E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Kebijakan Hutang : Apakah Kinerja Perusahaan Dapat Mempengaruhinya? (Bukti Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Otomotif dan Komponennya Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015 Ae 2. Deni Hamdani Departemen Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Indonesia Membangun Email: deni. hamdani@inaba. Diterima: 21 April 2025 Diterima Setelah Revisi: 22 April 2025 Dipublikasikan: 24 April 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio. Firm Size. Struktur Asset dan Kualitas Laba terhadap Debt To Equity Ratio. Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan sampel yang digunakan sebanyak 45 data laporan keuangan. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu pengelolahan data menggunakan program IBM SPSS 26. Hasil penelitian yang diperoleh pada uji parsial. Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Firm Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Struktur Aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Kualitas Laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Sedangkan hasil Uji F secara simultan diperoleh hasil bahwa Current Ratio . Firm Size. Struktur Aset dan Kualitas Laba berpengaruh secara simultan terhadap Debt To Equity Ratio. Kata Kunci: Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Firm Size. Kualitas Laba. Struktur Asset. Abstract This research aims to determine the effect of Current Ratio. Firm Size. Asset Structure, and Earnings Quality on the Debt To Equity Ratio. This research is classified as quantitative research with a descriptive and verificative approach. The sampling technique used purposive sampling method, with a sample of 45 financial report data. Data analysis was conducted using multiple linear regression analysis with data processing tools using the IBM SPSS 26. 0 program. Based on the partial test results, the debt-to-equity ratio is positively and significantly impacted by the current ratio, firm size, asset structure, and earnings quality. Meanwhile, the F-test findings concurrently demonstrated that the Debt To Equity Ratio is influenced by the Current Ratio. Firm Size. Asset Structure, and Earnings Quality. Keywords: Current Ratio. Debt To Equity Ratio. Firm Size. Earning Quality. Asset Structure PENDAHULUAN Peningkatan inflasi menjadi tantangan pada proses pemulihan ekonomi tahun 2023. depan, inflasi diperkirakan akan melanjutkan peningkatan yang dipicu oleh kenaikan harga energi (BBM, listrik, dan gas LPG) sejalan dengan harga komoditas global yang tinggi, jelas Danarekasa Research Institute. DRI mencatat Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuan Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 BI7DRR di level 3,5% untuk mendukung daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya dari dampak pandemi Covid-19. BI juga telah melakukan pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) bank umum konvensional menjadi sebesar 5% pada Maret 2023, dari sebelumnya yang hanya 3,5%. (Katadata, 2. Seperti diketahui, sejak pasca pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi serius karena masalah yang dihadapi tidak saja memukul sisi demand, melainkan juga supply side. Pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 2,07%. Laba emiten tahun 2023 minus 42,8%. Pada tahun yang sama, laba perbankan turun 33,1% dan laba multifinance merosot hingga 61,24%. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham berguguran. Pada Maret 2021, indeks harga saham gabungan (IHSG) terhempas ke level 3. 