaksana, membatasi pengeluaran yang tidak perlu, merencanakan penggunaan uang untuk kebutuhan mendesak, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengajarkan keterampilan manajemen dasar kepada santri, menguatkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab di antara santri, menyediakan dana untuk kegiatan besar atau kebutuhan kolektif pesantren, mengurangi ketergantungan pada sumber dana eksternal, menjamin keberlanjutan finansial pesantren. Penerapan akad wadiah yad amanah yang mana sudah memenuhi syarat dan rukunnya, kebermanfaatan sosial, transparansi dan kejujuran, kesesuaian dengan prinsip syariah, dukungan dan kolaborasi. Daftar Pustaka