911,72, ambruk dari 299,54 akhir tahun 2021 atau turun 38%. Pada tahun 2021. IHSG hanya turun 5,09%. Jika dihitung sejak level terendah. Maret. IHSG tahun lalu justru naik 52%. (Investor, 2. Pertumbuhan sektor otomotif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan industri manufaktur dan ekonomi nasional sekaligus menyerap banyak tenaga kerja. Industri otomotif telah tumbuh 17,82 persen di 2023. Lebih lanjut sektor ini juga menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai nilai industri. Saat ini industri otomotif nasional digawangi oleh sejumlah 21 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun. Pencapaian ekspor mobil nasional ke Australia ini membuktikan bahwa industri otomotif Indonesia mampu menghasilkan produk dengan spesifikasi yang ketat. Selain Australia dan Asia. Indonesia juga telah mampu menembus pasar ekspor otomotif di benua Amerika dan Afrika. Pangsa pasar ekspor produk otomotif Indonesia saat ini telah menembus lebih dari 80 negara. (Suara. com, 2. Industri otomotif Indonesia telah menjadi sebuah pilar penting dalam sektor manufaktur negara ini karena banyak perusahaan mobil yang terkenal di dunia membuka . pabrikpabrik manufaktur mobil atau meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Terlebih lagi. Indonesia mengalami transisi yang luar biasa karena berubah dari hanya menjadi tempat produksi mobil untuk diekspor . erutama untuk wilayah Asia Tenggar. menjadi pasar penjualan . mobil yang besar karena meningkatnya produk domestik bruto (PDB) perkapita. (Hamdani & Prastiyanti, 2. Sebuah perusahaan menjalankan berbagai aktivitas usaha untuk menyediakan produk atau jasa yang akan dijual dan menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang memuaskan. Untuk dapat mengetahui penjualan produk atau jasa yang telah dilakukan perusahaan serta kinerja perusahaan dapat dilihat dari informasi keuangan. Informasi itu berupa laporan keuangan yang digunakan bagi perusahaan bersangkutan untuk melaporkan keadaan dan kondisi keuangannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan, terutama bagi pihak investor, kreditur, dan pihak manajemen perusahaan itu sendiri. (Hamdani & Ridwan, 2. Alasan untuk memilih Perusahaan Otomotif dan Komponennya yang ada pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2023 sebagai objek penelitian karena kondisi resesi ekonomi menghantam Indonesia pada 2020 sebagai dampak dari merosotnya perekonomian selama wabah Ekonomi pun anjlok, membuat penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan. Daya beli masyarakat terjun bebas karena pandemi COVID-19. Pabrik otomotif sempat tutup sementara begitu juga dengan pameran mobil yang bahkan batal karena pembatasan sosial untuk menghindari penularan wabah. Sehingga, penjualan mobil sepanjang tahun 2020-2022 mengalami penurunan yang siginifikan. Struktur modal menjadi masalah penting bagi perusahaan karena baik buruknya struktur modal akan berakibat pada keberlanjutan perusahaan. Perusahaan yang menggunakan sumber dana dari pihak luar seperti saham ataupun utang tentunya tidak hanya mencari keuntungan untuk internalnya akan tetapi juga untuk pihak pemegang saham dan utang agar perusahaan dapat menggunakan sumber dana tersebut untuk kegiatan operasional. (Karlina & Hamdani, 2. Struktur modal sendiri merupakan proporsi penggunaan antara utang dan ekuitas. Manajemen sebagai pengelola perusahaan tentu harus dapat menyeimbangkan penggunaan utang Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 dan ekuitas untuk mencapai struktur modal yang optimal. Dalam mewujudkan struktur modal yang optimal, manajer keuangan harus mempertimbangkan banyak hal yang mempengaruhi struktur Rasio keuangan yang paling merefleksikan optimalisasi struktur modal dalam penelitian ini adalah Debt To Equity Ratio (DER). Identifikasi masalah pada penelitian ini menitikberatkan pada bagaimana pengaruh current ratio, firm size, struktur aset dan kualitas laba terhadap debt to equity ratio baik secara simultan maupun parsial. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh current ratio, firm size, struktur aset dan kualitas laba terhadap debt to equity ratio baik secara simultan maupun parsial. Pemecahan masalah yang akan dilakukan pada peneitian ini adalah dengan menggunakan alat analisis berupa IBM SPSS versi 26 agar mendapatkan hasil penelitian yang diharapkan pada hipotesis yang telah dsusun oleh peneliti. Hasil-hasil penelitian sebelumnya terkait dengan variabel Debt to Equity Ratio memiliki hasil yang beraneka ragam sehingga masih terdapat gap penelitian satu dengan yang lainnya. Adapun hasil penelitian sebelumnya diantaranya oleh Ernawati, et al . Safitri & Ahmadi . menyatakan bahwa Firm Size berpengaruh terhadap Struktur Modal dalam hal ini Debt to Equity Ratio, namun penelitian yang dilakukan oleh Suherman, et al . dan Hutauruk . berpendapat bahwa Firm Size tidak berpengaruh terhadap Debt to Equity Ratio. Penelitian yang dilakukan oleh Sinabariba, et al . menyatakan bahwa Struktur Aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt to Asset Ratio sedangkan penelitian Ernawati, et al . menyatakan bahwa Struktur Aset berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Debt to Asset Ratio. Hal ini yang membuat penulis memilih variabel Current Ratio. Firm Size. Struktur Aset dan Kualitas Laba sebagai variabel yang masih belum banyak dipergunakan oleh peneliti lain. KAJIAN PUSTAKA Debt To Equity Ratio Debt to Equity Ratio adalah AuRasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaanAy. (Kasmir, 2. Untuk mencari Debt to Equity Ratio menurut Kasmir . dapat digunakan perbandingan antara total hutang dengan total ekuitas dengan persamaan sebagai berikut: DER = Total Hutang Total Ekuitas Current Ratio Current Ratio adalah ukuran yang umum digunakan atas solvensi jangka pendek, kemampuan suatu perusahaan memenuhi kebutuhan utang ketika jatuh tempo. (Fahmi, 2. Menurut Fahmi . rumus untuk mencari rasio lancar atau current ratio adalah sebagai CR = Aset Lancar Hutang Lancar Apabila rasio lancar 100 % berarti bahwa aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar. Rasio lancar yang baik adalah jika berada di atas 1 atau 100% artinya aktiva lancar harus jauh di atas jumlah utang lancar. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Firm Size Ukuran perusahaan adalah nilai perusahaan yang dapat dinilai dari beberapa segi. Besar kecilnya suatu perusahaan dapat didasarkan pada total nilai aktiva, total penjualan, kapitalisasi pasar, jumlah tenaga kerja dan lainnya. Menurut Hery . Ukuran Perusahaan adalah AuSkala yang menunjukkan besar atau kecilnya suatu perusahaanAy. Ukuran Perusahan menurut Hery . dapat dihitung dengan Logaritma natural (L. dari total Aset yang dirumuskan sebagai berikut: Firm Size = Ln (Total Asse. Ukuran perusahaan ditentukan melalui ukuran aset. Karena nilai total aset biasanya sangat besar dibandingkan variabel keuangan lainnya, maka dalam penelitian ini ukuran perusahaan yang diukur dengan logaritma natural dari total aset perusahaan akhir tahun. Struktur Aset Menurut Fahmi . , perusahaan manufaktur yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aset tetap cenderung menggunakan modal sendiri dibandingkan dengan modal asing atau utang yang hanya sebagai pelengkap dalam menghasilkan penjualan yang diinginkan. Adapun pengukuran dari struktur aset menurut Fahmi . , adalah sebagai berikut: Struktur Aset = Aset Tetap Total Asset Kualitas Laba Laba yang berkualitas adalah laba yang dapat mencerminkan kelanjutan laba . ustainable earning. dimasa depan, yang ditentukan oleh komponen akrual dan kas yang dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan yang sesungguhnya. (Wulansari, 2. Rumusan untuk mencari Kualitas Laba sebagai berikut Wulansari . Kualitas Laba = Arus Kas Operasi Laba Bersih Model penelitian beserta hipotesisi yang dapat penulis uraikan pada digambar dibawah ini. Current Ratio Firm Size Debt To Equity Ratio Struktur Aset Kualitas Laba Gambar 1. Model Penelitian Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Adapun hipotesis pada penelitian ini adalah. H1 Terdapat Pengaruh Current Ratio terhadap Debt To Equity Ratio H2 Terdapat Pengaruh Firm Size terhadap Debt To Equity Ratio H3 Terdapat Pengaruh Struktur Aset terhadap Debt To Equity Ratio H4 Terdapat Pengaruh Kualitas Laba terhadap Debt To Equity Ratio H5 Terdapat Pengaruh Current Ratio. Firm Size. Struktur Aset dan Kualitas laba terhadap Debt to Equity Ratio secara simultan METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan atau mempersoalkan cara-cara melaksanakan penelitian berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala (Sudaryono, 2. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Menurut Ghozali . metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menggambarkan dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Menurut Sugiyono . metode deskriptif adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih . tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Menurut Sugiyono . metode verifikatif adalah suatu penelitian yang dilakukan terhadap populasi atau sample tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah Operasionalisasi Variabel Operasional variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2021:. Variabel Debt To Equity Ratio Current Ratio Tabel 1. Operasionalisasi Variabel Konsep Variabel Indikator Rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar Total Hutang dengan seluruh ekuitas. Rasio ini DER = berguna untuk mengetahui jumlah dana Total Ekuitas yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan Kasmir . Current Ratio adalah ukuran yang umum digunakan atas solvensi jangka pendek, kemampuan suatu perusahaan memenuhi kebutuhan utang ketika jatuh CR = Aset Lancar Hutang Lancar Skala Rasio Rasio Fahmi . Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit Variabel Firm Size (X. Struktur Aset Kualitas Laba e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Konsep Variabel Skala yang menunjukkan besar atau kecilnya suatu perusahaan Hery . Perusahaan manufaktur yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aset tetap cenderung menggunakan modal sendiri dibandingkan dengan modal asing atau utang yang hanya sebagai penjualan yang diinginkan Indikator Skala Firm Size = Ln. (Total Asse. Rasio Struktur Aset = Aset Tetap Total Asset Fahmi . Laba yang berkualitas adalah laba yang dapat mencerminkan kelanjutan laba . ustainable earning. dimasa depan. Kualitas Laba yang ditentukan Arus Kas Operasi Laba Bersih perusahaan yang sesungguhnya. Rasio Rasio Wulansari . Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Otomotif dan Komponennya yang terdaftar di BEI Periode 2013 sampai 2023 yang bersumber dari https://w. Jumlah populasi sebanyak 13 perusahaan dan tidak semua populasi ini akan menjadi objek penelitian, sehingga perlu dilakukan pengambilan sampel lebih lanjut. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling, dengan teknik sampel purposive sampling. (Sugiyono, 2. Teknik yang digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling, jadi sampel tidak diambil secara acak melainkan ditentukan oleh peneliti. Adapun kriteria yang dijadikan dalam pemilihan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Perusahaan Manufaktur Subsektor Otomotif dan Komponennya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2015-2023. Perusahaan Perusahaan Manufaktur Subsektor Otomotif dan Komponennya yang menerbitkan laporan keuangan secara berturut-turut dan lengkap pada tahun 2015-2023. Perusahaan Perusahaan Manufaktur Subsektor Otomotif dan Komponennya yang laporan keuangan nya dalam keadaan profit selama tahun 2015-2023. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Tabel 2. Objek Penelitian Kode ASII AUTO INDS SMSM IMAS Nama Perusahaan PT Astra Internasional Tbk PT Astra Otoparts Tbk PT Indospring Tbk PT Selamat Sempurna Tbk PT Indomobil Sukses Internasional Tbk HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Asumsi Klasik Untuk mendapatkan model regresi yang efisien dan tidak bias, maka dilakukan pengujian terhadap asumsi-asumsi klasik dengan menggunakan bantuan program SPSS 26. Pengujian asumsi klasik ini menggunakan empat uji, yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Berikut adalah hasil pengujian asumsi klasik. Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative 4,11563287 Sumber : Hasil pengolahan data dengan SPSS 26 Berdasarkan Tabel 3 diatas, diketahui bahwa uji normalitas kolmogorov smirnov pada penelitian ini adalah 0,200 > 0,05. Nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 ini menunjukkan data pada penelitian ini berdistribusi secara normal, adapun uji normalitas dapat dijelaskan melalui uji P-P Plots pada gambar dibawah ini: Gambar 2. Grafik Normal P-P Regression Standardized Residual Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Dari hasil Uji Normalitas dengan pendekatan grafik normal P-P Regression Standardized Residual menunjukan bahwa dari gambar diatas, titik-titik tersebar mengikuti garis diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa data telah berdistribusi normal Cara mendeteksi ada tidaknya multikolonieritas yaitu dengan cara memperhatikan angka Variance Inflation Factor (VIF) dan tolerance. Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance > 0,1 atau sama dengan nilai VIF < 1. Berikut adalah hasil pengujian multikolinieritas yang tersaji pada tabel dibawah ini. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas CollinearityStatistics Model (Constan. Current Ratio Firm Size Struktur Asset Kualitas Laba Tolerance VIF Dependent Variable: Debt To Equity Ratio Hasil perhitungan nilai VIF menunjukan bahwa semua variabel independen memiliki hasil kurang dari 10. Selain itu, hasil perhitungan nilai tolerance menujukan bahwa semua variabel independen memiliki hasil lebih dari 0. 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antar variabel independent dalam model regresi. Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Jika ada pola tertentu, seperti titiktitik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur . ergelombang, melebar kemudian menyempi. , maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu y, maka tidak terjadi Berikut hasil uji heteroskedastisitas menggunakan SPSS 26. Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Dengan menggunakan Scatterplot Dari gambar diatas terlihat bahwa titik-titik secara acak, tidak membentuk suatu pola. Serta titik-titik menyebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi tersebut, sehingga model regresi layak dipakai untuk analisa berikutnya. Untuk mendeteksi adanya auto korelasi dalam suatu model regresi, dapat dilakukan melalui pengujian terhadap nilai uji Durbin-Watson. Kriteria pengujian Durbin-Watson pada tabel sebagai Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Std. Error of the Model R Square ,831a Adjusted R Square ,658 Durbin-Watson Estimate ,612 5,79237 2,239 Sumber: Hasil pengolahan data dengan SPSS 26 Berdasarkan tabel 6 diatas diperoleh nilai Durbin-Watson sebesar 2,239. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan dL dan dU pada tabel Durbin-Watson. Untuk = 0,05, k=4 dan n = 45, diperoleh dL = 1,3357 dan dU = 1,7200. du < d O 4 Ae du atau 1. 7200 < 2. 239 O 4 Ae 1. 7200 , maka disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi positif atau negatif. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Berikut ini adalah Uji Regresi Linear Berganda menggunakan SPSS 26. Tabel 7. Hasil Perhitungan Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Beta Error 1 (Constan. Current Ratio Firm Size Struktur Asset Kualitas Laba Dependen Variabel: Debt To Equity Ratio Sig. Dari output diatas diketahui nilai konstanta dan koefisien regresi sehingga dapat dibentuk persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 12. 712 X1 0. 049 X2 Ae 1. 130 X3 0. 119 X4 Persamaan diatas dapat diartikan sebagai berikut: = 12. artinya jika variabel Current Ratio (X. Firm Size (X. Struktur Aset (X. Kualitas Laba (X. bernilai nol . , maka nilai variabel Debt To Equity Ratio (Y) yu1 = 0. artinya jika variabel Current Ratio (X. dan variabel konstan, maka akan meningkatkan nilai variabel Debt To Equity Ratio (Y) sebesar 0. Sebaliknya Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit yu2 = 0. yu3 = -1. yu4 = 0. e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 setiap penurunan satu satuan variabel X1 dan variabel lainnya konstan, maka akan menurunkan variabel Y sebesar 0. artinya jika variabel Firm Size (X. dan variabel konstan, maka akan meningkatkan nilai variabel Debt To Equity Ratio (Y) sebesar 0. Sebaliknya setiap penurunan satu satuan variabel X2 dan variabel lainnya konstan, maka akan menurunkan variabel Y sebesar 0. artinya jika variabel Struktur Aset (X. dan variabel konstan, maka akan menurunkan nilai variabel Debt To Equity Ratio (Y) sebesar -1. Sebaliknya setiap kenaikan satu satuan variabel X3 dan variabel lainnya konstan, maka akan menaikkan variabel Y sebesar -1. artinya jika variabel Structural Kualitas Laba (X. dan variabel konstan, maka akan meningkatkan nilai variabel Debt To Equity Ratio (Y) sebesar 0. Sebaliknya setiap penurunan satu satuan variabel X3 dan variabel lainnya konstan, maka akan menurunkan variabel Y sebesar 0. Hasil Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi merupakan Alat untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Berikut ini adalah hasil uji koefisien determinasi menggunakan SPSS 26. Model Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi . Model Summaryb R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Current Ratio. Firm Size. Kualitas Laba. Struktur Aset Dependent Variable: Debt To Equity Ratio Sumber : Hasil pengolahan data dengan SPSS 26 Berdasarkan hasil uji diatas, dapat diketahui bahwa: = r2 x 100% = . 2 x 100% = 82,99 % Dari tabel 8 diatas diperoleh nilai koefisien determinasi (R squar. sebesar 0,911 yang berarti bahwa perubahan Debt To Equity Ratio dapat dipengaruhi oleh perubahan variabel Current Ratio,Firm Size. Struktur Aset. Kualitas Laba sebesar 82,99%. Sedangkan sisanya sebesar 17,01% dipengaruhi oleh faktor lain yang diabaikan dalam penelitian ini. Hasil Pengujian Hipotesis Parsial (Uji-. Hasil pengujian parsial adalah sebagai berikut: Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Tabel 9. Hasil Uji Hipotesis Parsial (Uji-. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error 1 (Constan. Current Ratio Firm Size Struktur Asset Kualitas Laba Model Sig. Beta Dependen Variabel: Debt To Equity Ratio Dari perhitungan tabel diperoleh nilai t-hitung untuk Current Ratio sebesar 2,936 dan t-tabel 2,021 dengan nilai sig 0. 002 > 0. dikarenakan nilai t-hitung > t-tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Dari perhitungan tabel diperoleh nilai t-hitung untuk Firm Size sebesar 3,218 dan t-tabel 2,021 dengan nilai sig 0. 001<0. dikarenakan nilai t-hitung > t-tabel, maka H0 ditolak dan H2 diterima, artinya Firm Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Dari perhitungan tabel diperoleh nilai t-hitung untuk Struktur Aset sebesar 3,691 dan t-tabel 2,021 dengan nilai sig 0. 005<0. dikarenakan nilai t-hitung> t-tabel, maka H0 ditolak dan H3 diterima, artinya Struktur Aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Dari perhitungan tabel diperoleh nilai thitung untuk Kualitas Laba sebesar 4,312 dan ttabel 2,021 dengan nilai sig 0. 003<0. dikarenakan nilai thitung>ttabel, maka H0 ditolak dan H4 diterima, artinya Kualitas Laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Hasil Pengujian Hipotesis Simultan (Uji-. Hasil pengujian hipotesis secara simultan adalah sebagai berikut: Tabel 10. Hasil Uji Hipotesis Simultan (Uji F) ANOVAa Model Regression Residual Sum of Squares Mean Square Sig. Total 329,679 Dependent Varible: Debt To Equity Ratio Predictors: (Constan. Current Ratio. Firm Size . Struktur Aset. Kualitas Laba Berdasarkan data tabel 10 diatas diketahui Fhitung sebesar 15. 363 dengan p-value . 0,000. dengan = 5% serta derajat kebebasan dengan df pembilang k . umlah variabel independen = . dan df penyebut = . -k-. = . -4-. , diperoleh nilai ftabel sebesar 2. Dikarenakan nilai Fhitung>Ftabel . 363 > 2. , maka H0 ditolak dan H5 diterima, artinya variabel variabel Current Ratio. Firm Size. Struktur Aset, dan Kualitas Laba berpengaruh secara simultan terhadap Debt To Equity Ratio. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 SIMPULAN Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Firm Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Struktur Aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio dan Kualitas Laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt To Equity Ratio. Dengan diperoleh hasil yang sesuai dengan hipotesis yag diharapkan, maka peneliti memberikan saran kepada peneliti lain agar menambah atau mengganti variabel independen dengan topic yang lain atau memberikan variabel pemoderasi dan intervening agar hasil yang didapat bisa bervariasi sehingga berguna untuk penggunaan referensi lainnya. DAFTAR PUSTAKA